Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH FARMAKOLOGI

Diajukan untuk Memenuhi Tugas Mandiri Mata Kuliah Farmakologi

Pembimbing : Yustina P, SST

Disusun oleh:

Nama : Yunita Rizki K


NIM : 201601124
Kelas : 1B

AKADEMI KEPERAWATAN

PEMERINTAH KABUPATEN PONOROGO

Jalan Dr. Ciptomangunkusumo 82 A Ponorogo

Telp.(0352)461792, Fax.461819

TAHUN AJARAN 2016/2017


1. Glibenclamide

Kesimpulan : Glibenclamide adalah obat oral yang berfungsi untuk menurunkan kadar

gula darah. Obat ini bekerja dengan merangsang sekresi insulin dari pancreas. Sehingga hanya
hanya bermanfaat pada pasien dewasa yang pankreasnya masih mampu memproduksi insulin .
obat I ni tidak boleh diberikan kepada pasien diabetes mellitus juvenile ,prekoma, dan koma
diabetes. Gangguan fungsi ginjal berat dan wanita hamil.
2. Flucadex

Kesimpulan : Flucadex bekerja sebagai analgesic-antipiretik,dekongestan hidung,

antitusif, ekspekstoran dan antihistamin. Obat ini berfungsi untuk meringankan gejala flu,
memiliki efek samping seperti mengantuk, gangguan pencernaan, gangguan
psikomotor,takikardi ,aritmea , mulut kering, dll.

3. Bronex
Kesimpulan: Bronex merupakan obat yang berfungsi untuk meredakan batuk berdahak
yang disebabkan oleh sekret yang menumpuk pada saluran pernafasan. Biasanya obat ini
mempunyai efek samping seperti mual,diare,gangguan encernaan rasa penuh diperut dll.

4. Coparcetin

Kesimpulan: Coparcetin bekerja sebagai analgetik-antipiretik, antihistamin,

ekspektoran dan dekongestan hidung. Obat ini berfungsi untuk meringankan gejala flu . efek
sampingnya ialah mengantuk, gelisah insomnia,tremor, dll. Untuk penderita gangguan hati
,jantung dan diabetes mellitus dilarang mengkonsumsi obat ini.
5. Bromifar

kesimpulan: Bromifar berfungsi untuk secret pada saluran pernafasan. Berfungsi


sebagai untuk meredakan batuk berdahak. Bagi wanita menyusui dilarang mengkonsumsi
obat ini. Efek samping obat ini ialah mual ,diare, rasa penuh diperut ,dll. Pemberian obat
ini jikaa bersamaan dengan antibiotic (amoxilin, cefuroxime,doxycycline) akan
meningkatkan konsentrasi antibiotic.
6. Faridexon (dexamethason)

Kesimpulan:Dexamethason adalah golongan andrenokortikosteroid sintetik

longacting yang terutama memiliki efek glukokortikoid dan mempunyai aktivitas anti
imflamasi , anti alergi ,hormonal ,dan efek metabolic. Obat bisa diguanakan untuk penderita
anemia himolitik idiopatik, otoimun,edema serebral, nekrosis hepatic subakut,hepatitis
kronik aktif otoimun. Obat ini tidak dianjurkan untuk ibu menyusui ,infeksi fungsi sistemik,
herpes simplek okuler,penderita yang sensitive terhadap obat tersebut dan komponennya.
7. Omedrinat dimenhidrinat

Kesimpulan : Obat ini bekrja sebagai antihistamin dan antiemetic, anti mabuk

perjalanan, dan anti vertigo. Dapat digunakan oleh orang dewasa dan anak-anak
(>12tahun). Efek samping dapat menyebabkan efek sedative , pusing ,mual dan mulut
kering.
8. Salbutamol

Kesimpulan : Salbutamol adalah obat yang dapat melebarkan saluran udara pada
paru-paru. Efek utama setelah pemberian peroral adalah efek bronkodilatasi yang
disebabkan oleh relaksasi otot bronkus. Obat ini bisa digunakan untuk pengobatan kejang
bronkus pada pasien jantung dan tekananan darah tinggi. Jika digunakan pada dosis
dianjurkan tidak ditemukan adanya efek samping yang serius.
9. Ciprofloaxin

Kesimpulan : Ciprofloxacin adalah antibiotik yang digunakan untuk menangani

berbagai jenis infeksi akibat bakteri. Obat ini diguanakn untuk pasien dengan penyakit
saluran kemih, uretritis, servicitis gonorhoe,infeksi saluran nafas, infeksi kulit dan
jaringan lunak,dll. Bagi penderita yang hipersensitivitas terhadap obat tersebut, ibu
menyusui, wanita hamil dan anak-anak dibawah usia 12 tahun dilarang mengkonsumsi
obat tersebut.
10. Voltadex

Kesimpulan : Volcadex merupakan tablet salut enteric yang mengandung

diclofenac sodium yang memiliki khasiat antirematik, anti-inflamasi,antipiretik dan


analgetik. Obat ini digunakan untuk nyeri yang disebabkan oleh inflamasi non renatik,
dan arthritis rematik,osteoarthritis dll. Dapat digunakan oleh dewasa maupun anak-anak.
Tidak dapat digunakan pada pasien dengan ulkus peptikum, reaksi hipersensitif terhadap
diclofenac, dan pada pasien yang mengalami serangan asma, urtikaria atau rhinitis.