Anda di halaman 1dari 28

Konferensi Regional Teknik Jalan ke 7, Denpasar 2002

EFISIENSI BIAYA PROYEK JALAN


DARI PENERAPAN METODE OPERASI ALAT BERAT
Oleh :
Ir. Ari Suryawan, MSc

1. PENDAHULUAN

Makalah ini dapat memberikan kontribusi kepada para pelaku proyek jalan antara lain : Para
Pemimpin Proyek, Konsultan Pengawas, Kontraktor Pelaksana, dalam menerapkan manajemen
operasi alat berat di lapangan, serta pengendalian efisiensi alat, waktu, dan ujung-ujungnya
efisiensi biaya dapat dihemat berkisar mencapai 11 26 %.

Berikut ini diberikan kajian tentang alat berat yang terkait dengan proyek jalan untuk pekerjaan
utama (major work) yang ditinjau, meliputi formula produksi alat, penentuan kombinasi dan jumlah
alat, pendekatan site output alat, dan parameter yang terkait dengan tinjauan efisiensi biaya.
Dalam paper ini, penulis memberikan nilai-nilai hasil kajian yang dapat digunakan sebagai
pendekatan / acuan bagi para Pelaku / Pengelola Proyek.

Pembatasan masalah : Dalam makalah ini, sehubungan dengan keterbatasan data, Penulis
hanya menyajikan kajian efisiensi alat berat untuk pekerjaan hotmix, kajian efisiensi biaya untuk
item pekerjaan lain seperti pekerjaan tanah, pekerjaan aggregate base akan disajikan pada
kesempatan lain.

2. PEKERJAAN UTAMA PROYEK JALAN YANG DITINJAU

2.1. Pekerjaan hotmix

Pekerjaan hotmix (Asphalt Treated Base, Asphalt Concrete) menggunakan peralatan :

Asphalt Mixing Plant (AMP), Taesung 60 - 80


Wheel Loader, Komatsu W 90, 2,30 m3
Dump truck, Cap. 20 t
Asphalt Finisher, Niigata
Tandem Roller, Sakai 10 t
Pneumatic Tire Roller, Sakai 10 t
Water tank truck, cap. 5000 liter

2.2. Pekerjaan tanah

1. Pekerjaan galian tanah

Alternatif alat yang digunakan :

Efisiensi biaya proyek jalan dari penerapan metode operasi alat berat -1-
Konferensi Regional Teknik Jalan ke 7, Denpasar 2002

Excavator, Komatsu PC 300, 1,20 m3


Dump truck, Cap. 10 m3

2. Pekerjaan timbunan tanah

Alternatif alat yang digunakan :

Bulldozer, Komatsu D 80
Motor Grader, Komatsu GD 500 R
Vibratory Roller, Bomag
Water tank truck, cap. 5000 liter

Asumsi : tanah galian untuk bahan timbunan.

2.3. Pekerjaan aggregate base

Peralatan yang digunakan :

Wheel Loader, Komatsu W 90, 2,30 m3


Dump truck, Cap. 10 m3
Motor Grader, Komatsu GD 500 R
Vibratory Roller, Bomag
Water tank truck, cap. 5000 liter

3. FORMULA PRODUKSI ALAT

3.1. Bulldozer

q 60 E
Q
Cm
q L H2 a
D D
Cm Z
F R

Q = Produksi per jam (m3/jam)


q = Produksi per cycle (m3)
Cm = Cycle time (menit) Gambar 1. : Bulldozer.
E = Job efficiency
L = Lebar blade (m)
H = Tinggi blade (m)
a = Faktor blade
D = Jarak kerja (m)
F = Kecepatan maju (m/menit)
R = Kecepatan mundur (m/menit)
Z = Waktu untuk ganti gigi (menit)

Efisiensi biaya proyek jalan dari penerapan metode operasi alat berat -2-
Konferensi Regional Teknik Jalan ke 7, Denpasar 2002

3.2. Wheel Loader

q1 k 60 E
Q
Cms
2D 2D
Cms Z
F R

Q = Produksi per jam (m3/jam)


q1 = Kapasitas munjung (m3)
k = Faktor bucket
Cms = Cycle time (menit) Gambar 2. : Wheel Loader.
E = Job efficiency
D = Jarak kerja (m)
F = Kecepatan maju (m/menit)
R = Kecepatan mundur (m/menit)
Z = Waktu untuk ganti gigi (menit)

3.3. Excavator

q1 k 60 E
Q
Cms
Cms = (Standard cycle time) x (Faktor konversi)

Q = Produksi per jam (m3/jam)


q1 = Kapasitas munjung (m3)
k = Faktor bucket
Cms = Cycle time (menit)
E = Job efficiency
Gambar 3. : Excavator.

3.4. Dump Truck

C 60 E M
P
Cmt
D D
Cmt n.Cms t1 t2
V1 V2
Capasitas Dump Truck
n
Pr oduksi Per Cycle Me sin Pengisi
C=nxq

Efisiensi biaya proyek jalan dari penerapan metode operasi alat berat -3-
Konferensi Regional Teknik Jalan ke 7, Denpasar 2002

P = Produksi per jam (m3/jam, ton/jam)


C = Produksi per cycle (m3, ton) Gambar 4. : Dump truck.
E = Job efficiency
Cmt = Cycle time (menit)

M = Jumlah Dump Truck


n.Cms = Waktu muat (menit)
D/V1 = Waktu angkut (menit)
t1 = Waktu dumping (menit)
D/V2 = Waktu kembali (menit)
t2 = Waktu tunggu untuk pengisian kembali (menit)
n = Jumlah siklus pengisian
Cms = Cycle time mesin pengisi (menit)
D = Jarak angkut (m)
V1 = Kecepatan rata-rata truck bermuatan (m/menit)
V2 = Kecepatan rata-rata truck kosong (m/menit)
q = Produksi per cycle mesin pengisi (m3, ton)

3.5. Roller

W V HE
Q
N

Q = Produksi per jam (m3/jam)


W = Lebar efektif pemadatan (m)
V = Kecepatan kerja (m/jam)
H = Tebal padat satu lapis (m)
N = Jumlah pass
E = Job efficiency

Gambar 5. : Three Wheel Roller. Gambar 6. : Tandem Roller (2 axle).

Efisiensi biaya proyek jalan dari penerapan metode operasi alat berat -4-
Konferensi Regional Teknik Jalan ke 7, Denpasar 2002

Gambar 7. : Vibratory Roller. Gambar 8. : Pneumatic Tire Roller.

3.6. Motor Grader

V Le Lo E H
Q
N

Q = Produksi per jam (m3/jam)


V = Kecepatan kerja (m/jam)
Le = Lebar blade efektif (m)
Lo = Lebar overlap (m)
E = Job efficiency
H = Tebal layer (m)
N = Jumlah pass
Gambar 9. : Motor Grader.

3.7. Asphalt Finisher

Q=WxVxHxE

Q = Produksi per jam (m3/jam)


W = Lebar penghamparan (m)
V = Kecepatan kerja (m/jam)
H = Tebal lapisan (m)
E = Job efficiency
Gambar 10. : Asphalt Finisher.

3.8. Asphalt Mixing Plant (AMP)

C 60 E
Q
Cms

Q = Produksi per jam (ton/jam)


C = Capasitas batch (ton)
Cms = Mixing time batch (menit)
E = Job efficiency

Efisiensi biaya proyek jalan dari penerapan metode operasi alat berat -5-
Konferensi Regional Teknik Jalan ke 7, Denpasar 2002

Gambar 11. : AMP type Batching Plant.

3.9. Water Tank Truck

C 60 E M
P
Cmt
D D
Cmt Cms t1 t2
V1 V2

P = Produksi per jam (Ltr/jam)


C = Kapasitas water tank truck (Ltr) Gambar 12. : Water tank truck.
E = Job efficiency
Cmt = Cycle time (menit)
M = Jumlah Water Tank Truck
Cms = Waktu muat (menit)
D/V1 = Waktu angkut (menit)
t1 = Waktu transfer air (menit)
D/V2 = Waktu kembali (menit)
t2 = Waktu tunggu untuk pengisian kembali (menit)
D = Jarak angkut (m)
V1 = Kecepatan rata-rata water tank truck bermuatan (m/menit)
V2 = Kecepatan rata-rata water tank truck kosong (m/menit)

4. PENDEKATAN KONDISI KERJA DAN JOB EFFICIENCY

Hari dan jam kerja yang direncanakan untuk pelaksanaan konstruksi berdasarkan asumsi / estimit
sebagai berikut :

a. Hari minggu dan hari libur resmi nasional tidak ada jam kerja, kecuali mengejar target
penyelesaian atau kondisi khusus.

b. Setiap bulan tidak ada hari kerja selama 2 hari untuk maintenance peralatan.

c. Anggapan jam kerja harian sebagai berikut :

Pekerjaan tanah = 8 jam kerja


Aggregate base coarse = 8 jam kerja
Pekerjaan pengaspalan = 8 jam kerja

d. Hari kerja efektip dalam setahun :

Hari minggu dalam setahun = 52 hari


Hari libur resmi nasional = 13 hari
Maintenance peralatan = 24 hari
Hari hujan dalam setahun = 45 hari

Efisiensi biaya proyek jalan dari penerapan metode operasi alat berat -6-
Konferensi Regional Teknik Jalan ke 7, Denpasar 2002

Jumlah = 134 hari


365 134
Prosen hari kerja efektip = 365 = 63 % = 0,63

Atau, pendekatan job efficiency dapat diambil referensi dari Specifications and Application
Handbook Komatsu, sebagai berikut :

Tabel 1. : Job efficiency.

Operating Pemeliharaan mesin


conditions Excellent Baik Normal Kurang baik Buruk

Excellent 0,83 0,81 0,76 0,70 0,63


Baik 0,78 0,75 0,71 0,65 0,60
Normal 0,72 0,69 0,65 0,60 0,54
Kurang baik 0,63 0,61 0,57 0,52 0,45
Buruk 0,52 0,50 0,47 0,42 0,32

5. HASIL KAJIAN

Perhitungan-perhitungan dan analisis alat berat diberikan dalam lampiran, dan hasilnya disajikan
berikut ini.

5.1. Penerapan operasi alat berat pekerjaan hotmix

Jenis alat, jumlah alat, produksi alat dengan jarak angkut sejauh 2 km s/d 30 km, dapat dirangkum
sebagai berikut :

Tabel 2. : Jumlah alat pekerjaan hotmix.

Jarak Jumlah alat


(km) WL AMP AF PTR TR WTT DT

2 1 1 1 1 1 1 2
4 1 1 1 1 1 1 3
6 1 1 1 1 1 1 3
8 1 1 1 1 1 1 3
10 1 1 1 1 1 1 4
12 1 1 1 1 1 1 4
14 1 1 1 1 1 1 4
16 1 1 1 1 1 1 5
18 1 1 1 1 1 1 5
20 1 1 1 1 1 1 5
22 1 1 1 1 1 1 6
24 1 1 1 1 1 1 6
26 1 1 1 1 1 1 6
28 1 1 1 1 1 1 7
30 1 1 1 1 1 1 7

Efisiensi biaya proyek jalan dari penerapan metode operasi alat berat -7-
Konferensi Regional Teknik Jalan ke 7, Denpasar 2002

Keterangan : WL : Wheel Loader TR : Tandem Roller


AMP : Asphalt Mixing Plant WTT : Water Tank Truck
AF : Asphalt Finisher DT : Dump truck
PTR : Pneumatic Tire Roller

Tabel 3. : Produksi dan site output alat pekerjaan hotmix.

Jarak Produksi alat (m3/jam) Site output


(km) WL AMP AF PTR TR WTT DT (m3/hari)

2 72,20 21,20 29,30 56,30 32,50 329,80 21,50 170


4 72,20 21,20 29,30 56,30 32,50 229,40 27,70 170
6 72,20 21,20 29,30 56,30 32,50 175,80 24,30 170
8 72,20 21,20 29,30 56,30 32,50 142,60 21,60 170
10 72,20 21,20 29,30 56,30 32,50 119,90 26,00 170
12 72,20 21,20 29,30 56,30 32,50 103,40 23,60 170
14 72,20 21,20 29,30 56,30 32,50 90,90 21,70 170
16 72,20 21,20 29,30 56,30 32,50 81,10 25,00 170
18 72,20 21,20 29,30 56,30 32,50 73,30 23,30 170
20 72,20 21,20 29,30 56,30 32,50 66,80 21,70 170
22 72,20 21,20 29,30 56,30 32,50 61,30 24,40 170
24 72,20 21,20 29,30 56,30 32,50 56,70 23,00 170
26 72,20 21,20 29,30 56,30 32,50 52,70 21,70 170
28 72,20 21,20 29,30 56,30 32,50 49,30 24,00 170
30 72,20 21,20 29,30 56,30 32,50 46,30 22,80 170

Hubungan jarak kerja (haul distance) dengan jumlah Dump Truck yang dibutuhkan untuk
pekerjaan hotmix sebagai hasil pendekatan analisis alat berat disajikan seperti pada Gambar 13.

Dan hubungan jarak kerja (haul distance) dengan produksi alat sebagai hasil pendekatan analisis
alat berat disajikan seperti pada Gambar 14.

Efisiensi biaya proyek jalan dari penerapan metode operasi alat berat -8-
Konferensi Regional Teknik Jalan ke 7, Denpasar 2002

0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 20 22 24 26 28 30
Galian Tanah 0 4 5 7 9 11 12 14 16 17 19 21 23 24 26 28
Hubungan Antara Jarak Angkut - Jumlah Dump Truk
Agregat Base Coarse 0 3 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 13 14 15
Hot Mix 0 2 3 3 3 4 4 4 5 5 5 6 6 6 7 7
30
29
28
27
26
25
24
23
22
21
20
19
18
Jumlah dumptruk

17
16
15
14
13
12
11
10
9
8
7
6
5
4
3
2
1
0
0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 20 22 24 26 28 30

Jarak Angkut (Km)

Galian Tanah Agregat Base Coarse Hot Mix


Gambar 13.

Hubungan Antara Jarak Angkut - Produksi Alat Pada Pekerjaan Hot Mix

340
330
320
310
300
Efisiensi biaya proyek jalan dari penerapan metode operasi alat berat -9-
290
280
270
260
250
240
230
220
210
200
190
180
170
160
150
140
130
120
110
100
90 2
80
70
60
50
40
30
20
10 4 6Tandem 8Roller 10
Wheel Loader 12
AMP Tank
Water 14 Truck
Jarak 16
Angkut 18
(Km)
Asphalt
Dump 20
Truck
Finisher 22 24Roller 26
Tire 28 30
Produksi Alat (m3/jam)
Konferensi Regional Teknik Jalan ke 7, Denpasar 2002

Gambar 14.

5.2. Penerapan operasi alat berat pekerjaan galian tanah

Jenis, jumlah, produksi alat dengan jarak angkut 2 - 30 km, dirangkum sebagai berikut pada :
Tabel 4. : Jumlah, produksi dan site output alat pekerjaan galian tanah.

Jarak Jumlah alat Produksi (m3/jam) Site output


(km) Excavator Dump Truck Excavator Dump Truck (m3/hari)

2 1 4 91,90 119,00 735


4 1 5 91,90 95,30 735
6 1 7 91,90 98,20 735

Jarak Jumlah alat Produksi (m3/jam) Site output


(km) Excavator Dump Truck Excavator Dump Truck (m3/hari)

Efisiensi biaya proyek jalan dari penerapan metode operasi alat berat - 10 -
Konferensi Regional Teknik Jalan ke 7, Denpasar 2002

8 1 9 91,90 99,80 735


10 1 11 91,90 100,90 735
12 1 12 91,90 93,80 735
14 1 14 91,90 95,40 735
16 1 16 91,90 96,60 735
18 1 17 91,90 92,20 735
20 1 19 91,90 93,40 735
22 1 21 91,90 94,60 735
24 1 23 91,90 95,40 735
26 1 24 91,90 92,30 735
28 1 26 91,90 93,30 735
30 1 28 91,90 94,10 735

Keterangan : Produksi alat, dalam Bank Condition.

Hubungan jarak kerja (haul distance) dengan jumlah Dump Truck yang dibutuhkan untuk
pekerjaan tanah sebagai hasil pendekatan analisis alat berat disajikan seperti pada Gambar 13.
Dan hubungan jarak kerja (haul distance) dengan produksi alat sebagai hasil pendekatan analisis
alat berat disajikan seperti pada Gambar 15.

Hubungan Antara J arak Angkut - Produksi Alat


Pada Pekerjaan Galian Tanah

125

120

115
P roduk s i Ala t (m 3 /ja m )

110

105

100

95

90

85

80
2 4 6 8 10 12 14 16 18 20 22 24 26 28 30
Jarak Angkut (Km)

Escavator Dump Truck

Gambar 15.

5.3. Penerapan operasi alat berat pekerjaan timbunan tanah

Efisiensi biaya proyek jalan dari penerapan metode operasi alat berat - 11 -
Konferensi Regional Teknik Jalan ke 7, Denpasar 2002

Jenis alat, jumlah alat, produksi alat dengan jarak angkut sejauh 2 km s/d 30 km, dapat dirangkum
sebagai berikut :

Tabel 5. : Jumlah alat pekerjaan timbunan tanah.

Jarak Jumlah alat


(km) Bulldozer Motor Vibratory Water
Grader Roller Tank truck

2 1 1 1 1
4 1 1 1 1
6 1 1 1 1
8 1 1 1 1
10 1 1 1 2
12 1 1 1 2
14 1 1 1 2
16 1 1 1 2
18 1 1 1 2
20 1 1 1 2
22 1 1 1 3
24 1 1 1 3
26 1 1 1 3
28 1 1 1 3
30 1 1 1 3

Tabel 6. : Produksi dan site output alat pekerjaan timbunan tanah.

Jarak Produksi alat (m3/jam) Site output


(km) Bulldozer Motor Vibratory Water (m3/hari)
Grader Roller Tank truck

2 147,40 252,50 97,50 206,10 662


4 147,40 252,50 97,50 143,40 662
6 147,40 252,50 97,50 109,90 662
8 147,40 252,50 97,50 89,10 662
10 147,40 252,50 97,50 149,90 662
12 147,40 252,50 97,50 129,30 662
14 147,40 252,50 97,50 113,70 662
16 147,40 252,50 97,50 101,40 662
18 147,40 252,50 97,50 91,60 662
20 147,40 252,50 97,50 83,50 662
22 147,40 252,50 97,50 115,00 662
24 147,40 252,50 97,50 106,30 662
26 147,40 252,50 97,50 98,90 662
28 147,40 252,50 97,50 92,40 662
30 147,40 252,50 97,50 86,70 662

Keterangan : Produksi alat, dalam Compacted Condition.


Produksi Water Tank Truck dari liter/jam disesuaikan kedalam satuan pekerjaan tanah m 3/jam.

Efisiensi biaya proyek jalan dari penerapan metode operasi alat berat - 12 -
Konferensi Regional Teknik Jalan ke 7, Denpasar 2002

Hubungan jarak kerja (haul distance) dengan produksi alat sebagai hasil pendekatan analisis alat
berat disajikan seperti pada Gambar 16.

Hubungan Antara Jarak Angkut - Produksi Alat


Pada Pekerjaan Timbunan tanah

270
260
250
240
230
220
210
200
Produksi Alat (m3/jam)

190
180
170
160
150
140
130
120
110
100
90
80
70
2 4 6 8 10 12 14 16 18 20 22 24 26 28 30

Jarak Angkut (Km)

Bulldozer Motor Grader Vibratory Roller Water Tank Truck


Gambar 16.

5.4. Penerapan operasi alat berat pekerjaan aggregate base coarse

Jenis alat, jumlah alat, produksi alat dengan jarak angkut sejauh 2 km s/d 30 km, dapat dirangkum
sebagai berikut :
Tabel 7. : Jumlah alat pekerjaan aggregate base coarse.

Jarak Jumlah alat


(km) Wheel Dump Motor Vibro Warer
Loader Truck Grader Roller Tank truck

2 1 3 1 1 1
4 1 3 1 1 1
6 1 4 1 1 1

Jarak Jumlah alat


(km) Wheel Dump Motor Vibro Warer
Loader Truck Grader Roller Tank truck

Efisiensi biaya proyek jalan dari penerapan metode operasi alat berat - 13 -
Konferensi Regional Teknik Jalan ke 7, Denpasar 2002

8 1 5 1 1 1
10 1 6 1 1 1
12 1 7 1 1 2
14 1 8 1 1 2
16 1 9 1 1 2
18 1 10 1 1 2
20 1 11 1 1 2
22 1 12 1 1 2
24 1 13 1 1 3
26 1 13 1 1 3
28 1 14 1 1 3
30 1 15 1 1 3

Tabel 8. : Produksi dan site output alat pekerjaan aggregate base coarse.

Jarak Produksi alat (m3/jam) Site output


(km) Wheel Dump Motor Vibro Warer (m3/hari)
Loader Truck Grader Roller Tank truck

2 72,20 107,70 252,50 97,50 206,10 578


4 72,20 74,00 252,50 97,50 143,40 578
6 72,20 75,20 252,50 97,50 109,90 578
8 72,20 75,80 252,50 97,50 89,10 578
10 72,20 76,30 252,50 97,50 74,90 578
12 72,20 76,70 252,50 97,50 129,30 578
14 72,20 77,00 252,50 97,50 113,70 578
16 72,20 77,20 252,50 97,50 101,40 578
18 72,20 77,40 252,50 97,50 91,60 578
20 72,20 77,40 252,50 97,50 83,50 578
22 72,20 Hubungan Antara
77,50 252,50 J arak Angkut
97,50 76,70 - Produksi
578 Alat
24 72,20 Pada252,50
77,60 Pekerjaan
97,50Aggregate
106,30Base Course
578
26 72,20 72,20 252,50 97,50 98,90 578
28 72,20 72,60 252,50 97,50 92,40 578
260
30 72,20 73,00 252,50 97,50 86,70 578
250
240 : Produksi alat, dalam Compacted Condition .
Keterangan
230 Produksi Water Tank Truck dari liter/jam disesuaikan kedalam satuan pekerjaan aggregate m 3/jam.
220
Hubungan
210 jarak kerja (haul distance) dengan jumlah Dump Truck yang dibutuhkan untuk
pekerjaan aggregate base sebagai hasil pendekatan analisis alat berat disajikan seperti pada
200

Gambar
190 13.
Produksi Alat (m3/jam)

180

Dan hubungan
170 jarak kerja (haul distance) dengan produksi alat sebagai hasil pendekatan analisis
160 disajikan seperti pada Gambar 17.
alat berat
150
140
130
120
110
100
90
80
70

Efisiensi biaya proyek60


jalan dari penerapan metode operasi alat berat - 14 -
2 4 6 8 10 12 14 16 18 20 22 24 26 28 30

J arak Angkut (Km)

Wheel Loader Dump Truck Motor Grader Vibro Roller Water Tank Truck
Konferensi Regional Teknik Jalan ke 7, Denpasar 2002

Gambar 17.

5.5. Hasil kajian efisiensi alat

Selain kajian alat berat yang menghasilkan jumlah kebutuhan Dump Truck yang mendekati ideal
dan Produksi Alat (Site Output) seperti diatas, Penulis juga menyajikan pendekatan kajian
Koefisien Peralatan yang dapat digunakan
KOEFISIEN untuk pendekatan dalam Analisa Harga Satuan
PERALATAN
Pekerjaan Hotmix seperti diberikanHARGA
UNT UK ANALISA padaSAT
Tabel
UAN9.PEKERJAAN ATB

No. Jarak Wheel AMP Asphalt Tire Tandem Water Dump


Hasil kajian efisiensi
angkut alat untuk pekerjaan
Loader Finisher hotmix
Rollerdisajikan
Rollerpada Tank dan pada Gambar 18.
Tabel 10 Truck
Dapat dilihat dari Tabel 10 dan Gambar 18 tersebut, bahwa Harga Satuan Pekerjaan akan
(km) Truck

berubah sesuai dengan jarak kerja (jarak angkut dari AMP ke lokasi overlay) sebesar 11 sampai
26 1%. 2.00 0.014 0.047 0.034 0.018 0.031 0.003 0.093
2 4.00 0.014 0.047 0.034 0.018 0.031 0.004 0.108
3 6.00 0.014 0.047 0.034 0.018 0.031 0.006 0.124
4 8.00 0.014 0.047 0.034 0.018 0.031 0.007 0.139
Tabel
5
9. : 10.00
Koefisien0.014
peralatan0.047
pekerjaan ATB.
0.034 0.018 0.031 0.008 0.154
6 12.00 0.014 0.047 0.034 0.018 0.031 0.010 0.169
7 14.00 0.014 0.047 0.034 0.018 0.031 0.011 0.185
8 16.00 0.014 0.047 0.034 0.018 0.031 0.012 0.200
9 18.00 0.014 0.047 0.034 0.018 0.031 0.014 0.215
10 20.00 0.014 0.047 0.034 0.018 0.031 0.015 0.230
11 22.00 0.014 0.047 0.034 0.018 0.031 0.016 0.246
12 24.00 0.014 0.047 0.034 0.018 0.031 0.018 0.261
13 26.00 0.014 0.047 0.034 0.018 0.031 0.019 0.276
14 28.00 0.014 0.047 0.034 0.018 0.031 0.020 0.292
15 30.00 0.014 0.047 0.034 0.018 0.031 0.022 0.307
Efisiensi biaya proyek jalan dari penerapan metode operasi alat berat - 15 -

Keterangan :
Satuan koefisien peralatan dalam jam.
Satuan pekerjaan ATB per m3.
Konferensi Regional Teknik Jalan ke 7, Denpasar 2002

Tabel 10. : Hasil kajian efisiensi alat.

KAJIAN EFISIENSI

No. Uraian Tenaga Bahan Alat Total


(%) (%) (%) (%)

1 Hasil kajian dengan jarak kerja 4 km terhadap data Pemerintah Kota A 83.67 102.46 48.81 83.68
2 Hasil kajian dengan jarak kerja 10 km terhadap data Pemerintah Kota A 87.23 102.46 51.85 84.81
3 Hasil kajian dengan jarak kerja 14 km terhadap data Pemerintah Kota A 89.65 102.46 53.92 85.58
4 Hasil kajian dengan jarak kerja 20 km terhadap data Pemerintah Kota A 93.15 102.46 56.90 86.69
5 Hasil kajian dengan jarak kerja 24 km terhadap data Pemerintah Kota A 95.57 102.46 58.97 87.46
6 Hasil kajian dengan jarak kerja 30 km terhadap data Pemerintah Kota A 99.13 102.46 62.02 88.59
7 Hasil kajian dengan jarak kerja 4 km terhadap data Pemerintah Kota B 76.69 100.00 36.02 73.46
8 Hasil kajian dengan jarak kerja 10 km terhadap data Pemerintah Kota B 79.95 100.00 38.26 74.46
9 Hasil kajian dengan jarak kerja 14 km terhadap data Pemerintah Kota B 82.17 100.00 39.79 75.13
10 Hasil kajian dengan jarak kerja 20 km terhadap data Pemerintah Kota B 85.37 100.00 41.99 76.11
11 Hasil kajian dengan jarak kerja 24 km terhadap data Pemerintah Kota B 87.59 100.00 43.52 76.78
12 Hasil kajian dengan jarak kerja 30 km terhadap data Pemerintah Kota B 90.86 100.00 45.76 77.77
Efisiensi biaya proyek jalan dari penerapan metode operasi alat berat - 16 -
Konferensi Regional Teknik Jalan ke 7, Denpasar 2002

Efisiensi Alat Berat

110

100

90

80 Tenaga Pemkot A
Bahan Pemkot A
Ef is ie n s i ( % )

70
Alat Pemkot A
60 Total Ef isiensi Pemkot A
50 Tenaga Pemkot B
Bahan Pemkot B
40
Alat Pemkot B
30 Total Ef isiensi Pemkot B

20

10

0
4 10 14 20 24 30
Jarak (Km )

Gambar 18.

Efisiensi biaya proyek jalan dari penerapan metode operasi alat berat - 17 -
Konferensi Regional Teknik Jalan ke 7, Denpasar 2002

Efisiensi biaya proyek jalan dari penerapan metode operasi alat berat - 18 -
Konferensi Regional Teknik Jalan ke 7, Denpasar 2002

Water Supply
Spreading
Cement

Treated Milling and Untreated materials


material mixing drum

Efisiensi biaya proyek jalan dari penerapan metode operasi alat berat - 19 -
Konferensi Regional Teknik Jalan ke 7, Denpasar 2002

Efisiensi biaya proyek jalan dari penerapan metode operasi alat berat - 20 -
Konferensi Regional Teknik Jalan ke 7, Denpasar 2002

Efisiensi biaya proyek jalan dari penerapan metode operasi alat berat - 21 -
Konferensi Regional Teknik Jalan ke 7, Denpasar 2002

Efisiensi biaya proyek jalan dari penerapan metode operasi alat berat - 22 -
Konferensi Regional Teknik Jalan ke 7, Denpasar 2002

Efisiensi biaya proyek jalan dari penerapan metode operasi alat berat - 23 -
Konferensi Regional Teknik Jalan ke 7, Denpasar 2002

Efisiensi biaya proyek jalan dari penerapan metode operasi alat berat - 24 -
Konferensi Regional Teknik Jalan ke 7, Denpasar 2002

Efisiensi biaya proyek jalan dari penerapan metode operasi alat berat - 25 -
Konferensi Regional Teknik Jalan ke 7, Denpasar 2002

Efisiensi biaya proyek jalan dari penerapan metode operasi alat berat - 26 -
Konferensi Regional Teknik Jalan ke 7, Denpasar 2002

Efisiensi biaya proyek jalan dari penerapan metode operasi alat berat - 27 -
Konferensi Regional Teknik Jalan ke 7, Denpasar 2002

Efisiensi biaya proyek jalan dari penerapan metode operasi alat berat - 28 -