Anda di halaman 1dari 10

CASE REPORT

ERITRODERMA

I. IDENTIFIKASI PASIEN

Nama : Tn. Slamet

Umur : 70 tahun

Jenis Kelamin : Laki-laki

Alamat : Lampung Timur

Pekerjaan : Petani

Suku : Jawa

Agama : Islam

Status : Menikah

Jumlah anak :4

II. ANAMNESIS

Keluhan Utama :

Bercak-bercak kemerahan dan kulit mengelupas pada seluruh tubuh.

Keluhan Tambahan :

Gatal-gatal pada seluruh tubuh.

1
Riwayat Penyakit sekarang :

Pasien datang ke RS dengan keluhan bercak-bercak kemerahan dan kulit


mengelupas pada seluruh tubuh sejak 5 bulan yang lalu. Pasien sempat berobat
ke mantri sebanyak 3 kali dan diberikan pil namun os tidak ingat nama obatnya.

Os adalah seorang petani. Sejak setengah tahun yang lalu os menggunakan


pupuk tahi ayam untuk kebunnya.ia sudah pernah menggunakan pupuk tahi ayam
beberapa kali namun tidak menimbulkan gatal-gatal pada kulitnya. Namun saat
gatal pertama kali muncul sehabis memupuk kebunnya dengan tahi ayam ia
kemudian memotong rumput yang sebelumnya iya semprot dengan racun rumput.
Sejak saat itu ia merasa mulai timbul bercak kemerahan pada kedua tangannya.
Keluhannya saat itu juga disertai gatal-gatal.

Rasa gatal tersebut menyebabkan ia terus menggaruk-garuk di daerah yang gatal.


Karena terus-menerus digaruk maka timbul bintil-bintil berisi cairan seperti
butiran pasier. Semakin lama bintil-bintil tersebut semakin banyak.

Bintil bintil tersebut terus digaruk pasien sehingga pecah dan menyebar ke
seluruh lengan hingga sekarang ke seluruh tubuh. Karena terus digaruk oleh os
seluruh kulitnya menjadi menebal dan mengelupas.

Sebelumnya os mengaku tidak mengkonsumsi obat maupun jamu-jamuan dalam 1


bulan terakhir.

Karena tidak ada perubahan, sehingga pasien memutuskan memeriksakan dirinya


ke Poliklinik Penyakit Kulit kelamin RSAM.

Riwayat penyakit dahulu :

Pasien belum pernah mengalami penyakit seperti ini. Penyakit kencing manis,
darah tinggi, keganasan dan lain-lain disangkal.

Riwayat penyakit keluarga dan lingkungan :

2
Tidak ada penyakit yang sama pada keluarga ataupun lingkungan sekitar pasien.
Keluarga tidak ada yang menderita alergi.

Riwayat pengobatan :

Pasien sudah pernah berobat ke mantri sebanyak 3 kali tetapi tidak ada perubahan.

III. STATUS GENERALIS

Keadaan Umum : Tampak sakit sedang

Kesadaran : Kompos mentis

Tanda vital :

a. Tekanan darah : 120/80 mmHg

b. Nadi : 82x/menit

c. RR : 22x/menit

d. Suhu : 36,5 oC

Kepala : Dalam batas normal

Thoraks : Dalam batas normal

Abdomen : Dalam batas normal

KGB : Tidak ada pembesaran

Ekstremitas : Tidak ditemukan deformitas

Saraf perifer : Tidak ditemukan penebalan

3
IV. STATUS DERMATOLOGIS/ VENEROLOGIS

Lokasi : Generalisata

Inspeksi : Tampak makula hiperpigmentasi dengan skuama dan


likenifikasi berbentuk plakat yang multipel tersebar
generalisata

V. LABORATORIUM

Tidak dilakukan

VI. RESUME

Pasien, 70 th, sudah menikah datang ke RS dengan keluhan bercak-bercak


kemerahan dan kulit mengelupas pada seluruh tubuh sejak 5 bulan yang lalu.
Keluhan disertai gatal-gatal pada seluruh tubuh.gatal-gatal terutama dirasakan saat
sore dan malam hari sehingga pasien tidak bisa tidur. Awalnya pasien merasa
gatal-gatal dan timbul bercak kemerahan pada kedua tangan pasien. Selanjutnya
gatal-gatal dan bercak kemerahan menyebar ke seluruh tubuh dan kulit kepala
pasien. Pekerjaan pasien adalah petani. Pasien sering memupuk tanaman
menggunakan kotoran ayam dengan memegang langsung tanpa sarung tangan.

Riwayat minum obat sebelum sakit disangkal oleh pasien. Karena keluhannya
pasien berobat ke mantri sebanyak 3 kali. Pasien diberikan 3 macam pil, tetapi
pasien tidak tahu nama obatnya. Pasien belum pernah mengalami penyakit seperti
ini. Penyakit kencing manis, darah tinggi, keganasan dan lain-lain disangkal.
Tidak ada penyakit yang sama pada keluarga ataupun lingkungan sekitar pasien.
Keluarga tidak ada yang menderita alergi. Pasien sudah pernah berobat ke mantri
sebanyak 3 kali tetapi tidak ada perubahan.

4
Status generalis dalam batas normal. Status dermatologis : Tampak macula
hiperpigmentasi dengan skuama dan likenifikasi berbentuk plakat yang multipel
tersebar generalisata

VII. DIAGNOSIS BANDING

Pemfigus foliaseus
Psoriasis

VIII. DIAGNOSIS KERJA

Eritroderma

VIII. PENATALAKSANAAN

1. Umum

Diet tinggi protein

2. Khusus

Kortikosteroid sistemik prednisone 3 x 10 mg.


Antihistamin oral cetirizine 1 x 10 mg
Topical emolien lanolin 10% untuk mengurangi radiasi akibat vasodilatasi

oleh eritema.

X. PEMERIKSAAN ANJURAN

Pemeriksaan HIstopatologis
Tes Nikolsky
Percobaan Tzanck

XI. PROGNOSIS

5
Quo ad vitam : dubia ad bonam
Quo ad functionam : dubia ad bonam
Quo ad sanationam : dubia ad bonam

PEMBAHASAN

6
Permasalahan

1. Apakah diagnosis pada kasus ini sudah tepat?


2. Apakah faktor penyebab terjadinya eritroderma?
3. Apakah penanganan pada kasus ini sudah tepat?

Analisis kasus

1. Apakah diagnosis pada kasus ini sudah tepat?


Penegakan diagnosa pada kasus ini sudah tepat. Dari anamnesis didapatkan
keluhan gatal dan bercak kemerahan pada seluruh tubuh. Dari pemeriksaan
fisik didapatkan Tampak makula hiperpigmentasi dengan skuama dan
likenifikasi berbentuk plakat yang multipel tersebar generalisata.

2. Apakah faktor penyebab terjadinya eritroderma?

a. Eritroderma yang disebabkan oleh alergi obat secara sistemik

Keadaan ini banyak ditemukan pada dewasa muda. Obat yang dapat
menyebabkan eritroderma adalah arsenik organik, emas, merkuri
(jarang), penisilin, barbiturat. Pada beberapa masyarakat, eritroderma
mungkin lebih tinggi karena pengobatan sendiri dan pengobatan
secara tradisional.(2) Waktu mulainya obat ke dalam tubuh hingga
timbul penyakit bervariasi dapat segera sampai 2 minggu. Gambaran
klinisnya adalah eritema universal. Bila ada obat yang masuk lebih
dari satu yang masuk ke dalam tubuh diduga sebagai penyebabnya
ialah obat yang paling sering menyebabkan alergi.(5)

b. Eritroderma yang disebabkan oleh perluasan penyakit kulit

7
Eritroderma et causa psoriasis, merupakan eritroderma yang paling
banyak ditemukan dan dapat disebabkan oleh penyakit psoriasis
maupun akibat pengobatan psoriasis yang terlalu kuat.(5)

Dermatitis seboroik pada bayi juga dapat menyebabkan eritroderma


yang juga dikenal penyakit Leiner. Etiologinya belum diketahui pasti.
Usia penderita berkisar 4-20 minggu.(6) Ptyriasis rubra pilaris yang
berlangsung selama beberapa minggu dapat pula menjadi eritroderma.
Selain itu yang dapat menyebabkan eritroderma adalah pemfigus
foliaseus, dermatitis atopik dan liken planus.(7

c. Eritroderma akibat penyakit sistemik

Berbagai penyakit atau kelainan alat dalam termasuk infeksi fokal


dapat memberi kelainan kulit berupa eritroderma. Jadi setiap kasus
eritroderma yang tidak termasuk akibat alergi obat dan akibat
perluasan penyakit kulit harus dicari penyebabnya, yang berarti
perlu pemeriksaan menyeluruh (termasuk pemeriksaan laboratorium
dan sinar X toraks), untuk melihat adanya infeksi penyakit pada alat
dalam dan infeksi fokal. Ada kalanya terdapatleukositosis namun tidak
ditemukan penyebabnya, jadi terdapat infeksi bakterial
yangtersembunyi (occult infection) yang perlu diobati.(5)

Harus lebih diperhatikan komplikasi sistemik akibat eritroderma


seperti Hipotermia, edema perifer, dan kehilangan cairan, dan albumin
dengan takikardia and kelainan jantung harus mendapatkan perawatan
yang serius. Pada eritroderma kronik dapat mengakibatkan kakeksia,
alopesia, palmoplantar keratoderma, kelainan pada kuku and
ektropion.(4)

8
d. Apakah penanganan pada kasus ini sudah tepat?

Penatalaksanaan yang baik dan sesuai adalah mengikuti kaidah

1. Non Medikamentosaa

Diet tinggi protein

2. Medikamentosa

Kortikosteroid sistemik prednisone 3 x 10 mg.


Antihistamin oral cetirizine 1 x 10 mg
Topical emolien lanolin 10% untuk mengurangi radiasi akibat vasodilatasi

oleh eritema.

ERITRODERMA

(Case Report)

9
Oleh :

Ayu Ramadhini M. 0818011051


Novitha Adityani 0818011078

Pembimbing :
Dr. M. Syafei Hamzah, Sp. KK

KEPANITERAAN KLINIK UNIVERSITAS LAMPUNG


SMF KULIT DAN KELAMIN
RSUD Dr. H. ABDUL MOELOEK LAMPUNG
Juni 2013

10