Anda di halaman 1dari 4

Berdasarkan prasasti Metyasih, Rakai Watukumara Dyah Balitung (Wangsa Sanjaya ke-9) telah

memberikan hadiah tanah kepada 5 orang patihnya yang berjasa besar kepada Mataram. Dalam prasasti
Metyasih juga disebutkan raja-raja yang memerintah pada masa Dinasti Sanjaya. Raja-raja itu adalah
a. Rakai Sri Mataram sang Ratu Sanjaya (732-760 M)
Masa Sanjaya berkuasa adalah masa-masa pendirian candi-candi siwa di Gunung Dieng. Sri Rakai
Mataram Sang Ratu Sanjaya mangkat kira-kira pertengahan abad ke-8 M. Ia digantikan oleh putranya
Rakai Panangkaran.
b. Sri Maharaja Rakai Panangkaran (760-780 M)
Rakai Panangkaran yang berarti raja mulia yang berhasil mengambangkan potensi wilayahnya. Menurut
Prasati Kalasan, pada masa pemerintahan Rakai Panangkaran dibangun sebuah candi yang bernama
Candi Tara, yang didalamnya tersimpang patung Dewi Tara. Terletak di Desa Kalasan, dan sekarang
dikenal dengan nama Candi Kalasan.
c. Sri Maharaja Rakai Panunggalan (780-800 M)
Rakai Pananggalan yang berarti raja mulia yang peduli terhadap siklus waktu. Beliau berjasa
atas sistem kalender Jawa Kuno. Visi dan Misi Rakai Panggalan yaitu selalu menjunjung tinggi arti
penting ilmu pengetahuan. Perwujudan dari visi dan misi tersebut yaitu Catur Guru. Catur Guru tersebut
adalah
Guru Sudarma, orang tua yang melairkan manusia.
Guru Swadaya, Tuhan
Guru Surasa, Bapak dan Ibu Guru di sekolah
Guru Wisesa, Pemerintah pembuat undang-undang untuk kepentingan bersama
d. Sri Maharaja Rakai Warak (800-820 M)
Pada masa pemerintahannya, kehidupan dalam dunia militer berkembang dengan pesat.
e. Sri Maharaja Rakai Garung (820-840 M)
Garung memiliki arti raja mulia yang tahan banting terhadap segala macam rintangan. Demi
memakmurkan rakyatnya, Sri Maharaja Rakai Garung bekerja siang hingga malam.
f. Sri Maharaja Rakai Pikatan (840 856 M)
Dinasti Sanjaya mengalami masa gemilang pada masa pemerintahan Rakai Pikatan.Pada masa
pemerintahannya, pasukan Balaputera Dewa menyerang wilayah kekuasaannya. Namun Rakai Pikatan
tetap mempertahankan kedaulatan negerinya dan bahkan pasukan Balaputera Dewa dapat dipukul
mundur dan melarikan diri ke Palembang.Pada zaman Rakai Pikatan inilah dibangunnya Candi
Prambanan dan Candi Roro Jonggrang.
g. Sri Maharaja Rakai Kayuwangi (856-882 M)
Prasasti Siwagraha menyebutkan bahwa Sri Maharaja Rakai Kayuwangi memiliki gelar Sang
Prabu Dyah Lokapala.
h. Sri Maharaja Rakai Watuhumalang (882-899 M)
Sri Maharaja Rakai Watuhumalang memiliki prinsip dalam menjalankan pemerintahannya.
Prinsip yang dipegangnya adalah Tri Parama Arta
i. Sri Maharaja Rakai Watukura Dyah Balitong (898-915 M)
Masa pemerintahannya juga menjadi masa keemasan bagi Wangsa Sanjaya. Sang Prabu aktif
mengolah cipta karya untuk mengembangkan kemajuan masyarakatnya.
j. Sri Maharaja Rakai Daksottama (915 919 M)
Pada masa pemerintahan Dyah Balitung, Daksottama dipersiapkan untuk menggantikannya
sebagai raja Mataram Hindu.
k. Sri Maharaja Dyah Tulodhong (919 921 M)
Rakai Dyah Tulodhong mengabdikan dirinya kepada masyarakat menggantikan kepemimpinan
Rakai Daksottama. Keterangan tersebut termuat dalam Prasasti Poh Galuh yang berangka tahun 809
M. Pada masa pemerintahannya, Dyah Tulodhong sangat memperhatikan kaum brahmana
l. Sri Maharaja Dyah Wawa ( 921 928 M)
Beliau terkenal sebagai raja yang ahli dalam berdiplomasi, sehingga sangat terkenal dalam
kancah politik internasional.

2. Kehidupan Sosial
Kehidupa sosial masyarakat di kerajaan Mataram Kuno sudah teratur. Terlihat dari sikap gotong
oyong mereka saat membuat candi bersama. Sikap toleran diantara masyarakat sangat baik. Terbukti
dengan adanya dua aliran kepercayaan yang berbeda tetapi mereka tetap bisa bersosialisasi.

3. Kehidupan Ekonomi
Perekonomian kerajaan Mataram Kuno saat itu bertumpu pada sektor pertanian karena letaknya
yang cukup disebut sebagai pedalaman dan memiliki tanah yang subur. Berikutnya, Mataram mulai
mengembangkan kehidupan pelayaran, hal ini terjadi pada masa pemerintahan Balitung yang
memanfaatkan sungai Bengawan Solo sebagai lalu lintas perdagangan menuju pantai utara Jawa Timur.

4. Kehidupan Agama
Berdasarkan prasasti Canggal yang menceritakan tentang pendirian Lingga (lambang Siwa),
dapat ditarik kesimpulan bahwa masyarakat Mataram Kuno Wangsa Sanjaya memiliki kepercayaan
agama Hindu beraliran Siwa.

B. DINASTI SYAILENDRA

1. Kehidupan Politik
Berdasarkan prasasti yang telah ditemukan dapat diketahui raja-raja yang pernah memerintah
Dinasti Syailendra, di antaranya:
1) Bhanu ( 752- 775 M )
Raja banu merupakan raja pertama sekaligus pendiri Wangsa Syailendra.
2) Wisnu ( 775- 782 M)
Pada masa pemerintahannya, Candi Brobudur mulai di banugun tempatnya 778.
3) Indra ( 782 -812 M )
Pada masa pemerintahannya, Raja Indra membuat Prasasti Klurak yang berangka tahun 782 M, di
daerah Prambanan. Dinasti Syailendra menjalankan politik ekspansi pada masa pemerintahan Raja
Indra. Perluasan wilayah ini ditujukan untuk menguasai daerah-daerah di sekitar Selat Malaka.
Selanjutnya, yang memperkokoh pengaruh kekuasaan Syailendra terhadap Sriwijaya adalah karena Raja
Indra menjalankan perkawinan politik. Raja Indra mengawinkan putranya yang bernama Samarottungga
dengan putri Raja Sriwijaya.
4) Samaratungga ( 812 833 M )
Pengganti Raja Indra bernama Samarottungga. Raja Samaratungga berperan menjadi pengatur segala
dimensi kehidupan rakyatnya. Sebagai raja Mataram Budha, Samaratungga sangat menghayati nilai
agama dan budaya. Pada zaman kekuasaannya dibangun Candi Borobudur. Namun sebelum
pembangunan Candi Borobudur selesai, Raja Samarottungga meninggal dan digantikan oleh putranya
yang bernama Balaputra Dewa yang merupakan anak dari selir.

5) Pramodhawardhani ( 883 856 M )


Pramodhawardhani adalah putri Samaratungga yang dikenal cerdas dan cantik. Beliau bergelar Sri
Kaluhunan, yang artinya seorang sekar keratin yang menjadi tumpuan harapan bagi rakyat.
Pramodhawardhani kelak menjdi permaisuri raja Rakai Pikatan, Raja Mataram Kuno dari Wangsa
Sanjaya.
6) Balaputera Dewa ( 883 850 M )
Balaputera Dewa adalah putera Raja Samaratungga dari ibunya yang bernama Dewi Tara, Puteri raja
Sriwijaya. Dari Prasasti Ratu Boko, terjadi perebutan tahta kerajaan oleh Rakai Pikatan yang menjadi
suami Pramodhawardhani. Belaputera Dewa merasa berhak mendapatkan tahta tersebut karena beliau
merupakan anak laki-laki berdarah Syailendra dan tidak setuju terhadap tahta yang diberikan Rakai
Pikatan yang keturunan Sanjaya. Dalam peperangan saudara tersebut Balaputera Dewa mengalami
kekalahan dan melatrikan diri ke Palembang.

2. Kehidupan Sosial
Kehidupan sosial Kerajaan Syailendra tidak diketahui secara pasti. Namun, melalui bukti-bukti
peninggalan berupa candi-candi, para ahli menafsirkan bahwa kehidupan sosial masyarakat Kerajaan
Syailendra sudah teratur. Hal ini dilihat melalui cara pembuatan candi yang menggunakan tenaga rakyat
secara bergotong-royong. Di samping itu, pembuatan candi ini menunjukkan betapa rakyat taat dan
mengkultuskan rajanya. Dengan adanya dua agama yang berjalan, sikap toleransi antar pemeluk agama
di masyarakat sangat baik.

3. Kehidupan Ekonomi
Mata pencaharian pokok masyarakat adalah petani, pedagang, dan pengrajin. Dinasti Syailendra
telah menetapkan pajak bagi masyarakat Mataram. Hal ini terbukti dari prasasti Karang tengah yang
menyebutkan bahwa Rakryan Patatpa Pu Palar mendirikan bangunan suci dan memberikan tanah
perdikan sebagai simbol masyarakat yang patuh membayar pajak.

4. Kehidupan Agama
Sebagian besar raja-raja Dinasti Syailendra beragama Budha Mahayana. Hal ini menunjukkan
bahwa agama Buddha telah masuk di Mataram. Dengan dibangunnya candi-candi Buddha untuk
beribadah, maka dapat disimpulkan pula bahwa rakyatnya beragama Buddha Mahayana.

BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN
Berdasarkan uraian di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa:
Kerajaan Mataram Kuno terdiri dari dua dinasti dengan aliran agama yang berbeda. Kedua dinasti itu
adalah Dinasti Sanjaya dan Dinasti Syailendra.
1. Kehidupan politik masyarakat Mataram Kuno pada masa Dinasti Sanjaya dapat diketahui berdasarkan
prasasti Metyasih. Masa kejayaannya terjadi pada masa pemerintahan Sri Maharaja Rakai Pikatan.
2. Kehidupan sosial masyarakat Mataram Kuno pada masa Dinasti Sanjaya sudah teratur dan memiliki
rasa toleran yang tinggi terhadap masyarakat yang berlainan agama.
3. Kehidupan ekonomi masyarakat Mataram Kuno pada masa Dinasti Sanjaya bertumpu pada sektor
pertanian dan telah memanfaatkan Sungai Bengawan Solo di sektor pelayaran.
4. Kehidupan agama masyarakat Mataram Kuno pada masa Dinasti Sanjaya berdasarkan prasasti Canggal,
diperkirakan masyarakatnya menganut agama Hindu Siwa.
5. Kehidupan politik masyarakat Mataram Kuno pada masa Dinasti Syailendra berhubungan dengan raja-
raja yang memerintahnya, yaitu Bhanu, Wisnu, Indra, Samaratungga, Pramodhawardhani, dan Balaputra
Dewa.
6. Kehidupan sosial masyarakat Mataram Kuno pada masa Dinasti Syailendra sudah teratur dan memiliki
rasa toleran yang tinggi pula terhadap sesama umat berbeda agama. Diketahui pula masyarakatnya
sangat patuh terhadap raja yang memimpinnya.
7. Kehidupan ekonomi masyarakat Mataram Kuno pada masa Dinasti Syailendra bertumpu pada bidang
pertanian, perdagangan, dan kerajinan. Pada masa Dinasti Syailendra pajak sudah dilaksanakan dengan
baik.
8. Kehidupan agama masyarakat Mataram Kuno pada masa Dinasti Syailendra sebagian besar
penduduknya serta raja-rajanya beragama Buddha Mahayana.

B. SARAN
Dengan keberadaan kerajaan-kerajaan yang terlahir di Indonesia, kita harus bisa mengapresiasi
peninggalan-peninggalan yang menjadi sumber ilmu pendidikan dari generasi ke generasi. Upaya
pengapresiasian itu sendiri dapat dengan melestarikannya, memeliharanya, dan tidak merusaknya. Jika
kita dapat berpartisipasi dalam upaya tersebut, berarti kita mengangkat derajat dan jati diri bangsa.
Dengan begitu kita dapat menanamkan rasa nasionalisme terhadap negara Indonesia.

SUMBER

http://pakjokosaputro.blogspot.com/2013/09/aspek-aspek-politik-sosial-ekonomi-dan_4.html
http://annisamisa.blogspot.com/2012/11/kerajaan-mataram-kuno.html
http://mataramkunojawabarat.blogspot.com/
http://rifkiberbagiilmu.blogspot.com/2013/05/aspek-kehidupan-kerajaan-hindu-budha.html
http://sejarahbudayanusantara.weebly.com/kerajaan-mataram-kuno.html
http://tulastulispratama.blogspot.com/2012/08/kerajaan-mataram-hindu-budha.html
http://www.belajarpraktis.com/2013/04/14/kerajaan-mataram-kuno.html
http://dheny1922.wordpress.com/2012/03/19/kerajaan-mataram-kuno/
http://books.google.co.id/books?id=ijhk6SdB1hsC&pg=PT21&lpg=PT21&dq=kehidupan+ekonomi+S
YAILENDRA&source=bl&ots=XArMbmGPV3&sig=lUT42De6BFH3j97W7StbC_ZlkvA&hl=en&sa=
X&ei=wQP1UsCKCYWLrQe_toD4Cg&redir_esc=y#v=onepage&q=kehidupan%20ekonomi%20SYAI
LENDRA&f=false
http://historyendamoia.wordpress.com/2011/10/30/dinasty-sailendra-2/
http://sugionosejarah.wordpress.com/2011/10/03/kerajaan-mataram-hindu/
http://id.wikipedia.org/wiki/Wangsa_Sailendra
http://herydotus.wordpress.com/2011/08/06/kerajaan-mataram-kuno-masa-dinasti-syailendra/
http://catatan-pril.blogspot.com/2012/03/karakteristik-kehidupan-sosial-dan.html
http://mynameis8.wordpress.com/2013/06/28/dinasti-syailendra/
http://budisma.web.id/mataram-kuno-dinasti-sanjaya-dan-dinasti-syailendra/
http://id.wikipedia.org/wiki/Wangsa_Sanjaya
http://sunandarak.blogspot.com/2012/08/kerajaan-majapahit-kuno-masa-dinasti.html
http://sejarahwew.blogspot.com/2012/11/mataram-dinasty-sanjaya.html