Anda di halaman 1dari 5

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Masalah kesehatan merupakan masalah yang ada di tiap-tiap

negara, baik negara miskin, negara berkembang, dan negara maju.

Negara miskin cenderung dengan masalah gizi kurang, berkaitan

dengan penyakit infeksi dan negara maju cenderung dengan masalah

gizi lebih, berkaitan dengan penyakit degeneratif, seperti jantung,

tekanan darah tinggi dan diabetes. Sementara itu, pada negara

berkembang seperti Indonesia mempunyai masalah gizi ganda yakni

perpaduan masalah gizi kurang dan masalah gizi lebih. Dimana

masalah gizi kurang belum teratasi, masalah gizi lebih mulai muncul

pada golongan masyarakat tertentu di kota-kota besar (Soekirman,

2000). Istilah gizi lebih sering digunakan untuk menggambarkan

overweight atau obesitas (Subardja, 2004). Masalah obesitas bukan

saja ditemukan pada orang dewasa tetapi saat ini telah ditemukan

juga pada anak-anak (Koernia, 2011).

Pada tahun 2005, sekurang-kurangnya 20 juta anak-anak usia

di bawah 5 tahun di dunia mengalami overweight, World Health

Organization (WHO, 2006). Obesitas merupakan epidemik yang terus

berkembang di Amerika Serikat. Data dari American Heart Association

(AHA) pada tahun 2011, terdapat 12 juta (16,3%) anak di Amerika

yang berumur 2-19 tahun sebagai penyandang obese. Masalah

obesitas saat ini bukan hanya terjadi pada negara barat saja seperti

1
2

Amerika tetapi juga sudah banyak ditemukan di negara-negara

berkembang, misalnya saja Indonesia (Kemenkes, 2012).

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun

2007, prevalensi nasional obesitas umum pada penduduk berusia

15 tahun adalah 10,3% terdiri dari (laki-laki 13,9%, perempuan

23,8%). Sedangkan prevalensi berat badan berlebih anak-anak usia

6-14 tahun pada laki-laki 9,2% dan pada perempuan 6,4%. Angka ini

hampir sama dengan estimasi WHO sebesar 10% pada anak usia 5-

17 tahun. Sedangkan berdasarkan Riset Kesehatan Dasar tahun

2010, prevalensi kegemukan dan obesitas pada anak sekolah (6-12

tahun) sebesar 9,5%.

Di Nusa Tengara Barat menurut data RISKESDAS tahun 2007

masalah kegemukan (obesitas) sudah terlihat tinggi dengan

prevalensi 13,8% (nasional 19,1%). Semua kabupaten/kota di

provinsi-provinsi lainnya memiliki prevalensi kegemukan yang tinggi

(di atas 10%), dengan prevalensi tertinggi di Kota Mataram (19,8%).

Sekolah Dasar Negeri 02 Cakranegara adalah salah satu

sekolah negeri yang berada di Kota Mataram dengan jumlah siswa

dan siswi 935 anak, dengan jumlah laki-laki 457 anak dan perempuan

478 anak. Dari survey awal yang dilakukan dengan pengukuran

terhadap 15 orang anak dengan menggunakan grafik pertumbuhan

menurut CDC (Centers for Disease Control and Prevention) yang

dibedakan sesuai jenis kelamin, diperoleh hasil bahwa 9 orang anak

mengalami obesitas, 2 orang anak mengalami kelebihan berat bedan

2
3

(overweight) dan 4 orang anak termasuk dalam kategori berat badan

sehat (healthy weight).

Kemungkinan obesitas anak untuk berlanjut menjadi obesitas

di usia dewasa tergantung pada beberapa hal seperti usia, obesitas

orang tua, dan derajat obesitas anak tersebut (Kliegman, 2006).

Kegemukan dan obesitas juga disebabkan oleh faktor lingkungan.

Pengaruh faktor lingkungan terutama terjadi melalui

ketidakseimbangan antara pola makan, perilaku makan dan aktivitas

fisik. Hal ini terutama berkaitan dengan perubahan gaya hidup yang

mengarah pada sedentary life style (Kemenkes, 2012).

Anak yang obesitas akan terancam berbagai masalah

kesehatan yang memicu terjadinya masalah perilaku dalam bekerja,

berolahraga dan bahkan menyebabkan anak malas serta menurunkan

kemampuan berkonsentrasi dalam belajar yang mengakibatkan

prestasi belajar anak menurun. Selain itu obesitas dapat menurunkan

angka harapan hidup dan mengganggu perkembangan psikologis

anak dan jika tidak segera diatasi dan berlangsung terus menerus

hingga dewasa, kemungkinan berisiko tinggi menderita penyakit

degeneratif, seperti hipertensi, jantung koroner dan diabetes mellitus

(Nirwana, 2012).

Sulitnya mengatasi obesitas menyebabkan prioritas

tatalaksana obesitas diutamakan pada usaha pencegahan, yang

berarti diawali dari pencegahan obesitas pada masa anak.

Pencegahan dan penanggulangan kegemukan dan obesitas pada

3
4

anak sekolah merupakan suatu upaya komprehensif yang melibatkan

stakeholder yang ada di wilayah. Kegiatan pencegahan dan

penanggulangan kegemukan dan obesitas pada anak sekolah

meliputi promosi, penemuan dan tatalaksana kasus yang dalam

pelaksanaannya melibatkan anak, orangtua, guru, komite sekolah dan

stakeholder (Kemenkes, 2012).

Fenomena tersebut perlu dikaji lebih dalam untuk diadakan

suatu penelitian guna mengetahui pengetahuan dan sikap siswa-siswi

SDN 02 Cakranegara tentang pencegahan obesitas sehingga peneliti

tertarik untuk mengangkatnya dalam bentuk KTI (Karya Tulis Ilmiah)

dengan judul Pengetahuan dan Sikap Siswa Tentang Pencegahan

Obesitas di SDN 02 Cakranegara.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas maka penulis dapat

merumuskan masalah penelitian sebagai berikut : Bagaimanakah

pengetahuan dan sikap siswa tentang pencegahan obesitas di SDN

02 Cakranegara ? .

C. Tujuan Penelitian

1. Tujuan Umum

Untuk mengetahui pengetahuan dan sikap siswa tentang

pencegahan obesitas.

4
5

2. Tujuan Khusus

a. Mengidentifikasi karakteristik responden yang meliputi umur,

jenis kelamin, pendidikan terakhir orang tua, pekerjaan orang

tua, sumber informasi.

b. Mengidentifikasi pengetahuan siswa SDN 02 Cakranegara

tentang pencegahan obesitas

c. Mengidentifikasi sikap siswa SDN 02 Cakranegara tentang

pencegahan obesitas

D. Manfaat Penelitian

1. Manfaat untuk responden

Meningkatkan pengetahuan siswa tentang pencegahan obesitas.

2. Manfaat untuk SDN 02 Cakranegara

Dapat dijadikan sebagai sumber pengetahuan tentang

pencegahan obesitas pada anak usia sekolah sehingga sekolah

dapat membuat program untuk pencegahan dari obesitas itu

sendiri. Misalnya dengan menambah jumlah jam olahraga dan

menyediakan kantin dengan menu sehat.

3. Manfaat bagi peneliti

Penelitian ini dapat menambah pengetahuan dan wawasan serta

dapat mengaplikasikan teori yang terdapat dalam karya tulis ilmiah

ini dalam kehidupan sehari-hari.