Anda di halaman 1dari 7

PENGARUH INTENSITAS PENCAHAYAAN

DAN LAMA PENGGUNAAN LAPTOP TERHADAP


KELELAHAN MATA
Musfira
Mahasiswa Jurusan Fisika Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Email : Musfira_Fhira@yahoo.co.id

Abstrak
Mata merupakan bagian tubuh pekerja yang harus dilindungi keselamatan dan
kesehatannya. Cahaya yang cukup merupakan salah satu aspek terpenting yang
menentukan kesehatan mata, Intensitas cahaya yang baik sangat mempengaruhi
mata. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kaitan antara
intensitas pencahayaan dan lama penggunaan laptop terhadap kelelahan
mata.penelitian ini menggunakan metode literatur yaitu dengan mereview
beberapa jurnal yang saling berkaitan. Hasil dari beberapa penelitian tersebut
menyatakan bahwa intensitas cahaya serta lama penggunaan laptop dapat
mempengaruhi seseorang untuk mengalami kelelahan mata.

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pemakaian komputer dewasa ini semakin luas di segala bidang. Lamanya
penggunaan komputer dianjurkan tidak lebih dari 4 jam sehari. Apabila
melebihi waktu tersebut, mata cenderung mengalami kelelahan. Kelelahan
mata tersebut akan meningkat apabila kualitas pencahayaan di ruang kerja
tersebut kurang baik.
Pencahayaan merupakan salah satu faktor penting untuk mendapatkan
keadaan lingkungan kerja yang aman, nyaman dan terkait erat dengan
produktivitas manusia dalam pekerjaan. Faktor penting pencahayaan dalam
lingkungan kerja dibuktikan dengan adanya riset terdahulu di bagian
pengepakan (Fathoni Firmansyah, 2010). Riset ini menunjukkan bahwa
adanya pengaruh intensitas penerangan terhadap kelelahan mata, dimana
sebanyak 25 dari 40 orang pekerja mengalami kelelahan mata.
B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimana kaitan antara
intensitas pencahayaan dan lama penggunaan laptop terhadap kelelahan mata?
C. Tujuan Percobaan
Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui kaitan antara
intensitas pencahayaan dan lama penggunaan laptop terhadap kelelahan mata

TINJAUAN PUSTAKA
A. Kelelahan Mata
Kelelahan mata astenopia meurut Ilmu Kedokteran adalah gejala yang
diakibatkan oleh upaya berlebihan dari sistem penglihatan yang berada dalam
kondisi kurang sempurna untuk memperoleh ketajaman penglihatan . Kelelahn
mata disebabkan oleh stress yang terjadi pada fungsi penglihatan. Stress pada
otot akomodasi dapat terjadi pada saat sesorang berupaya untuk melihat pada
objek berukuran kecil dan pada jarak yang dekat dalam waktu yang lama.
Pada kondisi demikian, otot-otot akan bekerja secara terus menerus dan lebih
dipaksakan. Ketegangan otot pengakomodasi makin besar sehingga terjadi
peningkatan asam laktat dan sebagai akibatnya terjadi kelelahan mata (Dian,
2009).
Kelelahan mata dapat menimbulkan gangguan fisik seperti sakit kepala,
penglihtan seolah ganda, penglihatan silau terhadap cahaya diwaktu malam,
mata merah, radang pada selaput mata, berkurangnya ketajaman penglihatan,
dan sebagai masalah penglihatan lainnya. Menurut Departemen Kesehatan
kelelahan mata dapat menyebabkan iritasi seperti mata berair, dan kelopak
mata berwarna merah, penglihatan rangkap, sakit kepala, ketajaman mata
merosot, dan kekuatan konvergensi dan akomodasi menurun (Dian, 2009).
B. Intensitas Penerangan
Intensitas penerangan adalah banyaknya sinar yang mengenai suatu
permukaan intensitas penerangan merupakan faktor yang penting dari
lingkungan fisik untuk keselamatan kerja. Untuk dapat melihat dengan baik
dan teliti diperlukan intensitas cahaya yang cukup. Penerangan yang baik
adalah penerangan yang memungkinkan tenaga kerja dapat melihat objek-
objek yang dikerjakan secara jelas, cepat dan tanpa upaya-upaya yang tidak
perlu (Sumamur, 2009)
C. Hubungan Intensitas Penerangan dan Lama Paparan Cahaya Layar
Monitor dengan Kelelahan Mata
Menurut sumamur (2009) yang dikutip oleh Nurmaya Rachmawati
(2011) penerangan ruang kerja yang kurang dapat mengakibatkan kelelahan
mata, akan tetapi penerangan yang terlalu kuat dapat menyebabkan kesilauan.
pengguanaan komputer dengan kondisi penerangan yang kurang dalam waktu
yang lama beresiko terkena mata lelah atau astenopia (Affandi, 2002).

METODOLOGI PENELETIAN
Metode penelitian ini menggunakan metode literatur yaitu dengan
mereview beberapa jurnal penelitian atau literatur yang saling berkaitan.

HASIL DAN PEMBAHASAN


A. Hubungan antara intensitas pencahayaan dengan kelelahan mata
1. Penelitian Hermawan Ady Prayoga di bagian rawat inap RSUD dr.
Soediran Mangun Sumarso Wonogiri tahun 2013, data yang dihasilkan
dari hubungan antara intensitas pencahayaan dengan kelelahan mata
adalah sebagai berikut :
Tabel 1 : Hubungan antara intensitas pencahayaan dengan kelelahan mata
di RSUD dr. Soedirman Mangun Sumarso Wonogiri

catatan : 14 responden (<100 lux)


27 responden (100-200 lux)
Hal di atas menunjukan bahwa ada hubungan antara intensitas
pencahayaan dengan kelelahan mata pada tenaga medis di bagian rawat inap
RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri.
Hasil penelitian ini selaras dengan teori yang mengemukakan bahwa
apabila lingkungan kerja memiliki pencahayaan yang buruk dapat berakibat
sebagai berikut: kelelahan mata dengan berkurangnya daya dan efisiensi kerja,
kelelahan mental, keluhan pegal, dan sakit kepala di sekitar mata, kerusakan
alat penglihatan dan kecelakaan kerja.
2. Penelitian Dian Nourmayanti pada pekerja pengguna komputer di
CORPORATE CUSTOMER CARE CENTER (C4) PT. TELEKOMUNIKASI
INDONESIA, data yang dihasilkan dari hubungan antara tingkat pencahayaan
dengan keluhan kelelahan mata adalah sebagai berikut :
Tabel 2 : Hubungan tingkat pencahayaan dengan keluhan kelelahan mata di
Corporate Customer Care Center

Berdasarkan tabel 2, dapat diketahui bahwa sebagian besar pekerja dengan


tingkat tingkat pencahayaan <300 lux dan sebagian besar pekerja juga
mengeluh kelelahan mata. Sebaliknya pekerja dengan tingkat pencahayaan
300lux terdapat seorang pekerja yang mengeluh kelelahan mata. Dari data
tersebut dapat diketahui bahwa tingkat pencahayaan memiliki hubungan yang
bermakna dengan keluhan kelelahan mata.
Begitupun dengan penelitian yang dilakukan oleh Nurmaya Rachmawati
mengenai hubungan intensitas pencahayaan dengan kelelahan mata pekerja
komputer di kelurahan X dan Indah Purwanti yang mengkaji tentang analisa
pengaruh pencahayaan terhadap kelelahan mata operator ruang kontrol PT.
XYZ, dari data yang mereka peroleh bahwa intensitas percahayaan yang
kurang baik akan mengakibatkan seseorang mengalami kelelahan mata.
B. Hubungan antara lama penggunaan Laptop terhadap kelelahan mata
1. penelitian Grace P. Kurmasela, J.S.M. Saerang dan Laya Rares pada
Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi mengenai
hubungan waktu penggunaan laptop dengan kelelahan mata yang ditandai
beberapa keluhan yang tercantum pada tabel di bawah adalah sebagai
berikut :
Tabel 1 : Hubungan antara lama paparan cahaya layar monitor dengan
keluhan penglihatan

Hal tersebut menunjukkan bahwa hubungan lama waktu jeda penggunaan


laptop tidak berhubungan secara signifikan dengan keluhan penglihatan
seperti mata terasa gatal, mata terasa nyeri, mata tegang atau lelah, mata
berair, rasa silau, penglihatan kabur atau berbayang, dan sakit kepala, namun
berhubungan secara secara signifikan dengan keluhan peng-lihatan mata
kering .
2. penelitian Nurmaya Rachmawati untuk lama paparan cahaya layar monitor
dengan kelelahan mata pekerja komputer di kelurahan X
Tabel 2 : Hubungan antara lama penggunaan Laptop dengan kelelahan mata di
Kelurahan X

Dalam penelitian ini lama paparan yang diterima oleh tenaga kerja adalah
selama 5-15 jam. Kelelahan mata yang diakibatkan oleh penggunaan
komputer dalam waktu yang lama atau computer vision sindrome akan
muncul setelah 4 jam atau lebih terpapar cahaya layar monitor. Semakin lama
paparan maka akan menimbulkan dampak bagi kesehatan mata seperti mata
lelah, sakit kepala, pandangan kabur, mata kering, mata terasa pegal, dan
keluhana-keluhan lainnya.

PENUTUP
Kesimpulan
Kesimpulan pada penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa
ada hubungan yang signifikan antara intensitas intensitas penerangan dan
lama paparan cahaya layar monitor komputer dengan kelelahan mata

2. Pencahayaan merupakan salah satu faktor untuk mendapatkan keadaan


lingkungan kerja yang aman dan nyaman yang kemudian akan
mempengaruhi produktivitas kerja. Penerangan yang buruk dapat
menimbulkan sakit mata, kelelahan yang cepat timbul dan rasa pening
kepala bagi pekerja.

DAFTAR PUSTAKA
Dina rahmayanti dan angela artha a.L. 2015. Analisis bahaya fisik: hubungan
tingkat pencahayaan dan keluhan mata pekerja pada area
perkantoran health, safety, and environmental (hse) pt. Pertamina ruvi
balongan . universitas andalas padang
Grace P. Kurmasela , J. S. M. Saerang dan Laya Rares. 2013. Hubungan waktu
penggunaan laptop dengan keluhan penglihatan pada mahasiswa
fakultas kedokteran universitas sam ratulangi. Universitas Sam
Ratulangi. Jurnal e-Biomedik (eBM). Volume 1, Nomor 1
Hermawan ady prayoga. 2014. Intensitas pencahayaan dan kelainan refraksi
mata terhadap kelelahan mata. Semarang : jurnal kesehatan
masyarakat. Kemas 9 (2) (2014) 131-136
Indah Purwanti, Purwanto dan Dini Wahyuni. 2013. Analisa pengaruh
pencahayaan terhadap kelelahan mata operator di ruang kontrol pt.
Xyz. Medan : e-jurnal Teknik Industri FT USU. Vol 3, No. 4
Nourmayanti, Dian. 2010. Faktor-Faktor yang Behubungan dengan Keluhan
Kelelahan Mata pada Pekerja Pengguna Komputer di Corporate
Customer Care Center (C4) PT. Telekomunikasi Indonesia. UIN Syarif
Hidayatullah Jakkarta
Nur Ulfah dkk. Pengaruh Usia dan Status Gizi terhadap Ketajaman Penglihatan.
Universitas Jendral Sudirman
Rachmawati, Nurmaya. 2011. hubungan Intensitas Penerangan dan Lama
Paparan Cahaya Layar Monitor dengan Kelelahan Mata Pekerja
Komputer di Kelurahan X. Universitas Sebelas Maret Surakarta
Suciana, Fitri. Hubungan antara Lama Penggunaan Telepon Genggam dengan
Kelelahan Mata. SMA Negeri3 Klaten