Anda di halaman 1dari 14

TUGAS

PENELITIAN OPERASIONAL TAMBANG

TEORI KEPUTUSAN (DECISION THEORY)

OLEH:

1. MIFTAHUL JANNAH (1307290)


2. AHLIZAR (1307267)

JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN


FKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2014
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pengambilan keputusan sangat diperlukan dalam beberapa bidang. Keputusan-keputusan tersebut

biasanya didasarkan pada alternatif-alternatif yang menjadi pertimbangan. Berdasarkan alternatif-

alternatif pertimbangan dapat dibuat perangkingan, sehingga keputusan dapat diambil sesuai

kebutuhan yang diharapkan.


B. Tujuan
Agar dapat membantu kita dalam membuat keputusan terbaik dikaitkan dengan

ketersediaan informasi yang relevan terhadap setiap masalah yang harus diselesaikan

dengan langkah strategis sehingga diperoleh hasil yang optimum yaitu keuntungan yang

maksimum atau kerugian yang minimum.


C. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan keputusan?
2. Apa yang dimaksud dengan teori keputusan?
3. Apa yang dimaksud dengan pengambilan keputusan?
4. Apa saja yang menjadi dasar-dasar dalam pengambilan keputusan?

BAB II
ISI

A. PENGERTIAN KEPUTUSAN
1. Menurut Ralp.C.Davis
Keputusan adalah hasil pemecahan masalah yang dihadapinya dengan tegas. Suatu

keputusan merupakan jawaban yang pasti terhadap suatu pertanyaan. Keputusan

harus dapat menjawab pertanyaan tentang apa yang dibicarakan dalam hubungan
dengan perencanaan. Keputusan dapat pula berupa tindakan terhadap pelaksanaan

yang sangat menyimpang dari rencana semula.


2. Menurut Mary Follet
Keputusan adalah suatu atau sebagai hukum situasi. Apabila semua fakta dan situasi

itu dapat diperolehnya dan semua yang terlibat, baik pengawas maupun pelaksana

mau mentaati hukumnya atau ketentuannya, maka tidak sama dengan mentaati

perintah. Wewenang tinggal dijalankan, tetapi itu merupakan wewenang dari hukum

situasi.
3. Menurut James A.F. Stoner
Keputusan adalah pemilihan diantara alternatif-alternatif. Pengertian ini mengandung

3 makna:
a. Ada pilihan atas dasar logika atau pertimbangan.
b. Ada beberapa alternatif yang harus dan dipilih salah satu yang terbaik.
c. Ada tujuan yang ingin dicapai, dan keputusan itu makin mendekatkan pada tujuan

tersebut.

4. Menurut Prof.Dr. Pramudji Atmosudirjo, SH.


Keputusan adalah suatu pengakhiran daripada proses pemikiran tentang suatu masalah

atau problema untuk menjawab pertanyaan apa yang harus diperbuat guna mengatasi

masalah tersebut dengan menjatuhkan pilihan pada suatu alternatif.


B. PENGERTIAN TEORI KEPUTUSAN
Teori Keputusan adalah berasal dari teori kemungkinan yang merupakan konsekuensi dari

beberapa keputusan yang telah dievaluasi. Teori Keputusan digunakan untuk berbagai

macam ilmu bidang study, terutama bidang ekonomi.


Tujuan analisis keputusan adalah untuk mengidentifikasi apa yang harus dikerjakan,

mengembangkan kriteria khusus untuk mencapai tujuan, mengevaluasi alternatif yang

tersedia yang berhubungan dengan kriteria dan mengidentifikasi resiko yang melekat

pada keputusan tersebut.


Dua metode dari teori keputusan yang terkenal adalah teori keputusan normatif dan teori

keputusan deskriptif. Teori Keputusan Normatif dicapai berdasarkan alasan yang rasional

atau bisa disebut dengan alasan yang masuk akal (teori logika), sedangkan teori
keputusan Deskriptif dicapai berdasarkan empirik atau merupakan hasil pengamatan,

percobaan, dan biasanya dikuatkan dengan statistik.


C. PENGERTIAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN
1. Menurut George R. Terry
Pengambilan keputusan adalah pemilihan alter-natif perilaku tertentu dari dua atau

lebih alter-natif yang ada.


2. Menurut S.P. Siagian
Pengambilan keputusan adalah pendekatan yang sistematik terhadap hakekat alternatif

yang dihadapi dan mengambil tindakan yang menurut perhitungan merupakan

tindakan yang paling tepat.


3. Menurut James A.F. Stoner.
Pengambilan keputusan adalah proses yang digunakan untuk memilih suatu tindakan

sebagai cara pemecahan masalah.


4. Menurut Kadarsah Suryadi.
Pengambilan keputusan adalah bentuk pemilihan dari berbagai alternatif tindakan

yang mungkin dipilih yang prosesnya melalui mekanisme tertentu, dengan harapan

akan menghasilkan sebuah keputusan yang terbaik.


5. Menurut Churchman.
Pengambilan keputusan adalah aktivitas manajemen berupa pilihan tindakan dari

sekumpulan alternatif yang telah dirumuskan sebelumnya untuk memecahkan suatu

masalah atau suatu konflik dalam manajemen.


D. DASAR-DASAR PENGAMBILAN KEPUTUSAN
1. Intuisi
2. Pengalaman
3. Fakta
4. Wewenang
5. Rasional
E. TEORI-TEORI PENGAMBILAN KEPUTUSAN
1. Teori Utilitarisme
Ketika keputusan diambil, memaksimalkan kesenangan, meminimalkan

ketidaksenangan.
2. Teori Deontology
Menurut Immanuel Kant: sesuatu dikatakan baik bila bertindak baik. Contoh bila

berjanji ditepati, bila meminjam harus dikembalikan.

3. Teori Hedonisme
Menurut Aristippos: sesuai kodratnya, setiap manusia mencari kesenangan dan

menghindari ketidaksenangan.
4. Teori Eudemonisme
Menurut Filsuf Yunani Aristoteles: bahwa dalam setiap kegiatannya manusia

mengejar suatu tujuan, ingin mencapai sesuatu yang baik bagi kita.
F. KONDISI PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Saat pemimpin mengambil keputusan dihadapkan dalam beberapa kondisi yaitu:
1. Kondisi pasti (decision under certainty)
Hasil dari setiap alternatif tindakan dapat ditentukan dimuka dengan pasti. Misal

model linear programming, model integer programming dan model deterministik.

Tujuan:
1) Lebih dari satu tujuan.
2) Lebih dari satu alternatif tindakan
3) Setiap tindakan mempunyai satu atau lebih hasil
Contoh:
a. Seseorang akan memutuskan untuk membeli alat gali dan alat muat untuk

memenuhi kebutuhan perusahaannya dengan: merk, type, kualitas, dan harga yang

telah diketahui.
b. Seorang manager keuangan akan mengambil keputusan meminjam modal,

informasi pendukung berupa: tingkat bunga dan persyaratan lain yang telah

ada/disediakan.
2. Kondisi tidak pasti (decision under uncertainty)
Kurang pastinya kejadian-kejadian dimasa mendatang, maka kejadian ini digunakan

sebagai parameter untuk menentukan keputusan yang akan diambil. Situasi yang

dihadapi pengambil keputusan adalah mempunyai lebih dari satu alternatif tindakan,

pengambil keputusan mengetahui probabilitas yang akan terjadi terhadap berbagai

tindakan dan hasilnya dengan memaksimalkan expected return (ER) atau expected

monetari value (EMV). Kriteria pengambilan keputusan dalam kondisi tidak pasti:
1) Kriteria Maximax/Optimis
Keputusan didasarkan pada kondisi optimis dan mencari nilai maksimumnya.
Tahapannya :
Cari angka terbesar dari tiap baris
Cari angka terbesar dari angka yang sudah dicari terbesarnya di baris tersebut
Pilih strategi tersebut
Untuk kasus minimasi, tipe ini menggunakan minimin yaitu dari seluruh baris

yang minimum, dipilih baris yang minimum.


2) Kriteria Maximin/Pesimis
Keputusan didasarkan pada kondisi pesimis atau mencari nilai maksimum pada

kondisi pesimis.
Tahapannya :
Cari angka terbesar dari tiap baris
Cari angka terkecil dari angka yang sudah dicari terbesarnya di baris tersebut
Pilih strategi tersebut
Untuk kasus minimasi, tipe ini menggunakan minimaks yaitu dari seluruh baris

yang maksimum dipilih baris yang minimum.


3) Kriteria Minimax Regret/Penyesalan
Keputusan didasarkan pada nilai regret minimum. Nilai regret diperoleh dari nilai

OL (opportunity loss) pada setiap kondisi dan dipilih yang maksimum.

Tahapannya:
Cari angka terbesar dari tiap kolom, kemudian selisihkan angka terbesar

tersebut dengan angka yang lain yang ada pada kolom tersebut.
Cari angka selisih terbesar pada masing-masing barisnya.
Cari angka terkecil tersebut dari angka-angka terbesar yang sudah dicari dari

tiap baris tersebut


Pilih strategi tersebut.
4) Kriteria Hurwicz/pendekatan alpha.
Keputusan didasarkan pada perkalian hasil dan koefisien optimisme. Koefisien ini

merupakan perpaduan antara optimis dan pesimis. Menggunakan koefisien

optimisme () dan koefisien pesimisme (1 - ). Koefisien ini anda dapat diperoleh

melalui hasil penelitian atau pendekatan relatif dari data tertentu.


Tahapannya :
Dengan diketahuinya alpha (), agar mendapatkan nilai dari tiap baris tersebut,

dicari nilai tertimbangnya (VW = value weighted), dengan cara :


[ x angka terbesar dari baris tersebut] + [(1- ) x angka terkecil pada baris

tersebut]
Cari angka terbesar dari nilai tertimbang (VW) yang sudah didapatkan dan

perhitungan tersebut
Pilih strategi tersebut.
5) Kriteria Laplace/rasional
Probabilitas semua kejadian sama, probabilitas tertinggi adalah keputusan terbaik.

Tahapannya:
Jumlahkan angka-angka yang ada pada baris tersebut, kemudian dibagi dengan

n
Cari angka terbesar dalam perhitungan tersebut
Pilih strategi tersebut.
Contoh:
a. Seseorang akan memutuskan untuk membeli alat gali dan alat muat untuk

memenuhi kebutuhan perusahaannya sementara merk, type, kualitas, dan harga

alat tersebut belum diketahui.


b. Seorang manager perusahaan tidak mempunyai data pasti tentang strategi

pemasaran yang akan dilakukan perusahaan-perusahaan lawan


Solusinya: biasanya digunakan teori kemungkinan (peluang dan probabilitas)
c. Seorang pemilik tanah sedang mempertimbangkan apakah akan menerima

tawaran perusahaan energi yang akan membeli tanah miliknya atau

mengeksplorasi dan mengembangkan sendiri tanah tersebut. Salah satu

keputusannya berhubungan dengan ada tidaknya gas di tanah tersebut.

Keuntungan (dalam ribuan dolar) menurut pemilik tanah diberikan pada tabel

matriks keuntungan berikut:

S1: Tidak ada gas S1: Ada gas di


di tanahnya
tanahnya

D1: Menerima tawaran 60 660


perusahaan energi

D2: Mengeksplorasi dan -100 2000


mengembangkan sendiri

a) Tentukan keputusan-keputusan yang dianjurkan pada tiap-tiap kriteria bagi

proses keputusan berikut !

Jawab:
Keuntungan minimum untuk keputusan D1 adalah 60, sedangkan untuk D2

adalah -100. Karena maksimum {60, -100}= 60, adalah keuntungan yang
berkaitan dengan D1, maka D1 adalah keputusan yang dianjurkan di bawah

kriteria minimaks.
Elemen yang terbesar dalam matriks ini adalah 2000, yang merupakan

keuntungan yang berkaitan dengan D2. Oleh karena itu D2 adalah keputusan

yang dianjurkan dibawah kriteria optimistik


Rata-rata dari keuntungan maksimum dan minimum untuk D1 dan D2 adalah

berturut-turut: (660 + 60)/2 = 360


(2000 + (-100) /2 = 950
Karena maksimum {360,950} = 950 berkaitan dengan D 2, maka D2 adalah

keputusan yang dianjurkan.


b) Tentukan keputusan yang dianjurkan berdasarkan kriteria a priori untuk proses

tersebut jika pemilik tanah memperkirakan probabillitas untuk menemukan

gas adalah 0,6 !


Jawab:
Dengan P(S2) = 0,6, maka didapat bahwa P(S1) = 1 0,6 = 0,4. Dengan

menggunakan data pada Tabel, untuk menghitung keuntungan yang

diharapkan dari D1, maka diperoleh:


E (G1) = (60) (0,4) + (660) (0,6) = 420
Sedangkan keuntungan yang diharapkan dari D2,
E (G2) = (-100) (0,4) + (2000) (0,6) = 1160
Karena maksimum dari kedua jumlah ini adalah 1160, yang berhubungan

dengan D2, maka D2 adalah keputusan yang dianjurkan di bawah kriteria

a priori.
3. Kondisi beresiko (decision under risk)
Contoh: Seorang Direktur harus mengambil keputusan dalam melakukan pemutusan

hubungan kerja bagi karyawannya sementara ia masih dibutuhkan di Perusahaan

tersebut karena ia mempunyai kemampuan dalam hal perencanaan tambang, yang

tidak dimiliki oleh karyawan lainnya.


G. UNSUR-UNSUR PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Terdapat 3 unsur dalam pengambilan keputusan baik dalam kondisi pasti, tidak pasti dan

beresiko yaitu:
1. Available alternatives
Pengambilan keputusan dihadapkan atas beberapa alternatif pilihan. Keputusan

diambil dengan memilih satu pilihan yang menguntungkan suatu institusi atau

organisasi.
2. State of nature
Unsur-unsur yang berada di luar kekuasaan sang pengambil keputusan
Misalnya: datangnya musim kemarau, peraturan pemerintah, tingkat laku pesaing, dan

lain-lain
Contoh kasus:
Avaiable alternatives
Pabrik mobil harus memutuskan apakah membeli pintu mobil dri luar atau

membuat sendiri.

State of nature
Manajemen tidak mengetahui kondisi yang pasti terkait dengan volume penjualan

akan naik atau turun.


Target keputusan
Keputusan yang diambil harus memberikan keuntungan yang besar bagi pabrik
3. Hasil (Payoff)
Merupakan kombinasi antara alterbatif-alternatif keputusan yang ada dengan state of

nature.
Contoh kasus:
Payoff
- Kombinasi dari states of nature dan available alternatives
- Misalnya diberikan kombinasi alternatif:
1) Pilih membuat sendiri tetapi dengan asumsi terjelek permintaan menurun

sehingga hasil yang diterima (payoff) sebesar 10 M.


2) Pilih membeli dari luar dengan asumsi terjelek permintaan naik sehingga

hasil yang diterima (payoff) sebesar 18 M.


- Silahkan dipilih sesuai dengan (perkembangan) kondisi
H. UNSUR-UNSUR UTAMA PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM KONDISI

TIDAK PASTI
1. Event
Merupakan kejadian atau permaslahan yang harus diselesaikan dengan cara strategis

tertentu. Kejadian atau permaslahan merupakan masukan bagi proses/aktivitas dalam

pengambilan keputusan.
Permaslahan akan terjadi:
- Pada kondisi tidak pasti, misalnya terkait dengan permintaan kedepan
- Diluar kemampuan pengambilan keputusan (state of nature)
- Dimana pengambilan keputusan tidak menguasai permasalahan atau variabel-

variabel state of nature.


Kejadian yang merupakan masukan berupa permasalahan dapat dikategorikan

menjadi 4 jenis. Ke-4 jenis permasalahan tersebut adalah: permasalahan direktif,

permasalahan strategis, permasalahan taktis, permasalahan operasional.

2. Action
Merupakan suatu tindakan dalam menyelesaikan suatu permasalahan dengan langkah-

langkah strategis tertentu. Langkah-langkah strategis yang diambil merupakan suatu

proses pengambilan keputusan dari beberapa alternatif langkah-langkah strategis

(yang ada/dimungkinkan) dalam menyelesaikan masalah.


3. Outcome/Payoff
Merupakan hasil suatu langkah pengambilan keputusan dalam penyelesaian

permasalahan. Hasil atau luaran ini dapat berupa: perhitungan keuntungan (profit),

titik impas (break even point), kerugian (loss).

I. SKEMA RANGKAIAN UNSUR UTAMA PENGEMBALIAN KEPUTUSAN

DALAM KONDISI TIDAK PASTI


J. TEKNIK DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Situasi Keputusan Pemecahan Teknik

Ada kepastian (certainly) Deterministic Linear programming


Model transportasi
Model penugasan
Model antrian
Model network
Ada resiko (Risk) Probabilistic Model kepututsan inventory
probabilistic
Model antrian probabilistic
Tidak ada kepastian Tidak diketahui Analisis keputusan dalam
(Uncertainly) keadaan ketidakpastian

Ada konflik (conflict) Tergantung Teori permainan


tindakan lawan

K. PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Proses pengambilan keputusan didefinisikan sebagai langkah yang diambil oleh pembuat

keputusan untuk memilih alternatif yang tersedia. Adapun langkah sistematis yang harus

dilakukan dalam proses pengambilan keputusan adalah sebagai berikut :


1. Mengidentifikasi atau mengenali masalah yang dihadapi

2. Mencari alternatif perusahaan bagi masalah yang dihadapi

3. Memilih alternatif yang paling efisien dan efektif untuk memecahkan masalah

4. Melaksanakan alternatif tersebut

5. Mengevaluasi apakah alternatif yang dilaksanakan berhasil dan sesuai dengan yang

diharapkan.

Langkah-langkah proses pengambilan keputusan ada 5, yaitu:

1. Pengambilan keputusan

Pengambilan keputusan pada dasarnya adalah proses pemecahan masalah yang

menghalangi atau menghambat tercapainya tujuan. Agar masalah dapat dipecahkan,

terlebih dahulu harus dikenali apa masalahnya.

2. Mencari alternatif pemecahan

Setelah masalh dikenali maka dapat dilakukan pencarian terhadap alternatif-alrternatif

yang mungkin dapat memecahkan masalah yang dihadapi. Dalam mencari alternatif

hendaknya tidak mamikirkan masalah efisiensi dan efektifitas. Yang terpenting adalah

mengumpulkan sebanyak-banyaknya alternatif. Setelah alternatif terkumpul, barulah

disusun berurutan dari yang paling diinginkan sampai yang tidak diinginkan.

3. Memilih alternatif

Setelah alternatif tersusun, barulah dapat dilakukan pilihan alternatif yang dapat

memberikan manfaat, dalam arti dapat memecahkan masalah dengan cara yang paling
efektif dan efisien. Sebelum menjatuhkan pilihan pada sebuah alternatif, ajukan

pertanyaan untuk tiap-tiap alternatif.

4. Pelaksanaan alternatif

Setelah alternatif dipilih, tibalah saatnya melaksanakannya ke dalam bentuk tindakan.

pelaksanaan harus sesuai denga rencana, agar tujuan memecahkan masalah dapat

tercapai.

5. Evaluasi

Setelah alternatif dilaksanakan, bukan berarti proses pengambilan keputusan telah

selesai. Pelaksanaan alternatif harus terus diamati, apakah berjalan sesuai dengan

yang diharapkan. Bila langkah-langkah pelaksanaan telah dilakukan dengan benar

tetapi hasil yang dicapai tidak maksimal, sudah waktunya untuk mempertimbangkan

kembali pemilihan alternatif lainnya. Tidak maksimalnya hasil yang dicapai mungkin

terjadi karena pengaruh negatif potensial benar-benar terjadi, atau mungkin pengaruh

negatif yang tadinya tidak diperkirakan.


BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
1. Keputusan merupakan suatu pemecahan masalah sebagai suatu hukum situasi yang

dilakukan melalui pemilihan satu alternatif dari beberapa alternatif.


2. Pengambilan keputusan adalah aktivitas manajemen yang merupakan suatu proses

pemilihan alternatif terbaik dari beberapa alternatif secara sistematis untuk ditindak

lanjuti (digunakan) sebagai suatu cara pemecahan masalahan.


3. Pengambilan keputusan sangat diperlukan dalam beberapa bidang. Keputusan-

keputusan tersebut biasanya didasarkan pada alternatif-alternatif yang menjadi

pertimbangan. Berdasarkan alternatif-alternatif pertimbangan dapat dibuat

perangkingan, sehingga keputusan dapat diambil sesuai kebutuhan yang diharapkan.


4. Semua keputusan mengandung resiko, baik dalam kondisi pasti atau tidak sehingga

kalkulasi menjadi dasar yang penting


5. Setiap masalah harus dapat diselesaikan dengan langkah strategis sehingga diperoleh

hasil yang optimum yaitu keuntungan yang maksimum atau kerugian yang minimum.

DAFTAR PUSTAKA

www.mdp.ac.id/materi/2013-2014-3/SI348/.../SI348-052103-699-1.ppt
http://repository.binus.ac.id/2009-1/content/D0114/D011468169.ppt