Anda di halaman 1dari 6

Seminar Nasional Pascasarjana XI ITS, Surabaya 27 Juli 2011

ISBN No.

KESETIMBANGAN CAIR-CAIR SISTEM QUATERNER


EUGENOL(1) + -CARYOPHYLLENE(2) + ETANOL(3) + AIR(4)
PADA TEMPERATUR 303,15; 313,15; DAN 323,15 K

Rachma Fitriani 1*, Kuswandi 1

Program Studi Pascasarjana Teknik Kimia, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya, Indonesia 1
Email: fitriani.rachma@gmail.com

Abstrak

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan data kesetimbangan cair-cair sistem quatener
eugenol + -caryophyllene + etanol + air pada temperatur 303,15; 313,15; dan 323,15 K. Penelitian
ini menggunaan equilibrium cell yang dilengkapi dengan sirkulasi air untuk menjaga agar temperatur
tetap konstan serta dilengkapi pula dengan stirrer yang digunakan untuk mengaduk campuran
komponen murni tersebut selama 2 jam sehingga menjadi homogen. Setelah itu dilakukan pemisahan
antara fase organik dan fase air dengan mendiamkannya selama 20 jam. Sampel yang didapatkan dari
proses pemisahan tersebut kemudian dianalisa dengan menggunakan gas chromatography (GC) untuk
mendapatkan komposisi masing-masing komponen pada tiap-tiap fase. Data eksperimen yang
diperoleh kemudian dikorelasikan menggunakan model UNIQUAC dan NRTL dan hasilnya
dibandingkan dengan metode UNIFAC. Pada temperatur 303,15 K, 313,15 K dan 323,15 K model
UNIQUAC merupakan model yang paling baik dengan RMSD terbesar adalah 6,82% sedangkan
RMSD terbesar untuk model NRTL adalah 7.73%.
Katakunci: Etanol, Eugenol, Caryophyllene, NRTL, UNIQUAC

1. Pendahuluan Pada proses ekstraksi, pemilihan pelarut harus


Indonesia mempunyai sumber daya alam hayati mempertimbangkan sifat dan karakteristiknya
yang sangat banyak dan beragam. Di antara seperti polar, non polar, volatilitas, dan
keanekaragaman hayati yang sangat banyak dan toksinitas. Alkohol memiliki kelarutan yang
beragam itu terdapat berbagai jenis tanaman tinggi dalam air dan tidak beracun selain itu
penghasil minyak atsiri yang sampai sekarang dapat meningkatkan aroma pada campuran.
belum dapat dimanfaatkan secara maksimal. Alkohol dapat pula mereduksi adanya reaksi
Tanaman cengkeh (Syzygium aromaticum (L) oksidasi. Oleh karena itu alkohol banyak
Merr & Perry) di Indonesia lebih kurang 95% digunakan sebagai pelarut dalam industri.
diusahakan oleh rakyat dalam bentuk perkebunan Ethanol merupakan pelarut yang umum
rakyat yang tersebar di seluruh propinsi. Sisanya digunakan dalam berbagai bidang. Etanol
sebesar 5% diusahakan oleh perkebunan swasta merupakan molekul yang sangat polar akibat dari
dan perkebunan Negara. (Nurdjannah, 2004) gugus hidroksilnya. Dengan kelektronegatifan
Minyak cengkeh tersusun dari 23 komponen tinggi dari oksigen sehingga mampu membuat
yang berbeda dengan komponen utama yaitu ikatan oksigen bertukar dengan molekul yang
Eugenol (>90%) dan -Caryophyllene (<10%). lain, sehingga etanol dapat menarik molekul-
Eugenol adalah komponen utama minyak molekul polar dan ion. Sedangkan gugus etil
cengkeh berupa cairan tidak berwarna, beraroma (C2H5) pada etanol bersifat non-polar sehingga
khas, dan mempunyai rasa pedas yang banyak etanol dapat pula menarik molekul-molekul non
dimanfaatkan dalam industri fragrance dan flavor polar. Oleh karena itu etanol dapat melarutkan
karena memiliki aroma yang khas dan industri substansi-substansi polar maupun non-polar.
farmasi karena bersifat antiseptik. Sedangkan Etanol merupakan alkohol yang paling tidak
pada -Caryophyllene adalah impuritis yang beracun (hanya beracun pada jumlah besar),
harus dihilangkan karena menurunkan kadar sehingga cocok digunakan pada berbagai bidang
kemurnian minyak cengkeh (Ketaren, 1985). industry. Selain itu ketersediaannya di pasar
Menurut standar USP (United States yang melimpah sehingga dapat diperoleh dengan
Pharmacopeia), untuk dapat diperdagangkan di mudah dengan harga yang murah.
perdagangan internasional, eugenol harus Hingga saat ini ketersediaan data
memiliki tingkat kemurnian lebih besar dari kesetimbangan masih terbatas, baik untuk jenis
98%. sistem fluida maupun rentang operasinya. Untuk
mengatasi keterbatasan ini, dilakukan upaya
Seminar Nasional Pascasarjana XI ITS, Surabaya 27 Juli 2011
ISBN No.

mengkorelasikan data yang didapatkan secara 303.15 K, 313.15 K dan 323.15 K ditunjukkan
eksperimen dengan menggunakan korelasi pada Tabel 1-3.
persamaan UNIQUAC dan NRTL serta
menggunakan model UNIFAQ sehingga Tabel 1: Komposisi Hasill Eksperimen Sistem Quaterner
Eugenol (1) + -Caryophyllene (2) + Etanol (3) + Air (4)
diperoleh data korelasi.
Pada Temperatur 303.15 K
x1 x2 x3 x4

2. Metode yang diterapkan . 0.31458 0.27939 0.02990 0.37614


0.23602 0.24542 0.04643 0.47213
2.1 Peralatan Eksperimen 0.35606 0.33032 0.07565 0.23796
Peralatan yang digunakan pada penelitian ini mengacu Fase 0.16963 0.15314 0.04668 0.63055
pada peralatan Bilgin yang sudah dimodifikasi Organik 0.13211 0.03999 0.29985 0.52806
(Kuswandi dkk, 2011). Percobaan ini menggunakan 0.13214 0.03999 0.29983 0.52804
equilibrium cell yang dilengkapi dengan jaket 0.10624 0.01779 0.31873 0.55725
pemanas untuk menjaga suhu agar tetap konstan serta 0.08189 0.02152 0.29596 0.60063
magnetik stirer untuk membuat larutan teraduk 0.00010 0.00025 0.03641 0.96324
sempurna. Equilibrium cell ini juga dilengkapi dengan 0.00012 0.00037 0.02659 0.97292
kondensor yang berfungsi untuk mengkondensasikan 0.00015 0.00048 0.03009 0.96928
sampel agar tidak terbuang ke atmosfer. Pada gambar Fase 9.79E-05 0.00029 0.01788 0.98174
3.1 menunjukkan skema equilibrium cell yang Aqueous 0.00015 0.00038 0.02761 0.97185
terangkai dengan waterbath yang dilengkapi dengan 0.00858 0.00042 0.14622 0.84478
kontroler dan termokopel. 0.05417 0.00669 0.27028 0.66886
0.00453 0.00297 0.05934 0.93315

Tabel 2: Komposisi Hasill Eksperimen Sistem Quaterner


Eugenol (1) + -Caryophyllene (2) + Etanol (3) + Air (4)
Pada Temperatur 313.15 K
x1 x2 x3 x4
0.48324 0.28612 0.07656 0.15408
Keterangan: 0.44146 0.27137 0.12835 0.15882
1. Termometer 6. Pompa 0.46494 0.28756 0.16464 0.08286
2. Kondensor 7. Temperatur regulator Fase 0.33218 0.18622 0.15234 0.32927
3. Pipa sampel 8. Waterbath Organik 0.16527 0.03335 0.62521 0.17617
4. Stirrer 9. Temperatur display 0.10319 0.01543 0.76261 0.11877
5. Equilibrium cell 10. Termokopel 0.13315 0.01486 0.66576 0.18624
Gambar 1. Peralatan Percobaan 0.10925 0.01914 0.65797 0.21365
0.00032 0.00052 0.19092 0.80823
2.2 Bahan yang Digunakan 0.00040 0.00081 0.14572 0.85307
Percobaan ini menggunakan bahan-bahan 0.00049 0.00104 0.16223 0.83624
berikut: Fase 0.00034 0.00066 0.10209 0.89692
Aqueous 0.00050 0.00083 0.50593 0.49274
1. Eugenol 99,97%
0.01796 0.00059 0.51000 0.47146
2. -Caryophyllene 99,97% 0.07880 0.00649 0.65526 0.25945
3. Etanol 99,9% 0.01280 0.00559 0.27919 0.70242
4. Aquabidestilata
Tabel 3: Komposisi Hasill Eksperimen Sistem Quaterner
2.3 Prosedur Eksperimen Eugenol (1) + -Caryophyllene (2) + Etanol (3) + Air (4)
Pada Temperatur 323.15 K
Tahap percobaan untuk memperoleh data
x1 x2 x3 x4
kesetimbangan fase. Percobaan dilakukan dengan cara
mencampurkan bahan yang telah diketahui 0.49325 0.28122 0.07766 0.14787
komposisinya ke dalam equilibrium cell. Peralatan ini 0.45147 0.26647 0.12945 0.15261
dilengkapi dengan magnetic stirer dan jaket untuk 0.47495 0.28266 0.16574 0.07665
sirkulasi air sebagai pemanas sesuai temperatur yang Fase 0.34219 0.18132 0.15344 0.32306
Organik 0.17528 0.02845 0.62631 0.16996
dikehendaki. Campuran kemudian diaduk pada
0.11320 0.01053 0.76371 0.11256
temperatur konstan: (303,15; 313,15; dan 323,15 K)
0.14316 0.00996 0.66686 0.18003
pada tekanan atmosferik selama 2 jam. Setelah 2 jam 0.11926 0.01424 0.65907 0.20744
pengadukan dihentikan, kemudian campuran dibiarkan 0.00045 0.00063 0.19203 0.80688
selama 20 jam hingga tercapai kesetimbangan. Setelah 0.00052 0.00092 0.14683 0.85307
kesetimbangan tercapai, sampel pada masing-masing 0.00061 0.00115 0.16334 0.83489
fase diambil untuk dianalisa komposisinya memakai Fase 0.00046 0.00077 0.10320 0.89558
gas chromatograph (GC). Aqueous 0.00062 0.00095 0.50704 0.49139
0.01808 0.00070 0.51111 0.47011
3. Hasil dan Pembahasan 0.07892 0.00660 0.65637 0.25810
3.1 Hasil Eksperimen 0.01292 0.00570 0.28030 0.70107
Hasil eksperimen kesetimbangan cair-cair sistem
quaterner untuk eugenol(1) + -caryophyllene(2) Efek dari temperatur terhadap komposisi
+ etanol( 3) + air(4) pada temperature operasi kesetimbangan pada hasil eksperimen untuk
sistem quaterner Eugenol(1) + -Caryophyllene
Seminar Nasional Pascasarjana XI ITS, Surabaya 27 Juli 2011
ISBN No.

(2) + Etanol( 3) + Air(4) ditunjukkan pada temperatur 303,15 K, 313,15 K dan 323,15 K
Gambar 1. pada sistem quaterner eugenol(1) + -
Caryophyllene(2) + Etanol(3) + Air(4) yang
ditampilkan pada tabel 4 dan 5.

Tabel 4: Hasil Perhitungan Parameter Interaksi Biner


UNIQUAC Sistem Quaterner Eugenol (1) + -Caryophyllene
(2) + Etanol ( 3) + Air (4) pada Temperatur 303,15; 313,15;
dan 323,15 K

T
UNIQUAC
(K)
i/j (1) (2) (3) (4)
Gambar 2. Pseudoternary diagram LLE untuk sistem (1) 0 623.021 -533.10 209.93
quaterner eugenol (1) + -caryophyllene (2) + etanol ( 3) +
(2) -915.40 0 285.10 452.60
air (4) hasil eksperimen pada rentang suhu 303.15 303.15
323.15K: ( ) suhu 303,15 K; ( ) hasil 313,15 K; ( ) (3) 87.503 940.06 0 -48.07
323,15 K (4) -298.85 53.71 479.55 0
(1) 0 48.12 246.90 286.16
Dari gambar 2 terlihat bahwa terdapat sedikit (2) 94.94 0 489.25 5941.47
313.15
perbedaan antara komposisi kesetimbangan hasil (3) 736.27 129.75 0 911.18
eksperimen sistem quaterner eugenol (1) + - (4) 182.10 40.83 347.62 0
(1) 0 177.63 304.71 325.35
caryophyllene (2) + etanol ( 3) + air (4) pada
(2) 53.44 0 444.85 2390.12
temperatur 303,15 K, 313,15 K dan 303,15 K. 323.15
(3) 655.76 164.29 0 940.39
Sehingga dapat disimpulkan bahwa temperatur (4) 179.67 50.12 352.65 0
sistem memiliki pengaruh yang kecil terhadap
komposisi kesetimbangan. Tabel 5: Hasil Perhitungan Parameter Interaksi Biner NRTL
Sistem Quaterner Eugenol (1) + -Caryophyllene (2) +
Etanol ( 3) + Air (4) pada Temperatur 303,15; 313,15; dan
3.2 Fitting Parameter 323,15 K
Parameter interaksi biner dari sistim quaterner
Eugenol (1) + -Caryophyllene (2) + Etanol ( 3) T NRTL
+ Air (4) diperoleh dari fitting menggunakan (K) ( = 0.2)
model UNIQUAC serta NRTL berdasarkan data i/j (1) (2) (3) (4)
eksperimen yang telah diperoleh. (1) 0 10010.22 -925.24 -291.37
Hubungan pada kesetimbangan cair-cair dapat (2) -5092.29 0 3431.96 -468.74
303.15
direpresentasikan menggunakan sebuah model (3) -3827.82 4268.11 0 275.83
koefisien aktifitas. Pada model ini, hubungan (4) -1394.08 2170.78 269.21 0
dasar untuk setiap komponen i pada dua fase (1) 0 433.46 77.55 -802.87
liquid yang ada pada sebuah sistem pada keadaan (2) 2861.88 0 10216.23 -243.04
313.15
(3) 2271.06 2964.43 0 -67.36
setimbang adalah (4) 3831.60 2683.12 115.79 0
x ai ia xib ib (1) (1) 0 237.20 -101.05(1) -737.07
(2) 3602.69 0 4325.97 -456.01
323.15
(3) 2193.76 2714.87 0 -85.43
x a
i 1 (2) (4) 3533.24 2923.21 168.29 0

x b
i 1 (3) 3.3 Komposisi Kesetimbangan
Setelah parameter yang dihitung menggunakan
model UNIQUAC dan NRTL untuk setiap suhu
dimana xia dan xib adalah fraksi mol dari
diperoleh maka dilakukan perhitungan komposisi
komponen i di fase atas dan bawah sedangkan ia
kesetimbangan untuk setiap model tersebut.
dan ib adalah koefisien aktifitas dari komponen i
Pada tabel 6 dan 7 terlihat pada temperatur
pada atas dan bawah. Kunci untuk
303.15 K model UNIQUAC menghasilkan
menyelesaikan persamaan-persamaan tersebut
komposisi kesetimbangan dengan RMSD sebesar
adalah dengan menghitung koefisien aktifitas.
6,82 % dan model NRTL dengan RMSD 7,73 %.
(Zhang et al, 2011)
Sedangkan pada temperatur 313.15 K diperoleh
Data komposisi kesetimbangan yang diperoleh
RMSD untuk model UNIQUAC sebesar 2,51%,
dari eksperimen digunakan untuk
NRTL sebesar 7,39% seperti yang ditunjukkan
mengkorelasikan parameter interaksi antara
oleh tabel 8 dan 9. Pada temperatur 323.15 K
eugenol, -caryophyllene, etanol dan air untuk
seperti yang ditampilkan pada tabel 10 dan 11,
memperoleh koefisien aktifitas dari model NRTL
model UNIQUAC menghasilkan RMSD sebesar
dan UNIQUAC (Zhang et al, 2011) sehingga
2,93%, NRTL sebesar 5,27%
diperoleh parameter interaksi biner untuk
Seminar Nasional Pascasarjana XI ITS, Surabaya 27 Juli 2011
ISBN No.

Tabel 6: Komposisi Kesetimbangan sistem quaterner eugenol Tabel 9: Komposisi Kesetimbangan sistem quaterner eugenol
(1) + -caryophyllene(2) + etanol ( 3) + air (4) menggunakan (1) + -caryophyllene(2) + etanol ( 3) + air (4) menggunakan
model UNIQUAC pada temperatur 303.15 K model NRTL pada temperatur 313.15 K

x1 x2 x3 x4 x1 x2 x3 x4
0.3174 0.2142 0.1280 0.3404 0.4538 0.3058 0.1147 0.1257
0.3012 0.2219 0.1366 0.3402 0.4151 0.3056 0.1233 0.1560
0.3476 0.2634 0.1335 0.2555 0.4184 0.3168 0.1298 0.1350
Fase 0.2414 0.1524 0.1656 0.4406 Fase 0.4023 0.2531 0.1410 0.2036
Organik 0.0669 0.0161 0.4213 0.4957 Organik 0.1592 0.0376 0.5274 0.2758
0.0656 0.0138 0.5062 0.4144 0.1150 0.0237 0.5808 0.2805
0.1483 0.0195 0.2886 0.5437 0.1202 0.0141 0.6745 0.1913
0.1229 0.0209 0.2962 0.5600 0.1109 0.0216 0.5217 0.3458
0.0002 0.0002 0.1042 0.8953 0.0005 0.0007 0.1233 0.8755
0.0001 0.0004 0.0904 0.9090 0.0004 0.0007 0.1119 0.8870
0.0002 0.0004 0.1309 0.8685 0.0006 0.0008 0.1347 0.8639
Fase 0.0001 0.0003 0.0548 0.9448 Fase 0.0001 0.0007 0.1031 0.8961
Aqueous 0.0002 0.0001 0.0345 0.9652 Aqueous 0.0008 0.0007 0.3531 0.6455
0.0030 0.0002 0.3197 0.6772 0.0113 0.0027 0.4059 0.5802
0.0822 0.0039 0.2773 0.6366 0.0483 0.0053 0.4346 0.5117
0.0020 0.0028 0.0477 0.9475 0.0055 0.0030 0.3019 0.6895
RMSD 6.82% RMSD 7.30 %

Tabel 7: Komposisi Kesetimbangan sistem quaterner eugenol Tabel 10: Komposisi Kesetimbangan sistem quaterner
(1) + -caryophyllene(2) + etanol ( 3) + air (4) menggunakan eugenol (1) + -caryophyllene(2) + etanol ( 3) + air (4)
model NRTL pada temperatur 303.15 K menggunakan model UNIQUAC pada temperatur 323.15 K

x1 x2 x3 x4 x1 x2 x3 x4
0.3544 0.2712 0.1330 0.2414 0.4939 0.2923 0.0712 0.1426
0.2456 0.2548 0.1542 0.3454 0.4612 0.2835 0.1189 0.1364
0.3488 0.2641 0.0901 0.2470 0.4636 0.2869 0.1417 0.1078
Fase 0.1991 0.1954 0.0952 0.5604 Fase 0.3983 0.2227 0.1639 0.2152
Organik 0.1192 0.0283 0.257 0.596 Organik 0.1461 0.0279 0.6455 0.1806
0.1026 0.0224 0.254 0.621 0.1126 0.0141 0.7616 0.1117
0.1057 0.0158 0.3050 0.5734 0.2004 0.0157 0.6004 0.1836
0.0945 0.0183 0.2834 0.6038 0.1093 0.0196 0.7105 0.1606
0.0003 0.0003 0.1032 0.8962 0.0007 0.0009 0.1935 0.8049
0.0002 0.0003 0.0799 0.9195 0.0006 0.0009 0.1537 0.8448
0.0002 0.0006 0.1223 0.8770 0.0007 0.0009 0.1853 0.8131
Fase 0.0003 0.0002 0.0673 0.9322 Fase 0.0005 0.0011 0.1010 0.8974
Aqueous 0.0003 0.0006 0.2044 0.7948 Aqueous 0.0025 0.0022 0.5566 0.4387
0.0070 0.0004 0.3262 0.6664 0.0092 0.0020 0.5125 0.4764
0.0598 0.0033 0.4936 0.4433 0.0455 0.0075 0.6990 0.2480
0.0008 0.0026 0.1755 0.8211 0.0086 0.0045 0.2057 0.7812
RMSD 7.73% RMSD 2.93 %

Tabel 8: Komposisi Kesetimbangan sistem quaterner eugenol Tabel 11: Komposisi Kesetimbangan sistem quaterner
(1) + -caryophyllene(2) + etanol ( 3) + air (4) menggunakan eugenol (1) + -caryophyllene(2) + etanol ( 3) + air (4)
model UNIQUAC pada temperatur 313.15 K menggunakan model NRTL pada temperatur 323.15 K

x1 x2 x3 x4 x1 x2 x3 x4
0.4939 0.2923 0.0712 0.1426 0.4591 0.3094 0.1123 0.1192
0.4432 0.2724 0.1248 0.1595 0.4210 0.3099 0.1231 0.1460
0.4569 0.2828 0.1629 0.0974 0.4242 0.3209 0.1283 0.1265
Fase 0.3951 0.2211 0.1235 0.2603 Fase 0.4072 0.2560 0.1460 0.1908
Organik 0.1584 0.0320 0.6443 0.1653 Organik 0.1619 0.0380 0.5319 0.2681
0.1076 0.0141 0.7603 0.1181 0.1190 0.0226 0.5873 0.2711
0.1854 0.0161 0.6074 0.1911 0.1241 0.0136 0.6657 0.1965
0.1066 0.0205 0.7055 0.1674 0.1142 0.0201 0.5371 0.3287
0.0007 0.0009 0.1935 0.8049 0.0007 0.0008 0.1251 0.8734
0.0003 0.0008 0.1491 0.8497 0.0005 0.0009 0.1121 0.8865
0.0004 0.0007 0.1640 0.8349 0.0007 0.0011 0.1359 0.8623
Fase 0.0003 0.0008 0.1299 0.8689 Fase 0.0002 0.0008 0.1009 0.8981
Aqueous 0.0008 0.0009 0.5093 0.4889 Aqueous 0.0010 0.0009 0.5524 0.4457
0.0100 0.0015 0.5029 0.4856 0.0098 0.0039 0.5037 0.4826
0.0476 0.0067 0.6996 0.2462 0.0462 0.0059 0.7465 0.2014
0.0097 0.0032 0.2018 0.7853 0.0046 0.0043 0.2943 0.6968
RMSD 2.51 % RMSD 5.27 %
Seminar Nasional Pascasarjana XI ITS, Surabaya 27 Juli 2011
ISBN No.

sehingga model ini mampu memberikan hasil


yang cukup akurat.

Gambar 3. Pseudoternary diagram LLE untuk sistem


quaterner eugenol (1) + -caryophyllene (2) + etanol ( 3) +
air (4) pada suhu 303.15 K hasil eksperimen ( ), model
Gambar 5. Pseudoternary diagram LLE untuk sistem
UNIQUAC ( ), model NRTL ( )
quaterner eugenol (1) + -caryophyllene (2) + etanol ( 3) +
air (4) pada suhu 313.15 K hasil eksperimen ( ), model
Perbedaan antara hasil eksperimen dan UNIQUAC ( ), model NRTL ( )
komposisi kesetimbangan dari model-model
yang digunakan dapat pula dilihat pada Perhitungan parameter untuk model NRTL juga
pseudoternary diagram pada gambar 3-5. dimana sama seperti pada model UNIQUAC yaitu
terlihat bahwa komposisi kesetimbangan model berdasarkan hasil eksperimen. Persamaan NRTL
UNIQUAC paling mendekati hasil eksperimen merupakan persamaan yang diturunkan
sedangkan pada model NRTL terdapat perbedaan berdasarkan konsep local composition yang
yang sedikit lebih besar dengan hasil dipelopori oleh Wilson. Persamaan Wilson
eksperimen. dengan dua parameter yang tidak dapat
digunakan untuk perhitungan multikomponen
sistem kesetimbangan uap-cair, gagal
sepenuhnya dalam perhitungan untuk sistem
kesetimbangan cair-cair bahkan untuk sistem
biner. Persamaan van Laar dan Margules dapat
diaplikasikan untuk sistem LLE namun sering
kali memberikan hasil yang tidak memuaskan.
Pada tahun 1968 persamaan NRTL dengan tiga
parameter dikemukakan dan menghasilkan
pengembangan yang besar dalam
merepresentasikan kesetimbangan cair-cair
sistem terner dengan menggunakan parameter
biner. Namun hasil perhitungan pada model ini
sensitive terhadap pemilihan parameter-
Gambar 4. Pseudoternary diagram LLE untuk sistem parameter binernya khususnya pada parameter
quaterner eugenol (1) + -caryophyllene (2) + etanol ( 3) + yang mewakili komponen-komponen yang hanya
air (4) pada suhu 313.15 K hasil eksperimen ( ), model larut sebagian. (Renon and Prausnitz, 1968).
UNIQUAC ( ), model NRTL ( )
Model ini pun merupakan model yang cukup
baik untuk sistem eugenol (1) + -caryophyllene
Perhitungan menggunakan model UNIQUAC
(2) + etanol ( 3) + air (4) dilihat dari nilai RMSD
menghasilkan parameter sistem eugenol (1) + -
yang kecil.
caryophyllene (2) + etanol ( 3) + air (4) dan
menghasilkan pula komposisi kesetimbangan
4. Kesimpulan
yang paling mendekati hasil eksperimen.
Dari hasil penelitian dan perhitungan yang telah
Sehingga dapat disimpulkan bahwa model ini
dilakukan dapat ditarik kesimpulan sebagai
cocok digunakan pada sistem eugenol (1) + -
berikut:
caryophyllene (2) + etanol ( 3) + air (4).
1. Didapatkan hasil pengukuran kesetimbangan
Model UNIQUAC dapat diaplikasikan pada
cair-cair sistem eugenol + -caryophyllene +
campuran dengan range yang cukup luas dengan
etanol + air pada temperatur 303,15; 313,15;
hanya membutuhkan dua parameter (Abrams and
dan 323,15K.
Prausnitz, 1975) dan merupakan model yang
2. Temperatur memiliki pengaruh kecil
didasari pada interaksi grup di dalam komponen-
terhadap komposisi kesetimbangan dalam
komponen yang bereaksi dimana parameter
sistem eugenol + -caryophyllene + etanol +
model dihitung berdasarkan hasil eksperimen
air.
Seminar Nasional Pascasarjana XI ITS, Surabaya 27 Juli 2011
ISBN No.

3. Model UNIQUAC merupakan model yang


paling cocok untuk sistem quaterner eugenol
+ -caryophyllene + etanol + air dengan
RMSD 0.paling besar adalah 6,82%. Model
NRTL dan metode UNIFAC cukup baik
digunakan untuk sistem sistem quaterner
eugenol + -caryophyllene + etanol + air
dengan RMSD terbesar untuk model NRTL
7,73% dan metode UNIFAC menghasilkan
RMSD terbesar 9,76%.

5. Pustaka
Abrams, D. S.; Prausnitz, J. M. (1975) Statistical
Thermodynamics of Liquid Mixtures: A
New Expression for the Excess Gibbs
Energy of Partly or Completely Miscible
Systems AIChE J., 21, 116-128
Ketaren, S. (1985). Pengantar Teknologi Atsiri.
PN Balai Pustaka
Kuswandi and E. Naryono. (2011). Liquid-
Liquid Equilibria for the Ternary System
Eugenol + Ethanol + Water at Temperatures
303.15, 313.15, and 323.15 K, International
Review of Chemical Engineering
(I.RE.CH.E) Volume 3 No. 6.
Lutony, T. L., Rahmayati, Y. 2000. Produksi dan
Perdagangan Minyak Atsiri. Jakarta:
Penerbit Penebar Swadaya
Nurdjannah, N. 2004. Diversivikasi Penggunaan
Cengkeh. Balai Besar Penelitian dan
Pengembangan Pasca Panen Pertanian
Polling, B.E., J.M Prausnitz, and J.P. OConnell,
(2004), The Properties Of Gases and
Liquids, 5th edition, Singapore: Mc Graw-
Hill International Edition
Renon, H., Prausnitz, J. M. (1968). Local
Compositions in Thermodynamic Excess
Functions for Liquid Mixtures. AIChE J.,
14, 135144.
. Zhang, H., Gong, Y., Li, C., Zhang, L., and
Zhu, C., (2011). Liquid-Liquid Equilibria for
the Quaternary System Water (1) + Acrylic
Acid (2) + Acetic Acid (3) + Cyclohexane
(4) at (293.15, 303.15 and 313.15) K, J.
Chem. Eng. Data 2011, 56, 2332-2336