Anda di halaman 1dari 18

PROPOSAL PEMBUATAN ANIMASI 3D

PEMBUATAN IKLAN MASYARAKAT MENGENAI


EFEK NEGATIF DARI PENGGUNAAN GADGET
BERLEBIHAN

DISUSUN OLEH :
NOPHILIN JAYA (425 15 028)
ROSDIANA (425 15 029)
ANDHIKA SEPTIAN (425 15 037)

TKJ 2B

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO


PRODI TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG
2017

DAFTAR ISI
BAB I
Pendahuluan
A. Latar Belakang

Perkembangan dunia animasi selalu mengalami perubahan yang sangat


pesat namun membutuhkan waktu yang cukup lama. Salah satu film animasi yaitu
film kartun 3D, bukan objek 3D yang dapat kita sentuh dan rasakan namun hanya
didalam layar kaca saja.
Dengan kemajuan teknologi seperti sekarang ini sudah banyak software
animasi yang bisa kita manfaatkan dalam pembuatan film animasi 3D. Melihat
mulai banyaknya fasilitas-fasilitas untuk membuat animasi 3D ini kami berpikir
untuk memanfaatkan fasilitas yang ada tersebut untuk membuat film animasi 3D.
Orang United Kingdom (negara-negara di bawah kerajaan Inggris)
menyebutnya dengan istilah mobile, orang Amerika Serikat menyebutnya dengan
istiliah cell phone (ponsel), sedangkan orang Inggris menyebutnya dengan
sebutan handphone. Di Indonesia, telepon selular sering disebut handphone atau
sering disingkat HP, telepon genggam, ataupun Ponsel. Bagaimana cara kerja
telepon selular? Ketika menekan suatu rangkaian nomor telepon, telepon selular
akan mengeluarkan frekuensi yang sama dengan rangkaian nomor telepon
tersebut. Frekuensi itu akan dimodulasi oleh telepon selular untuk dikirim ke
menara telepon selular atau sering disebut BTS. Dari BTS, sinyal frekuensi
diteruskan ke operator satelit. Kemudian, sinyal dari operator diteiuskan ke satelit.
Oleh satelit, sinyal frekuensi diteruskan ke telepon seluler yang memiliki frekuensi
tersebut.
Di jaman yang serba instan ini manusia tidak lepas dari yang namanya
gadget. Hampir semua orang di dunia memegang alat canggih ini. Mulai dari yang
perempuan, laki-laki, orang tua, orang dewasa, hingga anak-anak yang belum
saatnya memegang gadget, saat ini mulai mempunyai. Alat ini membuat semua
pekerjaan manusia yang tadinya susah menjadi lebih mudah.
Perlu diketahui perkembangan gadget dari masa ke masa dimulai dari
perangkat yang bernama HP (Handphone). HP perkembangan dari pesawat
elektronik telephone. Bedanya, telephone masih menggunakan kabel untuk
berkomukasi sementara HP tanpa perlu menggunakan kabel dan bersifat portable
( praktis bisa dibawa kemana-mana). Di indonesia, jaringan HP nirkabel ada dua
jenis yaitu GSM (Global System for Mobile Telecommunications) seperti :
Telkomsel, Indosat, XL axiata. dan CDMA (Code Division Multiple Access) seperti:
Smartfren, Esia, Flexi dan lain sebagainya. Kedua jaringan nirkabel ini masih
dipakai di Indonesia.
Hanya saja seiring dengan perkembangan ini, gadget yang kini sangat
diminati baik oleh kaum muda maupun yang sudah tua membawa banyak dampat
negative kepada penggunanya. Dari sini kami terpikirkan sebuah ide untuk
membuat sebuah film animasi singkat tentang bagaimana efek negatif yang
ditimbulkan oleh gadget tersebut.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana mengilustrasikan seseorang yang selalu berinteraksi dengan
gadget?
2. Bagaimana mengilustrasikan dampak negatif dari penggunaan gadget
tersebut?

C. Tujuan
Tujuan dari film animasi ini adalah :
1. Untuk memperlihatkan bagaimana efek negatif yang ditimbulkan pada gaya
hidup orang yang selalu berinteraksi dengan gadget
2. Untuk memberikan informasi mengenai dampak negatif dari penggunaan
gadget yang berlebihan

D. Manfaat
Adapun manfaat dari pembuatan film animasi ini adalah penonton dapat
mengetahui dampak negatif dari penggunaan gadget yang berlebihan sehingga
dapat mencegah terjadi sesuatu yang buruk bagi pengguna.

BAB II
LANDASAN TEORI
A. Tinjauan Pustaka
1. Multimedia
Multimedia merupakan kombinasi teks, seni, suara, gambar, dan video yang di
sampaikan dengan komputer atau dimanipulasi secara digital dan dapat
disampaikan dan/atau dikontrol secara interaktif. (Vaughan, 2004) Multimedia
sebagai kumpulan media berbasis komputer dan sistem komunikasi yang
berperan untuk membina, menyimpan, mengirim dan menerima informasi yang
berisi teks, grafik, audio dan sebagainya (Gayeski,1993). Dari pernyataan
diatas dapat dikatakan bahwa multimedia merupakan penyatuan dua atau
lebih media komunikasi sepertiteks, grafik, animasi, audio dan video dengan
ciri ciri interaktif computer untuk menghasilkan satu tampilan yang menarik.
Multimedia terdiri dari beberapa unsur diantaranya teks, grafik, audio, video,
dananimasi.
2. Jenis Multimedia
Multimedia dapat di definisikan menjadi 2 kategori, yaitu:
a. Multimedia Content Production adalah penggunaan beberapa media (teks,
audio, graphics, animation, video dan interactivity) yang berbeda dalam
menyampaikan suatu informasi atau menghasilkan produk multimedia
seperti video, audio, musik, film, game, entertaintment, dll. Bisa juga
dikatakan sebagai penggunaan beberapa teknologi yang berbeda yang
memungkinkan untuk menggabungkan media (teks, audio, graphics,
animation, video, dan interactivity) dengan cara yang baru untuk tujuan
komunikasi.
b. Multimedia Communication adalah penggunaan media (massa), seperti
televisi, radio, media cetak dan internet untuk mempublikasikan atau
menyiarkan atau mengkomunikasikan material periklanan, publikasi,
entertaintment, berita, pendidikan, dll. (Akhmad Bukhori, 2013) Multimedia
merupakan kombinasi teks, seni, suara, gambar, dan video yang
disampaikan dengan komputer atau dimanipulasi secara digital dan dapat
disampaikan dan/atau dikontrol secara interaktif. (Vaughan, 2004)
Multimedia sebagai kumpulan media berbasis komputer dan sistem
komunikasi yang berperan untuk membina, menyimpan, mengirim dan
menerima informasi yang berisi teks, grafik, audio dan sebagainya
(Gayeski,1993).

3. Film
Ada beberapa pengertian tentang film. Menurut Kamus Besar Bahasa
Indonesia, terbitan Balai Pustaka (1990 : 242), film adalah selaput tipis yang
dibuat dari seluloid untuk tempat gambar negatif (yang akan dibuat potret) atau
untuk tempat gambar positif (yang akan dimainkan di bioskop). Film juga
diartikan sebagai lakon (cerita) gambar hidup. Dari definisi yang pertama, kita
dapat membayangkan film sebagai sebuah benda yang sangat rapuh, ringkih,
hanya sekeping Compact Disc (CD). Sedangkan film diartikan sebagai lakon
artinya adalah film tersebut merepresentasikan sebuah cerita dari tokoh
tertentu secara utuh dan berstruktur. Pengertian lebih lengkap dan mendalam
tercantum jelas dalam pasal 1 ayat (1) UU Nomor 8 Tahun 1992 tentang
Perfilman di mana disebutkan bahwa yang dimaksud dengan film adalah karya
cipta seni dan budaya yang merupakan media komunikasi massa
pandangdengar yang dibuat berdasarkan asas sinematografi dengan direkam
pada pita seluloid, pita video, piringan video dan/atau bahan hasil penemuan
teknologi lainnya dalam segala bentuk, jenis dan ukuran melalui proses
kimiawi, proses elektronika, atau proses lainnya, dengan atau tanpa suara,
yang dapat dipertunjukkan dan/atau ditayangkan dengan sistem mekanik,
elektronik dan/atau lainnya. Sedangkan film maksudnya adalah film yang
secara keseluruhan diproduksi oleh lembaga pemerintah atau swasta atau
pengusaha film di Indonesia, atau yang merupakan hasil kerja sama dengan
pengusaha film asing. (Suyanto, 2005)

4. Jenis-Jenis Film
Jenis film berdasarkan bahan pembuatnya dibedakan menjadi jenis film 8 mm,
16 mm, 35 mm, 70 mm. Jenis film 8 mm dan 16 mm banyak digunakan untuk
memproduksi film-film pendidikan dan penerangan serta dokumentasi pada
zamannya. Untuk kepentingan rumah tangga banyak menggunakan film 8 mm.
Sedangkan film untuk diputar di gedunggedung bioskop menggunakan film
jenis 35 mm dan 70 mm. Sedangkan film berdasarkan proses produksinya,
Heru Effendy dalam bukunya Mari Membuat Film (Konfiden, 2002) membagi
jenis film menjadi 4 antara lain:
a. Film documenter
b. Film cerita pendek (short films)
c. Film cerita panjang (feature-length films)
d. Film-film jenis lain : profil perusahaan (corporate profile), iklan televisi
(tv commercial/tvc), program televisi (tv programme), dan video klip
(music video).
Menurut Himawan Pratista dalam bukunya Memahami Film (Homerian
Pustaka, 2008) membagi jenis film menjadi 3 jenis yakni:
a. Film Dokumenter
b. Film Fiksi
c. Film Eksperimental (abstrak)

5. Animasi
Menurut Vaughan (2004) dalam Iwan Binanto (2010), animasi adalah usaha
untuk membuat presentasi statis menjadi hidup. Animasi merupakan
perubahan visual sepanjang waktu yang memberi kekuatan besar pada proyek
multimedia dan halaman web yang dibuat. Animasi berasal dari kata to
animate yang artinnya menggerakan. Animasi sendiri merupakan suatu teknik
menampilkan gambar berurutan sedemikian rupa sehingga penonton
merasakan adanya ilustrasi gerakan (motion) pada gambar yang ditampilkan.
Animasi adalah hasil dari proses menampilkan obyek-obyek gambar sehingga
gambar yang ditampilkan akan tampak hidup. Tidak hanya menghidupkan,
animasi juga memberikan karakter kepada obyek-obyek tersebut
(Binanto,2010). Animasi, atau lebih akrab disebut dengan film animasi, adalah
film yang merupakan hasil dari pengolahan gambar tangan sehingga menjadi
gambar yang bergerak. Pada awal penemuannya, film animasi dibuat dari
berlembar-lembar kertas gambar yang kemudian diputar sehingga muncul efek
gambar bergerak. Dengan bantuan komputer dan grafika komputer,
pembuatan film animasi menjadi sangat mudah dan cepat (wikipedia, 2012).
Animasi dapat kita nikmati dengan cara menggunakan sekumpulan gambar
yang berubah sedikit demi sedikit, yang ditampilkan secara berurutan dengan
kecepatan tertentu, sehingga menimbulkan kesan bergerak pada rentetetan
gambar yang diam. Kehalusan animasi bisa ditentukan melalui banyaknya
gambar yang ditampilkan dalam 1 detik atau disebut frame per second.
Biasanya dalam animasi standart, digunakan patokan 18 sampai 24 gambar
perdetik (Vega,2004).

6. Tentang Animasi 3D
Animasi 3D adalah animasi yang berwujud tiga dimensi meskipun bukan dalam
bentuk 3D yang sebenarnya, yaitu bukan fisiknya, namun dalam wujud 3D
dalam layar kaca 2D (layar tv, bioskop, komputer, proyektor, dan media
sejenisnya). Tidak seperti animasi 2D yang memiliki dimensi panjang (X) dan
lebar (Y), animasi 3D selain memiliki ke 2D tersbut juga memiliki dimensi
kedalaman (Z). (Aditya , 2009) Animasi 2D bersifat datar (flat), sedangkan
animasi 3D memiliki kedalaman (volume) bentuk. Animasi 3D dapat di
definisikan sebagai animasi yang dapat di lihat dari berbagai sudut pandang
(poin of view). Tahapan animasi 3D secara keseluruhan di kerjakan dengan
media komputer, mulai dari tahap modeling, texturing, lighting, sampai
rendering. Keunggulan utama dari animasi 3D adalah fisualisasi objek yang
tampak lebih nyata dan mendekati bentuk aslinya. Keunggulan lain adalah
kemampuanya untuk membuat dan mewujudkan fisualisasi dengan yang sulit
dan tidak mungkin atau bahkan yang Nampak mustahil. (Aditya , 2009)

7. Jenis Animasi 3D
Jenis Animasi 3D dapat di bagi dalam 3 kategori utama, yaitu animasi 3D
penuh, animasi 3D dan 2D, serta animasi 3D dan livetshoot. (Aditya,2009).
a. Animasi 3D penuh
Jenis ini menggunakan animasi objek 3D secara penuh, seluruh tampilan
3D maupun proses pembuatannya menggunakan teknik animasi 3D.
b. Animasi 3D dan 2D
Jenis ini merupakan penggabungan antara animasi 3D dengan animasi 2D.
Biasanya tokoh atau karakter animasinya berupa animasi 2D dengan latar
belakang (background) maupun peralatan, serta propertinya menggunakan
animasi 3D. Ini dilakukan untuk mempermudah proses pembuatan animasi
karena pembuatan karakter 3D memiliki kerumitan yang lebih tinggi dan
proses yang lebih mendetail dibandingkan dengan karakter 2D.
c. Animasi 3D dan Liveshoot
Jenis animasi ini menggabungkan antara animasi 3D dengan shooting
langsung atau liveshoot. Animasi jenis ini banyak di terapkan pada afilm
film hollywod.

8. Blender
Blender merupakan software yang digunakan dalam modeling 3D dan animasi.
Blender merupakan software yang berlisensi sebagai open source. Blender
awalnya dikembangkan sebagai alat produksi dalam lingkungan internal
perusahaan animasi. Ton Roosendaal selaku pengembang utama dari
software Blender memiliki Blender Institute yang bertujuan untuk selalu
mengembangkan, mendokumentasi, melakukan pelatihan proyek dukungan
serta mempertahankan host layanan blender.org yang menjadi situs resmi
software ini. Perangkat lunak ini digunakan untuk membuat film animasi, efek
visual, model cetak 3D, aplikasi 3D interaktif dan permainan video.

Blender memiliki beberapa fitur Fitur-fitur, seperti :


a. Modeling. modeling adalah proses pembuatan objek 3D dengan teknik
tertentu.
b. Rigging. Rigging adalah metode pemberian/pemasangan kerangka
pada objek untuk selanjutnya di animasikan.
c. Texturing. Texturing adalah proses pemberian gambar tertentu pada
permukaan objek agar terkesan lebih realistis.
d. Simulasi. Dengan menggunakan fitur simulasi ini, anda akan bisa
membuat objek berinteraksi dengan objek lainnya seperi dunia nyata.
tabrakan, berat, elastisitas dan kekuatan bisa anda atur sedemikian
rupa. selain itu, andapun bisa membuat animasi air, api maupun asap
dengan simulasi ini.
e. Rendering. rendering adalah proses review pada scene. hasil dari
pemberian tekstur, cahaya dan lainnya pada scene akan terlihat ketika
dirender.
f. Compositing. compositing adalah proses penggabungan. inilah
kelebihan blender dari program 3D lainnya, yaitu mempunyai fitur
composting.
g. Game Creator. anda bisa membuat game dengan fitur ini.
Jika Anda pernah melihat film animasi atau menonton tv ketika pengambilan
gambar dimana ada aktor yang sedang berlari dikejar oleh monster padahal
sebenarnya dia hanya berdiri dalam ruangan kosong berwarna hijau. Itu semua
adalah kemampuan dari grafik komputer 3D. Di tangan yang tepat, Blender
dapat membuat animasi semacam itu. Dengan latihan Anda pun bisa membuat
animasi 3D.
Selain membuat video, Blender juga dapat digunakan untuk membuat game
lohh!! Blender adalah dapat membuat game tanpa menggunakan program
tambahan lainnya, karena Blender sudah memiliki Game Engine sendiri dan
menggunakan Python sebagai bahasa pemograman yang lebih mudah
ketimbang menggunakan C++,C, dll.
BAB III

METODE PENELITIAN

A. Metode Pengumpulan Data


Dalam penelitian dibutuhkan data-data pendukung yang diperoleh dengan suatu
metode pengumpulan data yang relevan. Metode pengumpulan data yang
digunakan untuk penelitian adalah sebagai berikut:
Studi Pustaka
Dalam metode ini, pengumpulan data juga dilakukan dengan cara mempelajari
buku-buku pendukung, termasuk di dalamnya tentang penulisan dan mengenai
hal-hal yang mendukung pembuatan animasi. Selain dari buku, data yang
diperlukan juga berasal dari sumber lain, seperti internet.
B. Metode Pengembangan Sistem
Metode yang digunakan dalam pengembangan sistem pada penelitian ini adalah
waterfall menurut M.Suyanto dan Aryanto.
C. Tahap Pra Produksi
Merupakan tahap yang harus ditempuh sebelum memasuki proses produksi.
Fungsi dari tahap ini adalah sebagai landasan utama dalam pembuatan film
dimana jenis cerita, penokohan, alur cerita, dan pembentukan karakter film
ditentukan ditahap ini. Berikut elemen elemen dalam tahap Pra Produksi yaitu :
1. Analisis Piranti
Menganalisis kebutuhan baik software maupun hardware yang dibutuhkan
dalam pembuatan film. Kebutuhan software dan hardware memang sangat
diutamakan karena untuk proses pembuatan film.
2. Ide Cerita
Ide adalah gagasan atau buah pikiran yang melandasi terbentuknya cerita
dalam film. Merupakan aspek terpenting karena dengan adanya sebuah ide
yang menarik dan bagus maka pemerhati film akan tertarik melihatnya.
3. Sinopsis
Sinopsis merupakan ringkasan cerita secara garis besarnya. Dapat berisikan
tentang tokoh utama, perwatakan, dan masalah yang dihadapi, serta upaya
yang dilakukan sang tokoh utama dalam mengatasi mesalah tersebut.
4. Design
Setiap karakter biasanya mempunyai kekuatan, kelemahan, kelakuan dan
kebiasaan yang khas. Bertujuan mendefinisikan apa yang mereka lakukan,
mengapa mereka melakukan dan bagaimana mereka melakukannya.
5. Skenario
Adalah naskah cerita yang ditulis dengan istilah istilah kamera yang
digunakan sebagai panduan untuk pembuatan sebuah tayangan film.
6. Storyboard
Merupakan sebuah sketsa dari suatu film. Storyboard berbentuk cuplikan
gambar dari film yang berurutan. Kegunaan Storyboard adalah sebagai dasar
rancangan gerak objek pada film. Menggambarkan Storyboard pada umumnya
dilakukan pada lembaran kertas.

D. Tahap Produksi
Merupakan tahap dimana proses pembuatan film tersebut dimulai. Inti dari
pembutan film adalah pada tahap produksi. Dalam tahap ini terjadi beberapa
pekerjaan yang dilakukan secara estafet dan teratur. Seperti :
1. Dubbing
Merupakan proses pengisian suara pada karakter dalam film.
2. Musik dan Sound effect
Musik adlah bunyi yang diterima oleh individu dan berbeda beda berdasarkan
sejarah, lokasi, budaya, dan selera seseorang. Musik dalam film berfunggsi
sebagai pengiring cerita. Mempertegas situasi yang sedang terjadi dalam
adegan film. Baik itu klimaks cerita, antiklimaks, maupun ending. Sedangkan
sound effek adalah efek suara yang digunakan untuk menegaskan ekspresi
suatu adegan.
3. Tahap Post Produksi
Merupakan tahap akhir dalam pembuatan film yaitu berupa process rendering
dan convert video.
Rendering
Render secara istilah dapat diartikan suatu langkah akhir transformasi
citra atau scane tiga dimensi untuk menghasilkan suatu citra baru yang
dapat ditampilkan dilayar.
Convert Video
Merupakan tahap merubah format film yang berekstensi .AVI ke format
video standar, seperti .mpeg, atau .3gp.

BAB IV

PEMBAHASAN

A. Tahap Pra Produksi


1. Analisis Piranti
a. Kebutuhan Perangkat Keras (Hardware)
Tabel 4.1 perangkat keras (Hardware)
Perangkat Keras Spesifikasi
Processor Intel Core TM i5-380M
Memory 8 GB DDR3
Monitor 14.0 HD LED LCD
VGA Intel HD Graphics
Sound System
Mouse MARVO SCORPION M319

b. Kebutuhan Perangkat Lunak (software)


Tabel 4.2 perangkat lunak (software)
Perangkat Lunak Keterangan
Blender Software desain dan perancangan
Animasi

2. Ide Cerita
Ide cerita dari film animasi ini dari pengalaman penulis melihat bagaimana
kehidupan sosial yang terjadi di sekitar dan dari video-video yang telah dilihat
dari youtube.
3. Sinopsis
a. Siapa tokoh utama dalam film animasi itu?
Jawab : iyan
b. Apa yang terjadi pada tokoh utama?
Jawab : tokoh utama terlalu banyak menggunakan gadget dalam kehidupan
sehari-harinya.
c. Apa efek negatif yang disebabkan oleh tokoh utama?
Jawab : dia menyebabkan banyak hal negatif baik terhadap dirinya sendiri
maupun pada orang disekitarnya
d. Apa yang akhirnya terjadi pada tokoh utama ?
Jawab : dia tertimpa suatu musibah karena kebiasaan buruknya.
4. Desain Karakter
a. Karakter iyan
5. Storyboard
Storyboard digunakan untuk menggambarkan deskripsi tiap scene dengan
mencantumkan semua objek multimedia.

B. Tahap Produksi
Merupakan tahap dimana proses pembuatan film tersebut dimulai. Inti dari
pembutan film adalah pada tahap produksi. Dalam tahap ini terjadi beberapa
pekerjaan yang dilakukan secara estafet dan teratur, seperti :
1. Desain Background
Beberapa desain background yang digunakan dalam pembuatan animasi 3D
ini sebagai berikut :
2. Penganimasian
3. Dubbing
C. Tahap Post Produksi
1. Editting
2. Rendering
3. Konversi ke CD atau DVD
BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan
dari hasil penelitian dan pembahasan yang telah disusun dapat ditarik kesimpulan
bahwa telah dibuat animasi 3D tentang efek negatif yang ditimbulkan dari
penggunaan gadget yang berlebihan. film animasi ini menyajikan sebuah cerita
tentang bagaimana kehidupabn seseorang yang terlalu banyak menggunakan
gadget mendapatkan efek negatif baik terhadap dirinya sendiri maupun kepada
orang-orang disekitarnya. namun dalam pembuatan animasi ini masih sangat
sederhana dan jauh dari kata sempurna.
B. Saran