Anda di halaman 1dari 13

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

PENGGUNAAN DAN PEMANTAUAN INKLINOMETER

Pendahuluan

Suatu struktur bangunan teknik sipil pada umumnya didirikan di atas lapisan
tanah/batuan, bahkan konstruksi tanggul atau bendungan memerlukan material
tanah/batuan sebagai bahan urugan. Sesuai dengan proses pembentukan lapisan
tanah/batuan sebagai alas fondasi maupun bahan urugan yang cukup komplek
terkait dengan perilaku bangunan dan beban yang ada maka keamanan bangunan
ini perlu diketahui secara aktual di lapangan.
Salah satu data yang diperlukan untuk mengetahui perilaku keamanan bangunan
ini adalah deformasi atau pergerakan bangunan dalam arah horisontal.
Deformasi/pergerakan horisontal tanah/batuan baik lapisan fondasi maupun
struktur bangunan akan dapat diketahui dengan melakukan
pengukuran/pembacaan alat inklinometer yang dipasang pada bangunan ini.
Dengan demikian, maka akan diketahui perbedaan deformasi/pergerakan
horisontal tanah/batuan suatu bangunan tanggul/bendungan yang telah dihitung
dengan cara analisis dan dengan yang diperoleh secara langsung di lapangan.
Melalui hasil pembahasan dan penelitian terhadap perbedaan
deformasi/pergerakan horisontal tanah/batuan ini yang dihitung dengan
berbagai rumus dibandingkan terhadap hasil di lapangan akan memperluas
pengetahuan tentang bidang struktur dan geoteknik.
Untuk memperoleh data pergerakan horisontal tanah/batuan yang dapat
dipertanggungjawabkan, maka tata cara penggunaan dan pemantauan
inklinometer ini akan menguraikan tentang prinsip cara pemantauan pergerakan
tanah/batuan yang meliputi:
a. Prosedur pengukuran yang meliputi pengenalan alat, prinsip operasi,
persiapan, serta pelaksanaan pengukuran pada lubang bor.
b. Petunjuk pembacaan probe digital
c. Mekanisme pengisisan ulang baterai
d. Mekanikasi Komunikasi Nirlabel
e. Prosedur pelaporan kaitannya dengan pemasangan dan pemantauan

Standar ini dimaksudkan untuk memberi petunjuk bagi teknisi lapangan dan
pihak lain dalam melaksanakan pemantauan gerakan horisontal tanah sehingga
diharapkan akan diperoleh data yang baik untuk keperluan analisis perilaku dan
keamanan fondasi.

1
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
PENGGUNAAN DAN PEMANTAUAN INKLINOMETER

Standar Operasional Prosedur Penggunaan dan Pemantauan Inklinometer

1. TUJUAN
Tujuan dari standar ini adalah untuk memberikan panduan tentang cara
penggunaan dan pemantauan inklinometer dengan menggunakan portable
inclinometer untuk menjamin pengukuran/pembacaan yang benar agar
diperoleh data pergerakan horisontal tanah atau batuan yang teliti.

2. ACUAN NORMATIF
SNI 3404 : 2008 tentang Tata Cara Pemasangan Inklinometer dan Pemantauan
Pergerakan Horisontal Tanah

3. ISTILAH DAN DEFINISI


Istilah dan definisi berkaitan dengan standar operasional prosedur ini adalah
sebagai berikut:
3.1. Pembacaan
unit alat alat baca yang dihubungkan dengan probe melalui kabel untuk
mengukur penyimpangan sudut yang mencerminkan pergerakan horisontal yang
terjadi
3.2. Batuan
kumpulan material dari satu atau lebih mineral yang terbentuk secara alami dan
terikat oleh gaya kohesi kuat serta memenuhi tingkat mineralogi dan kimiawi
yang tetap
3.3. Inklinometer
salah satu unit instrumentasi geoteknik yang digunakan untuk mengukur
pergerakan horisontal lapisan tanah/batuan
3.4. Pembacaan Awal
serangkaian kegiatan pengukuran pergerakan horisontal tanah/batuan dengan
cara melakukan pencatatan/pengukuran pergerakan horisontal pada saat
setelah selesai pemasangan pipa inklinometer. Data awal pergerakan horisontal
akan dibandingkan dengan pencatatan berikutnya sehingga akan diperoleh besar
pergerakan horisontal tanah/batuan yang terjadi

2
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
PENGGUNAAN DAN PEMANTAUAN INKLINOMETER

3.5. Pergerakan Horisontal Tanah


perubahan horisontal dari lapisan tanah/batuan yang terjadi ke arah mendatar
akibat perubahan tegangan dan regangan di dalam lapisan tanah/batuan
3.6. Casing/ Pipa Inklinometer
Pipa yang terbuat dari alumunium atau PVC atau bahan lainnya yang anti karat
mempunyai 4 buah alur yang saling berhadapan. Alur-alur pipa inklinometer ini
berfungsi sebagai jalur/pengarah roda probe tersebut
3.7. Tanah
suatu agregat alam yang memiliki berbagai ukuran dan berbentuk tidak teratur
yang merupakan hasil pelapukan suatu jenis batuan baik secara mekanik maupun
kimia seperti lempung, lanau, pasir, kerikil dan kerakal
3.8. Probe
alat yang terbuat dari baja anti karat yang dilengkapi dengan suatu sensor
pengimbangan yang bekerja seperti pendulum sedemikian rupa sehingga dapat
mengukur penyimpangan dalam arah horisontal sehingga dapat mengukur
pergerakan horisontal

4. PEMANTAUAN
Untuk menentukan kondisi dan keamanan suatu bangunan teknik sipil antara lain
tubuh bendungan, tanggul, pangkal jembatan dan tembok penahan tanah akan
diperlukan perilaku data pergerakan horisontal dari bangunan tersebut. Data
pergerakan horisontal ini dapat diperoleh dengan mengukur pergerakan
horisontal tubuh bangunan ini dengan menggunakan unit peralatan inklinometer.
Data pergerakan horisontal yang baik tentu memerlukan cara pengukuran yang
sesuai dengan tata cara yang ada. Dalam pelaksanaan pemantauan ini akan
dilibatkan beberapa kegiatan yaitu pengukuran pergerakan horisontal tanah
sesuai jadwal yang telah ditentukan sesuai dengan kondisi bangunan akibat
beban yang terjadi maupun kemajuan pelaksanaan bangunan tersebut.
Prinsip Pengukuran Pergerakan Horisontal
Unit peralatan inklinometer terdiri atas sebuah probe yang dilengkapi dengan
roda dan servo akselerometer keseimbangan yang bekerja secara gravitasi serta
memberikan reaksi bila dihubungkan dengan sumber baterai sehingga unit alat
baca akan menghasilkan sudut antara sumbu vertikal probe dengan kemiringan
sumbu alat probe. Dengan diketahui besarnya perubahan sudut kemiringan,
dan jarak antara bacaan atau panjang jarak as roda probe L maka akan diketahui

3
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
PENGGUNAAN DAN PEMANTAUAN INKLINOMETER

besarnya perubahan pergerakan horisontal sumbu vertikal pipa inklinometer


pada setiap jarak antara bacaan atau jarak as roda probe tersebut yaitu:
S = L Sin
dengan demikian maka jumlah perubahan pergerakan horisontal pipa
inklinometer yang terjadi di bagian paling atas pipa inklinometer merupakan
jumlah perubahan pergerakan horisontal dari keseluruhan panjang pipa
inklinometer tersebut yaitu dengan menggunakan persamaan:
S = L Sin
dengan pengertian:
L = jarak antara bacaan atau panjang antara as roda dari alat probe
inclinometer
= sudut yang ditentukan antara sumbu vertikal dengan sumbu alat probe
s = jumlah pergerakan horisontal
Skema pengukuran pergerakan horisontal pipa inklinometer dapat dilihat pada
Gambar 1 pada Lampiran A.
Jadwal Selang Waktu Pengukuran
Untuk memperoleh data pergerakan horisontal lapisan tanah bawah permukaan
yang optimal harus dilaksanakan jadwal pelaksanaan pengukuran dengan
menggunakan unit alat inklinometer sesuai jadwal yang telah ditentukan yang
sudah dipengaruhi oleh berbagai kondisi antara lain faktor pelaksanaan, beban
dan kondisi cuaca serta lingkungan seperti terjadinya gempa. Jadwal selang
waktu pengukuran disajikan pada Tabel 1 di bawah ini.

Jadwal Selang Waktu Pengukuran


No. Kondisi/ Keadaan Bangunan Selang Waktu Pembacaan, Setiap
1 Selama pembangunan 2 hari
2 Setelah penambahan beban atau 1 minggu
beban luar mulai bekerja
3 Selama penundaan pembangunan 2 minggu
4 Akibat beban tetap dalam waktu lama 6 bulan
5 Keadaan khusus Karena beban Sesuai dengan petunjuk tenaga ahli
berkurang tiba-tiba, gempa dan
lainnya

4
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
PENGGUNAAN DAN PEMANTAUAN INKLINOMETER

Berdasarkan tabel jadwal selang waktu pengukuran tersebut di atas maka waktu
pengukuran akan memperoleh hasil pengukuran yang akan berbeda sesuai
dengan perubahan pergerakan horisontal lapisan tanah bawah permukaan
tersebut.
Prosedur Pengukuran
4.3.1. Pengenalan Alat
Komponen untuk sistem portable adalah sebagai berikut:
1. Probe beroda
2. Kumparan/ Reel
3. Kabel
4. Pembacaan/ Read Out
5. Aksesoris termasuk kabel gates, charger baterai, suku cadang baterai
Untuk lebih jelasnya bisa dilihat di Gambar 2 pada Lampiran A
4.3.2. Prinsip Operasi
MEMS (Micro Electro Mechanical Systems) merupakan integrasi antara elemen
mekanik, sensor, aktuator dan elektronik pada substrat silikon yang umum
melalui teknologi fabrikasi mikro.
Struktur mekanik untuk tipikal sensor MEMS ditunjukkan melalui Gambar 3 Pada
Lampiran A.
Polysilicon menangguhkan struktur MEMS di atas substrat sehingga tubuh sensor
(juga dikenal sebagai proof mass) bisa bergerak di sumbu X dan Y.
Percepatan menyebabkan defleksi proof mass dari posisi pusatnya. Di sekitar
empat sisi persegi proof mass terdapat 32 set jari-jari radial. Jari-jari ini
diposisikan di antara pelat yang tetap pada substrat. Masing-masing jari dan
sepasang pelat tetap membuat kapasitor diferensial, dan defleksi proof mass
ditentukan dengan mengukur kapasitas diferensial.
Metode penginderaan ini memiliki kemampuan penginderaan baik untuk
akselerasi dinamis (yaitu shock atau getaran) dan percepatan statis (misalnya
kemiringan atau rotasi). Pengkondisian sinyal dilakukan dalam inclinometers
sehingga sinyal output sederhana dapat diperoleh. Output ini dapat digunakan
bersama dengan lembar kalibrasi untuk mempermudah dalam menghitung
jumlah kemiringan yang telah terjadi.
Sensor MEMS dalam inclinometer dikonfigurasi untuk mengukur kecenderungan
dari arah vertikal. Seiring dengan terjadinya gerakan, inclinometer akan
bergerak, sehingga mengubah kemiringan sensor internal.

5
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
PENGGUNAAN DAN PEMANTAUAN INKLINOMETER

Dalam portable inclinometer terdapat dua sensor MEMS (biaxial) dengan range
operasi sebagai berikut:
Portable vertikal 300 dari vertikal
Portable kemiringan 150 dari 450
Portable horizontal 300 dari horizontal
Sebuah sensor inklinometer sebenarnya lebih mengukur kemiringan daripada
pergerakan lateral, dan oleh karena itu prinsip dasar memerlukan perhitungan
menggunakan fungsi sinus, sudut, dan sisi miring dari segitiga siku-siku. Ini
menghasilkan nilai untuk 'Deviasi dari Vertikal'.
Perangkat lunak dalam pembacaan sering melakukan konversi dari 'miring' ke
'offset' terhadap panjang probe, nilai dalam mm akan menunjukkan bahwa
bagian atas probe adalah offset dari bawah nilai ini; Deviasi dari Vertikal. Pusat-
pusat roda adalah 'panjang ukur' probe, dimana pengukuran dilakukan.
Sebuah probe dari portable inclinometer memiliki dua set roda pada jarak
500mm terpisah. Dalam rangka untuk mendapatkan survei yang lengkap dari
tanah sepanjang casing inclinometer, diperlukan serangkaian pengukuran yang
akan diambil.
Probe ditempatkan di dasar casing dan pembacaan diambil. Probe kemudian
diangkat pada interval 500mm dan pembacaan dilakukan sampai probe mencapai
bagian atas casing. Pembacaan ini dikenal dengan pembacaan A +.
Probe kemudian diputar 1800, dimasukkan ke dasar casing dan set kedua bacaan
diambil seperti yang dijelaskan sebelumnya. Set kedua ini dikenal sebagai
bacaan A-. Seperti yang telah diketahui sebelumnya, inclinometers memiliki dua
accelerometer dengan sumbu pada 90 sumbu A ini sejalan dengan roda dan
sumbu B orthogonal terhadap itu. Pergerakan probe inclinometer dengan
pembacaan interval 500 mm dapat dilihat pada Gambar 4 Lampiran A.
Deformasi diukur menggunakan casing inclinometer khusus yang ditempatkan ke
lubang bor, dimasukkan ke beton. Casing ini memiliki empat alur orthogonal
yang dirancang agar sesuai dengan roda probe. Probe dimasukkan ke dalam
casing untuk mengukur kemiringannya, dengan arah vertikal, atau 45 atau
horizontal, di interval 500mm.
Probe berisi dua MEMS accelerometer yang strukturnya tertekuk ketika bertindak
dengan gravitasi. Hal ini akan mengubah kapasitas dan tegangan output mereka.
Tegangan output sebanding dengan sinus dari sudut inklinasi dan karena itu juga

6
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
PENGGUNAAN DAN PEMANTAUAN INKLINOMETER

sebanding dengan deviasi horizontal dari lubang bor vertikal atau deviasi vertikal
dari lubang bor horisontal.
Untuk menghindari kebingungan ada standar industri yang mendefinisikan
orientasi probe dan casing sebagai berikut:
Sumbu A : direksinya pada arah gerakan yang sudah diantisipasi
Sumbu A+ : orientasi alur casing mengarah pada letak roda terkemuka probe
inklinometer di pembacaan pertama. Ini juga merupakan
orientasi pada sensor utama
Sumbu A- : orientasi alur casing mengarah pada letak roda terkemuka probe
inklinometer di pembacaan kedua. Ini juga merupakan orientasi
pada sensor utama
Sumbu B+ : orientasi dari sensor sekunder selama pembacaan set pertama
Sumbu B- : orientasi dari sensor sekunder selama pembacaan set kedua
Untuk lebih jelasnya mengenai Orientasi Probe pada Casing, dapat dilihat pada
Gambar 5 Lampiran A.
4.3.3. Persiapan
Pekerjaan persiapan yang harus dilaksanakan adalah sebagai berikut:
a) Pelajari peta lokasi titik penempatan instrumen.
b) Siapkan formulir pengukuran.
c) Periksa unit alat baca, yang meliputi kondisi baterai, as roda probe, per as
roda probe, soket kabel probe.
d) Hubungkan kabel dengan probe dan kabel dengan alat baca, pastikan bahwa
kabel telah tersambung dengan baik ke alat baca sehingga tidak akan terjadi
kebocoran yang mengakibatkan masuknya air ke dalam kabel ini.
e) Periksa apakah seluruh sistem alat baca, kabel dan probe sudah bekerja
dengan baik yaitu alat baca memberikan angka yang berubah-ubah sesuai
pergerakan probe.

Ketika melakukan survey inclinometer, pengukuran sebaiknya dilakukan dengan


memperhatikan hal-hal berikut:
a) Penggunaan kabel dan probe yang sama hal ini akan memberikan survey
pengukuran yang akurat.
b) Ketika melakukan survey pengukuran inclinometer, penting untuk menandai
arah atau alur pembacaan pertama yang akan diambil.

7
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
PENGGUNAAN DAN PEMANTAUAN INKLINOMETER

c) Gunakan titik referensi yang sama baik itu di dasar atau puncak dari casing
inclinometer.
d) Gunakan kabel gate pada bagian atas untuk membantu melindungi kabel dari
kerusakan.
e) Pastikan probe dilindungi secara memadai untuk penyimpanan dan
transportasi.

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam persiapan instrumen dan


penanganan diantaranya sebagai berikut:
a) Pastikan bahwa roda probe dan kereta bergerak dengan lancar. Jika
diperlukan semprot dengan pelumas yang sesuai.
b) Periksa cincin O dan konektor dari keausan dan kerusakan.
JANGAN PERNAH MEMBERIKAN MINYAK PELUMAS DASAR PADA KABEL YANG
TERSAMBUNG DENGAN KONEKTOR KARENA AKAN HAL INI AKAN MERUSAK
INSTRUMEN
c) Pastikan reel kabel dan baterai pembacaan telah terisi penuh.
d) Sambungkan probe dengan kabel, pastikan tersambung dengan rapat/ketat
(jangan sampai terlalu rapat/ketat)
e) Sambungkan PDA ke probe dan kabel reel melalui koneksi bluetooth.

4.3.4. Pelaksanaan Pengukuran Pada Lubang Bor


Beberapa kegiatan pelaksanaan pengukuran pergerakan horisontal dengan
menggunakan peralatan unit inklinometer antara lain sebagai berikut:
a) Buka penutup pipa inklinometer dan beri tanda pada setiap alur pipa
inklinometer bagian atas (Alur A, B, C dan D), lihat Gambar 1 pada lampiran
A.
b) Tempatkan unit inklinometer di atas pipa inklinometer yang akan
dilaksanakan pengukuran pergerakan horisontal.
c) Masukan probe ke dalam lubang pipa inklinometer sehingga roda probe
masuk ke dalam salah satu alur yang ada dan turunkan ke bawah perlahan-
lahan, hingga probe mencapai dasar lubang pipa inklinometer.
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan survey
inclinometer adalah sebagai berikut:
1. Identifikasi alur A + dalam casing. Masukkan probe sehingga roda paling
bawah berada dalam alur yang berlawanan (A-) dan roda paling atas
adalah di alur A +.

8
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
PENGGUNAAN DAN PEMANTAUAN INKLINOMETER

2. Turunkan probe ke dasar casing dan jika diperlukan agar suhu probe bisa
distabilkan.
3. Dengan menggunakan kabel gate untuk mendukung kabel, naikkan probe
dengan menggunakan interval 500 mm, yang memungkinkan pembacaan
stabil pada setiap interval untuk kemudian direkam pada pembacaan.
4. Setelah probe mencapai bagian atas casing, ambil probe dari casing,
putar 1800 dan masukkan kembali ke dalam casing sehingga roda
terendah berada di alur A+. Jatuhkan sampai ke dasar casing dan lakukan
survei yang lengkap.
5. Jika terdapat satu titik yang terlewat, jatuhkan probe ke 1 titik yang
lebih rendah dari pembacaan yang terlewat dan tarik sampai ke titik
pengukuran yang terlewat dan lakukan rekaman pembacaan.
d) Ukur kedalaman pipa inklinometer dengan mencatat panjang kabel probe
mulai dari dasar pipa inklinometer hingga bagian atas pipa inklinometer.
e) Lakukan pengukuran pergerakan horisontal pada alur B yang berada
berlawanan dari alur A dan cara yang sama untuk alur C dan D dengan
mengulang tahapan c) s.d. d). Untuk pengukuran selanjutnya memasukan
roda probe ke dalam alur, pipa inklinometer harus tetap posisinya, jadi roda
probe yang sama harus masuk ke dalam alur yang sama pula.
a) Untuk pengukuran pergerakan horisontal pipa inklinometer pada lubang bor
yang sudah selesai tutup kembali penutup dan pelindung pipa inklinometer.
b) Bersihkan seluruh peralatan unit inklinometer, dan lepaskan hubungan kabel
yang ada.
c) Periksa dan simpan unit inklinometer pada tempat yang tertutup agar bebas
dari debu.

Pembacaan Probe Digital


1. Saat sampai di lokasi, buka tutup pelindung dari casing, probe dan kabel
control. Sambungkan probe dengan reel/kumparan dan hubungkan konektor
dengan probe. Perhatikan agar memutar penggulung, bukan memutar kabel.
Usahakan untuk tidak mengencangkan konektor kuat-kuat.
2. Hati hati dalam membawa probe inclinometer dikarenakan accelerometer
memiliki sifat yang rentan terhadap goncangan.
3. Ketika terhubung, nyalakan tombol power pada reel/ kumparan. Hal ini akan
mengurangi sifat kerentanan MEMS accelerometer pada goncangan.

9
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
PENGGUNAAN DAN PEMANTAUAN INKLINOMETER

4. Masukkan probe ke dalam lubang bor dengan menyelaraskan roda atas ke


arah sumbu A +
5. Turunkan probe ke kedalaman yang diinginkan secara perlahan dan semulus
mungkin. Usahakan untuk sangat berhati-hati agar probe tidak sampai
membentur dasar lubang.
6. Jika kedalaman yang diinginkan sudah tercapai (sebagai contoh sudah
mencapai dasar dari lubang bor), letakkan kabel grip di atas casing dan
gantungkan kabel dengan menggunakan aluminum crimp (klip kabel).
Tujuannya adalah pengulangan penempatan sebesar 5 mm (0,25 inch). Hal
ini sangatlah penting untuk memastikan akurasi dan hasil yang berulang.
7. Usahakan untuk selalu menarik probe ke atas untuk mencapai lokasi
kedalaman yang diinginkan. Jika secara tidak sengaja menarik probe terlalu
jauh dari kedalaman yang diinginkan, maka kembalikan posisi probe ke
kedalaman yang sebelumnya, lalu tarik kembali ke kedalaman yang
diinginkan. Prosedur ini untuk memastikan konsistensi pembacaan.
Peringatan:
Jangan jatuhkan kabel pada pegangan kabel/kabel grip. Kabel memiliki
tingkat keregangan yang kecil, khususnya saat berada di dekat bagian atas
dari lubang, dan efek dari kabel mark dapat mengganggu penempatan posisi
atau malah merusak kabel.
8. Pada masing-masing lokasi usahakan agar pembacaan bisa stabil. Stabilitas
pembacaan dapat diukur baik dengan noise bar atau dengan standar deviasi
yang tertera dalam layar baca.
9. Ketika pembacaan sudah stabil, tekan tombol accept dan pindahkan probe
ke interval selanjutnya sebagaimana diminta pada perangkat lunak
(software)
10. Lanjutkan pencatatan sampai pada kepala lubang bor, software selanjutnya
akan meminta anda untuk memutar probe 1800 dan ulangi survey, kali ini
dengan posisi roda probe yang lebih rendah pada alur A+.
Peringatan:
Ketika probe sudah mencapai bagian atas/kepala dari casing, usahakan agar
roda tidak keluar dari casing. Ketika roda mencapai puncak, ambil dengan
tangan dan lepaskan roda yang terpasang perlahan-lahan sampai roda
berhenti. Kegagalan pada tahap ini akan mengakibatkan rusaknya proses

10
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
PENGGUNAAN DAN PEMANTAUAN INKLINOMETER

penghentian dan rusaknya accelerometer MEMS yang mempengaruhi kalibrasi


probe.
11. Dahulukan untuk merendahkan posisi probe pada tahap kedua (second pass),
lepaskan kabel grip untuk menghindari kabel grip menyentuh marks secara
tidak sengaja, yang juga akan memberi dampak pada mark, kabel dan probe.
ketika probe mencapai dasar lubang, pindahkan kabel grip dan letakkan
probe sebagi gantinya untuk pembacaan yang lebih dalam.
12. Selama tahap kedua, checksum data hasil pembacaan akan ditampilkan di
bawah setiap pembacaan. Pastikan agar data ini tetap kecil dan konsisten,
namun perlu diketahui bahwa checksum data dapat bervariasi sesuai dengan
kondisi site lokasi. Checksum yang besar mengindikasikan terjadi kesalahan/
error pada saat penentuan posisi probe atau saat probe tersangkut.
13. RST MEMS Digital Inklinometer mempunyai kemampuan untuk menampilkan
reduksi data di lapangan.
14. Ketika survei sudah selesai dilakukan, tutup program inclinometer, matikan
tombol power pada reel/kumparan, lepaskan probe. Bersihkan probe dan
kabel. Pasangkan pelindung cap pada casing.
15. Ketika kembali ke kantor, bersihkan peralatan dan reel/kumparan sekali lagi
untuk menghilangkan lengas pada peralatan dan kabel. Lakukan pengisian
ulang pada Reel dan sambungkan power dan USB kabel komunikasi ke Ultra-
Rugged Field PC.
16. Pindahkan data ke desktop PC menggunakan Microsoft ActiveSyncTM atau
Microsoft Mobile Device Center Software.

Mengisi Ulang Baterai


Baterai ada di dalam reel inclinometer. Bagian dalam dari reel tidak dapat
diakses oleh pengguna dan baterai tidak dapat dibongkar pasang. Jangan
melepas baterai dari inclinometer reel.
Reel inclinometer akan menyala hijau yang mengindikasikan status baterai.
Lampu LED akan menyala jika tombol power telah ditekan. Awasi terus status
baterai, jangan sampai baterai habis. Pengisian penuh bisa dilakukan selama 30
jam.
Instruksi berikut hanya berlaku untuk reel dengan serial number 2500 atau lebih.
Port baterai dapat diakses dengan membuka tutup pada reel. Membuka tutup
reel dapat dilakukan dengan memutarnya berlawanan arah jarum jam. Charger

11
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
PENGGUNAAN DAN PEMANTAUAN INKLINOMETER

akan terhubung pada port dan proses pengisian ulang baterai berlangsung.
Pasang dan kencangkan tutup untuk memastikan debu atau material halus lain
tidak masuk ke dalam port baterai.
Status Baterai Inklinometer Reel
LED Flash Status Baterai
1 kilasan, tombol power belum ditekan Baterai sepenuhnya habis
2 kilasan, tombol power belum ditekan Baterai akan habis, harus dilakukan
pengisian
1 kilasan, tombol power ditekan Status baterai 25 %
2 kilasan, tombol power ditekan Status baterai 50 %
3 kilasan, tombol power ditekan Status baterai 75 %
4 kilasan, tombol power ditekan Baterai terisi penuh

Komunikasi Nirkabel
Nyalakan reel dengan menekan tombol power yang terletak di sebelah kiri
baterai pada reel. Nyala hijau mengindikasikan bahwa reel telah dinyalakan.
Setelah dinyalakan, maka secara otomatis akan mencari koneksi ke Ultra-Rugged
Field PC. Ketika Ultra-Rugged Field PC dan software Digital Inklinometer telah
terhubung, maka secara otomatis system akan terhubung pada reel. Lampu
indicator akan menyala dan berpendar pendar cepat ketika reel terhubung
dengan probe. selama komunikasi nirkabel ini terjadi, lampu indicator reel akan
berkedip dengan interval 1 detik. Status koneksi akan tertera pada layar di menu
utama bagian bawah.
Catatan:
Reel menyediakan fitur hemat daya. Setelah 5 menit tidak aktif dan komunikasi
nirkabel melemah, daya pada reel secara otomatis akan mati untuk melakukan
penghematan baterai.

Laporan Pemasangan dan Pemantauan


Laporan pekerjaan pemasangan dan pemantauan pergerakan horisontal tanah
lapisan bawah permukaan dengan menggunakan alat unit inklinometer berisikan
sebagai berikut:
a) Nama pekerjaan, lokasi, tanggal dan waktu pengukuran termasuk nama
petugas dan penanggung jawab.

12
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
PENGGUNAAN DAN PEMANTAUAN INKLINOMETER

b) Peta pemasangan dan nomor serta kode pipa inklinometer termasuk gambar
potongan melintang bangunan.
c) Jenis perlapisan tanah di lokasi titik inklinometer.
d) Uraian kegiatan pemasangan termasuk cuaca.
e) Elevasi bagian atas pipa inklinometer.
f) Hasil pembacaan awal.
g) Foto kegiatan pemasangan dan pemantauan.
h) Hasil pemantauan antara lain:
1. Data pengukuran pergerakan horisontal.
2. Grafik hubungan antara pergerakan horisontal lapisan bawah permukaan
dengan kedalaman.
3. Deformasi/pergerakan horisontal tanah/batuan terhadap waktu pada
penampang memanjang

13