Anda di halaman 1dari 12

KERANGKA ACUAN KERJA

REVIEW DESIGN D.I. DERAS II (BENDUNG AUR)

1. Latar Belakang
Dalam rangka mewujudkan kedaulatan pangan melalui kebijakan Pemerintah, salah
satunya adalah dengan membuka 1 juta hektar lahan sawah baru di luar Pulau Jawa.
Untuk menunjang pembukaan lahan sawah baru tersebut diperlukan sarana irigasi yang
merupakan komponen pendukungnya.

Salah satu tugas pokok Bidang Pengairan, Dinas PU Cipta Karya, Tata Ruang dan
Pengairan Kabupaten Musi Rawas adalah melakukan upaya rehabilitasi sarana
prasarana irigasi. Upaya tersebut dapat dilakukan dengan cara merehabilitasi bendung
berikut jaringan irigasinya.

Daerah Irigasi Deras II seluas 928 Ha, daerah irigasi ini mempunyai 2 bendung sebagai
sumber air irigasi yaitu bendung Moyan dan Bendung Aur dibangun Tahun 1984/1985
dan 1987/1988. Secara administrasi daerah irigasi ini meliputi wilayah Desa Sumber
Harta, Kecamatan Sumber Harta. Sumber air bendung Aur berasal dari Sungai Deras.
Pemanfaatan air pada Bendung Aur tidak hanya untuk irigasi tetapi untuk Air Minum
(BLU SPAM) dan untuk wisata air, oleh karena itu pasokan air pada intake bendung Aur
menjadi berkurang. Melalui kegiatan Review Design ini diharapkan dapat mencari
alternatif sumber air baru yang mampu mensupply air ke bendung Aur sehingga sistem
irigasi dapat berjalan secara optimal, kebutuhan masyarakat untuk air minum dapat
terpenuhi dan pemanfaatan air sebagai objek wisata Bendung Aur dapat dimaksimalkan.

2. Maksud dan Tujuan


Maksud dari pekerjaan Review Design D.I. Deras II (Bendung Aur) adalah:
Melakukan survey sumber air yang ada di daerah studi.
Melakukan inventarisasi kondisi bendung yang ada (eksisting).
Melakukan review design secara lengkap terhadap keseluruhan komponen
bendung.
Mencari alternatif sumber air untuk menambah supply air pada bendung Aur
Melakukan review design secara lengkap terhadap kondisi jaringan pengairan yang
ada.
Melakukan kajian terhadap kesesuaian lahan untuk tanah pertanian
Melakukan kajian terhadap kualitas air untuk pertanian
Melakukan perhitungan rencana anggaran biaya dan spesifikasi teknis.

Sedangkan tujuan pekerjaan ini adalah:


Mendapatkan data kondisi fisik yang ada (eksisting).
Mendapatkan layout/perencanaan rehabilitasi bendung pada posisi yang efisien dan
memenuhi persyaratan teknis.
Mendapatkan design bangunan dan saluran yang sesuai dengan kebutuhan yang
ada dan memenuhi persyaratan teknis.
Mendapatkan design saluran suplesi sesuai dengan kebutuhan yang ada dan
memenuhi persyaratan teknis.
Mendapatkan data kesesuaian lahan dan kualitas air untuk pertanian
Mendapatkan dokumen tender pekerjaan fisik yang siap lelang.

3. Sasaran
Sasaran yang ingin dicapai dari pekerjaan ini adalah :
tersusunnya dokumen perencanaan yang siap lelang
Optimasi pemanfaatan Sumber Daya air yang ada
Terwujudnya suatu jaringan irigasi teknis yang memadai dan efisien sehingga
dapat menunjang program peningkatan produksi pangan.

4. Lokasi Pekerjaan
Lokasi pekerjaan Review design D.I. Deras II (Bendung Aur) ini berada di Kecamatan
Sumber Harta, Kabupaten Musi Rawas.

1
Kerangka Acuan Kerja (KAK)
Review Design D.I. Deras II (Bendung Aur)

5. Sumber Pendanaan
Kegiatan ini dibiayai dari sumber pendanaan APBD Kab. Musi Rawas Tahun Anggaran
2017 pada SKPD Dinas PU Cipta Karya, Tata Ruang dan Pengairan Kabupaten Musi
Rawas sebesar Rp. 289.500.000,- (Dua ratus delapan puluh sembilan juta lima ratus
ribu rupiah) termasuk PPN.

6. Nama dan Organisasi Prengguna Jasa


Nama organisasi yang menyelenggarakan/melaksanakan pengadaan jasa konsultansi:
SKPD : Dinas PU Cipta Karya, Tata Ruang dan Pengairan Kabupaten Musi Rawas
PPK : Perri Putra, SST

7. Data Dasar
Pengumpulan data eksisting termasuk rencana pengembangan wilayah sungai dan
RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) yang mencakup tetapi tidak terbatas pada hal-hal
sebagai berikut:
Peta dasar skala 1: 25.000
Peta citra satelit
Peta tata guna lahan
Peta RTRW
Data Pola dan Rencana Pengelolaan SDA
Data Topografi, Geologi, dan Geoteknik ;
Data Hidrologi;
Data Sumber Material Konstruksi;
Data Bangunan Hidrolik eksisting ;
Transportasi ;
Agronomi dan Agro-ekonomi ;
Sosial Ekonomi ;
Lingkungan;
Infrastruktur ;

8. Standar Teknis
Metode, Spesifikasi dan Tata Cara Bagian 8 : Bendung, Bendungan, Sungai,
Irigasi dan Pantai
Kriteria Perencanaan 01 Tahun 2013 Bagian Perencanaan Jaringan Irigasi
Kriteria Perencanaan 02 Tahun 2013 Bagian Bangunan Utama
Kriteria Perencanaan 03 Tahun 2013 Bagian Saluran
Kriteria Perencanaan 04 Tahun 2013 Bagian Bangunan
Kriteria Perencanaan 05 Tahun 2013 Bagian Petak Tersier
Kriteria Perencanaan 06 Tahun 2013 Bagian Parameter Bangunan
Kriteria Perencanaan 07 Tahun 2013 Bagian Standar Penggambaran
Kriteria Perencanaan 09 Tahun 2013 Bagian Standar Pintu Pengatur Air Irigasi
Spesifikasi Teknis
BI 01, 02, dan 03 Gambar Tipe dan Standar Bangunan Irigasi
Persyaratan Teknis 01 Bagian Perencanaan Jaringan Irigasi
Persyaratan Teknis 02 Bagian Pemetaan Topografi
Persyaratan Teknis 03 Bagian Penyelidikan Geoteknik
Persyaratan Teknis 04 Bagian Penyelidikan Model Hidrolis
Permen PU No. 04/PRT/M/2009 tentang Sistem Jaminan Mutu;
SNI 19-6724, 2002 Tata Cara Pengukuran Kontrol Horizontal dan SNI 19-6988,
2004 Tata Cara Pengukuran Kontrol Vertikal;

9. Referensi Hukum
Referensi hukum sebagai acuan dalam kegiatan ini meliputi:
1. Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
2. Undang Undang No. 11 Tahun 1974 tentang Pengairan.
3. Undang Undang No. 18 Tahun 1999 Tentang Jasa Konstruksi ;
4. Undang Undang No. 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara ;
5. Undang Undang No. 1 Tahun 2004 Tentang Perbendaharaan Negara ;
6. Undang Undang No. 32 Tahun 2010, tentang Perlindungan dan Pengelolaan
Lingkungan Hidup ;
2
Kerangka Acuan Kerja (KAK)
Review Design D.I. Deras II (Bendung Aur)

7. Undang-undang No 2 Tahun 2012 Tentang Pengadaan Tanah bagi Pembangunan


untuk Kepentingan Umum;
8. Peraturan Pemerintah RI No. 27 Tahun 1999 tentang AMDAL
9. Peraturan Pemerintah No. 20 Tahun 2006 tentang Irigasi.
10. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum nomor 32/PRT /2007 tentang Pedoman
Operasi Pemeliharaan Irigasi
11. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum nomor 33/PRT /2007 tentang
Pedoman Pemberdayaan P3A/GP3A/IP3A
12. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 70 Tahun 2012 tentang Perubahan
Kedua Atas Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 2010 tentang
Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.
13. Peraturan Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP)
Nomor 14 Tahun 2012 tentang Petunjuk Teknis Peraturan Presiden Republik
Indonesia Nomor 70 Tahun 2012 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan
Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.
14. Peraturan Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP)
Nomor 15 Tahun 2012 tentang Standar Dokumen Pengadaan Barang/Jasa
Pemerintah.

10. Lingkup Kegiatan


Lingkup kegiatan yang harus dilaksanakan dalam melaksanakan Review design D.I.
Deras II (Bendung Aur) terdiri dari:
1. Pekerjaan Pendahuluan
1.1. Menyusun Rencana Mutu Kontrak (RMK)
Menyusun Rencana Mutu Kontrak (RMK) sebagai acuan konsultan dalam
pelaksanaaan pekerjaan dan juga sebagai alat kontrol bagi pengguna jasa.
Rencana Mutu Kontrak diasistensikan dan disetujui oleh Tim yang dibentuk
oleh Kepala Dinas PU Cipta Karya, Tata Ruang dan Pengairan Kabupaten
Musi Rawas.

1.2. Pengumpulan Data Sekunder


Meliputi data kondisi eksisting serta pengumpulan data sosial, ekonomi
lingkungan dan data teknis untuk melakukan orientasi terhadap lokasi
bendung, yang terdiri dari:
- Peta topografi catchment area (daerah aliran sungai).
- Bangunan sungai dan sarana prasarana yang ada.
- Fasilitas yang ada di sekitar lokasi bendung.
- Tata guna lahan sekitar.
- Batas administratif, kependudukan desa/kelurahan dan kecamatan.
- Data hidrologi (stasiun curah hujan, data curah hujan dan lainnya).
- Penggunaan air sungai dan kebutuhan air.
- Sosial masyarakat.
- Masalah-masalah di daerah aliran sungai.
Hasil pengumpulan data sekunder ini dituangkan dalam Laporan
Pendahuluan.

1.3. Survey Pendahuluan dan Kajian Awal


Survey ini dilakukan setelah mempelajari peta-peta yang ada hasil dari
tahapan pengumpulan data sekunder.
Maksud dari survey ini untuk mendapatkan gambaran lebih jelas mengenai
kondisi kerusakan jaringan irigasi eksisting dan memperkirakan potensi
peningkatan fungsi jaringan irigasi untuk masa yang akan datang. Dari survey
ini akan didapatkan antara lain:
- Lokasi (administratif, koordinat, nama sungai dan lainnya).
- Menentukan batas lokasi pengukuran dan titik referensi topografi.
- Inventarisasi kerusakan jaringan irigasi dan usulan perbaikannya
- Perkiraan luas dan kondisi calon genangan
- Perkiraan manfaat yang diperoleh dari desain jaringan irigasi yang baru
- Kepemilikan lahan lokasi jaringan irigasi.
- Dan lainnya yang digunakan sebagai bahan pertimbangan pemilihan
lokasi.

3
Kerangka Acuan Kerja (KAK)
Review Design D.I. Deras II (Bendung Aur)

Menjadi hal yang sangat penting dalam pekerjaan review design adalah
bagaimana mengenali kerusakan dengan pandangan mata, pengkajian
atau dengan investigasi.

1.4. Tinjauan Ulang Perencanaan Terdahulu.


Tahap selanjutnya adalah melakukan peninjauan ulang (review) terhadap
perencanaan terdahulu yang meliputi: pengecekan data penunjang
(topografi, geologi/mekanika tanah , hidrologi, sedimen dll), pengecekan
analisa data dan analisa perhitungan, dan yang terakhir pengecekan gambar
perencanaan.
Proses pengecekan data penunjang dimaksudkan untuk mencari :
Kesalahan data.
Kekurangan data
Proses pengambilan data keliru.

Hasil survey pendahuluan dan kajian awal dituangkan dalam Laporan


Pendahuluan untuk dilakukan pembuatan pra layout yang kemudian akan
dilakukan tahapan perencanaan berikutnya.
Setelah pra layout bendung disetujui oleh Tim Teknis dan PPK, selanjutnya
barulah Konsultan dapat melanjutkan survey lapangan secara detail.

2. Survey Lapangan
Untuk melengkapi atau memperoleh data-data dan informasi yang diperlukan
untuk perencanaan maka perlu dilakukan survey detail di lapangan dengan
menggunakan alat-alat yang disesuaikan dengan kebutuhan.
Survey lapangan yang akan dilaksanakan meliputi:
2.1. Pengukuran dan Penggambaran Topografi
2.1.1. Pengukuran Topografi (Pemetaan Situasi)
(1) Peta dasar
Sebagai Peta Dasar dipakai peta topografi dalam skala 1:50.000
dari Bakosurtanal atau peta lainnya yang setara atau lebih, peta
tersebut dianggap dapat memberikan gambaran umum bentuk
topografi dan batas vegetatif maupun morfologi daerah studi yang
cukup memadai sebagai patokan dalam melakukan survey
topografi.

(2) Pengukuran Pengikatan


Pengukuran pengikatan dimaksudkan untuk mendapatkan titik-titik
referensi posisi horizontal dan posisi vertikal. Apabila dilokasi
pekerjaan sudah ada titik referensi berupa benchmark, maka untuk
penambahan benchmark baru diikat terhadap referensi tersebut.
Titik referensi yang dipergunakan adalah koordinat atau elevasi dari
benchmark yang berada disekitar lokasi pengukuran misalnya titik
triangulasi NWP atau BM lainnya atas persetujuan Pejabat
Pembuat Komitmen. Pemasangan BM dan CP baru dipasang
ditempat yang aman, stabil serta mudah dicari, BM dan CP harus
diberi no/kode yang jelas dan tahan lama. Apabila belum ada titik
BM maupun referensi lainnya, maka koordinat referensi dapat
ditetapkan dengan hasil pembacaan alat GPS.

(3) Setiap alat ukur Water Pass dan Theodolit yang akan digunakan
harus dicek dan disetujui oleh direksi/PPK

(4) Pengukuran Kerangka Dasar Horizontal (Polygon)


Kerangka dasar horizontal merupakan jalur patok dasar pengukuran
Bench Mark (BM) dan Control Point (CP) yang akan digunakan
untuk mendapatkan posisi horizontal pengukuran selanjutnya,
dengan ketentuan sebagai berikut:
- Pengukuran harus menggunakan poligon tertutup dengan
menggunakan bacaan satu seri.(biasa dan luar biasa),
kesalahan pengukuran sudut poligon tidak lebih dari 10n,
dimana n adalah jumlah titik poligon.

4
Kerangka Acuan Kerja (KAK)
Review Design D.I. Deras II (Bendung Aur)

- Pengukuran sudut-sudut poligon harus menggunakan alat


Theodolit tipe T2 atau T3 dengan ketelitian 1" atau 0,2".

(5) Pengukuran Kerangka Dasar Vertikal (Levelling)


Kerangka dasar vertikal diperoleh dengan melakukan pengukuran
sipat datar pada titik-titik jalur polygon tertutup atau terikat
sempurna.
Dimaksudkan untuk mendapatkan jaringan vertikal pada kerangka
pemetaan. Pengukuran beda tinggi dilakukan double stand dan
pergi pulang. Seluruh ketinggian di traversenet (titik-titik kerangka
pengukuran) telah diikat terhadap BM. Toleransi salah penutup
maksimum yang diijinkan adalah 10"d (mm), dimana d adalah
jumlah jarak dalam Km.

Pengukuran harus ada nivo rambu. Pengukuran levelling harus


dilakukan dengan menggunakan alat waterpass automatis seperti
NAK.2 atau Ni.2 atau yang sederajat ketelitiannya.

(6) Pengukuran Situasi Detail/Rincian


- Pengukuran situasi detail khususnya dimaksudkan untuk
mendapatkan gambaran dari bentuk terrain channel alignment
yang sebenarnya. Semua detail lapangan yang tampak
(alamiah atau buatan), seperti rumah, fasilitas lain, tebing alur
sungai, batas sawah, tegalan, desa, bukit, anak sungai, saluran
irigasi serta bangunan-bangunan lain yang berada/sekitar site
bendung eksisting dan genangan harus diukur dengan teliti dan
benar.
- Pengukuran dilakukan dengan Tachymetri dengan system
pengambilan titik-titik detail secara "raai" atau "Polar".
- Ketinggian dan garis tebing alur sungai serta endapan sedimen
disekitar bendung eksisting diukur detailnya dengan kerapatan
titik sekitar 510meter. Pengambilan titik tersebut diatas diukur
dengan cara pengikatan terhadap titik-titik polygon yang telah
diketahui posisi koordinatnya.
- Khususnya untuk bangunan yang berada sekitar site bendung
eksisting harus dilakukan pengukuran situasi dan profil
melintang/rnemanjang.
- Hal lain yang penting diperhatikan adalah elevasi mercu
bendung, ketinggian ambang pintu penguras dan pengambilan,
elevasi dekzerk dan elevasi penting lainnya harus disipat datar
dengan tepat.

(7) Pengukuran Penampang Melintang dan Memanjang


- Pengukuran penampang memanjang dan melintang dilakukan
di sepanjang sungai sekurang-kurangnya 1 (satu) km ke hilir
dari as bendung eksisting dan 1 (satu) km ke hulu dari as
bendung eksisting atau perkiraan elevasi genangan.
- Lebar tampang melintang yang diukur sekurang-kurangnya 50
meter dari tepi alur sungai ke kiri dan ke kanan.
- Pengukuran alur sungai harus mencakup perkiraan terjadinya
perubahan regime sungai akibat pembangunan bendung, baik
ke arah hulu maupun ke arah hilirnya.
- Arah tampang melintang sedapat mungkin tegak lurus terhadap
as sungai, pengukuran pada puncak tebing sungai dan
dasarnya dikerjakan seteliti mungkin agar profilnya dapat
digambarkan dengan jelas dan benar.
- Titik detail profil alur sungai diukur dengan kerapatan jarak
antara maksimum 10 meter dan beda tinggi maksimal 1 meter.
- Pengukuran tampang melintang dilakukan dengan cara
Tachimetry.

Khusus dalam pelaksanaan pengukuran situasi sungai dan site


bangunan utama, Konsultan dapat melakukan penyesuaian
dengan batas kondisi alam sebagai berikut:
5
Kerangka Acuan Kerja (KAK)
Review Design D.I. Deras II (Bendung Aur)

a. Pengukuran situasi sungai


Sepanjang 2,00 km dengan 1,00 km ke hulu dan 1,00 km
ke hilir dari rencana as bangunan utama.
Sepanjang 250 m ke kiri dan 250 m ke kanan as sungai

b. Pengukuran site bangunan utama


Lebar sungai 20<B<40; skala 1:200
Lebar sungai B>40 m; skala 1 : 500
Patok dipasang tiap jarak profil 25 m, dan tiap jarak profil 5
m untuk sekitar bendung sepanjang 25 m ke hulu dan 25 m
ke hilir.

2.1.2. Penggambaran Peta Situasi


(1) Semua gambar termasuk besar dan ketebalan garis harus sesuai
dengan Standar Perencanaan Irigasi, Ditjen Air, Desember 1986
(KP-07).
(2) Semua gambar harus di atas kertas kalkir, ukuran A-1 (594x841
mm).
(3) Peta Situasi dibuat dalam skala 1:1.000 atau 1:2.000

2.2. Pengumpulan Data Hidrologi


Pekerjaan pengumpulan data hidrologi dimaksudkan untuk mengumpulkan
data curah hujan dan iklim dari stasiun hujan dan iklim terdekat guna dianalisa
dan dievaluasi sesuai dengan kebutuhan perencanaan pembangunan daerah
irigasi.
Stasiun curah hujan dan iklim yang ada di dalam DAS dan sekitarnya (lokasi
dan panjang pencatatan) disampaikan kepada Direksi untuk ditentukan yang
akan digunakan pada studi ini dan mendapat persetujuan tertulis. Data-data
hidrologi dapat diperoleh dari Dinas PU Cipta Karya, Tata Ruang dan
Pengairan Provinsi, unit Hidrologi BBWS VIII dan lain-lain. Sedangkan data-
data yang belum tersedia dapat diperoleh dari instansi terkait lainnya baik
yang ada di daerah maupun ada di pusat.
Data-data hidrologi yang perlu dikumpulkan serta kegunaannya adalah
sebagai berikut:
a. Data iklim dan lainnya
Pengumpulan data iklim dan yang lain (terbaru) selama minimum 5 tahun
berturut turut dari stasiun iklim terdekat.

b. Data curah hujan


Pengumpulan data curah hujan harian maksimum sekurang-kurangnya
selama 10 tahun berturut-turut dari stasiun yang terdekat yang telah
mendapat persetujuan Direksi.
Data curah hujan maksimum selanjutnya akan dipakai sebagai dasar
dalam penentuan debit banjir daerah yang bersangkutan.

2.3. Survey Mekanika Tanah


Pada kegiatan ini secara simultan akan dilakukan pengambilan contoh tanah
atau sample yang akan diuji lebih lanjut di laboratorium. Dari hasil uji
laboratorium ini diperoleh paramater-parameter sifat fisik dan mekanis, sifat-
sifat tanah bawah permukaan tanah, yang nantinya bermanfaat bagi konsultan
dalam menentukan tipe pondasi bangunan air yang cocok dengan keadaan
tanah setempat.
Uji mekanika tanah ini dilakukan pada lokasi rencana saluran suplesi dengan
menggunakan hand bor dengan kedalaman 3-5 m sebanyak 2 titik.

Contoh-contoh tanah yang diambil dari lapangan dibawa ke laboratorium


untuk diuji guna mendapat besaran-besaran sifat karakteristik fisik dan
mekanika tanah. Pengujian tanah harus dilakukan untuk jenis contoh tanah
tidak terganggu (undisturbed sample). Pengujian laboratorium harus dilakukan
di laboratorium resmi yang terakreditasi. Daftar pengujian contoh tanah di
laboratorium ditunjukkan pada tabel hasil uji laboratorium.

6
Kerangka Acuan Kerja (KAK)
Review Design D.I. Deras II (Bendung Aur)

2.4. Survey Tanah Pertanian


Pengamatan detail, dilakukan hand bor dengan kedalaman 1.5 m, sebanyak 4
titik. Deskripsi profil penuh, dilakukan menurut pedoman yang diterbitkan oleh
FAO (1990), untuk mengetahui tingkatan tanah.

Pengambilan sampel tanah dilakukan untuk melihat dan menilai status


kesuburan tanah, disesuaikan dengan keadaan fisiografi, bahan induk dan
satuan taxonomi tanahnya serta bahan uji lanjutan di laboratorium.

Kegiatan survei tanah pertanian dilakukan bertujuan untuk mendapatkan


informasi kesesuaiain peruntukan lahan dengan cara pemetaan tanah dalam
hubungannya dengan perencanaan penggunaan lahan, penyelidikan berupa
uraian tanah dan perbedaan tanah akiibat pengaruh faktor pembentukan
tanah terhadapklasifikasi kesesuaian lahan untuk irigasi.

Selain itu perlu dilakukan uji kualitas air untuk mengetahui sumber air tersebut
layak digunakan untuk keperluan pertanian.

2.5. Survey Sosial Ekonomi Pertanian


Survei data sosiologi dan sosial ekonomi yang terdiri dari kondisi demografi,
mata pencaharian, penggunaan air, bahan pangan, data transmigrasi dan data
statistik terkait lainnya; serta kondisi Agronomi dan Agro-ekonomi masyarakat;

Pekerjaan ini meliputi kegiatan-kegiatan sebagai berikut :


1. Mengadakan survey dan inventarisasi perkembangan sosial penduduk.
2. Mengadakan survey dan inventarisasi keadaan agronomi.
3. Mengadakan survey dan inventarisasi keadaan ekonomi masyarakat.
4. Melakukan survey kelembagaan.
5. Melaksanakan identifikasi lingkungan.

3. Pengolahan dan Analisa Data Lapangan


Setelah survey lapangan dan pengumpulan data sekunder selesai dilakukan,
maka melakukan pengolahan data-data yang diperoleh untuk dianalisa sehingga
hasilnya dapat digunakan dalam perencanaan. Alternatif perencanaan perlu
dilakukan untuk mendapatkan hasil perencanaan yang efektif dan efisien. Setiap
alternatif yang ditawarkan harus memenuhi dari segi topografi, hidrologi, mekanika
tanah, serta sosial ekonomi dan lingkungan. Pengolahan dan analisis data yang
dilakukan meliputi:

3.1. Analisa Hidrologi


Data hidrologi yang dikumpulkan berupa data curah hujan dan iklim dari
stasiun hujan dan iklim, selanjutnya dilakukan beberapa analisa perhitungan
sebagai berikut:.
a. Perhitungan debit banjir yang akan dipakai sebagai parameter desain
bangunan utama.
b. Perhitungan nilai debit andalan (dependable flow, Q-80%).
c. Perhitungan kebutuhan air irigasi.

3.2. Analisa Mekanika Tanah


Analisa mekanika tanah dilakukan pada lokasi rencana saluran suplesi.
Analisa ini memberikan gambaran seluas-luasnya tentang kondisi mekanika
tanah yang diperlukan untuk perencanaan, menentukan kekuatan daya
dukung tanah tempat bangunan akan didirikan. Detail perencanaan bangunan
yang akan dibangun harus dipastikan kondisi geologi teknik tanahnya
memungkinkan.

3.3. Analisa Kesesuaian Lahan


Hasil interpretasi terhadap data sumberdaya lahan yang telah dikumpulkan
dalam bentuk kesesuaian lahan. Kesesuaian lahan mengandung pengertian
tentang kecocokan dari sebidang lahan untuk penggunaan tertentu,
sementara evaluasi lahan merupakan proses untuk menaksir tingkat
kesesuaian lahan tersebut (FAO, 1976). Oleh karena itu, dalam rangka
penataan lahan untuk memperbaiki fungsi ekologi dan hidrologi DAS,
dilakukan evaluasi jenis tanaman yang sesuai di daerah survei. Evaluasi lahan
7
Kerangka Acuan Kerja (KAK)
Review Design D.I. Deras II (Bendung Aur)

dalam laporan ini hanya ditujukan untuk mengevaluasi setiap satuan peta
tanah (SPT) yang terdapat di daerah survei.

Evaluasi kesesuaian lahan dilakukan pada setiap satuan peta tanah untuk
tiap-tiap tanaman yang diusulkan. Penilaian kesesuaian tanaman ini mengacu
pada jenis karakteristik lahan dan jenis tanaman yang dievaluasi. Masing-
masing tanaman memiliki persyaratan tumbuh yang berbeda-beda, sehingga
hasil evaluasi lahan akan muncul beberapa kelas kesesuaian lahan.Tujuan
dari evaluasi kesesuaian lahan ini adalah untuk mendapatkan suatu kerangka
yang digunakan sebagai dasar dalam membuat suatu model pengelolaan
lahan dalam D.I serta untuk menghindari penggunaan lahan yang salah dan
kerusakan sumberdaya lahan. Penilaian kesesuaian lahan dinilai berdasarkan
karakteristik lahan dan persyaratan tumbuh masing-masing tanaman.
Kemudian dilakukan penilaian kelas kesesuaian pada tingkat ordo (sesuai = S
dan tidak sesuai = N).

4. Detail Desain
Kegiatan detail desain meliputi hal-hal sebagai berikut:
a. Menghitung dimensi bangunan yang aman secara konstruksi, efektif, efisien
dan dapat dipertanggungjawabkan.

b. Semua hasil perhitungan harus dimasukkan dalam catatan desain (laporan


Nota Desain) yang memuat antara lain:
Parameter desain yang dipakai untuk saluran dan bangunan (koefisien
kekasaran, beban, tegangan).
Contoh perhitungan hidrolik untuk saluran dan sadap, dengan tabel
untuk semua saluran dan sadap.
Perhitungan desain bangunan (catatan desain oleh ahli teknik /insinyur)
Hal-hal lain jika diminta dan disetujui oleh Direksi/Pemilik pekerjaan.
Teori tentang desain tidak perlu diberikan, tetapi cukup dengan menyebutkan
referensi buku atau tabel tersebut diambil.

c. Pembuatan gambar-gambar detail bangunan utama, bangunan pelengkap,


saluran, serta bangunan lainnya yang diperlukan, mengikuti Standar
Perencanaan Irigasi (KP) antara lain:
o Tampang memanjang dan situasi digambar dalam satu lembar
kertas A 1 dengan ketentuan:
i. Situasi skala 1:2.000
ii. Tampang memanjang skala horisontal 1:2.000 dan skala vertikal 1:100
untuk daerah datar, atau 1:200 untuk daerah yang mempunyai
terrain curam atau bervariasi.
o Tampang melintang digambar pada kertas A.1 dengan ketentuan:
i. Skala Panjang 1:100 atau 1:50
ii. Skala Tinggi 1:100 atau 1:50
o Gambar Bangunan
Semua bangunan air pada jaringan irigasi harus digambar dalam skala
1:100 dan 1:50.

5. Analisa Biaya Konstruksi (Cost Estimate)


Lembar perhitungan volume pekerjaan (BOQ) agar dirinci untuk seluruh item
pekerjaan. Khusus untuk back up volume bangunan air harus disediakan skets
yang jelas.
Dalam menghitung RAB, setiap item pekerjaan dihitung dengan Analisa Harga
Satuan Pekerjaan (AHSP) terbaru yang dikeluarkan oleh Kementerian Pekerjaan
Umum. Bila dipandang penggunaan alat-alat berat (mekanis) lebih
menguntungkan, maka analisa harga satuan menggunakan cara mekanis.
Selanjutnya dari keseluruhan item pekerjaan konstruksi, harus dibuatkan
spesifikasi teknisnya masing-masing. Hal ini dimaksudkan untuk membantu PPK
dalam melakukan kontrol kualitas terhadap pelaksanaan pekerjaan fisik nantinya.
Keseluruhan hasil lingkup kegiatan ini, konsultan diminta untuk menyusun dalam
format Laporan Engineers Estimate dan Spesifikasi Teknis.

8
Kerangka Acuan Kerja (KAK)
Review Design D.I. Deras II (Bendung Aur)

6. Analisa Finansial
Analisis Finansial adalah memberikan keuntungan proyek dari pandangan individu
seperti petani, perusahaan swasta, koperasi, proyek, dan sebagainya. Sedangkan
Analisis Ekonomi adalah memperkirakan keuntungan proyek dari pandangan
umum dan pandangan nasional secara keseluruhan. Kegiatan ini dilakukan
dengan membandingkan manfaat dalam situasi tanpa proyek dan manfaat dalam
situasi dengan proyek.

Setelah manfaat dan biaya proyek diidentifikasi, dihitung, dan dinilai dari berbagai
alternative usulan proyek, kemudian dapat ditentukan alternative
usulan terbaik. Untuk memilih alternative terbaik dari berbagai usulan proyek,
artinya arus biaya dan manfaat yang berbeda-beda di masa yang akan dating,
dilakukan dengan perhitungan diskonto dan berdasar pada 3 pendekatan yaitu :
Manfaat Netto Sekarang (Net Present Value/ NPV), Tingkat Pengembalian Internal

7. Manual OP
Pembuatan pedoman O&P harus meliputi hal-hal sbb:
a. Prosedur operasi meliputi:
Prosedur perencanaan tanam (luas, jenis, intensitas tanaman, kebutuhan air
tanaman, ketersediaan debit andalan, dll)
Rencana tata tanam dan persetujuannya (melibatkan P3A dan dinas PU dari
pengairan sampai dengan cabang dinas)
Rencana pembagian air
Operasi musim hujan (prosedur, tindakan selama hujan lebat dll)
Operasi musim kemarau
Prosedur operasi bangunan utama (operasi pintu pengambilan, pintu
penguras, kantong lumpur dll)
Prosedur operasi pengatur besar (operasi pintu, pengukur debit, dll)
b. Prosedur pemeliharaan meliputi:
Inspeksi pemeliharaan
Pemeliharaan rutin (uraian pekerjaan dan penugasan, perencanaan
pemeliharaan rutin, dll)
Pemeliharaan berkala (prosedur dan penugasan, rencana jangka panjang,
pembuangan lumpur, perawatan periodic pintu dan bangunan ukur dll)
Prosedur perbaikan darurat
Sarana operasi dan pemeliharaan yang dipelihara
c. Tindakan darurat (kriteria keadaan darurat banjir, pemberitahuan darurat dan
penugasan pegawai, system komunikasi, logistic, prosedur penutupan saluran
dll)
d. Organisasi dan personalia (organisasi O & P, daftar personalia, batas
wilayah,alokasi tugas, jadwal inspeksi, dll)
e. Catatan dan laporan ( catatan yang harus ditata dan laporan yang harus
disusun meliputi operasi dan pemeliharaan,formulir-formulir lainnya, alur data
& pengolahan data, dll)
f. Panitia irigasi (struktur organisasi,kegiatan dan panitia irigasi)
g. Perkumpulan petani pemakai air |(struktur organisasi, data yang harus
disusun untuk rapat, tugas kaitan dengan P3A, pembagian tugas dll)
h. Penyusunan anggaran tahunan (data yang akan disusun, program dan
anggaran pemeliharaan dll)

11. Keluaran
Laporan terdiri dari laporan utama dan laporan penunjang yang disajikan secara jelas
dan terinci sebagai berikut:
1. Rencana Mutu Kontrak : 5 Buku
2. Laporan Bulanan : 20 Buku
3. Draft Laporan Pendahuluan dan Lap. Pendahuluan : 20 Buku
4. Draft Laporan Pertengahan dan Lap. Pertengahan : 20 Buku
5. Draft Laporan Akhir dan Laporan Akhir : 20 Buku
6. Laporan Penunjang:
- Laporan Pengukuran Topografi : 5 Buku
- Laporan Hidrologi : 5 Buku
- Laporan Kualitas air dan Tanah Pertanian : 5 Buku
9
Kerangka Acuan Kerja (KAK)
Review Design D.I. Deras II (Bendung Aur)

- Laporan Mekanika Tanah : 5 Buku


- Laporan Sosial Ekonomi : 5 Buku
- Buku Pedoman Operasi dan Pemeliharaan (OP) : 5 Buku
- Laporan Nota Desain : 5 Buku
- Laporan EE dan Spesifikasi Teknis : 5 Buku
7. Gambar-gambar:
- Gambar ukuran A1 : 5 Set
- Gambar ukuran A3 : 5 Set
8. Photo Dokumentasi : 2 Album
9. External Hard Disk : 1 Buah

12. Jangka Waktu Penyelesaian Kegiatan


Jangka waktu penyelesaian pekerjaan ini adalah 120 (seratus dua puluh) hari kalender
sejak diterbitkannya Surat Perintah Mulai kerja (SPMK).

13. Tenaga Ahli


Kualifikasi Jumlah
Orang
Posisi
Sertifikat Pengalaman Bulan
Pendidikan Keahlian (MM)
Keahlian (Tahun)

Tenaga Ahli :

Sarjana Teknik
Sumber Daya SKA Ahli Madya
Team Leader Sipil/ Teknik Sipil 8 4,0
Air / Sungai Bidang SDA
Hidro / Pengairan
Sarjana Teknik
Analisis SKA Ahli Muda
Ahli Hidrologi Sipil/ Teknik Sipil 5 2,0
Hidrologi Bidang SDA
Hidro / Pengairan
Sarjana Teknik
Mendesain SKA Ahli Muda
Ahli Irigasi Sipil/ Teknik Sipil 5 4,0
bangunan air Bidang SDA
Hidro / Pengairan
SKA Ahli Muda
Sarjana Teknik Analisis
Ahli Geodesi Bidang SDA / 5 2,0
Geodesi Geodesi
Bidang Geodesi
Analisis SKA Ahli Muda
Sarjana Teknik
Ahli Geoteknik Geoteknik/Mek Bidang SDA / 5 2,0
Sipil
anika Tanah Bidang Geoteknik
Sarjana Menganalisa
Ahli Pertanian --- 5 2,0
Pertanian tanah pertanian
Ahli Sosial Sarjana Sosial Menganalisa
--- 5 2,0
Ekonomi Ekonomi sosial ekonomi

Tenaga Pendukung

Surveyor Topografi 4,0

Operator CAD 6,0

Operator Komputer 8,0

Tenaga Lokal Survey Topografi 8,0

Pesuruh Kantor 4,0

14. Jadwal Tahapan Pelaksanaan Kegiatan


1. Kegiatan Pendahuluan
a. Kegiatan Persiapan
b. Pengumpulan Data Sekunder
c. Survey Pendahuluan dan Kajian Awal
2. Kegiatan Survey, Investigasi dan Uji Laboratorium
a. Survey Topografi
b. Survey Hidrologi
c. Survey Mekanika Tanah
d. Survey Tanah Pertanian
e. Survey Kualitas Air
10
Kerangka Acuan Kerja (KAK)
Review Design D.I. Deras II (Bendung Aur)

3. Kegiatan Analisa Data


a. Perhitungan dan Penggambaran Topografi
b. Analisa Hidrologi
c. Analisa Mekanika Tanah
d. Analisa Kesesuaian Lahan
e. Analisa Kualitas Air
4. Kegiatan Detail Desain
a. Detail Desain dan Penggambaran
b. Analisa Biaya
c. Analisa Finansial

15. Rencana Mutu Kontrak


Rencana Mutu Kontrak harus dibuat dalam 5 (lima) buku. RMK berisi tentang Quality
Plan pekerjaaan. Uang muka dibayarkan bila konsultan telah menyerahkan RMK yang
telah disetujui oleh Pejabat Pembuat Komitmen. RMK harus diserahkan selambat-
lambatnya 15 (lima belas) hari sejak ditandatanganinya SPMK.

16. Laporan Bulanan


Laporan Bulanan memuat:
1. Kemajuan pekerjaan yang telah dan sedang dikerjakan, dilengkapi dengan progress
kegiatan rencana dan realisasi.
2. Permasalahan dan hambatan yang dihadapi serta upaya penyelesaian.
3. Absensi personil.
4. Daftar peralatan yang digunakan.

17. Draft Laporan Pendahuluan dan Laporan Pendahuluan


Draft Laporan Pendahuluan dan Laporan Pendahuluan sekurang-kurangnya memuat:
1. Latar belakang, maksud dan tujuan, sasaran, lingkup pekerjaan.
2. Gambaran umum lokasi pekerjaan (daerah studi), peta-peta dan gambar terkait
dengan pekerjaan.
3. Pendekatan dan metodologi.
4. Pelaksanaan dan desk studi.
5. Hasil identifikasi pendahuluan (hasil peninjauan awal lokasi pekerjaan).
6. Data-data sekunder yang berkaitan dengan pekerjaan dan tinjauan awal tentang
sumber daya air yang ada, topografi, kualitas air dan tanah pertanian, sosial
ekonomi dan lingkungan.
7. Program dan rencana kerja secara rinci untuk kegiatan lapangan maupun kegiatan
kantor termasuk menampilkan kurva S, rencana mobilisasi dan jadwal kegiatan
tenaga personil dan peralatan yang disajikan dalam bentuk bar chart.
8. Permasalahan dan hambatan yang terjadi serta usulan pemecahannya.

Draft Laporan Pendahuluan harus diserahkan selambat-lambatnya 1 (satu) bulan sejak


SPMK diterbitkan sebanyak 15 (lima belas) buku untuk keperluan Diskusi Pendahuluan
dan Laporan Pendahuluan sebanyak 5 (lima) buku hasil diskusi (setelah perbaikan).
Laporan pendahuluan ini harus dipresentasikan/dibahas dengan tim teknis dan instansi
terkait.

18. Draft Laporan Akhir dan Laporan Akhir


Draft Laporan Akhir dan Laporan Akhir memuat:
1. Gambar daerah studi, layout lokasi pekerjaan, peta-peta dan gambar yang terkait
dengan pekerjaan.
2. Data-data sekunder dan primer hasil survey sebagaimana diisyaratkan dalam
lingkup pekerjaan dan disajikan dalam bentuk peta, tabel, diagram, kurva dan
bentuk lainnya untuk memudahkan pemahamannya.
3. Analisa data sekunder dan primer hasil survey dan investigasi sebagai bahan untuk
penyusunan review design.
4. Hasil perencanaan dan manfaat teknis dan non teknis konstruksi yang akan
dibangun.
5. Dasar-dasar perencanaan atau kriteria desain yang dipergunakan untuk melakukan
analisis data dan perhitungan.
6. Permasalahan dan hambatan mungkin terjadi pada saat pelaksanaan konstruksi
serta saran upaya pemecahannya.
7. Perencanaan rinci yang meliputi Gambar Desain, Rencana Anggaran Biaya, dan
Spesifikasi Teknis.
11
Kerangka Acuan Kerja (KAK)
Review Design D.I. Deras II (Bendung Aur)

Draft Laporan Akhir harus diserahkan selambat-lambatnya 3,5 (tiga setengah) bulan
sejak SPMK diterbitkan sebanyak 15 (lima belas) buku untuk keperluan Diskusi Akhir
dan Laporan Akhir sebanyak 5 (lima) buku hasil diskusi (setelah perbaikan).
Draft Laporan Akhir harus dipresentasikan/dibahas dengan tim teknis dan instansi
terkait.

Seluruh laporan disajikan dalam Bahasa Indonesia menggunakan kaidah EYD, standar
karya tulis ilmiah serta mengacu pada standar/Kriteria Perencanaan (SNI) yang
diterbitkan Dirjen Pengairan.

Laporan Akhir ini harus diserahkan selambat-lambatnya 120 (seratus dua puluh) hari
kalender sejak SPMK diterbitkan.

Muara Beliti, Februari 2017


PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN
(PPK)

dto

PERRI PUTRA, SST.


NIP. 19741225 200003 1 001

12