Anda di halaman 1dari 24

PENILAIAN, PENGENDALIAN,

PENYEDIAAN, PENGGUNAAN OBAT


Ditetapkan Kepala UPT PKM
Nomor : SPO/UKP/RJ/55 Sungai Raya
Terbitan :1
SPO No.Revisi : 00
Tgl.Mulai : 14 Januari 2017
Berlaku dr.Hj.Liswati Harahap,M.Kes
Halaman : 1/1 NIP. 19701113 2006042 2 002

1. Pengertian Pengendalian adalah suatu kegiatan untuk memastikan tercapainya


sasaran yang diinginkan sesuai dengan strategi dan program yang telah
ditetapkan sehingga tidak terjadi kelebihan dan kekosongan obat di unit
pelayanan kesehatan dasar. ( lengkapi pengertian yg lain sesuai judul)
2. Tujuan Sebagai acuan penerapan dan langkah-langkah agar tidak terjadi
kelebihan dan kekosongan obat di unit kesehatan dasar.
3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas No 821/I.01/2017 tentang Jenis Jenis Pelayanan
4. Referensi Buku Pedoman Pengelolaan Obat Publik dan Pembekalan Kesehatan di
Puskesmas. Direktorat Jenderal Pelayanan Kefarmasian dan Alat
Kesehatan ,Depkes RI Jakarta , cetakan kedua tahun 2004

5. Langkah-Langkah
1. Memperkirakan/menhitung pemakai rata - rata perbulan di puskesmas
2. Menentukan stok pengamanan yaitu jumlah stok yg tersedia untuk mencegah terjadinya
kekosongan obat
3. Menentukan waktu tunggu yaitu waktu yg diperlukan dari mulai pemesanan sampai obat
terima
4. Melakukan penangganan obat hilang dan obat kadaluarsa.
6. Dokum Terkait LPLPO
TENTANG PENYEDIAAN OBAT YANG
MENJAMIN KETERSEDIAAN OBAT
Nomor : SPO/UKP/RJ/57 Ditetapkan Kepala UPT
Terbit ke :1 PKM Sungai Raya
SPO No.Revisi : 00
Tgl.Mulai : 14 Januari 201
Berlaku
Halaman : 1/1 dr.Hj.Liswati Harahap,M.Kes
NIP. 19701113 2006042 2 002

1. Pengertian Pengertiaan ini mengatur penyediaan obat yang menjamin


ketersediaan obat
2. Tujuan Sebagai pedoman dalam melaksanakan penyediaan obat yg
menjamin ketersediaan obat
3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas No 821/I.01/2017 tentang Jenis Jenis
Pelayanan
4. Referensi Permenkes No 30 Tahun 2014 tentang standar pelayanan
kefarmasian di puskesmas.
5. Langkah-Langkah
1. Petugas ruang obat yg diberkan wewenag untuk membuat perencanaan obat membuat
perbekalan yang dibutuhkan di puskesmas Sungai Raya.
2. Petugas membuat perencanaan berdasarkan kebutuhan Puskesmas selama setahun. Apabila
disetujui kepala puskesmas maka rencana kebutuhan obat akan di ajukan ke Dinas
Kesehatan kab/kota. Petugas ruang obat di puskesmas setiap bulanya membuat laporan
LPLPO dan LPOH. (tambah langkah2 jika stok obat habis sebelum waktunya).

6.Unit Terkait
PERESEPAN, PEMESANAN DAN
PENGELOLAAN OBAT
Nomor : SPO/UKP/RJ/58 Ditetapkan Kepala UPT
Terbit ke :1 PKM Sungai Raya
SPO No.Revisi : 00
Tgl.Mulai : 14 Januari 2017
Berlaku
Halaman : 1/1 dr.Hj.Liswati Harahap,M.Kes
NIP. 19701113 2006042 2 002

1. Pengertian Prosedur ini Mengatur pelaksanan peresepan, pemesanan dan


pengelolaan obat
2. Tujuan Sebagai Pedoman dalam melaksanakan peresepan ,pemesanan,dan
pengelolaan obat
3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas Nomor 821/I.30/ADM/2017 tentang
Peresepan, Pemesanan dan Pengelolaan Obat.
4. Referensi Buku Pedoman Pengelolaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan
di Puskesmas ,Direktorat Jenderal Pelayanan Kefarmasian dan Alat
Kesehatan DEPKES RI Jakarta cetakan kedua tahun 2004
5. Langkah-Langkah
1 .Peresepan Obat
a. Obat diresepkan sesuai terapi atas diagnosa dokter.
b. Dalam keadaan emergency atau dokter tidak di tempat kepala ruangan di perbolehkan
memberikan obat sesuai diagnose.
c. Pemberian resep dilakukan oleh petugas ruang obat.

2 .Pemesanan obat
Pemesanan untuk kebutuhan puskesmas dilakukan oleh petugas.
3 .Pengelolaan obat
Pengelolaan obat di puskesmas dilakukan oleh petugas ruang obat
MENJAGA TIDAK TERJADINYA
PEMBERIAN OBAT KADALUARSA
Nomor : SPO/UKP/RJ/59 Ditetapkan Kepala UPT
Terbit ke :1 PKM Sungai Raya
SPO No.Revisi : 00
Tgl. Mulai : 04 Januari 2016
Berlaku
Halaman : 1/1 dr.Hj.Liswati Harahap,M.Kes
NIP. 19701113 2006042 2 002

1. Pengertian Menjaga tidak terjadinya pemberian obat kadaluarsa adalah proses


kegiatan pelayanan obat yg baik kepada pasien sesuai prosedur yg
berlaku.
2. Tujuan Melindungi pasien dari kemungkinan obat rusak atau kadaluarsa
3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas Nomor 821/I.33/ADM/2017 tentang
Penanganan Obat Rusak/Kadaluarsa.
4. Referensi Pedoman Pengelolaan obat Puskesmas, Dirjen kefarmasian dan
Alkes, 2010
5. Langkah-Langkah
1. Petugas obat memeriksa semua obat yang diterima termasuk tanggal kadaluara dan keadaan
fisik barang
2. Petugas obat memasukan obat kedalam gudang penyimpanan obat
3. Petugas obat menyimpan obat dalam rak dan menusun sesuai jenis obat dengan
menggunakan system FIFO dan FEFO
4. Petugas obat melakukan pencatatan obat yg disimpan kedalam kartu stok sebagai kartu
kendali
5. Petugas obat melakukan control rutin tehadap kwalitas obat termasuk tanggal kadaluarsanya
PERESEPAN PISIKOTROPIKA DAN
NARKOTIKA
Nomor : SOP/UKP/RJ/60 Ditetapkan Kepala UPT
Terbit ke :1 PKM Sungai Raya
SPO No.Revisi : 00
Tgl.Mulai : 14 Januari 2017
Berlaku
Halaman : 1/1 dr.Hj.Liswati Harahap,M.Kes
NIP. 19701113 2006042 2 002

1. Pengertian Prosedur ini mengatur pengawasan dan pengendaliuan penggunaan


psikotropika dan narkotika.
2. Tujuan Sebagai pedoman dan pengawasan dan mengendalian penggunaan
psikotropika dan narkotika.
3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas Nomor 821/I.31/ADM/2017 tentang
Presepan Psikotropika dan Narkotika.
4. Referensi Permenkes No 30 tentang standar pelayanan kefarmasian di
puskesmas
5. Langkah-Langkah
a. Pengawasan atas kesesuan diagnosis dengan terapi penggunaan psikotropika dan narkotika.
b. Resep psikotropika dan narkotika diberi penandaan khusus
c. Identifikasi pasien penerima resep psikotropika dan narkotika dan verifikasi saat penyerahan
obat.
d. Alur peresepan obat narkotika dan siapa saja yang meresepkan
PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN
PENGGUNAAN PSIKOTROPIKA DAN
NARKOTIKA Ditetapkan Kepala UPT
Nomor : SOP/UKP/RJ/ PKM Sungai Raya
Terbit ke :1
SPO No.Revisi : 00
Tgl.Mulai : 14 Januari 2017
Berlaku dr.Hj.Liswati Harahap,M.Kes
Halaman : 1/1 NIP. 19701113 2006042 2 002

1. Pengertian Prosedur ini mengatur pengawasan dan pengendalian pengunaan


psikotropika dan narkotika
2. Tujuan Sebagai pedoman dalam pengawasan dan pengendalian pengunaan
psikotropika dan narkotika
3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas Nomor 821/I.31/ADM/2017 tentang
Presepan Psikotropika dan Narkotika.
4. Referensi Buku Pedoman Pengelolaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan
di Puskesmas,Direktorat Jenderal Pelaksanaan Kefarmasian dan
Alat Kesehatan
5. Langkah-Langkah
Langkah-langkah berisi tentang caraa mengawasi cara keluar masuk obat
Pengawasan atas kesesuaian diagnosis dengan terapi penggunaan psikotropika dan narkotika.
Resep psikotropika dan narkotika di beri penandaan khusus.Identitas pasien penerima resep
psikotropika dan narkotika.Pengendalian obat psikotropika dan narkotika harus tertip
administrasi
6. Distribusi Petugas kefarmasian
7. Dokumen Terkait Kartu stok dan resep
PENYIMPANAN OBAT
Nomor : SPO/UKP/RJ/62
Terbit ke :1 Ditetapkan Kepala UPT PKM
Sungai Raya
SPO No.Revisi : 00
Tgl.Mulai : 04 Januari 2016
Berlaku
Halaman : 1/1
dr.Hj.Liswati Harahap,M.Kes
NIP. 19701113 2006042 2 002

1. Pengertian Merupakan suatu kegiatan pengaturan terhadap obat yang diterima


agar aman atau tidak hilang,terhindar dari kerusakan fisik maupun
kimia dan mutunya tetap terjamin,sesuai dengan persyaratan yang
telah ditetapkan.
2. Tujuan Sebagai acuan dalam langkah-langkah untuk penyimpanan obat.
3. Kebijakan SK Kepla Puskesmas Nomor 821/I.01/ADM/2017 tentang Jenis-Jenis
Pelayanan.
4. Referensi Permenkes Nomor 30 Tentang pelayanan kefarmasian tahun 2014
5. Langkah-Langkah
a. Petugas menerima obat dan memasukanya kedalam gudang Puskesmas
b. Petugas menata obat sesuai bentuk dan jenis sediaan obat
c. Petugas mencatat penerimaan tiap item obat pada kartu stok obat.
d. Petugas menyimpan sediaan suppositoria ,ATS, SABU dalam lemari es
e. Petugas menyimpan obat psikotropika dan narkotika dalam lemari khusus
PEMBERIAN OBAT PADA PASIEN DAN
PELEBELAN
Nomor : SPO/UKP/RJ/63 Ditetapkan Kepala UPT
Terbit ke :1 PKM Sungai Raya
SPO No.Revisi : 00
Tgl.Mulai : 14 Januari 2017
Berlaku
Halaman : 1/1 dr.Hj.Liswati Harahap,M.Kes
NIP. 19701113 2006042 2 002

1. Pengertian Pemberian obat kepada pasien dan pelebelan adalah kegiatan


peracikan, pemberiaan etiket dan pemeriksaan obat untuk siap
diberikan kepada pasien
2. Tujuan Untuk menjamin agar pemberian obat dan pelebelan sesuai dengan
resep obat
3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas Nomor 821/I.29/ADM/2017 tentang
Persyaratan Petugas Yang Berhak Menyediakan Obat.
4. Referensi Permenkes Nomor 30 tahun 2014 tentang pelayanan kefarmasian di
Puskesmas
5. Alat dan Bahan 1. ATK
2. Plastik Obat
3. Etiket
6. Langkah-Langkah
a. Petugas menerima resep obat
b. Petugas memasukan obat dan lebel kedalam plastic obat
c. Petugas menulis nama pasien ,tanggal dan aturan pemakaian pada etiket obat sesuai dengan
permintaan resep dengan jelas dan dapat dibaca.
7. Dokumen Terkait Resep Obat, LPLPO
8. Unit Terkait a. Poliklinik Usila
b. Poliklinik Umum
c. Poliklinik Mtbs
d. Poliklinik KIA/KB
e. Poliklinik Gigi
f. UGD
PEMBERIAN INFORMASI PENGGUNAAN
OBAT
Nomor : SOP/UKP/RJ/64 Ditetapkan Kepala UPT
Terbit ke :1 PKM Sungai Raya
SPO No.Revisi : 00
Tgl.Mulai : 14 Januari 2017
Berlaku
Halaman : 1/1 dr.Hj.Liswati Harahap,M.Kes
NIP. 19701113 2006042 2 002

1. Pengertian Langkah langkah petugas dalam memberkan informasi mengenai


penggunaan obat
2. Tujuan Sebagai pedoman dalam memberikan informasi mengenai
penggunaan obat
3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas Nomor 821/I.27/ADM/2017 tentang
Penanggung Jawab Pelayanan Obat.
4. Referensi Permenkes No 30 Tahun 2014 Tentang Pelayanan Kefarmasian di
Puskesmas
5. Alat dan Bahan a. ATK
b. Etiket Obat
6. Langkah-Langkah
a. Memberikan informasi penggunaan obat kepada pasien sesuai resep atau kondisi baik lisan
maupun tulisan.
b. Informasi harus jelas dan mudah dimengerti pasien

7. Dokumen Terkait

8. Unit Terkait
PELAPORAN EFEK SAMPING OBAT
Nomor : SOP/UKP/RJ/66
Terbit ke :1 Ditetapkan Kepala UPT
PKM Sungai Raya
SPO No.Revisi : 00
Tgl.Mulai : 14 Januari 2017
Berlaku
Halaman : 1/1
dr.Hj.Liswati Harahap,M.Kes
NIP. 19701113 2006042 2 002

1. Pengertian Pelaporan efek samping obat adalah suatu proses kegiatan


pemantauan setiap respon terhadap obat yang merugikan atau yg
tidak diharapkan yg terjadi pada dosis normal yg digunakan pada
manusia
2. Tujuan a. Sebagai acuan penerapan langkah-langkah petugas untuk
menemukan efek samping obat sedini mungkin terutama
yg berat,tidak dikenal frekuensinya jarang.
b. Menjaga agar obat efek samping yg pernah terjadi tidak
dibawa lagi oleh pasien.yg bersangkutan ataupun pasien
lain dan tidak dimasukan lagi dalam persediaan obat

3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas Nomor 821/I.27/ADM/2017 tentang


Penanggung Jawab Pelayanan Obat.
4. Referensi Permenkes Nomor 30 Tahun 2014 Tentang Standar Pelayanan
Kefarmasian Di Puskesmas
5. Alat dan Bahan a. ATK
b. Buku laporan ESO
6. Langkah-Langkah
a. Petugas poli /UGD menerima keluhan pasien ESO
b. Petugas poli /UGD menanyakan riwayat alergi sebelumnya
c. Petugas poli /UGD menjelaskan alur tentang ESO dan mencatat kejadian ESO di buku
laporan ESO.
d. Petugas poli /UGD memberikan resep pengganti
e. Petugas Poli/UGD memberi laporan tentang ESO kepada petugas ruang obat.

7. Dokumen Terkait a. Buku Rekam medic


b. Buku laporan ESO
8. Unit Terkait a. Poliklinik Usila
b. Poliklinik Umum
c. Poliklinik Mtbs
d. Poliklinik KIA/KB
e. Poliklinik Gigi
f. UGD
PEMBERIAN INFORMASI MENGENAI
EFEK SAMPING OBAT ATAU EFEK
SAMPING YANG TIDAK DI HARAPKAN Ditetapkan Kepala UPT
Nomor : SPO/UKP/RJ/ PKM Sungai Raya
Terbit ke :1
SPO No.Revisi : 00
Tgl.Mulai : 14 Januari 2017
Berlaku dr.Hj.Liswati Harahap,M.Kes
Halaman :1 NIP. 19701113 2006042 2 002

1. Pengertian Suatu proses pemberian informasi mengenai efek samping obat atau
efek samping yang tidak diharapkan
2. Tujuan Agar pasien dapat menggunakan obat yang diterima sesuai sesuai
cara pemakaiannya dan mengurangi kesalahan pemakaiannya.
3. Kebijakan
4. Referensi Standar pelayanan kefarmasian di Puskesmas Kemenkes 2014
5. Alat dan Bahan
6. Langkah-Langkah
a. Memanggil pasien /keluarganya serta memastikan identitas pasien sudah benar.
b. Menyerahkan obat yang telah diperiksa kepada pasien/keluarga pasien disertai dengan
memberikan informasi tentang kemungkinan terjadinya efek samping obat atau efek
samping yang tidak diharapkan.

7. Dokumen Terkait
8. Unit Trkait
TINDAK LANJUT EFEK SAMPING OBAT
DAN KTD
Nomor : Ditetapkan Kepala UPT
Terbit ke :1 PKM Sungai Raya
SPO No.Revisi : 00
Tgl.Mulai : 14 Januari 2017
Berlaku
Halaman :1 dr.Hj.Liswati Harahap,M.Kes
NIP. 19701113 2006042 2 002

1. Referensi Prosedur ini mencakup semua kegiatan yg terkait dengan


identifikasi,dokumentasi,dan pelaporan kasus KTD
2. Tujuan Pelayanan klinis yang bermutu sangat dipenggaruhi oleh
kemampuan puskesmas dalam
mengidentifikasi,dokumentasi,menganalisis dan melaporkan segala
permasalan mutu pelayan klinis seperti KTD
3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas Nomor 800/KAPUS/III.45/2017 tentang
Penanganan Kejadian Tidak Diharapkan, Kejadian Potensial
Cedera, dan Kejadian Nyaris Cedera.
4. Referensi
5. Alat dan Bahan
6. Langkah-Langkah
1. Menjelaskan kepada pasien tentang tindak lanjut yang akan dilakukan jika sudah terjadi
KTD.
2. Memeriksa kondisi pasien yang telah mengalami efek samping obat dan KTD.
3. Menarik kembali obat yang telah diberikan kepada pasien dan memberikan penanganan
kepada pasien.
4. Petugas mencatat
5. Kepala Puskesmas dan Tim peningkatan mutu pelayanan mengadakan analisis penyebab dan
tindak lanjut penangganan

7. Dokumen Terkait a. Laporan ESO


b. Buku Rekam Medis
8. Unit Terkait UGD
PENYEDIAAN OBAT EMERGENCY DI
UNIT KERJA
Nomor : SPO/UKP/RJ/71 Ditetapkan Kepala UPT
Terbit ke :1 PKM Sungai Raya
SPO No.Revisi : 00
Tgl.Mulai : 14 Januari 2017
Berlaku
Halaman : 1/1 dr.Hj.Liswati Harahap,M.Kes
NIP. 19701113 2006042 2 002

1. Pengertian Penyimpanan obat emergency di unit pelayanan adalah


penyimpanan obat-obat tertentu yg dibutuhkan pasien secara cepat
2. Tujuan Agar menjamin ketersediaan dan keamanan penyimpanan obat.
3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas Nomor 821/I.35/ADM/2017 tentang
Penyediaan Obat-Obat Emergensi di Unit Kerja.
4. Referensi Permenkes Nomor 30 Tahun 2014 Tentang Standar Pelayanan
Kefarmasian Di Puskesmas
5. Alat dan Bahan
5. Prosedur/Langkah-Langkah
a. Siapkan obat yg akan disimpan dalam kotak emergency sesuai dengan daftar obat
emergency.
b. Kunci kotak emergency dipegang oleh salah satu petugas UGD yang bertanggung jawab
terhadap obat-obat emergency di UGD.

7. Dokumen Terkait
8. Unit Terkait
PENYEDIAAN DAN PENGGUNAAN OBAT
Nomor :
Terbit ke :1 Ditetapkan Kepala UPT
SPO No.Revisi : 00 PKM Sungai Raya
Tgl.Diberlaku : 14 Januari 2017
Halaman :1

dr.Hj.Liswati Harahap,M.Kes
NIP. 19701113 2006042 2 002

1 . Pengertian Penyediaan dan penggunaan obat adalah kegiatan untuk seleksi


obat untuk menentukan jumlah dan jenis obat dalam rangka
pemenuhan kebutuhan puskesmas tiap bulan berdasarkan pola
konsumsi dan pola penyakit sesuai penggunaan obat /resep
2 . Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah langkah untuk melakukan
penyediaan dan penggunaan obat.
3 . Kebijakan
4 . Referensi Permenkes Nomor 30 tentang pelayanan kefarmasian di Puskesmas
tahun 2014
5. Alat dan Bahan ATK

5 . Langkah-Langkah
Penyediaan Obat
a. Petugas ruang obat mengajukan permintaan obat berdasarkan kebutuhan obat
dipuskesmas ke gudang farmasi DINAS KESEHATAN.
b. Petugas ruang obat mengecek obat yang diterima dari gudang farmasi DINAS
KESEHATAN.
c. Petugas ruang obat menerima obat dan membawa ke pukskesmas
d. Petugas menghitung jumlah resep harian
e. Petugas merekap jumlah pengeluaran obat.
f. Petugas melakukan stok di kartu stok harian.
g. Petugas merekap penggunaan obat selam 1 bulan.
h. Petugas merekap resep selama 1 bulan.
i. Petugas menghitung dan menentukan jumlah kebutuhan obat dalam satu bulan.
Penggunaan Obat
a. Petugas ruang obat menerima resep obat
b. Petugas ruang obat memberikan obat sesuai resep
c. Petugas menghitung jumlah resep harian
d. Petugas merekap jumlah pengeluaran obat.
e. Petugas melakukan stok di kartu stok harian.
f. Petugas merekap penggunaan obat selam 1 bulan.
g. Petugas merekap resep selama 1 bulan.
h. Petugas menghitung dan menentukan jumlah kebutuhan obat dalam satu bulan.
7. Dokumen Terkait a. Laporan LPLPO
b. Kartu Stok
8 . Unit terkait a. Poli Umum
b. Poli MTBS dan Imunisasi
c. Poli gigi.
d. Poli KIA-KB.
e. Pustu dan Poskesdes.
IDENTIFIKASI DAN PELAPORAN
KESALAHAN PEMBERIAN OBAT DAN
KNC Ditetapkan Kepala UPT
Nomor : PKM Sungai Raya
Terbit ke :1
SPO No.Revisi : 00
Tgl.Mulai : 14 Januari 2017
Berlaku dr.Hj.Liswati Harahap,M.Kes
Halaman : 1/2 NIP. 19701113 2006042 2 002

1 . Pengertian 1. Identifikasi dan Pelaporan Kesalahan Pemberian Obat dan KNC


adalah serangkaian kegiatan untuk menangani apabila terjadi
kejadian kesalahan dalam pemberian obat dan KNC
2. Kejadian Nyaris Cedera (KNC) adalah suatu kesalahan akibat
melaksanakan suatu tindakan (comission) atau tidak mengambil
tindakan yang seharusnya diambil yang dapat mencederai pasien.

2 . Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk menangani


apabila terjadi kesalahan dalam pemberian obat dan KNC.
3 . Kebijakan
4 . Referensi Permenkes No. 30 Thn 2014 Tentang Standar Pelayanan
Kefarmasian Di Puskesmas
5. Alat dan Bahan

6 . Langkah-Langkah
a. Petugas mengulangi penjelasan kepada pasien mengenai kegunaan obat, dosis dan efek
samping obat,
b. Petugas memberikan kesempatan kepada pasien untuk menanyakan kembali hal-hal yang
belum dimengerti,
c. Petugas menerima laporan apabila terjadi kesalahan pemberian obat dan KNC,
d. Petugas melaporkan kejadian kesalahan pemberian obat dan KNC ke Dokter Penanggung
Jawab Pasien.
e. Petugas segera melakukan tindakan pencegahan atau penanganan agar tidak membahayakan
keselamatan pasien,
f. Petugas membuat Laporan Insidennya, yang berupa :
1. Data Pasien yang mengalami kesalahan pemberian obat dan KNC,
2. Waktu kejadian,
3. Insiden yang terjadi,
4. Kronologi kejadian,
5. Tempat kejadian.
g. Petugas memeriksa laporan dan melakukan investigasi terhadap insiden yang dilaporkan
h. Petugas melaporkan kejadian tersebut ke Tim
i. Keselamatan Pasien di Puskesmas,
j. Petugas membuat laporan untuk mencegah kejadian yang sama terulang kembali.
k. Petugas melaporkan laporan, rekomendasi dan rencana kerja kepada atasan.
Petugas memberikan umpan balik kepada unit kerja terkait

7. Dokumen Terkait

8 . Unit terkait 1. Ruang Obat


2. Sub Unit Pelayanan Puskesmas.
PENGGUNAAN OBAT YANG DI BAWA
SENDIRI OLEH PASIEN/KELUARGA
Nomor : SPO/UKP/RJ/ Ditetapkan Kepala UPT
Terbit ke :1 PKM Sungai Raya
SPO No.Revisi : 00
Tgl.Mulai : 14 Januari 2017
Berlaku
Halaman : 1/2 dr.Hj.Liswati Harahap,M.Kes
NIP. 19701113 2006042 2 002

1. Pengertian 1. Penggunaan obat yang dibawa sendiri oleh pasien/keluarga


adalah penggunaan obat yang dibawa sendiri oleh
pasien/keluarga, diluar resep dokter Puskesmas Kecamatan
Cilandak
2 Prosedur ini diutamakan untuk pasien rawat inap di Rumah
Besalin
2. Tujuan Prosedur ini sebagai acuan dalam penggunaan obat yang
dibawa sendiri oleh pasien/keluarga di Puskesmas
3. Kebijakan 1. SK kepala Puskesmas Kecamatan Cilandak No: Tahun
2015 tentang Penggunaan obat yang dibawa sendiri oleh
pasien /keluarganya
2. Untuk pasien rawat jalan yang tidak membawa contoh obat,
maka minum obat diberhentikan sementara waktu

4. Referensi Pedoman pengelolaan obat dan standar pelayanan obat di


Puskesmas
5. Langkah-Langkah
1. Petugas obat menerima resep dari psien/keluarga
2. Petugas obat memeriksa, membaca dan meneliti resep apakah sesuai dengan ketentun penulisan
resep
3. Petugas obat memastika obat yang ditulis tidak : overdosis, konta indikasi dan ada interaksi obat
4. Petugas obat menyiapkan obat sesuai yang ditulis di dalam lembaran resep
5. Petugas obat menulis etiket obat, dengan mencantumkan nama pasien, tanggal dan aturan pakai
6. Asisten Apoteker/Apoteker memanggil nama pasien dengan memeriksa kembali identitas pasien,
umur, berobat dari poli mana?
7. Asisten Apoteker/Apoteker menanyakan pada pasien apakah ada kemungkinan obat yang dibawa
senidri oleh paeien/keluarga untuk diganakan dalam pengobatan penyakit tertentu
8. Jika ada, Asisten Apoteker/Apoteker memeriksa obat yang digunakan /dibawa sendiri oleh
pasien oleh pasien baik :
- Jenis obat
-Jumlah obat
- Keadaan Obat
6. Alat dan Bahan 1. Obat yang di bawa oleh pasien dan keluarga
2. Resep Obat

PETUNJUK PENYIMPANAN OBAT DI


RUMAH
Nomor : Ditetapkan Kepala UPT
Terbit ke :1 PKM Sungai Raya
SPO No.Revisi : 00
Tgl.Mulai : 14 Januari 2017
Berlaku
Halaman :1 dr.Hj.Liswati Harahap,M.Kes
NIP. 19701113 2006042 2 002

1 . Pengertian Petunjuk penyimpanan obat di rumah adalah informasi yang


diberikan kepada pasien tentang bagaimana cara menyimpan dan
memeliharaobat yang diterima
2 . Tujuan 1. Menjaminkeamananobat secara fisik ataupun kimia selama di
rumah pasien.
2 Mengurangipenggunaanobat yang salah.
3 . Kebijakan 1. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 30 tahun 2014
tentang standar pelayanan kefarmasian di Puskesmas
2. Surat Keputusan Kepala Puskesmas No. Tahun 2016
tentang penilaian
3. Pengendalian,Penyediaan,Penggunaan obat dan Bahan
Medis Habis Pakai
4 . Referensi 1. Pedoman Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas, Dirjen Binfar
Depkes RI tahun 2006.
2. Buku Pedoman Pengelolaan Obat Publik dan Perbekalan
Kesehatan Di Puskesmas, Dirjen Yanfar dan Alkes Depkes RI,
2003
3. Pedoman Cara Pelayanan Kefarmasian Yang Baik (CPFB), Ali
Mashuda, Kerjasama Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan
Alatkesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
dengan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia, 2011
4. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 30
Tahun 2014 Tentang Standar Pelayanan Kefarmasian Di
Puskesmas
5 . Lankah-Llangkah
1. Alat
2. Alat tulis
3. Bahan
4. Obat-obatan yang diserahkan ke pasien

6 . Unit terkait
PENCATATAN, PEMANTAUAN,
PELAPORAN, EFEK SAMPING OBAT DAN
KTD Ditetapkan Kepala UPT
Nomor : SPO/UKP/RJ/67 PKM Sungai Raya
Terbit ke :1
SPO No.Revisi : 00
Tgl.Mulai : 14 Januari 2017
Berlaku dr.Hj.Liswati Harahap,M.Kes
Halaman : 1/2 NIP. 19701113 2006042 2 002

1. Pengertian Pencatatan, Pemantauan, Pelaporan Efek Samping Obat (ESO)


adalah kegiatan pencatatan, pemantauan, dan pelaporan setiap
respon tubuh terhadap Obat yang merugikan atau tidak diharapkan
yang terjadi pada dosis normal yang digunakan pada manusia untuk
tujuan profilaksis, diagnosis dan terapi atau memodifikasi terapi
Obat.
Kejadian tidak diinginkan (KTD) adalah insiden yang
mengakibatkan cedera pada pasien akibat melakukan tindakan atau
tidak melakukan suatu tindakan yang seharusnya diambil dan bukan
karena penyakit dasarnya atau kondisi pasien.
2. Tujuan Sebagai pedoman petugas untuk melakukan Pencatatan,
Pemantauan, Pelaporan Efek Samping Obat (ESO) dan Kejdian
Tidak Diharapkan (KTD)
3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas Nomor821/I.34/ADM/2017 tentang
Penanggung Jawab Tindak Lanjut Pelaporan.
4. Referensi Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 30 Tahun 2014 tentang
Standar Pelayanan kefarmasian di Puskesmas
5. Langkah-Langkah
a. Petugas kesehatan mencatat kejadian efek samping dan KTD beserta langkah-langkah
tindakan medis dan non medis yang telah dilakukan.
b. Petugas kesehatan menyerahkan hasil pencatatan indikasi terjadinya efek samping obat dan
langkah medis yang telah dilakukan kepada petugas obat.
c. Petugas menyerahkan laporan KTD kepada Tim Keselamatan Pasien Puskesmas.
d. Petugas Obat merekap dan indikasi efek samping
e. Petugas membuat laporan efek samping obat menggunakan Formulir MESI.
f. Kepala Puskesmas memeriksa dan menanda tangani Laporan Monitoring Efek Samping
Obat.
g. Petugas Obat melaporkan ke Pusat Monitoring Efek Samping
Obat Nasional
6. Unit Terkait 1. UGD
2. Poli Klinik Umum
3. Poli Klinik Gigi
4. Poli Klinik MTBS
5. Poli Klinik KIA-KB
EVALUASI KETERSEDIAAN OBAT
TERHADAP FORMULARIUM, HASIL
EVALUASI DAN TERHADAP TINDAK Ditetapkan Kepala UPT
LANJUT PKM Sungai Raya
Nomor :
Terbit ke :1
SPO No.Revisi : 00
dr.Hj.Liswati Harahap,M.Kes
Tgl.Mulai : 14 Januari 2017
Berlaku NIP. 19701113 2006042 2 002
Halaman : 1/3

1. Pengertian a. Evaluasi ketersediaan obat terhadap formularium adalah suatu


proses yang sistematis untuk menentukan sampai sejauh mana
ketersediaan obat terhadap formularium telah tercapai
b. Hasil Evaluasi adalah menjadi umpan balik program yang
memerlukan perbaikan,kebutuhan yang belum
terlayani,kemampuan dalam melakukan program,dampak
program terhadap perubahan perilaku,prestasi kerja,peningkatan
mutu
c. Tindak lanjut adalah memperbaiki hal hal yang di pandang
lemah,kurang tepat,kurang relevan dengan tujuan yang ingin di
capai dan mengembangkan program dengan cara menambah atau
merubah beberapa hal yang di pandang dapat meningkatkan
kualitas atau efektifitas program
d. Petugas farmasi adalah: asisten apoteker yang di beri tanggung
jawab dan wewenang untuk melaksanakan pekerjaan
kefarmasian
e. Pasien adalah: seorang yang mendapatkan layanan kesehatan
Formularium adalah daftar obat yang digunakan oleh puskesmas,
yang berisi panduan terapi pasien, biasanya berisi nama obat
generik dikelompokkan dalam terapi penyakit disertai dengan
beberapa alternatif nama generik bermereknya sekitar 2-3 item.
Seiring dengan perkembangannya, formularium diperbaharuisetiap
tahun dan ditambahkan/dikuranginya itemmelalui prosedur tertentu.
2. Tujuan Prosedur ini bertujuan untuk menerangkan sistem evaluasi
kesesuaian peresepan dengan formularium,hasil evaluasi dan tindak
lanjut
3. Kebijakan Setiap kegiatan pengelola obat dalam melakukan evaluasi
kesesuaian peresepan dengan formularium di Puskesmas harus
mengikuti langkah langkah SOP
4. Referensi
5. Langkah-Langkah
1. Petugas Farmasi menginformasikan kepada Petugas Medis ttg isi Formularium
2. Petugas Farmasi mengambil sampling 5 resep setiap hari
3. Petugas farmasi mengumpulkan data resep selama 3 bulan terakhir.
4. Petugas Farmasi merekap data resep selama 3 bulan terakhir
5. Petugas farmasi mengumpulkan data tentang jenis obat yang tertulis diresep tetapi tidak
tersedia di Formularium Puskesmas
6. Petugas farmasi mencatat total jenis obat yang tidak masuk dalam Formularium Puskesmas
7. Petugas Farmasi menghitung jumlah jenis obat yang tidak masuk dalam Formularium
Puskesmas ( A )
8. Petugas Farmasi mengumpulkan data jenis obat di Puskesmas yang tercantum di Formularium (
Doen 2011 )
9. Petugas farmasi mencatat total jenis obat di Puskesmas yang tercantum di Formularium ( Doen
2011 )
10. Petugas Farmasi menghitung jumlah jenis obat di Puskesmas yang tercantum di Formularium (
Doen 2011 ), ( B )
11. Petugas Farmasi menghitung prosentase antara obat yang tidak sesuai Formularium dengan
jumlah jenis obat di Puskesmas yang tercantum di Formularium ( Doen 2011 ),dengan rumus :

Ax100 % = C%

B
12. 12. Petugas Farmasi melaporkan hasil evaluasi kesesuaian peresepan dengan formularium kepada
kepala Puskesmas

13. Kepala Puskesmas menindaklanjuti dari hasil evaluasi kesesuaian peresepan dengan
formularium dengan melaksanakan pertemuan dalam rangka pembinaan terhadap Petugas Penuli
6. Unit Terkait 1. Tim mutu Puskesmas,

2. Koordinator pelayanan klinis,

3. Koordinator administrasi dan manajemen,

4. Koordinator upaya Puskesmas,

5. Kepala Puskesmas