Anda di halaman 1dari 4

NANO TEKNOLOGI DI BIDANG FARMASI

Nanoteknologi adalah manipulasi materi pada skala atomik dan skala


molekular. Diameter atom berkisar antara 62 pikometer (atom Helium) sampai
520 pikometer (atom Cesium), sedangkan kombinasi dari beberapa atom
membentuk molekul dengan kisaran ukuran nano. Deskripsi awal dari
nanoteknologi mengacu pada tujuan penggunaan teknologi untuk memanipulasi
atom dan molekul untuk membuat produk berskala makro. Deskripsi yang lebih
umum adalah manipulasi materi dengan ukuran maksimum 100 nanometer.
Nanoteknologi sudak banyak digunakan dalam bidang sains, antara lain
biomedis, elektronik, magnetik, optik, IT, ilmu material, komputer, tekstil,
kosmetika, bahkan obat-obatan. Sebagian besar obat-obatan dan kosmetika yang
beredar di pasaran saat ini bekerjanya kurang optimal disebabkan karena zat
aktifnya :
1. Memiliki tingkat kelarutan yang rendah
2. Membutuhkan lemak agar dapat larut.
3. Mudah teragregasi menjadi partikel besar
4. Tidak mudah diabsorpsi dan dicerna
Terobosan nanoteknologi dalam bidang kosmetika dan obat-obatan
mampu menciptakan bahan kosmetika dan obat-obatan dengan efektivitas yang
jauh lebih baik. Sebagai contoh adalah penggunaan liposom dalam formula obat
dan kosmetika.
Liposom adalah vesikel berbentuk spheris dengan membran yang terbuat
dari dua lapis fosfolipid (phospholipid bilayer), yang digunakan untuk
menghantarkan obat atau materi genetik ke dalam sel. Liposom dapat dibuat dari
fosfolipid alamiah dengan rantai lipid campuran ataupun komponen protein
lainnya. Bagian phospholipid bilayer dari liposom dapat menyatu dengan bilayer
yang lain seperti membran sel, sehingga kandungan dari liposom dapat
dihantarkan ke dalam sel. Dengan membuat liposom dalam formula obat atau
kosmetika, akhirnya bahan yang tidak bisa melewati membran sel menjadi dapat
lewat. Manfaat sistem penghantaran zat aktif kosmetika dengan menggunakan
liposom berukuran 90 nm adalah :
1. Mampu menghantarkan zat aktif sampai lapisan bawah kulit
2. Mampu menghantarkan zat aktif lebih cepat, sehingga didapatkan recovery
yang lebih cepat pula.
Adapun contoh aplikasi nanoteknologi dalam bidang farmasi yaitu:
1. Obat kanker atau tumor di bidang kedokteran (drug delivery system).
Baru-baru ini NEC bekerjasama dengan Japan Science and Technology
Agency (JST) dan Cancer Insitute Japan, berhasil membuat sistem
penghantar obat di dalam aliran darah menggunakan nanohorn. Nanohorn,
sejenis nanotube yang salah satu ujung silindernya meruncing dan tertutup
seperti tanduk. Bersifat aman bagi tubuh karena berasal dari unsur karbon dan
butiran obat kanker (cisplatin) sebesar sekitar 1-2 nanometer dapat
dimasukkan dalam rongga nanohorn, layaknya obat dalam kapsul. Sistem
penghantar obat ini lebih efektif untuk pemusnahan sel penyakit dan sel
tumor.
2. Terapi kanker 59.
Sejak itu, penelitian telah menyebabkan kemajuan luar biasa dalam
pengembangan rekayasa nanopartikel untuk memiliki kemampuan
multifungsi sebagai serta khasiat "pintar" sifat seperti kemampuan dalam
merespon lingkungan untuk memfasilitasi strategi pemberian obat yang lebih
efektif . Saat ini, ada 70 uji klinis yang mengevaluasi operator nanopartikel
telah dilaporkan, 208 mengevaluasi konjugat obat, dan 361 mengevaluasi
operator berbasis vesikel. Percobaan klinis meliputi terapi kombinasi dan
perawatan melalui berbagai rute administrasi , seperti paru dan mulut .
Teknologi nanopartikel untuk terapi kanker meliputi nanopartikel polimer,
operator berbasis vesikel seperti liposom, misel), dendrimers, konjugasi
polimer, pembawa protein, nanopartikel anorganik, dan nanocarriers bakteri .
Keragaman sistem penghantaran, masing-masing yang dibahas ini,
memungkinkan nanopartikel untuk dikembangkan dengan beragam berbagai
bentuk, ukuran , dan komponen yang memungkinkan mereka untuk
disesuaikan untuk aplikasi khusus .
3. Sistem Pengantar Obat.
sebagaimana sekarang obat semakin kecil, mereka akan dapat dengan mudah
"menyelinap" melewati mekanisme pertahanan tubuh dan akan mampu
mencapai tempat-tempat yang obat yang tersedia saat ini tidak bisa tercapai.
Karena senyawa yang lebih kecil memiliki area permukaan besar dengan
rasio volume, obat baru ini juga harus lebih reaktif.
4. Deteksi Penyakit
nanopartikel kecil dikenal sebagai "titik kuantum" yang dapat dibuat untuk
mengeluarkan warna yang berbeda tergantung pada ukuran mereka. Mereka
juga dapat dibuat untuk melampirkan komponen biologis yang berbeda,
seperti protein tertentu dalam warna tertentu, sehingga lebih mudah untuk
menganalisis darah untuk komponen tertentu.
5. Penghancuran Jaringan yang Sakit
teknologi ini memanfaatkan nanoshells, mikroskopis bola kaca yang dilapisi
emas. Nanoshells juga dapat dirancang untuk mengikat komponen-komponen
tertentu dalam tubuh, dan kemudian dapat dipanaskan dengan laser untuk
menghancurkan jaringan yang rusak tanpa menimbulkan kerusakan pada kulit
lainnya oleh jaringan.
6. Penemuan Obat
perusahaan farmasi sudah mulai menggunakan teknologi nano untuk
mengembangkan obat genetik yang ditargetkan. Hal ini memungkinkan untuk
pengembangan obat yang lebih tepat, dan membuatnya lebih cepat untuk
memutuskan apakah substansi tersebut cocok untuk digunakan dalam obat.
MATA KULIAH TUGAS INDIVIDU
NANOTECHNOLOGY Dr. DEDY IRAWAN, M.Sc

NANO TEKNOLOGI DI BIDANG


FARMASI

Disusun Oleh:
PUJA HERYANTI (11352200395)
KELAS : VII A

TEKNIK INDUSTRI
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU
2016