Anda di halaman 1dari 36

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Dalam perkembangannya, rumah sakit masa kini bukan lagi berfungsi sebagai
lembaga sosial semata, tetapi merupakan lembaga bisnis yang patut diperhitungkan
keberadaanya. Perubahan fungsi ini terjadi dengan banyak ditemukannya penyakit-
penyakit baru maupun teknologi pengobatan yang makin maju. Sehingga rumah sakit
dituntut untuk meningkatkan kinerja dan daya saing sebagai badan usaha dengan tidak
mengurangi misi sosial yang dibawanya. Rumah sakit harus merumuskan kebijakan-
kebijakan strategis antara lain efisiensi dari dalam (organisasi, manajemen, serta SDM)
serta harus mampu secara cepat dan tepat mengambil keputusan untuk peningkatan
pelayanan kepada masyarakat agar dapat menjadi organisasi yang responsif, inovatif,
efektif, efisien dan menguntungkan.
Dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit, Kementerian
Kesehatan RI telah mengeluarkan kebijakan yang menjadi pedoman bagi
penyelenggaraan pembangunan kesehatan yang dilaksanakan oleh pemerintah maupun
swasta. Teknologi informasi telah mempengaruhi pula pelayanan rumah sakit, antara lain
dibutuhkan dalam rangka memenuhi tuntutan masyarakat akan ketepatan dan kecepatan
pelayanannya.
Teknologi yang dirancang khusus untuk membantu proses pengolahan data di
rumah sakit adalah teknologi informasi berupa Sistem Informasi Manajemen (SIM)
rumah sakit. Informasi merupakan aktivita (asset) penting suatu rumah sakit dalam
meningkatkan efesiensi dan efektifitas pekerjaan. Sistem Informasi Manajemen (SIM)
berbasis komputer merupakan sarana pendukung yang sangat penting bahkan bisa
dikatakan mutlak untuk operasional rumah sakit. Sistem informasi rumah sakit
merupakan salah satu komponen yang penting dalam mewujudkan upaya peningkatan
mutu tersebut. Sistem informasi rumah sakit secara umum bertujuan untuk
mengintegrasikan sistem informasi dari berbagai subsistem dan mengolah informasi
yang diperlukan sebagai pengambilan keputusan. Selain itu, Sistem Informasi
Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) adalah sistem komputerisasi yang memproses dan
mengintegrasikan seluruh alur proses bisnis layanan kesehatan dalam bentuk jaringan

1
koordinasi, pelaporan dan prosedur administrasi untuk mendukung kinerja dan
memperoleh informasi secara cepat, tepat dan akurat.

B. TUJUAN UMUM
Tersusunnya Laporan Evaluasi Rencana Kerja Sistem Informasi Manajemen di Rumah
Sakit sebagai dasar acuan melakukan perbaikan seluruh kebijakan, prosedur dan program
kerja yang terkait dengan kegiatan SIM-RS di RSUD Dr.R.Soedjono Selong.

C. TUJUAN KHUSUS
- Melakukan analisa terhadap kekuatan dan kekurangan SIMRS dalam
penatalaksanaan kegiatan pelayanan SIMRS sesuai kebutuhan rumah sakit;
- Pengendalian mutu terhadap efektifitas pengelolaan pelayanan SIMRS di rumah
sakit;
- Pengendalian mutu terhadap kinerja SDM SIMRS dan program kerja.

D. RUANG LINGKUP
Laporan Evaluasi Rencana Kerja Sistem Informasi Manajemen (SIM) ini meliputi
pengembangan sistem informasi secara keseluruhan al:
1. Perencanaan
a. Penyusunan Pedoman Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit.
b. Penyusunan berbagai Kebijakan dan Prosedur.
c. Penyusunan berbagai program kerja SIM.
d. Pengorganisasian kegiatan dan aktivitas.
2. Pelaksanaan
a. Pelaksanaan penggunaan aplikasi SIM-RS di semua unit pelayanan
b. Pendidikan dan pelatihan yang berkaitan dengan SIM-RS bagi staf SIM-RS.
c. Pelatihan penggunaan aplikasi SIM-RS di tiap unit pelayanan yang menggunakan
aplikasi tersebut.
d. Maintenance Hardware Peralatan dan Jaringan SIMRS
3. Pengawasan dan Evaluasi
Instalasi SIM-RS RSUD Dr.R.Soedjono Selong memonitoring penggunaan aplikasi
SIM-RS, melakukan maintenance jaringan SIM-RS, dan mendiskusikan dengan
seluruh pihak yang terkait dengan pengguna Aplikasi SIM-RS

2
4. Analisa dan Rekomendasi
Pada prinsipnya menganalisis data dan upaya pengolahan data hasil monitoring yang
dilakukan oleh SIM-RS. Hasil analisis data tersebut kemudian berdiskusi dengan
Pihak Manajemen dan seluruh instalasi/unit kerja terkait untuk mencari solusi dan
rekomendasi perbaikan sistem pelayanan.
5. Rencana Tindak Lanjut
rencana pelaksanaan tindak lanjut atau kegiatan perbaikan agar sesuai dengan
perencanaan untuk mengarah pada kemajuan yang lebih baik atau unggul.

E. DEFINISI OPERASIONAL
1. Sistem
Sistem adalah suatu kumpulan atau himpunan dari unsur, komponen, atau variable
yang teroganisir, saling berinteraksi, saling tergantung satu sama lain, dan terpadu.
2. Informasi
Informasi adalah data yang telah diklasifikasikan atau diolah atau diinterpretasi untuk
digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
3. Sistem Informasi
Sistem informasi adalah suatu sistem dalam suatu organisasi yang mempertemukan
kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi operasi organisasi
yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk dapat
menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan informasi yang diperlukan untuk
pengambilan keputusan.
4. Sistem Informasi Manajemen
Sistem informasi manajemen (SIM) adalah sistem perencanaan bagian
dari pengendalian internal suatu bisnis yang meliputi pemanfaatan manusia,
dokumen, teknologi, dan prosedur oleh akuntansi manajemen untuk memecahkan
masalah bisnis seperti biaya produk, layanan, atau suatu strategi bisnis.
5. Website
Website adalah kumpulan dari halaman-halaman situs, yang terangkum dalam sebuah
domain atau subdomain, yang tepatnya berada di dalam World Wide Web (WWW)
di dalam internet.

3
6. Jaringan
Jaringan adalah sebuah sistem yang terdiri atas komputer-komputer yang didesain
untuk dapat berbagi sumber daya (printer, CPU), berkomunikasi, dan dapat
mengakses informasi.

F. LANDASAN HUKUM
1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Rumah Sakit
Bab I Pasal 1 ayat 4 berisi tentang Dokumen Elektronik adalah setiap Informasi
Elektronik yang dibuat, diteruskan, dikirimkan, diterima, atau disimpan dalam bentuk
analog, digital, elektromagnetik, optikal, atau sejenisnya, yang dapat dilihat,
ditampilkan, dan/atau didengar melalui Komputer atau Sistem Elektronik, termasuk
tetapi tidak terbatas pada tulisan, suara, gambar, peta, rancangan, foto atau
sejenisnya, huruf, tanda, angka, Kode Akses, simbol atau perforasi yang memiliki
makna atau arti atau dapat dipahami oleh orang yang mampu memahaminya.
2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Rumah Sakit
Bab I Pasal 1 ayat 5 berisi tentang Sistem Elektronik adalah serangkaian perangkat
dan prosedur elektronik yang berfungsi mempersiapkan, mengumpulkan, mengolah,
menganalisis, menyimpan, menampilkan, mengumumkan, mengirimkan, dan/atau
menyebarkan Informasi Elektronik.
3. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Rumah Sakit
Bab I Pasal 1 ayat 6 berisi tentang Penyelenggaraan Sistem Elektronik adalah
pemanfaatan Sistem Elektronik oleh penyelenggara negara, Orang, Badan Usaha,
dan/atau masyarakat.

4. Undang - Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan;

5. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009 Tentang Rumah Sakit


Bab XI Pasal 52 ayat 1 berisi tentang Setiap Rumah Sakit wajib melakukan
pencatatan dan pelaporan tentang semua kegiatan penyelenggaraan Rumah Sakit
dalam bentuk Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit.

6. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan


Layanan Umum;

7. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 61 Tahun 2009 tentang Pedoman Teknis
Pengelolaan Badan Layanan Umum;

4
8. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2013 tentang
Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit;

9. Peraturan Daerah Kabupaten Lombok Timur Nomor 15 Tahun 2009 tentang


Perubahan atas Peraturan Daerah Kabupaten Lombok Timur Nomor 4 Tahun 2008
tentang Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Lombok Timur;

10. Peraturan Bupati Lombok Timur Nomor 9 Tahun 2012 tentang Pola Tata Kelola
Badan Layanan Umum Daerah Rumah Sakit Umum Daerah dr. R. Soedjono Selong;

11. Peraturan Bupati Lombok Timur Nomor 13 Tahun 2012 tentang Pedoman
Pengelolaan Keuangan dan Akuntansi Rumah Sakit Umum Daerah dr. R. Soedjono
Selong;

12. Peraturan Bupati Lombok Timur Nomor 14 Tahun 2012 tentang Standar Pelayanan
Minimal Rumah Sakit Umum Daerah dr. R. Soedjono Selong.

BAB II

MONITORING DAN PELAPORAN KEGIATAN EVALUASI

A. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan

Schedul pelaksanaan kegiatan dilakukan sebagai terlampir dalam 01 dibawah ini.

Waktu dan Tempat Pelaksanaan Kegiatan Pelayanan SIMRS dilakukan dilingkungan


RSUD Dr.R.Soedjono Selong mulai januari s/d Desember 2015

B. Metodologi Pelaksanaan Kegiatan

Pasien yang datang memiliki data pasien, seperti nama, alamat, tempat tanggal
lahir, dan seterusnya.Pegawai RS juga memiliki data, seperti nama, unit kerja, pangkat,
dan seterusnya. Informasi-informasi yang demikian itu harus valid dan konsisten. Karena
itulah diperlukan sebuah sistem untuk menjaga kondisi yang demikian itu.
Informasi ini bukan hanya terkait antara pasien dan karyawan tapi juga kepada
tagihan pasien, Rekam Medis, pembukuan RS dan lain-lain. Sumber informasi ini harus
dikelola dengan rapi dan baik agar pengelolaan Rumah Sakit bisa ditingkatkan menjadi
Rumah Sakit yang unggul dan profesional.

5
1. Instalasi Sistem Informasi Manajemen (SIM) Rumah Sakit RSUD Dr.R.Soedjono
Selong bertanggung jawab dalam pengelolaan aplikasi SIM RS, seperti yang
berhubungan dengan hak akses user, data pasien, tarif rumah sakit, dan pemasangan
SIM pada unit pelayanan terkait.
2. Instalasi Sistem Informasi Manajemen (SIM) Rumah Sakit RSUD Dr.R.Soedjono
Selong bertanggung jawab pengelolaan dan pengembangan website RS. Website
merupakan sarana untuk berbagi informasi. Informasi-informasi yang dibagikan
tersebut ada yang bersifat statis dan dinamis.

C. VISI SIM RS
Menjadi Instalasi yang terpercaya dalam penerapan sistem teknologi informasi dalam
mendukung pelayanan rumah sakit.

D. MISI SIM RS
1. Memberikan pelayanan terbaik dalam pengelolaan informasi untuk mendukung
kegiatan pelayanan rumah sakit;
2. Melengkapi Fasilitas dan pelaratan dalam rangka mendukung pelayanan informasi;
3. Melakukan inovasi pengembangan sistem teknologi informasi rumah sakit;
4. Meningkatkan Kualitas Sumber Daya SIM RS dalam rangka menghadapi kemajuan
teknologi Informasi;
5. Melakukan maintenance hardware dan jaringan untuk memperlancar pelayanan
rumah sakit.

E. FALSAFAH UNIT
Falsafah SIM RS:
Memberikan pelayanan SIM RS yang paripurna, guna mendukung dan menunjang
pelayanan unit-unit terkait di rumah sakit, agar pelayanan medis dan non-medis yang
diberikan kepada pasien dapat dengan cepat, tepat, efektif dan efisien.

F. NILAI UNIT
Untuk mendukung perawatan pasien dan administrasinya, SIM-RS mendukung
penyediaan informasi, terutama tentang pasien, dalam cara yang benar, relevan
terbarukan, mudah diakses oleh orang yang tepat pada tempat/lokasi yang berbeda dan

6
dalam format yang dapat digunakan. Transaksi data pelayanan dikumpulkan, disimpan,
diproses, dan didokumentasikan untuk menghasilkan informasi tentang kualitas
perawatan pasien dan tentang kinerja rumah sakit serta biaya. Ini mengisyaratkan bahwa
sistem informasi rumah sakit harus mampu mengkomunikasikan data berkualitas tinggi
antara berbagai unit di rumah sakit.

G. BUDAYA UNIT
Tulus Melayani mendasari budaya unit yang berlaku di Instalasi SIM RS. Meskipun
posisi Instalasi SIM RS berada di belakang layar, SIM-RS harus memahami bahwa
keberadaannya merupakan salah satu penegak tiang keberhasilan rumah sakit dalam
memberikan pelayanan kesehatan yang efektif, efisien, cepat dan tepat kepada pasien. Di
sisi yang lain, Instalasi SIM RS sebagai pusat informasi dan manajemen juga menjadi
salah satu penentu keberhasilan manajemen rumah sakit dalam mengelola tagihan pasien,
Rekam Medis, pembukuan RS dan lain-lain. Sumber informasi ini harus dikelola dengan
rapi dan baik agar pengelolaan Rumah Sakit bisa ditingkatkan menjadi Rumah Sakit
yang unggul dan profesional.

H. TUJUAN
Menciptakan sistem informasi manajemen rumah sakit yang akurat, tepat dan cepat serta
terintegrasi untuk mendukung kegiatan pelayanan,

I. STRUKTUR ORGANISASI

Direktur

Struktural
Kepala Instalasi SIM-RS

Instalasi terkait Sekretariat

Penanggungjawab Penanggungjawab Penanggungjawab Penanggungjawab


Analis system Programmer Hardware Maintenance
Jaringan
Pelaksana Analis 1 Pelaksana Program 1 Pelaksana Hardware 1 Pelak. Maintenance 1
7
Pelaksana Analis 2 Pelaksana Program 2 Pelaksana Hardware 2 Pelak. Maintenance 2

Operator Billing Center

Ket : Garis Komando :

Garis Koordinasi : ------------------

URAIAN TUGAS PADA INSTALASI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN (SIMRS)

RSUD dr. R. SOEDJONO SELONG

1. KEPALA INSTALASI
a. Memantau dan mengkoordinir pelaksanaan SIMRS;
b. Membuat program pengembangan dan maintenance SIMRS;
c. Mengupayakan program diklat peningkatan kemampuan staf SIMRS;
d. Melakukan kerja sama dalam hal pemutakhiran informasi dan teknologi;
e. Membuat laporan pertanggungjawaban pelaksanaan secara berkala kepada
Direktur;
f. Melaksanakan tugas koordinasi dengan manajemen, seluruh Instalasi dan
unit di lingkungan Rumah Sakit;
g. Melaksanakan tugas lainnya yang diberikan oleh atasan.

2. PENANGGUNG JAWAB ANALIS SYSTEM

8
a. Bertanggung jawab atas penelitian, perencanaan, pengkoordinasian dan
merekomendasikan pemilihan perangkat lunak dan sistem yang paling
sesuai dengan kebutuhan RSUD;
b. Bertanggung jawab terhadap pengimplementasian sistem baru dan atau uji
coba terhadap sistem baru;
c. Bertanggung jawab atas alur sistem berdasarkan kasus per kasus;
d. Bekerja sama dengan programer untuk menyelesaikan permasalahan yang
ada;
e. Melaksanakan tugas lainnya yang diberikan oleh atasan.

3. PENANGGUNG JAWAB PROGRAMER


a. Bertanggung jawab terhadap penyusunan program aplikasi dan dokumen
teknisi;
b. Menyelesaikan program yang direkomendasikan oleh bagian analis sistem;
c. Melaksanakan pemantauan server database dan selalu mengupdate
informasi;
d. Bertanggung jawab terhadap perwujudan sistem IT sehingga siap dipakai
bagi operator;
e. Melaksanakan tugas lainnya yang diberikan oleh atasannya.

4. PENANGGUNG JAWAB HARDWARE


a. Bertanggung jawab atas pelaksanaan persiapan, pengadaan perangkat dan
pemeliharaan peralatan Informasi dan Teknologi serta pengawasan aplikasi
dalam perangkat billing system;
b. Merencanakan kebutuhan perlengkapan dan peralatan hardware yang
dibutuhkan SIMRS berdasarkan kebutuhan manajemen, Instalasi dan unit
terkait.
c. Melaksanakan tugas lainnya yang diberikan oleh atasannya.

5. PENANGGUNG JAWAB MAINTENANCE


a. Melaksanakan tugas pemeliharaan peralatan dan jaringan SIM RS yang ada
di Rumah Sakit;
b. Menyiapkan sistem maintenance dan penyesuaian anggaran sesuai dengan
kondisi budget Rumah Sakit;
c. Bertanggung jawab terhadap penjadwalan waktu dan urutan rute yang
optimal dalam pengerjaan pemeliharaan dan perbaikan jaringan SIM RS;

9
d. Melaksanakan tugas lainnya yang diberikan oleh atasannya.

6. STAF BILLING CENTER


a. Melaksanakan input data tindakan medis dan non medis ke dalam billing
system baik rawat jalan maupun rawat inap sesuai formulir billing system
dari masing-masing ruangan;
b. Melakukan perincian dan perekapan tindakan medis dan non medis sesuai
tarif pelayanan kesehatan yang berlaku di rumah sakit dari pasien/petugas
ruangan rawat inap untuk dilakukan pembayaran kepada Bendahara
Penerima;
c. Melaksanakan klarifikasi tentang peng-inputan billing system di masing-
masing ruangan untuk kemudian dicetak dan diserahkan kepada Tim
Pengendali BPJS RSUD;
d. Melaksanakan tugas lainnya yang diberikan oleh atasannya

7. STAF ADMIN
a. Melaksanakan tugas administrasi yang ada pada SIMRS;
b. Melaksanakan tugas pelayanan informasi dan teknologi kepada yang
membutuhkan pada RSUD;
c. Melaksanakan tugas lainnya yang diberikan oleh atasannya.
J. TATA HUBUNGAN KERJA
a. Tata Hubungan Kerja Internal
Pengaturan hubungan kerja yang menyangkut unit-unit kerja di dalam suatu
organisasi merupakan tata hubungan kerja internal. Berdasarkan pengertian tersebut
tata hubungan kerja perlu dibuat untuk unit-unit kerja yang cenderung tumpang tindih
atau memang memerlukan kerjasama yang harus diatur dengan tata hubungan kerja.
tata hubungan kerja perlu dibuat terutama untuk tugas-tugas yang bersifat strategis
yang memerlukan kejelasan peran, wewenang dan tanggung jawab dari masing-
masing unit kerja.
Langkah-langkah yang harus dilaksanakan dalam penyusunan tata hubungan kerja
internal adalah :
1. Mengidentifikasi tugas-tugas yang cenderung tumpang tindih atau benar-benar
memerlukan pengaturan kerja sama.
2. Menetapkan unit kerja yang menjadi pelaku utama dari setiap tugas.
3. Menetapkan peran unit-unit terkait dalam pelaksanaan setiap tugas.

10
4. Menetapkan urutan kegiatan yang harus dilakukan untuk
melaksanakan/menyelesaikan setiap tugas, sesuai dengan peran masing-
masing unit.
b. Tata Hubungan Kerja Eksternal
Tata hubungan kerja eksternal adalah pengaturan hubungan kerja antara unit-unit
kerja dalam suatu organisasi dengan unit kerja di luar organisasi tersebut. Hubungan
kerja dengan unit organisasi lain tersebut dapat berupa kerjasama lintas program
ataupun lintas sektor.
Adapun bentuk hubungan dengan unit-unit kerja di luar organisasi dapat berbentuk:
1. Hubungan teknis fungsional yaitu hubungan yang serasi, selaras dan seimbang
antara dua atau lebih unit organisasi yang secara teknis mempunyai fungsi
yang sama.
2. Hubungan koordinatif yaitu hubungan dalam rangka penyatuan upaya dan
daya dengan unit kerja lain untuk mencapai tujuan bersama.

K. PENILAIAN KINERJA (KINERJA UNIT DAN INDIVIDU)


a. KPI UNIT
A. INDIKATOR INPUT
1. Ketersedian SPO Instalasi SIMRS
Judul Ketersediaan SPO Instalasi SIMRS
Dimensi mutu Efektivitas, Efisiensi Pelayanan
Tersedianya Standard Prosedure Operational (SPO)
Tujuan
Instalasi SIMRS
Standard Prosedure Operational (SPO) adalah Standar
Definisi operasional prosedur yang seharusnya ada untuk optimalisasi pelayanan
rumah sakit
Frekuensi pengumpulan data 1 Tahun
Periode analisis 1 Tahun
Numerator Jumlah SOP unit SIM yang tersedia
Denominator Jumlah SOP yang seharusnya ada sesuai standar
Sumber data Sub Komite penjaminan Mutu dan Patient Safety
Standar 100%
Penanggung jawab Kepala Unit Kerja SIM

11
2. Tersedianya Dokumen Laporan Kinerja Triwulan Unit Kerja SIM
Judul Ketersediaan Laporan Operasional SIM
Dimensi mutu Akuntabilitas
Tujuan Mengetahui kinerja dari unit kerja SIM
Definisi operasional Laporan Kinerja triwulan merupakan laporan yang berisi
tentang kinerja unit SIM setiap triwulannya.
Frekuensi pengumpulan data 3 Bulan
Periode analisis 2 Minggu
Numerator 1
Denominator 1
Sumber data Unit Kerja SIM
Standar Tersedianya Laporan Triwulan
Penanggung jawab Kepala Unit Kerja SIM

B. INDIKATOR PROSES
3. Persentase Laporan yang Diselesaikan Tepat Waktu Unit Kerja SIM
Judul Persentase pengumpulan laporan
Dimensi mutu Ketepatan
Tujuan Mengetahui persentase pengumpulan laporan setiap unit
kerja secara tepat waktu.
Definisi operasional Laporan yang berisi tingkat perkembangan ketepatan
penyelesaian laporan triwulan selama satu tahun
Frekuensi pengumpulan data 1 Tahun
Periode analisis 2 Minggu
Jumlah laporan yang terkumpul tepat waktu selama 1 tahun
Numerator
pertriwulannya
Jumlah laporan keseluruhan yang seharusnya terkumpul (4
Denominator
buah)
Sumber data Unit Kerja SIM
Standar 100%
Penanggung jawab Kepala Unit Kerja SIM

4. Persentase Ketidakpatuhan Staf RS Unhas Dalam Mengoperasikan Absensi


Fingerprint
Judul Ketidakpatuhan mengoperasikan absensi fingerprint
Dimensi mutu Efektivitas
Tujuan Mengoptimalkan data absensi pegawai RS Unhas baik dari
segi informasi kehadiran maupun penggunaannya
Definisi operasional Ketidakpatuhan adalah ketidaktaatan pada peraturan
Frekuensi pengumpulan data Setiap Bulan

12
Periode analisis Setiap Bulan
Jumlah staf RS Unhas yang tidak patuh dalam absensi
Numerator fingerprint yang tidak melakukan scan-in dan/atau scan-out
pada saat datang dan pulang kerja dalam satu bulan
Denominator Jumlah seluruh staf RS Unhas
Sumber data Unit Kerja SIM
Target 10%
Penanggung jawab Kepala Instalasi SDM

5. Waktu tanggap penanganan keluhan penginputan SIM RS Unhas


Judul Penanganan Keluhan penginputan SIM
Dimensi mutu Kenyamanan
Tujuan Terselenggaranya penanganan keluhan dalam penginputan
SIM yang tepat waktu.
Waktu tanggap penanganan adalah waktu yang diperlukan
Definisi operasional dalam menangani keluhan pada penginputan SIM RS
Unhas sejak diterima keluhan sampai keluhan terselesaikan
Frekuensi pengumpulan data Setiap Bulan
Periode analisis 1 Minggu
Numerator Jumlah kumulatif waktu tunggu penanganan keluhan sejak
diterima keluhan sampai keluhan terselesaikan
Denominator Jumlah seluruh keluhan yang masuk
Sumber data SIM
Standar <15 Menit
Penanggung jawab Kepala Unit Kerja SIM

6. Memperbaharui konten website Rumah Sakit Unhas


Judul Konten website Rumah Sakit Unhas
Dimensi mutu Ketepatan
Memberikan informasi terkini mengenai Rumah Sakit
Tujuan
Unhas
Pembaharuan konten website adalah memperbaharui
Definisi operasional konten-konten di dalam website dalam jangka waktu
tertentu
Frekuensi pengumpulan data 2 kali sepekan
Periode analisis 1 Bulan
Numerator Jumlah konten yang terupdate
Denominator Konten terupdate 2 kali sepekan
Sumber data Dari setiap instalasi/unit kerja RS Unhas
Target Minimal 2 konten artikel sepekan
Penanggung jawab Kepala Unit Kerja SIM

C. INDIKATOR OUTPUT
7. Kepuasan pengguna SIM RS
13
Judul Kepuasan Pengguna SIM RS
Dimensi mutu Kenyamanan
Tujuan Terselenggaranya penggunaan SIM RS yang mampu
memberikan kepuasan pelanggan
Kepuasan adalah pernyataan puas oleh pengguna terhadap
Definisi operasional
SIM RS
Frekuensi pengumpulan data Setiap Bulan
Periode analisis 1 Minggu
Numerator Jumlah kumulatif rerata penilaian kepuasan pengguna SIM
Denominator Jumlah seluruh pengguna SIM RS
Sumber data Survei
Standar 100%
Penanggung jawab Kepala Unit Kerja SIM

b. KPI INDIVIDU

L. KEGIATAN ORIENTASI/DIKLAT
Rumah Sakit Umum Daerah Dr.R.Soedjono Selong senantiasa mengembangkan
manajemen sumber daya manusia yang baik, agar terwujud kuantitas dan kualitas
pegawai yang mampu melaksanakan tugas dalam rangka mencapai tujuan organisasi.

Salah satu tahapan manajemen sumber daya manusia yang dilaksanakan di RSUD
Drt.R.Soedjono Selong adalah program orientasi baik untuk pegawai baru atau
pegawai lama. Program ini dapat dilakukan manakala rumah sakit memperoleh
pegawai baru ataupun tidak.

Orientasi umum berfokus pada pengenalan dan adaptasi lingkungan kerja secara non
teknis, terutama memahami Profil Rumah Sakit dan Manajemen. Kegiatan tersebut
dilaksanakan oleh Seksi RM dan Diklat bekerjasama dengan
Seksi/Subag/Bagian/Bidang lain yang terkait. Sedangkan orientasi khusus berfokus
pada pengenalan dan adaptasi lingkungan kerja secara teknis dan dilaksanakan oleh
unit kerja dimana pegawai baru tersebut ditempatkan.

Melalui program orientasi umum, pegawai baru diperkenalkan dengan struktur


organisasi, visi, misi, falsafah, tujuan, nilai-nilai dan budaya organisasi RSUD
Dr.R.Soedjono Selong Disamping itu, pegawai yang mengikuti orientasi juga

14
dibekali pemahaman tentang produk layanan, sistem keselamatan pasien dan prinsip-
prinsip kerjasama tim.

M. PERTEMUAN/RAPAT (RAPAT RUTIN,INSIDENTIL)


Rapat merupakan bentuk komunikasi yang dihadiri oleh beberapa orang untuk
membicarakan dan memecahkan permasalahan tertentu, dimana melalui rapat
berbagai permasalahan dapat dipecahkan dan berbagai kebijaksanaan organisasi dapat
dirumuskan. Pada unit kerja SIM-RS RSUD Dr.R.Soedjono Selong, rapat internal
dilakukan setiap bulan dengan tujuan untuk membahas dan mengevaluasi kerja staf
SIM-RS. Selain itu, dalam rapat tersebut membahas tentang masalah-masalah yang
terjadi selama satu bulan dan mencari pemecahan masalahnya. Rapat internal tersebut
dihadiri oleh kepala Instalasi SIM-RS dan staf SIM-RS, maupun staf dari unit terkait
yang berkaitan dengan pembahasan pada saat rapat.

N. PELAPORAN (HARIAN, BULANAN, TAHUNAN)


Laporan merupakan suatu bentuk penyampaian berita, keterangan, pemberitahuan
ataupun pertanggungjawaban baik secara lisan maupun secara tertulis dari bawahan
kepada atasan sesuai dengan hubungan wewenang (authority) dan tanggung jawab
(responsibility) yang ada antara mereka. Pelaporan yang ada di unit SIM-RS RSUD
Dr.R.Soedjono Selong, yakni pelaporan bulanan. Pelaporan bulanan ini berupa
laporan triwulan KPI (Key Performance Indikator). Laporan KPI merupakan laporan
yang berisi pencapaian indikator-indikator kinerja dari unit kerja SIM-RS ini. Laporan
ini memperlihatkan jumlah persentase pencapaian tiap indikator per bulannya.

BAB III
STANDAR KETENAGAAN

A. KUALIFIKASI SDM
1. Pendidikan : Diploma III / Sarjana Komputer
2. Mampu mengoperasikan SIM RS baik Front end maupun back end
3. Dutamakan menguasai jaringan komputer
4. Menguasai database MySQL-SQL Server
5. Familiar/terbiasa dengan bahasa pemrograman HTML/PHP/Visual Basiq/Java

15
B. DISTRIBUSI KETENAGAAN
Distribusi ketenagaan mengenai jumlah staf di unit SIM-RS menujukkan bahwa jumlah
staf yang ada di unit SIM-RS sudah cukup dalam menunjang proses pengelolaan SIM-RS
Unhas dan tugas-tugas yang dilakukan oleh petugas SIM-RS Unhas. Hal ini dapat dilihat
dari jumlah staf SIM-RS yang saat ini berjumlah 6 orang dengan jadwal kerja shift yang
telah ditetapkan.

C. JADWAL KERJA/SHIFT
Shift pagi : 07.30 14.00
Shift siang : 14.00 21.00
Jadwal Normal : Senin Kamis : 07.30 16.00
Jumat : 07.30 16.30

BAB IV
STANDAR FASILITAS

A. STANDAR RUANGAN DAN DENAH


Ruangan operator
Ruangan operator adalah ruang khusus bagi pegawai SIM RS untuk memonitoring
berjalannya aplikasi My Hospital di seluruh area Rumah Sakit yang menggunakannya.
Melalui ruangan ini, pegawai SIM RS selain memonitoring, juga melakukan

16
maintenance, perbaikan data, dan seluruh tugas pokok dan fungsi yang telah diuraikan
sebelumnya.
Karena di ruangan ini terdapat data-data penting dan rahasia bagi Rumah Sakit, maka
letaknya seharusnya tidak berdekatan dengan area publik yang bias diakses dengan
mudah oleh siapa saja, bahkan bagi yang tidak berkepentingan. Biasanya ruangan SIM
RS berdekatan dengan ruang direksi ataupun tempat-tempat yang tidak terlalu strategis
lainnya.
Lebih detil tentang standard ruangan untuk SIM RS, karena ruangan ini harus terus
berada dalam pengawasan selama 24 jam, itu berarti seharusnya pegawai SIM RS
bertugas 24 jam penuh dalam sistem shift. Dengan keadaan seperti ini, ruangan SIM RS
harus memiliki kenyamanan dan fasilitas yang memadai.

Server
Ruang server tentu saja menyimpan komputer server yang menyimpan seluruh data milik
rumah sakit. Ruangan ini sebaiknya berdekatan dengan ruang SIM RS agar lebih mudah
dimonitoring dan dijangkau bila terjadi masalah. Selain itu, di dalam ruangan server
perangkat elektronik yang ada harus tetap menyala 24 jam. Karena itu untuk mencegah
kerusakan perangkat akibat suhu yang panas, ruangan harus tertutup dan dingin.
B. STANDAR SARANA DAN PRASARANA
Standar sarana dan prasarana SIM RS adalah memiliki komponen-komponen berikut ini:
a. Komponen input dan output
Komponen input adalah media untuk menangkap data yang akan dimasukkan ke
dalam sistem, seperti seperangkat komputer, printer, dan scanner.
b. Komponen teknologi
Teknologi merupakan aplikasi yang digunakan dalam sistem informasi. Teknologi
digunakan untuk menerima input, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan
dan mengirimkan output, dan membantu pengendalian dari sistem secara
keseluruhan.
c. Komponen basis data
Basis data (database) merupakan kumpulan data yang saling berkaitan dan
berhubungan satu dengan yang lain, tersimpan di peranagkat keras komputer dan
menggunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya. Data perlu disimpan
dalam basis data untuk keperluan penyediaan informasi lebih lanjut. Data di dalam
basis data perlu diorganisasikan sedemikian rupa supaya informasi yang dihasilkan

17
berkualitas. Organisasi basis data yang baik juga berguna untuk efisiensi kapasitas
penyimpanannya. Basis data diakses atau dimanipulasi menggunakan perangkat
lunak paket yang disebut DBMS (Database Management System).
d. Komponen kontrol
Banyak hal yang dapat merusak sistem informasi, seperti bencana alam, api,
temperatur, air, debu, kecurangan-kecurangan, kegagalan-kegagalan sistem itu
sendiri, ketidak-efisienan, sabotase dan lain sebagainya. Beberapa pengendalian
perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa hal-hal yang dapat
merusak sistem dapat dicegah ataupun bila terlanjur terjadi kesalahan-kesalahan
dapat langsung cepat diatasi.

BAB V
TATA LAKSANA PENDIDIKAN, PELATIHAN, DAN PENELITIAN SERTA
PELAYANAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN (SIM) RS

A. TATA LAKSANA DIKLAT & PENELITIAN DI INSTALASI SIM-RS


Pelatihan dan pendidikan bagi pegawai RS Unhas secara keseluruhan dilakukan secara
bertahap dengan berbagai kualifikasi. Sebelum mulai bekerja, pegawai RS Unhas yang

18
baru wajib mengikuti orientasi selama 3 hari. Orientasi Pegawai Baru ini diberikan
sebagai pengenalan awal mengenai rumah sakit, mulai dari orientasi ruangan, budaya
rumah sakit, direksi dan staf rumah sakit dan tentu saja sesama pegawai rumah sakit
yang baru.
Selanjutnya pegawai rumah sakit secara berkala diberikan berbagai jenis pelatihan.
Materi-materi pelatihan yang harus diikuti merupakan kualifikasi standar yang harus
dimiliki oleh seseorang yang bekerja di area rumah sakit, seperti pelatihan Fire Fighting,
Pencegahan Infeksi dan sebagainya.

B. TATA LAKSANA PELAYANAN

PENAMBAHAN / PENGUBAHAN TARIF


No. Dokumen No. Revisi Halaman

RS Unhas
Makassar
Prosedur Tetap Tanggal Terbit Ditetapkan
Direktur Utama,

Prof.Dr.dr Syamsu, Sp.PD-KAI


NIP. 19460828 197412 1 001
Pengertian Penambahan / pengubahan tarif dilakukan apabila terbit SK Tarif yang
baru atau tarif tidak sesuai dengan SK Tarif
Tujuan Untuk menginput atau mengedit data tarif pada aplikasi MyHospital
Kebijakan 1. SK standar prosedur operasional dari Direktur Utama Rumah Sakit
Universitas Hasanuddin tentang konsultasi medis kepada dokter
spesialis yang dianggap kompeten sesuai bidangnya.
2. Petugas yang terlibat adalah dokter jaga, perawat jaga, dokter
spesialis/konsulen.
Prosedur 1. Petugas mengecek tarif tindakan yang tersedia pada aplikasi
MyHospital.
2. Jika tarif tersebut memiliki SK, maka petugas SIM melakukan
penginputan atau pengeditan tarif.
3. Jika tidak memiliki SK, maka petugas SIM menghubungi Layanan
Medik untuk menkonfirmasi tarif yang akan diedit atau diinput.
Unit Terkait Rawat Jalan, Rawat Inap, Laboratorium, Radiologi, Farmasi, Teknisi,
Developer MyHospital
Dokumen Terkait SK Tarif
Petugas Terkait - Staf SIM
- Staf Keuangan

19
PENANGANAN ERROR PADA SIM
No. Dokumen No. Revisi Halaman

RS Unhas
Makassar
Prosedur Tetap Tanggal Terbit Ditetapkan
Direktur Utama,

Prof.Dr.dr Syamsu, Sp.PD-KAI


NIP. 19460828 197412 1 001
Pengertian Penanganan error adalah tindakan yang dilakukan apabila SIM pada
instalasi tertentu tidak dapat beroperasi dengan baik.
Tujuan Untuk memperbaiki error pada SIM di instalasi tertentu agar dapat berjalan
dengan baik.
Kebijakan 1. SK standar prosedur operasional dari Direktur Utama Rumah Sakit
Universitas Hasanuddin tentang konsultasi medis kepada dokter
spesialis yang dianggap kompeten sesuai bidangnya.
2. Petugas yang terlibat adalah dokter jaga, perawat jaga, dokter
spesialis/konsulen.
Prosedur 1. Petugas SIM melakukan pengecekan koneksi jaringan pada unit yang
bermasalah.
2. Jika ditemukan permasalahan jaringan maka petugas SIM
menghubungi teknisi jaringan.
3. Jika tidak ditemukan permasalahan jaringan, maka petugas SIM
melakukan re-install aplikasi SIM.
4. Setelah aplikasi SIM di-re-install, petugas SIM melakukan running test
aplikasi.
5. Jika aplikasi belum berjalan baik, maka petugas menghubungi
developer MyHospital.
6. Jika aplikasi telah berjalan baik, maka aplikasi sudah siap dioperasikan
kembali.
Unit Terkait Rawat Jalan, Rawat Inap, Laboratorium, Radiologi, Farmasi, Teknisi,
Developer MyHospital
Dokumen Terkait
-
Petugas Terkait - Staf SIM
- Staf Teknisi Jaringan
- Staf dari unit terkait

PEMASANGAN SIM PADA UNIT PELAYANAN


No. Dokumen No. Revisi Halaman

RS Unhas
Makassar
Prosedur Tetap Tanggal Terbit Ditetapkan
20
Direktur Utama,

Prof.Dr.dr Syamsu, Sp.PD-KAI


NIP. 19460828 197412 1 001
Pengertian Pemasangan SIM adalah tindakan melakukan penginstalan SIM pada unit
pelayanan yang belum terdapat aplikasi SIM
Tujuan Untuk melakukan pemasangan aplikasi SIM pada unit pelayanan
Kebijakan 1. SK standar prosedur operasional dari Direktur Utama Rumah Sakit
Universitas Hasanuddin tentang konsultasi medis kepada dokter
spesialis yang dianggap kompeten sesuai bidangnya.
2. Petugas yang terlibat adalah dokter jaga, perawat jaga, dokter
spesialis/konsulen.
Prosedur 1. Petugas SIM melakukan pengecekan koneksi jaringan pada PC yang
akan dipasangkan aplikasi SIM.
2. Jika koneksi jaringan belum tersedia, petugas SIM menghubungi
Teknisi Jaringan.
3. Jika koneksi sudah tersedia, petugas SIM melakukan konfigurasi IP
address pada PC yang akan dipasangkan aplikasi SIM.
4. Setelah dilakukan konfigurasi IP address, petugas SIM melakukan
penginstalan aplikasi SIM pada PC tersebut.
5. Aplikasi SIM siap digunakan.
Unit Terkait Rawat Jalan, Rawat Inap, Laboratorium, Radiologi, Farmasi, Teknisi,
Developer MyHospital
Dokumen Terkait
-
Petugas Terkait - Staf SIM
- Staf Teknisi Jaringan

PENAMBAHAN / PENGHAPUSAN TINDAKAN


No. Dokumen No. Revisi Halaman

RS Unhas
Makassar
Prosedur Tetap Tanggal Terbit Ditetapkan
Direktur Utama,

Prof.Dr.dr Syamsu, Sp.PD (KAI)


NIP. 19460828 197412 1 001
Pengertian Penambahan / penghapusan tindakan dilakukan apabila data yang telah

21
dimasukkan ke dalam SIM berbeda dengan kartu kendali pasien
Tujuan Untuk melakukan penambahan atau penghapusan tindakan
Kebijakan 1. SK standar prosedur operasional dari Direktur Utama Rumah Sakit
Universitas Hasanuddin tentang konsultasi medis kepada dokter
spesialis yang dianggap kompeten sesuai bidangnya.
2. Petugas yang terlibat adalah dokter jaga, perawat jaga, dokter
spesialis/konsulen.
Prosedur 1. Kasir melaporkan penambahan/penghapusan tindakan pasien kepada
petugas SIM.
2. Petugas SIM akan melihat History Kunjungan Pasien untuk mengecek
tindakan yang akan ditambahkan/dihapus.
3. Petugas SIM menambahkan/menghapus tindakan sesuai permintaan
kasir.
4. Petugas SIM melakukan konfirmasi penambahan/penghapusan
tindakan kepada kasir.
Unit Terkait Rawat Jalan, Rawat Inap, Laboratorium, Radiologi, Farmasi, Teknisi,
Developer MyHospital
Dokumen Terkait
-
Petugas Terkait - Staf SIM
- Staf dari unit terkait
- Staf Verifikator
- Staf Kasir

PENAMBAHAN HAK USER


No. Dokumen No. Revisi Halaman

RS Unhas
Makassar
Prosedur Tetap Tanggal Terbit Ditetapkan
Direktur Utama,

Prof.Dr.dr Syamsu, Sp.PD-KAI


NIP. 19460828 197412 1 001
Pengertian Hak akses user adalah petugas atau user yang dapat mengakses atau
mengoperasikan SIM
Tujuan Untuk melakukan penambahan hak akses user
Kebijakan 1. SK standar prosedur operasional dari Direktur Utama Rumah Sakit
Universitas Hasanuddin tentang konsultasi medis kepada dokter
spesialis yang dianggap kompeten sesuai bidangnya.
2. Petugas yang terlibat adalah dokter jaga, perawat jaga, dokter
spesialis/konsulen.
Prosedur 1. Perawat atau operator mengubungi petugas SIM untuk meminta
penambahan hak user.
2. Petugas SIM melakukan evaluasi kelayakan terhadap hak akses yang

22
diminta.
3. Petugas SIM melakukan pengecekan hak akses user.
4. Jika sudah selesai, petugas SIM meminta perawat/operator untuk
melakukan log-in ulang untuk mengaktifkan hak akses yang telah
ditambahkan.
Unit Terkait Rawat Jalan, Rawat Inap, Laboratorium, Radiologi, Farmasi, Teknisi,
Developer MyHospital
Dokumen Terkait
Data hak akses user
Petugas Terkait - Staf SIM
- Staf dari unit terkait

PENGUBAHAN STATUS JAMINAN PASIEN


No. Dokumen No. Revisi Halaman

RS Unhas
Makassar
Prosedur Tetap Tanggal Terbit Ditetapkan
Direktur Utama,

Prof.Dr.dr Syamsu, Sp.PD-KAI


NIP. 19460828 197412 1 001
Pengertian Pengubahan status jaminan pasien dari jaminan ASKES ke jaminan Umum
Pribadi atau Korporasi dan sebaliknya.
Tujuan Untuk mengubah status jaminan pasien.
Kebijakan 1. SK standar prosedur operasional dari Direktur Utama Rumah Sakit
Universitas Hasanuddin tentang konsultasi medis kepada dokter
spesialis yang dianggap kompeten sesuai bidangnya.
2. Petugas yang terlibat adalah dokter jaga, perawat jaga, dokter
spesialis/konsulen.
Prosedur 1. Admisi/perawat/kasir melaporkan pengubahan jaminan pasien paling
lambat 3 (tiga) hari setelah pasien diregistrasi.
2. Petugas SIM melakukan pengecekan terhadap status jaminan pasien.
3. Petugas SIM melakukan pengubahan status jaminan pasien.
4. Petugas SIM kemudian mengubah tindakan berdasarkan status jaminan
pasien.
5. Setelah selesai, petugas SIM melaporkan hasil pengubahan kepada
admisi/perawat//kasir.
Unit Terkait Rawat Jalan, Rawat Inap, Laboratorium, Radiologi, Farmasi, Teknisi,
Developer MyHospital
Dokumen Terkait
-
Petugas Terkait - Staf SIM
- Staf Admisi
- Staf Verifikator

23
PENGELOLAAN FINGERPRINT
No. Dokumen No. Revisi Halaman

RS Unhas
Makassar
Prosedur Tetap Tanggal Terbit Ditetapkan
Direktur Utama,

Prof.Dr.dr Syamsu, Sp.PD-KAI


NIP. 19460828 197412 1 001
Pengertian Adalah langkah-langkah yang dilakukan dalam mengoperasikan Absensi
Fingerprint.
Tujuan Mengoptimalkan data absensi pegawai RS Unhas baik dari segi informasi
kehadiran maupun penggunaannya.
Kebijakan 1. SK standar prosedur operasional dari Direktur Utama Rumah Sakit
Universitas Hasanuddin tentang konsultasi medis kepada dokter
spesialis yang dianggap kompeten sesuai bidangnya.
2. Petugas yang terlibat adalah dokter jaga, perawat jaga, dokter
spesialis/konsulen.
Prosedur 1. Seluruh staf tanpa terkecuali melakukan check in dan check out pada
saat datang dan pulang kerja.
2. Bila ada staf yang double shift (pagi-siang / siang-malam / malam-
pagi), maka:
pagi-siang = lakukan check in pada jam shift pagi dan check
out pada jam shift siang (contoh: C/IN jam 07.30; C/OUT jam
21.00)
siang-malam = lakukan check in pada jam shift siang dan
check out pada jam shift malam (contoh: C/IN jam 14.00;
C/OUT jam 07.30)
malam-pagi = lakukan check in pada jam shift malam dan
check out pada jam shift pagi (contoh: C/IN jam 21.00;
C/OUT jam 14.00)
3. Bila staf double shift dengan waktu jeda (pagi & malam / malam &
siang), maka lakukan check in dan check out seperti biasa. Contoh:
pagi & malam
- Shift pagi (C/IN jam 07.30; C/OUT jam 14.00), dan
- Shift malam (C/IN jam 21.00; C/OUT jam 07.30)
malam & siang
- Shift malam (C/IN jam 21.00; C/OUT jam 07.30), dan
- Shift siang (C/IN jam 14.00; C/OUT jam 21.00)
4. Bila staf kesulitan untuk Scan (sering "Please Try Again"), hal ini
kemungkinan diakibatkan oleh ridge jari rusak, terlalu kering,
terlalu halus, atau permukaan kaca sensor kotor. Berikut tindakan
penanggulangannya:
Registrasikan jari lebih dari satu, sehingga jika ada salah satu
jari rusak bisa menggunakan jari yang lain.

24
Untuk jari yang kering, pakailah pelembab (atau bisa
menggunakan air) untuk melembabkan kulit jari.
Pakai verifikasi 1:1 atau dengan kata lain pakai cara absen
dengan mengetikkan No.ID (PIN) terlebih dahulu. Hal ini akan
memudahkan mesin untuk memeriksa template jari (sample
jari) sidik jari hanya pada nomor ID itu saja. Jadi mesin tidak
perlu memeriksa seluruh template jari yang ada di mesin. (*nb:
hubungi staf SIM-RS untuk mendapatkan no. ID)
Jika permukaan kaca sensor kotor, bersihkan menggunakan
scoth tape (selotip). Jangan menggosok-gosokkan jari atau
benda lainnya pada permukaan sensor, karena hal ini
mengakibatkan permukaan sensor rusak.
Jika masih belum bisa melakukan scan, hubungi staf SIM-RS
untuk ditindak lanjuti segera.
Unit Terkait Seluruh Unit Rumah Sakit
Dokumen Terkait - Form Data Fingerprint staf RS Unhas
Petugas Terkait - Staf SIM
- Seluruh Staf RS Unhas

PENGELOLAAN SMS GATEWAY


No. Dokumen No. Revisi Halaman

RS Unhas
Makassar
Prosedur Tetap Tanggal Terbit Ditetapkan
Direktur Utama,

Prof.Dr.dr Syamsu, Sp.PD-KAI

25
NIP. 19460828 197412 1 001
Pengertian Adalah sebuah fasilitas yang diberikan oleh Rumah Sakit Universitas
Hasanuddin kepada seluruh karyawan, pasien, dan masyarakat sebagai
salah satu interaksi penyampaian informasi melalui SMS.
Tujuan - Menyampaikan informasi terkait pelayanan di RS Unhas melalui SMS
- Sebagai sarana informasi dalam lingkup internal RS Unhas
Kebijakan 1. SK standar prosedur operasional dari Direktur Utama Rumah Sakit
Universitas Hasanuddin tentang konsultasi medis kepada dokter
spesialis yang dianggap kompeten sesuai bidangnya.
2. Petugas yang terlibat adalah dokter jaga, perawat jaga, dokter
spesialis/konsulen.
Prosedur Berikut petunjuk format SMS Gateway yang dibutuhkan:
1. Pendaftaran/Booking :
Ketik : DAFTAR <spasi> NO. MR <spasi> TGL-BLN <spasi>
HH:MM <spasi> POLI <spasi> DOKTER
Contoh: DAFTAR 1234 12-03 10:15 INTERNA PROF.SYAMSU
Kirim ke : 0815 4301 0000
2. Perkiraan Biaya Perawatan :
Ketik : BIAYA <spasi> NO.MR
Contoh : BIAYA 1234
Kirim ke : 0815 4301 0000
3. Saran
Ketik : SARAN <spasi> SARAN ANDA
Contoh : SARAN Pelayanan RS Unhas harus lebih di tingkatkan lagi
Kirim ke : 0815 4301 0000
4. Kritik
Ketik : KRITIK <spasi> KRITIK ANDA
Contoh : KRITIK Tempat parkir nya mohon ditertibkan
Kirim Ke 0815 4301 0000
5. Jadwal Dokter
Ketik : JADWALDOKTER <spasi> NAMA DOKTER
Contoh : JADWALDOKTER Prof. Syamsu
Kirim Ke 0815 4301 0000
Unit Terkait Admisi Center, Complaint Center
Dokumen Terkait -
Petugas Terkait - Staf SIM
- Staf Complaint Center

PENGELOLAAN WEB RUMAH SAKIT


No. Dokumen No. Revisi Halaman

RS Unhas
Makassar
Prosedur Tetap Tanggal Terbit Ditetapkan
Direktur Utama,

26
Prof.Dr.dr. Syamsu, Sp.PD-KAI
Nip. 19460828 197412 1 001
Pengertian Website merupakan sarana untuk berbagi informasi. Informasi-informasi
yang dibagikan tersebut ada yang bersifat statis dan dinamis.
Tujuan Menampilkan informasi-informasi terkait dengan RS Unhas, informasi
kesehatan, dan informasi umum lainnya.
Kebijakan 1. SK standar prosedur operasional dari Direktur Utama Rumah Sakit
Universitas Hasanuddin tentang konsultasi medis kepada dokter
spesialis yang dianggap kompeten sesuai bidangnya.
2. Petugas yang terlibat adalah dokter jaga, perawat jaga, dokter
spesialis/konsulen.
Prosedur Admin-web dalam pengelolaan web membutuhkan data/materi yang
berasal dari berbagai sumber antara lain:
- Data teks dari situs web, materi berita popular, buku, naskah
- Data gambar dari scan gambar, situs web, manipulasi gambar
- Data yang berasal dari aplikasi desktop seperti : MyHospital, My
Accounting, My HRD, SMS Gateway
- Link-link halaman web
- Script yang di-embeed
- Layanan RSS Feed
- Sumber data lain yang dapat dipertanggungjawabkan
Pengelola website adalah personal-personal yang ditunjuk melalui suatu
surat keputusan yang ditugaskan untuk mengelola web sebagai aktualisasi
informasi tupoksi melalui sarana website.
Personal-personal tersebut di plot dalam fungsi-fungsi pengelolaan
website. Fungsi-fungsi tersebut antara lain :
1. Writer (penulis) dan Reporter, sebagai penyedia data / materi dari
suatu bahan informasi yang akan ditampilkan
2. Editor, yang bertugas melakukan editing terhadap data / materi
yang disiapkan oleh writer / reporter
3. Penanggung jawab, bertugas menentukan informasi yang layak
untuk ditampilkan atau tidak dan bertanggung jawab penuh
terhadap content web secara menyeluruh
4. Publisher / Admin, bertugas untuk menampilkan informasi yang
sudah disetujui penanngung jawab untuk ditampilkan.
Unit Terkait IRD, SMF, Rekam Medis
Dokumen Terkait Data artikel yang akan ditampilkan di website RS Unhas
Petugas Terkait - Staf SIM
- Staf Kerjasama dan Pemasaran
BAB VI
LOGISTIK

Logistik di rumah sakit adalah konsep yang kurang dipahami dan sering tidak dihargai,
meskipun meliputi bagian penting dari anggaran operasional rumah sakit. Studi menunjukkan
bahwa sekitar 30% sampai 45% dari pengeluaran rumah sakit didedikasikan untuk kegiatan
logistik. Logistik di rumah sakit tidak hanya layanan yang berhubungan dengan pembelian,

27
toko dan farmasi, tetapi juga mencakup layanan kesehatan seperti unit operasi dan ruang
perawatan pasien.

Pengertian
Secara tidak sadar sebenarnya dalam kehidupan sehari-hari kita telah melaksanakan fungsi
logistik baik itu di rumah kita atau di kantor, meskipun kenyataannya tidak selalu
mempergunakan istilahnya. Logistik adalah bagian dari instantsi yang tugasnya adalah
menyediakan barang atau bahan yang dibutuhkan untuk kegiatan operasionalnya instansi
tersebut dalam jumlah, kualitas dan pada waktu yang tepat dengan harga serendah mungkin.

Tujuan
Kegiatan logistik sebenarnya punya tiga tujuan, Tujuan operasional agar tersedianya barang
yang bermutu, Tujuan keuangan, operasional dapat terlaksana dengan biaya yang serendah-
rendahnya. Dan Tujuan keamanan yaitu agar persediaan tidak terganggu oleh kerusakan,
pencurian, penyusutan, dll.

Logistik SIM RS Unhas

1. Komponen Input dan Output


Komponen input dan output adalah media untuk menangkap data yang akan
dimasukkan ke dalam sistem, seperti seperangkat komputer, printer, dan scanner.
2. Komponen Basis Data
Basis data (database) merupakan kumpulan data yang saling berkaitan dan
berhubungan satu dengan yang lain, tersimpan di peranagkat keras komputer dan
menggunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya. Data perlu disimpan
dalam basis data untuk keperluan penyediaan informasi lebih lanjut. Data di dalam
basis data perlu diorganisasikan sedemikian rupa supaya informasi yang dihasilkan
berkualitas. Organisasi basis data yang baik juga berguna untuk efisiensi kapasitas
penyimpanannya. Basis data diakses atau dimanipulasi menggunakan perangkat
lunak paket yang disebut DBMS (Database Management System).
3. Komponen Penunjang
Komponen penunjang adalah komponen pelengkap yang membantu teknis tugas-
tugas SIM RS seperti alat tulis menulis, kertas, dan jenis alat tulis kantor yang
standar.

28
BAB VII
KESELAMATAN PASIEN DAN MANAJEMEN RISIKO

A. PENGERTIAN

29
Keselamatan pasien rumah sakit adalah suatu sistem dimana rumah sakit
membuat asuhan pasien lebih aman yang meliputi asesmen risiko, identifikasi dan
pengelolaan hal yang berhubungan dengan risiko pasien, pelaporan dan analisis insiden,
kemampuan belajar dari insiden dan tindak lanjutnya serta implementasi solusi untuk
meminimalkan timbulnya risiko dan mencegah terjadinya cedera yang disebabkan oleh
kesalahan akibat melaksanakan suatu tindakan atau tidak mengambil tindakan yang
seharusnya diambil (Kemenkes RI, 2011).
Manajemen risiko adalah pendekatan proaktif untuk mengidentifikasi, menilai
dan menyusun prioritas risiko, dengan tujuan untuk menghilangkan atau meminimalkan
dampaknya. Manajemen risiko rumah sakit adalah kegiatan berupa identifikasi dan
evaluasi untuk mengurangi risiko cedera dan kerugian pada pasien, karyawan rumah
sakit, pengunjung dan organisasinya sendiri.

B. TUJUAN
Tujuan keselamatan pasien, yaitu membangun kesadaran terhadap keselamatan
pasien serta terlaksananya implementasi keselamatan pasien dalam setiap kegiatan
pelayanan di Rumah Sakit.
Tujuan adanya manajemen resiko, yaitu untuk menciptakan budaya keselamatan
pasien di rumah sakit, untuk mengurangi kejadian yang tidak diharapkan (KTD), serta
untuk melaksanakan program-program pencegahan sehingga tidak terjadi pengulangan
kejadian yang tidak diharapkan.

BAB VIII
KESELAMATAN KERJA

30
Keselamatan dan kesehatan kerja bagi pekerja di rumah sakit dan fasilitas medis lainnya
perlu diperhatikan. Demikian pula penanganan faktor potensi berbahaya yang ada di rumah
sakit serta metode pengembangan program keselamatan dan kesehatan kerja di sana perlu
dilaksanakan, misalnya perlindungan baik terhadap penyakit infeksi maupun non-infeksi,
penanganan limbah medis, penggunaan alat pelindung diri dan lain sebagainya. Selain
terhadap pekerja di fasilitas medis/klinik maupun rumah sakit, Keselamatan dan Kesehatan
Kerja di rumah sakit juga concern keselamatan dan hak-hak pasien yang masuk kedalam
program patient safety.

Merujuk kepada peraturan pemerintah berkenaan dengan keselamatan dan kesehatan kerja di
tempat kerja, pedoman ini juga mengambil dari beberapa sumber best practices yang
berlaku secara Internasional, seperti National Institute for Occupational Safety and Health
(NIOSH), the Centers for Disease Control (CDC), the Occupational Safety and Health
Administration (OSHA), the US Environmental Protection Agency (EPA), dan lainnya. Data
tahun 1988, 4% pekerja di USA adalah petugas medis. Dari laporan yang dibuat oleh The
National Safety Council (NSC), 41% petugas medis mengalami absenteism yang diakibatkan
oleh penyakit akibat kerja dan injury dan angka ini jauh lebih besar dibandingkan dengan
sektor industri lainnya. Survei yangdilakukan terhadap 165 laboratorium klinis di Minnesota
memperlihatkan bahwa injury yang terbanyak adalah needle sticks injury (63%) diikuti oleh
kejadian lain seperti luka dan tergores (21%). Selain itu pekerja di rumah sakit sering
mengalami stres, yang merupakan faktor predisposisi untuk mendapatkan kecelakaan.
Ketegangan otot dan keseleo merupakan representasi dari low back injury yang banyak
didapatkan di kalangan petugas rumah sakit.

Keselamatan Kerja pada Unit Kerja SIM RS

Keselamatan kerja pada unit kerja SIM RS berfokus kepada peralatan-peralatan utama dan
penunjang yang digunakan oleh staf SIM RS selama melaksanakan tugasnya. Selain dari
perangkat teknis, budaya kerja staf SIM RS juga turut memengaruhi keselamatan staf tidak
hanya dari sisi fisik tapi juga dari sisi psikologis.

- Keselamatan Kerja ditinjau dari Instalasi Peralatan Kerja


Dari segi instalasi peralatan kerja di unit SIM RS, penggunaan dan peletakan
kabel-kabel yang tidak tepat beresiko mencelakakan staf. Misalnya kabel-
kabel yang tidak rapi dan dibiarkan berserakan begitu saja.

31
Selain itu penempatan pemancar sinyal WiFi yang terlalu dekat dengan staf
juga beresiko bagi kesehatan staf yang efeknya terlihat beberapa tahun yang
akan datang.
Penggunaan PC yang terlalu lama juga memengaruhi kesehatan staf dari sisi
penglihatan dan paparan radiasi komputer dalam jangka waktu yang lama.

- Keselamatan Kerja ditinjau dari Budaya dan Perilaku Kerja


Budaya dan perilaku staf SIM RS memengaruhi keselamatan psikologis staf.
Pengaturan jadwal shift dan jam kerja yang tidak tepat akan mengganggu
kenyamanan staf dalam bekerja.

BAB IX
PENGENDALIAN MUTU

32
Pengendalian mutu pada unit SIM RS Unhas akan mengarah pada keakuratan data atau
informasi yang ada di dalam sistem. Informasi yang terdaoat dalam sistem meliputi data
pasien, seperti nama, alamat, tempat tanggal lahir, dan seterusnya. Juga data pegawai RS juga
memiliki data, seperti nama, unit kerja, pangkat, serta tagihan pasien, Rekam Medis,
pembukuan RS dan lain-lain.

A. Nilai Informasi

Menurut Burch dan Strater dalam buku mereka, Information Systems: Theory and
Practice, nilai informasi itu didasarkan atas sepuluh sifat sebagai berikut :
1. Mudahnya dapat diperoleh
Sifat ini menunjukan mudahnya dan cepatnya dapat diperoleh keluaran informasi.
Kecepatan memperolehnya dapat diukur, akan tetapi berapa nilainya bagi pemakai
informasi, sulit mengukurnya.
2. Sifat luas dan lengkapnya
Sifat ini menunjukkan lengkapnya isi informasi. Hal ini tidak berarti hanya mengenai
volumenya, akan tetapi juga mengenai keluaran informasinya. Sifatnya ini sangat
kabur dan oleh karena itu sulit mengukurnya.
3. Ketelitian
Sifat ini berhubungan dengan tingkat kebebasan dari kesalahan keluaran informasi.
Dalam hubungannya dengan volume data yang besar, maka biasanya terjasi dua jenis
kesalahan, yakni kesalahan pencatatan dan kesalahan perhitungan.
4. Kecocokan
Sifat ini menunjukan betapa baik keluaran informasi dalam hubungannya dengan
permintaan para pemakai. Isi informasi harus ada hubungannya dengan masalah yang
dihadapi. Semua keluaran lainnya tidak berguna akan tetapi masalah
mempersiapkannya. Sifat ini sulit mengukurnya.
5. Ketepatan waktu
Sifat ini berhubungan dengan waktu yang dilalui yang lebih pendek, daripada siklus
dapat diperolehnya informasi : masukan, pengolahan dan pelaporan keluaran kepada
para pemakai. Biasanya agar informasi itu tepat waktu, lamanya siklus ini harus
dikurangi. Dalam beberapa hal ketepatan waktu dapat diukur.
6. Kejelasan
Sifat ini menunjukan tingkat keluaran informasi, bebas dari istilah-istilah yang tidak
jelas. Membetulkan laporan dapat memakan biaya yang besar.

33
7. Keluwesan
Sifat ini berhubungan dengan dapat disesuaikannya keluaran informasi tidak hanya
dengan lebih dari satu keputusan akan tetapi juga dengan lebih dari seorang
pengambilan keputusan. Sifat ini sulit mengukurnya, akan tetapi dalam banyak hal
dapat diberikan nilai yang dapat diukur.
8. Dapat dibuktikan
Sifat ini menunjukan kemampuan beberapa pemakai informasi untuk menguji
keluaran informasi dan sampai pada kesimpulan yang sama.
9. Tidak ada prasangka
Sifat ini berhubungan dengan tidak adanya keinginan untuk mengubah informasi guna
mendapatkan kesimpulan yang telah dipertimbangkan sebelumnya.
10. Dapat diukur
Sifat ini menunjukan hakikat informasi yang dihasilkan dari sistem informasi formal.
meskipun kabar angin, desas-desus, dugaan-dugaan, klenik, dan sebagainya sering
dianggap sebagai informasi, hal-hal tersebut berada diluar lingkup pembicaraan kita.

Nilai informasi yang sempurna adalah bahwa mengambil keputusan diizinkan untuk memilih
keputusan optimal dalam setiap hal, dan bukan keputusan yang rata-rata akan menjadi
optimal, dan untuk menghindarkan kejadian-kejadian yang akan mengakibatkan suatu
kerugian. Informasi ini tidak sempurna karena lebih banyak memberikan perkiraan daripada
memberikan angka yang pasti.

Langkah-langkah dalam proses pengambilan keputusan, menurut Gordon B. Davis, adalah


sebagai berikut :

1. Tentukan tindakan-tindakan yang terbaik yang didasarkan atas kemungkinan-


kemungkinan sebelumnya.
2. Tentukan apakah tindakan itu akan berguna untuk memperoleh informasi sampel.
3. Tentukan ukuran sampel yang optimal.
4. Sampel
5. Perbaiki kemungkinan-kemungkinan sebelumnya didasarkan data sampel.

B. Mutu Informasi
Informasi berbeda dalam mutunya disebagiankan oleh penyimpangan atau kesalahan.
Menurut Gordon B. Davis kesalahan dapat disebagiankan oleh :

34
1. Metode pengumpulan dan pengukuran data yang tidak tepat.
2. Tidak dapat mengikuti prosedur pengolahan yang benar.
3. Hilang atau tidak terolahnya data.
4. Pemeriksaan atau pencatatan data yang salah
5. Dokumen (induk) sejarah yang salah (atau penggunaan dokumen sejarah yang salah)
6. Kesalahan dalam prosedur pengolahan(misalnya kesalahan program komputer)
7. Kesalahan yang dilakukan dengan sengaja

Kesulitan karena peyimpangan dapat ditangani dalam pengolahan informasi melalui prosedur
untuk menemukan dan mengukur penyimpangan dan menyesuaikannya. Kesulitan karena
kesalahan dapat diatasi dengan :
1. Kontrol intern untuk menemukan kesalahan
2. Pemeriksaan intern dan extern
3. Penembahan batas kepercayaan kepada data,
4. Intruksi pemakai dalam prosedur pengolahan dan pengukuran agar para pemakai dapat
menilai kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi.

BAB X

PENUTUP

35
Pedoman pengorganisasian unit kerja SIM-RS Unhas diharapkan dapat memberikan
kejelasan peran, fungsi dan kewenangan unit kerja SIM-RS sehingga dapat meningkatkan
kinerja dari unit ini.
Pedoman ini bukanlah sesuatu yang permanen, akan tetapi akan berubah mengikuti
perubahan peraturan yang berlaku, struktur organisasi, tugas pokok dan fungsi, kebijakan
pimpinan serta kondisi dan situasi lingkungan . Untuk itu pedoman ini harus dievaluasi secara
berkala.
Diharapkan pedoman ini dapat dijadikan sebagai acuan bagi unit terkait dalam melaksanakan
tugas pokok dan fungsi khususnya dalam penyusunan rencana kebijakan dan program di
lingkungan Rumah Sakit Unhas.

36

Anda mungkin juga menyukai