Anda di halaman 1dari 14

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG


Lahirnya teknologi multimedia adalah hasil dari perpaduan kemajuan teknologi
elektronik, teknik komputer dan perangkat lunak. Kemampuan penyimpanan dan pengolahan
gambar digital dalam belasan juta warna dengan resolusi tinggi serta reproduksi suara
maupun video dalam bentuk digital. Multimedia merupakan konsep dan teknologi dari unsur-
unsur gambar, suara, animasi serta video disatukan di dalam komputer untuk disimpan,
diproses dan disajikan guna membentuk interaktif yang sangat inovatif antara komputer
dengan user. Teknologi Multimedia merupakan perpaduan dari teknologi komputer baik
perangkat keras maupun perangkat lunak dengan teknologi elektronik, perkembangan serta
pemanfaatan teknologi multimedia banyak digunakan hampir di seluruh aspek kegiatan.
Multimedia adalah penggunaan komputer untuk menyajikan dan menggabungkan
teks, suara, gambar, animasi dan video dengan alat bantu (tool) dan koneksi (link) sehingga
pengguna dapat bernavigasi, berinteraksi, berkarya dan berkomunikasi. Bila dibandingkan
dengan informasi dalam bentuk teks (huruf dan angka) yang umumnya terdapat pada
komputer saat ini, tentu informasi dalam bentuk multimedia yang dapat diterima dengan
kedua indra penglihatan manusia dalam bentuk yang sesuai dengan aslinya atau dalam dunia
yang sesungguhnya (reality).
Sistem Multimedia banyak jenisnya, dan salah satunya adalah Sistem Multimedia
Terdistribusi. Sistem Multimedia Terdistribusi adalah sebuah sistem dimana komponen
hardware atau software terletak dalam suatu jaringan komputer yang saling berkomunikasi
dan berkoordinasi menggunakan message yang dirancang untuk menghasilkan fasilitas
komputasi yang terintegrasi. Sistem Multimedia Terdistribusi banyak contohnya antara lain;
Internet, Intranet, Radio, Sistem Telepon (ISDN dan PSTN), World Wide Web. Dengan
menjalankan sistem terdistribusi, komputer dapat melakukan koordinasi Aktifitas dan berbagi
sumber daya seperti hardware, software dan data. Nah, Sistem Multimedia Terdistribusi
inilah yang akan dibahas lebih dalam lagi di makalah ini. Sistem Multimedia Terdistribusi ini
banyak digunakan dalam jaringan internet berbagai instansi atau perusahaan. Sebagai
tugasnya, kami sudah merangkum data dalam Sistem Multimedia Terdistribusi di sebuah
perusahaan yaitu PT. Mayekawa Indonesia.

1
1.2. RUMUSAN MASALAH
Rumusan masalah yang dapat diambil dari makalah ini adalah
1. Apa karakteristik dari Sistem Multimedia Terdistribusi?
2. Bagaimana profil dari perusahaan yang dijadikan objek penelitian?
3. Alat apa saja yang digunakan pada Sistem Multimedia Terdistribusi PT. Mayekawa?
4. Bagaimana bentuk skema Sistem Multimedia Terdistribusi di salah satu divisi PT.
Mayekawa?

1.3. TUJUAN PENULISAN


Tujuan yang bisa didapat dari penulisan makalah ini adalah
1. Untuk mengetahui karakteristik dari Sistem Multimedia Terdistribusi.
2. Untuk mengetahui profil dari perusahaan yang dijadikan objek penelitian.
3. Untuk mengetahui peralatan umum yang digunakan pada Sistem Multimedia
Terdistribusi di PT. Mayekawa.
4. Untuk mengetahui bentuk skema Sistem Multimedia Terdistribusi di salah satu divisi
PT. Mayekawa.

1. 4. METODE PENULISAN
Untuk menyelesaikan makalah ini kami memperoleh data dengan berbagai cara diantaranya :
1. Data Primer, dari karyawan yang bekerja di PT. Mayekawa Indonesia.
2. Data Sekunder, data yang dipilih dari dokumen/penelitian pustaka yang berhubungan
dengan Sistem Multimedia Terdistribusi.
3. Data Tambahan, melalui fasilitas internet.

2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1. PENGERTIAN DAN KARAKTERISTIK


Seperti yang tadi sudah sedikit disinggung di bagian awal, Sistem Multimedia
Terdistribusi merupakan sebuah sistem dimana komponen software atau hardware-nya
terletak di dalam jaringan komputer dan saling berkomunikasi menggunakan message
passing. Message Passing adalah sebuah teknik untuk melakukan sinkronisasi dan
komunikasi antara proses-proses yang saling berinteraksi. Ada juga yang mengatakan Sistem
Multimedia Terdistribusi adalah sebuah sistem yang terdiri dari beberapa komponen yang
terdapat di dalam sebuah jaringan komputer. Komponen-komponen tersebut saling
berinteraksi dan berkomunikasi hanya dengan melalui pengiriman pesan. Internet, Intranet,
Radio, Sistem Telepon (ISDN dan PSTN), World Wide Web merupakan contoh dari Sistem
terdistribusi. Sistem terdistribusi memiliki beberapa Karakteristik antara lain :
1. Sistem Concurrent ( Serentak )
2. Keterbatasan pengetahuan global
3. Independent Failure
4. Real Time

Dalam pembahasan makalah ini, akan disajikan contoh dari Sistem Multimedia
Terdistribusi di salah satu perusahaan beserta contoh skemanya. Seperti yang kita telah
ketahui bersama, bahwa internet dan intranet merupakan salah satu contoh Sistem
Multimedia Terdistribusi. Internet merupakan jaringan komputer dan aplikasi yang heterogen
yang mengimple mentasikan protokol Internet. Sedangkan Intranet merupakan jaringan yang
teradministrasi secara local seperti perusahaan, instansi atau organisasi yang ruang
lingkupnya jauh lebih kecil lagi. Nah, Jaringan internet perusahaan yang dijadikan objek
makalah ini adalah PT. Mayekawa Indonesia.

3
2.2. HARDWARE DAN FUNGSINYA
Internet working adalah sebuah istilah yang merujuk kepada penghubungan dua buah
segmen jaringan atau lebih dengan menggunakan perangkat jaringan (seperti router) sehingga
terbentuklah satu buah jaringan yang lebih besar. Paket-paket data yang datang dari salah satu
jaringan yang tergabung dengan internet working akan diteruskan ke jaringan tujuannya oleh
perangkat jaringan dengan menggunakan proses yang disebut dengan proses routing. Teknik
ini juga merupakan teknik yang sama digunakan untuk menghubungkan antar jaringan
intranet perusahaan.
Berikut ini adalah penjelasan beberapa Hardware/peralatan umum dalam jaringan Local Area
Network (LAN) yang digunakan oleh PT. Mayekawa Indonesia :
Router
Router adalah sebuah alat jaringan komputer yang mengirimkan paket data melalui sebuah
jaringan atau Internet menuju tujuannya, melalui sebuah proses yang dikenal sebagai routing.
Router juga berfungsi sebagai pengatur lalu lintas traffic jaringan memiliki tugas sangat vital
dalam menentukan kondisi sebuah Network. Router mampu menunjukkan rute/jalur (route)
dan memfilter informasi pada jaringan yang berbeda. Beberapa router mampu secara otomatis
mendeteksi masalah dan mengalihkan jalur informasi dari area yang bermasalah. Router
berfungsi sebagai penghubung antar dua atau lebih jaringan untuk meneruskan data dari satu
jaringan ke jaringan lainnya. Router berbeda dengan switch. Switch merupakan penghubung
beberapa alat untuk membentuk suatu Local Area Network (LAN).
Hub
Hub menghubungkan semua komputer yang terhubung ke LAN. Hub adalah repeater dengan
jumlah port banyak (multiport repeater). Hub tidak mampu menentukan tujuan. Hub hanya
mentrasmisikan sinyal ke setiap line yang terkoneksi dengannya, kemudian menggunakan
mode half-duplex. Sama seperti switch, tetapi perbedaannya adalah hub tidak memiliki
faslitas routing. Sehingga semua informasi yang datang akan dikirimkan ke semua komputer
(broadcast).

4
Switch
Switch menghubungkan semua komputer yang terhubung ke LAN, sama seperti hub.
Perbedaannya adalah switch dapat beroperasi dengan mode full-duplex dan mampu
mengalihkan jalur dan memfilter informasi ke dan dari tujuan yang spesifik. Switch
merupakan Sebuah alat yang menyaring/filter dan melewatkan (mengijinkan lewat) paket
yang ada di sebuah LAN. Switcher bekerja pada layer data link (layer 2) dan terkadang di
Network Layer (layer 3) berdasarkan referensi OSI Layer Model, sehingga dapat bekerja
untuk paket protocol apapun. LAN yang menggunakan Switch untuk berkomunikasi di
jaringan maka disebut dengan Switched LAN atau dalam fisik Ethernet jaringan disebut
dengan Switched Ethernet LANs.
Modem
Modem berasal dari singkatan Modulator DEModulator. Modulator merupakan bagian yang
mengubah sinyal informasi ke dalam sinyal pembawa (Carrier) dan siap Untuk dikirimkan,
sedangkan Demodulator adalah bagian yang memisahkan sinyal informasi (yang berisi data
atau pesan) dari sinyal pembawa (carrier) yang diterima sehingga informasi tersebut dapat
diterima dengan baik. Modem merupakan penggabungan kedua-duanya, artinya modem
adalah alat komunikasi dua arah. Setiap perangkat komunikasi jarak jauh dua-arah umumnya
menggunakan bagian yang disebut modem, seperti VSAT, Microwave Radio, dan lain
sebagainya, namun umumnya istilah modem lebih dikenal sebagai Perangkat keras yang
sering digunakan untuk komunikasi pada komputer. Data dari komputer yang berbentuk
sinyal digital diberikan kepada modem untuk diubah menjadi sinyal analog. Sinyal analog
tersebut dapat dikirimkan melalui beberapa media telekomunikasi seperti telepon dan radio.
Setibanya di modem tujuan, sinyal analog tersebut diubah menjadi sinyal digital kembali dan
dikirimkan kepada komputer. Berikut fungsi modem :

1. Mengubah dari sinyal digital menjadi sinyal analog ataupun sebaliknya


2. Menghubungkan perangkat dalam suatu jaringan
3. Melakukan modulasi serta demodulasi
4. Melakukan komunikasi serta pemeriksaan paket data
5. Mengkompresi data dikirim yang melalui sinyal

5
Kabel
Kabel digunakan untuk menghubungkan setiap device atau hardware, misalnya komputer
dengan komputer, komputer dengan switch dan lain sebagainya. Beberapa jenis kabel dalam
cisco packet tracer antara lain kabel otomatis, kabel straight, kabel crossover.
Kabel straight akan digunakan untuk menghubungkan device-device yang
berbeda. Misalnya PC Hub, PC Switch, Router Hub, Router Switch, dll.
Kabel cross akan digunakan untuk menghubungkan device-device yang sama.
Misalnya PC PC, Switch Switch, Router Router, Switch - Hub, dll.
Kabel otomatis digunakan jika kita kesulitan menentukan kabel apa yang harus
digunakan. Ini akan mengotomatisasi penggunaan kabel yang benar sesuai dengan
kebutuhan.
Server
Server adalah sebuah system komputer yang menyediakan jenis layanan (service) tertentu
dalam sebuah jaringan komputer. Server didukung dengan prosesor yang bersifat scalable dan
RAM yang besar, juga dilengkapi dengan system operasi khusus, yang disebut sebagai
system operasi jaringan (network operating system). Server juga menjalankan perangkat
lunak administratif yang mengontrol akses terhadap jaringan dan sumber daya yang terdapat
di dalamnya, seperti halnya berkas atau alat pencetak (printer), dan memberikan akses kepada
workstation anggota jaringan.
Berikut beberapa fungsi dari komputer server :

1. Bertanggung jawab melayani permintaan komputer client.


2. Menyediakan resource untuk digunakan bersama baik itu perangkat keras ataupun
berupa aplikasi agar dapat di gunakan di semua komputer client di dalam jaringan.
3. Bertanggung jawab mengatur lalu lintas data.
4. Dapat menyimpan file, data untuk di akses bersama menggunakan file sharing.
5. Mampu mengatur hak akses level dalam jaringan, sehingga tidak semua client bisa
membuka data yang di simpan di komputer server.
6. Menyediakan database atau aplikasi yang dapat di jalankan di semua komputer.
7. Melindungi komputer client dengan memasang firewall atau anti malware di
komputer server.
Setelah kita membahas mengenai hardware-nya, mari kita lebih jauh mengupas lebih dalam
mengenai PT. Mayekawa Indonesia dan jaringannya pada bagian berikutnya.

6
2.3. SELAYANG PANDANG PT. MAYEKAWA INDONESIA
PT. Mayekawa berdiri pada tahun 1924, hadir di Indonesia berawal dari perusahaan
perdagangan ( PT. MycomMurniUtama ) dan mensupply kebutuhan untuk pembuatan Ice
Balok dan proses pembekuan (freezing) di usaha perikanan yang waktu itu sedang booming
di tahun 80an. Tanggal 4 September 1985, PT. Mayekawa Indonesia resmi berdiri sebagai
Perusahaan Assembling Compressor Refrigerasi Industry pertama di Indonesia dengan tenaga
kerja local dan tenaga kerja asing (Jepang) sebagai tenaga ahli yang merupakan wakil dari
Mayekawa Mfg.Co.Ltd. Saat ini karyawan PT. Mayekawa Indonesia sudah mencapai 100
orang yang berada di office dan terbagi-bagi ke dalam beberapa divisi.

2.4. SISTEM TERDISTRIBUSI PT. MAYEKAWA INDONESIA


Topologi Jaringan Komputer merupakan suatu cara atau konsep untuk
menghubungkan beberapa atau banyak computer sekaligus menjadi suatu jaringan yang
saling terkoneksi. Setiap topologi akan berbeda dari segi kecepatan pengiriman data, biaya
pembuatan, serta kemudahan dalam proses maintenancenya. Setiap jenis topologi jaringan
komputer memiliki kelebihan serta kekurangannya masing-masing. Ada banyak macam
topologi seperti topologi ring, star, bus, mesh, tree, dan lainnya. Namun, kami hanya akan
membahas topologi jaringan star, karena skema jaringan PT. Mayekawa Indonesia
menggunakan topologi jaringan star. Mengingat ketatnya aturan dan kerahasiaan dari PT.
Mayekawa Indonesia, maka pada makalah ini hanya akan dibahas skema salah satu divisi
saja. Divisi yang akan kami bahas adalah Divisi Desain dari perusahaan ini.
Topologi star membentuk seperti bintang karena semua komputer dihubungkan ke
sebuah hub atau switch dengan kabel UTP, sehingga hub/switch lah pusat dari jaringan dan
bertugas untuk mengontrol lalu lintas data, jadi jika komputer 1 ingin mengirim data ke
komputer 4, data akan dikirim ke switch dan langsung dikirimkan ke computer tujuan tanpa
melewati komputer lain. Topologi jaringan inilah yang paling banyak digunakan sekarang
karena kelebihannya lebih banyak.
Kelebihan / Keuntungan Topologi Star (Bintang)
Bersifat fleksibel
Keamanan data yang tinggi
Mudah dalam mendeteksi kerusakan pada jaringan
Jika salah satu komputer mengalami kerusakan, jaringan akan tetap berjalan dan tidak
menimbulkan masalah bagi komputer lainnya
7
Kekurangan / KelemahanTopologi Star (Bintang)
Menggunakan biaya yang cukup mahal karena menggunakan banyak kabel
Jika hub/switch mengalami kerusakan, maka dapat melumpuhkan jaringan
Jumlah terminal yang terbatas, bergantung dari jumlah port pada hub/switch
Jika lalu lintas padat maka jaringan akan melambat

Perlu kami jelaskan pula bahwa dalam membuat skema jaringan divisi desain ini, kami
menggunakan Aplikasi Cisco Packet Tracer. Cisco Packet Tracer adalah simulator alat-alat
jaringan Cisco yang sering digunakan sebagai media pembelajaran dan pelatihan, dan juga
dalam bidang penelitian simulasi jaringan komputer. Program ini dibuat oleh Cisco Systems
dan disediakan gratis untuk fakultas, siswa dan alumni yang telah berpartisipasi di Cisco
Networking Academy. Tujuan utama Packet Tracer adalah untuk menyediakan alat bagi
siswa dan pengajar agar dapat memahami prinsip jaringan komputer dan juga membangun
skill di bidang alat-alat jaringan Cisco. Dikarenakan batasan pada beberapa fiturnya, software
ini digunakan hanya sebagai alat bantu belajar, bukan sebagai pengganti Cisco routers dan
switches. Fungsi utamanya adalah untuk merancang sebuah sistem atau topologi jaringan
yang akan di terapkan pada dunia nyata / kerja, karena jika kita merancang topologi jaringan
komputer tanpa bantuan aplikasi seperti ini, bisa membutuhkan biaya yang mahal. Makanya
cisco membuat aplikasi seperti ini agar orang dapat belajar tanpa membutuhkan biaya yang
mahal. Berikut adalah tampilan dari Cisco Packet tracer :

Gbr.01 Cisco Packet Tracer

8
Komponen komponen yang dibutuhkan untuk merancang divisi desain diantaranya :
Komponen Jumlah
1. Server 1 pcs
2. Modem 1 pcs
3. Router 1 pcs
4. PC / Komputer 5 pcs
5. Printer 1 pcs
6. Hub 1 pcs
7. Switch 1 pcs

Dengan menggunakan settingan konfigurasi sederhana sebagai berikut :


- Konfigurasi Server

IP address 192.168.2.2

Netmask 255.255.255.0

Gateway 192.168.2.1

- Konfigurasi PC

PC Design 1

IP address 192.168.1.2

Netmask 255.255.255.0

Gateway 192.168.1.1

PC Design 2

IP address 192.168.1.3

Netmask 255.255.255.0

Gateway 192.168.1.1

PC Design 3

IP address 192.168.1.4

Netmask 255.255.255.0

Gateway 192.168.1.1

9
PC Design 4

IP address 192.168.1.5

Netmask 255.255.255.0

Gateway 192.168.1.1

PC Design 5

IP address 192.168.1.6

Netmask 255.255.255.0

Gateway 192.168.1.1

- Konfigurasi Router

Router> enable

Router# Conf T

Router (config)# Hostname RouterDesign

RouterDesign (config)# line console 0

RouterDesign (config-line)# login

RouterDesign (config-line)# password cisco1

RouterDesign (config-line)# exit

RouterDesign (config)# service password-encryption

RouterDesign (config)#int fa0/0

RouterDesign (config)# IP add 192.168.1.1 255.255.255.0

RouterDesign (config)# no sh

RouterDesign (config)# int fa0/1

RouterDesign (config)# IP add 192.168.2.1 255.255.255.0

RouterDesign (config)# no sh

RouterDesign (config)# exit

RouterDesign# wr

10
Dari settingan diatas akan dihasilkan :

Password login : cisco1 yang sudah terenkripsi untuk meminimalisir pembajakan atau di hack
oleh pihak lain karena sudah berbentuk hash.

Fast Ethernet0/0

IP Address 192.168.1.1

Subnet Mask 255.255.255.0

Fast Ethernet0/1

IP Address 192.168.2.1

Subnet Mask 255.255.255.0

Berikut adalah skema jaringan divisi desain pada PT. Mayekawa Indonesia yang kami analisa
dengan menggunakan topologi bintang / star yang sudah terkonfigurasi sesuai dengan
langkah-langkah diatas.

Gbr.02 Skema Jaringan Divisi Desain

11
Kemudian kami melakukan pengetesan dengan melakukan ping ke masing-masing PC, disini
kami ambil contoh untuk ping dari server ke PC Design1.

Gbr.03 Test jaringan dari server ke PC Design1


Kami juga melihat Troubleshooting yang sering terjadi pada Jaringan PT. Mayekawa
Indonesia yaitu kadang terjadi intermittent koneksi, yaitu dimana koneksi jaringan pada
perusahaan itu putus nyambung dalam interval yang tidak menentu.
Berikut tips untuk Mengatasi Masalah Koneksi Intermiten :
1. Periksa Modem / Router Anda
Pemasangan Modem dan Router bisa menjadi penyebab utama koneksi intermiten. Menyetel
ulang dan menginstal ulang perangkat Anda ke pengaturan pabriknya bisa mengatasi
masalah.
2. Harap diperhatikan saat menginstal ulang
Driver modem yang ada perlu dihapus sebelum dipasang ulang jadi pastikan Anda memiliki
CD driver yang disertakan dengan modem Anda. Firmware on Router harus diperbarui jika
tersedia. Silakan periksa situs web produsen untuk firmware terbaru.
3. Periksa pemasangan kabel dan ekstensi Anda
Kabel dan Ekstensi harus diperiksa untuk kerusakan yang terlihat. Pastikan semua soket BT
digunakan (Telepon, Kotak Langit, Mesin Penjawab, dsb.) Memiliki mikrofilter yang
terhubung. Ingat bahwa hanya maksimal empat perangkat dan microfilters yang harus
terhubung ke saluran anda.

12
4. Periksa Microfilters Anda
Microfilters yang salah bisa menjadi penyebab umum juga. Cobalah untuk menghubungkan
modem / router langsung ke induk soket dengan semua perangkat lain yang terlepas dari
saluran telepon Anda. Pantau koneksi dan jika Anda masih mengalami masalah maka tukar
microfilter. Dengan mengulangi proses ini, Anda dapat dengan mudah menentukan apakah
microfilters rusak.

13
BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan

Sistem Multimedia Terdistribusi merupakan sebuah sistem dimana komponen


software atau hardware-nya terletak di dalam jaringan komputer dan saling
berkomunikasi menggunakan message passing. Internet, Intranet, Radio, Sistem
Telepon (ISDN dan PSTN), World Wide Web merupakan contoh dari Sistem
terdistribusi.
Skema Jaringan PT. Mayekawa Indonesia menggunakan topologi jaringan star.
Skema yang dibahas dalam makalah ini merupakan skema salah satu divisi saja di
dalam PT. Mayekawa Indonesia yaitu Divisi Desain.
Dalam penelitian ini ada beberapa hardware dan software yang dibahas. Hardware-
nya antara lain adalah Router, Hub, Switch, Modem, PC, Kabel, Server dan lainnya.
Sedangkan software yang dibahas untuk membuat skema jaringan ini adalah Cisco
Packet Tracer.

3.2. Saran

Skema Jaringan yang disajikan oleh kelompok kami untuk menjelaskan Sistem Multimedia
Terdistribusi ini bisa dibilang masih sederhana, mengingat ini hanya skema jaringan satu
divisi saja dalam kantor. Dalam segi informasi yang disajikan mungkin belum sepenuhnya
sempurna, oleh karena itu untuk memahami dan memperoleh informasi yang lebih baik dan
lengkap, ada baiknya para pembaca bisa mencari informasi juga lewat referensi lain,
mengingat para penyusun makalah ini masih mahasiswa juga yang sedang belajar.

************************************************************************

14