Anda di halaman 1dari 21

PEMERINTAH KABUPATEN MIMIKA

BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH (BAPPEDA)


TAHUN 2017

PEMERINTAH KABUPATEN MIMIKA


BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH

KERANGKA ACUAN KERJA


(KAK)

PAKET PEKERJAAN:

PENINJAUAN KEMBALI RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW)


KABUPATEN MIMIKA
TAHUN ANGGARAN 2017

1
KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)
PENINJAUAN KEMBALI RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW) KABUPATEN MIMIKA
PEMERINTAH KABUPATEN MIMIKA
BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH (BAPPEDA)
TAHUN 2017

1. Latar Belakang

Sesuai Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, Pasal 11 ayat
(2), mengamanatkan pemerintah daerah kabupaten berwenang dalam melaksanakan penataan
ruang wilayah kabupaten yang meliputi perencanaan tata ruang wilayah kabupaten, pemanfaatan
ruang wilayah kabupaten, dan pengendalian pemanfaatan ruang wilayah kabupaten. Perencanaan
tata ruang wilayah kabupaten meliputi proses dan prosedur penyusunan serta penetapan rencana
tata ruang wilayah (RTRW) kabupaten. Penyusunan RTRW kabupaten dilakukan dengan
berasaskan pada kaidah-kaidah perencanaan yang mencakup asas keselarasan, keserasian,
keterpaduan, kelestarian, keberlanjutan serta keterkaitan antarwilayah baik di dalam kabupaten
maupun dengan kabupaten sekitarnya.
Rencana umum tata ruang merupakan perangkat penataan ruang wilayah yang disusun
berdasarkan pendekatan wilayah administratif yang secara hierarki terdiri atas rencana tata ruang
wilayah nasional,rencana tata ruang wilayah provinsi, dan rencana tata ruang wilayah
kabupaten/kota. Rencana umum tata ruang nasional adalah arahan kebijakan dan strategi
pemanfaatan ruang wilayah nasional yang disusun guna menjaga integritas nasional,
keseimbangan dan keserasian perkembangan antar wilayah dan antar sektor, serta keharmonisan
antar lingkungan alam dengan lingkungan buatan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Rencana umum tata ruang provinsi adalah rencana kebijakan operasional dari RTRW Nasional
yang berisi strategi pengembangan wilayah provinsi, melalui optimasi pemanfaatan sumber daya,
sinkronisasi pengembangan sektor, koordinasi lintas wilayah kabupaten/kota dan sektor, serta
pembagian peran dan fungsi kabupaten/kota di dalam pengembangan wilayah secara
keseluruhan. Rencana umum tata ruang kabupaten/kota adalah penjabaran RTRW provinsi ke
dalam kebijakan dan strategi pengembangan wilayah kabupaten/kota yang sesuai dengan fungsi
dan peranannya di dalam rencana pengembangan wilayah provinsi secara keseluruhan, strategi
pengembangan wilayah ini selanjutnya dituangkan ke dalam rencana struktur dan rencana pola
ruang operasional. Dalam operasionalisasinya rencana umum tata ruang dijabarkan dalam
rencana rinci tata ruang yang disusun dengan pendekatan nilai strategis kawasan dan/atau
kegiatan kawasan dengan muatan subtansi yang dapat mencakup hingga penetapan blok dan
subblok yang dilengkapi peraturan zonasi sebagai salah satu dasar dalam pengendalian
pemanfaatan ruang sehingga pemanfaatan ruang dapat dilakukan sesuai dengan rencana umum
tata ruang dan rencana rinci tata ruang. Rencana rinci tata ruang dapat berupa rencana tata ruang
kawasan strategis dan rencana detail tata ruang.

Kabupaten Mimika telah memiliki Peraturan daerah Nomor 15 Tahun 2011 tentang
Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Mimika. Akan tetapi perkembangan yang begitu pesat
pada setiap sektor pembangunan dan menurunnya kualitas lingkungan hidup cenderung
menimbulkan berbagai masalah pembangunan akibat tekanan-tekanan yang ditimbulkan oleh
adanya peningkatan intensitas (ruang), yang banyak menyebabkan ketidakseimbangan struktur
2
KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)
PENINJAUAN KEMBALI RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW) KABUPATEN MIMIKA
PEMERINTAH KABUPATEN MIMIKA
BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH (BAPPEDA)
TAHUN 2017

dan fungsional ruang wilayah sekaligus ketidakteraturan ruang wilayah. Proses pertumbuhan dan
perkembangan itu dipengaruhi oleh faktor-faktor yang berasal dari dalam (faktor internal) maupun
yang berasal dari luar wilayah (faktor eksternal).

Kenyataan menunjukkan bahwa upaya penyediaan ruang sering bermasalah karena :


Ruang merupakan sumber daya alam yang terbatas, sehingga menuntut upaya pemanfaatan
secara efisien dan optimal; dan
Suatu ruang pada dasarnya dapat dimanfaatkan bagi berbagai alternatif kegiatan, sebaliknya
suatu kegiatan tertentu dapat berlokasi pada beberapa alternatif ruang.
Berdasar Undang Undang Nomor 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang pada pasal 26 ayat 5,
disebutkan bahwa Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten dapat ditinjau kembali 1 (satu) kali
dalam 5 (lima) tahun, sehingga Peraturan daerah Nomor 15 Tahun 2011 tentang Rencana Tata
Ruang Wilayah Kabupaten Mimika dapat dilakukan peninjauan kembali.

2. Maksud dan Tujuan


A. Maksud

Maksud penataan ruang dalam rangka Peninjauan Kembali Rencana Tata Ruang Wilayah
Kabupaten Mimika Tahun 2017 adalah peningkatan nilai, kualitas, dan kinerja yang akan
dicapai melalui rencana tata ruang untuk merealisasikan tujuan, kebijakan dan strategi
penataan ruang yang telah ditetapkan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten
Mimika 2011-2031.

Fungsi RTRW Kabupaten adalah sebagai:

1) acuan dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) dan
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
2) acuan dalam pemanfaatan ruang/pengembangan wilayah kabupaten;
3) acuan untuk mewujudkan keseimbangan pembangunan dalam wilayah kabupaten;
4) acuan lokasi investasi dalam wilayah kabupaten yang dilakukan pemerintah, masyarakat,
dan swasta;
5) pedoman untuk penyusunan rencana rinci tata ruang di wilayah kabupaten;
6) dasar pengendalian pemanfaatan ruang dalam penataan/pengembangan wilayah kabupaten
yang meliputi penetapan peraturan zonasi, perizinan, pemberian insentif dan disinsentif,
serta pengenaan sanksi; dan

7) acuan dalam administrasi pertanahan.

Manfaat RTRW kabupaten adalah untuk:


1) mewujudkan keterpaduan pembangunan dalam wilayah kabupaten;
2) mewujudkan keserasian pembangunan wilayah kabupaten dengan wilayah sekitarnya; dan

3
KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)
PENINJAUAN KEMBALI RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW) KABUPATEN MIMIKA
PEMERINTAH KABUPATEN MIMIKA
BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH (BAPPEDA)
TAHUN 2017

3) menjamin terwujudnya tata ruang wilayah kabupaten yang berkualitas.

B. Tujuan

Tujuan kegiatan ini adalah melakukan peninjauan kembali dan penyerasian analisis dan
perencanaan dokumen RTRW Kabupaten Mimika agar mutakhir dan serasi dengan Undang-
Undang dan peraturan terbaru serta kebijakan strategis yang di tetapkan di wilayah Kabupaten
Mimika.

3. Sasaran

Sasaran dari Peninjauan Kembali Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Mimika Tahun 2017
ini adalah :

1) Dapat dirumuskannya kembali rencana beberapa unsur strategis Kabupaten Mimika


antara lain lokasi Tempat Pemrosesan Akhir Tepadu, pengembangan Pelabuhan
Poumako, pengembangan Kota Baru Timika, Pengembangan Kawasan Pertambangan
PT. Freeport Indonesia, Pengembangan Kawasan Agropolitan dan Minapolitan serta
pengembangan kawasan industry/smelter;
2) Peninjauan kembali analisis proyeksi kegiatan ekonomi dan sosial sampai 20 tahun;
3) Peninjauan kembali analisis proyeksi komponen kependudukan, analisis proyeksi kebutuhan
fasilitas wilayah, analisis proyeksi kebutuhan prasarana wilayah, dan analisis proyeksi
kebutuhan ruang wilayah sampai 20 tahun;
4) Peninjauan kembali kebutuhan ruang kawasan sampai 20 tahun dengan daya tampung
ruang dan perkembangan aktual Kabupaten Mimika sampai 20 tahun;
5) Peninjauan kembali program implementasi tata ruang Kabupaten Mimika sampai 20
tahun.

4. Lokasi Kegiatan
Peninjauan Kembali Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Mimika diarahkan pada
seluruh wilayah Kabupaten Mimika terdiri dari 18 Distrik.

5. Sumber Pendanaan
Kegiatan ini dibiayai dari sumber pendanaan: dari APBD Kab. Mimika Tahun Anggaran 2017
untuk pelaksanaan kegiatan Peninjauan Kembali Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW)
Kabupaten Mimika ini diperlukan biaya Rp. 700.000.000,- (Tujuh Ratus Juta Rupiah) termasuk
PPN yang bersumber dari APBD Kabupaten Mimika Tahun Anggaran 2017.

6. Nama dan Organisasi Pengguna Anggaran


Nama Pengguna Anggaran : ...
Proyek/Satuan Kerja: PENINJAUAN KEMBALI RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW)
KABUPATEN MIMIKA/BAPPEDA KAB. MIMIKA
4
KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)
PENINJAUAN KEMBALI RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW) KABUPATEN MIMIKA
PEMERINTAH KABUPATEN MIMIKA
BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH (BAPPEDA)
TAHUN 2017

DATA PENUNJANG
7. Data Dasar

Kelengkapan data yang harus diakomodasikan dalam Peninjauan Kembali Rencana Tata Ruang
Wilayah Kabupaten Mimika Tahun 2017 adalah :

a) Data RTRW Kabupaten Mimika 2011 2031;


b) Data Rencana Strategis, RPJPD, RPJMD;
c) Data/informasi terkait kondisi sosial budaya;
d) Data/informasi terkait kelembagaan;
e) Data wilayah administrasi;
f) Data fisiografis;
g) Data kependudukan;
h) Data ekonomi dan keuangan;
i) Data ketersediaan prasarana dan sarana ;
j) Data peruntukan ruang;
k) Data penguasaan, penggunaan dan pemanfaatan lahan;
l) Data terkait kawasan dan bangunan (kualitas, intensitas bangunan, tata bangunan); dan
m) Peta dasar rupa bumi dan peta tematik yang dibutuhkan, penguasaan lahan, penggunaan
lahan, peta peruntukan ruang, pada skala atau tingkat ketelitian minimal peta 1:50.000 yang
sudah mendapat rekomendasi teknis dari Badan Informasi Geospasial.

8. Standar Teknis
a) Tujuan, Kebijakan, dan Strategi Penataan Ruang Wilayah Kabupaten;
b) Rencana Struktur Ruang Wilayah Kabupaten ;
c) Rencana Pola Ruang Wilayah Kabupaten ;
d) Penetapan Kawasan Strategis Wilayah Kabupaten ;
e) Arahan pemanfaatan Ruang Wilayah Kabupaten ; dan
f) Ketentuan Pengendalian Pemanfaatan Ruang Wilayah Kabupaten;

9. Studi-Studi Terdahulu
a) Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI)
b) Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Papua 2013-2033;
c) RPJPD dan RPJMD Provinsi Papua
d) Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Mimika Tahun 2011-2031;
e) RPJPD dan RPJMD Kabupaten Mimika
f) Kajian Lingkungan Hidup Strategis Kabupaten Mimika
g) Studi Tataran Transportasi Lokal (TATRALOK) Kab. Mimika
h) Rencana Detail Tata Ruang Kota Timika;

5
KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)
PENINJAUAN KEMBALI RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW) KABUPATEN MIMIKA
PEMERINTAH KABUPATEN MIMIKA
BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH (BAPPEDA)
TAHUN 2017

i) Rencana Detail Tata Ruang Kawasan Distrik di Kabupaten Mimika


j) Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Nasional/Provinsi/Kabupaten di Kabupaten Mimika
k) Kajian Lingkungan Hidup Strategis Kawasan Kota Timika;
l) Rencana Detail Tata Ruang Kawasan Pusat Kota Baru Timika;
m) Master Plan Penanggulangan Kemiskinan Kabupaten Mimika;
n) Perencanaan Pengembangan Kawasan Strategis Cepat Tumbuh Kota Timika;
o) Perencanaan Pengembangan Kawasan Wisata Unggulan Kampus Biru Kabupaten Mimika
p) Masterplan Ruang Terbuka Hijau Kota Timika;

10. Referensi Hukum


Dasar hukum untuk melaksanakan Peninjauan Kembali Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten
Mimika Tahun 2017 antara lain:

1. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria;


2. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1974 tentang Pengairan;
3. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam dan Hayati;
4. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi;
5. Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan;
6. Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara;
7. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2002 tentang Ketenagalistrikan;
8. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung;
9. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang -
undangan;
10. Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan;
11. Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan;
12. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian;
13. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang;
14. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah;
15. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan;
16. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan;
17. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan;
18. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik;
19. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan
Hidup;
20. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Benda Cagar Budaya;
21. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman;
22. Undang-undang Nomor 4 Tahun 2011 tentang Informasi Geospasial;
23. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah Bagi
6
KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)
PENINJAUAN KEMBALI RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW) KABUPATEN MIMIKA
PEMERINTAH KABUPATEN MIMIKA
BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH (BAPPEDA)
TAHUN 2017

Pembangunan Untuk Kepentingan Umum;


24. Undang Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 27
Tahun 2007 Tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir Dan Pulau-Pulau Kecil;
25. Undang Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah;
26. Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 1991 tentang Sungai;
27. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 1993 tentang Angkutan Jalan;
28. Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 1993 tentang Prasarana dan Lalu Lintas Jalan;
29. Peraturan Pemerintah Nomor 68 Tahun 1998 tentang Kawasan Suaka Alam dan Kawasan
Pelestarian Alam;
30. Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 2000 tentang Tingkat Ketelitian Peta untuk Penataan
Ruang Wilayah;
31. Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pembinaan dan Pengawasan atas
Penyelenggaraan Pemerintah Daerah;
32. Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2002 tentang Tata Hutan dan Penyusunan Rencana
Pengelolaan Hutan, Pemanfaatan Hutan, dan Penggunaan Kawasan Hutan;
33. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2004 tentang Penatagunaan Tanah;
34. Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2004 tentang Pedoman Penyusunan Peraturan Tata
Tertib Dewan Perwakilan Rakyat Daerah;
35. Peraturan Pemeritah Nomor 60 tahun 2009 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah
Nomor 45 Tahun 2004 tentang Perlindungan Hutan;
36. Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2005 tentang Jalan Tol;
37. Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2006 tentang Irigasi;
38. Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2006 tentang Jalan;
39. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah
Nasional;
40. Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sumber Daya Air;
41. Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 2009 tentang Kepelabuhanan;
42. Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang;
43. Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2010 tentang Pengusahaan Pariwisata Alam di
Suaka Margasatwa, Taman nasional, Taman Hutan Raya, dan Taman wisata Alam;
44. Peraturan Pemerintah Nomor 68 Tahun 2010 tentang Bentuk dan Tata Cara Peran
Masyarakat dalam Penataan Ruang;
45. Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2012 tentang Izin Lingkungan;
46. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 36 tahun 2005 tentang Pengelolaan Tanah
bagi Pelaksanaan Pembangunan untuk Kepentingan Umum;
47. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 1990 tentang Pengelolaan
Kawasan Lindung;

7
KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)
PENINJAUAN KEMBALI RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW) KABUPATEN MIMIKA
PEMERINTAH KABUPATEN MIMIKA
BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH (BAPPEDA)
TAHUN 2017

48. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 1991 tentang Penggunaan Tanah
bagi Kawasan Industri;
49. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2001 tentang Tata Cara
Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah;
50. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2003 tentang Kebijakan Nasional di
Bidang Pertanahan;

51. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 4 tahun 2009 tentang Koordinasi Penataan
Ruang Nasional;
52. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No 41 Tahun 2007 tentang Pedoman Kriteria Teknis
Kawasan Budidaya;
53. Peraturan Menteri Dalam Negeri 1 Tahun 2008 tentang Pedoman Perencanaan Kawasan
Perkotaan;
54. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No 5 Tahun 2008 tentang Pedoman Penyediaan
Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Perkotaan;
55. Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 02/Per/M.Kominfo/3/2008 tentang
Pedoman Pembangunan dan Penggunaan Menara Bersama Telekomunikasi;
56. Peraturan Bersama Menteri Dalam Negeri, Menteri Pekerjaan Umum, Menteri Komunikasi
dan Informatika Dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Nomor 18 Tahun 2009,
Nomor 18 Tahun 2009, Nomor 07 Tahun 2009, Nomor 19/PER/M.Kominfo/03/2009, Nomor
3/P/2009 Tentang Pedoman Pembangunan Dan Penggunaan Bersama Menara
Telekomunikasi;
57. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 9 Tahun 2009 Tentang Pedoman Umum
Kajian Lingkungan Hidup Strategis;
58. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 17 Tahun 2009 Tentang Pedoman
Penentuan Daya Dukung Lingkungan Hidup Dalam Penataan Ruang Wilayah;
59. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 27 Tahun 2009 Tentang Pedoman
Pelaksanaan Kajian Lingkungan Hidup Strategis;
60. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan
Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian,
dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;
61. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2013 tentang Pedoman Pembangunan
Wilayah Terpadu;
62. Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional RI Nomor 6
Tahun 2017 Tentang Tata Cara Peninjauan Kembali Rencana Tata Ruang Wilayah;
63. Peraturan Daerah Provinsi Papua Nomor 23 Tahun 2013 tentang Rencana Tata Ruang
Wilayah Provinsi Papua Tahun 2013-2033;dan
64. Peraturan Daerah Kabupaten Mimika Nomor 15 Tahun 2011 tentang Rencana Tata

8
KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)
PENINJAUAN KEMBALI RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW) KABUPATEN MIMIKA
PEMERINTAH KABUPATEN MIMIKA
BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH (BAPPEDA)
TAHUN 2017

Ruang Wilayah Kabupaten Mimika Tahun 2011-2031.

RUANG LINGKUP
11. Lingkup Kegiatan
Lingkup pekerjaan yang harus dilakukan oleh konsultan bidang Perencanaan Penataan Ruang
Sub Bidang Jasa Perencanaan Wilayah dalam menangani Peninjauan Kembali Rencana Tata
Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Mimika meliputi :
Pengalaman perusahaan dalam melaksanakan pekerjaan sejenis seperti:
1) Penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah;
2) Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang Kawasan;
3) Penyusunan Rencana Teknik Bangunan dan Lingkungan; dan
4) Penyusunan Kajian Lingkungan Hidup Strategis.

dan juga melaksanakan pekerjaan yang menunjang seperti :

1) Survey dan Pemetaan;dan


2) Identifikasi Infrastruktur Wilayah.

Pengalaman sejenis dan menunjang tersebut diatas berlaku untuk seluruh tenaga ahli.

1) Kegiatan Persiapan
Kegiatan yang dilakukan pada tahap persiapan, meliputi:
a. kajian awal data sekunder, mencakup peninjauan kembali RTRW kabupaten
sebelumnya dan kajian kebijakan terkait lainnya;
b. persiapan teknis pelaksanaan yang meliputi:
1) penyimpulan data awal;
2) penyiapan metodologi pendekatan pelaksanaan pekerjaan;
3) penyiapan rencana kerja rinci; dan
4) penyiapan perangkat survei (checklist data yang dibutuhkan, panduan wawancara,
kuesioner, panduan observasi dan dokumentasi, dan lain-lain), serta mobilisasi peralatan
dan personil yang dibutuhkan.

Hasil dari Pelaksanaan Kegiatan Persiapan


Hasil dari kegiatan persiapan ini, meliputi:
a. gambaran umum wilayah perencanaan;
b. kesesuaian produk RTRW sebelumnya dengan kondisi dan kebijakan saat ini;
c. hasil kajian awal berupa kebijakan terkait wilayah perencanaan, isu strategis, potensi dan
permasalahan awal wilayah perencanaan, serta gagasan awal pengembangan wilayah
perencanaan;
d. metodologi pendekatan pelaksanaan pekerjaan yang akan digunakan;

9
KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)
PENINJAUAN KEMBALI RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW) KABUPATEN MIMIKA
PEMERINTAH KABUPATEN MIMIKA
BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH (BAPPEDA)
TAHUN 2017

e. rencana kerja pelaksanaan penyusunan Peninjauan Kembali RTRW kabupaten; dan


f. perangkat survei data primer dan data sekunder yang akan digunakan pada saat proses
pengumpulan data dan informasi (survei).

2) Pengumpulan Data
Untuk keperluan pengenalan karakteristik tata ruang wilayah dan penyusunan rencana tata
ruang, dilakukan pengumpulan data primer dan data sekunder.
Pengumpulan data primer dapat meliputi:
a. penjaringan aspirasi masyarakat yang dapat dilaksanakan melalui
b. penyebaran angket, temu wicara, wawancara orang per-orang, dan lain sebagainya; dan
c. pengenalan kondisi fisik dan sosial ekonomi wilayah secara langsung melalui kunjungan ke
semua bagian wilayah kabupaten.
Data sekunder yang harus dikumpulkan sekurang-kurangnya meliputi :
a. peta-peta, meliputi:
1) peta Rupa Bumi Indonesia (RBI) atau peta topografi skala 1:50.000 sebagai peta dasar;
2) citra satelit untuk memperbaharui (update) peta dasar dan membuat peta tutupan
lahan; dan
3) peta batas wilayah administrasi.
b. Data dan informasi, meliputi:
1) data tentang kependudukan;
2) data tentang sarana dan prasarana wilayah;
3) data tentang pertumbuhan ekonomi wilayah;
4) data tentang kemampuan keuangan pembangunan daerah;
5) data dan informasi tentang kelembagaan pembangunan daerah;
6) data dan informasi tentang kebijakan penataan ruang terkait (RTRW kabupaten yang
sebelumnya, RTRW provinsi, RTRW Nasional dan RTR pulau terkait);
7) data dan informasi tentang kebijakan pembangunan sektoral, terutama yang
merupakan kebijakan pemerintah pusat; dan
8) peraturan-perundang undangan terkait.

Tingkat akurasi data, sumber penyedia data, kewenangan sumber atau instansi penyedia
data, tingkat kesalahan, variabel ketidakpastian, serta variabel-variabel lainnya yang mungkin
ada, perlu diperhatikan dalam pengumpulan data. Data dalam bentuk data statistik dan peta,
serta informasi yang dikumpulkan berupa data tahunan (time series) minimal 5 (lima) tahun
terakhir dengan kedalaman data setingkat kelurahan/kampung. Dengan data berdasarkan
kurun waktu tersebut di harapkan dapat memberikan gambaran perubahan apa yang terjadi
pada wilayah kabupaten. Hasil kegiatan pengumpulan data akan menjadi bagian dari
dokumentasi laporan antara.

10
KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)
PENINJAUAN KEMBALI RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW) KABUPATEN MIMIKA
PEMERINTAH KABUPATEN MIMIKA
BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH (BAPPEDA)
TAHUN 2017

3) Pengolahan Data
Pengolahan data dilakukan untuk mengenali karakteristik wilayah kabupaten terkait, terdiri atas:

a. karakteristik fisik wilayah, sekurang-kurangnya meliputi:


1) karakteristik umum fisik wilayah (letak geografis, morfologi wilayah, dan sebagainya);
2) potensi rawan bencana alam (longsor, banjir, tsunami, dan bencana alam geologi);
3) potensi sumber daya alam (mineral, batubara, migas, panas bumi, dan air tanah); dan
4) kesesuaian lahan pertanian (tanaman pangan, tanaman perkebunan, dan sebagainya).
b. karakteristik sosial-kependudukan, sekurang-kurangnya meliputi:
1) sebaran kepadatan penduduk di masa sekarang dan di masa yang akan datang (20
tahun);
2) proporsi penduduk perkotaan dan perdesaan di masa sekarang dan di masa yang akan
datang (20 tahun); dan
3) kualitas SDM dalam mendapatkan kesempatan kerja.

c. karakteristik ekonomi wilayah, sekurang-kurangnya meliputi:


1) basis ekonomi wilayah;
2) prospek pertumbuhan ekonomi wilayah di masa yang akan datang (20 tahun); dan
3) prasarana dan sarana penunjang pertumbuhan ekonomi.

d. kemampuan keuangan pembangunan daerah, sekurang-kurangnya meliputi:


1) sumber penerimaan daerah dan alokasi pembiayaan pembangunan; dan
2) prediksi peningkatan kemampuan keuangan pembangunan daerah.
e. kedudukan kabupaten di dalam wilayah lebih luas, sekurang-kurangnya meliputi:
1) kedudukan kabupaten di dalam jakstra struktur ruang nasional; dan
2) kedudukan kabupaten di dalam sistem perekonomian regional.

Dilakukan analisa terhadap data yang sudah dikumpulkan meliputi :


a. Peninjauan Kembali terhadap RTRW yang sudah ada;
b. Analisis kebijakan Analisis kebijakan pembangunan;
c. Analisis regional (analisis wilayah kabupaten pada wilayah yang lebih luas);
d. Analisis fisik/lingkungan dan sumber daya air;
e. Analisis sumber daya manusia;
f. Analsis sumber daya buatan;
g. Analisis ekonomi;
h. Analisis sistem permukiman/ pusat kegiatan /sistem perkotaan;
i. Analisis penggunaan lahan;
j. Analisis kelembagaan;
k. Analisis pendanaan/pembiayaan;dan
11
KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)
PENINJAUAN KEMBALI RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW) KABUPATEN MIMIKA
PEMERINTAH KABUPATEN MIMIKA
BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH (BAPPEDA)
TAHUN 2017

l. Analisis sintesa multi aspek/ analisis komprehensif.

Pengenalan dan analisa karakteristik wilayah kabupaten akan menjadi dasar bagi perumusan
tujuan, kebijakan, dan strategi penataan ruang wilayah kabupaten, serta menjadi masukan bagi
seluruh penyusunan rencana tata ruang selanjutnya. Penyusunan rencana struktur ruang dan
rencana pola ruang dan penetapan kawasan strategis kabupaten pada dasarnya berangkat dari
karakteristik tata ruang wilayah kabupaten. Untuk mempertajam penyusunan rencana struktur
ruang dan rencana pola ruang sekurangnya harus dilakukan analisis sebagai berikut:
1) identifikasi daerah fungsional perkotaan (functional urban area) yang ada di wilayah
kabupaten;
2) analisis sistem pusat-pusat permukiman (sistem perkotaan) yang didasarkan pada
sebaran daerah fungsional perkotaan yang ada di wilayah kabupaten; dan
3) analisis daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup wilayah serta optimasi
pemanfaatan ruang;

Kawasan-kawasan yang memiliki suatu kekhususan yang pemanfaatan ruang serta


pengendaliannya tidak dapat diakomodasi secara penuh di dalam rencana struktur ruang dan
rencana pola ruang, dapat ditetapkan sebagai kawasan strategis kabupaten.

Hasil pengumpulan pengolahan dan analisis harus didokumentasikan di dalam laporan antara.
Pokok-pokok penting yang menggambarkan karakteristik tata ruang wilayah kabupaten
selanjutnya akan dikutip menjadi bagian awal dari laporan peninjauan kembali Rencana Tata
Ruang Wilayah Kabupaten.

4) Penyusunan Konsep Peninjauan Kembali Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW)


Kabupaten Mimika
Kegiatan perumusan konsepsi Peninjauan Kembali Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW)
Kabupaten Mimika terdiri atas perumusan konsep pemutakhiran pengembangan wilayah
RTRW Kabupaten Mimika. Konsep pengembangan wilayah dilakukan berdasarkan hasil
analisis yang telah dilakukan sebelumnya dengan menghasilkan beberapa alternatif konsep
pengembangan wilayah, yang berisi:
a) rumusan tentang tujuan, kebijakan, dan strategi pengembangan wilayah kabupaten; dan
b) konsep pengembangan wilayah kabupaten.

Setelah dilakukan beberapa kali iterasi, dipilih alternatif terbaik sebagai dasar perumusan
Peninjauan Kembali Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Mimika Tahun 2017. Hasil
kegiatan perumusan konsepsi RTRW yang berupa Peninjauan Kembali Rencana Tata Ruang
Wilayah (RTRW) Kabupaten Mimika terdiri atas:
a) Pendahuluan, yang berisi :
1. Dasar hukum penyusunan RTRW kabupaten.
12
KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)
PENINJAUAN KEMBALI RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW) KABUPATEN MIMIKA
PEMERINTAH KABUPATEN MIMIKA
BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH (BAPPEDA)
TAHUN 2017

2. Profil wilayah kabupaten, mencakup:


a) Gambaran umum kabupaten yang dilengkapi dengan peta orientasi dan
pembagian wilayah kabupaten;
b) Kependudukan dan sumber daya manusia;
c) Potensi bencana alam;
d) Potensi sumber daya alam; dan
e) Potensi ekonomi wilayah.
3. Pemutakhiran isu-isu strategis wilayah kabupaten.
4. Peta-peta yang minimal mencakup:
a) Peta orientasi geografis dalam konstelasi wilayah yang lebih luas;
b) Peta tutupan lahan;
c) Peta rawan bencana; dan
d) Peta kepadatan penduduk eksisting.
b) Pemutakhiran tujuan, kebijakan, dan strategi penataan kabupaten
Dirumuskan berdasarkan karakteristik tata ruang wilayah kabupaten yang dipertajam
dengan aspirasi pemangku kepentingan.
Pada bab ini memuat :
1. Pemutakhiran tujuan penataan ruang wilayah kabupaten; dan
2. Pemutakhiran kebijakan dan strategi penataan ruang wilayah kabupaten.
c) Pemutakhiran rencana struktur ruang kabupaten
Disusun berdasarkan hasil analisis sistem pusat-pusat permukiman yang berangkat dari
strategi penataan ruang kabupaten dengan memperhatikan kebijakan dan strategi struktur
ruang wilayah provinsi dan nasional.
Pemutakhiran struktur ruang kabupaten meliputi :
Pemutakhiran rencana sistem perkotaan wilayah kabupaten.
Pemutakhiran rencana sistem jaringan prasarana skala kabupaten, mencakup:
1. Pemutakhiran rencana pengembangan sistem jaringan prasarana transportasi,
meliputi rencana jaringan jalan, terminal (tipe A dan B), jaringan rel kereta api,
stasiun antar kota, pelabuhan dalam fungsi dan cakupan layanan (pusat
penyebaran dan bukan pusat penyebaran), dan bandara dalam fungsi dan
cakupan layanan;
2. Pemutakhiran rencana pengembangan sistem jaringan prasarana energi, meliputi
jaringan SUTUT, SUTET, SUTT, SUTM, pusat-pusat pembangkit listrik, dan pusat-
pusat distribusi tegangan menengah ke atas;
3. Pemutakhiran rencana pengembangan sistem jaringan prasarana sumber daya
air, meliputi: sumber-sumber air baku untuk kegiatan permukiman perkotaan dan
jaringan air baku wilayah,sistem jaringan irigasi, sungai, danau, waduk,
13
KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)
PENINJAUAN KEMBALI RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW) KABUPATEN MIMIKA
PEMERINTAH KABUPATEN MIMIKA
BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH (BAPPEDA)
TAHUN 2017

DAS/wilayah sungai, dan lainnya;


4. Pemutakhiran rencana pengembangan sistem jaringan prasarana telekomunikasi,
meliputi jaringan terestrial skala wilayah dan nasional yang ada di kabupaten
(mikro digital, serat optik, mikro analog, kabel laut, jaringan internasional), serta
jaringan satelit (stasiun bumi); dan
5. Pemutakhiran rencana pengembangan jaringan prasarana lainnya, meliputi:
prasarana pengelolaan lingkungan (TPA regional), dan penyediaan air minum
regional.
d) Pemutakhiran rencana pola ruang kabupaten
Disusun berdasarkan analisis optimasi pemanfaatan ruang yang berangkat dari strategi
penataan ruang kabupaten dengan memperhatikan kebijakan dan strategi pola ruang
provinsi dan nasional.
Rencana pola ruang wilayah kabupaten, meliputi:
1. Rencana pola ruang kawasan lindung yang mencakup:
Kawasan hutan lindung;
Kawasan yang memberikan perlindungan terhadap kawasan bawahannya,
meliputi:
Kawasan bergambut; dan
Kawasan resapan air;
2. Kawasan perlindungan setempat, meliputi:
Sempadan pantai;
Sempadan sungai;
Kawasan sekitar danau atau waduk;
Kawasan sekitar mata air; dan
Kawasan lindung spiritual dan kearifan lokal lainnya.
3. Kawasan suaka alam, pelestarian alam, dan cagar budaya, meliputi:
Kawasan suaka alam;
Kawasan suaka alam laut dan perairan lainnya;
Suaka margasatwa dan suaka margasatwa laut;
Cagar alam dan cagar alam laut;
Kawasan pantai berhutan bakau;
Taman nasional dan taman nasional laut;
Taman hutan raya;
Taman wisata alam dan taman wisata alam laut; dan
Kawasan cagar budaya dan ilmu pengetahuan.
4. Kawasan rawan bencana alam, meliputi:
Kawasan rawan tanah longsor; dan

14
KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)
PENINJAUAN KEMBALI RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW) KABUPATEN MIMIKA
PEMERINTAH KABUPATEN MIMIKA
BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH (BAPPEDA)
TAHUN 2017

Kawasan rawan gelombang pasang dan kawasan rawan banjir.


5. Kawasan lindung geologi, meliputi:
Kawasan cagar alam geologi; dan
Kawasan rawan bencana alam geologi dan kawasan yang memberikan
perlindungan terhadap air tanah.
6. Kawasan lindung lainnya, meliputi:
Cagar biosfer;
Ramsar;
Taman buru;
Kawasan perlindungan plasma-nutfah; dan
Kawasan pengungsian satwa, terumbu karang dan kawasan koridor bagi jenis
satwa atau biota laut yang dilindungi.
7. Kawasan Budidaya, meliputi:
Kawasan peruntukan hutan produksi;
Kawasan hutan rakyat;
Kawasan peruntukan pertanian;
Kawasan peruntukan perkebunan;
Kawasan peruntukan perikanan;
Kawasan peruntukan pertambangan;
Kawasan peruntukan industri;
Kawasan peruntukan pariwisata;
Kawasan peruntukan permukiman;
Kawasan peruntukan lainnya.
e) Pemutakhiran penetapan kawasan-kawasan strategis kabupaten
Berangkat dari karakteristik tata ruang wilayah kabupaten yang menunjukan adanya
bagian wilayah kabupaten yang memerlukan perencanaan, pemanfaatan ruang dan
pengendalian pemanfaatan ruang khusus yang tidak dapat diakomodasi sepenuhnya di
dalam rencana struktur ruang dan rencana pola ruang kabupaten.
f) Pemutakhiran arahan pemanfaatan ruang
Disusun berdasarkan rencana struktur ruang, rencana pola ruang, dan penetapan
kawasan strategis kabupaten yang dikaitkan dengan kemampuan keuangan
pembangunan daerah.
g) Pemutakhiran arahan pengendalian pemanfaatan ruang
Disusun berdasarkan rencana struktur ruang, rencana pola ruang dan penetapan kawasan
strategis kabupaten yang dikaitkan dengan arahan pengendalian pemanfaatan ruang
wilayah nasional dan provinsi serta peraturan perundang-undangan terkait, termasuk di
dalamnya berbagai standar teknis perencanaan tata ruang.

15
KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)
PENINJAUAN KEMBALI RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW) KABUPATEN MIMIKA
PEMERINTAH KABUPATEN MIMIKA
BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH (BAPPEDA)
TAHUN 2017

5. Keluaran
1) Kegiatan peninjauan Kembali Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Mimika 2011- 2031
Tahun 2017 yang terdiri atas 4 (empat) Dokumen pelaporan yang terdiri :

a. Laporan Pendahuluan
Laporan Pendahuluan sekurang-kurangnya berisi pemahaman konsultan terhadap lingkup
pekerjaan, konsep pendekatan dan metodologi studi dan pelaksanaan pekerjaan, program
kerja dan jadwal pelaksanaan pekerjaan, termasuk daftar kebutuhan data dan rencana
survey lapangan berikut formulir-formulir survey lapangan yang diperlukan serta dukungan
tenaga ahli beserta perlengkapannya. Laporan Pendahuluan ini diserahkan kepada
Pemberi Tugas setelah diterimanya SPMK oleh Konsultan.
b. Laporan Antara
Berisi Data dan analisa hasil perolehan data, survey lapangan yang akan menjadi bagian
dari dokumentasi. Hasil pengumpulan pengolahan dan analisa harus didokumentasikan di
dalam laporan antara.
Di dalam Laporan Data dan Analisa harus memuat :
a. Arahan kebijakan pembangunan wilayah kabupaten yang bersangkutan dan
kedudukannya dalam perspektif kebijakan pembangunan nasional & provinsi;
b. Kedudukan dan keterkaitan kabupaten dalam sistem regional yang lebih luas dalam
segala aspek;
c. Potensi, permasalahan, peluang, dan tantangan dalam penataan ruang;
d. Pola kecenderungan dan perkembangan internal kabupaten, potensi perkembangan;
e. Perkiraan kebutuhan pengembangan; dan
f. Daya dukung dan daya tampung ruang.
Pokok-pokok penting yang menggambarkan karakteristik tata ruang wilayah kabupaten
selanjutnya akan dikutip menjadi bagian awal dari Laporan Peninjauan Kembali Rencana
Tata Ruang Wilayah Kabupaten. Laporan antara yang dilengkapi dengan peta peta
kondisi eksisting dikonsultasikan setelah penyerahan laporan pendahuluan.
c. Laporan Akhir
Hasil kegiatan perumusan rekomendasi peninjauan kembali RTRW kabupaten yang terdiri
atas:
a) Hasil peninjauan kembali tentang tujuan, kebijakan, dan strategi penataan ruang
wilayah kabupaten;
b) Hasil peninjauan kembali rencana struktur ruang wilayah kabupaten;
c) Hasil peninjauan kembali rencana pola ruang wilayah kabupaten;
d) Hasil peninjauan kembali penetapan kawasan strategis kabupaten;dan
e) Hasil peninjauan kembali arahan pemanfaatan ruang wilayah kabupaten.

Hasil tersebut di atas merupakan laporan Peninjauan Kembali Rencana Tata Ruang
Wilayah Kabupaten Mimika Tahun 2017, yang terdiri atas Buku laporan akhir yang
16
KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)
PENINJAUAN KEMBALI RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW) KABUPATEN MIMIKA
PEMERINTAH KABUPATEN MIMIKA
BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH (BAPPEDA)
TAHUN 2017

disajikan dalam format A4.


Laporan Akhir yang meliputi perbaikan draft Laporan Akhir diserahkan pada Pemberi
Tugas setelah pembahasan Draft Laporan Akhir .
d. Album Peta yang disajikan dengan tingkat ketelitian skala minimal 1:50.000 dalam format
A1 yang dilengkapi dengan peta digital yang mengikuti ketentuan sistem informasi
geografis (GIS) yang dikeluarkan oleh lembaga yang berwenang. Album peta minimum
terdiri atas:
A. Peta Profil Tata Ruang Wilayah Kabupaten:
Peta Orientasi: Peta skala kecil yang mendudukan kedudukan geografis
kabupaten dalam wilayah yang lebih luas;
Peta Batas Administrasi : Delineasi wilayah Distrik yang ada di dalam wilayah
kabupaten dengan warna yang berbeda dan diberi nama Distrik serta pusat
perkotaan;
Peta Tutupan Lahan Wilayah Kabupaten: Delineasi jenis tutupan lahan yang
ada di seluruh wilayah kabupaten;
Peta Rawan Bencana : Delineasi kawasan-kawasan rawan bencana
menurut tingkatan bahayanya, tingkatan bahaya bencana alam dinyatakan
dengan gradasi warna;
B. Peta Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten
Peta Rencana Struktur Ruang Wilayah Kabupaten, meliputi:
1. Sistem permukiman (PKN, PKL, PPK, dan PPL);
2. Sistem jaringan jalan (kolektor primer 1, kolektor primer 2, kolektor primer,
dan lokal primer);
3. Sistem jaringan kereta api (umum); Bandara dan pelabuhan sesuai dengan
kelasnya; dan

4. Nama-nama PKN, PKL, PPK, PPL, bandara dan pelabuhan, dan lain
sebagainya.
Peta Rencana Jaringan Prasarana Wilayah Kabupaten, meliputi :
1. Rencana sistem jaringan telekomunikasi;
2. Rencana sistem jaringan energi;
3. Rencana sistem jaringan sumber daya air;
4. Rencana sistem jaringan prasarana lainnya; dan
5. Nama-nama tempat (Distrik, kelurahan/kampung).
Peta Rencana Pola Ruang Wilayah Kabupaten, meliputi :
1. Delineasi rencana peruntukan pemanfaatan ruang sesuai dengan klasifikasi
pola ruang wilayah kabupaten;
2. Sungai, jaringan kolektor primer 1, kolektor primer 2, kolektor primer 3 dan

17
KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)
PENINJAUAN KEMBALI RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW) KABUPATEN MIMIKA
PEMERINTAH KABUPATEN MIMIKA
BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH (BAPPEDA)
TAHUN 2017

lokal primer;
3. Rel kereta api; dan
4. Nama-nama tempat (Distrik, kelurahan/kampung)
Peta Penetapan Kawasan Strategis Kabupaten
1. Delineasi kawasan strategis nasional;
2. Delineasi kawasan strategis provinsi;
3. Delineasi kawasan strategis kabupaten;
4. Sungai, jaringan jalan arteri primer, kolektor primer 1 dan kolektor primer 2,
rel kereta api; dan
5. Nama-nama tempat (Distrik, kelurahan/kampung)
2) Diskusi
Diskusi diagendakan dua kali pertemuan bersama tim teknis dari unsur BAPPEDA
Kabupaten Mimika dan Satuan Kerja (SKPD) terkait, membahas Draft Laporan
Pendahuluan dan Draft Laporan Akhir . Setelah dokumen telah disetujui tim teknis,
selanjutnya dijilid dengan format kertas A4 dan sampul depan berupa soft cover dan
digandakan (berwarna jika terdapat foto/peta).
Rincian Produk Pekerjaan:
NO PRODUK PEKERJAAN RANGKAP
1. Laporan Pendahuluan 10 buku
2. Laporan Antara 10 buku
3. Laporan Akhir 20 buku
4. Softcopy dalam bentuk Flash Disk (FD) yang berisi : 5 unit
Laporan Pendahuluan, Laporan Antara dan Laporan Akhir
Peta dengan format GIS
Album Gambar/Peta
5. Album Gambar / Peta (A1) 2 buah

6. Peralatan, Material, Personil dan Fasilitas dari Pejabat Pembuat Komitmen


a) Peralatan : Fasilitas Diskusi (Ruang Rapat dan Fasilitasnya)
b) Material :-
c) Personil : Tim teknis pelaksana kegiatan
7. Peralatan dan Material dari Penyedia Jasa Konsultansi
a) Peralatan : Kendaraan operasional, GPS Handheld, Laptop/PC, Printer, Kamera.
b) Material :-

8. Lingkup Kewenangan Penyedia Jasa


Kewajiban Konsultan
a) Konsultan berkewajiban dan bertanggungjawab sepenuhnya terhadap pelaksanaan
penyusunan rencana sesuai dengan ketentuan perjanjian kerjasama yang disepakati.
b) Konsultan wajib mengikuti ketentuan teknis yang ditentukan sesuai dengan kerangka acuan
c) Konsultan dalam melaksanakan pekerjaannya dinyatakan berakhir sampai dengan selesainya
18
KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)
PENINJAUAN KEMBALI RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW) KABUPATEN MIMIKA
PEMERINTAH KABUPATEN MIMIKA
BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH (BAPPEDA)
TAHUN 2017

semua kewajiban yang harus dipenuhi sesuai dengan perjanjian pekerjaan yang disepakati.
d) Konsultan wajib hadir dan menyerahkan hasil perencanaannya dalam forum diskusi dengan
Tim Teknis.
Hak Konsultan
a) Dalam pelaksanaan Penyusunan Peninjauan Kembali Rencana Tata Ruang Wilayah
Kabupaten Mimika, konsultan berhak meminta bantuan Tim Teknis dalam mencari data dan
informasi yang diperlukan;
b) Setelah pelaksana pekerjaan melaksanakan seluruh kewajibannya, maka pihak pelaksana
pekerjaan berhak untuk mendapatkan pembayaran atas hasil pekerjaannya sejumlah tertentu
dengan syarat yang telah ditetapkan dalam kontrak kerja.

9. Jangka Waktu Penyelesaian Kegiatan


Jangka waktu pelaksanaan kegiatan Peninjauan Kembali Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW)
Kabupaten Mimika ditetapkan 5 (lima) bulan terhitung setelah diterimanya SPMK.
10. Personil
Tenaga ahli yang dibutuhkan untuk Peninjauan Kembali Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten
Mimika Tahun 2017 adalah:
a. 1 (satu) orang Team Leader/Ahli Perencanaan Wilayah dan Kota yang memiliki latar belakang
pendidikan S1 Perencanaan Wilayah dan Kota (Planologi), dengan pengalaman minimal 5
tahun mempunyai sertifikat keahlian (SKA) Ahli Madya Perencanaan Wilayah dan Kota yang
di terbitkan oleh asosiasi profesi yang telah terakreditasi oleh lembaga yang berwenang.
b. Tenaga Ahli Ekonomi Wilayah sebanyak 1 (satu) orang, kualifikasi S-1 Ekonomi dengan
pengalaman minimal 3 tahun serta dilengkapi dengan referensi kerja dari pengguna jasa;
c. Tenaga Ahli Prasarana Wilayah sebanyak 1 (satu) orang, kualifikasi S1 Teknik SIpil dengan
pengalaman minimal 3 tahun, mempunyai sertifikat keahlian (SKA) minimal ahli muda yang di
terbitkan oleh asosiasi profesi yang telah terakeditasi oleh lembaga yang berwenang.
d. Tenaga Ahli Hukum dan Kelembagaan sebanyak 1 (satu) orang, kualifikasi S-1 Hukum dengan
pengalaman minimal 3 tahun;
e. Tenaga Ahli GIS/Pemetaan sebanyak 1 (satu) orang, kualifikasi S-1 Teknik
Geodesi/Geologi/Perencanaan Wilayah dan Kota/Planologi dengan pengalaman minimal 3
tahun mempunyai sertifikat pelatihan GIS;
Tenaga Pendukung yang dibutuhkan untuk kegiatan Peninjauan Kembali Rencana Tata Ruang
Wilayah (RTRW) Kabupaten Mimika adalah:
a. Drafter sebanyak 1 orang, kualifikasi minimal S-1 Teknik Perencanaan Wilayah dan
Kota/Teknik Arsitektur/Teknik Sipil dengan pengalaman minimal 1 tahun;
b. Operator Komputer sebanyak 1 orang, kualifikasi minimal D-III dengan pengalaman
minimal 1 tahun;
c. Surveyor sebanyak 4 orang , kualifikasi minimal S-1 dengan pengalaman minimal 1 tahun;

19
KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)
PENINJAUAN KEMBALI RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW) KABUPATEN MIMIKA
PEMERINTAH KABUPATEN MIMIKA
BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH (BAPPEDA)
TAHUN 2017

d. Tenaga Administrasi sebanyak 1 orang, kualifikasi minimal D-III dengan pengalaman


minimal 1 tahun.

LAPORAN
1. Laporan Pendahuluan
Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya 1 (Satu) bulan sejak SPMK diterbitkan.

2. Laporan Antara
Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan sejak SPMK diterbitkan.

3. Laporan Akhir
Laporan yang terdiri dari laporan hasil peninjauan kembali RTRW, Album Peta dan Back Up FD
harus diserahkan selambat-lambatnya 5 (lima) bulan sejak SPMK diterbitkan.

HAL-HAL LAIN

a. Konsultan bertanggungjawab secara kontraktual kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)


sesuai dengan Surat Perjanjian;
b. Selain data dan informasi penting sebagai masukan serta ketentuan khusus yang diberikan
proyek, berlaku pula ketentuan, peraturan, persyaratan, standart dan pedoman lainnya, antara
lain :
1. Surat Keputusan Pemberian Pekerjaan (Gunning) dan atau Surat Perintah Kerja untuk
melaksanakan pekerjaan perencanaan;
2. SNI dan SK-SNI Teknis yang berlaku;
3. Pertimbangan Regional dari Pemerintah Daerah setempat;
4. Peraturan Pembangunan dan Rencana Pengembangan Daerah setempat.
c. Konsultan harus menyelesaikan administrasi proyek sesuai dengan prosedur yang berlaku,
pencairan dana sesuai kemajuan pekerjaan.
d. Untuk mencapai target, Konsultan harus menyediakan, tenaga dan peralatan yang kualifikasi
dan klasifikasinya sesuai persyaratan, baik untuk bidang teknis, Admnistrasi dan Keuangan.
e. Untuk mengendalikan pelaksanaan kegiatan, Konsultan mendapat bimbingan dan pengarahan
dari Pengelola Kegiatan dan Tim Teknis yang bertindak sebagai aparat Pemerintah yang
mengatur dan membina Konsultan.
f. Setiap tahapan hasil perencanaan harus dipresentasikan oleh Konsultan kepada tim
teknis/SKPD untuk membahas semua aspek yang telah ditentukan
g. Hasil perencanaan yang telah dibahas dan disetujui Team Teknis akan menjadi penilaian untuk
penyelesaian pekerjaan yang dilaksanakan oleh Tim Pemeriksa / Penerima pekerjaan.
h. Pekerjaan lain yang belum dimasukkan dalam KAK ini akan dibahas dan disepakati dalam
perjanjian.

20
KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)
PENINJAUAN KEMBALI RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW) KABUPATEN MIMIKA
PEMERINTAH KABUPATEN MIMIKA
BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH (BAPPEDA)
TAHUN 2017

i. Semua kegiatan jasa konsultansi berdasarkan KAK ini harus dilakukan di dalam wilayah Negara
Republik Indonesia kecuali ditetapkan lain dengan pertimbangan keterbatasan kompetensi
dalam negeri.

Timika, Juni 2017


Pengguna Anggaran / Kuasa Pengguna Anggaran
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah
Kabupaten Mimika

21
KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)
PENINJAUAN KEMBALI RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW) KABUPATEN MIMIKA

Anda mungkin juga menyukai