Anda di halaman 1dari 7

JOURNAL READING

URBAN EMOTIONS
Pengaruh Lingkungan Hijau Kota terhadap
Kadar Pengurangan Stres : Eksperimen Lapangan
BY Tyrvinen, L., DKK

DEPARTMENT OF ARCHITECTURE
ISLAMIC UNIVERSITY OF INDONESIA
2016/2017

ANNISA QUWWATU SYAKHSYIYAH/ 14512206

Journal Reading Dra /Annisa Q.S/14512206


Pengaruh Lingkungan Hijau Kota terhadap
Kadar
group 4 Pengurangan Stres : Eksperimen Lapangan

Kualitas lingkungan kota dikenal sedang meningkat dalam konstribusinya


terhadap kesehatan manusia, seperti area hijau sebagai elemen area urban
disarankan untuk mendukung kemungkinan mansyarakat untuk mengatasi stress
tiap hari dan memiliki efek manfaat dalam kesehatan (Frumkin, 2001; Maas,
Verheij, Groenewegen, de Vries, & Spreeuwenberg, 2006; Maller, Townsend,
Pryor, Brown, & St Leger, 2005; Nilsson, Baines, & Konijnendijk, 2007). Namun
proses urbanisasi yang berkelanjutan dan berkurangnya area hijau eksisting
menantang untuk mewujudkan konstribusi tersebut.

Dalam masyarakat urban modern, stres akut dan kronis, dan sulitnya
penyembuhan dari strs dikenal menjadi peningkatan masalah dan penyebab efek
berkepanjangan untuk kesehatan (McEwen, 1998; Sluiter, Frings-Dresen,
Meijman, & van der Beek, 2000). Stres merupakan permasalahan umun
masyarakat yang berkaitan dengan kesehatan mental seperti sindrom burnout,
kardiovaskular,dan penyakit saraf. (Nilsson, Sangster, & Konijnendijk, 2011).
Dalam penanganan permasalahan mental sekarang ini, lebih fokus terhadap
penyembuhan atau perawatan terhadap penyakit mental tersebut daripada
mencegahnya.

Dalam penelitian disebutkan bahwa area hijau membantu mengurangi stres dan
secara umum meningkatkan penyembuhan terhadap psikologi seseorang (e.g.
Bjrk et al.,2008; Hartig, Evans, Jamner, Davis, & Grling, 2003; Herzog,Maguire,
& Nebel, 2003; Laumann, Grling, & Stormark, 2003). Penelitian dari Eropa,
Amerika Utara, dan Asia menyebutkan bahwa dibandingkan lingkungan urban,
lingkungan alam meningkatkan tingkat emosional seseorang juga meningkatkan
konsentrasi dan performa. Respon emosional tersebut diukur dengan Prole of
Mood States (POMS) dan Zuckerman Inventory or Personal Reaction (ZIPERS),
tetapi

Journal Reading Dra /Annisa Q.S/14512206


Pengaruh Lingkungan Hijau Kota terhadap
Kadar Pengurangan Stres : Eksperimen Lapangan
pengukur emosi lain jarang digunakan. Namun bukti yang paling konsisten dari
beberapa penelitian dalam perbandingan antara efek lingkungan urban dan alam
meghasilkan suatu emosi (Bowler et al., 2010). Lingkungan alam menghasilkan
mood positif seperti energidan mengurangi mood negatif seperti kemarahan,
kesedihan dan kelelahan.

Saat ini masih sedikit diketahui tentang berapa kebutuhan area hijau untuk
menciptakan manfaar dalam kesehatan. Penelitian Tyrvainen, Silvennoinen,
Korpela, dan Ylen (2007) menunjukkan bahwa perasaan positif (konsentrasi,
semangatm dan ambisi) dari masyarakat urban lebih kuat ketika area hijau
digunakan lebih dari 5 jam per bulan dalam perbandingan pada seseorang yang
kurang atau tidak sama sekali menggunakan area hijau.

Tujuan utama dari penelitian ini merupakan untuk menginvesitgasi efek restoratif
pada kunjungan jangka pendek dalam tiga tipe lingkungan urban yang berbeda :
satu area terbangun di kota dan dua tipe area hijau yaitu taman dan area hutan.
Indikator psiological dan psycological digunakan untuk meneliti efek dari 3
lingkungan urban tersebut dalam perubahan mood, kreatitas, dan
konsentrasi.Hipotesis dari penelitian ini adalah bahwa area hutan kota memiliki
efek restoratif yang lebih kuat dibandingkan area urban laiinya.

Penelitian dilakukan di lingkungan yang berbeda di Helsinki, ibukota Finlandia,


dengan populasi 600.000 jiwa. Ketiga penelitian lingkungan urban ini adalah : 1)
Alppipuisto, merepresentasikan taman urban yang terkosntruksi;2) Keskuspuisto,
merepresentasikan area hutan kota yang luas; dan 3) pusat kota,
merepresaetasikan lingkungan urban yang terbangun.
Alppipuisto merupakan salahsatu dari taman kota tertua di Helsinki, didirikan pada
abad 19 dengan luas area 20 ha. Taman tersebut merupakan area hijau yang
diranvcang denga baik dengan tatanan bunga-bunga, elemen air, pohon taman
yang tua, termasuk fasilitas seperti

Journal Reading Dra /Annisa Q.S/14512206


Pengaruh Lingkungan Hijau Kota terhadap
Kadar Pengurangan Stres : Eksperimen Lapangan
bangku dan panggung untuk acara live musik. Dalam eksperimen lapangan, partisipan
pertama-tama memandangi taman lalu berjalan mengelilingi taman sejauh 5 ha.

Suasana ketika para subjek mengisi kuesioner di taman Alppipuisto


Keskuspuisto merupakan area hutan terluas di Helsinki dengan luas 1000 ha yang
banyak digunakan untuk rekreasi outdoor sepanjang tahun. Di sini partisipan melihat
pemandangan hutan kemudian berjalan sepanjang area rekreasi dalam lingkungan
hutan.

g area rekreasi di hutan Keskuspuisto


Journal Reading Dra /Annisa Q.S/14512206
Pengaruh Lingkungan Hijau Kota terhadap
Kadar Pengurangan Stres : Eksperimen Lapangan

Site penelitian kontrol yaitu di pusat kota yang dekat dengan jalan utama dengan
beberapa pohon disekelilingnya. Dalam eksperimen ini, partisipan pertama-tama
melihat pemandangan dari bangku pinggir jalan utama, kemudian berjalan
sampai lampu merah lalu kembali lagi.

Suasana ketika partisipan memandangi area pusat kota dari pinggir jalan.
Takaran yang digunakan dalam penelitian ini salah satunya merupakan takaran
psycological untuk mengukur restoratif, vital, dan mood dari partisipan, yaitu
Focus of Attention Scale (TFOAS) dan Positive and Negative Affect Scale
(PANAS). Untuk takaran Physiological menggunakan sample air liur (saliva) dari
partisipan yang kemudian diteliti oleh alat Salivette.

Penelitian ini memperlihatkan pada efek dari alam terbuka yang dekat terhadap
lingkungan yang bisa diakses oleh partisipan, dan juga dekat dengan situasi
nyata mereka, dapat memberikan kesempatan kepada mereka untuk mengurangi
stress.

journal Reading Dra /Annisa Q.S/14512206


Pengaruh Lingkungan Hijau Kota terhadap
Kadar Pengurangan Stres : Eksperimen Lapangan

Tipe area urban di representasikan oleh tiga garis dalam titik pada dua waktu. T1 merupakan start
dan t3 merupakan akhir dari eksperimen
Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa efek restoratif lebih dirasakan oleh
partisipan setelah 15 menit di area hijau, dan semakin lama mereka berada di
area hutan dan taman meningkatkan efek restoratif lebih linggi lagi. Jadi tidak ada
perbedaan signikan antara taman dan area hutan namun sangat signikan
berbeda dengan pusat kota dengan efek yang sedang-sedang saja. Selain itu
skala waktu juga berperan penting dalam menimbulkan efek restoratif dimana
menunjukkan perbandingan antara taman dan hutan vs pusat kota dalam T3
(akhir) vs T2 (setelah duduk) dan T3 (setelah berjalan). Hasilnya menunjukkan
bahwa vitalitas partisipan meningkat di taman dan hutan setelah menghabiskan
waktu yang lebih lama dibandingkan dengan pusat kota dimana vitalitas partisipan
menurun setelah menghabiskan waktu yang lebih lama.
Kesimpulan dari keseluruhan penelitian ini yaitu bahawa berada di lingkungan
urban yang terbangun menimbulkan persepsi terhadap lingkungan yang
inkoheren dan mengurangi perasaan terhadap efek restoratif, vitalitas dan mood
yang positif, bahkan jika aktitas mereka di lingkungan tersebut hanya bersantai
(melihat pemandangan dan jalan-jalan). Kontrasnya, pengelolaan taman kota
dengan pohon-pohon tua dan pemandangan alami dan hutan kota

Journal Reading Dra /Annisa Q.S/14512206


Pengaruh Lingkungan Hijau Kota terhadap
Kadar Pengurangan Stres : Eksperimen Lapangan

dianggap lebih koheren dan lingkungan yang lebih baik untuk restorasi dan untuk
mendapatkan perasaan vitalitas dan kreatitas. Hasil dari penelitian ini
menyarankan bahwa taman kota yang luas (lebih dari 5ha) dan hutan kota
memiliki efek kesehatan yang positif dalam kehidupan kota, dan secara partikular
untuk kesehatan wanita diusia pertengahan. Hasil penelitian ini juga
menyarankan bahwa menghabiskan waktu di area hijau dan hutan kota setelah
kerja dapat mengurangi efek stres. Jadi, taman dan hutan kota seharusnya dapat
diakses dengan mudah oleh masyarakat.

REFERENSI

1.Tyrvinen, L., Ojala, A., Korpela, K., Lanki, T. & Tsunetsugu, Y. The in uence of urban green
environments on stress relief measures: A eld experiment. J. Environ. Psychol. 38, 19
(2014).

Journal Reading Dra /Annisa Q.S/14512206