Anda di halaman 1dari 2

PENGELOLAAN HIGH ALERT MEDICINE

Nomor : No.revisi : Halaman :


./RSPM/SPO-
IGD/X/2016 0 1/2

SPO Tanggal terbit


Pengertian : Pengelolaan High Alert Medicine adalah prosedur yang dilakukan
tenaga kesehatan (dokter, apoteker, petugas farmasi, dan perawat)
yang terlibat dalam identifikasi, peresepan, penyimpanan, penyiapan,
dan pemberian obat yang termasuk dalam high alert medicine
Tujuan : 1. Identifikasi High Alert Medicine untuk semua tenaga kesehatan
dalam peresepan, penyiapan, penyimpanan, dan pemberian.
2. Penyimpanan, penyiapan, dan pemberian High Alert Medicine secara
aman.
Kebijakan : Peraturan Direktur RS QIM NO.003/PD-RS.QIM/XII/2013 tentang
Kebijakan Sasaran Keselamatan Pasien Rumah Sakit
Prosedure : 1. Identifikasi
Obat-obat yang termasuk dalam High Alert Medicine adalah
a. LASA (Look Alike Sound Alike).
b. Insulin.
c. Elektrolit Konsentrat (KCL, NaCl 3%, Dextrose 40%, MgSO4).
d. Opium atau Narkotik dan kelompok heparin.
e. Agonis Adrenergic.
2. Peresepan
a. Pelayanan High Alert Medicine harus atas instruksi dokter.
b. Perhitungan dan penetapan dosis dilakukan oleh dokter dengan
seksama dan mempertimbangkan kondisi pasien, serta monografi
obat.
c. Dokter yang berwenang memberikan instruksi adalah dokter yang
merawat, dokter ICU, dokter IGD.
3. Penyimpanan
a. High Alert Medicines disimpan di kotak khusus High Alert
Medicines.
b. Petugas farmasi menempel stiker High Alert pada rak obat dan
ampul atau vial obat-obat yang termasuk dalam daftar High Alert
Medicine.
PENGELOLAAN HIGH ALERT MEDICINE

Nomor : No.revisi : Halaman :


./RSPM/SPO-
IGD/X/2016 0 2/2

Prosedure : c. Petugas farmasi menempel stiker High Alert Insulin pada setiap
Insulin pen.
d. Petugas farmasi menempel stiker PERINGATAN KCL pada KCL
ampul plastik 25 ml.
e. Petugas farmasi menempel stiker Look Alike Sound Alike (LASA)
pada obat yang termasuk dalam daftar obat LASA.
4. Penyiapan
a. Penyiapan dilakukan sesuai Standar Prosedur Operasional
Pelayanan Perbekalan Farmasi Pasien Jalan dan Rawat Inap.
b. Petugas farmasi menyiapkan High Alert Medicine dengan teliti agar
tidak terjadi kesalahan obat.
5. Pemberian (administrasi)
a. Dokter atau perawat yang memberikan obat kepada pasien
mengidentifikasi High Alert Medicine.
b. Dokter atau perawat mengecek High Alert Medicine yang
diberikan dengan resep atau instruksi (obat, pasien, dosis, rute,
waktu pemberian).
c. Dokter atau perawat memberikan High Alert Medicine kepada
pasien dengan benar.
Unit Terkait : IRNA
Instalasi Farmasi
IGD
ICU
Perinatologi
VK