Anda di halaman 1dari 2

ANALISIS KECELAKAAN KERJA DI INDUSTRI

PT Indopanca Centratex
Yusuf Ali Nurdin (F34150098)

KRONOLOGI KEJADIAN
Kecelakaan kerja yang merenggut nyawa satu orang korban terjadi di pabrik milik PT Indopanca
Centratex, Jatiluhur pada Selasa 14 Oktober 2016. Korban bernama Aisyah (34 tahun), warga Desa
Kembang Kuning, Kecamatan Jatiluhur dan merupakan karyawan dari perusahaan pemintalan benang
tersebut. Kejadian terjadi pada saat malam hari pada saat korban sedang mendapat giliran kerja shift
malam yang berakhir pada pukul tujuh pagi. Korban ditemukan dalam keadaan terlilit dalam mesin
pemintal yang masih hidup pada jam lebih kurang jam enam pagi , korban berjenis kelamin wanita .
Belum diketahui secara pasti penyebab dari kecelakaan ini tetapi dugaan sementara adalah korban
dalam keadaan mengantuk saat sedang berkerja dan menjalankan mesin pemintal. Tidak ada rekan
korban yang dapat memberikan penjelasan tentang kejadian yang sebenarnya karna saat itu rekan rekan
korban tidak ada dilokasi kejadian dan berkerja di tempat yang berbeda.

ANALISA
1. Penyebab umum
Korban berkerja sendirian dalam keadaan mengantuk dan berkerja sampai larut malam tanpa ada
pengawasan dari pihak pabrik
2.Penyebab Terperinci :
Kelalaian korban dalam mengerjakan suatu pekerjaan dan menghidupkan mesin pemintal dalam
keadaan mengantuk tanpa ada pengawasan.
3.Penyebab Pokok
Kebijakan pabrik Perusahaan
A. Kurang memberikan pelatihan dan perhatian kepada pegawai mengenai jam kerja seharusnya dan
pengoperasian mesin produksi agar pekerja tidak lalai dalam mengambil suatu tindakan yang beresiko
tinggi.
B. Kurangnya komunikasi yang baik antar pegawai dan pemilik perusahaan dalam hal kerja shift
malam
C. kurangnya kepekaan pimpinan perusahaan terhadap lingkungannya tempat bekerja dan jam kerja
yang pantas untuk perkerja wanita
D. kurang memberikan pengawasan yang baik tehadap karyawan dalam berkerja

STRATEGI PENGENDALIAN
1. Memberikan pendidikan dan pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja yang diperlukan pekerja
guna meningkatkan pengetahuan keselamatan dan kesehatan kerja, demi mencegah terjadinya
kecelakaan yang sama.
2. Selama melakukan proses pekerjaan shift malam diusahakan agar pekerjanya bukan jenis kelamin
wanita atau jika harus wanita , pekerja di berikan pengawasan dalam berkerja seperti bekerja dengan
berkelompok agar hal hal yang tidak di inginkan dapat diminimalisir . dan jika ada suatu kecelakaan
terjadi dapat diketahui secara dini
3. Untuk mencegah kecelakaan dalam menghidupkan mesin, maka mesin harus diberi kebijakan bahwa
tidak diperbolehkan untuk menghidupkan mesin dalam keadaan sakit , mengantuk, mabuk, dan lain
lain. Dan dalam menghidupkan mesin tidak boleh satu orang , harus ada rekan atau partner pekerja agar
perkerja dapat saling mengingatkan.
4. Perusahaan harus memasang sistem pengaman cctv atau sejenisnya agar perkerja dapat terkontrol
keselamatannya dalam berkerja.
5. Operator mesin ataupun alat produksi lainnya sebaiknya diberi peringatan setiap sesudah dan
sebelumnya mengoperasikan apakah ada petugas yang masih disana ataupun tidak. sebaiknya operator
mesin dilatih agar tetap siaga dan tanggap dengan tanggung jawabnya.
6. Seluruh petugas keselamatan dan kesehatan tenaga kerjaan harus bertanggung jawab menjalankan
penanggulangan kecelakaan, rencanaan penanganan darurat, serta melakukan bimbingan pelaksanaan
setiap bagian.
7. Komunikasi antar pegawai harus selalu terjaga dengan baik agar saling memperhatikan satu sama
lain sehingga mampu meminimalisir peluang kecelakaan yang terjadi.
8. Pengurangan jam kerja shift malam dan penambahan gaji agar perkerja dapat bekerja lebih semangat
dan produktif dan terhindar dari penyakit akibat kerja larut malam.
PERATURAN YANG DILANGGAR
Terjadinya kecelakaan ini disebabkan adanya pelanggaran terhadap UU NO.1 TAHUN 1970 tentang
keselamatan kerja.
1. Pelanggaran pada pasal 3 ayat 1r yang berbunyi menyesuaikan dan menyempurnakan pengamanan
pada pekerja yang berbahaya kecelakaanya menjadi bertambah tinggi.
2. Serta adanya pelanggaran pada pasal 9 yang berbunyi pengurus diwajibkan menunjukan dan
menjelaskan pada tiap tenaga kerja baru tentang :
a. Kondisi-kondisi dan bahaya-bahaya yang dapat timbul dalam tempat kerja.
b. Semua pengamanan dan alat-alat perlindungan yang diharuskan dalam tempat kerjanya.
c. Alat-alat perlindungan diri bagi tenaga kerja yang bersangkutan.
d. Cara-cara dan sikap yang aman dalam melaksanakan pekerjaannya.
4. Dan diketahui juga terjadi pelanggaran pada pasal 3 ayat1f yang berbunyi memberi alat-alat
perlindungan diri pada para pekerja.
UU no 13 tahun 2003
Pasal 86 ayat 1A yang berbunyi Setiap pekerja/buruh mempunyai hak untuk memperoleh perlindungan
atas keselamatan dan kesehatan kerja.
Pasal 87 ayat 1 yang berbunyi Setiap perusahaan wajib menerapkan sistem manajemen keselamatan
dan kesehatan kerja yang terintegrasi dengan sistem manajemen kesehatan.