Anda di halaman 1dari 7

Penyuluhan Pembuatan Pasta Gigi

Latar Belakang
Salah satu produk unggulan Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah adalah minyak
atsiri. Sentra produksi minyak atsiri terbesar yang ada di Kabupaten Batang diantaranya
Kecamatan Bandar, Kecamatan Blado, dan Kecamatan Reban. Tanaman yang banyak
dimanfaatkan untuk penyulingan minyak atsiri adalah cengkeh. Bahan baku untuk
penyulingan ini didapatkan dengan mudah oleh masyarakat, yaitu dengan membeli daun dan
batang dari perkebunan cengkeh warga.
Selama ini minyak cengkeh yang dihasilkan langsung dijual ke pengepul. Padahal jika
penggiat minyak atsiri menjual minyak cengkeh langsung ke pembeli akhir dapat
memperoleh harga yang lebih tinggi. Untuk mensiasati hal tersebut, sebaiknya masyarakat
menjual dalam bentuk lain, selain dalam bentuk minyak murni. Salah satu bentuk
diversifikasi produk berbasis minyak atsiri adalah pasta gigi. Sehingga masyarakat dapat
memperoleh penghasilan yang lebih. Manfaat minyak cengkeh antara lain membunuh kuman
dan bakteri yang terdapat di gigi, membantu mengurangi bau mulut, serta dapat membantu
menyembuhkan sakit gigi. Oleh karena itu minyak cengkeh sangat cocok untuk bahan
tambahan pada produk pasta gigi. Dengan menjual dalam bentuk pasta gigi, akan
meningkatkan kualitas dan nilai jual minyak cengkeh tersebut.

Tujuan
Tujuan dari kegiatan ini adalah:
1. Memberikan informasi kepada kelompok Klaster Minyak Atsiri Batang tentang potensi
pemanfaatan minyak cengkeh
2. Memberikan pengetahuan tentang pembuatan pasta gigi
3. Memberikan informasi tentang pentingnya menggosok gigi

Bentuk Kegiatan
Inti dari kegiatan ini berupa penyuluhan pengembangan potensi minyak atsiri yang ada di
Kecamatan Bandar menjadi produk lain yang dapat meningkatkan nilai ekonomi dari minyak
atsiri dan demonstrasi pembuatan pasta gigi dari minyak cengkeh. Materi yang disampaikan
dalam penyuluhan ini yaitu penjelasan pengaruh dari masing-masing bahan baku pembuatan
pasta gigi terhadap kualitas pasta gigi yang dihasilkan dan cara pembuatan pasta gigi.
Penyuluhan disampaikan dalam bentuk presentasi dan demo oleh mahasiswa, peserta
diberikan modul cara pembuatan yang kemudian diikuti dengan praktik pembuatan sabun
padat oleh peserta.

Sasaran
Kelompok sasaran dari program yang dilaksanakan adalah sebagai berikut :
1. Masyarakat Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang
2. Usaha Kecil Menengah (UKM) kluster minyak atsiri Kecamatan Bandar, Kabupaten
Batang.

Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan penyuluhan pembuatan pasta gigi untuk Usaha Kecil Menengah penghasil
minyak atsiri kecamatan ini dilaksanakan pada :
Hari/Tanggal : 13 September 2014
Pukul : 09.00-10.00
Tempat : UKM Minyak Atsiri Pak Qodir
Kegiatan penyuluhan dihadiri oleh orang warga kecamatan Bandar. Kegiatan yang dilakukan
adalah penyuluhan, demo pembuatan, pemberian modul, dan praktik pembuatan sabun padat.

Tinjauan Pustaka
A. Minyak Cengkeh
Cengkeh (Syzygium aromaticum, syn. Eugenia aromaticum), dalam bahasa Inggris
disebut cloves, adalah tangkai bunga kering beraroma dari keluarga pohon Myrtaceae.
Cengkeh adalah tanaman asli Indonesia, banyak digunakan sebagai bumbu masakan pedas di
negara-negara Eropa, dan sebagai bahan utama rokok kretek khas Indonesia. Pohon cengkeh
merupakan tanaman tahunan yang dapat tumbuh dengan tinggi 10-20 m, mempunyai daun
berbentuk lonjong yang berbunga pada pucuk-pucuknya. Tangkai buah pada awalnya
berwarna hijau, dan berwarna merah jika bunga sudah mekar. Cengkeh akan dipanen jika
sudah mencapai panjang 1,5-2 cm. Cengkeh dapat digunakan sebagai bumbu, baik dalam
bentuknya yang utuh atau sebagai bubuk.
Minyak cengkeh adalah minyak atsiri yang dihasilkan dari penyulingan bagian tanaman
cengkeh, terutama daun dan bunga cengkeh. Seluruh bagian tanaman cengkeh mengandung
minyak, namun bunganya memiliki kandungan minyak yang paling banyak. Minyak esensial
dari cengkeh ini mempunyai fungsi anestetik dan anti mikrobial. Minyak cengkeh digunakan
di aromaterapi dan juga untuk mengobati sakit gigi. Daun cengkeh kering yang ditumbuk
halus dapat digunakan sebagai pestisida nabati dan efektif untuk mengendalikan penyakit
busuk batang.
Tergantung dari bahan bakunya ada tiga macam minyak cengkeh, yaitu minyak bunga
cengkeh, minyak tangkai cengkeh, dan minyak daun cengkeh. Rendemen dan mutu dari
minyak yang dihasilkan dipengaruhi oleh asal tanaman, varietas, mutu bahan, penanganan
bahan sebelum penyulingan, metode penyulingan serta penanganan minyak yang dihasilkan.
Bunga cengkeh dan tangkainya biasanya digiling kasar dulu sebelum penyulingan untuk
memecahkan sel-sel minyak dan memperluas permukaan sehingga minyak dapat lebih
mudah ke luar dari dalam sel, sedangkan daun cengkeh tidak membutuhkan pengecilan
ukuran. Bahan tersebut disuling dengan cara uap dan air, atau cara uap langsung dengan
periode waktu yang berlainan antara 824 jam tergantung dari keadaan bahan dan
kandungan minyaknya. Bunga dan tangkai cengkeh membutuhkan waktu yang lebih lama
karena kadar minyaknya yang jauh lebih tinggi daripada daun cengkeh. Bunga cengkeh
mengandung minyak sekitar 1020%, tangkai cengkeh 510% dan daun cengkeh 14%.

B. Pasta gigi
Pasta gigi adalah sejenis pasta yang digunakan untuk membersihkan gigi, biasa
digunakan dengan sikat gigi. Di Indonesia, pasta gigi sering juga disebut Odol. Sebenarnya
Odol adalah salah satu merek pasta gigi asal Jerman yang dibawa oleh para tentara Hindia
Belanda. Walaupun merek ini sudah berpuluh-puluh tahun tidak beredar lagi di Indonesia,
akhirnya nama Odol telah menjadi nama generik untuk pasta gigi. Definisi pasta gigi dari
segi fungsi kosmetika diartikan sebagai bahan yang digunakan bersama dengan sikat gigi,
untuk tujuan membersihkan permukaan gigi geligi yang dapat dicapai dengan pengangkatan
materi alba, film, sisa-sisa makanan dan stain dari permukaan gigi. Sehingga dari segi
kosmetika ini diperoleh kesan gigi yang bersih dan nafas yang segar.
Pemakaian pasta gigi juga memberikan manfaat lain yang berpengruh terhadap terjadinya
karies gigi dan radang gusi. Pada suatu klinis oleh Loe, Theilade dan Jensen, 1965
menunjukan bahwa menyikat gigi dengan pasta gigi sejak usia muda akan menghasilkan
kebersihan mulut yang baik. Studi klinis yang lainnya menunjukan bahwa kecepatan
terbentuknya karis sebanyak 50% lebih sedikit pada anak anak yang biasa menyikat gigi
dibanding anak yang tidak menyikat gigi.
Kandungan pasta gigi pada umumnya terdiri dari agen polishing (penggosok), agen
moistener (pelembab), agen deterjen dan foaming (pembuat busa), agen pengikat, pemanis,
flavour (pemberi rasa) dan pengawet. Agen penggosok berfungsi untuk menghilangkan
partikel makanan yang menempel pada gigi dan juga membantu menghilangkan
diskolorisasi pada gigi. Pada umumnya, hampir separuh dari total berat pasta gigi adalah
agen ini.contoh agen penggosok adalah kalsium karbonat. Agen pelembap berfungsi untuk
menghindarkan terjadinya pengeringan dan pengerasan pasta. Bahan yang sering digunakan
adalah : gliserin, sorbitol, propilen glikol, dll. Agen deterjen dan pembuat busa berfungsi
untuk membantu aksi agen penggosok dengan membasahi gigi dan partikel makanan yang
tertinggal di gigi juga berfungsi untuk mengemulsikan mukus (lendir). Jumlah deterjen yang
digunakan bervariasi antara 1.5 5 % dari total berat pasta gigi. Bahan deterjen yang paling
sering digunakan adalah : sodium lauril sulfat dan magnesium lauril sulfat. Agen pengikat
sangat esensial untuk mencegah terjadinya pemisahan bahan pasta. Yang lazim digunakan
adalah :- Pati (Starch).- Gum tragacanth.- Sodium alginat(Manucol SA).- Modified Irish
Moss (Sangat bagus dan menjadikan pasta sangat stabil).-Sintetik seperti : Propilen glukol.
Bahan pemanis berfungsi untuk memberikan rasa manis pada pasta. Yang sering digunakan
adalah sakarin dengan konsentrasi antara 0.1 1.3%. Flavour berfungsi untuk memberikan
aroma atau rasa pada pasta dan menghindarkan terjadinya rasa eneg atau mual. Selain itu
juga untuk menambah kesegaran pasta. Bahan yang sering digunakan adalah minyak
peppermint. Selanjutnya, bahan pengawet haruslah bersifat non toksik dan berfungsi untuk
menjaga struktur fisik, kimiawi dan biologi pasta, misalnya metil paraben (nipagin).

Cara Pembuatan
Berikut ini adalah cara pembuatan pasta gigi yang dilakukan oleh mahasiswa KKN tematik
Kabupaten Batang:
Bahan :
Minyak Anis : 5 ml
Mentol : 3 gr
Minyak Peppermint : 2 ml
Sodium Siklamat : 10 gram
Minyak Cengkeh : 15 tetes
Magnesium Karbonat : 50 gram
Kalsium Karbonat : 50 gram
Sodium Lauryl Sulfat (SLS) : 10 gram
Gliserin : 75 ml
Air Matang : 25 ml
Metil Paraben (nipagin) : 1 gr

Alat :
Kompor 1
Panci 1
Baskom 2
Gelas 2
Spatula kayu 1
Sendok makan 2
Timbangan 1
Gelas Ukur 1
Tempat/wadah untuk hasil pasta gigi 1

Cara Kerja
1. Masukkan minyak anis, mentol, minyak peppermint, sodium siklamat, minyak cengkeh
ke dalam baskom (A). Campurkan dan aduk semua bahan tersebut hingga merata.
2. Masukkan magnesium karbonat, kalsium karbonat, Sodium Lauryl Sulfat (SLS) ke dalam
baskom lainnya (B). Campurkan dan aduk semua bahan tersebut hingga merata.
3. Masukkan gliserin, air matang, dan secara berurutan ke dalam panci. Aduk sambil
panaskan hingga suhu mencapai 500C (sebelum mendidih).
4. Masukkan campuran bahan no 3 dan 1 ke dalam baskom bahan no 2 (baskom B)
5. Aduk rata dengan pengaduk hingga adonan seperti pasta gigi
6. Pasta gigi dimasukan ke dalam wadah untuk disimpan dan siap pakai
Daftar Pustaka

Anonim, Cengkeh, http://id.wikipedia.org/wiki/Cengkeh, diakses tanggal 22 September


2014 pukul 19.30 WIB.
Anonim, Minyak Cengkeh, http://id.wikipedia.org/wiki/Minyak_cngkeh, diakses tanggal
22 September 2014 pukul 19.20 WIB.
Anonim, Pasta Gigi, http://id.wikipedia.org/wiki/Pasta_gigi, diakses tanggal 24 September
2014 pukul 08.56 WIB.
Anonim, 10 Manfaat Penting Cengkeh bagi Kesehatan,
http://www.tipscaraalami.com/2014/02/9-manfaat-penting-cengkeh-untuk.html diakses
tanggal 24 September 2014 pukul 08.40 WIB.
Leica, Martha, 2012, Peran Pasta Gigi Guna Memelihara Kesehatan Gigi Dan Mulut Anak
Anak Sekolah Dasar Universitas Prof. Dr. Moestopo, Jakarta
Naibaho, Rinces A., 2008, Karakterisasi Simplisia, Isolasi, dan Analisis Komponen Minyak
Atsiri dari Rimpang dan Daun Kunyit (Curcuma Domestica Val.) Kering Secara Gc-
Ms, Universitas Sumatera Utara, Medan.
Nurdjannah, Nanan., 2004, Diversifikasi Penggunaan Cengkeh, Balai Besar Penelitian dan
Pengembangan Pasca Panen Pertanian, Perspektif: Vol 3 No 2: 61-70.
Evaluasi Kegiatan
a. Strength
- Sumber daya alam perkebunan cengkeh yang berpotensi untuk dijadikan minyak
atsiri
- Antusiasme dan keaktifan masyarakat Bandar yang tinggi dalam penyuluhan
b. Weakness
- Pelaksanaan penyuluhan yang dilakukan di akhir pekan sehingga penyuluhan tidak
dilakukan secara optimal dan menyeluruh
c. Opportunity
- Terbukanya sentra usaha produk diversifikasi baru oleh masyarakat Bandar
- Timbul kesadaran masyarakat Bandar untuk berdikari mandiri dalam ekonomi dengan
memanfaatkan sumber daya alam sekitar
d. Threat
- Kurangnya pengetahuan masyarakat Bandar tentang besarnya manfaat minyak atsiri
terutama minyak cengkeh

Anda mungkin juga menyukai