Anda di halaman 1dari 9

REVIEW JURNAL I

Judul Analisis Kinerja Pemasaran Melalui Keberhasilan Implementasi


Sistem Enterprise Resource Planning (ERP) pada UMKM di
Semarang
Volume Vol. 2 No.1
Tahun 2015
Penulis Melia Anisa Sadiyah dan Mudiantono
Reviewer Via Rahmah
Tanggal 22 November 2016

1.1 Latar Belakang


Jumlah UMKM mengalami peningkatan setiap tahunnya. Perkembangan
teknologi juga terus mengalami peningkatan. Hal tersebut juga memacu adanya
persaingan bisnis yang semakin kompleks. Persaingan bisnis yang semakin
kompleks tersebut mengharuskan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)
berfikir lebih kreatif untuk tetap mempertahankan eksistensi usahanya. UMKM
harus mampu memenuhi permintaan masyarakat yang cenderung menginginkan
pelayanan cepat terhadap kebutuhan. Salah satu cara untuk mewujudkan
kecepatan dalam pelayanan tersebut adalah dengan mengintegrasikan sistem
informasi perusahaan agar lebih efektif dan efisien dengan menggunakan sistem
informasi Enterprise Resource Planning (ERP). Yasin (2013) mengartikan
Enterprise Resource Planning (ERP) adalah suatu cara untuk mengelola
sumberdaya perusahaan dengan menggunakan teknologi informasi. Penelitian
yang dilakukan oleh Tarigan, 2012 berhasil menemukan adanya pengaruh positif
antara penggunaan teknologi ERP dengan kinerja perusahaan. Pada tahun 2005,
penelitian Sun (Tarigan, 2012) juga menemukan bahwa teknologi ERP
berpengaruh positif terhadap pencapaian kinerja perusahaan.

Tujuan penelitian yang dilakukan adalah untuk menganalisis pengaruh


keberhasilan implementasi sistem Enterprise Resource Planning (ERP) dalam

1
meningkatkan kinerja pemasaran UMKM di Semarang. Penggunaan sistem
Enterprise Resource Planning (ERP) dengan pemilihan faktor-faktor penentu
keberhasilan yang tepat, dapat membantu UMKM dalam meningkatkan kinerja
perusahaan khususnya pada peningkatan kinerja pemasaran.

1.2 Landasan Teori


Kerangka Pemikiran:

Pengaruh Dukungan Manajemen Puncak Terhadap Keberhasilan Implementasi sistem


ERP
Manajemen puncak harus mempunyai sikap kepemimpinan yang dapat
menciptakan kesadaran bahwa implementasi sistem Enterprise Resource Planning
(ERP) akan membawa dampak positif terhadap perkembangan perusahaan.
Penelitian yang dilakukan oleh (Zhang, Lee Benerjee, 2002) menyatakan bahwa
dukungan manajemen puncak dalam pengimplementasian sistem Enterprise
Resource Planning (ERP) memiliki 2 hal utama yaitu jiwa kepemimpinan dan
penyediaan sumber daya perusahaan yang diperlukan.
Pengaruh Ketepatan Pemilihan Software dan Hardware Terhadap
Keberhasilan Implementasi sistem Enterprise Resource Planning (ERP)

2
Zhang, Lee dan Banerjee (2002) menjelaskan bahwa terdapat 3 aspek yang harus
diperhatikan dalam pemilihan software dan hardware, yaitu (1) kesesuaian
software dan hardware dengan kebutuhan perusahaan, (2) kemudahan dalam
kustomisasi dan (3) kemudahan untuk dialihkan ke versi yang lebih tinggi.

Pengaruh Keberhasilan Implementasi sistem ERP dengan Keunggulan


Bersaing UMKM, Kinerja Tenaga Penjual dan Kinerja Pemasaran
Penelitian yang dilakukan oleh Contador dan Ferreira (2012) menjelaskan bahwa
penggunaan sistem informasi memiliki peranan penting dalam pencapaian
keunggulan bersaing perusahaan. Penggunaan sistem informasi memberikan
dukungan terhadap keefektifan dan keefisiensian kinerja perusahaan sehingga
mampu memberikan keunggulan dalam persaingan bisnis.

Pengaruh Keunggulan Bersaing UMKM dengan Kinerja Pemasaran


Benett dan Smith, 2002 mengatakan bahwa untuk mempertahankan eksistensi
bisnis maka perusahaan harus mengembangkan dan mengimplementasikan
berbagai strategi. Konsep strategi bersaing pada dasarnya merupakan cara
perusahaan untuk menspesialisasikan diri dari pesaing melalui proses inovasi atau
suatu keunikan yang tidak dimiliki oleh pesaing dan disesuaikan dengan kebutuhan
konsumen serta mampu membuat desire dan action dari konsumen.

Pengaruh Kinerja Tenaga Penjual dengan Kinerja Pemasaran


Pourhosseini dan Shahrokh (2013) berhasil membuktikan bahwa terdapat pengaruh
positif antara kinerja tenaga penjual dengan kinerja pemasaran. Kinerja tenaga
penjual diartikan sebagai salah satu nilai yang mencerminkan apakah tenaga
penjual telah berperilaku sesuai dengan tujuan organisasi atau tidak. Tenaga
penjual yang berperilaku diluar tujuan organisasi maka dapat dinilai bahwa kinerja
tenaga penjual tersebut adalah buruk.

3
1.3 Metode Penelitian
Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah
seluruh Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Semarang yang telah
menggunakan teknologi software Enterprice Resource Planning (ERP). Sampel
yang digunakan sebanyak 180 responden dengan menggunakan kuesioner
penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Structural
Equation Modeling (SEM).

1.4 Hasil dan Pembahasan

Pengujian hipotesis ini didasarkan atas nilai Regression Weights yaitu nilai
Critical Ratio (CR) dan Probability (P). Batasan statistik nilai Critical Ratio (CR)
adalah diatas 1,96 dan nilai Probability (P) dibawah 0,05. Hipotesis dalam
penelitian diterima, yaitu memenuhi standar nilai CR dan P. Proses yang paling
berpengaruh untuk meningkatkan kinerja pemasaran adalah dengan meningkatkan
keberhasilan implementasi sistem ERP. Hal ini sesuai dengan Penelitian yang
dilakukan oleh Tarigan (2012) berhasil menemukan adanya pengaruh positif
antara penggunaan teknologi ERP dengan kinerja perusahaan. Penelitian yang
dilakukan oleh Contador dan Ferreira (2012) menjelaskan bahwa penggunaan
sistem informasi memiliki peranan penting dalam pencapaian keunggulan
bersaing perusahaan Penggunaan sistem informasi memberikan dukungan
terhadap keefektifan dan keefisiensian kinerja perusahaan sehingga mampu
memberikan keunggulan dalam persaingan bisnis. Penggunaan sistem ERP
mendukung seluruh fungsi dalam perusahaan, salah satunya adalah fungsi
marketing. Dalam fungsi marketing, tenaga penjual memiliki peran yang sangat
penting karena berkaitan dengan penjualan, pelanggan dan keuntungan
perusahaan.
1.5 Kesimpulan

4
untuk meningkatkan kinerja pemasaran maka perlu meningkatkan keberhasilan
implementasi sistem ERP dan memilih ketepatan pemilihan software dan
hardware sebagai faktor penentu keberhasilan.

Keterbatasan pada penelitian ini adalah sampel yang digunakan terlalu sedikit.
Selain itu, juga tidak dicantumkan lama waktu penggunaan software ERP pada
identitas responden. Oleh karena keterbatasan tersebut, maka penelitian
mendatang yang dapat dilakukan adalah menambah jumlah sampel penelitian
untuk menghasilkan model yang lebih baik,menambah variabel penentu
keberhasilan implementasi ERP selain dari 2 variabel yang telah digunakan dalam
penelitian ini.

REVIEW JURNAL II

Judul Analisis Pengaruh Bauran Pemasaran terhadap Keputusan,


Kepuasan dan Loyalitas Konsumen Dalam Pembelian Roti Ceria
di Jember
Volume Vol. 1 No. 2
Tahun 2015
Penulis Haris Hermawan
Reviewer Via Rahmah

5
Tanggal 27 November 2016

1.1 Latar Belakang


Roti Ceria adalah merupakan produk yang dijual di Kabupaten Jember.
Perusahaan memilih segmen low end yang diwujudkan dengan harga murah, dan
menentukan product positioning pada pasar roti manis (bukan roti tawar, kue tart,
kue jawa/kue basah/jajan pasar)yang diindentikan manis = enak, pada segmen low
end dan product positioning tersebut terjadi tingkat persaingan yang sangat ketat
berupa feature, advantage, benefit namun tidak pada value, sehingga fresh from
the oven adalah value yang dipilih perusahaan sebagai pembeda dengan
competitor yang dimaksudkan agar para pelanggannya mendapatkan roti yang
disajikan baru keluar dari oven dengan rasa yang berbeda tersebut perusahaan
bermaksud menjadikan pelanggan menjadi setia pada merk.

Manajemen bermaksud akan melakukan perluasan area penjualan ke seluruh


kecamatan di Indonesia secara bertahap dengan metode personal selling dengan
kunjungan pada pembeli atau pelanggan yang intensif (intensive calls) sebagai
tehniknya. Namun hingga saat ini belum pernah dilaksanakan pengukuran atas
efektivitas marketing mix sebagai proses dalam menciptakan permintaan sehingga
terjadi peningkatan penjualan yang berkelanjutan. Oleh sebab itu hal ini penting
untuk diteliti.

1.2 Landasan Teori

Banyak sekali faktor-faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi perilaku


konsumen dalam melakukan pembelian, menurut Kotler (2009) faktor-faktor
tersebut terdiri dari:
i. Faktor-faktor yang dapat dikendalikan perusahaan yang terdiri dari bauran
pemasaran.

6
Pada dasarnya faktor-faktor yang dapat dikendalikan perusahaan akan
menunjukkan kepada pemasar mengenai bagaimana mengembangkan
produk, harga, promosi dan distribusi (bauran pemasaran) untuk dapat
dijadikan alat mempengaruhi konsumen dalam melakukan pembelian.
Manfaat menggunakan bauran pemasaran adalah bahwa unsur-unsur dari
bauran pemasaran memberikan kecocokan yang selalu dipertimbangkan
dalam melakukan pembelian.
ii. Faktor-faktor yang tidak dapat dikendalikan perusahaan:
Selain tujuh faktor yang dapat dikendalikan oleh perusahaan di atas yaitu
bauran pemasaran masih terdapat beberapa faktor lain yang tidak dapat
dikendalikan perusahaan tetapi mempengaruhi perilaku konsumen dalam
pembelian produk antara lain:
1. Faktor kebudayaan terdiri dari kebudayaan, sub budaya dan
kelas sosial
2. Faktor sosial terdiri dari kelompok referensi, keluarga, peran
dan status
3. Faktor perorangan terdiri dari usia, pekerjaan, situasi ekonomi,
gaya hidup, kepribadian dan konsep diri.
4. Faktor psikologis terdiri dari motivasi, persepsi, proses belajar
kepercayaan dan sikap.

1.3 Metode Penelitian


Penelitian ini bermaksud menjelaskan hubungan kausal (sebab akibat) antara
variabel melalui pengujian hipotesis yang telah dirumuskan. Data dikumpulkan
dengan pendekatan cross sectional, yaitu data dikumpulkan satu kali. Wawancara
dilakukan secara personal (face to face) oleh salesman Roti Ceria yang selalu

7
melakukan kunjungan rutin kepada konsumen tersebut. Tehnik penentuan sampel
yang dipilih untuk menjadi responden dalam penelitian ini menggunakan tehnik
accidental sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini ditetapkan sebanyak 260
orang.

1.4 Hasil dan Pembahasan


Hasil
Pengujian Standar Critical Probabilitas Kesimpulan
Estimate
Hipotesis Error Ratio Error hipotesis
Variabel
X1 Y1 0,098 0,354 2,270 0,027 H1 diterima
X2 Y1 0,085 0,965 0,073 0,942 H3 ditolak
X3 Y1 0,099 1,656 2,782 0,006 H5 diterima
X4 Y1 0,469 0,208 2,694 0,007 H7 diterima
X1 Y2 0,381 0,369 3,032 0,000 H2 diterima
X2 Y2 0,288 1,014 2,242 0,029 H4 diterima
X3 Y2 0,513 1,726 0,422 0,673 H6 ditolak
X4 Y2 0,154 0,212 0,896 0,370 H8 ditolak
Y1 Y2 0,431 0,131 3,393 0,000 H9 diterima
Y1 Y3 0,384 0,064 2,859 0,004 H10diterima
Y2 Y3 0,246 0,053 2,130 0,033 H11diterima

Secara garis besar penelitian ini menunjukkan keseluruhan hipotesis yang


diajukan dapat diterima. Dalam hal ini terdapat pengaruh yang signifikan produk,
distribusi, dan promosi terhadap keputusan; terdapat pengaruh yang signifikan
produk dan harga terhadap kepuasan; terdapat pengaruh yang signifikan
keputusan terhadap kepuasan; dan terdapat pengaruh yang signifikan keputusan
dan kepuasan terhadap loyalitas. Sedangkan, hipotesis yang menyatakan bahwa
harga berpengaruh terhadap keputusan, serta distribusi dan promosi berpengaruh
terhadap kepuasan tidak terbukti kebenarannya. Strategi pemasaran dapat
merangsang pembelian oleh konsumen bila merencanakan program pemasaran.
Kotler (2009) berpendapat bahwa bauran pemasaran sebagai seperangkat alat
pemasaran teknis yang dapat dikendalikan, yang dipadukan oleh perusahaan
untuk menghasilkan respons yang diinginkan dalam pasar sasaran.

8
1.5 Kesimpulan
Secara garis besar penelitian ini menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan
bauran pemasaran terhadap keputusan, kepuasan dan loyalitas konsumen dalam
pembelian roti ceria

Keterbatasan pada penelitian ini adalah tidak membedakan sampel antara


konsumen akhir dengan konsumen produksi sehingga. Oleh karena keterbatasan
tersebut, maka penelitian mendatang yang dapat dilakukan adalah
Mengembangkan konsep ini untuk populasi yang lebih luas dengan membedakan
sample antara konsumen akhir dengan konsumen produksi sehingga dapat
diketahui pola loyalitas dalam pemasaran masing-masing segmen.