Anda di halaman 1dari 25

ASUHAN KEPERAWATAN PADA IBU P DENGAN ATHRITIS

GOUT DI DUSUN GUMUK SARI DESA NOGOSARI


KECAMATAN RAMBIPUJI KABUPATEN JEMBER

disusun guna memenuhi tugas Pendidikan Profesi Ners


Stase Keperawatan Keluarga

oleh
Desi Rahmawati, S.Kep
NIM 122311101021

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI


UNIVERSITAS JEMBER
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
Alamat: Jl. Kalimantan No.37 Kampus Bumi Tegal Boto Jember
Telp./Fax (0331) 323450 Jember
PENGKAJIAN KEPERAWATAN KELUARGA

Fasilitas Yankes No. Register

Nama Perawat yang Desi Rahmawati Tanggal Pengkajian 5 mei 2017


mengkaji

1. DATA KELUARGA
Nama Kepala Keluarga Soleh Bahasa sehari-hari Jawa

Alamat Rumah & Telp Dusun Gumuk sari, Jarak yankes terdekat 500 m
Desa nogosari kec.
Rambi

Agama & Suku Islam / jawa Alat Transportasi Motor

DATA ANGGOTA KELUARGA

No Nama Hub Umur JK Suku Pendidikan Pekerjaan Status TTV (TD, Status Alat
dgn Terakhir Saat Ini Gizi (TB, N, S, P) ImunisasBantu/
KK BB, BMI) i Dasar Protes
a

1 Soleh Sua 45 L jawa SMA Petani Tidak 150/90 Tida -


mi terkaji k
terka
ji

2 Laili Istr 42 P jawa SMP Pedagang Tidak 120/80 Tida -


Maysyar i terkaji k
oh terka
ji

3 Melinda An 14 P jawa SD Pelajar Tidak Tidak Leng -


maharani ak terkaji terkaji kap

4 Dita ana 9 P jawa SD Pelajar Tidak Tidak lengk -


Ayuning k terkaji terkaji ap
tyas

LANJUTAN
Analisis Masalah Kesehatan
Status Kesehatan Riwayat INDIVIDU
No Nama
Saat ini Penyakit/ Alergi (untuk menentukan fokus
asuhan)

1 Soleh Pasien mengatakan seluruh Pasien memiliki Hipertensi


badannya sering lemas dan riayat penyakit
pusing di bagian kepala hipertensi
belakang sejak kemarin kurang lebih 5
tahun yang lalu,
pernah dirawat
inap di rumah
sakit, klien
sering
merasakan
pusing yang
berlebihan dan
tengkuk terasa
kaku

2 Laili sehat Tidak ada Tidak ada

3 Melinda sehat Tidak ada Tidak ada

4 Dita sehat Tidak ada Tidak ada

B. Tahap dan Riwayat Perkembangan Keluarga

Tahap Perkembangan Klg Saat Ini : tahap perkembagan keluarga saat ini
adalah beada di tahap 4 yakni keluarga dengan anak sekolah. Dimana keluarga
memiliki seorang anak yang masih SD dan seorang anak yang masih SMP dan
anggota keluarga memiliki kegiatannya masing-masing.
Tugas Perkembangan Keluarga: Dapat dijalankan Tdk Dpt Dijalankan

Bila Tdk dijalankan, sebutkan :-

C. Struktur Keluarga

Pola Komunikasi : Baik Disfungsional


Peran Dlm Keluarga : Tdk Ada Masalah Ada Masalah

Nilai/Norma KLg : Tdk ada konflik nilai Ada Konflik



Pengambilan keputusan dalam keluarga
D. Fungsi Keluarga

Fungsi Afektif : Berfungsi Tdk Berfungsi

Fungsi Sosial : Berfungsi Tdk Berfungsi

Fungsi Ekonomi : Baik Kurang Baik

Fungsi perawatan keluarga masuk dalam pengkajian tugas keluarga

E. Pola Koping Keluarga :

Efektif Tidak Efektif

Stressor yg dihadapi keluarga : -

DATA PENUNJANG KELUARGA

Rumah dan Sanitasi Lingkungan PHBS Di Rumah Tangga (mengkaji fungsi perawatan
kesehatan keluarga)
Kondisi Rumah :
Kondisi rumah : Jika ada Bunifas, Persalinan ditolong oleh tenaga
a) Type rumah : permanen kesehatan : Ya/ Tidak* -
b) Lantai : plester Jika ada bayi, Memberi ASI ekslusif : Ya/ Tidak*
c) Kepemilikan rumah :sendiri -
jika ada balita, Menimbang balita tiap bln :
Ya/ Tidak* -
Ventilasi :
Menggunakan air bersih untuk makan & minum:
Baik (10-15% dari luas lantai): ya
Ya: ibu S dan keluarga menggunakan air bersih
Jendela setiap hari dibuka: ya
kemudian dimasak untuk memenuhi kebutuhannya
Pencahayaan Rumah : seperti minum
Menggunakan air bersih untuk kebersihan diri:
Baik Ya: pasien menggunakan air bersih untu kebutuhhan
cahaya matahari bisa menerangi ruangan dalam kebersihannya seperti mandi, toiletin dan lain-lain
rumah :ya Mencuci tangan dengan air bersih & sabun :
Ya: keluarga menggunakan air bersih untuk cuci
Saluran Buang Limbah :
tangan dan memakai sabun
Tertutup
Melakukan pembuangan sampah pada tempatnya :
Ya: keluarga membuang saat didaerah perkarangngan
Air Bersih : rumah kemudian sampah di bakar
Sumber air bersih: sumur Menjaga lingkungan rumah tampak bersih
Kualitas air: tidak berwarna, tidak berbau, tidak Ya: rumah tampak bersih dan rapi
berasa Mengkonsumsi lauk dan pauk tiap hari :
Ya;pasieng mengkonsumsi lauk pauk
Menggunakan jamban sehat :
Jamban Memenuhi Syarat : Ya: pasien menggunkan jamban leher angsa
Kepemilikan jamban : ya Memberantas jentik di rumah sekali seminggu :
Jenis jamban : leher angsa Ya (menguras, mengubur, menutup)
Jarak septic tank dengan sumber air
Makan buah dan sayur setiap hari : Ya:kadang-kadang
Tempat Sampah: mengkonsumsi buah-buahan
Kepemilikan tempat sampah ;Ya Melakukan aktivitas fisik setiap hari : ya: pasien
Jenis : pembuangan sampah disamping rumah melakukan kegiatan fisik seperti ke sawah dan
kemudian sampah dibakar
membantu memasak
Tidak merokok di dalam rumah : Tidak
Rasio Luas Bangunan Rumah dengan Jumlah
Anggota Keluarga 8m2/orang : Ya Penggunaan alkohol dan zat adiktif : tidak
.

2. KEMAMPUAN KELUARGA MELAKUKAN TUGAS PEMELIHARAAN KESEHATAN


ANGGOTA KELUARGA (mengkaji fungsi perawatan kesehatan keluarga)

1) Adakah perhatian keluarga kepada anggotanya yang menderita sakit: Ada


2) 2 ) Apakah keluarga mengetahui masalah kesehatan yang dialami anggota dalam
keluarganya : tidak
3) Apakah keluarga mengetahui penyebab masalah kesehatan yang dialami anggota
dalam keluarganya: tidak
4) Apakah keluarga mengetahui tanda dan gejala masalah kesehatan yang dialami
anggota dalam keluarganya : Tidak
5) Apakah keluarga mengetahui akibat masalah kesehatan yang dialami anggota dalam
keluarganya bila tidak diobati/dirawat : Tidak
6) Pada siapa keluarga biasa menggali informasi tentang masalah kesehatan yang
dialami anggota keluarganya: Keluarga Tetangga
Kader Tenaga kesehatan, yaitu bidan, perwat
7) Keyakinan keluarga tentang masalah kesehatan yang dialami anggota keluarganya:
Tidak perlu ditangani karena akan sembuh sendiri biasanya
Perlu berobat ke fasilitas yankes Tidak terpikir

8) Apakah keluarga melakukan upaya peningkatan kesehatan yang dialami anggota


keluarganya secara aktif : (bagaimana bentuk tindakan upaya peningkatan
kesehatan), diturunkan setelah nomor 10
Tidak, keluarga hanya membawa klien ketika sudah ada keluhan yang komplek
seperti pingsan dan jika klien tidak bisa bangun dari tempat tidur
9) Apakah keluarga mengetahui kebutuhan pengobatan masalah kesehatan yang
dialami yang dialami anggota keluarganya :
Ya Tidak , Jelaskan kluarga langsung membawa ke pelayanan kesehatan

10) Apakah keluarga dapat melakukan cara merawat anggota keluarga dengan masalah
kesehatan yang dialaminya: (bagaimana cara keluarga merawat anggota keluarga
yang sakit ---- 21 KDM)
Ya Tidak, jelaskan .keluarga tidak mengetahui cara perawatan ke pada pasien
mengenai masalah kesehatan
11) Apakah keluarga dapat melakukan pencegahan masalah kesehatan yang dialami
anggota keluarganya:
tidak, keluarga tidak tahu cara mencegah masalah yang dialami oleh klien

12) Apakah keluarga mampu memelihara atau memodifikasi lingkungan yang mendukung
kesehatan anggota keluarga yang mengalami masalah kesehatan : (indikator?, perlu
ditambahkan lampiran penjelas)
Ya Tidak

13) Apakah keluarga mampu menggali dan memanfaatkan sumber di masyarakat untuk
mengatasi masalah kesehatan anggota keluarganya :

Tidak,

KRITERIA KEMANDIRIAN KELUARGA :


Kesimpulan: dalam pelayanan petugas puskesmas keluarga membawa anggota
keluarganya kelayanan kesehatan seperti puskesmas apabila ada anggota keluarga yang
mengalami sakit berat.

1. Menerima Kemandirian I : Kemandirian Kemandirian


petugas Jika memenuhi I : Jika I : Jika
puskesmas kriteria 1&2 memenuhi memenuhi
kriteria 1&2 kriteria 1&2
2. Menerima Kemandirian
yankes sesuai II : jika Kemandirian Kemandirian
rencana memenuhi II : jika II : jika
kriteria 1 s.d 5 memenuhi memenuhi
3. Menyatakan kriteria 1 s.d kriteria 1 s.d
maslaah Kemandirian III : 5 5
kesehatan jika memenuhi
secara benar kriteria 1 s.d 6 Kemandirian Kemandirian
III : jika III : jika
4. Memanfaatkan Kemandirian IV : memenuhi memenuhi
faskes sesuai Jika memenuhi kriteria 1 s.d kriteria 1 s.d
anjuran kriteria 1 s.d 7 6 6

5. Melaksanakan Kemandirian Kemandirian


perawatan IV : Jika IV : Jika
sederhana memenuhi memenuhi
sesuai anjuran kriteria 1 s.d kriteria 1 s.d
7 7
6. Melaksanakan
tindakan
pencegahan
secara aktif

7. Melaksanakan
tindakan
promotif secara
aktif

LAMPIRAN

PENGKAJIAN KESEHATAN INDIVIDU

Nyeri spesifik: 1 2 3. An. M An. D


Tn. S Ny.
L
Status mental: 1 2 3 4
Bingung - - - -
Cemas - - - -
Disorientasi - - - -
Depresi - - - -
Menarik diri - - - -
Lokasi - - - -
Tipe - - - -
Durasi - - - -
Intensitas - - - -
Sistem integumen: 1 2 3 4
Cianosis - - - -
Akral Dingin - - - -
Diaporesis - - - -
Jaundice - - - -
Luka - - - -
Mukosa mulut - - - -
Kapiler refil time lebih 2 detik - - - -
Sistem Pernafasan 1 2 3 4
Stridor - - - -
Wheezing - - - -
Ronchi - - - -
Akumulasi sputum - - - -
Sistem perkemihan: 1 2 3 4
Disuria - - - -
Hematuria - - - -
Frekuensi - - - -
Retensi - - - -
Inkontinensia - - - -
Sistem muskuloskeletal 1 2 3 4
Tonus otot kurang - - - -
Paralisis - - - -
Hemiparesis - - - -
ROM kurang - - - -
Gangg.Keseimb - - - -
Sistem pencernaan: 1 2 3 4
Intake cairan kurang - - - -
Mual/muntah - - - -
Nyeri perut - - - -
Muntah darah - - - -
Flatus - - - -
Distensi abdomen - - - -
Colostomy - - - -
Diare - - - -
Konstipasi - - - -
Bising usus - - - -
Terpasang Sonde - - - -
Sistem persyarafan: 1 2 3 4
Nyeri kepala - - - -
Pusing - - - -
Tremor - - - -
Reflek pupil anisokor - - - -
Paralisis : Lengan kiri/ Lengan kanan/ Kaki kiri/ - - - -
Kaki kanan
Anestesi daerah perifer - - - -
Riwayat pengobatan 1 2 3 4
Alergi Obat - - - -
Jenis obat yang dikonsumsi - - - -
A. Analisis Data
Data Diagnosis Keperawatan
Penjajakan 1: Ketidakefektifan
Data Objektif pemeliharaan kesehatan
Tekanan darah : 150/90 mmHg keluarga berhubungan
Nadi : 78x/menit dengan ketidakmampuan
keluarga merawat Tn. S
Data Subjektif yang memiliki masalah
Tn. Smengatakan badanya lemas dan sakit kepala di bagian kesehatan yaitu hipertensi
belakang sejak 1 hari Ringan

Penjajakan 2:
Keluarga belum mengenal masalah
- Tn. S mengatakan bahwa memiliki darah rendah
karena pusing tersebut tanpa memeriksakan terlebih
dahulu
Keluarga belum mampu mengambil keputusan
- Keluarga ingin menjaga kondisi kesehatan Tn. S
tetapi tindakan yang dilakukan untuk menjaga
tekanan darah Tn. S salah yaitu keluarga justru
menganjurkan Tn. S makan makanan asin
Keluarga mengatakan bahwa tidak tahu banyak mengenai
makanan apa saja yang seharusnya tidak boleh dikonsumsi
penderita hipertensi
Keluarga tidak mampu memodifikasi lingkungan
- Ny. L mengatakan tidak tahu cara memodifikasi
makanan agar tidak menimbulkan darah tinggi
- Keluarga mengatakan bahwa tidak ada persiapan
khusus di rumah ketika tiba-tiba terjadi serangan
hipertensi mendadak.

Penjajakan 1: Ketegangan peran


Data Objektif pemberi asuhan dalam
1. Tekanan darah 140/80 mmH keluarga Tn.
2. Nadi 78 x/m Sberhubungan dengan
3. Frekuensi pernapasan 20 x/m ketidakstabilan
kesehatan penerima
Data Subjektif asuhan, adanya
1. Tn. S berharap agar segala permasalahan kesehatan yang peningkatan kebutuhan
ada di dalam keluarganya dapat tertangani atau pengasuhan
disembuhkan.
2. Tn. S mengatakan bahwa takut jika tidak bisa merawat
dirinya sehingga masalah hipertensi yang dialaminya akan
bertambah parah.

Penjajakan 2:
1. Keluarga mengenal masalah kesehatan
Keluarga mengetahui bahwa Tn. S memiliki tekanan darah
tinggi
2. Keluarga mampu mengambil keputusan
Keluarga menyarakan agar Tn. S tidak terlalu kelelahan
ketika beraktivitas
3. Keluarga tidak mampu merawat
Keluarga mengatakan bahwa tidak mengetahui menu makan
untuk diet hipertensi
4. Keluarga tidak mampu memodifikasi lingkungan
Tn. S mengatakan bahwa tidak memiliki kotak P3K atau
obat-obatan yang dapat digunakan
5. Keluarga kurang mampu memanfaatkan fasilitas pelayanan
kesehatan
Ny. L mengatakan bahwa ada anggota keluarganya sakit
akan dibawa ke pelayanan kesehatan terdekat seperti Pustu
jika sakitnya parah
Penjajakan 1: Penurunan koping
Data Objektif keluarga Tn. S
1. Tekanan darah 140/90 mmH berhubungan dengan
2. Nadi 78 x/m informasi yang tidak
3. Frekuensi pernapasan 20 x/m benar yang didapat oleh
4. Suhu 36,5 C orang yang penting bagi
klien

Data Subjektif
1. Tn. S berharap agar segala permasalahan kesehatan yang ada
di dalam keluarganya dapat tertangani atau disembuhkan.
2. Tn. S mengatakan bahwa takut jika tidak bisa merawat
dirinya sehingga masalah hipertensi yang dialaminya akan
bertambah parah.
3. Tn. S mengatakan bahwa tidak mengetahui makanan yang
baik dikonsumsi untuk orang yang mengalami hipertensi
4. Tn. S mengatakan bahwa tidak mengetahui obat-obatan alami
yang dapat digunakan untuk menurunkan tekanan darah

Penjajakan 2:
1. Keluarga mengenal masalah kesehatan
Keluarga mengetahui bahwa Tn. S telah lama memiliki
tekanan darah tinggi dan seringkali kambuh
2. Keluarga mampu mengambil keputusan
Keluarga menyarankan agar Tn. S tidak terlalu kelelahan
ketika melakukan aktivitas
3. Keluarga tidak mampu merawat
Keluarga mengatakan bahwa tidak mengetahui menu makan
untuk diet hipertensi serta tidak mengetahui jenis makanan
apa yang dapat digunakan untuk menurunkan tekanan darah
4. Keluarga tidak mampu memodifikasi lingkungan
Tn. S mengatakan bahwa tidak memiliki kotak P3K yang
berisi obat-obatan dasar yang dapat digunakan untuk
menurunkan tekanna darah
5. Keluarga mampu memanfaatkan fasilitas pelayanan
kesehatan
Tn. Smengatakan bahwa ada anggota keluarganya sakit
akan dibawa ke pelayanan kesehatan terdekat seperti Pustu
jika sakitnya parah.

B. Prioritas Masalah
1. Diagnosa Keperawatan : Ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan
keluarga berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat Tn. S
yang memiliki masalah kesehatan yaitu hipertensi

Perhitungan
Kriteria (skor/angka Bobot Pembenaran
tertinggi * bobot)
Sifat Masalah : aktual = 3 3/3*1= 1 1 Tn. S badan lemas dan sering
pusing
Kemungkinan masalah dapat 2/2*2 2 Tn. S menginginkan tekanan
diubah : sebagian = 2 =2 darahnya turun dan normal
lagi
Potensial masalah dapat 2/3*1 1 Setiap hari istri Tn. S
dicegah : rendah = 2 = 0,6 memasak menggunakan garam
yang belum bisa dikurangi dan
kadang lupa bahwa
makanannya sudah dikasi
garam
Menonjolnya masalah : 2/2*1 1 Keluarga menganggap bahwa
Ada masalah tetapi tidak =1 gejala meningkatnya tekanan
perlu ditangani = 2 darah dapat diatasi ketika Tn.
S tidak terlalu banyak pikiran.
Total 4,6

2 Diagnosa Keperawatan : Ketegangan peran pemberi asuhan dalam


keluarga Tn. S berhubungan dengan ketidakstabilan kesehatan penerima
asuhan, adanya peningkatan kebutuhan pengasuhan
Perhitungan
Kriteria (skor/angka Bobot Pembenaran
tertinggi * bobot)
Sifat Masalah : aktual = 3 3/3*1=1 1 Peran pengasuhan diberikan
pada semua masalah
kesehatan yang ada dalam
keluarga Tn. S yaitu pada Ny.
L
Kemungkinan masalah dapat 2/2*2 2 Ny. L dan Tn. S mengatakan
diubah : mudah = 2 =2 bahwa tidak mengetahui
perawatan seperti apa yang
dibutuhkan penderita
hipertensi
Potensial masalah dapat 3/3*1 1 Ketidaktahuan Ny.L sebagai
dicegah : tinggi = 2 =1 pemberi asuhan dapat dicegah
dengan meningkatkan
pengetahuan Ny. L
Menonjolnya masalah : 2/2*1 1 Tn. S mengatakan bahwa takut
Ada masalah dan harus =1 jika pusingnya sering kambuh
segera ditangani = 2
Total 5

3 Diagnosa Keperawatan : Penurunan koping keluarga Tn. S berhubungan


dengan informasi yang tidak benar yang didapat oleh orang yang penting
bagi klien
Perhitungan
Kriteria (skor/angka Bobot Pembenaran
tertinggi * bobot)
Sifat Masalah : aktual = 3 3/3*1=1 1 Tn. S mengatakan bahwa
kadang memeriksakan tekanan
darah ke bidan jika merasa
kurang enak badan
Kemungkinan masalah dapat 1/2*2 2 Tn. S merasa kurang optimis
diubah : sebagian = 1 =1 jika penyakitnya dapat
disembuhkan
Potensial masalah dapat 2/3*1 1 Keluarga belum mampu untuk
dicegah : cukup = 2 = 0,6 mencegah terjadinya masalah
karena kurangnya
pengetahuan yang dimiliki
Menonjolnya masalah : 2/2*1 1 Tn. S ingin segera masalah
Ada masalah dan harus =1 kesehatan di dalam
segera ditangani = 2 keluarganya segera teratasi
Total 3,7
C. RENCANA KEPERAWATAN
No Diagnosa Tujuan Rencana Tindakan
Keperawatan
Keluarga Umum Khusus

1. Ketidakefektifan Setelah Setelah 12 x 30 menit


pemeliharaan dilakukan kunjungan rumah, keluarga 1. kaji kemampuan tentang
kesehatan keluarga tindakan Tn.K mampu: pengertian hipertensi
berhubungan keperawatan 1. mengenal masalah 2. jelaskan tentang
selama 2 dengan cara: pengertian hipertensi
dengan
minggu pada a. Menjelaskan definisi 3. perhatikan respon verbal
ketidakmampuan keluarga Tn.S, hipertensi maupun non verbal
keluarga merawat diharapkan 4. kaji ulang kemampuan
Tn. S yang dapat memiliki keluarga tentang hipertensi
memiliki masalah manajemen 5. beri reinforcement positif
kesehatan yaitu terapeutik atas kemampuannya
hipertensi yang baik
b. Menyebutkan tentang 1. kaji kemampuan tentang
penyebab hipertensi penyebab hipertensi
2. jelaskan tentang penyebab
hipertensi
3. perhatikan respon verbal
maupun non verbal
4. kaji ulang kemampuan
keluarga tentang penyebab
hipertensi
5. beri reinforcement positif
atas kemampuannya
c. Menyebutkan tentang 1. kaji kemampuan tentang
pencegahan hipertensi pencegahan hipertensi
2. jelaskan tentang penyebab
hipertensi
3. perhatikan respon verbal
maupun non verbal
4. kaji ulang kemampuan
keluarga tentang pencegahan
hipertensi
5. beri reinforcement positif
atas kemampuannya
d. Menyebutkan tanda 1. kaji kemampuan tentang
dan gejala hipertensi tanda dan gejala hipertensi
2. jelaskan tentang tanda dan
gejala hipertensi
3. perhatikan respon verbal
maupun non verbal
4. kaji ulang kemampuan
keluarga tentang tanda dan
gejala hipertensi
5. beri reinforcement positif
atas kemampuannya
2. mengambil keputusan 1. kaji kemampuan tentang
untuk merawat Ny.R perubahan yang bisa terjadi
ketika hipertensi tersebut
tidak terkontrol
2. jelaskan tentang
perubahan yang bisa terjadi
ketika hipertensi tersebut
tidak terkontrol
3. jelaskan bahaya dari
sering makan makanan yang
asin
4. perhatikan respon verbal
maupun non verbal
5. kaji ulang kemampuan
keluarga tentang perubahan
yang bisa terjadi ketika
hipertensi tersebut tidak
terkontrol
6. beri reinforcement positif
atas kemampuannya
3. mampu merawat 1. Ajarkan diet makanan dan
keluarga yang latihan nafas dalam secara
mengalami masalah perlahan
kesehatan dengan: 2. Anjurkan keluarga untuk
a. Mengajarkan diet mengulang kembali gerakan
makanan untuk latihan nafas dalam secara
orang dengan perlahan
hipertensi 3. Beri reinforcement positif
b. Mengajarkan latihan atas kemampuannya
nafas dalam secara
perlahan pada klien
3. memelihara/ 1. identifikasi bersama keluarga
memodifikasi lingkungan tentang lingkungan rumah
yang sehat bagi keluarga yang dapat menyebabkan
khususnya tentang hipertensi
lingkungan rumah yang 2. beri reinforcement positif
dapat mempengaruhi atas kemampuannya
kesehatan kondisi hipertensi
4. memanfaatkan 1. Diskusikan tentang tempat
pelayanan kesehatan pelayanan yg ada sebagai
untuk mengatasi rujukan keluarga saat sakit
permasalahan kesehatan 2. Diskusikan tentang manfaat
pada keluarga. pelayanan yang ada sebagai
tempat rujukan keluarga bila
ada yang sakit
3. Anjurkan dan motivasi agar
keluarga memanfaatkan
pelayanan kesehatan secara
kontinyu
4. Beri reinforcement positif
atas hasil yang dicapai
keluarga
2 Ketegangan peran Setelah Setelah 12 x 30 menit Caregiver support
pemberi asuhan dilakukan kunjungan rumah, keluarga 1. Kaji pengetahuan pemberi
dalam keluarga Tn. S asuhan Tn. Smampu: asuhan
berhubungan dengan keperawatan 1. mengenal masalah 2. Monitor masalah interaksi
ketidakstabilan selama 4 kesehatan keluarga yang berhubungan
kesehatan penerima minggu dengan perawatan
asuhan, adanya keluarga Tn. S 3. Sediakan informasi tentang
peningkatan tidak lagi kondisi klien
kebutuhan mengalami Teaching: disease process
pengasuhan ketegangan 1. Jelaskan patofisiologi penyakit
dalam peran pada pemberi asuhan
pemberian 2. Jelaskan tanda dan gejala
asuhan penyakit
3. Jelaskan tentang proses
penyakit
4. Identifikasi penyebab yang
mungkin dari penyakit
5. Informasikan kondisi klien
pada pemberi asuhan
2. mengambil keputusan Caregiver support
1. Kaji kekuatan dan kelemahan
dari pemberi asuhan
2. Kaji koping klien bersama
pemberi asuhan
Teaching: disease process
1. Diskusikan perubahan gaya
hidup bagi klien pada pemberi
asuhan sebagai upaya
pencegahan dan menghindari
komplikasi
2. Diskusikan pilihan terapi yang
disarankan
3. merawat anggota Caregiver support
keluarga 1. Ajarkan pemberi asuhan
tentang terapi yang dianjurkan
bagi klien
2. Ajarkan teknik manajemen
stres bagi pemberi asuhan
3. Ajarkan pemberi asuhan
tentang cara menjaga kesehatan
fisik dan mental diri sendiri
Teaching: disease process
1. Instruksikan klien untuk
meminimalkan tanda dan
gejala yang muncul
4. memodifikasi Caregiver support
lingkungan 1. Kembangkan hubungan sosial
pemberi asuhan
Teaching: disease process
1. Periksa sistem pendukung yang
mungkin ada
5. memanfaatkan Caregiver support
pelayanan kesehatan 1. Informasikan pemberi asuhan
tentang pelayanan kesehatan
yang ada
2. Sediakan nomor petugas
kesehatan yang bisa dihubungi
oleh pemberi asuhan
3. Ajarkan pemberi asuhan
tentang cara mengakses dan
memaksimalkan pelayanan
kesehatan
Teaching: disease process
1. Rujuk klien yang mengalami
kondisi gawat

3 Penurunan koping Setelah Setelah 8 x 30 menit Family integrity promotion


keluarga Tn. S dilakukan kunjungan rumah, keluarga 1. Jadi pendengar baik bagi
berhubungan dengan asuhan Tn. S mampu: anggota keluarga
informasi yang tidak keperawatan 1. mengenal masalah 2. Bina hubungan saling percaya
benar yang didapat selama 4 kesehatan dengan setiap anggota keluarga
oleh orang yang minggu 3. Kaji pengetahuan keluarga
penting bagi klien keluarga Tn. S tentang kondisi kesehatan
mengalami anggota keluarga
peningkatan 4. Kaji perasaan dari masing-
koping masing anggota keluarga
dengan kondisi yang dialami
5. Tentukan tipe hubungan
keluarga klien
6. Identifikasi mekanisme koping
keluarga
Family support
2. mengambil keputusan Family integrity promotion
1. Identifikasi prioritas masalah
dari masing-masing anggota
keluarga
2. Bantu keluarga menyelesaikan
masalahnya
3. Kolaborasi dengan keluarga
dalam penyelesaian masalah
dan pembuatan keputusan
Family support
1. Libatkan keluarga dan klien
dalam pengambilan keputusan
3. merawat anggota Family integrity promotion
keluarga 1. Lakukan konseling pada
anggota keluarga untuk
mengefektifkan kemampuan
koping yang dimiliki
2. Sediakan informasi bagi
anggota keluarga tentang
kondisinya
3. Sediakan perawatan bagi setiap
anggota keluarga
Family support
1. Hilangkan kesenjangan antara
klien, keluarga, dan petugas
kesehatan
2. Bantu keluarga
mengidentifikasi dan
memecahkan masalah yang ada
3. Bantu keluarga memenuhi
kebutuhan pengetahuan dan
kemampuan dalam merawat
klien
4. Berikan perawatan pada klien
ketika keluarga tidak mampu
5. Bantu pemenuhan kebutuhan
spiritual keluarga
6. Ajarkan membuat daftar
perencanaan perawatan pada
keluarga
7. Berikan pendidikan kesehatan
pada keluarga untuk membantu
membuat keputusan perawatan
yang akan dilakukan
4. memodifikasi Family integrity promotion
lingkungan 1. Fasilitasi komunikasi terbuka
bagi setiap anggota keluarga
Family support
1. Dukung mekanisme koping
adaptif yang ditunjukkan oleh
keluarga
5. memanfaatkan Family support
pelayanan kesehatan 1. Kenalkan keluarga pada
pelayanan kesehatan
2. Jelaskan pada keluarga cara
mendapatkan pelayanan
kesehatan
D. IMPELEMTASI KEPERAWATAN

No Diagnosa Hari/Tangga Implementasi Evaluasi


l

1. Ketidakefektifan Jumat, 5 Mei 1. Mengkaji S: Anak dari Tn. S mengatakan jika


pemeliharaan kesehatan 2017 kemampuan tentang pengertian hipertensi penyakit stroke merupakan penyakit
keluarga berhubungan 2. Menjelaskan lumpuh karena riwayat hipertensi.
dengan ketidakmampuan tentang pengertian hipertensi O: Anak dari Tn. S dapat mengerti
3. Menjelaskan penjelasan mengenai penyakit stroke,
keluarga merawat Tn. S
tentang penyebab hipertensi TD : 150/100 mmHg
yang memiliki masalah 4. Menjelaskan A: masalah keperawatan teratasi
kesehatan yaitu hipertensi tentang pencegahan hipertensi sebagian
5. Menjelaskan P: lanjutkan intervensi
tentang tanda dan gejala hipertensi
Ketegangan peran pemberi 1. Mengkaji S: keluarga mengatakan bahwa
asuhan dalam keluarga Tn. S pengetahuan pemberi asuhan kesulitan untuk merawat Tn. S ibunya
berhubungan dengan 2. Memonitor tidak mengindahkan apa yang harus
ketidakstabilan kesehatan masalah interaksi keluarga yang berhubungan dihindari oleh pasien hipertensi
penerima asuhan, adanya dengan perawatan O: terlihat Tn. St inggal berdua
peningkatan kebutuhan bersama istri di Rumah. istri Tn. S
pengasuhan kurang perhatian terhadap Tn. S
apabila mengeluhkan sakit. Hanya
menyarankan untuk membeli obat saja
A: masalah teratasi sebagian
P: lanjutkan intervensi
Penurunan koping keluarga Tn. 1. Menjadi pendengar baik bagi anggota keluarga S: keluarga mengatakan bahwa
S berhubungan dengan 2. Membina hubungan saling percaya dengan permasalahan Tn. S yaitu hipertensi.
informasi yang tidak benar setiap anggota keluarga Akibat Tn. St idak patuh terhadap diet
yang didapat oleh orang yang 3. Mengkaji pengetahuan keluarga tentang kondisi sehingga tanda gejalanya sering
penting bagi klien kesehatan anggota keluarga dirasakan
4. Mengkaji perasaan dari masing-masing anggota O: terlihat istri Tn. S memasak
keluarga dengan kondisi yang dialami makanan yang asin-asin
5. Melibatkan keluarga dan klien dalam A: masalah belum teratasi
pengambilan keputusan P: lanjutkan intervensi
2 Ketidakefektifan Jumat, 6 1. Mengkaji ulang kemampuan tentang penyakit S: An. dari Tn. S mengatakan bahwa
pemeliharaan kesehatan Mei 2017 stroke mengerti mengenai penjelasan yang
keluarga berhubungan 2. Menjelaskan diberikan
dengan ketidakmampuan tentang perubahan yang bisa terjadi ketika O: Keluarga Tn. S terlihat mengerti
hipertensi tersebut tidak terkontrol dan menyetujui terapi yang akan
keluarga merawat Tn. S
3. Menjelaskan diberikan kepada Tn. S
yang memiliki masalah bahaya dari sering makan makanan yang asin TD : 150/100 mmHg
kesehatan yaitu hipertensi 4. Menjelaskan A: masalah teratasi sebagian
mengenai tujuan dari terapi latihan nafas dalam P: lanjutkan intervensi
secara perlahan
Ketegangan peran pemberi 1. Menyediakan informasi tentang kondisi klien S: keluarga mengatakan bahwa
asuhan dalam keluarga Tn. S 2. Mengkaji kekuatan dan kelemahan dari pemberi kesulitan untuk merawat Tn. Sdengan
berhubungan dengan asuhan harus setiap saat berada di sisi Ny. L
ketidakstabilan kesehatan 3. Mengkaji koping klien bersama pemberi asuhan dikarenakan harus bekerja.
penerima asuhan, adanya O: terlihat Tn. S tingal berempat
peningkatan kebutuhan dengan anaknya
pengasuhan A: masalah belum teratasi
P: lanjutkan intervensi
Penurunan koping keluarga Tn. 1. Melibatkan keluarga dan klien dalam S: keluarga mengatakan bahwa selalu
S berhubungan dengan pengambilan keputusan merawat dan mengingatkan Tn. S
informasi yang tidak benar 2. Menjadi pendengar baik bagi anggota keluarga O: terlihat Tn. S mulai menghindari
yang didapat oleh orang yang makanan yang asin-asin
penting bagi klien A: masalah teratasi
P: hentikan intervensi
3 Ketidakefektifan Sabtu, 7 Mei 1. Mengkaji ulang S: Anak Tn. S mengatakan bahwa
pemeliharaan kesehatan 2017 pengetahuan keluarga mengenai perubahan yang tekanan darah yang berlebih secara
keluarga berhubungan bisa terjadi ketika hipertensi tersebut tidak terus menerus akan menyebabkan
dengan ketidakmampuan terkontrol stroke dan makanan asin dapat
2. Mengkaji ulang menyebabkan hipertensi kambuh
keluarga merawat Tn. S
pengetahuan keluarga mengenai bahaya dari O: keluarga mampu menjelaskan
yang memiliki masalah sering makan makanan yang asin kembali dan klien mampu mengikuti
kesehatan yaitu hipertensi 3. Menjelaskan terapi latihan nafas dalam secara
tujuan dari terapi latihan nafas dalam secara perlahan, klien terlihat mampu
perlahan melakukan meskipun masih tidak jelas
4. Mengajarkan terapi TD : 150/80 mmHg
latihan nafas dalam secara perlahan A: Masalah teratasi sebagian
5. Menganjurkan P: Lanjutkan intervensi
pasien mengikuti instruksi perawat
6. Menganjurkan
pasien mengulang kembali terapi latihan nafas
dalam secara perlahan
7. Menganjurkan
keluarga untuk mengulang kembali gerakan
terapi latihan nafas dalam secara perlahan
8. Memberi
reinforcement positif atas hasil yang dicapai
keluarga
Ketegangan peran pemberi 1. Mengembangkan hubungan sosial pemberi S: Istri klien mengatakan sudah
asuhan dalam keluarga Tn. S asuhan mengerti tentang bagaimana
berhubungan dengan menghadapi suaminya dan siap siaga
ketidakstabilan kesehatan apabila terjadi sesuatu
penerima asuhan, adanya O: terlihat keluarga telah mengenali
peningkatan kebutuhan masalah dan menemukan jalan keluar
pengasuhan yang tepat
A: masalah teratasi
P: hentikan intervensi
4 Ketidakefektifan Senin, 9 Mei 1. Mengkaji ulang pengetahuan keluarga mengenai S: keluarga mengatakan bahwa tujuan
pemeliharaan kesehatan 2017 tujuan dari terapi latihan nafas dalam secara dilakukan terapi latihan nafas dalam
perlahan secara perlahan adalah untuk
keluarga berhubungan 2. Mengajarkan terapi latihan nafas dalam secara melancarkan tekanan darah dan
dengan ketidakmampuan perlahan menurunkan tekanan darah
keluarga merawat Tn. S 3. Menganjurkan pasien mengikuti instruksi O: klien dan keluarga terlihat mengerti
yang memiliki masalah perawat mengenai tujuan dan langkah-langkah
4. Menganjurkan pasien mengulang kembali terapi terapi latihan nafas dalam secara
kesehatan yaitu hipertensi latihan nafas dalam secara perlahan perlahan, klien mampu melakukan
5. Menganjurkan keluarga untuk mengulang terapi latihan nafas dalam secara
kembali gerakan terapi latihan nafas dalam perlahan sedikit demi sedikit
secara perlahan TD : 150/90 mmHg
6. Memberi reinforcement positif atas hasil yang A: masalah teratasi sebagian
dicapai keluarga P: lanjutkan intervensi
5 Ketidakefektifan Selasa, 10 1. Mengajarkan terapi S: keluarga mengatakan bahwa klien
pemeliharaan kesehatan Mei 2017 latihan nafas dalam secara perlahan jika sedang berdiam diri kadang
2. Menganjurkan melakukan terapi latihan nafas dalam
keluarga berhubungan pasien mengikuti instruksi perawat secara perlahan
dengan ketidakmampuan 3. Menganjurkan O: klien terlihat mampu melakukan
keluarga merawat Tn. S pasien mengulang kembali terapi latihan nafas terapi latihan nafas dalam secara
yang memiliki masalah dalam secara perlahan perlahan secara mandiri
4. Menganjurkan TD : 130/90 mmHg
kesehatan yaitu hipertensi keluarga untuk mengulang kembali gerakan A: masalah teratasi sebagian
terapi latihan nafas dalam secara perlahan P: lanjutkan intervensi
5. Memberi
reinforcement positif atas hasil yang dicapai
keluarga
6 Ketidakefektifan Rabu, 11 Mei 1. Mengajarkan terapi S: keluarga mengatakan bahwa klien
pemeliharaan kesehatan 2017 latihan nafas dalam secara perlahan sekarang lebih nurut terhadap anjuran
2. Menganjurkan yang baik untuk kesehatan
keluarga berhubungan pasien mengikuti instruksi perawat O: klien tampak antusias dan mulai
dengan ketidakmampuan 3. Menganjurkan hapal dengan gerakan terapi yang
keluarga merawat Tn. S pasien mengulang kembali terapi latihan nafas diberikan
yang memiliki masalah dalam secara perlahan TD : 130/80 mmHg
4. Mengidentifikasi A: masalah teratasi sebagian
kesehatan yaitu hipertensi bersama keluarga tentang modifikasi lingkungan P: lanjutkan intervensi
rumah yang dapat menjangkau bantuan untuk
Tn. S yang mengalami stroke
5. Mendiskusikan
tentang tempat pelayanan yg ada sebagai
rujukan keluarga saat sakit
6. Mendiskusikan
tentang manfaat pelayanan yang ada sebagai
tempat rujukan keluarga bila ada yang sakit
7. Menganjurkan dan
motivasi agar keluarga memanfaatkan
pelayanan kesehatan secara kontinyu
7 Ketidakefektifan Kamis, 12 1. Melakukan evaluasi kepada pasien mengenai S: keluarga mengatakan bahwa klien
pemeliharaan kesehatan terapi latihan nafas dalam secara perlahan jika sedang berdiam diri kadang
keluarga berhubungan Mei 2017 2. Memberi reinforcement positif atas hasil yang melakukan terapi latihan nafas dalam
dengan ketidakmampuan dicapai pasien secara perlahan
O: klien terlihat mampu melakukan
keluarga merawat Tn. S terapi secara mandiri
yang memiliki masalah TD : 110/80 mmHg
kesehatan yaitu hipertensi A: masalah teratasi sebagian
P: lanjutkan intervensi
8 Ketidakefektifan Jumat, 13 1. Melakukan evaluasi kepada pasien mengenai S: keluarga mengatakan bahwa klien
pemeliharaan kesehatan Mei 2017 terapi latihan nafas dalam secara perlahan jika sedang berdiam diri kadang
2. Melakukan evaluasi kepada keluarga mengenai melakukan terapi latihan nafas dalam
keluarga berhubungan terapi latihan nafas dalam secara perlahan secara perlahan
dengan ketidakmampuan O: klien terlihat mampu melakukan
keluarga merawat Tn. S terapi latihan nafas dalam secara
yang memiliki masalah perlahan secara mandiri
TD : 120/90 mmHg
kesehatan yaitu hipertensi A: masalah teratasi sebagian
P: lanjutkan intervensi
9 Ketidakefektifan Sabtu, 14 1. Melakukan evaluasi kepada pasien mengenai S: keluarga mengatakan bahwa
pemeliharaan kesehatan Mei 2017 terapi latihan nafas dalam secara perlahan keluarga kadang melakukan terapi
2. Melakukan evaluasi kepada keluarga mengenai latihan nafas dalam secara perlahan
keluarga berhubungan terapi latihan nafas dalam secara perlahan bersama dengan klien terutama istri
dengan ketidakmampuan 3. Memberi reinforcement positif atas hasil yang klien
keluarga merawat Tn. S dicapai pasien dan keluarga O: klien terlihat mampu melakukan
yang memiliki masalah terapi latihan nafas dalam secara
perlahan secara mandiri lebih jelas
kesehatan yaitu hipertensi TD : 130/80 mmHg
A: masalah teratasi sebagian
P: lanjutkan intervensi
10 Ketidakefektifan Selasa, 17 1. Melakukan evaluasi kepada pasien mengenai S: keluarga mengatakan bahwa klien
pemeliharaan kesehatan Mei 2017 terapi latihan nafas dalam secara perlahan melakukan terapi latihan nafas dalam
2. Melakukan evaluasi kepada keluarga mengenai secara perlahan setiap santai dan
keluarga berhubungan terapi latihan nafas dalam secara perlahan mengatakan bahwa terapinya sangat
dengan ketidakmampuan 3. Memberi reinforcement positif atas hasil yang memiliki dampak yang berguna
keluarga merawat Tn. S dicapai pasien dan keluarga O: klien terlihat mampu melakukan
yang memiliki masalah terapi latihan nafas dalam secara
kesehatan yaitu hipertensi perlahan secara mandiri
TD : 130/90 mmHg
A: masalah teratasi sebagian
P: lanjutkan intervensi
11 Ketidakefektifan Kamis, 18 1. Melakukan evaluasi kepada pasien mengenai S: keluarga mengatakan bahwa klien
pemeliharaan kesehatan Mei 2017 terapi latihan nafas dalam secara perlahan melakukan terapi latihan nafas dalam
2. Melakukan evaluasi kepada keluarga mengenai secara perlahan setiap bersantai
keluarga berhubungan terapi latihan nafas dalam secara perlahan O: klien terlihat mampu melakukan
dengan ketidakmampuan 3. Memberi reinforcement positif atas hasil yang terapi latihan nafas dalam secara
keluarga merawat Tn. S dicapai pasien dan keluarga perlahan secara mandiri
yang memiliki masalah TD : 130/80 mmHg
A: masalah teratasi sebagian
kesehatan yaitu hipertensi P: lanjutkan intervensi
12 Ketidakefektifan Sabtu, 20 1. Melakukan evaluasi kepada pasien mengenai S: keluarga mengatakan bahwa klien
pemeliharaan kesehatan Mei 2017 terapi latihan nafas dalam secara perlahan melakukan terapi latihan nafas dalam
2. Melakukan evaluasi kepada keluarga mengenai secara perlahan dan keluhan seperti
keluarga berhubungan terapi latihan nafas dalam secara perlahan sering nyeri tengkuk sekarang sudah
dengan ketidakmampuan 3. Memberi reinforcement positif atas hasil yang jarang kambuh
keluarga merawat Tn. S dicapai pasien dan keluarga O: klien terlihat mampu melakukan
yang memiliki masalah terapi latihan nafas dalam secara
perlahan secara mandiri dan jelas
kesehatan yaitu hipertensi TD : 110/80 mmHg
A: masalah teratasi sebagian
P: lanjutkan intervensi