Anda di halaman 1dari 6

ASAS, DASAR, KAIDAH DAN TUJUAN

PRAKTIK KEDOKTERAN DI INDONESIA

1) Praktik kedokteran Indonesia berdasarkan pada nilai ilmiah, manfaat, keadilan,


kemanusiaan, keseimbangan, serta perlindungan dan keselamatan pasien.
a) Nilai ilmiah yang dimaksud adalah praktik kedokteran berdasarkan pada ilmu
pengetahuan dan teknologi yang diperoleh, baik dalam pendidikan maupun
pengalaman, serta etika profesi.
b) Asas manfaat adalah penyelenggaraan praktik kedokteran harus memberikan manfaat
bagi kemanusiaan dalam rangka mempertahankan dan meningkatkan derajat kesehatan
masyarakat.
c) Asas keadilan adalah penyelenggaraan praktik kedokteran yang memberikan pelayanan
secara adil dan merata kepada setiap orang dengan biaya yang terjangkau, dengan tetap
memberikan pelayanan yang bermutu.
d) Asas kemanusiaan adalah penyelenggaraan praktik kedokteran yang memberikan
perlakuan yang sama dengan tidak membedakan suku, bangsa, agama, ras, gender,
status social, ekonomi, dan pandangan politik.
e) Asas keseimbangan adalah penyelenggaraan praktik kedokteran yang tetap menjaga
keserasian serta keselarasan antara kepentingan individu dan masyarakat.
f) Asas perlindungan dan keselamatan adalah penyelenggaraan praktik kedokteran tidak
hanya memberikan pelayanan kesehatan semata, tetapi harus mampu memberikan
peningkatan derajat kesehatan dengan tetap memperhatikan perlindungan dan
keselamatan pasien. Walaupun seorang dokter tidak dapat menjamin kesembuhan
pasien, namun setiap dokter senantiasa berupaya untuk meringankan penderitaan
pasien.

2) Praktik kedokteran Indonesia mengacu kepada 4 kaidah dasar moral, yaitu:


a) Menghormati martabat manusia (respect for person).
Menghormati martabat manusia. Pertama, setiap individu (pasien) harus diperlakukan
sebagai manusia yang memiliki otonomi (hak untuk menentukan nasib diri sendiri),
dan kedua, setiap manusia yang otonominya berkurang atau hilang perlu mendapatkan
perlindungan.
b) Berbuat baik (beneficence).
Selain menghormati martabat manusia, dokter juga harus mengusahakan agar pasien
yang dirawatnya terjaga keadaan kesehatannya (patient welfare). Pengertian berbuat
baik diartikan bersikap ramah atau menolong, lebih dari sekedar memenuhi
kewajiban.
c) Tidak berbuat yang merugikan (non-malificence).
Praktik kedokteran haruslah memilih pengobatan yang paling kecil resikonya dan
paling besar manfaatnya. Pernyataan kuno: first, do no harm, tetap berlaku dan harus
diikuti.
d) Keadilan (justice).
Perbedaan kedudukan social, tingkat ekonomi, pandangan politik, agama dan faham
kepercayaan, kebangsaan dan kewarganegaraan, status perkawinan, serta perbedaan
jender tidak boleh dan tidak dapat mengubah sikap dokter terhadap pasiennya. Tidak
ada pertimbangan lain selain kesehatan pasien yang menjadi perhatian utama dokter.
Prinsip dasar ini juga mengakui adanya kepentingan masyarakat sekitar pasien yang
harus dipertimbangkan.

3) Pelaksanaan asas dan kaidah praktik kedokteran Indonesia bertujuan untuk:


a) Memberikan perlindungan kepada pasien
b) Mempertahankan dan meningkatkan mutu pelayanan medik, dan
c) Memberikan kepastian hukum kepada masyarakat, dokter, dan dokter gigi.
KEWENANGAN DAN KEWAJIBAN
DOKTER DAN DOKTER GIGI

1) Untuk memperoleh kewenangan, dokter atau dokter gigi yang akan berpraktik harus
memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) yang dikeluarkan oleh Konsil Kedokteran
Indonesia (KKI) dengan beberapa persyaratan yang harus dipenuhi.

2) Dokter atau dokter gigi yang telah memiliki STR memiliki wewenang untuk melakukan
praktik kedokteran sesuai dengan pendidikan dan kompetensi yang dimiliki, yaitu:
a) Mewawancarai pasien;
b) Memeriksa fisik dan mental pasien;
c) Menentukan pemeriksaan penunjang;
d) Menegakkan diagnosis;
e) Menentukan penatalaksanaan dan pengobatan pasien;
f) Melakukan tindakan kedokteran atau kedokteran gigi;
g) Menulis resep obat dan alat kesehatan;
h) Menulis surat keterangan dokter atau dokter gigi;
i) Mentimpan obat dan alat kesehatan dalam jumlah dan jenis yang diijinkan;
j) Meracik dan menyerahkan obat kepada pasien;

3) Sehubungan dengan kewenangan melakukan praktik tersebut, maka seorang dokter atau
dokter gigi wajib melakukan hal-hal sebagai berikut:
a) Mengutamakan kepentingan pasien;
b) Memperlakukan pasien secara sopan dan penuh perhatian;
c) Menghormati martabat dan privasi pasien;
d) Mendengarkan pasien dan menghormati pandangan serta pendapatnya;
e) Memberikan informasi kepada pasien secara jelas;
f) Memberikan edukasi untuk meningkatkan kesehatan;
g) Menghormati hak pasien dalam pengambilan keputusan tentang pelayanan yang akan
diberikan;
h) Mempertahankan dan memperbaharui pengetahuan serta keterampilan profesi;
i) Menyadari keterbatasan kompetensi profesi;
j) Dapat dipercaya dan jujur;
k) Menghormati dan menyimpan informasi rahasia pasien;
l) Menghormati agama dan kepercayaan pasien;
m) Senantiasa berusaha mengurangi resiko yang akan menimpa pasien;
n) Menghindari penyalahgunaan wewenang sebagai dokter;
o) Bekerja sama antarsejawat untuk memberi pelayanan kedokteran terbaik;
p) Melaksanakan praktik kedokteran sesuai dengan ketentuan yang berlaku; dan
q) Melakukan pertolongan darurat atas dasar kemanusiaan, kecuali jika ada orang lain
yang bertugas dan mampu melakukannya.

4) Setiap dokter harus siap mempertanggungjawabkan setiap tindakan yang dilakukan.

5) Pelayanan kedokteran yang baik memiliki unsur penting yang meliputi:


a) Kompetensi Kemampuan minimal dalam bidang pengetahuan, keterampilan, serta
sikap dan perilaku professional untuk dapat melakukan kegiatan di masyarakat secara
mandiri;
b) Hubungan yang baik antara dokter dan pasien;
c) Hubungan yang baik antarsejawat;
d) Ketaatan pada etika profesi.
Setiap hal yang menyebabkan terjadinya gangguan kesehatan pada masyarakat Indonesia
akan menimbulkan kerugian ekonomi yang besar bagi negara dan setiap upaya
peningkatan derajat kesehatan masyarakat juga berarti investasi bagi pembangunan negara
Kesehatan merupakan hak asasi untuk mewujudkan harkat kemanusiaan. (UU No.23
th 1992)

Kesehatan adalah keadaan sehat baik secara fisik, mental, spiritual maupun sosial, yang
memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomi.

Setiap orang berhak atas kesehatan yang optimal

Untuk mendapatkan kesehatan yang optimal maka diperlukan suatu penyelenggaraan


pelayanan kesehatan yang dilaksanakan secara:
Bertanggung jawab
Aman
Bermutu
Merata
Non diskriminatif

Pelayanan kesehatan terdiri dari:


1) Pelayanan kesehatan perorangan Ditujukan untuk menyembuhkan penyakit
dan memuliakan kesehatan perorangan dan keluarga Disini juga melakukan
Promotif, Preventif, Kuratif, dan Rehabilitatif.
2) Pelayanan kesehatan masyarakat Ditujukan untuk melakukan Promotif,
Preventif, Kuratif dan Rehabilitatif terhadap suatu kelompok masyarakat.

Di dalam suatu ruang lingkup kesehatan, antara lain: Puskesmas. Pelayan atau petugas
yang terdepan adalah Sarjana Kedokteran atau Kedokteran Gigi. Mereka ibarat nahkoda
dan Puskesmas adalah kapalnya.

Profesi kedokteran dan kedokteran gigi merupakan profesi yang memiliki keluhuran
karena tugas utamanya adalah memberikan pelayanan untuk memenuhi salah satu
kebutuhan dasar manusia yaitu kebutuhan akan kesehatan.
Dalam menjalankan tugas profesionalnya sebagai dokter atau dokter gigi, terikat norma-
norma:
Etika
Hukum
Disiplin kedokteran
Bila semua norma-norma tersebut ditegakkan maka akan menjamin mutu pelayanan
sehingga terjaga martabat dan keluhuran profesinya.

Pelayanan kesehatan bisa terlaksana dengan baik bila ditunjang dengan:


1) Tenaga kesehatannya juga bermutu;
2) Tersedianya sarana penunjang yang cukup;
3) Sistem pengaturan management yang baik;
4) HAM
Sehingga terjadi suatu keterikatan satu sama lain dengan harmonis.

Agar semua pelaksanaan pelayanan kesehatan berjalan dengan baik dan berkelanjutan,
maka diperlukan Monitoring.
Monitoring: - Dari petugas Puskesmas ke desa (Bindes)
- Dari Dinas Kesehatan ke Puskesmas (Binwil)
Bila semua rangkaian ini dilaksanakan dengan baik maka pelayanan kesehatan yang
bermutu bisa tercapai.