Anda di halaman 1dari 20

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.


Segala Puji dan Syukur kami panjatkan ke Hadirat Allah SWT , karena
berkat limpahan Rahmat dan Karunia-nya sehingga penulis dapat menyusun
makalah mata kuliah Anggaran Perusahaan ini dengan baik dan tepat pada
waktunya. Dalam makalah ini penulis membahas mengenai Anggaran
Perusahaan. Makalah ini dibuat dengan berbagai observasi dan beberapa bantuan
dari berbagai pihak untuk membantu menyelesaikan tantangan dan hambatan
selama mengerjakan makalah ini. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima
kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam
penyusunan makalah ini.
Dengan penuh kesadaran diri dan segala kerendahan
hati, penulis menyadari bahwa hanya Allah SWT yang memiliki segala
kesempurnaan. Sehingga penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan
yang mendasar pada makalah ini. Oleh karena itu penulismengundang pembaca
untuk memberikan saran serta kritik yang dapat membangun. Kritik konstruktif
dari pembaca sangat penulis harapkan untuk penyempurnaan makalah
selanjutnya. Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat dan
berguna sebagai ilmu bagi kita sekalian.

Bandar Lampung,

Penulis
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar BelakangDi era globalisasi ini anggaran merupakan elemen penting


dalam sistem pengendalian manajemen, karena anggaran adalah sebagai alat
perencanaan (planing), dan pengendalian (control) jangka pendek yang efektif
dalam organisasi (Anthony & Govindarajah 2005). Perencanaan dan pengendalian
anggaran yang baik akan membuat perusahaan bersaing dalam persaingan dunia
usaha yang dirasakan saat ini. Disamping itu anggaran tidak hanya sebagai alat
perencanaan keuangan dan pengendalian, tetapi juga sebagai koordinasi,
komunikasi dan evaluasi kerja dan motivasi serta sebagai alat untuk
mendelegasikan wewenang atasan kepada bawahan.
Anggaran digunakan oleh manajer tingkat atas sebagai suatu alat untuk dapat
menjelaskan tujuan-tujuan organisasi ke dimensi kuantitatif dari waktu, serta
mengkomunikasikannya kepada manajer-manajer tingkat bawah sebagai rencana
kerja jangka panjang maupun jangka pendek. Sasaran anggaran dapat dicapai
melalui pelaksanaan serangkaian aktivitas yang telah ditetapkan sebelumnya
dalam bentuk anggaran (Amrul dan Nasir, 2002).
Anggaran adalah salah salah satu bentuk perencanaan yang diperlukan oleh
perusahaan. Dengan demikian kompleks permasalahan yang ada akan setiap
kegiatan harus dilaksanakan berdasarkan perencanaan yang baik. Sehingga dalam
makalah ini penulis mendeskripsikan beberapa hal yang penting mengenai
anggaran perusahaan.

B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Apa pengertian anggaran perusahaan ?
2. Apa tujuan dan manfaat penganggaran ?
3. Bagaimana hubungan budgeting dengan manajemen ?
4. Apa yang dipahami dari perkuliahan ?
C. Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Dapat mendeskripsikan dan memahami pengertian anggaran perusahaan.
2. Dapat mendeskripsikan dan memahami tujuan dan manfaat penganggaran.
3. Dapat mendeskripsikan dan memahami hubungan budgeting dengan
manajemen.
4. Dapat mendeskripsikan apa yang dipahami dari perkuliahan.
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Anggaran Perusahaan


Glenn A Welsch menyatakan bahwa "Profit planning and control may be broadly
as de fined as sistematic and formalized approach for accomplishing the planning,
coordinating and control responsibility of management". Dari pengertian Glenn,
anggaran dikaitkan dengan fungsi-fungsi dasar manajemen yang meliputi fungsi
perencanaan, koordinasi dan pengawasan. Jadi bila anggaran dihubungkan fungsi
dasar manajemen maka anggaran meliputi fungsi perencanaan, mengarahkan,
mengorganisasi dan mengawasi setiap satuan dan bidang-bidang organisasional di
dalam badan usaha.
Menurut Gomes (1995), anggaran merupakan dokumen yang berusaha untuk
mendamaikan prioritas-prioritas program dengan sumber-sumber pendapatan
yang diproyeksikan. Anggaran menggabungkan suatu pengumuman dari aktivitas
organisasi atau tujuan untuk suatu jangka waktu yang ditentukan dengan
informasi mengenai dana yang dibutuhkan untuk aktivitas tersebut atau untuk
mencapai tujuan tersebut.
Menurut Mulyadi (2001), anggaran merupakan suatu rencana kerja yang
dinyatakan secara kuantitatif yang diukur dalam satuan moneter standar dan
satuan ukuran yang lain yang mencakup jangka waktu satu tahun.
Menurut Supriyono (1990), penganggaran merupakan perencanaan keuangan
perusahaan yang dipakai sebagai dasar pengendalian (pengawasan) keuangan
perusahaan untuk periode yang akan datang.
Anggaran merupakan suatu rencana jangka pendek yang disusun berdasarkan
rencana kegiatan jangka panjang yang telah ditetapkan dalam proses penyusunan
program. Dimana anggaran disusun oleh manajemen untuk jangka waktu satu
tahun, yang nantinya akan membawa perusahaan kepada kondisi tertentu yang
diinginkan dengan sumber daya yang ditentukan.
Anggaran merupakan suatu rencana yang disusun secara sistematis dalam bentuk
angka dan dinyatakan dalam unit moneter yang meliputi seluruh kegiatan
perusahaan untuk jangka waktu (periode) tertentu di masa yang akan datang. Oleh
karena rencana yang disusun dinyatakan dalam bentuk unit moneter, maka
anggaran seringkali disebut juga dengan rencana keuangan. Dalam anggaran,
satuan kegiatan dan satuan uang menempati posisi penting dalam arti segala
kegiatan akan dikuantifikasikan dalam satuan uang, sehingga dapat diukur
pencapaian efisiensi dan efektivitas dari kegiatan yang dilakukan.
Anggaran adalah suatu rancangan tentang berbagai kegiatan perusahaan terperinci
untuk masa yang akan datang. Anggaran merupakan pedoman kerja yang
khususnya memberikan manfaat bagi manajer puncak untuk meningkatkan kinerja
dan motivasi para manajer tingkat menengah dan bawah dalam mencapai tujuan
organisasi melalui anggaran.
Dari beberapa definisi diatas dapat disimpulkan bahwa anggaran perusahaan
(Budgeting) merupakan suatu proses perencanaan dan pengendalian kegiatan
operasi perusahaan yang dinyatakan dalam suatu kegiatan dan satuan uang yang
bertujuan untuk memproyeksi operasional perusahaan tersebut dalam proyeksi
laporan keuangan.
Ada beberapa macam-macam anggaran yaitu :
1. Anggaran operasional (rencana kerja perusahaan yang mencakup semua
kegiatan utama perusahaan dalam memperoleh pendapatan di dalam suatu
periode tertentu) yang termasuk dalam anggaran operasional (anggaran
pendapatan, anggaran biaya dan anggaran laba).
2. Anggaran keuangan (anggaran yang berkaitan dengan rencana pendukung
aktivitas operasi perusahaan. Yang termasuk dalam anggaran keuangan
(anggaran investasi, anggaran kas dan proyeksi neraca).
Ada beberapa tipe anggaran yaitu :
1. Ceiling budget.
Tipe anggaran yang dipakai untuk tujuan-tujuan pengawasan dinamakan
Ceiling Budget. Anggaran jenis ini mengawasi suatu instansi secara
langsung dengan cara menentukan batas-batas pengeluaran melalui
peraturan penggunaan/pemberian, atau secara tidak langsung dengan cara
membatasi penghasilan instansi pada sumber yang diketahui dan jumlah
yang terbatas.
2. A line-item budget.
Tipe ini menggolongkan pengeluaran-pengeluaran berdasarkan jenis,
digunakan untuk mengawasi jenis-jenis pengeluaran dan juga jumlah
totalnya.
3. Performance and program budget.
Tipe ini berguna untuk menspesifikasi aktivitas-aktivitas atau program-
program berdasarkan mana dana digunakan, dan dengan cara demikian
membantu dalam evaluasinya. Dengan cara memisahkan pengeluaran-
pengeluaran berdasarkan fungsi (seperti kesehatan atau keamanan publik)
atau berdasarkan jenis pengeluaran (seperti kepegawaian dan peralatan)
atau berdasarkan sumber penghasilan seperti pajak kekayaan atau biaya-
biaya pemakaian (user fees), para administrator dan para anggota legislatif
bisa mendapatkan laporan-laporan yang tepat mengenai transaksi-transaksi
keuangan, untuk mempertahankan baik efisiensi ke dalam maupun
pengawasan dari luar.
Faktor-faktor yang mempengaruhi penyusunan anggaran adalah :
1. Faktor-faktor intern.
Faktor-faktor intern yaitu data, informasi dan pengalaman yang
terdapat di dalam perusahaan sendiri, antara lain berupa penjualan
tahun-tahun lalu, kebijaksanaan perusahaan yang berhubungan dengan
masalah harga jual dan sebagainya, kapasitas produksi yang dimiliki
perusahaan, tenaga kerja, modal kerja, fasilitas lain.
2. Faktor-faktor ekstern.
Faktor-faktor ekstern yaitu data, informasi dan pengalaman yang
terdapat di luar perusahaan, tetapi dirasakan mempunyai pengaruh
terhadap kehidupan perusahaan, antara lain berupa keadaan
persaingan, tingkat pertumbuhan penduduk, tingkat penghasilan
masyarakat, tingkat pendidikan masyarakat, perekonomian nasional,
Ciri-ciri anggaran perusahaan adalah :
1. Dinyatakan dalam satuan uang walaupun perlu didukung informasi non-
keuangan.
2. Umumnya mencakup kurun waktu satu periode.
3. Mengandung komitmen manajemen yang baik di pejabat tinggi
perusahaan dalam mengelola keuangan dan anggaran perusahaan.
4. Usulan anggaran harus disetujui oleh pejabat yang lebih tinggi dari
pelaksanaan anggaran perusahaan.
5. Setelah disetujui, anggaran hanya dirubah secara spesifik dan dalam
keadaan khusus.
6. Harus dianalisis penyebabnya, jika terjadi penyimpangan didalam
pelaksanaannya.
Adapun fungsi anggaran perusahaan yaitu :
1. Planning (perencanaan).
Fungsi dari perencanaan yaitu proses perencanaan dan perancangan
strategi sebagai penetapan tujuan jangka panjang dan jangka pendek yang
ingin dicapai.
2. Organizing (pengorgannisasian)
Fungsi dari pengorganisasian adalah memadukan sumber daya manusia
yang ada dalam mengelola suatu kegiatan perusahaan untuk mendapatkan
hasil dari pengelolaan tujuan perusahaan secara efektif dan efisien.
3. Actuating (pelaksanaan)
Fungsi dari pelaksanaan adalah mengarahkan dan mengelola setiap sumber
daya dan perancangan strategi yang telah dimiliki perusahaan sehingga
dapat diterapkan di dalam suatu kegiatan agar dapat diarahkan sesuai
dengan fungsinya.
4. Controlling (pengendaalian)
Fungsi dari pengendalian yaitu melakukan pengendalian dan menstabilkan
kegiatan perusahaan tersebut melalui sumber daya yang ada.
Ada beberapa jenis-jenis dari anggaran, berikut beserta penjelasannya :
1. Anggaran penjualan.
Anggaran ini memuat mengenai rencana penjualan selama periode/waktu
anggaran (pada umumnya satu tahun), yang dinyatakan dalam satuan uang
dan juga kuantitas penjualan. Anggaran ini disusun berdasarkan Proyeksi
Penjualan yang dibuat oleh perusahaan. Anggaran Penjualan sering disebut
juga sebagai anggaran kunci dalam proses penyusunan anggaran, sebab
anggaran tersebut merupakan dasar dari penyusunan jenis-jenis anggaran
yang lain, diantaranya yaitu: Anggaran Produksi, Anggaran Kas ,
Anggaran Biaya Non produksi, serta Anggaran Rugi-Laba. Definisi dari
anggaran penjualan adalah suatu anggaran yang menerangkan secara
terperinci dan juga teliti tentang penjualan perusahaan dimasa datang,
dimana didalamnya terdapat rencana tentang jenis-jenis barang, jumlah,
harga, waktu maupun tempat penjualan barang tersebut.
2. Anggaran produksi.
Anggaran ini memuat mengenai rencana-rencana unit yang diproduksi
selama periode anggaran. Taksiran produksi ini ditentukan berdasarkan
rencana penjualan maupun persediaan yang diharapkan. Anggaran
produksi merupakan dasar dari penyusunan anggaran biaya produksi,
diantaranya yaitu anggaran: biaya overhead pabrik, biaya bahan baku dan
juga biaya tenaga kerja langsung. Anggaran produksi dapat juga dipakai
sebagai dasar penyusunan Anggaran Persediaan ataupun sebaliknya.
3. Anggaran biaya bahan baku.
Anggaran ini mengenai taksiran bahan baku yang dibutuhkan dalam proses
produksi, yang dinyatakan dalam satuan uang dan kuantitas bahan baku.
Lalu dari anggaran ini akan diketahui pembelian bahan baku yang
dianggarkan, yang selanjutnya dipakai sebagai dasar penyusunan
Anggaran Kas dan Rugi-Laba.
4. Anggaran biaya tenaga kerja langsung.
Anggaran ini mengenai taksiran biaya tenaga kerja langsung selama waktu
(priode) anggaran, yang selanjutnya dipakai sebagai dasar dalam
penyusunan anggaran kas dan rugi-laba. Biasanya untuk menyusun
perhitungan biaya tenaga kerja langsung ini dikenal 2 (dua) macam dasar
perhitungan, diantaranya upah per unit produk, serta upah per jam.
5. Anggaran overhead pabrik.
Anggaran ini mengenai taksiran biaya overhead pabrik selama periode
anggaran yang dipakai dalam penyusunan Anggaran kas dan Rugi-Laba.
6. Anggaran persediaaan.
Anggaran ini mengenai persediaan perusahan dalam satu periode (waktu)
tertentu. Anggaran persediaan yaitu merupakan anggaran yang
merencanakan secara terperinci dan jelas berapa nilai persediaan ada
periode yang akan datang. Sedangkan pada perusahaan manufaktur
persediaan yang ada terdiri dari 3 (tiga) jenis yaitu persediaan material
persediaan barang setengah jadi, dan juga persediaan barang jadi.
7. Anggaran biaya produksi.
Anggaran ini terdiri dari anggaran biaya pemasaran dan juga anggaran
biaya administrasi serta umum yang masing-masing memuat mengenai
taksiran biaya pemasaran, biaya administrasi dan juga umum. Anggaran
ini juga dipakai sebagai dasar penyusunan anggaran kas dan rugi-laba.
8. Anggaran program.
Anggaran ini adalah anggaran operasi yang disusun berdasarkan berbagai
program utama perusahaan yang berupa jenis ataupun keluarga produk
(misalkan program penelitian dan juga pengembangan). Anggaran
program pada umumnya dipakai untuk menganalisis keselarasan diantara
berbagai program perusahaan.
9. Anggaran pertanggung jawaban.
Anggaran ini adalah anggaran operasi yang disusun berdasarkan pusat
pertanggung jawaban yang terdapat di dalam perusahaan. Program
pertanggung jawaban ini digunakan sebagai alat pengendalian setiap
manajer dan juga sebagai pusat pertanggung jawaban yang dipimpinnya.
10. Anggaran pengeluaran modal.
Anggaran ini berisi mengenai rencana perubahan aktiva tetap perusahaan
selama periode (waktu) anggaran. Anggaran ini disusun berdasarkan dari
proyeksi penjualan, serta dipakai sebagai dasar penyusunan anggaran: kas,
biaya overhead pabrik, dan biaya non produksi.
11. Anggaran kas.
Anggaran ini memuat taksiran sumber dan juga penggunaan kas selama
periode (waktu) anggaran. Anggaran ini disusun dari anggaran operasi dan
pengeluaran modal, dan juga dipakai sebagai dasar penyusunan anggaran
Neraca. Serta penyusunan anggaran kas bagi suatu perusahaan sangatlah
penting sekali, artinya bagi penjagaan likuiditas perusahaan itu.
12. Anggaran rugi-laba.
Anggaran ini berisi mengenai taksiran rugi maupun laba perusahaan
selama periode (waktu) anggaran. Anggaran rugi-laba ini disusun dari
anggaran operasi, dan juga dipakai sebagai dasar penyusunan anggaran
neraca.
13. Anggaran neraca.
Anggaran yang berisi mengenai rencana posisi keuangan (aktiva, utang,
dan modal) perusahaan pada awal dan akhir periode anggaran. Anggaran
neraca ini disusun dari anggaran kas dan anggaran rugi-laba, dan dipakai
untuk dasar penyusunan anggaran perubahan posisi keuangan
14. Anggaran perubahan posisi keuangan.
Anggaran ini isinya mengenai rencana perubahan utang, aktiva, modal
perusahaan selama periode (waktu) anggaran. Anggaran ini disusun dari
anggaran neraca.
B. Tujuan Dan Manfaat Penganggaran
Tujuan penyusunan anggaran adalah :
1. Untuk menyatakan harapan/sasaran perusahaan secara jelas dan
formal, sehingga bisa menghindari kerancuan dan memberikan arah
terhadap apa yang hendak dicapai manajemen.
2. Untuk mengkomunikasikan harapan manajemen kepada pihak-pihak
terkait sehingga anggaran dimengerti, didukung, dan dilaksanakan.
3. Untuk menyediakan rencana terinci mengenai aktivitas dengan maksud
mengurangi ketidakpastian dan memberikan pengarahan yang jelas
bagi individu dan kelompok dalam upaya mencapai tujuan
perusahaan.
4. Untuk mengkoordinasikan cara/metode yang akan ditempuh dalam
rangka memaksimalkan sumber daya.
5. Untuk menyediakan alat pengukur dan mengendalikan kinerja individu
dan kelompok, serta menyediakan informasi yang mendasari perlu-
tidaknya tindakan koreksi.
Dengan penyusunan anggaran usaha-usaha perusahaan akan lebih banyak
berhasil apabila ditunjang oleh kebijaksanaan-kebijaksanaan yang terarah
dan dibantu oleh perencanaan-perencanaan yang matang. Perusahaan yang
berkecenderungan memandang ke depan, akan selalu memikirkan apa
yang mungkin dilakukannya pada masa yang akan datang. Sehingga dalam
pelaksanaannya, perusahaan-perusahaan ini tinggal berpegangan pada
semua rencana yang telah disusun sebelumnya. Dimana, bagaimana,
mengapa, kapan, adalah pertanyaan-pertanyaan yang selalu mereka
kembangkan dalam kegiatan sehari-hari. Apabila pada suatu kesempatan
hal ini ditanyakan kepada seorang General Manager yang sukses, maka
sering didapatkan jawaban bahwa ide-ide untuk kegiatan pada waktu
mendatang pada umumnya didasarkan pada jawaban atas pertanyaan-
pertanyaan diatas.
Dalam perusahaan-perusahaan manufaktur (pabrik) kegiatan akan
dilakukan dengan lebih efisien dan tingkat keuntungan akan lebih besar
apabila management memperhatikan rencana untuk aktivitas-aktivitasnya
dimasa depan. Karena itu Heckerts dan Wilson mengatakan bahwa
manfaat utama daripada business budgeting adalah dapat ditentukannya
kegiatan-kegiatan yang paling profitable yang akan dilakukan.
Sedangkan manfaat lain adalah membantu manajer dalam mengelola
perusahaan. Manajer harus mengambil keputusan-keputusan yang paling
menguntungkan perusahaan, seperti memilih barang-barang atau jasa yang
akan diproduksi dan dijual, memilih/menseleksi langganan, menentukan
tingkat harga, metode-metode produksi, metode-metode distribusi, termin
penjualan.
Budgeting mempunyai manfaat yang pada dasarnya sama, yakni dalam hal
perencanaan, koordinasi, dan pengawasan.
Dalam bidang perencanaan yaitu :
1. Mendasarkan kegiatan-kegiatan pada penyelidikan-penyelidikan studi dan
penelitian-penelitian. Budget bermanfaat untuk membantu manajer
meneliti, mempelari masalah-masalah yang berhubungan dengan kegiatan
yang akan dilakukan. Dengan kata lain, sebelum merencanakan kegiatan,
manajer mengadakan penelitian dan pengamatan-pengamatan terlebih
dahulu. Kebiasaan membuat rencana-rencana akan menguntungkan semua
kegiatan. Terutama kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan
kebutuhan financial, tingkat persediaan, fasilitas-fasilitas produksi,
pembelian, pengiklanan, penjualan , sales promotion, pengembangan
produk, expansi dan lain-lain.
2. Mengerahkan seluruh tenaga dalam perusahaan dalam menentukan
arah/kegiatan yang paling menguntungkan. Budget yang disusun untuk
waktu panjang, akan sangat membantu dalam mengerahkan secara tepat
tenaga-tenaga kepala bagian, salesman, kepala cabang dan semua tenaga
operasional.
3. Untuk membantu atau menunjang kebijaksanaan-kebijaksanaan
perusahaan.
4. Menentukan tujuan-tujuan perusahaan. Manajemen yang dapat
menentukan tujuannya secara jelas dan logis ( dapat dilaksanakan) adalah
manajemen yang akan berhasil. Penentuan tujuan ini dibatasi oleh
beberapa faktor. Budget dapat membantu manajemen dalam memilih :
mana tujuan yang dapat dilaksanakan dan mana yang tidak.
5. Membantu menstabilkan kesempatan kerja yang tersedia. Seorang majikan
yang baik tidak akan pernah mengabaikan atau tidak mempedulikan
kesejahteraan pegawainya. Perencanaan kebutuhan tenaga kerja yang baik
akan mengakibatkan dapat dihindarkannya kelebihan dan kekurangan
tenaga kerja. Tanpa rencana tentang kebutuhan tenaga kerja,
mengakibatkan terpaksa diberhentikannya sebagian buruh yang
berlebihan. Bila terus menerus berlangsung hal ini akan mengakibatkan
tidak stabilnya tingkat employment.
6. Mengakibatkan pemakaian alat-alat fisik secara lebih efektif. Dengan
disusunnya perencanaan yang terperinci, dapat dihindarkan biaya-biaya
yang timbul karena kapasitas yang berlebihan. Pemakaian alat-alat fisik
yang efektif dan ekonomis akan membantu/menyokong tujuan akhir
perusahaan yaitu keuntungan yang maksimum.
Dalam bidang koordinasi yaitu :
1. Membantu mengkoordinasikan faktor manusia dengan perusahaan.
Dalam beberapa situasi mungkin faktor hubungan manusia dengan
perusahaan ini adalah yang terpenting. Seringkali terjadi kasus di mana
manajer tidak tahu apa yang akan dilakukannya di tahun-tahun
mendatang. Akibatnya kadang-kadang manajer frustasi dan merasa
makin lama semakin tidak mampu mengatasinya. Penyusunan rencana
yang terperinci (berupa budget) membantu manajer mengatasi masalah
itu, sehingga ia kembali merasa adanya hubungan antara
kemampuannya dengan perusahaan yang dipimpinnya.
2. Menghubungkan aktivitas perusahaan dengan trend dalam dunia usaha.
Dalam penelitian-penelitian yang telah dilakukan tampak bahwa trend
keuntungan yang didapat oleh perusahaan tergantung juga kepada
keadaan dunia usaha pada umumnya. Karena itu dengan disusunnya
budget, dapat dinilai apakah rencana tersebut sesuai denagn keadaan
dunia usaha yang akan dihadapi.
3. Menempatkan penggunaan modal pada saluran-saluran yang
menguntungkan, dalam arti seimbang dengan program-program
perusahaan. Sebelum membelanjakan uangnya, perusahaan harus
mempelajari terlebih dahulu saluran-saluran mana yang paling
menguntungkan atau yang paling sesuai dengan program perusahaan.
Sebagian dana digunakan untuk peralatan dan persediaan barang,
sedangkan bagian yang lain dipergunakan untuk promosi dan biaya
penjualan lain. Kedua bagian tersebut harus seimbang . Tanpa
perencanaan yang baik mungkin saja terjadi persediaan barang terlalu
jauh di atas kemampuan penjualan atau produksi.
4. Untuk mengetahui kelemahan-kelemahan dalam organisasi. Setelah
rencana yang baik disusun dan kemudian dijalankan. Kelemahan-
kelemahan dapat dilihat untuk kemudian diperbaiki.
Dalam bidang pengawasan yaitu :
1. Untuk mengawasi kegiatan-kegiatan dan pengeluaran-pengeluaran.
Tujuan utama dari perencanaan adalah memilih kegiatan yang
paling menguntungkan. Kegiatan tersebut tidak hanya
direncanakan saja, tetapi di dalam pelaksanaannya harus diadakan
pengawasan agar betul-betul seperti yang direncanakan. Beberapa
kegiatan dan pengeluaran sangat perlu diawasi. Misalnya : kegiatan
promosi penjualan, kadang-kadang mengeluarkan terlalu banyak
biaya tanpa menghasilkan kenaikan penjualan yang sepadan. Atau
kegiatan produksi yang terlalu jauh menyimpang dari rencana
sehingga harga pokok per unit produk demikian tinggi.
2. Untuk pencegahan secara umum pemborosan-pemborosan,
sebetulnya ini adalah tujuan yang paling umum daripada
penyusunan budget. Kontrol terhadap pelaksanaan diharapkan
dapat mengurangi pemborosan-pemborosan.
C. Hubungan Budgeting Dengan Manajemen
Manajemen diartikan sebagai suatu ilmu dan seni untuk membuat
perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pengarahan
(directing), pengkoordinasian (coordinating), dan pengawasan
(controlling) terhadap orang-orang dan barang-barang, untuk mencapai
tujuan yang telah ditetapkan. Dari pengertian tersebut nampak hubungan
antara Budget dan Manajemen. Fungsi Budget yang pokok adalah sebagai
pedoman kerja, alat pengkoordinasian kerja, dan alat pengawasan kerja.
Apabila dibandingkan dengan kelima fungsi manajemen tersebut, nampak
bahwa Budget memiliki kaitan erat dengan Manajemen, khususnya dalam
hal penyusunan rencana (planning), pengkoordinasian kerja
(coordinating), dan pengawasan kerja (controlling).atau dengan kata lain,
Budget membantu Manajemen dalam menjalankan fungsi-fungsinya.
Budget sebagai sebuah alat bagi manajemen (manajer) juga mengandung
beberapa kelemahan, antara lain :
1. Budget disusun dengan melakukan penaksiran-penaksiran (forecasting).
Betapapun cermatnya penaksiran tersebut dilakukan, namun tetap sulit
mendapatkan hasil taksiran (forecast) yang benar-benar akurat dan sama
sekali tidak berbeda dengan kenyataan nanti.
2. Taksiran-taksiran dalam Budget yang diperoleh dengan
mempertimbangkan berbagai faktor, data dan informasi, baik yang bersifat
terkendali (controllable) maupu yang bersifat tak terkendali
(uncontrollable). Dengan demikian, jika terjadi perubahan-perubahan
terhadap faktor, data dan informasi tersebut, maka akan berubah pula
keakuratan hasil taksiran yang bersangkutan.
3. Berhasil atau gagalnya realisasi pelaksanaan sebuah Budget sangat
bergantung pada orang-orang pelaksananya. Budget yang baik daan
sempurna tidak akan bisa direalisasikan dengan baik apabila para
pelaksanyanya tidak mempunyai keterampilan serta kemampuan yang
memadai.
Hubungan antara anggaran dan manajemen adalah sebagai tolak ukur
keberhasilan, yaitu sebagai pertimbangan awal dalam melakukan sesuatu
perencanaan keuangan perusahaan, oleh karena itu pengganggaran sangat
penting perannya dalam sebuah perusahaan/ manajemen dan sebagai alat
untuk mencapai tujuan perusahaan.
Anggaran hanyalah sebagai suatu alat bagi manajemen, sehingga
kehadiran manajemen selalu dibutuhkan. Anggaran yang baik dan
sempurna tidak akan menjamin bahwa pelaksanaan serta realisasinya nanti
juga akan baik serta sempurna, tanpa dikelola oleh manajemen yang
terampil.
Manajemen diartikan sebagai suatu ilmu dan seni untuk menyediakan :
1. Perencanaan (Planning)
2. Pengoorganisasian (Organizing)
3. Pengarahan (Directing)
4. Pengkoordinasian (Coordinating)
5. Pengawasan (Controlling)
Hakikat anggaran cenderung banyak persamaannya dengan hubungan
antar manusia (human ralation) daripada sekedar rekayasa angka.
Pengendalian biaya dilakukan oleh manusia. Oleh karena itu berhasil
tidaknya suatu anggaran tergantung dari sikap (attitude) para individu yang
bersangkutan. Mekanisme anggaran semata-mata merupakan teknik yang
meyakini bahwa agar kinerja yang baik dapat dicapai, perlu ditetapkan
suatu standar.
Hubungan antara budget dengan akuntansi menyajikan data historis yang
sangat bermanfaat untuk menghitung (menyiapkan) taksiran-taksiran yang
akan dituangkan dalam budget, yang nantikan akan dijadikan sebagai
pedoman kerja di waktu yang akan datang. Selanjutnya akuntansi akan
melakukan pencatatan secara sistematis dan teratur tentang pelaksanaaan
budget itu nantinya, dari hari ke hari, dengan demikian akuntansi dapat
menyajikan data realisasi pelaksanaan budget secara lengkap dan
terstruktur. Sehingga dengan membandingkan antara budget dan catatan
akuntansi dapat diketahui apakah perusahaan telah melaksanaakan proses
kerja secara efisien atau in-efisisen, efektif atau inefektif, dst. Oleh karena
itu semua teknik pencatatan dan semua sistematika yang dipakai dalam
akuntansi harus sama dan sejalan dengan teknik serta sistematika yang
dipakai dalam budget.
Hubungan antara budget dengan statistika dan matematika berhubungan
untuk pengolahan data (sebagai penunjang) baik saat penyusunan maupun
realisasi dan penganalisaan realisasi budget. Sehingga dapat diketahui
penyimpangan positif maupun negatif, sebagai bahan pertimbangan
keputusan efisiensi budget.

D. Hal yang Dipahami dari Perkuliahan


Beberapa yang penulis pahami dari perkuliahan :
1. Anggaran berasal dari bahasa Inggris yaitu budget.
2. Sebelumnya berasal dari bahasa Prancis yaitu Boudgette yang berarti
sebuah kas kecil.
3. Anggaran (budge) adalah suatu rencana kegiatan perusahaan yang
disusun secara sistematis yang dinyatakan dalam satuan moneter untuk
satu periode maupun periode yang akan datang.
4. Menurut Wildavsky, anggaran adalah catatan masa lalu, rencana masa
depan, pengelolaan sumber daya, metode untuk pertumbuhan, alat
penyaluran pendapatan, mekanisme untuk negosiasi, harapan aspirasi
strategi perusahaan, satu bentuk kekuatan kontrol, dan alat atau
jaringan komunikasi.
5. Laporan keuangan terdiri dari laporan laba rugi, laporan perubahan
modal, nerasa, dan laporan arus kas (cashflow).
6. Laporan arus kas terdiri dari tiga bagian. Yaitu arus kas dari aktivitas
operasi, arus kas dari aktivitas investasi, dan arus kas dari aktivitas
pendanaan.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari pembahasan materi diatas, kami penulis menyimpulkan bahwa:
1. Pengertian penganggaran perusahaan (Budgeting) adalah suatu proses
perencanaan dan pengendalian kegiatan operasi perusahaan yang
dinyatakan dalam suatu kegiatan dan satuan uang yang bertujuan untuk
memproyeksi operasional perusahaan tersebut dalam proyeksi laporan
keuangan.
2. Tujuan penyusunan anggaran antara lain adalah untuk menyatakan
harapan/sasaran perusahaan secara jelas dan formal, untuk
mengkomunikasikan harapan manajemen kepada pihak-pihak terkait
sehingga anggaran dimengerti, untuk menyediakan rencana terinci
mengenai aktivitas dengan maksud mengurangi ketidakpastian dan
memberikan pengarahan yang jelas bagi individu dan kelompok dalam
upaya mencapai tujuan perusahaan, untuk mengkoordinasikan cara/metode
yang akan ditempuh dalam rangka memaksimalkan sumber daya, untuk
menyediakan alat pengukur dan mengendalikan kinerja individu dan
kelompok, serta menyediakan informasi yang mendasari perlu-tidaknya
tindakan koreksi.
3. Manfaat anggaran perusahaan antara lain adalah adanya perencanaan
terpadu, sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan perusahaan, sebagai alat
pengkoordinasian kerja, sebagai alat pengawasan kerja sebagai alat
evaluasi kegiatan perusahaan.
4. Hubungan antara anggaran (budgeting) dan manajemen adalah sebagai
tolak ukur keberhasilan, yaitu sebagai pertimbangan awal dalam
melakukan sesuatu perencanaan keuangan perusahaan, oleh karena itu
pengganggaran sangat penting perannya dalam sebuah perusahaan/
manajemen dan sebagai alat untuk mencapai tujuan perusahaan.
5. Yang dipahami penulis selama perkuliahan antara lain adalah anggaran
berasal dari bahasa Inggris yaitu budget, sebelumnya berasal dari bahasa
Prancis yaitu boudgette yang berarti sebuah kas kecil, Anggaran (budge)
merupakan suatu rencana kegiatan perusahaan yang disusun secara
sistematis yang dinyatakan dalam satuan moneter untuk satu periode
maupun periode yang akan datang.
B. Saran
Manajer dalam perusahaan harus mampu membuat perencanaan keuangan
perusahaan karena perencanaan penganggaran merupakan pedoman kerja
yang memberikan manfaat bagi manajer puncak untuk meningkatkan
kinerja dan motivasi para manajer tingkat menengah dan bawah dalam
mencapai tujuan organisasi melalui anggaran.
DAFTAR PUSTAKA

Anwar, Mokhamad. 2015. Manajemen Keuangan Bisnis. Tangerang Selatan:


Universitas Terbuka.
https://sites.google.com/site/penganggaranperusahaan/pengertian-definisimanfaat-
tujuan-anggaran
http://accounting-media.blogspot.co.id/2014/05/hubungan budgeting dengan mana
jemen.html
Prawironegoro, Darsono dan Purwanto, Ari. 2008. Penganggaran Perusahaan.
Jakarta: Mitra Wacana Media.
Syamsuddin, Lukman. 2011. Manajemen Keuangan perusahaan. Jakarta: Rajawali
Pers.s