Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PENDAHULUAN KEPERAWATAN KOMUNITAS

TERAPI MODALITAS PADA PENDERITA HIPERTENSI

DI GAMPONG SIEM KEC. DARUSSALAM KAB.

ACEH BESAR. SENIN, 15 AGUSTUS 2016

A. Pendahuluan

Hipertensi adalah penyakit yang terjadi akibat peningkatan tekanan darah sistolik

dan diastolik dengan konsisten diatas 140/90 mmHg (Baradero, Dayrit, & Siswadi, 2008).

Hipertensi merupakan faktor yang berkonstribusi terhadap kematian akibat stroke dan

faktor yang memperberat infark miokard (serangan jantung). Kondisi tersebut merupakan

gangguan asimptomatik yang sering terjadi ditandai dengan peningkatan tekanan darah

secara persisten (Potter & Perry, 2010). Seiring bertambahnya usia, kepekaan terhadap

hipertensi akan semakin meningkat seiring bertambahnya umur seseorang. Individu yang

berumur diatas 60 tahun, 50-60 % mempunyai tekanan darah lebih besar atau sama dengan

140/90 mmHg. Hal ini merupakan pengaruh degenerasi yang terjadi pada orang yang lanjut

usia atau lansia (Susilo & Wulandari, 2011).

Di Indonesia hipertensi merupakan masalah kesehatan yang utama dengan

prevalensi yang tinggi dengan berdasarkan hasil pengukuran pada umur 18 tahun sebesar

25,8% (Riset Kesehatan Dasar, 2013). Kejadian hipertensi yang meningkat setiap tahun

mengindikasikan bahwa hipertensi perlu dan harus segera diatasi (Potter & Perry, 2009).

Hasil survey yang dilakukan di gampoeng siem di dapatkan angka kejadian hipertensi pada

lansia berjumlah 16 orang (25,9%) dari total keseluruhan Lansia 63 orang.

Pengobatan hipertensi terdiri dari terapi farmakologis dan non farmakologis. Terapi

farmakologis yaitu obat anti hipertensi sedangkan terapi non farmakologis terdiri dari
menghentikan merokok, menurunkan berat badan berlebih, latihan fisik, menurunkan

asupan garam, meningkatkan konsumsi buah dan sayur serta menurunkan asupan lemak

(Potter & Perry, 2009).

Langkah awal pengobatan hipertensi non farmakologis adalah dengan menjalani

pola hidup sehat, salah satunya dengan terapi komplementer yang menggunakan bahan

bahan alami yang ada disekitar kita, seperti relaksasi otot progresif, meditasi, aromaterapi,

terapi herbal, terapi nutrisi. Terapi relaksasi memberikan individu mengontrol diri ketika

terjadi rasa tidak nyaman atau nyeri (Susilo & Wulandari, 2011).

Teknik relaksasi otot progresif adalah memusatkan perhatian pada suatu aktivitas

otot, dengan mengidentifikasikan otot yang tegang kemudian menurunkan ketegangan

dengan melakukan teknik relaksasi untuk mendapatkan perasaan relaks (Purwanto, 2013).

Respon relaksasi merupakan bagian dari penurunan umum kognitif. Fisologis, dan

stimulasi perilaku. Relaksasi mengakibatkan renggangan pada arteri akibatnya terjadi

vasodilatasi pada arteri & vena divasilitasi oleh pusat fasomotor, ada beberapa macam

fasomotor yaitu reflek baroreseptor, reflek femoreseptor, reflek brain prain, reflek

pernafasan. Dalam hal ini yang paling kuat yaitu reflek baroreseptor yang mana relaksasi

akan menurunkan aktifitas saraf simpatis dan epinefrin serta peningkatan saraf parasimpatis

sehingga kecepatan denyut jantung menurun, volume sekuncup (CO) menurun, serta terjadi

vasodilatasi arteriol dan venula. Selain itu curah jantung dan resistensi perifer total juga

menurun dan tekanan darah turun (Sheps, 2005).

Terapi relaksasi otot progresif bermanfaat untuk menurunkan resistensi perifer dan

menaikkan elastisitas pembuluh darah. Otot-otot dan peredaran darah akan lebih sempurna

dalam mengambil dan mengedarkan oksigen serta relaksasi otot progresif dapat bersifat
vasodilator yang efeknya memperlebar pembuluh darah dan dapat menurunkan tekanan

darah secara langsung. Relaksasi otot progresif ini menjadi metode relaksasi termurah,

tidak memerlukan imajinasi, tidak ada efek samping, mudah dilakukan, membuat tubuh

dan pikiran terasa tenang dan rileks. Latihan ini dapat membantu mengurangi ketegangan

otot, stres, menurunkan tekanan darah, meningkatkan toleransi terhadap aktivitas sehari-

hari, meningkatkan imunitas, sehingga status fungsional, dan kualitas hidup meningkat.

B. Tujuan terapi relaksasi otot progresif

1. Tujuan Umum

Setelah mengikuti penyuluhan dan demonstrasi diharapkan lansia dan kader dapat

memahami dan mengetahui tentang cara melakukan terapi relaksasi otot progresif pada

penderita hipertensi dengan baik dan benar.

2. Tujuan Khusus

Setelah mengikuti penyuluhan dan demontrasi tentang terapi relaksasi otot progresif

diharapkan lansia dan kader warga gampong Siem kecamatan Darussalam mampu :

a. Menyebutkan pengertian terapi relaksasi otot progresif


b. Menyebutkan manfaat terapi relaksasi otot progresif
c. Menyebutkan tujuan terapi relaksasi otot progresif
d. Menyebutkan cara terapi relaksasi otot progresif
e. Mendemonstrasikan kembali terapi relaksasi otot progresif
C. Strategi Pelaksanaan
1. Topik
Terapi relaksasi otot progresif (ROP)

2. Metoda
Ceramah dan Tanya jawab

3. Media
a. LCD
b. Leaflet
c. Laptop
d. Toa

4. Waktu dan tempat


a) Hari/ tanggal : Senin / 15 Agustus 2016
b) Pukul : 11.00 wib s/d 12.00 wib
c) Tempat : Meunasah gampong Siem

No Fase Kegiatan
1 Fase Orientasi a. Mengucapkan salam
11.00 11.10 wib b. Memperkenalkan diri
c. Menyampaikan tujuan dan kegiatan
d. Membuat kontrak
2 Fase Kerja a. Menyebutkan pengertian terapi relaksasi
11.10 11.40 wib otot progresif
b. Menyebutkan manfaat terapi relaksasi otot
progresif
c. Menyebutkan tujuan terapi relaksasi otot
progresif
d. Menyebutkan cara terapi relaksasi otot
progresif
e. Mendemonstrasikan kembali terapi
relaksasi otot progresif
4 Fase Terminasi a. Memberikan kesempatan bertanya
11.40 12.00 wib b. Melakukan evaluasi dengan memberikan
pertanyaan kepada peserta
c. Menyampaikan hasil kepada peserta
d. Mengucapkan salam

D. Kriteria Evaluasi

b. Evaluasi struktur

Adanya kesiapan masyarakat dan kader dalam mengikuti acara penyuluhan dan

demonstrasi tentang teknik relaksasi otot progresif.

c. Media dan peralatan disiapkan

d. Laporan pendahuluan telah dikonsulkan dengan pembimbing sehari sebelum kegiatan

E. Evaluasi Proses

a. Relaksasi otot progresif (ROP) di laksanakan selama 30 menit.

b. Lansia berperan aktif selama kegiatan berlangsung.

c. Lansia mengikuti kegiatan sampai selesai dan kegiatan berlangsung dengan lancar

tanpa ada gangguan yang berarti.

d. Tidak ada gangguan selama kegiatan

e. Media yang digunakan dapat dipahami oleh lansia

F. Evaluasi Hasil

a) Lansia dapat menyebutkan pengertian terapi relaksasi otot progresif


b) Lansia dapat menyebutkan manfaat terapi relaksasi otot progresif
c) Lansia dapat menyebutkan tujuan terapi relaksasi otot progresif
d) Lansia dapat menyebutkan cara terapi relaksasi otot progresif
e) Lansia dapat mendemonstrasikan kembali terapi relaksasi otot progresif

G. Pengorganisasian

Pengorganisasian Nama Mahasiswa UraianTugas

Penanggung jawab 1. Nidya Ulfa, S.Kep 3. Bertanggung jawab mulai dari

acara 2. Nurul Azizah, S.Kep persiapan sampai pelaksanaan

kegiatan

4. Mengkoordinasikan anggota

kelompok dan menjalankan tugas

dan peran masing-masing anggota

5. Memimpin pertemuan untuk

mempersiapkan pelaksanaan

kegiatan

6. Menyusun laporan pendahuluan

Moderator Muhajir, S.Kep 1. Membuat susunan acara

2. Mengatur acara selama

pelaksanaan kegiatan

3. Membuka dan menutup acara

kegiatan

Pemateri Elda Novira, S.Kep 4. Menyampaikan materi ROP serta

memperagakan
Observer Siti Rahmatun, S.Kep 1. Mencatat lengkap proses

pelaksanaan kegiatan
Restu Permata Sari,

S.Kep 2. Memberikan evaluasi di akhir

acara

Dokumentasi Agus Taufikurahman, 1. Mempersiapkan alat

S.Kep pendokumentasian

2. Melakukan pendokumentasian
Yanto Heryono S,
selama acara berlangsung
S.Kep

Fasilitator Siska Silfia, S,Kep 1. Memfasilitasi peserta untuk

bersikap aktif selama penyuluhan


Abdul Halim, S,Kep
berlangsung (bertanya, merespon,
Safrijal, S,Kep
dan memperagakan)

Hery Zanur, S.Kep 2. Mendorong para peserta yang tidak

aktif untuk ikut aktif dalam

penyuluhan

Penanggungjawab Rahmi Auli, S.Kep 1. Menentukkan menu snack

konsumsi
Sri Wahyuni, S.Kep 2. Membagikan snack kepada para

undangan
Yashinta Devi, S.Kep
Penanggung jawab Muhammad Arif, S.Kep 1. Menyiapkan perlengkapan yang

perlengkapan dibutuhkan
Muksalmina, S.Kep

2. Menangani masalah yang

berhubungan dengan perlengkapan