Anda di halaman 1dari 45

BAB II

LANADASAN TEORI DAN KERANGKA PEMIKIRAN

1.

2.

2.1. Landasan Teori

Perancangan Sistem Informasi Penjualan

1. Pengertian Perancangan

Langkah awal dalam membuat sebuah sistem adalah perancangan

dari sistem tersebut. Mohamad Subhan (2012:109) dalam bukunya

yang berjudul Analisa Perancangan Sistem mengungkapkan:

Perancangan adalah proses pengembangan spesifikasi baru

berdasarkan rekomendasi hasil analisis sistem.

Pengertian Perancangan menurut Al-Bahra Bin Ladjamudin

(2005:39) dalam bukunya yang berjudul Analisis dan Desain

Sistem Informasi, adalah sebagai berikut: Tahapan perancangan

(design) memiliki tujuan untuk mendesain sistem baru yang dapat

menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi perusahaan yang

diperoleh dari pemilihan alternatif sistem yang terbaik.

Sedangkan menurut Kusrini dkk (2007:79) dalam bukunya

Tuntunan Praktis Membangun Sistem Informasi Akuntansi dengan

Visual Basic dan Microsoft SQL Server perancangan adalah

Proses pengembangan spesifikasi sistem baru berdasarkan hasil


rekomendasi analisis sistem.

Dalam tahap perancangan, tim kerja harus merancang dalam

berbagai kertas kerja mengenai spesifikasi yang dimaksud sesuai

kebutuhan pengguna (end user) melalui alat perancangan yang

terstandarisasi.

2. Pengertian Sistem

Sistem berasal dari bahasa Latin (systma) dan bahasa Yunani

(sustma) adalah sekumpulan unsur atau elemen yang saling

berkaitan dan saling mempengaruhi dalam melakukan kegiatan

bersama untuk mencapai suatu tujuan. Sistem merupakan sebuah

objek yang dikaji atau dipelajari, dimana memiliki karakteristik

tertentu atau spesifikasi tersendiri.

Mohamad Subhan (2012:8) dalam bukunya yang berjudul Analisa

Perancangan Sistem mendefinisikan pengertian dari sistem sebagai

berikut: Suatu sistem dapat diartikan sebagai suatu kumpulan

atau himpunan dari unsur, komponen, atau variable-variabel yang

terorganisasi, saling berinteraksi, saling tergantung satu sama lain

dan terpadu. Sistem juga merupakan kumpulan elemen-elemen

saling terkait dan bekerja sama untuk memproses masukan (input)

yang ditujukan kepada system tersebut dan mengolah masukan

tersebut sampai menghasilkan keluaran (output) yang diinginkan.

Serta pengertian dari Yakub (2012:1) dalam bukunya yang

berjudul Pengantar Sistem Informasi mendefiniskan sistem adalah:


Sekelompok elemen-elemen yang terintegrasi dengan tujuan yang

sama untuk mencapai tujuan. Sistem juga merupakan suatu

jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan,

terkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau

tujuan tertentu.

Rudy Tantra (2012:1) dalam bukunya Manajemen Proyek Sistem

Informasi juga mengatakan bahwa sistem adalah entitas atau

satuan yang terdiri dari dua atau lebih komponen atau subsistem

(sistem yang lebih kecil) yang saling terhubung dan terkait untuk

mencapai suatu tujuan.

Dari beberapa pengertian tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa

sistem merupakan sekumpulan kelompok elemen yang saling

berhubungan dan bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan dan

sasaran yang diinginkan.

3. Pengertian Informasi

Gordon B. Davis dalam Al-bahra bin Ladjamudin (2013:8)

mengungkapkan: Informasi adalah data yang telah diolah menjadi

sebuah bentuk yang berguna dan nyata atau berupanilai yang dapat

dipahami dalam keputusan sekarang maupun yang akan datang .

Sedangkan menurut Mohamad Subhan (2012:17) dalam bukunya

yang berjudul Analisa Perancangan Sistem mengungkapkan :

Sistem informasi merupakan kumpulan data yang diolah menjadi

bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerima.
Tanpa suatu informasi, suatu sistem tidak akan berjalan dengan

lancar dan akhirnya bisa mati. Dengan kata lain sumber dari

informasi adalah data. Data menggambarkan suatu kejadian yang

sering terjadi, dimana data tersebut akan diolah dan akan

diterapkan dalam sistem menjadi input yang berguna dalam suatu

sistem. Data merupakan bentuk yang belum dapat memberikan

manfaat yang besar bagi penerimanya, sehingga perlu suatu model

yang nantinya akan dikelompokkan dan diproses untuk

menghasilkan informasi.

Rudy Tantra (2012:2) dalam bukunya Manajemen Proyek Sistem

Informasi juga mengungkapkan tentang pengertian informasi

yaitu: Informasi dapat dipahami sebagai pemrosesan input yang

terorganisir, memiliki arti, dan berguna bagi orang yang

menerimanya. Data berbeda dengan informasi. Data dapat

didefinisikan sebagai fakta-fakta yang masih mentah atau acak

yang menjadi input untuk proses yang menghasilkan informasi.

4. Pengertian Perancangan Sistem Informasi

Alter (1992) dalam Abdul Kadir (2014:9) pada Pengenalan Sistem

Informasi Edisi Revisi mendefinisikan bahwa sistem informasi

adalah kombinasi antar prosedur kerja, informasi, orang, dan

teknologi informasi yang diorganisasikan untuk mencapai tujuan

dalam sebuah organisasi.

Pendapat lain menurut Bodnar dan Hopwood (1993) dalam Abdul


Kadir (2014:9) pada Pengenalan Sistem Informasi Edisi

Revisi bahwa sistem informasi adalah kumpulan perangkat keras

dan perangkat lunak yang dirancang untuk mentransformasikan

data ke dalam bentuk informasi yang berguna.

Hall (2001) dalam Abdul Kadir (2014:9) pada Pengenalan Sistem

Informasi Edisi Revisi juga memberikan penjelasan bahwa sistem

informasi adalah sebuah rangkaian prosedur formal dimana data

dikelompokkan, diproses menjadi informasi, dan didistribusikan

kepada pemakai. Mohamad Subhan (2012:18) dalam bukunya

yang berjudul Analisa Perancangan Sistem juga

mengungkapkan: Sistem Informasi merupakan kumpulan dari

perangkat keras dan perangkat lunak komputer serta perangkat

manusia yang akan mengolah data menggunakan perangkat keras

memegang peranan yang penting dalam sistem informasi. Data

yang akan dimasukkan dalam sebuah sistem informasi dapat

berupa formulir-formulir, prosedur-prosedur dan bentuk data

lainya. Pengertian lain dari Rudy Tantra (2012:2) dalam

bukunya Manajemen Proyek Sistem Informasi mengungkapkan

bahwa sistem informasi adalah sebagai berikut: Sistem informasi

adalah cara yang terorganisir untuk mengumpulkan, memasukan,

dan memproses data dan menyimpannya, mengelola, mengontrol

dan melaporkannya sehingga dapat mendukung perusahaan atau

organisasi untuk mencapai suatu tujuan.


Selain itu sistem informasi dapat didefinisikan sebagai berikut:

a. Suatu sistem yang dibuat oleh manusia yang terdiri dari

komponen-komponen dalam organisasi untuk mencapai suatu

tujuan yaitu menyajikan informasi.

b. Keputusan sekumpulan prosedur informasi yang pada saat

dilaksanakan akan memberikan informasi bagi pengambil

keputusan atau untuk mengendalikan organisasi.

c. Suatu sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan

kebutuhan pengolahan transaksi, kegiatan strategi dari suatu

organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-

laporan yang diperlukan.

d. Sekumpulan komponen pembentuk sistem yang mempunyai

keterkaitan antara satu komponen dengan komponen lainnya yang

bertujuan menghasilkan suatu informasi dalam suatu

bidangtertentu. Dalam sistem informasi diperlukannya klasifikasi

alur informasi, hal ini disebabkan keanekaragaman kebutuhan akan

suatu informasi oleh pengguna informasi. Kriteria dari sistem

informasi antara lain, fleksibel, efektif, dan efisien.

e. Kumpulan antara sub-sub sistem yang saling berhubungan yang

membentuk suatu komponen yang didalamnya mencakup input-

proses-output yang berhubungan dengan pengolahan informasi

(data yang telah diolah sehingga lebih berguna bagi user).

Tahap Perancangan sistem


Beberapa alat dan teknik yang dapat digunakan saat melakukan

perancangan sistem, yaitu perancangan proses dan perancangan

basis data.

PERANCANGAN PROSES

Perancangan proses ini terdiri atas beberapa tahap. Adapun tahap

itu adalah sebagai berikut :

1. Diagram Alir Dokumen ( Flowmap )

Menurut Jogiyanto (2005:795) dalam buku Analisi & Desain

menerangkan Flowmap adalah bagan yang menunjukan alir di

dalam program atau prosedur sistem secara logika. Sedangkan

menurut saya Flowmap adalah arus dokumen yang terdapat dalam

sistem yang berjalan berdasarkan dengan ketentuan yang ada.

Diagram alir dokumen atau disebut juga dengan bagan alir

formulir merupakan bagan alir yang menunjukan arus dari laporan

dan formulir termasuk tembusan-tembusannya.

2. Diagram Konteks

Menurut Jogiyanto (2005:795) dalam buku Analisi & Desain

menerangkan Diagram Konteks merupakan arus data yang

berfungsi untuk menggambarkan keterkaitan aliran aliran data

antar sistem dengan bagian- bagian luar (kesatuan luar).

Sedangkan menurut saya Diagram Konteks adalah aliran data yang

menjelaskan hubungan antaran data-data yang terdapat dalam

sistem dan berhubungan dengan pihak luar. Kesatuan luar ini


merupakan sumber arus data atau tujuan data yang berhubungan

dengan sistem informasi tersebut.

3. DFD ( Data Flow Diagram )

(2005:795) dalam buku Analisi & Desain menerangkan Data

Flow Diagram adalah teknik grafis yang menggambarkan aliran

informasi dan perubahan yang digunakan sebagai perpindahan data

dari masukan ke keluaran. Sedangkan Data Flow Diagram menurut

saya adalah langkah-langkah yang menjelaskan aliran data dan

sistem informasi yang digunakan ddisertai dengan perancangan

dan hasil dari proses.

4. Kamus Data.

(2005:795) dalam buku Analisi & Desain menerangkan Kamus

data atau data dictionary atau disebut juga dengan istilah sistem

data dictionary adalah catalog fakta tentang data dan kebutuhan-

kebutuhan informasi dari suatu sistem informasi. Sedangkan

Kamus data menurut pendapat saya adalah penjelasan mengenai

hal-hal yang berhubungan dengan sistem yang akan dibuat.

Dengan menggunakan kamus data, analis sistem dapat

mendefinisikan data yang mengalir di sistem dengan lengkap.

Kamus data dibuat pada tahap analisis sistem dan digunakan

dengan baik pada tahap analisis maupun pada tahap perancangan

sistem. Pada tahap perancangan sistem, kamus data digunakan

untuk merancang input, merancang laporan-laporan dan


database.

Perancangan Basis Data

(2005:795) dalam buku Analisi & Desain menerangkan Basis

data (Database) merupakan kumpulan dari data yang saling

berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan di simpan luar

komputer dan digunakan perangkat lunak tertentu untuk

memanipulasi. Sedangkan menurut penadapat saya Basis Data

adalah data data yang tersimpan dalan komputer dan masih harus

di proses agar saling berhubungan satu sama lain. Database

merupakan salah satu komponen yang penting di sistem informasi,

karena berfungsi sebagai basis penyedia informasi bagi para

pemakai.

Sistem basis data ini adalah suatu sistem informasi yang

mengintegrasikan kumpulan dari data yang saling berhubungan

satu dengan lainnya dan membuatnya tersedia untuk beberapa

aplikasi yang bermacam-macam di dalam suatu organisasi.

1. Entity Relationship Diagram ( ERD )

Definisi Entity Relationship Diargam (ERD) menurut Al-

Bahra (2005:142) dalam buku yang berjudul Analisis dan

Desain Sistem Informasi adalah sebagai berikut: entity

relationship diagram (ERD) adalah suatu model jaringan

yang menggunakan susunan data yang disimpan dalam

sistem secara abstrak. Definisi Entity Relationship Diagram


(ERD) menurut Fathansyah (2004:79) dalam buku yang

berjudul Basis Data adalah sebagai berikut:

Model Entity-Relationship yang berisi komponen-

komponen himpunan entitas dan himpunan relasi yang

masing-masing dilengkapi dengan atribut- atribut yang

mempresentasikan seluruh fakta dari dunia nyata yang kita

tinjau, dapat digambarkan dengan lebih sistematis dengan

menggunakan Entity Relationship Diagram (ERD).

Berdasarkan definisi di atas dapat disimpulkan bahwa diagram

relasi entitas adalah model jaringan yang menggunakan

susunan data yang disimpan secara abstrak.

a. Derajat Relationship (Relationship Degree)

Definisi Derajat relationship menurut AL-Bahra

(2005:144) dalam buku yang berjudul Konsep Sistem

Basis Data dan Implementasinya menyatakan bahwa:

relationship degree atau derajat relationship adalah

jumlah entitas yang berpartisipasi dalam satu

relationship.

Derajat Relationship yang sering dipakai di dalam ERD

sebagai berikut:

1.) Unary Relationship

Unary Relationship adalah model relationship yang

terjadi antara entity yang berasal dari entity set yang


sama. Model ini juga sering disebut sebagai Recursive

Relationship atau Reflective Relationship. Contoh:

Gambar 2.3 Diagram Relationship Unary

1.

2.

3.

4. 2. Binary Relationship

5.

6. Binary Relationship adalah model relationship antara instance-

instance dari suatu tipe entitas (dua entity yang berasal dari entity

yang sama). Relationship ini paling umum digunakan dalam

pembuatan model data.

7. Contoh:

8.

9.

10.

11.

12.

13.

14.

15.
16.

17. Gambar 2.4 Diagram Relationship Binary


18.

19. 3. Ternary Relationship

20.

21. Ternary Relationship merupakan relationship antara instance-

instance dari tiga tipe entitas secara serentak.

22. Contoh:

23.

24.

25.

26.

27.

28.

29.

30.

31.

32.

33.

34.

35. Gambar 2.5 Diagram Ternary Relationship

36.

37. B. Kardinalitas Relasi

38.

39. Definisi kardinalitas relasi menurut Al-Bahra (2005:147) dalam buku


yang berjudul Konsep Sistem Basis Data dan Implementasinya

adalah sebagai berikut: Kardinalitas Relasi menunjukkan jumlah

maksimum tupel yang dapat berelasi dengan entitas pada entitas yang

lain. Terdapat 3 macam kardinalitas relasi yaitu sebagai berikut:

40. 1. Relasi Satu ke satu (One to One)

41.

42. Tingkat hubungan ini menunjukkan hubungan satu ke satu,

dinyatakan dengan satu kejadian pada entitas pertama, dan

hanya mempunyai satu hubungan dengan satu kejadian pada entitas

yang kedua dan sebaliknya.

43. Contoh:

44.

45.

46.

47.

48.

49.

50.

51.

52.

53.

54. Gambar 2.6 One to One


55.

56. 2. Relasi Satu ke Banyak atau Banyak ke Satu (One to Many atau

Many to One) Tingkat hubungan satu ke banyak adalah sama

dengan banyak ke satu, tergantung dari arah mana hubungan

tersebut dilihat. Untuk satu kejadian pada entitas yang pertama

dapat mempunyai banyak hubungan dengan kejadian pada entitas

yang kedua. Sebaliknya, satu kejadian pada entitas yang kedua

hanya dapat mempunyai satu hubungan dengan satu kejadian

pada entitas yang pertama.

57. Contoh:

58.

59.

60.

61.

62.

63.

64.

65.

66.

67.

68.

69. Gambar 2.7 One to Many

70.
71.

72.

73.

74.

75.

76.

77.

78.

79.

80.

81.

82.

83.

84. Gambar 2.8 Many to One

85.

86. 3. Relasi Banyak-ke-Banyak (Many to Many)

87.

88. Tingkat hubungan banyak ke banyak terjadi jika tiap kejadian pada

sebuah entitas akan mempunyai banyak hubungan dengan

kejadian pada entitas lainnya, dilihat dari sisi entitas yang pertama

maupun dilihat dari sisi yang kedua.


89.

90. Contoh:

91.

92.

93.

94.

95.

96.

97.

98.

99.

100.

101.

102.

103.

104.

105. Gambar 2.9 Many to Many

106.

107. Menurut Earp Bagul Partisipasi (Participation) (2003:77)

dalam bukunya yang berjudul Data Design Using Entity

Relationship Diagram, membagi participation menjadi dua yaitu

sebagai berikut:

108.
109.

110. A. Full Participation is the double line. Some designers

prefer to call this participation mandatory. The point is that is that

if part of a relationship is mandatory or full, you cannot have a null

value (a missing value) for that attribute in relationship.

111. B. Part Participation is the single line, is also called optional.

The sense of partial, optional participation is that there could be

student who dont

112. have a relationship to automobile.

113.

114.

115.

116.

117.

118.

119.

120.

121.

122.

123.

124.

125.

126.
127.

128.

129.

130.

131.

132.

133.

134.

135.

136.

137. Gambar 2.10 Full Participation dan Part Participation


138.

139. Berdasarkan penjelasan di atas penulis dapat menyimpulkan

bahwa full participation dilambangkan dengan dua garis diantara

belah ketupat yang berarti pasti, yaitu sepeda pasti akan dikendarai

oleh siswa tetapi tidak setiap siswa mengendarai sepeda. Sedangkan

part participation dilambangkan dengan satu garis diantara belah

ketupat, yaitu untuk mengidikasikan bahwa para sisawa tidak pasti

berpatisipasi pada relasi drive karena mereka tidak diperbolehkan

mengendarai mobil ke kampus.

140. C. Key

141.

142. Menurut Al-Bahra (2005:138) dalam bukunya yang berjudul

Analisis dan Desaian Sistem Informasi menjelaskan bahwa key

adalah: key adalah elemen record yang dipakai untuk

menemukan record tersebut pada waktu akses, atau bisa juga

digunakan untuk mengidentifikasi setiap entity/record/baris.

Jenis- Jenis Key antara lain:

143. 1. Superkey

144.

145. Superkey merupakan satu atau lebih atribut (kumpulan

atribut) dari suatu tabel yang dapat digunkan untuk mengidentifikasi

entity/record dari tabel tersebut secara unik.(tidak semua atribut

dapat menjadi superkey).

60
146. 2. Candidate Key

147.

148. Superkey dengan jumlah atribut minimal, disebut dengan

candidate key. Candidate key tidak boleh berisi atribut dari tabel

yang lain, sehingga candidate key sudah pasti superkey, namun

belum tentu sebaliknya.

149. Contoh:

61
150.

151.

152.

153. CANDIDATE KEY

154.

NIM NAMA NO.KWITANSI JUMLAH

987456 INDRA 111 1000

654789 RONY 222 2000

654123 JAJANG 333 3000

321456 BURHAN 444 4000

155.

156. Gambar 2.11 Candidate Key

157.

158. 3. Primary Key

159.

160. Salah satu atribut dari candidate key dapat dipilih/ditentukan

menjadi primary key dengan tiga kriteria yaitu key tersebut lebih

natural untuk digunakan sebagai acuan, key tersebut lebih sederhana

dan key tersebut terjamin keunikannya.

161. Contoh:

162.

163.

164.

165.

62
166.

167.

168.

169.

170.

171.

172.

173.

174.

175.

176. Gambar 2.12 Primary Key

177.

178. 4. Alternate Key

179.

180. Setiap atribut dari candidate key yang tidak terpilih menjadi

primary key, maka atribut-atribut tersebut dinamakan alternate key.

Contoh:

63
181.

182.

183.

184.

185.

186.

187.

188.

189.

190.

191.

192.

193.

194.

195.

196.

197.

198.

199. Gambar 2.13 Alternate Key

200.

201.

202.

203.

64
204. 5. Foreign Key

205.

206. Foreign Key merupakan sembarang atribut yang menunjuk

kepada primary key pada tabel yang lain. Foreign key akan terjadi

pada suatu relasi yang memiliki kardinalitas one to many (satu ke

banyak) atau many to many (banyak ke banyak). Foreign key

biasanya selalu diletakkan pada tabel/relasi yang mengarah ke

banyak.

207. Contoh:

208.

209.

210.

211.

212.

213.

214.

215.

216.

217.

218.

219.

220.

221.

65
222.

223.

224. Gambar 2.14 Foreign Key

66
225. Normalisasi.

Menurut Andi [2] Normalisasi sebagai proses untuk

mengubah suatu relasi yang memiliki masalah tertentu ke

dalam dua buah relasi atau lebih yang tak memiliki

masalah tersebut. Sedangkan Normalisasi menurut

pendapat saya adalah proses pengolahan data yang masih

salah dan memiliki data ganda untuk kemudian di

perbaiki sehingga menghasilkan relasi-relasi yang lebih

baik dari sebelumnya. Normalisasi dapat dipahami

sebagai tahapan-tahapan yang masing-masing

berhubungan dengan bentuk normal. Bentuk normal

adalah keadaan relasi yang dihasilkan dengan

menerapkan aturan sederhana yang bekaitan dengan

konsep kebergantungan fungsional pada relasi yang

besangkutan sebagai berikut.

5
6

226. Tabel Relasi

Tabel relasi adalah tabel hubungan antara suatu himpunan

entitas dengan entitas yang lainnya.

a. Kunci

Kunci (key) merupakan suatu atribut yang unik yang

dapat digunakan untuk membedakan suatu entitas dengan

entitas yang lainnya dalam suatu himpunan entitas.

Sistem Informasi Akuntansi

Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah sistem

informasi berbasis komputerisasi yang mengolah data

keuangan yang berhubungan dengan data transaksi dalam

siklus akuntansi dan menyajikannya dalam bentuk

laporan keuangan kepada manajemen perusahaan.

Pengertian sistem informasi akuntansi menurut Mulyadi

dalam bukunya Sistem Akuntansi, Edisi ke-3, Jakarta,

Salemba Empat, 2001 menyatakan bahwa: Sistem

akuntansi adalah organisasi formulir, catatan dan laporan

yang dikoordinasi sedemikian rupa untuk menyediakan

informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen

guna memudahkan pengelolaan perusahaan.

Sedangkan menurut Nugroho Widjajanto dalam bukunya

Sistem Informasi Akuntansi, Jakarta, Erlangga, 2001,

menyatakan bahwa : Sistem informasi akuntansi adalah 6


7

susunan formulir, catatan, peralatan termasuk komputer

dan perlengkapannya serta alat komunikasi, tenaga

pelaksanaannya dan laporan yang terkoordinasi secara

erat yang didesain untuk mentransformasikan data

keuangan menjadi informasi yang dibutuhkan

manajemen.

1. Tujuan Sistem Informasi Akuntansi

a. Mengolah dan menyimpan data seluruh transaksi

keuangan

b. Memproses data keuangan menjadi informasi dalam

pengambilan keputusan manajemen mengenai

perencanaan dan pengendalian usaha.

c. Pengawasan terhadap seluruh aktifitas keuangan

perusahaan.

d. Efisiensi biaya dan waktu terhadap kinerja keuangan.

e. Penyajian data keuangan yang sistematis dan akurat

dalam periode akuntansi yang tepat.

2. Komponen Sistem Informasi Akuntansi

a. Sumber daya manusia (SDM) yang terlatih yang

memahami bisnis proses akuntansi dan keuangan secara

umum, misalnya seorang Accounting.

b. Prosedur Keuangan dan Akuntansi

c. Formulir Data Keuangan, untuk mencatat seluruh aktifitas 7


8

keuangan meliputi transaksi kas, persediaan, piutang,

aktiva tetap, hutang, penjualan dan biaya.

d. Accounting Software, contohnya: MYOB,

zahiraccounting, Oracle Finance.

e. Hardware berupa seperangkat komputer yang terhubung

dengan jaringan (Networking), dan kelengkapan aksesoris

pendukung lainnnya.

Pengertian Penjualan

Menurut Moekijat Dalam Buku Kamus Istilah Ekonomi

(2000:488) Yang menyatakan bahwa selling melakukan

penjualan ialah suatu kegiatan yang ditujukan untuk

mencari pembeli, mempengaruhi dan memberikan

petunjuk agar pembeli dapat menyesuaikan

kebutuhannnya dengan produk yang ditawarkan serta

mengadakan perjanjian mengenai harga yang

menguntungkan bagi kedua belah pihak. Dalam buku

yang lain, Menurut Philip Kotler Yang terjemahkan oleh

Ronny A. Rusli dan Hendra dalam buku Manajemen

Pemasaran (2000:8) pengertian penjualan ialah

penjualan ialah proses sosial manaherial dimana individu

dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan

dan inginkan, menciptakan, menawarkan dan

mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak 8


9

lain.

Menurut Nitisemito (1998:13) Mengemukakan bahwa

penjualan ialah semua kegiatan yang bertujuan untuk

melancarkan arus barang dan jasa dari produsen ke

konsumen secara paling efisien dengan maksud untuk

menciptakan permintaan yang efektif.

Menurut Assuari (2004:5) Berpendapat bahwa penjualan

ialah sebagai kegiatan manusia yang mengarahkan untuk

memenuhi dan memuaskan kebutuhan dan keinginan

melalui proses pertukaran.

Menurut Haryono (2003:327) Bahwa penjualan kredit

ialah penjualan yang dilakukan bilamana pembayaran

baru diterima beberapa waktu kemudian.

Menurut Mulyadi (1997:204) Menyatakan bahwa, dalam

transaksi penjualan kredit, jika order dari pelanggan telah

dipenuhi dengan pengiriman barang atau penyerahan jasa,

untuk jangka waktu tertentu perusahaan memiliki piutang

kepada pelanggannya.

Menurut Kusnadi Dalam Buku Akuntansi Keuangan

(2000:19) Menjelaskan bahwa penjualan sales ialah

sejumlah uang yang dibebankan kepada pembeli atas

barang atau jasa yang dijual. Menurut Basu Swastha

Dalam Bukunya Berjudul Azas-Azas Marketing 9


10

Penjualan ialah ilmu dan seni mempengaruhi pribadi yang

dilakukan oleh penjual, untuk mengajak orang lain

bersedia membeli barang atau jasa yang ditawarkan. Jadi

dalam buku Basu Swastha menerangkan bahwa penjualan

yaitu proses menawarkan barang atau produk kepada

konsumen dengan cara merayu konsumen tersebut.

10
11

1. Jenis-Jenis Penjualan

Adapun jenis-jenis penjualan yang diantaranya yaitu:

a. Trade Selling

Merupakan suatu jenis penjualan yang dilakukan oleh

pedagang kepada grosir, tujuan utamanya untuk dijual

kembali.

b. Tehnical Selling

Merupakan suatu cara atau usaha-usaha untuk

meningkatkan penjualan dengan cara memberikan saran

dan nasehat kepada konsumen atau pembeli akhir dari

barang dan jasanya.

Dalam hal yang satu ini wirausaha tersebut mempunyai

tugas utama untuk mengidentifikasi dan juga menganalisa

segala macam masalah yang dihadapi oleh pembeli lalu

setelah itu menunjukkan bagaimana produk atau jasa yang

ditawarkan bisa mengatasi masalah si konsumen dan

pembeli.

c. Missionary Selling

Merupakan suatu bentuk wirausaha dimana pengusaha

atau perusahaan berusaha untuk meningkatkan

penjualannya dengan cara mendorong pembeli dan tentu

saja untuk membeli produk atau jasanya. Dalam hal ini

pengusaha atau perusahaan yang bersangkutan memiliki 11


12

penyalur tersendiri dalam menyalurkan atau

mendistribusikan produk maupun jasanya.

d. New Business Selling

Merupakan suatu usaha-usaha untuk membuka transaksi

batu dengan cara mengubah seorang calon konsumen

menjadi konsumen.

Visual Basic .NET 2010

Sekarang ini Microsoft telah dapat merealisasikan visi Sistem

operasi Windows dalam setiap PC dan PC dalam setiap desktop.

Salah satu tool untuk mengembangkan aplikasi .NET adalah

Microsoft Visual Basic .NET (disingkat dengan VB net). VB .NET

bersama dengan Visual C++ .NET, Visual C# .NET, Visual J++

.NET dan Visual J# .NET merupakan bagian dari Microsoft Visual

Studio .NET. VB .NET adalah bahasa pemrograman untuk

membuat aplikasi berbasis Windows, aplikasi form Web ASP .NET,

layanan Web XML dan aplikasi mobile seperti komputer Palm dan

Pocket PC. VB .NET dibangun di atas fondasi .NET Framework

(lingkungan kerja .NET). Setiap generasi baru dari perangkat lunak

bahasa pemrograman datang karena adanya keterbatasan dari

generasi sebelumnya. Teknologi device, hardware, network dan

internet baru yang muncul menyebabkan bahasa pemrograman yang

ada tidak lagi menjadi alat yang ideal untuk mengembangkan

perangkat lunak yang dapat bekerja dengan teknologi baru tersebut.


12
13

Sekarang untuk pertama kalinya, platform pengembang perangkat

lunak yang lengkap, Microsoft .NET telah didesain dari dasar

dengan internet sebagai fokus utamanya (walaupun tidak secara

eksklusif hanya untuk pengembang internet saja). Banyak inovasi

baru yang berada dalam platform ini akan mengatasi keterbatasan

dari tool-tool dan teknologi lama. Visual Basic .NET adalah

pengembangan dari Visual basic sebelumnya. Kelebihan VB .NET

2010 terletak pada tampilannya yang lebih canggih dibandingkan

dengan edisi Visual Basic sebelumnya. Selain memiliki kelebihan,

VB .NET 2010 memiliki kekurangan. Kekurangan VB .NET 2010

yang terlihat jelas adalah beratnya aplikasi ini apabila dijalankan

pada komputer yang memiliki spesifikasi sederhana.

1. Sejarah perkembangan vb.net

Berikut ini sejarah Visual Basic:

a. 20 Mei 1991: Microsoft merilis Visual Basic versi 1.0 untuk

Windows di Windows World 1991, Atlanta, Amerika

Serikat. Programmer dapat membuat antar muka pengguna

dengan mudah. Pembuatan aplikasi bisa lebih cepat

dibandingkan sebelumnya. Kode ditulis oleh programmer

untuk memberikan aksi terhadap Event dari pengguna

(bagaimana pengguna merespon kepada object yang terdapat

di antar muka pengguna).

13
14

b. 1 September 1992: Microsoft mengumumkan Microsoft

Visual Basic for MS-DOS dalam edisi Standard dan

Professional. Seperti Visual Basic untuk Windows, versi ini

mengkombinasikan kemudahan pendisainan secara grafis

dengan kekuatan dan keunggulan dalam banyak hal di

pemrograman tradisional.

c. 2 November 1992: Microsoft mengumumkan kemampuan

dari Visual Basic versi 2.0 untuk Windows pada edisi

Professional dan Standard. Versi ini menyertakan lebih dari

300 fitur baru dan peningkatan untuk pengembangan

aplikasi yang lebih cepat, pengaksesan ke fitur-fitur tingkat

lanjut di Windows, dan produktivitas pengembang yang

lebih besar lagi. Di antaranya: MDI Forms, ODBC, dan

variabel object.

d. 14 Mei 1993: Microsoft mengumumkan Visual Basic versi

3.0 untuk edisi Standard dan Professional. Versi 3.0

menyediakan kemudahan akses ke berbagai sumber data

yang banyak dengan mengintegrasikan mesin database

Microsoft Access Database for Windows 1.1 dan

kemampuan di bidang aplikasi melalui Object Linking and

Embedding (OLE) 2.0. Juga ditambahkan tools baru berupa

controls baru, penggunaan yang lebih mudah, dan sebuah

peningkatan standarisasi control bagi pengguna.


14
15

e. 29 Juni 1993: Microsoft mengumumkan bahwa Microsoft

Visual Basic for Applications (VBA) akan diintegrasikan ke

dalam Microsoft Excel 5.0 dan Microsoft Project 4.0. Visual

Basic akan melayani bahasa Macro yang umum di versi

yang akan datang dari aplikasi-aplikasi untuk Windows dan

Macintosh. Fitur Macro yang umum untuk aplikasi dan OLE

2.0, keduanya merupakan elemen penting di visi dan strategi

Microsoft untuk aplikasi yang dapat diprogram yang akan

memberikan kemampuan bagi pengguna untuk

mengintegrasikan aplikasi-aplikasi, tugas-tugas otomatis,

dan pembuatan solusi yang bersifat kostumais. VBA

memiliki mesin pengembangan tangguh dan fleksibel yang

sama yang membuat Visual Basic menjadi terkenal,

teknologi pemrograman yang memperoleh penghargaan.

f. 14 November 1994: Visual Basic versi 4.0 untuk Windows

didemonstrasikan di Fall/COMDEX 94 di Las Vegas.

Demonstrasi ini berfokus pada perannya sebagai aplikasi

berbasis Windows 32-bit pertama yang menggunakan

kontrol kostumais OLE (OCXs) komponent perangkat

lunak yang dapat digunakan kembali yang ditetapkan

dengan spesifikasi OLE. Pada versi ini diperkenalkan: Class,

OXCs, dan programmer dapat membuat add-ins sendiri

dengan mudah.
15
16

g. 12 September 1995: Visual Basic versi 4.0 untuk MS-DOS,

Microsoft Windows NT, dan Windows 95 diumumkan.

Untuk meningkatkan edisi Standard dan Professional, maka

Edisi Enterprise yang baru diperkenalkan untuk memenuhi

kebutuhan perusahaan dan team pengembang. Semua versi

menyertakan dukungan teknologi OLE yang lebih

dikembangkan, perbaikan akses data, sebuah lingkungan

pengembangan yang bersifat visual, dan migrasi ke

Windows 95 dan Windows NT untuk aplikasi-aplikasi yang

sudah ada.

h. 7 Desember 1995: Microsoft mengumumkan Microsoft

Visual Basic Scripting Edition (VBScript), sebuah bahasa

skrip Internet berbasiskan pada Visual Basic. VBScript

merupakan sebuah skrip dengan performansi yang tinggi

yang didisain untuk membuat isi yang bersifat aktif pada

suatu situs. VBScript membolehkan pengembang untuk

mengaitkan dan mengotomatiskan berbagai jenis object di

halaman situs, termasuk object OLE. VBScript menjadi

sebuah spesifikasi yang diusulkan berlisensi gratis yang

tersedia bagi komunitas Internet.

i. 3 Februari 1997: Microsoft membuka sistem pemrograman

Visual Basic versi 5.0, Edisi Professional tool versi

terakhir yang paling terkenal di dunia untuk membangun


16
17

aplikasi yang tangguh (Rapid Application Development

RAD) tool. Fitur-fitur Visual Basic versi 5.0 terdiri dari

sejumlah performansi yang signifikan dan peningkatan

produktivitas yang akan membuat para pengembang lebih

efisien dan fleksibel serta cepat dalam memberikan solusi

bagi pengguna akhir. Fitur-fitur tingkat lanjut seperti

kompilasi berjenis native code, akses database berkecepatan

tinggi, dan sebuah lingkungan pengembangan yang

ditingkatkan membuat Visual Basic versi 5.0 menjadi

versi yang paling hebat. Sebagai tambahan, kemampuan

teknologi pembuatan komponen Microsoft ActiveX di

Visual Basic versi 5.0 akan membolehkan lebih dari 3 juta

pengembang menggunakan Visual Basic dalam membuat

aplikasi yang berbasis pada komponen yang bertujuan untuk

digunakan di Internet, intranets, dan lingkungan tradisional

client/server.

j. 10 Maret 1997: Versi terakhir yang dirilis dari Visual Basic

5.0, Edisi Pembuatan Kontrol tersedia. Edisi Pembuatan

Kontrol adalah cara mudah untuk membuat ActiveX

Controls bagi Internet, intranets, dan aplikasi client/server.

k. 15 Juni 1998: Microsoft mengumumkan Visual Basic versi

6.0, dan dimasukkan ke dalam Microsoft Visual Studio

versi 6.0. Fitur-fitur Visual Basic versi 6.0 menyediakan


17
18

pengaksesan data secara terintegrasi dan bersifat grafis ke

sumber data (data source) ODBC atau OLE DB manapun,

dan perangkat tambahan database yang didisain untuk

database Oracle dan Microsoft SQL Server. Fitur

unggulan di versi ini adalah: ActiveX Data Objects (ADO)

untuk memanipulasi dan membuat database. Fitur

Pengembangan Situs membawa kemudahan dalam

penggunaan, model pemrograman berbasis komponen dari

Visual Basic untuk membuat HTML dan Dynamic HTML

(DHTML) berbasis aplikasi. Fitur-fitur baru ini

dikombinasikan dengan optimisasi performansi,

pengembangan aplikasi yang disederhanakan dan

debugging, dan dukungan untuk Microsoft teknologi server

membuat Visual Basic versi 6.0 sebuah pilihan yang

ideal untuk membangun aplikasi berskala perusahaan.

l. 2 September 1998: Visual Studio 6.0, solusi tool

pengembangan lengkap berskala perusahaan tersedia. Visual

Studio 6.0 menyertakan Visual Basic versi 6.0, Microsoft

Visual C++, Microsoft Visual FoxPro, Microsoft Visual

InterDev Web, dan Microsoft Visual J++. Bersamaan

dengan diluncurkannya Developer Days 98, lebih dari 115

perusahaan papan atas mengumumkan dukungan terhadap

Visual Studio 6.0.


18
19

m. 28 April 1999: Lingkungan pengembangan VBA versi 6.0

dan Software Development Kit (SDK) VBA (SDK) versi 6.0

tersedia bagi vendor perangkat lunak pihak ketiga melalui

program lisensi VBA. VBA 6.0 merupakan sebuah teknologi

pengembangan yang tangguh untuk aplikasi yang dikemas

secara kostumais dan merupakan sebuah komponen utama di

Microsoft Office 2000.

n. 15 Februari 2000: Steve Ballmer, presiden yang baru saja

ditunjuk dan CEO dari Microsoft Corporation, berbicara

kepada lebih dari 2.000 pengembang dalam pidatonya pada

Visual Basic Insiders Technical Summit (VBITS),

menyatakan visi Microsoft terhadap situs yang dapat

diprogram dan memaksa kembali komitmen perusahaan

yang dalam terhadap para pengembang Visual Basic.

o. 11 Juli 2000: Microsoft menyampaikan Tool Platform .NET

untuk XML Web Services. Dalam pidatonya yang ditujukan

pada acara Microsoft Professional Developers Conference

(PDC) 2000 yang kedelapan, Paul Maritz, wakil presiden

kelompok dari Platforms Group di Microsoft,

memperlihatkan Microsoft .NET Framework dan Microsoft

Visual Studio .NET. Ini merupakan versi terakhir dari

perangkat pengembangan yang digunakan di seluruh dunia,

Visual Studio .NET menyediakan dukungan untuk


19
20

pengembangan drag-and-drop terhadap XML Web Services.

Secara bersama, kedua produk tersebut menyediakan

produktivitas yang tinggi kepada para pengembang, suatu

lingkungan yang terdiri dari banyak bahasa untuk

pembangunan, pengantaran, dan pengintegrasian XML Web

Services pada platform Microsoft .NET.

p. 13 November 2000: Microsoft mengumumkan kemampuan

Visual Studio .NET versi Beta 1. Dalam pidato acara

COMDEX/Fall 2000, Bill Gates mengumumkan

kemampuan versi beta pertama Visual Studio.NET dan

.NET Framework, dua teknologi kunci untuk

memungkinkan para pengembang membangun XML Web

services pada platform .NET. XML Web services

merupakan aplikasi dan komponen yang dibuat tersedia

melewati situs dengan menggunakan XML dan Simple

Object Access Protocol (SOAP), dan kunci yang dapat

diprogram untuk membangun generasi masa depan Internet.

Microsoft membuat Visual Studio .NET Beta 1 dan .NET

Framework tersedia bagi jutaan pelanggan dan rekanan

industri.

q. 13 Februari 2002: Microsoft mengumumkan kemampuan

dari Visual Studio .NET versi akhir.

Microsoft Access
20
21

Access (atau Microsoft Office Access) adalah sebuah

program aplikasi basis data komputer relasional yang

ditujukan untuk kalangan rumahan dan perusahaan kecil

hingga menengah. Aplikasi ini merupakan anggota dari

beberapsa aplikasi Microsoft Office, selain tentunya

Microsoft Word, Microsoft Excel, dan Microsoft

PowerPoint. Aplikasi ini menggunakan mesin basis data

Microsoft Jet Database Engine, dan juga menggunakan

tampilan grafis yang intuitif sehingga memudahkan

pengguna. Versi terakhir adalah Microsoft Office Access

2013 yang termasuk ke dalam Microsoft Office System

2013.

Microsoft Access dapat menggunakan data yang disimpan

di dalam format Microsoft Access, Microsoft Jet

Database Engine, Microsoft SQL Server, Oracle

Database, atau semua kontainer basis data yang

mendukung standar ODBC. Para pengguna/programmer

yang mahir dapat menggunakannya untuk

mengembangkan perangkat lunak aplikasi yang

kompleks, sementara para programmer yang kurang

mahir dapat menggunakannya untuk mengembangkan

perangkat lunak aplikasi yang sederhana. Access juga

mendukung teknik-teknik pemrograman berorientasi 21


22

objek, tetapi tidak dapat digolongkan ke dalam perangkat

bantu pemrograman berorientasi objek.

SEJARAH MS ACCESS

Akses versi 1.0 dirilis pada 13 November 1992, segera

diikuti Mei 1993 oleh 1,1 Akses untuk meningkatkan

kompatibilitas dengan produk Microsoft lain dan

termasuk bahasa pemrogram Akses Dasar.

2.2. Kerangka Pemikiran

PENCATATAN MANUAL

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENJUALAN


BERBASIS PEMROGRAMAN VB.NET 2010 DI PT.
HURIP UTAMA

UPAYA YANG DILAKUKAN UNTUK MENGATASI


MASALAH PENCATATAN PENJUALAN DI PT HURIP
UTAMA

22

KUALITAS LAPORAN PENJUALAN


23

Gambar 2.1 Kerangka Pemikiran


Sumber: Data Diolah

23