Anda di halaman 1dari 3

BIOMARKER JANTUNG

BIOMARKER adalah parameter yang dapat digunakan untuk mengukur perkembangan penyakit atau
efek pengobatan.

Jenis-jenis biomarker jantung :

1. Biomarker Jantung Enzim


a. LDH (Lactate Dehydrogenase)

LDH
LDH Merupakan enzim yang mengkatalisis perubahan reversibel dari laktat ke piruvat. Kadarnya
meningkat 8-12 jam setelah infark mencapai puncak 24-28 jam untuk kemudian menurun hari ke-
7.
Enzim -HBDH dan LDH termasuk lambat meningkat dan lambat menurun.Keduanya
dimintakan pemeriksaan tiap hari selama 5 hari pertama.LDH meningkat selama 10-14
hari.HBDH bahkan beberapa hari lebih lama.

Interpretasi LDH (Peningkatan LDH pada IMA dapat mencapai 3-5 kali nilai rujukan) :

a. Peningkatan 5 atau lebih nilai rujukan : anemia megaloblastik, karsinoma tersebar, hepatitis,
infark ginjal.

b. Peningkatan 3-5 kali nilai rujukkan : infark jantung, infark paru, kondisi hemolitik, leukemia,
distrofi otot

c. Peningkatan 3 kali nilai rujukan : penyakit hati, syndrome nefrotik, hipotiroidisme.

# IMA = Infark Miokard Akut / Acute Myocardial Infarction


b. CK (Creatine Kinase) total :
Creatine Kinase Adalah enzim yg mengkatalisis jalur kretin-kretinin dalam sel otak&otot. Pada
IMA, CK dilepaskan dalam serum 48 jam setelah kejadian dan normal kembali lebih dari 3 hari.
Perlu dipanel dengan AST untuk menaikkan sensitifitas.

1). CK MB
CK-MB Merupakan Isoenzim CK. M artinya muscular/skelet (otot) dan B artinya brain (otak).
Jumlah CK-MB ternyata lebih banyak di dalam otot jantung sehingga spesifik untuk kelainan
jantung. CK-MB Meningkat pada angina pektoris berat atau iskemik reversibel. Kadar meningkat
4-8 jam setelah infark.Mencapai puncak 12-24 jam kemudian kadar menurun pada hari ke-3.

Sebuah isoenzyme CK spesifik (CK-MB) merupakan indikator yang lebih spesifik pada
kerusakan otot jantung daripada CK total, dan segera dapat dideteksi dalam serum (1-3 jam)
setelah MI terjadi.
CK-MB tidak sepenuhnya spesifik untuk miokardium.

# MI = Miokard Infark

2). CK-MB Mass Relative Index (%RI)

Ada istilah baru dalam pelaporan enzim CK-MB, dengan melaporkan CK-MB Mass Relative
Index. Nilai ini didapat dari CK-MB mass dibagi aktifitas CK-Total dan dikalikan dengan 100%
sehingga didapatkan % RI. Rumus :

% RI = (CK-MB / aktivitas CK-Tot) x 100%

Peningkatan RI memperlihatkan keadaan miokard.

c. AST (Aspartate Amino Transferase )


Aspartate Amino Transferase (AST) adalah enzim yang kurang sensitif terhadap kerusakan
miokardium. AST juga merupakan enzim hati dan levelnya meningkat seiring kurang
berfungsinya hati karena gagal jantung

2. Biomarker Jantung Bukan Enzim


a. Mioglobin
Mengandung protein yang ada dalam otot jantung dan rangka, yang juga naik mengikuti MI dan juga
telah digunakan dalam diagnosis MI, tetapi Moglobin adalah tes spesifik dan tampaknya tidak
memberikan keuntungan yang signifikan atas estimasi CK.

b. Troponin
Troponin adalah kompleks dari tiga protein yang terlibat dalam mengatur kontraksi otot pada otot
rangka dan jantung tetapi tidak pada otot polos. Pengukuran imunologi tingkat plasma jantung
troponin I (cTnI) dan T (cTnT) memberikan indikator sensitif dan spesifik dari kerusakan otot
jantung. Tingkat troponin meningkat 2-6 jam setelah MI yang tetap tinggi 4-10 hari. Selain MI,
kerusakan otot jantung lain juga meningkatkan kadar troponin serum.
Hal ini dimungkinkan dengan troponin untuk mendeteksi infark yang lebih kecil daripada yang
tidak terdeteksi dengan biomarker jantung lainnya.

Troponin berfungsi lebih baik pada 12 jam atau lebih setelah MI. Namun, meskipun troponin
memiliki banyak peran potensi, Troponin tidak boleh dilihat sebagai Perfect Maker'.

PERBANDINGAN BIOMARKER ENZIM DENGAN BIOMARKER BUKAN ENZIM :

PERBANDINGAN cTNI (Biomarker Jantung Bukan CK-MB (Biomarker Jantung Enzim)


Enzim)

Ditemukan pada organ Otot jantung Otot skelet dan otot jantung

Kadar post trauma otot Tidak Meningkat Meningkat


skeletal
Meningkat Meningkat
Kadar 4-8 jam post AMI
Bertahan sampai 10 hari Menurun setelah 36-72 jam
Kadar yang meningkat
tersebut