Anda di halaman 1dari 4

HAEMORRHOID GRADE 1 DAN 2

No. Dokumen :
No. Revisi :
SOP Tanggal Terbit :
Halaman : 1/6
PUSKESMAS Dr.HERMANSYAH,MM
BALONG NIP.19681004 200212 1 004
1. Pengertian Hepatitis A adalah sebuah kondisi penyakit infeksi akut di liver yang disebabkan
oleh hepatitis A virus (HAV), sebuah virus RNA yang disebarkan melalui rute
fecal oral.
2. Tujuan Sebagai acuan dalam penerapan langkah-langkah penatalaksanaan penyakit
hepatitis A dalam rangka peningkatan mutu dan kinerja di Puskesmas Balong
3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas Balong Nomor : 188.4/VI.001/405.09.20/SK/2016 tentang
pelayanan klinis
4. Referensi Permenkes no. 5 tahun 2014 tentang Panduan Klinis bagi Dokter di Fasilitas
Pelayanan Kesehatan Primer halaman.
5. Prosedur/ 1. Petugas menanyakan keluhan dan gejala yang dirasakan oleh pasien
Langkah-
Keluhan: mata dan kulit kuning , kencing berwarna seperti teh, mual dan
langkah
muntah, penurunan nafsu makan, tinja seperti dempul.
2. Petugas mencatat hasil anamnesa di kartu status pasien
3. Lakukan pemeriksaan fisik pada pasien dimulai dengan pemeriksaan
kepala/leher, dada, perut dan ekstrimitas.
Didapatkan: Icterus, hepatomegali, Febris, warna urine seperti teh, warna
tinja seperti dempul
4. Melakukan pemeriksaan penunjang: DL, faal hati
5. Penegakan diagnosis hepatitis A
6. Penatalaksanaan
a. Asupan kalori dan cairan yang adekuat
b. Tirah baring
c. Tata laksana Farmakologi sesuai dengan gejala yang dirasakan oleh
pasien:
Antipiretik bila demam; ibuprofen 2x400mg/hari.
Apabila ada keluhan gastrointestinal, seperti:
Mual : Antiemetik seperti Metoklopropamid 3x10 mg/hari atau Domperidon
3x10mg/hari.
Perut perih dan kembung : H2 Bloker ( Ranitidin 2x 150mg/hari) atau Proton
Pump Inhibitor (Omeprazol 1 x 20 mg/hari).
7. Konseling dan Edukasi
Sanitasi dan higiene mampu mencegah penularan virus.
Vaksinasi Hepatitis A diberikan kepada orang-orang yang berisiko tinggi
terinfeksi.
Keluarga ikut menjaga asupankaloridancairan yang adekuat, dan membatasi
aktivitasfisik pasien selama fase akut.
8. Kriteria Rujukan
Penderita Hepatitis A dengan keluhan ikterik yang menetap tanpa disertai
keluhan yang lain.
Penderita Hepatitis A dengan penurunan kesadaran dengan kemungkinan ke
arah ensefalopati hepatik.
6.Diagram Alir

Mulai

Anamnesa & Pemeriksaan fisik Kartu status

Pemeriksaan penunjang untuk skrining: DL, faal


hati

Penegakan diagnosis: Hepatitis A Kartu status

Pemberian terapi:

Mulai
a. Asupan kalori dan cairan yang adekuat
b. Tirah baring Kartu
c. Tata laksana Farmakologi sesuai dengan gejala yang dirasakanstatus
oleh
pasien: Anamnesa & Pemeriksaan fisik
Antipiretik bila demam; ibuprofen 2x400mg/hari.
Apabila ada keluhan gastrointestinal, seperti:
Mual : Antiemetik seperti Metoklopropamid 3x10 mg/hari atau
Domperidon 3x10mg/hari.Pemeriksaan penunjang untuk
Perut perih dan kembungskrining: DL, faal
: H2 Bloker hati 2x 150mg/hari) atau
( Ranitidin
Proton Pump Inhibitor (Omeprazol 1 x 20 mg/hari).

Penegakan diagnosis: pendarahan


saluran cerna bagian bawah

Pemberian terapi:

Puasa dan Perbaikan hemodinamik


Pasang Nasogastric tube
KIE
Penatalaksanaan sesuai penyebab perdarahan
Pemberian ferrosulfat 325 mg tiga kali sehari

Apotek Resep

Selesai
Rujuk rumah sakit Form
rujukan

Selesai
Lembar
observasi
rujukan
7.Unit Terkait Loket pendaftaran
Unit layanan poli umum
Unit layanan poli KIA
Laboratorium
Apotek

8. Rekaman Historis Perubahan

N Isi Perubahan
Yang diubah Tgl. Mulai Diberlakukan
o