Anda di halaman 1dari 10

hesti anggrani

anak kandang akan terus berjuang!!!

05MAR / 2013

laporan ipn
Laporan Praktikum Ke : 3 Hari/Tanggal : 8 Maret 2012

Integrasi Proses Nutrisi Tempat Praktikum : Lab. Fisiologi (BFM)

Nama Asisten :1. Ibu Adriani

2. Febynia Mutiara Zainatha

3. Rika Zahera

4. Dwi Wahyu Nugraeni

5. Dea Justia Nurnana

AKTIVITAS ENZIM

Hesti Anggrani

D14100056

Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan

Fakultas Peternakan

Institut Pertanian Bogor

2012

Pendahuluan
Latar Belakang

Suatu enzim bekerja secara khas terhadap suatu substrat tertentu. Kekhasan
inilah ciri suatu enzim. Ini sangat berbeda dengan katalis lain (bukan enzim) yang dapat
bekerja terhadap berbagai macam reaksi. Enzim urease hanya bekerja terhadap urea
sebagai substratnya. Tetapi, ada juga enzim yang bekera terhadap lebih dari satu
substrat, namun enzim tersebut tetap mempunyai kekhasan tertentu.

Fungsi suatu enzim adalah sebagai katalis untuk proses biokimia yang terjadi di dalam
sel maupun di luar sel. Suatu enzim dapat mempercepat reaksi 108 sampai 1011 kali lebih
cepat daripada apabila reaksi tersebut dilakukan tanpa katalis. Jadi, enzim dapat
berfungsi sebagai katalis yang sangat efisien, disamping itu mempunyai derajat
kekhasan yang tinggi. Seperti juga katalis lainnya, maka enzim dapat menurunkan
energi aktivasi suatu reaksi kimia. Reaksi kimia ada yang membutuhkan energi (reaksi
endergonik) dan ada pula yang menghasilkan energi atau mengeluarkan energi
(eksergonik)(Ana Poedjiadi, 2005).

Aktivitas enzim dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu suhu; pH dan keasaman;
konsentrasi substrat, enzim, dan kofaktor; inhibitor enzim; serta toksik enzim. Karena
enzim adalah protein, maka enzim dalam pakan yang rentan terdenaturasi atau rusak
oleh enzim pencernaan atau sesuatu yang dapat mengubah struktur enzim terutama
suhu panas. Umumnya enzim mengalami denaturasi pada suhu diatas 50oC. Walaupun
demikian ada beberapa enzim yang tahan terhadap suhu tinggi, misalnya taka-diastase
dan tripsin. Enzim urease merupakan enzim yang menguraikan urea menjadi ammonia
dan karbondioksida. Peran utama urease adalah menyediakan energi internal dan
eksternal bagi organisme untuk menggunakan urea atau hidroksiurea sebagai sumber
nitrogen. Faktor yang mempengaruhi aktivitas urease adalah konsentrasi, suhu, dan pH.
Aktivitas urease meningkat sebanding dengan peningkatan suhu.

Tujuan

Tujuan praktikum kali ini yaitu agar praktikan mengetahui pengaruh suhu dan
lama perlakuan suhu terhadap aktivitas enzim urease dalam katalisis reaksi kimia.

Tinjauan Pustaka

Enzim
Enzim merupakan katalis hayati yaitu senyawa organik yang dihasilkan oleh sel-
sel hidup (Pelezar dan Chan, 1986 ), terdiri dari satu atau beberapa gugus polieptida
(protein). Enzim dapat diproduksi dengan cara mengekstraksi komponen tanaman,
hewan, mikroorganisme (Darwis dan Sukara, 1989). Tanpa enzim suatu reaksi selular
akan berlangsung sangat lambat, bahkan mungkin tidak terjadi reaksi.enzim bersifat
sangat spesifik dalam mengkatalis reaksi, sehingga meskipun jumlah enzim ribuan di
dalam sel dan substrat pun sangat banyak, tidak akan terjadi kekeliruan (Suhahib,
1992).

Kacang Kedelai

Kacang kedelai mengandung protein 37,7 gr ; kalsium 245,5 mg ; fosfor 632,4 mg; besi
8,6 mg ; dan vitamin B1 1,2 mg lebih tinggi dibandingkan dengan kacang tanah, kacang
merah, dan kacang hijau. Menurut Somaatmadja (1964) protein kedelai mempunyai
sifat khusus yaitu mampu mengikat air, memiliki daya emulsi, pembentuk gel,
pembentuk lapisan film, pembentuk adonan, dan pengental.

Kacang kedelai mempunyai rasa langu karena keberadaan enzim lipoksigenase. Enzim
ini umumnya terdapat pada bagian lembaga pada kacang-kacangan. Kacang kedelai
mempunyai aktivitas enzim lipoksigenase paling aktif daripada kacang tanah, kacang
hijau dan kacang merah (Ketaren, 1986). Enzim lipoksigenase mengkatalisa oksida
asam lemak tidak jenuh sehingga menjadi tengik dan tidak stabil selama penyimpanan.
Kacang kedelai mengandung asam lemak tidak jenuh sebesar 85% (Somaatmadja,
1964). Pembentukan bau terjadi akibat aktivitas enzimatik dari lipoksigenase (Wolf,
1975).

Kacang Tanah

Kacang tanah memiliki kandungan lemak 44,6 gr dan kalori 595 kkal lebih tinggi
daripada kacang tanah, kacang kedelai, kacang hijau, dan kacang merah (Woodrof,
1983).

Menurut Woodrof (1983), pengolahan kacang tanah dengan panas akan memperbaiki
aroma, flavour dan tekstur kacang, tetapi akan menurunkan daya tahan komponen
minyak karena rusaknya antioksidan alami. Sebagian besar ketengikan yang terjadi
pada kacang tanah ini terutama disebabkan minyak yang dikandungnya. Pengeluaran
sebagian atau seluruh minyak akan membuat kacang tanah lebih tahan.

Kacang Hijau
Kacang hijau mempunyai komposisi zat gizi per 100 gram bahan mentah : energi (323
kal), air (15,5 gr), protein (22,99%), lemak (1,5 gr), karbohidrat (56,80 gram), serat (7,5
gram), abu (3,3 gram), kalsium (223 gram), fosfor (319 gram), besi (7,5 mg), vitamin B1
(0,46 mg), vitamin C ( 10 mg), karoten total (223 mkg) (Slamet dan Tarwotjo, 1980).

Protein kacang hijau mengandung asam amino esensial yang dibutuhkan untuk
pertumbuhan manusia. Kekurangan pada kacang hijau adalah terletak pada kandungan
metionin dan sistin, tetapi mempunyai kandungan leusin, lisin, isoleosin, dan trptophan
yang cukup tinggi (Patty, Jacob Richard. 1994)

Urea

Salah satu sumber nitrogen non-protein (NPN) yang umum digunakan adalah urea.
Urea dibuat dengan jalan mereaksikan ammonia dan karbondioksida (Fardiaz, 1992).
Urea merupakan sumber amoniak dari senyawa spesifik, kandungan urea yang tinggi
akan dirombak menjadi basa menguap oleh aktivitas bakteri. Tingginya kandungan urea
akan membentuk sejumlah besar amoniak yang mempengaruhi kenormalan kandungan
total volatile basa.Selama penyimpanan, jumlah amoniak yang terbentuk relatif tidak
dipengaruhi oleh suhu (Simidu, 1961).

Urease

Ureases disebut juga urea amidohidrolases. Ureases merupakan enzim yang


mengkatalis hidrolisis dari urea menjadi karbon dioksida dan ammonia :

(NH2)2CO+H2OCO2+2NH3
Urea + Water urease> Ammonium Carbonate

Ureases adalah sebuah protein yang ditemukan dalam bakteri, kapang, dan beberapa
tanaman tingkat tinggi. Karakteristiknya yaitu pH optimum 7,4 suhu optimum 64
celcius dengan spesifikasi enzimatis : urea dan hidroksi urea. Beberapa tanaman
memanfaatkan ureases untuk keperluan yang sama. Ureases ditemukan dalam jumlah
yang besar padajack bean, kacang kedelai dan beberapa biji tanaman lainnya. Ureases
juga terdapat pada beberapa jaringan binatang dan pencernaan mikroorganisme.
Ureases penting dalam sejarah enzimologi sebagai enzim pertama yang dimurnikan dan
dikristalakan (Sumner, 1926).

Materi Metode
Materi

Praktikum kali ini menggunakan berbagai alat yaitu, wadah plastik, termometer,
penangas air, lemari es, timbangan analitik kasar, spoit 1ml, dan tabung reaksi.
Sedangkan bahan yang digunakan yaitu berupa urea, cairan rumen, kedele, tepung
kedele, kacang hijau, dan kacang tanah.

Prosedur

Bahan diperlakukan dalam lima perlakuan suhu, yaitu pada suhu 0, 4, 25, 50, dan 75C.
Bahan diamati perubahannya yaitu pada 0, 5, 10, dan 15 menit. Pertama, masing-masing
tepung kacang ditimbang sebesar 1gr. Bahan tersebut dimasukan kedalam wadah
plastik untuk perlakuan dibawah suhu 50C, sedangkan untuk perlakuan diatas 50C
menggunakan tabung reaksi. Berikan perlakuan suhu selama 15menit. Larutan urea 2%
dipipetkan sebanyak 2ml ke masing-masing wadah. Wadah ditutup dan dibiarka
selama 15 menitdengan pemeriksaan setiap 5menit.

Hasil dan Pembahasan

Hasil

Berdasarkan pengujian aktivitas enzim yang telah dilakukan, didapatkan hasil sebagai
berikut :

Tabel 1. Rumen

Waktu 0 5 10 15

Bahan

Rumen

Tabel 2. Bahan-Bahan Pada Suhu Ruang

Waktu 0 5 10 15

Bahan
1. Kacang Kedelai + ++ +++

1. Tepung Kedelai +++ + ++

1. Kacang Hijau

1. Kacang Tanah

Tabel 3. Pengaruh Suhu Terhadap Enzim

Tepung Kedelai Kedelai

Waktu 0 5 10 15 0 5 10 15

Suhu (C)

0 + ++

4 + ++

25 +++ +++ +++ + ++ +++

50 + ++

75

Keterangan :

+ : sedikit pesing +++ : sangat pesing

++ : pesing : tidak berbau

Pembahasan

Enzim adalah satu atau beberapa gugus polipeptida (protein) yang berfungsi sebagai
katalis (senyawa yang mempercepat proses reaksi tanpa habis bereaksi) dalam suatu
reaksi kimia. Enzim bekerja dengan cara menempel pada permukaan molekul zat-zat
yang bereaksi dan dengan demikian mempercepat proses reaksi. Percepatan terjadi
karena enzim menurunkan energi pengaktifan yang dengan sendirinya akan
mempermudah terjadinya reaksi. Enzim urease adalah enzim yang berfungsi
mengoksidasi asam urat menjadi allotonim yang mudah larut sdehingga terdapat asam
urat di dalam tubuh. Enzim amilase digunakan untuk menghidrolisis pati menjadi suatu
produk yang larut dalam air serta mempunyai berat molekul rendah yaitu glukosa.
Ureases disebut juga urea aminohidrolases. Ureasae merupakan enzim yang
mengkatalis hidrolisis dari urea menjadi karbon dioksida dan ammonia. Prinsip kerja
urea:

NH2 C=O +2H2O 2CO2 + 4NH3NH2Urea+air-urease ->Ammonium carbonate

(sumner,1926). Dalam percobaan ini menggunakan enzim berupa ekstrak kacang


kedelai dan substrat yaitu larutan urea. Peran utama urease adalah menyediakan energi
internal dan eksternal bagi organisme untuk menggunakan urea atau hidroksiurea
sebagai sumber nitrogen. Karakteristik enzim urease yaitu pH optimum 7,4 suhu
optimum 640C dengan spesifikasi enzimatis urea dan hidroksi urea. Bau ammonia
menjadi indikator adanya aktivitas enzim urease dalam percobaan aktivitas enzim.

Pengamatan kali ini mengunakan bahan yang salah satunya yaitu kacang kedelai.
Kacang kedelai mempunyai rasa langu, hal ini disebabkan karena adanya kandungan
enzim lipoksigenase pada kacang kedelai. Enzim ini umumnya terdapat pada bagian
lembaga pada kacangkacangan. Enzim lipoksigenase mengkatalis oksidasi asam lemak
tak jenuh sehingga menjadi tengik dan tidak stabil selama penyimpanan. Kacang kedelai
mempunyai kandungan asam lemak tak jenuh sebesar 85%.

Reaksi tercepat terjadi pada tepung kacang kedelai dengan perlakuan suhu 25C yang
sudah mengalami reaksi di 5 menit pertama,yaitu ditandai dengan dihasilkannya bau
pesing. Kacang kedelai dengan perlakuan suhu ruang (25C) sudah mulai mengalami
reaksi dengan indikator berupa bau, namun masih belum terlalu menyengat. Dari data
yang didapatkan, terlihat pada kacang maupun tepung kacang kedelai merupakan
bahan yang paling cepat mengalami reaksi dengan perlakuan suhu 25C enzim urease
dapat bekerja secara optimal. Bahan yang mengalami reaksi yaitu tepung kedelai dan
kacang kedelai, namun pada kacang kedelai hanya terjadi di perlakuan 25C. Sedangkan
tepung kedelai mengalami reaksi kecuali pada perlakuan 75C. Sehingga dapat
dinyatakan bahwa kisaran suhu denaturasi enzim urease yaitu pada suhu 75C, karena
pada perlakun inilah tepung kedelai tidak mengalami perubahan bau.
Tepung kacang kedelai mengalami reaksi optimal pada suhu 25C di menit ke 5, hal ini
terjadi karena kandungan enzim lipoksigenase berada di area lembaga kacang kedelai
yang telah terpecah sehingga memudahkan enzim urease bekerja optimal. Sedangkan
pada kacang kedelai suhu optimalnya yaitu 25C pada menit ke 15 karena perlu adanya
pemecahan enzim lipoksigenase terlebih dahulu. Suhu denaturasi dari enzim urease
yaitu kisaran 75C, hal ini dikarenakan pada perlakun 75C tepung kedelai sudah tidak
mengalami reaksi. Bila suhu tabung dalam keadaan normal (suhu kamar), maka kerja
enzim pun optimal. Jika suhu dalam keadaan tinggi maka akan terjadi denaturasi pada
struktur enzim, karena struktur protein dalam enzim menentukan aktivitas enzim jika
struktur ini terganggu maka aktivitas enzim pun akan tarhambat atau tidak optimal.
Selain itu juga terdapat ekstrak kedelai yang merupakan zat anti enzim dimana terdapat
suatu globulin dengan berat molekul besar yang dapat perikatan dengan tripsin,
sehingga menjadi suatu kompleks yang tidak mempunyai kekuatan sebagai enzim.

Kesimpulan

Enzim urease yang bereaksi terhadap enzim lipoksigenase memilikisuhu optimal pada
suhu 25C dan akan mengalami denaturasi pada suhu 75C. Kerja enzim dapat
dipengaruhi oleh waktu dan suhu. Semakin lama waktu penyimpanan maka akan
semakin meningkat kerja enzim tersebut, sedangkan enzim akan optimal pada suhu
ruang dan akan terdenaturasi pada suhu tinggi. Jenis substrat yang berbeda akan
menghasilkan bau amoniak yang berbeda pula, hal ini terkait dengan banyaknya urea
yang terkandung dalam substrat tersebut.

Daftar Pustaka

Ketaren, K.S. 1998. Teknologi Pengolahan Kedelai. Pustaka Sinar Utama, Jakarta.

Patty, Jacob Richard. 1994. Tanggap Tiga Varietas Kacang Hijau terhadap
Perubahan Kandungan Air Tanah. Tesis. Institut Pertanian Bogor: Bogor.

Shahib, M.N. 1992. Pemahaman Seluk Beluk Biokimia dan Penerapan Enzim. PT. Citra
Aditya Bakti, Bandung.

Somaatmadja. 1964. Kedelai. Puslitbang Tanaman Pangan, Bogor.

Sumner, J.B. 1926. Urease. http://www.britannica.com/eb/article


9074458/urease#74436.hook
Wolf, W.J. 1975. Lipoxygenase and Flavour of Soybean Protein Product. J. Agr. Food
Chem 23:136-139.

Woodrof, J.G. 1983. Peanut. The AVI Publishing Company, Inc., Connecticut.

Share this:

Twitter

Facebook

Loading...

Permalink Leave a comment

Previous postNext post

Leave a Reply

Email (required)(Address never made public)

Name (required)

Website

Notify me of new comments via email.


Post Comment

Recent Posts
laporan ipn
laporan ipn
laporan ipn
laporan ipn
laporan ipn

Archives
March 2013
September 2012
Categories
Uncategorized

Meta
Register
Log in
Entries RSS
Comments RSS
WordPress.com

Create a free website or blog at WordPress.com.

Follow