Anda di halaman 1dari 25

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 . PENGERTIAN GIZI DAN FERTILISASI

1. Definisi gizi
Gizi adalah elemen yang terdapat dalam makanan dan dapat
dimanfaatkan secara langsung oleh tubuh seperti halnya karbohidrat,
protein, lemak, vitamin, mineral, dan air. Gizi yang seimbang dibutuhkan
oleh tubuh, terlebih pada balita yang masih dalam masa pertumbuhan.
Dimasa tumbuh kembang balita yang berlangsung secara cepat dibutuhkan
makanan dengan kualitas dan kuantitas yang tepat dan seimbang.
Makan makanan yang beranekaragam sangat bermanfaat bagi
kesehatan. Makanan yang beraneka ragam yaitu makanan yang
mengandung unsur-unsur zat gizi yang diperlukan tubuh baik kualitas
maupun kuantintasnya, dalam pelajaran ilmu gizi biasa disebut triguna
makanan yaitu, makanan yang mengandung zat tenaga, pembangun dan
zat pengatur. Apabila terjadi kekurangan atas kelengkapan salah satu zat
gizi tertentu pada satu jenis makanan, akan dilengkapi oleh zat gizi serupa
dari makanan yang lain. Jadi makan makanan yang beraneka ragam akan
menjamin terpenuhinya kecukupan sumber zat tenaga, zat pembangun dan
zat pengatur.
Makanan sumber zat tenaga antara lain: beras, jagung, gandum, ubi
kayu, ubi jalar, kentang, sagu, roti dan mi. Minyak, margarin dan santan
yang mengandung lemak juga dapat menghasilkan tenaga. Makanan
sumber zat tenaga menunjang aktivitas sehari-hari.
Makanan sumber zat pembangun yang berasal dari bahan makanan
nabati adalah kacang-kacangan, tempe, tahu. Sedangkan yang berasal
dari hewan adalah telur, ikan, ayam, daging, susu serta hasil olahan,
seperti keju. Zat pembangun berperan sangat penting untuk pertumbuhan
dan perkembangan kecerdasan seseorang.
Makanan sumber zat pengatur adalah semua sayur-sayuran dan
buah-buahan. Makanan ini mengandung berbagai vitamin dan mineral,
yang berperan untuk melancarkan bekerjanya fungsi organ-organ tubuh.
2. Fertilitas
Fertilitas adalah kemampuan seorang istri menjadi hamil dan suami
bisa menghamili.
Fertilitas adalah kesuburan, kesuburan disini yang dimaksud adalah
dapat bekerjanya secara optimal dari organ-organ reproduksi baik dari
pihak pria maupun wanita sehingga dapat melakukan fungsi fertilisasi
dengan baik. Salah satu faktor yang mempengaruhi fertilitas adalah asupan
zat gizi.
Infertilitas (pasangan mandul) adalah pasangan suami istri yang telah
menikah selama satu tahun dan sudah melakukan hubungan seksual tanpa
menggunakan alat kontrasepsi, tetapi belum memiliki anak.
(Sarwono,2000)
Infertilitas adalah pasangan yang telah kawin dan hidup harmonis
serta berusaha selama satu tahun tetapi belum hamil. (Manuaba, 1998).
Berikut adalah tujuh nutrisi yang bila dikonsumsi secara seimbang
akan menambah kesuburan Anda:
1. Vitamin E
Vitamin E sangat penting bagi sistem reproduksi pria dan wanita.
Bagi wanita, vitamin E menjaga sistem endokrin dan produksi hormon-
hormon yang baik. Bagi pria, vitamin E mendukung produksi sperma dan
hormon-hormon seks serta mencegah kerusakan DNA sperma.
Sebuah riste menunjukkan bahwa kerusakan yang ekstensif pada
DNA sperma dapat menyebabkan infertilitas. Kerusakan DNA tersebut
terutama disebabkan oleh radikal bebas. Vitamin E sebagai antioksidan
dapat mencegah kerusakan DNA sperma.
Asupan vitamin E yang disarankan adalah 400 UI per hari.
Sumber utama vitamin E adalah kecambah, kedelai, hati, dan
sayuran berwarna hijau tua.
2. Vitamin C
Vitamin C penting bagi pria dan wanita. Bagi wanita, vitamin C
bermanfaat menjaga keseimbangan hormonal, meningkatkan
fertilitas, memperkuat sistem imun, dan membantu penyerapan zat
besi. Bagi pria, vitamin C mencegah penggumpalan sperma dan
meningkatkan mobilisasi sperma.
Sumber utama vitamin C adalah buah-buahan seperti jambu,
sirsak, pepaya, jeruk, mangga, stroberi dan sayuran seperti cabai dan
bayam. Konsumsi harian vitamin C yang disarankan adalah 750-1000
mg.
Meskipun terlalu banyak mengkonsumsi vitamin C tidak
berbahaya karena vitamin ini larut dalam air sehingga bila berlebihan
akan dibuang lewat air seni, kelebihan vitamin C dapat menurunkan
pH tubuh yang kurang menguntungkan bagi sperma dan telur.

3. Vitamin B
Ada dua jenis vitamin B yang bermanfaat menambah kesuburan,
satu untuk pria dan satunya untuk wanita. Vitamin B12 dapat
menambah dan meningkatkan kualitas sperma sedangkan vitamin B6
dapat meningkatkan kesuburan wanita. Jenis vitamin B lainnya
seperti asam folat juga penting untuk proses penyatuan sperma dan
sel telur (konsepsi).
Asupan vitamin B6 dan B12 yang disarankan adalah 1,3 dan 2,4
mikrogram per hari. Sumber vitamin B6 adalah wortel, telur, ayam,
ikan, pisang, brokoli dan beras merah. Sedangkan sumber vitamin
B12 adalah hati, susu dan ikan.
4. Zat besi
Zat besi penting untuk transportasi darah dan oksigen di dalam
tubuh. Kaum wanita memerlukannya untuk menjaga keseimbangan
proses ovulasi.sebuah studi menunjukan, bahwa 40% anggota
kelompok wanita yang mengalami masalah ovulasi menjadi subur
setelah menambah konsumsi zat besi.
Asupan zat besi yang disarankan bagi pria dan wanita dewasa
masing-masing adalah 8 mg dan 18 mg per hari. Zat besi paling baik
diperoleh dari sumber alami seperti kangkung, bayam, hati dan
daging.
5. Selenium
Studi yang dilakukan universitas padua, Italia, menunjukkan
bahwa kekurangan selenium dapat menyebabkan infertilitas pada
pria, Seperti halnya vitamin E, sebagai antioksidan selenium
berperan mencegah oksidasi sel-sel sperma.
Sumber utama selenium adalah daging merah, hati dan
makanan laut. Asupan harian yang direkomendasikan untuk pria
dewasa adalah 70 mikrogram.
6. Zinc
Zinc atau seng adalah mineral yang sangat penting bagi
kesuburan. Mineral ini terdapat pada lebih dari 200 enzim dan protein
dan penting sekali bagi pria untuk membantu menjaga fungsi organ
seksual dan produksi sperma. Kekurangan zinc menyebabkan
penurunan hormon testosteron, penyusutan testis dan pengurangan
produksi sperma yang sehat.
Kerang mengandung paling banyak zinc dibandingkan makanan
lainnya. Namun berhati-hatilah bagi Anda yang tinggal di Jakarta dan
sekitarnya karena kerang dari telur jakarta dicurigai banyak
tercemarlogam berat seperti timbal dan cadmium. Alih-alih bertambah
sehat, Anda justru bisa menjadi sakit karenanya. Zinc juga terdapat
pada hati, daging sapi, kepiting,daging kambing, telur
dan ayam. Jumlah asupan zinc yang disarankan adalah 15
mikrogram per hari.
7. Kalsium
Untuk mempersiapkan kehamilan, Anda perlu cadangan kalsium
yang cukup. Kalsium juga meningkatkan pH tubuh Anda, yang
menguntungkan bagi sperma dan telur yang sudah dibuahi serta
sejumlah manfaat lain. Sumber kalsium yang terbaik adalah susu
segar, sayuran hijau dan daging. Satu gelas susu segar mengandung
sekitar 800 mg kalsium.
Kalsium pada makanan lebih mudah diserap tubuh. Namun,
suplemen kalsium memberikan alternatif yang lebih praktis. Wanita
yang ingin menambah kesuburannya harus mengkonsumsi 1000 mg
kalsium sehari.

Zat Gizi pendukung Fertilisasi


Gizi atau makanan tidak saja di perlukan untuk pertumbuhan,
perkembangan fisik dan mental kesehatan , tetapi di perlukan juga
untuk fertilitas atau kesuburan seseorang agar mendapatkan
keturunan yang selalu di dambakan dalam keluarga. 1. Hal-hal yang
perlu dilakukan untuk mendukung fertilisasi :
1. Mengkomsumsi makanan yang bergizi seimbang
2. Mengkomsumsi daging (seperti daging ayam,daging
sapi,ikan,telur dll)
3. Mengkomsumsi buah dan sayuran segar
4. Roti dan sereal yang tidak banyak diolah (seperti roti
,bubur,biji-bijian,gandum dll)
5. Susu atau hasil olahannya (seperti keju ,yogurt).
2. Cara menunjang fertilisasi atau kesuburan (Neil, 2001) :
a. Menghindari diet makanan pengendali BB
b. Memilih makanan segar
c. Mengolah makanan dengan baik dan benar
d. Makanan bervariasi
e. Hindari makanan yang mengandung zat pengawet.
3. Bagaimana proses gizi mempengaruhi fertilisasi (kesuburan)
Gizi yang baik dan seimbang dapat meningkatkan fungsi
reproduksi tetapi kekurangan nutrisi akan berdampak pada
penurunan reproduksi , dapat diketahui apabila seseorang
mengalami anoreksi nervosa, maka akan terjadi perubahan-
perubahan hormonal tertentu dengan ditandai penurunan Berat
badan yang mencolok, hal ini terjadi karena kadar gonadotropin
menurun dalam serum urine ,serta penurunan pola sekresinya ,
kejadian ini berhubungan dengan gangguan fungsi hipotalmus.

Pada wanita Anoreksia kadar hormone steroid mengalami


perubahan yaitu menigkatnya kadar testosterone serum dan
penuruan sekresi keto-steroid dalam urine diantaranya androssteron
dan eplandrossteron dampaknya terjadi perubahan siklus ovulasi.Bila
Anoreksia tidak terlalu berat dapat di berikan hormone GRH
(gonadotropin relating hormone) dapat mengembalikan siklus haid
menjadi normal.

8. infertilitas
Infertilitas (pasangan mandul) adalah pasangan suami istri yang
telah menikah selama satu tahun dan sudah melakukan hubungan
seksual tanpa menggunakan alat kontrasepsi, tetapi belum memiliki
anak. (Sarwono, 2000).
Pasangan yang telah kawin dan hidup harmonis serta berusaha
selama satu tahun tetapi belum hamil. (Manuaba, 1998).
Ketidakmampuan untuk hamil dalam waktu satu tahun. Infertilitas
primer bila pasangan suami istri tidak pernah hamil dan
infertilitas sekunder bila istri pernah hamil. (Siswandi, 2006).
Infertilitas didefinisikan sebagai ketidakmampuan untuk
mengandung setelah paling tidak 1 tahun dalam hubungan yang
normal dan tidak menggunakan kontrasepsi apa pun. Fertilitas
disebabkan oleh banyak faktor. Masalah-masalah infertilitas total atau
sebagian pada pria adalah 40% sampai 50%, faktor pada wanita
antara 40% sampai 50%, dan faktor yang tidak diketahui sekitar 10%
sampai 20% dari kasus yang ditemui.

1. faktor penyebab infertilitas :


a. Infertilisasi disengaja
Infertilitas yang disengaja disebabkan pasangan suami istri
menggunakan alat kontrasepsi baik alami (kalender), dengan
alat maupun kontrasepsi mantap (tubektomi tuba falopi &
vasektomi vas deferens).
b. Infertilisasi tidak disengaja
1). Pihak Suami, disebabkan oleh:
a). Gangguan spermatogenesis (kerusakan pada sel-sel
testis), misal: aspermia (tdk ada sperma), hypospermia
(volume semen < 1,5 ml), necrospermia (sperma mati).
b) Kelainan mekanis, misal: impotensi, ejakulatio precox
(ejakulasi dini: penyemburan mani keluar segera pada
permulaan senggama, penutupan ductus deferens,
hypospadia (kelainan prtumbuhan alat kelamin luar laki-
laki), phymosis (ujung prefusium: kulit ujung luar penis
mengalami penyempitan) Infertilitas yang disebabkan oleh
pria sekitar 35-40 %.
2) Pihak wanita, disebabkan oleh :
a) Tuba Falopi Tersumbat atau Rusak
Kerusakan ini biasanya disebabkan oleh salpingitis
(peradangan tuba falopi). Selain membuat sulit hamil,
salpingitis juga dapat menyebabkan kehamilan di luar
kandungan (ektopik). Penyakit menular seksual (PMS)
klamidia dapat menyumbat saluran tuba falopi yang
menyulitkan keluarnya sel telur. Sekitar 70% sumbatan
tuba falopi disebabkan oleh infeksi klamidia.
b) Endometriosis
Endometriosis adalah pertumbuhan abnormal jaringan
implan diluar uterus, yang normalnya hanya tumbuh di
uterus. Endrometriosis dapat menghalangi proses
konsepsi dan perlekatan embrio di dinding uterus.

c) Kelainan Hormon
Kekurangan hormon lutein dan hormon perangsang folikel
dapat menyebabkan sel telur tidak dapat dilepaskan
(ovulasi). Kelainan kelenjar hipotalamus-pituitari juga
dapat menyebabkan anomali hormonal yang menghalangi
ovulasi.

d) Tumor Pituitari
Tumor yang biasanya jinak ini dapat merusak sel-sel
pelepas hormon di kelenjar pituitari yang membuat siklus
menstruasi terhenti pada wanita atau produksi sperma
menurun pada pria.

e) Kelebihan Prolaktin (Hiperprolaktinemia)


Prolaktin adalah hormon yang merangsang produksi ASI.
Kelebihan hormon prolaktin dapat mengganggu ovulasi.
Bila seorang wanita banyak mengeluarkan ASI meskipun
tidak sedang menyusui, kemungkinan dia menderita
hiperprolaktinemia.

f) Polycystic Ovary Syndrome (PCOS)


Sindroma ini ditandai banyaknya kista ovarium dan
produksi androgen (hormon laki-laki) berlebihan, terutama
testosteron. Akibatnya, sel telur sulit matang dan terjebak
di folikel (tidak ovulasi).

g) Menopause Prematur
Menopause prematur terjadi bila wanita berhenti
menstruasi dan folikel ovariumnya menyusut sebelum
usia 40 tahun. Kelainan imunitas, radioterapi, kemoterapi
dan merokok dapat memicu kelainan ini.

h) Tumor Rahim (Uterine Fibroids)


Tumor jinak di dinding rahim ini sering dijumpai pada
wanita usia 30-40 tahun. Tumor ini dapat menyebabkan
infertilitas bila menghalangi tuba falopi dan perlekatan
telur yang sudah dibuahi di dinding rahim.

i) Adesi
Adesi (adhesion) adalah sekelompok jaringan skar yang
saling berkait sehingga menyatukan dua permukaan
organ yang normalnya saling terpisah. Adesi yang
melibatkan tuba falopi karena infeksi atau pembedahan
dapat menghalangi fungsi ovarium dan tuba falopi.
j) Kelainan Kelenjar Tiroid
Kelainan ini menyebabkan kelebihan atau kekurangan
hormon tiroid yang mengacaukan siklus menstruasi.
k) Kelainan Anatomi Bawaan
Kelainan bawaan pada organ reproduksi dapat
menyebabkan infertilitas. Kelainan yang disebut Mullerian
agenesis ditandai dengan tidak berkembangnya vagina
atau rahim. Wanita dengan kelainan ini masih dapat
punya anak melalui bayi tabung dengan menyewa rahim
wanita lain.
l) Merokok
Merokok dapat membahayakan ovarium dan mengurangi
jumlah/kualitas sel telur. Riset menunjukkan wanita
perokok cenderung mengalami menopause lebih awal.
m) Stres
Neurotransmiter (pengirim pesan kimiawi) bekerja di
kelenjar hipotalamus untuk mengendalikan hormon-
hormon reproduksi dan stres. Tingkat hormon stres yang
tinggi dapat mengganggu sistem reproduksi.
n) Terlalu Kurus atau Terlalu Gemuk
Wanita yang terlalu kurus, misalnya para atlet maraton
atau penderita anorexia, dapat kehilangan fungsi
reproduksinya. Kegemukan dapat menyebabkan
infertilitas dengan berbagai cara. Policystic ovarian
sydrome (PCOS), misalnya, lebih sering terjadi pada
wanita yang kegemukan.
3) Faktor Lingkungan
Herbisida, pestisida, limbah industri dan polusi lainnya
dapat mempengaruhi fertilitas. Phtalate, zat kimia untuk
melunakkan plastik, diduga dapat mengganggu fungsi
hormon-hormon tubuh.
Dengan banyaknya penyebab infertilitas, merupakan hal
yang penting bagi pasangan yang menginginkan untuk
memelihara anak menjalani pemeriksaan diagnostik yang
ekstensif. Riwayat diambil dengan sangat cermat dan
berhati-hati, dan pemeriksaan fisik secara lengkap
dilakukan pada kedua pasangan. Semen dianalisa pada
awal proses diagnostik, dan pasien wanita diminta untuk
melakukan pencatatan suhu basal serta evaluasi mukosa
serviks. Berbagal pemeriksaan lainnya dilakukan untuk
mencoba mengidentifikasi penyebab pasangan infertilitas,
dan dianjurkan terapi yang sesuai. Karena rumitnya
diagnosis dan pengobatan infertilitas, maka infertilitas
menjadi sub-spesialis dari obstetri dan ginekologi.
Pasangan dapat dirujuk pada dokter seternpat atau pada
klinik infertilitas yang dapat ditemukan pada pusat
pelayanan kesehatan.

2.2 PERAN ZAT GIZI TERHADAP FERTILISAS

Kesuburan seseorang dapat dipengaruhi oleh faktor keturunan dan


faktor usia, juga dipengaruhi oleh gizi kedua pasangan, faktor gizi ini
mempunyai peran sangat penting dalam mendukung kesuburan.
Kekurangan nutrisi pada seseorang akan berdampak pada penurunan
fungsi reproduksi, hal ini dapat diketahui apabila seseorang dapat
mengalami anoreksia nervosa, maka akan terlihat perubahan-perubahan
hormonal tertentu, yang ditandai dengan penurunan berat badan yang
mencolok. Hal ini terjadi karena gonadotropin dalam serum dan urin
menurun, serta penurunan pola sekresinya. Kejadian tersebut
berhubungan dengan gangguan fungsi hipotalamus.
Pada wanita yang anoreksia kadar hormon steroid mengalami
perubahan yaitu meningkatnya kadar tostesteron serum dan penuerunan
ekskresi 17-keto-steroid dalam urin, diantaranya androsteron dan
epiandrosteron. Dampakanya terjadi perubahan siklus ovulasi. Bila
anoreksia tidak terlalu berat dapat diberikan hormon GRH (gonadothropin
relating hormone), karenahormon tersebut dapat mengembalikan siklus
haid ke arah normal.
Berhubungan dengan fungsi menstruasi, secara khusus jumlah
wanita yang anovulasi akan meningkat bila berat badannya meningkat.
Pada penelitian ternyata wanita gemuk memiliki risiko tinggi terhadap
ovulasi inertil, dan fungsi ovulasi terganggu, sehingga menjaditidak subur.
Keadaan ini terjadi apabila peningkatan berat badan disebabkan karena
asupan gizi yang berlebihan. Bila siklus berlangsung tanpa ovulasi pada
wanita gemuk, menuinjukkan adanya kelainan pada pengeluaran hormon.
Bila kadar SHBG rendah, akan terjadi peningkatan produksi hormon
endrogen baik di ovarium maupun dikelenjar adrenalin. Kondisi kegemukan
berkaitan dengan proses perubahan androgen menjadi estrogen.
Hipotalamus merangsang peningkatan sekresi hormon LH serta terjadi
hiperandrogenisme.
Mekanisme lain adalah gangguan pematangan folikel akibat
peningkatan LH dan kadar testosteron yang rendah. Wanita kegemukan
dengan siklus menstruasi normal kadar testosteronnya lebih rendah dari
pada wanita gemuk yang mengalami amenore. Seberapa gemuk yang
akan menyebabkan siklus anovulasi tidak diketahuui dengan pasti, yang
jelas bahwa diet dan berat badan sangat memengaruhi fungsi menstruasi.
Untuk meningkatkan kesuburan pasangan yang terpenting dilakukan
adalah mengkonsumsi makanan yang bergizi dan seimbang, sebaiknya
pasangan menghindarimakanan yang terlalu diolah atau mengandung
bahan-bahan tiruan, diantaranya keju olahan, daging olahan. Makanan
beku, makanan kalengan. Bila membeli buah-buahan jangan yang kaleng
atau hanya sirupnya saja. Untuk sayuran hindarkan sayuran
kaleng,kudapan asin, kacang dan minyak terhidrogenasi, hindari roti putih,
jangan terlalu sering minum susu skim kaleng, jangan mengkonsumsi
makanan yang sudah tidak segar lagi. Menurut Neil (2001) untuk
menambah kesuburan sebaiknya pilih makanan seperti berikut: daging dan
alternatifnya (ikan telur dan kacang-kacangan), buah dan sayuran (buah,
sayuran mentah makanan segar, jus buah/sayuran, buah kering), dan
rotidan sereal yang tidak banyak diolah (roti, bubur, makanan kering, biji-
bijian, gandum, spageti dan beras merah), susu dan hasil olahan susu
(susu, yoghurt, keju).
Pilih makanan yang belum disuling: nasi, roti, sereal dan kripsi biji-
bijian, makanlah makanan segar sepeti susu dan sayuran, baik yang
mentah atau yang telah dimasak. Telur adalah sumber protein terbaik dan
juga mengandung berbagai macam gizi, karena diperlukan untuk
pembuahan.kacang-kacangan dan biji-bijian dari tanaman juga sangat
bergizi, kacang polong. Ikan dikonsumsi sesekali seminggu. Untuk daging
bervariasi, sayuran dan buah merupakan sumber vitamin dan mineral yang
sangat baik. Memasak lebih baik dikukus, pengaturan gizi ini dilakukan
sejak wanita berusia 19 tahun sampai 26 tahun.

Bagaimana proses gizi mempengaruhi infertilisas :


Kekurangan nutrisi akan berdampak pada penurunan reproduksi
karena kurangya asupan gizi yang baik dan seimbang serta pola hidup
yang tidak sehat baik istri maupun suami sehingga perkembangan dan
kualitas reproduksi menurun seperti pada pria Gangguan spermatogenesis
(kerusakan pada sel-sel testis), misal: aspermia (tdk ada sperma),
hypospermia (volume semen < 1,5 ml), necrospermia (sperma mati)
Kelainan mekanis, misal: impotensi, ejakulatio precox (ejakulasi dini:
penyemburan mani keluar segera pada permulaan senggama, penutupan
ductus deferens, hypospadia (kelainan prtumbuhan alat kelamin luar laki-
laki), phymosis (ujung prefusium yaitu kulit ujung luar penis mengalami
penyempitan) dan pada wanita kerusakan pada tuba ,kelainan hormone
,tumor rahim dan lain-lain.

2.3 PENCEGAHAN KEHAMILAN


Merencanakan anak merupakan salah satu tanggung jawab bagi
para pasangan usia subur. Terdapat berbagai alasan kenapa kelahiran
anak harus benar-benar direncanakan, terutama terkait dengan faktor
kesejahteraan dan ekonomi, selain itu juga berhubungan
denganpenjarangan kelahiran yang berhubungan dengan kesehatan baik
ibu maupun anak yang bakal dilahirkan. Untuk melakukan perencanaan
memiliki anak, dibutuhkan upaya mencegah kehamilan. Adapun yang
paling efektif adalah mencegah kehamilan minggu pertama.
Terdapat berbagai tips ataupun upaya di dalam proses mencegah
kehamilan minggu pertama ini.
1. Selalu mengetahui masa subur dari istri. Dengan mengetahui masa
subur masa pasangan akan menghindari berhubungan seksual tanpa
pengaman di hari atau masa subur. Atau bahkan justru melakukan
abstinen atau tidak berhubungan seksual pada saat wanita memasuki
masa subur.
2. Pencegahan lainnya tentu saja dengan menggunakan alat pengaman
ketika berhubungan. Alat pengaman dapat berupa kontrasepsi dapat
juga berupa pil atau suntikan.
3. Menggunakan teknik memeriksa lendir. Pemeriksaan lendir sangat
efektif guna mencegah kehamilan minggu pertama.
4. Namun jika pasangan terlanjur melakukan hubungan badan di waktu
yang diduga adalah masa subur tanpa menggunakan pengaman
apapun dan khawatir terjadi kehamilan, maka kehamilan tetap dapat
dicegah dengan mengkonsumsi pil mencegah kehamilan Pil tersebut
akan bertindak memberikan suasana yang tidak memungkinkan
terjadinya pembuahan antara sel telur dengan sel sperma.
5. Menggunakan tissue vagina juga efektif mencegah kehamilan secara
dini. Tissue ini memiliki suasana basa yang mampu menghambat
aktivitas sperma sehingga tidak mengalami fertilisasi dengan sel telur.
Yang perlu diperhatikan adalah jangan sampai mengkonsumsi obat
yang dapat menimbulkan keguguran, apalagi ketika sudah melewati
minggu pertama kehamilan. Obat-obatan tersebut berisiko menimbulkan
cacat permanen pada janin dan janin belum tentu luruh atau gugur.
Sehingga pengguguran kandungan sangat tidak direkomendasikan dengan
alas an apapun karena selain membunuh calon individu juga memiliki
resiko yang tidak kecil baik bagi ibu yang mengandung maupun janin yang
dikandungnya. Selain itu obat-obat peluruh kehamilan pada umumnya
merupakan obat yang keras dan berbahaya bagi Rahim serta kesehatan
wanita secara umum. Oleh karena itu perlu tindak bijak guna mencegah
kehamilan minggu pertama.

2.4. HUBUNGAN GIZI DENGAN MENARCHE


Menarke adalah haid yang pertama terjadi, yang merupakan ciri
khaskedewasaan seorang wanita yang sehat dan tidak hamil. Status gizi
remaja wanita sangat memengaruhi terjadinya menarke baik faktor usia
terjadinya menarke, adanya keluhan-keluhan selam menarke maupun
lamanya hari menarke. Secara psikologis wanita remaja yang pertama
sekali mengalami haid akan mengeluh rasa nyeri, kurang nyaman,
dammengeluh perutnya terasa begah. Tetapi beberapa remaja keluhan-
keluhan tersebut tidak dirasakan. Hal ini dipengaruhi nutrisi yang adekuat
yang biasa dikonsumsi, selain olahraga yang teratur (Brunner, 1996).
Hormon yang berpengaruh terhadap terjadinya menarke adalah
pestrogen dan progesteron. Estrogen berfungsi mengatur siklus haid,
sedangkan progesteron berpengaruh pada uterus yaitu dapat mengurangi
kontraksi,selam siklus haid. Agar menarke tidak menimbulkan keluhan-
keluhan, sebaiknya remaja wanita mengkonsumsi makanan dengan gizi
seimbang, sehingga status gizinya baik. Status gizi dikatakan baik, apabila
nutrisi yang diperlukan baik protein, lemak, karbohidrat, mineral, maupun
air digunakan oleh tubuh secara keseluruhan (Krummel, 1996)
Gizi kurang atau terbatas selain akan mempengaruhi pertumbuhan,
fungsi organ tubuh, juga akan menyebabkan terganggunya fungsi
reproduksi. Hal ini dapat berdampak pada gangguan haid, tetapi akan
membaik bila asupan nutrisinya baik. Seberapa jauh pengaruh status gizi
terhadap terjadinya menarke belum ada yang melakukan penelitian.
Sebagai bahan perbandingan dibawah ini akan diuraikan tentang asupan
energi total dan keragaman komponene diet.
Asupan energi bervariasi sepanjang siklus haid, terjadi peningkatan
asupan energi pada fase luteal dibandingkan fase folekuler. Peningkatan
konsumsi energi premenstruasi dengan ekstra penambahan 87-500
Kkal/hari. Kesimpulannya bahwa estrogen mengakibatkan efek penekanan
atau penurunanterhadap nafsu makan (Krummel,1996). Identifikasi jenis
nutrisi yang dapat mengakibatkan perubahan asupan energi belum
didapatkan data yang pasti. Ada yang berpendapat karbohidat merupakan
sumber asupan kalori selama fase luteal, yang lain berpendapat bahwa
konsumsi softdrink yang mengandung gula cenderung meningkat selama
fase luteal. Selain itu juga ada yang berpendapat bahwa asupan lemak dan
protein akan meningkat pada fase luteal. Dengan demikian selama fase
luteal terjadi peningkatan asupan makanan atau energi (Krummel, 1996).
Pada remaja wanita perlu mempertahankan status gizi yang baik,
dengan cara mengkonsumsi makanan seimbah karena sangat dibutuhkan
pada saat haid, terbukti pada saat haid tersebut terutama pada fase luteal
yang terjadi peningkatan kebutuhan nutrisi. Apabila hal ini diabaikan maka
dampaknya akan terjadi keluhan yang menimbulkan rasa ketidaknyamanan
selama siklus haid.

2.5. HUBUNGAN GIZI DENGAN MENSTRUASI

2.5. PRINSIP GIZI PADA MONOPOUSE

1. monopouse adalah proses alami


Telah satu bulan lamanya Ny. Ia mengalami kesulitan tidur, selalu
merasa panas dan mudah marah. Keluhan ini tidak hanya mengganggu Ny.
Ia sendiri, sang suami juga merasakan tidak nyaman. Malam hari, sering
kali Ny. Ia merasa kepanasan dan menyalakan pendingin raungan (AC),
hingga suami mengeluh kedinginan. Bila sedang sulit tidur, Ny. Ia
membangunkan suami untuk mengajak ngobrol. Bila suami menanggapi
dengan ogah-ogahan, ia akan merasa kesal. Ny. Ia mengeluh bahwa suami
tidak menyintainya lagi.
Sebenarnya keadaan yang dialami Ny. Ia banyak dijumpai pada
wanita setengah baya. Keluhan dan gejala tersebut merupakan akibat dari
menopause. Keluhan lainnya yang sering timbul adalah sering kencing dan
sulit menahan kencing, vagina kering atau terasa terbakar, tidak nyaman
pada saat berhubungan intim, bahkan nyeri. Keluhan dan gejala lain adalah
mudah lupa, gangguan pada sendi, dan lain-lain.
Bagi masyarakat, istilah menopause sudah tidak asing lagi. Banyak
sekali pembicaraan suami-suami yang ingin tahu, sampai wartawan obat
dan suplemen untuk mengatasi yang timbul akibat menopause.
Menopause adalah proses alami dari penuaan, yaitu ketika wanita
tidak lagi mendapatkan haid selama 1 tahun, penyebab berhentinya haid
karena indung telur tidak lagi memproduksi hormon estrogen dan
progesteron. Fase reproduksi atau fase subur berlangsung sampai usia 45
tahun, pada masa ini organ reproduksi wanita mengalami fungsi yang
sebenarnya yaitu hamil dan melahirkan. Fase akhir dalam kehidupan
wanita setelah masa reproduksi disebut klimakterium yang berlangsung
secara bertahap. Premenopause yaitu sejak reproduksinya mulai menurun,
sampai timbul keluhan atau tanda- tandamenopause . perimenopause yaitu
periode dengan keluhan memuncak dengan rentan 1- 2tahun sebelum dan
1-2 tahun sesudah menopause, masa wanita mengalami akhir dari
datangnya haid sampai berhenti sama sekali, pada masa ini menopause
masih berlangsung. Postmenopause yaitu masa setelah perimenopause
sampai senilis. Pada wanita muda, manopause mungkin juga terjadi, yaitu
pada mereka yang menjalani operasi pengangkatan indung telur.
Pandangan orang terhadap wanita lanjut usia merupakan faktor
penting sehubungan seberapa baik kaum wanita menghadapi menopause.
Di tempat-tempat orang menghargai kematangan, hikmat, dan
pengalaman, masa menopause disertai jauh lebih sedikit penderitaan fisik
dan emosi.
Wanita-wanita Maya umumnya menanti-nantikan menopause,
menurut penelitian seorang antropolog. bagi mereka, menopause berarti
bebas dari mengandung anak terus menerus. Tidak diragukan lagi, hal ini
juga mendatangkan bagi mereka kebebasan untuk mengejar kepentingan
lain dalam kehidupan.
Sebenarnya masalah menopause sudah ada sejak manusia pertama
ada. Tetapi mengapa masalah ini menjadi hangat dibicarakan akhir-akhir
ini: tak lain karena usia harapan hidup wanita meningkat, sehingga jumlah
wanita usia lanjut makin banyak. Tahun 2000-an usia harapan hidup wanita
mencapai 80 tahun. Semua ini akibat pesatnya kemajuan ilmu kesehatan
dan masyarakat yang telah memanfaatkannya. Tetapi apalagi gunanya
panjang umur kalau kesehatan semakin mundur.
Masa menopause memiliki konsekuensi kesehatan yang serius.
Penyebabnya, antara lain, adalah berhentinya produksi estrogen.
Menurunnya daya tahan tubuh, seiring dengan bertambahnya usia, juga
memperberat masalah kesehatan wanita usia menopause. Pengaruh
menopause secara fisik pada tubuh menurut para dokter dan para ahli
mengusulkan prinsip-prinsip umum berikut ini sehubungan kesehatan yang
baik dalam mempersiapkan masa transisi makanan yang sehat, istirahat
yang cukup, dan olahraga yang bersahaja.

2 Prinsip gizi pada menopause


Seperti yang telah disebutkan, bahwa menopause adalah masa
berhentinya haid secara alamiah yang biasanya terjad pada usia 45- 50
tahun, atau masa berhentinya haid sama sekali. Kesiapan menghadapi
menopause menurut Dini (2002) mengkonsumsi makanan bergizi yaitu
mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang. Pemenuhan gizi yang
memadai akan sangat membantu dalam menghambat berbagai dampak
negatif menopause terhadap kinerja otak, mencegah kulit kering serta
berbagai penyakit lainnya. Gizi seimbang adalah memenuhi kebutuhan gizi
per harinya dengan asupan zatzat gizi makanan yang mengandung
karbohdrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air. Kebutuhan gizi orang
dewasa dengan berat normal adalah sekitar 2000-2200 Kkal per hari.
Dengan pemenuhan gizi secara seimbang ini diharapkan seseorang tidak
kelebiahan atau kekurangan berat badan dan juga terjangkit suatu penyakit
seperti diabetes mellitus atau anemia.
Apabila cukup mengkonsumsi gzi seimbang, tidak diperlukan asupan
gizi tertentu untuk mencegah ganguan. Namun, tidak ada salahnya untuk
mengatispasi kebutuhan makanan yang diperlukan pada masa menopause
atau berhentinya hormon estrogen dalam tubuh. Terutama, jika memilki
resiko kena gangguan tubuh tertentu yang mungkin akan terjadi di masa
yang akan datang. Jenis makanan tersebut diantaranya
mengandung phytohormon estrogen, seperti kacang kedelai atau pepaya.
Selain itu, jangan lupa mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin
D,seperti ikan tuna, salmon, minyak ikan, telur, dan susu. Meskipun vitamin
D sendir sebenarnya bisa diperoleh dari snar matahari yang dapat
diperoleh dengan mudah.
Pada dasarnya, kecukupan gizi pada usia menopause sama seperti
kecukupan gizi pasa kelompok usia yang lebih muda. Satu satunya
pengecualian adalah penurunan kebutuhan akan energi yang mengikuti
penambahan usia. Penyebanya adalah kegiatan fisik yang biasanya akan
menurun bersamaan dengan bertambahnya usia sehingga energi yang
dikeluarkan lebih sedikit. Selain itu, perubahan pada komposisi dan fungsi
tubuh menyebabkan penurunan BMR ( Basal Matabolic Rate ), perubahan
perubahan pada berat badan dan kompesisi berat organ tubuh dan
bertambahnya prekuensi penyakit.

Anjuran dalam mengkonsumsi makanan pada masa menopause

Nutrisi Anjuran

Makanlah lebih banyak karbohidrat kompleks, seperti biji-


biji utuh (whole grain), rot dan pasta( makaroni atau
spageti), kacang-kacangan, nasi, sayur, dan buah-
buahan. Kurangi mengunakan gula dan makanan yang
mengandung gula yng berlebih. Makanlah lebih banyak
Karbohidrat nakanan yang kaya akan fgizi.

Kurangiproten hingga tidak melebihi 15%dari jumlah


kalori. Dapatkan lebih banyak protein dari sumber- suber
Protein nabati dan kurangi dari sumber sumber hewani.
Kurangi jumlah konsumsi lemak tingga tidak melebihi 25-
30%dari jumlah kalori.seiring dengan pengurangan
konsumsi lemak, tingkatkan rasiolemak yang baik(tak
Lemak jenuh ganda)dan kurangi lemak tang buruk (jenuh).

Makanlah berbagai macam sayuran dan buah-buahan


Vitamin dan setiap hari. Susu,produk susu, brokoli, dan sayuran
mineral berdaun hijau adalah sumber kalsium.

Kebutuhan akan gizi (protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral) tidak


berkurang sewaktu seorang wanita menginjak usia lanjut, namun kebutuhannya
akan kalori berkurang. Oleh karena itu, sangat penting untuk memakan makanan
yang mengandung gizi tinggi dan menghindari makanan bergula dan berlemak
yang berkalori namun tidak bergizi.

Olahraga yang teratur mempertinggi kesanggupan untuk menghadapi stres


dandepresi. Hal itu menambah energi dan membantu agar berat badan
tidakbertambah. Tingkat kecepatan basal metabolisme lambat laun akan
menurunseraya usia bertambah, dan jika metabolisme tidak ditingkatkan
denganolahraga, kecenderungannya adalah lambat laun berat
badan bertambah.Yangpaling penting untuk diketahui para wanita bahwa
olahraga yang digabung dengan penambahan kalsium dapat meperlambat
timbulnya osteoporosis, yaitu keadaan tulang yang mengakibatkan keropok dan
kerapuhan.
Dengan menyadari bahwa menjaga dan merawat kesehatan adalah penting
untuk mempertahankan kualitas hidup, usia lanjut bukanlah menjadi suatu
hukunam tetapi kenikmatan.

3 Menghindari makanan tidak sehat


Setelah menopause apa makanan yang tidak boleh saya makan? Apa saya
masih boleh minum kopi, dok? Sudah sejak muda saya menyukai kopi.

Perubahan metabolisme yang dialami oleh wanita pada masa menopause


menjadikan perlu adanya perhatian dalam hal makanan. Anjuran yang benar
sangat diperlukan, karena banya pendapat yang salah tetapi diyakini
kebenarannya.
Kopi bukan jenis makanan beracun bagi wanita menopause, tetapi konsumsi kopi
berlebihan akan berdampak peroposan tulang. Konsumsi kopi berlebihan akan
menyebabkan kalsium dibuang dalam jumlah banyak bersama denagn kencing,
sehingga tubuh dapat menderita kekurangan kalsium, yang dalam jangka waktu
lama akan mengakibatnkan osteoporosis. Zat aktif dalam kopi juga mempunyai
efek diuretic yaitu merangsangsang pengeluaran kencing. Kebiasaan kurang
minum banayk dijumpai pada usia lanjut, sehingga konsumsi kopi yang
berlebihan akan memicu dehidrasi. Kopi juga mempunyai efek terhadap zat besi.
Minum kopi bersamaan drngan menkonsumsi makanan yang mengandung zat
besi, akan menghalangi penyerapan zat besi. Bagi wanita menopause penikmat
kopi, konsumsi masih dapat dilakukan dengan membatasi jumlahnya. Konsumsi
kopi yang sehat bagi wanita menopause tidak lebih dari 2 cangkir sehari.

Teh merupakan minuman yang sering dikatakan menyehtakan. Tetapi ada hal
dari teh yang perlu diketahui yaitu kandungan polifenolnya dapat mengahambat
penyerapan zat besi. Menurut penelitian, wanita menopause memiliki kadar zat
besi dalam tubuh yang rendah, sehingga konsumsi teh secara berlebihan akan
memperburuk keadaan. Bagi wanita menopause yang menggemari teh, minum
3-4 cangkir teh sehari tidak pada saat makan atau satu jam sesudah makan
ternyata tidak menimbulkan efek yang merugikan.

Gorengan, makanan berlemak tinggi dan menis ketiganya merupakan sumber


kalori yang harus dibatasi asupannya. Konsumsi ketiga bahan makanan tersebut
secara berlebihan akan menyebabkan kegemukan, peningkatan kadar gula
darah, kolesterol, dam trigliserida, yang selanjutnya akan menimbulkan berbagai
penyakit. Yanf termasuk golongan gorengan dan makanan berlemak tinggi
adalah kerupuk, rempeyek, nasi goreng, mi goreng, emping, kerecek, kuah
santan, bumbu kacang untuk sate, saus/dressing salad, dan makanan lain yang
diolah. Dimasak dengan minyak/mentega/ santan. Makanan tersebut sering
dianggap tidak mengandung tinggi kalori, padahal untuk sebuah kerupuk ukuran
kecil setara kalorinya dengan setengah buah apel ukuran sedang atau sepotong
papaya 100 gram. Demikian juga minuman jenis soft drink sering kali tidak
dipertimbangkan beban kalorinya. Rata-rata minuman jenis soft drink
menyumbangkan sekitar 115-125 kalori untuk setiap sajiannya, yang setara
dengan 75 gram nasi putih. Pola hidup yang salah tetapi banyak dilakukan yaitu
menghindari makan nasi untuk tujuan menurunkan berat badan, tetapi sebagai
kompensasi menanggulangi rasa lapar itu dengan menambah lauk. Padahal lauk
yang dimakan cenderung dimasak dengan menggunakan minyak, akibatnya
tubuh mendapat asupan kalori yang lebih tinggi.

Kurang minum sering menjadi penyebab kesulitan buang air besar atau buang
air ketas. Dengan meningkatnya usia, aktifitas fisik cenderung menurun sehingga
metabolisme juga menurun, akibatnya sensasi haus ikut menurun. Rendahnya
asupan cairan menyebabkan dehidrasi dengan gejala nyeri sendi/arthritis, kulit
terasa kering, migren, hipertensi. Enam sampai delapan gelas air sehari adalah
anjuran minum yang sehat.

Konsumsi garam dan protein berlebihan akan meningkatkan kehilangan kalsium


melalui kencing. Yang dimaksud garam tentu saja bukan hanya masakan yang
terlalu asin, tetapi juga garam yang telah meresap di dalam makanan misalnya
ikan asin, telur asin, sayur asin, kecap asin, keju, biscuit yang rasanya asin dan
emping yang ditaburi garam.

Makan di luar, dahulu merupakan acara khusus atau suatu acara perayaan.
Sekarang, kebiasaan makan di luar bukan suatu hal yang istimewa dan lebih
sering dilakukan, dempaknya pola makan menjadi tidak terkendali. Upaya yang
dapat dilakukan yaitu seperti: lebih baik memilih jus buah tanpa gula daripada
non diet soft drink. Lebih baik memesan makanan yang
direbus/dikukus/dipanggang jarena mengandung kalori dari lemak/minyak yang
rendah. Bila memesan salad, gunakan saus/dressing tidak lebih dari 1 sendok
makan. Sebagai menu penutup, lebih baik memesan buah daripada makanan
penutup yang mengandung krim (cream), kacang atau es krim. Menu makanan
perlu dibaca denfan cermat bila perlu tanyakan kepada pelayan sehingga
makanan yang dipesan sesuai dengan yang dimaksud. Bila porsi makan cukup
besar, tidak perlu ragu-ragu untuk berbagi makanan. Makanan yang disajikan
tidak harus dihabiskan, dalam hal ini tidak perlu merasa rugi bila tidak
menghabiskan makanan, tetapi sangat rugi bila kesehatan terganggu.
Kesehatan perempuan di masa menopause juga dapat tetap dipelihara melalui
pemanfaatan bahan makanan alami yang memiliki kandungan sediaan serupa
khasiat hormon estrogen. Salah satu bahan makanan alami itu adalah tempe.

Tempe yang dimasak dengan baik dan benar sangat bermanfaat bagi perbaikan
proses pembentukan sel tulang dan menghambat penyerapan tulang, memakan
tempe secara rutin dapat dipergukan sebagai upaya dini pencegahan gangguan
remodelling tulang. (Guru Besar Ilmu Obstetri dan Genekologi Fakultas
Kesehatan Universitas Padjadjaran Bandung, Achmad Biben).

Tempe mengandung superolsida destumase yang dapat menghambat kerusakan


sel dan proses penuaan. Dalam sepotong tempe terkandung berbagai unsur
yang bermanfaat bagi kesehatan. Seperti hieat arang, lemak, protein, serat,
vitamin, enzim, daidzen, serta isoflavon tipe 2 yang dapat berikatan dengan
reseptor hormon ekstrogen dalam tubuh dapat mengurangi keluhan
psikovasomotor khususnya semburan atau hentakan panas di dada
sebagaimana yang dialami perempuan saat memasuki masa menopause
(Achmad Biben).

Khasiat tempe bagi perempuan menopause sangat tergantung kepada proses


memasaknya. Dianjurkan agar tempe dimasak engan menu seperti sup, semur,
bacem hingga pepes. Dengan menu masakan seperti itu khasiat tempe seikit
sekali mengalami penurunan dibandinfkan jika dimasak dengan cara digoreng.

Mineral dan vitamin.


Disamping tempe, perempuan menopause sebaiknya juga memakan tahu, tauco,
susu kedelai, kacang tunggak, bengkuang, tokbi hingga biji-bijian seperti
gandum, wujen maupun biji bunga matahari.

Vitamin A, misalnya, bermanfaat bagi pertumbuhan dan kesehatan kulit, mata


dan mukosa. Vitamin B kopleks berguna untuk mencegah rasa lelah serta
menjaga stabilitas emosi. Sedangkan vitamin C dibutuhkan dalam menjaga
fungsi kolagen sehingga mngutangi keriput dan berfungsi menjaga kekebalan
tubuh dari infeksi dan alergi.

Kemudian vitamin D untuk mencegah osteoporosis dan vitamin E untuk


membantu mengurangi gejala panas serta psikologis. Sedangkan mineral
bermanfaat untuk menambah energi.

Mineral yang paling penting bagi perempuan menopause adalah kalsium.


Dibutuhkan setidaknya 1.000-1.500 mg kalsium setiap harinya. Hal lain yang
disarankan bagi perempuan menopause adalah memanfaatkan sinar matahari
pagi antara jam 07.30-08.30 serta sore antara jam 16.30-17.30. M pagi dan sore
tersebut mengandung ultraviolet yang dapat meningkatkan formasi tulang dan
mempertahankan remodeling tulang agar tetap sehat. Dan yang paling penting
adalah tidak merokok dan tetap berolahraga. Jalani hidup dengan gaya hidup
yang sehat alami sehingga dapat dilakukan pencegahan penyakit dan selalu
sehat

4 Pola makan sehat bagi menopause


Kalau pada menopause begitu banyak perubahan yang terjadi, lalu makanan
apa yang harus dimakan? Apa makanan yang harus dan yang tidak boleh
dimakan?.

Pola makan yang dianjurkan adalah gizi seimbang dengan frekuensi makan 3
kali makan utama/besar dan 2-3 kalu makan selingan/kecil. Frekuensi yang
sering mempunyai tujuan agar tidak terjadi kelaparan pada saat tertentu dan
kekenyangan disaat lain. Makan yang tidak teratur juga akan memicu keluhan
sakit lambung yang dikenal dengan sakit maag.

Porsi makan atau jumlah makanan yang dimakan untuk masing-masing orang
tidak bisa disamakan karena kebutuhan kalori seseorang dipengaruhi hal-hal
seperti tinggi badan, berat badan, aktivitas, penuakit yang diderita. Bagi tang
berat badannya sudah lebih dari normal tentu saja dianjurkan makan lebih sedikit
dari kebutuhannya, dengan tujuan menurunkan berat badan. Sebaliknya, bila
ingin meningkatkan berat badan harus mengkonsumsi makanan lebih dari
kebutuhan sehari-seharinya. Cara yang paling mudah untuk mengetahui asupan
makan sehari-sehari sudak sesuai dengan kebutuhan yaitu bila dalam waktu 3
bulan terakhir asupan makan relatif tidak ada perubahan. Sehingga, bagi yang
merencanakan suatu penurunan berat badan berarti asupan kalori masih tinggi.
Meskipun tidak makan malam, tetapi jika asupan diwaktu yang lain ditingkatkan
maka asupan kalori total sehari tetap saja tinggi. Misalnya makan sianf lebih
banyak, atau karena lapar, sebagai ganti makan malam adalah camilan/kue-kue
yang sealin tidak mengenyangkan malah kalori yang masuk tidak terkontrol.

Mengkonsumsi bermacam-macam jenis bahan makanan mempunyai manfaat


uang sangat besar, karena tubuh akan mendapatkan bermacam-macam zat gizi.
Di dunia tidak ada satu jenis makanan yang sempurna, sehingga untuk
mendapatkan zat gizi yang lengkap harus mengkonsumsi makanan bervariasi.
Oleh sebab itu, bagi yang hanya menyukai jenis makanan tertentu dan
dikonsumsi dalam kurun waktu yang cukup lama, tidak mustahil akan
kekurangan zat gizi tertentu adalah timbulnya penyakit, berlebih lagi pada masa
menopause diperlukan zat gizi yang lengkap.

5 Menjaga kesehatan otak dengan makan sehat


Memasuki usia 50 tahun, wanita menghadapi menopause dengan keluhan yang
tidak sedikit. Selain masalah menopause, terjadi juga perubahan pada fungsi
organ lain, termasuk pada otak. Kepikunan mungkin mulai muncul pada masa-
masa ini. Sebelum terjadi pikun, fungsi otak melalui suatu tahap kemunduran
yang disebut mild cognitif impairment (MCI). Proses perjalanan penyakit secara
alami akan berlangsung terus. Namun dengan gizi yang baik, menghindari rokok,
alkohol dan stres, serta berolahraga teratur dan cukup berekreasi peoses ini
dapat dihambat. Dalam menjaga kesehatan otak, perlu diwaspadai juga jangan
sampai terkena penyakit yang menyerang fungsi otak, misalnya stroke dan
diabetes melitus.
Kesehatan otak sangat dipengaruhi suplai darah ke otak. Buruknya suplai darah
ke otak dapat berakibat penurunan daya ingat. Penyebab hambatan suplai darah
bisa karena gangguan pembuluh darah (vaskuler). Indikator untuk menilai
kesehatan vaskuler adalah dengan mengukur kadar homosistein darah, kadar
homosistein yang tinggi menggambarkan kesehatan vaskuler yang terganggu.
Kadar homosistein darah yang tinggi disebut hiperhomosisteinemia,
penyebabnya adalah rendahnya kadar vitamin B6, folat, (B9), dan B12dalam tubuh.
Mengkonsumsi makanan sumber B6 (hati, ikan, daging ayam, ham, daging
lembu, telur, kacang-kacangan yang dikeringkan, pisang, alpukat, semangka,
kentang, wortel, beras, ginjal, jantung, kol dan susu), folat (sayuran hijau buah
dan kacang-kacangan yang dikeringkan) dan B12 (hati dan jerohan lain, ikan trout,
daging sapi, kepiting, daging domba, ikan tuna, daging lembu, telur, susu, yogurt,
keju, tiram dan ikan sarden), bermanfaat menjaga kesehatan vaskularisasi otak.
Masalahnya, pada 20-50% usia lanjut mengalami perubahan sel permukaan dan
fungsi lambung, sehingga penyerapan vitamin B12 sedemikian buruknya, maka
diperlukan pemberian vitamin B12 melalui suntikan.
Vitamin C (banyak terdapat alam sayuran hijau, seperti brokoli dan bayam serta
buah segar berwarna kuning/merah, seperti jambu klutuk, jeruk, tomat, anggur),
serta riboflavin atau vitamin B2 (banyak terdapat di ragi, susu, telur, kacang
tanah, kacang-kacangan, sayur berdaun hijau, daging tak berlemak), juga
berperan dalam mencegah penurunan daya ingat serta kemampuan berpiir
abstrak nonverbal.
Substrat lain yang sangat mempengaruhi kerja otak adalah gula darah. Kadar
gula darah normal diperlukan untuk metabolisme otak meliputi daya tangkap dan
daya ingat. Pada orang tua, metabolisme otak sangat rentan terhadap
perubahan kadar gula darah, ditambah lagi metabolisme gula darah otak juga
telah mengalami perubahan. Bahkan juka kadar gula darah sangat rendah
(hipoglikemia) atau sangat tinggi (hiperglikemia) dapat terjadi koma.

Antioksidan sebagai penghambat kerusakan sel tubuh jyga bermanfaat


mencegah kerusakan sel otak. Mengkonsumsi sumber vitamin E (kacang-
kacangan, sayur dan buah), merupakan suatu upaya mencegah penurunan daya
ingat.

Pada suatu penelitian di Meksiko, dibuktikan asupan cukup karbohidrat, serat,


vitami B6, C, E, beta karoten, besi (Fe) dan seng (Zn) memberikan hasil
penampilan kognitif yang lebih baik.
Dengan mengkonsumsi makanan dalam jumlah cukup dan jenos makanan yang
bervariasi diharapkan dapat memenuhi kebutuhan nutien yang diperlukan dalam
metabolisme dan kerja otak. Nutrien dalam bentuk suplemen kadang-kadang
diperlukan apabila sumber dari bahan makanan alami tidak dapat terpenuhi.

Zat gizi yang dapat membantu mengurangi keluhan menopause:


- Asam lemak omega 3, asam folat, dan vitamin D untuk mengikis
keluhan depresi. Sumber: ikan berlemak, whole grain, sayuran berdaun
hijau, jus jeruk, dan produk susu.
- Zat besi untuk menguranfi keluhan menstruasi berat. Sumber:
daging merah, kacang-kacangan bayam, kismis, sereak\l.
- Kalsium untuk mengurangi keluhan hot flashes. Sumber: susu
rendah lemak dan produk olahannya, sayuran berdaun hijau, ikan kaleng,
ikan teri.
- Vitamin D dan kalsium untuk mengurangi keluhan osteoporosis.
Sumber: ikan berlemak, tuna, salmon, sarin, dan lain-lain, susu rendah
lemak dan hasil olahannya, sayuran berdaun hijau, ikan kaleng.
-

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpul
Gizi adalah elemen yang terdapat dalam makanan dan dapat
dimanfaatkan secara langsung ol eh tubuh seperti halnya karbohidrat,
protein, lemak, vitamin, mineral, dan air. Gizi yang seimbang dibutuhkan
oleh tubuh, terlebih pada balita yang masih dalam masa pertumbuhan.
Dimasa tumbuh kembang balita yang berlangsung secara cepat dibutuhkan
makanan dengan kualitas dan kuantitas yang tepat dan seimbang.
Fertilitas adalah kemampuan seorang istri menjadi hamil dan suami
bisa menghamili. Sedangkan Infertilitas (pasangan mandul) adalah
pasangan suami istri yang telah menikah selama satu tahun dan sudah
melakukan hubungan seksual tanpa menggunakan alat kontrasepsi, tetapi
belum memiliki anak.
Kesuburan seseorang dapat dipengaruhi oleh faktor keturunan dan
faktor usia, juga dipengaruhi oleh gizi kedua pasangan, faktor gizi ini
mempunyai peran sangat penting dalam mendukung kesuburan.
Hubungan antara gizi dan kesuburan wanita dapat dipengaruhi oleh
kekurangan gizi / nutrisi, diet rendah lemak, diet vegetarian atau
kegemukan / obesitas.
Faktor-faktor yang mempengaruhi infertilitas antara lain : factor usia,
faktor berat badan dan aktivitas olah raga yang berlebihan, frekuensi
hubungan seksual, lingkungan, gizi dan nutrisi : terutama kekurangan
protein dan vitamin tertentu dan stres psikis.
Terdapat beberapa cara menghindari infertilisasi seperti : Jauhkan
stress, hindari penyakit kelamin, hindari ketergantungan zat dsb.

3.2 Saran
Dengen adanya makalah ini di harapkan pengetahuan ibu harus luas
mengenai pemahaman tentang gizi yang berhubungan dengan
kesuburannyan dan seorang ibu harus bisa mengatur / memilah-milah
makanan untuk kesuburan.