Anda di halaman 1dari 11

KEANEKARAGAMAN MIKROBIA

DAN
STRUKTUR DAN ORGAN MIKROBIA

Disusun dan Diajukan Guna Memenuhi Salah Satu Tugas


Mata Kuliah Mikrobiologi

Di Susun oleh Kelompok 1 :

1. Heri Akbar (3061424068)


2. Rukayah (3061424062)
3. Siti Nurkhasanah (3061324160)

Dosen Pengasuh :
Dini Pusparini, M.Pd

KEMENTERIAN PENDIDIKAAN NASIONAL


SEKOLAH TINGGI ILMU KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA
BANJARMASIN
2016
Kata Pengantar

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan
karunia-Nya sehingga kami dapat menyusun makalah tentang Keanekaragaman Mikrobia dan
Struktur dan Organ Mikrobia. Makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas yang
diberikan oleh dosen mata kuliah Mikrobiologi Ibu Dini Pusparini, M.Pd
kami mengucapkan terima kasih atas bantuan pihak-pihak yang telah membantu kami dalam
menyelesaikan makalah ini. Ucapan terima kasih kami ucapkan kepada :

1. Allah SWT yang tak henti-hentinya memberi kemudahan kepada kami.


2. Ayah dan ibu kami yang selalu mendukung dan mendoakan kami.
3. Ibu Dini Pusparini, M.Pd selaku dosen pengasuh mata kuliah Mikrobiologi
4. Teman-teman semua yang telah memberikan semangat.
Kami sangat menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan
dan kesalahan. Oleh karena itu kami mengharapkan saran dan kritik yang membangun demi
kesempurnaan makalah ini.

Pagatan, 07 November 2016

ii
Daftar Isi
Kata Pengantar .................................................................................................................................................. ii

Daftar Isi ...iii

BAB I ................................................................................................................................................................ 1

PENDAHULUAN ............................................................................................................................................. 1

1.1 Latar Belakang................................................................................................................................... 1

1.2 Rumusan Masalah ............................................................................................................................. 1

1.3 Tujuan Penulisan ............................................................................................................................... 1

BAB II ............................................................................................................................................................... 2

PEMBAHASAN ............................................................................................................................................... 2

A. Keanekaragaman Mikrobia ................................................................................................................... 2

B. Struktur dan Organ Mikrobia ................................................................................................................ 3

BAB III .............................................................................................................................................................. 7

PENUTUP ......................................................................................................................................................... 7

2.1 Kesimpulan ........................................................................................................................................ 7

Daftar Pustaka ................................................................................................................................................... 8

iii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Jasad hidup yang ukurannya kecil sering disebut sebagai mikrobia atau mikroorganisme
atau jasad renik. Jasad renik disebut sebagai mikrobia bukan hanya karena ukurannya yang
kecil, sehingga sukar dilihat dengan mata biasa, tetapi juga pengaturan kehidupannya yang
lebih sederhana dibandingkan dengan jasad tingkat tinggi. Mata biasa tidak dapat melihat jasad
yang ukurannya kurang dari 0,1 mm.
Dunia mikrobia atau mikroorganisme terdiri dari berbagai kelompok jasad renik
(makhluk halus). Kebanyakan bersel satu atau uni seluler. Ciri utama yang membedakan
kelompok organisme tertentu dari mikrobia yang lain adalah organisasi bahan selulernya.
Dunia mikrobia terdiri dari monera (virus dan sianobakteri), protista dan fungi.
Mikroorganisme tersebut diantaranya adalah bakteri, jamur, dan virus. Secara umum, bakteri,
jamur dan virus mempunyai morfologi dan struktur anatomi yang berbeda.

1.2 Rumusan Masalah

1. Apa saja keanekaragaman mikrobia ?


2. Bagaimana struktur dan organ mikrobia ?

1.3 Tujuan Penulisan

1. Untuk mengetahui keanekaragaman mikrobia


2. Untuk mengetahui struktur dan organ mikrobia
3. Untuk memenuhi tugas mata kuliah mikrobiologi

1
BAB II

PEMBAHASAN

A. Keanekaragaman Mikrobia
1. Archaea
Archaea adalah kelompok mikroorganisme bersel tunggal. Mereka tidak memiliki
inti sel atau organel lain di dalam sel mereka. Dalam beberapa hal, Archaea menyerupai
bakteri. Mereka hidup sebagian besar sebagai sel tunggal dan memiliki dinding sel.
Mereka juga tidak memiliki inti sel (yang membuat mereka prokariota).Organisme primitif
ini cenderung hidup di lingkungan yang ekstrim, seperti daerah dengan suhu tinggi,
konsentrasi garam atau pH (mirip dengan apa yang mungkin telah ditemukan di Bumi
miliaran tahun yang lalu).

2. Bakteri
Bakteri berasal dari bahasa latin bacterium merupakan kelompok besar organisme
prokariota, selain archaea yang sangat kecil dan mempunyai peran besar dibumi, struktur
sel bakteri sangat sederhana yakni tanpa inti sel atau nukleus, kerangka sel, dan organel-
organel lain seperti mitokondria dan kloroplas kita dapat menemukan bakteri hampir
disemua tempat, seperti di air, udara tanah, dalam simbiosis dengan organisme lain
maupun sebagai agen patogen atau parasit, bahkan bakteri juga terdapat pada dalam tubuh
manusia. secara umum, ukuran bakteri 0,5-5 Um. namun ada bakteri tertentu yang dapat
mencapai diamteri hingga 700 Um yakni Thiomagarita secara umum mereka mempunyai
dinding sel, seperti sel pada tumbuhan dan jamur akan tetapi bahan pembentuknya berbeda
atau peptidoglikan. Beberapa jenis bakteri mampu bergerak atau motil dan pergerakannya
ini karena memiliki flagel.

3. Fungi atau Jamur


Fungi atau Jamur merupakan nama ragnum dari sekelompok besar makhluk hidup
elikariotik heterotof yang mencerna makanannya diluar tubuh kemudian menyerap
molekul-molekul nutrisi kedalam sel-selnya. Fungi mempunyai beragam bentuk.
Umumnya orang mengenal sebagian anggota fungi sebagai kapang, jamur, ragi atau
khamar. Meskipun sering kali yang dimaksud merupakan penampilan luar yang tampak,
bukan dari spesiesnya. Fungi berkembang biak dengan cara seksual dan aseksual. Cara
berkembang biak seksual dengan: dua hifa dari jamur yang berbeda melebur dan
membentuk zigot kemudian zigot tumbuh menjadi tubuh buah, dan perkembang biakan
aseksual dengan cara membentuk spora, bertunas atau fragmentasi hifa. Jamur mempunyai
kotas spora yang disebut sporangium. Jamur yang membentuk spora contohnya Rhizopus.
Jamur yang membentuk tunas contohnya Saccharomyces. Hifa jamur dapat terputus dan
dari setiap fragmen dapat tumbuh menjadi tubuh buah. Cabang ilmu yang mempelajari
tentang fungi ialah mikologi. Berikut macam-macam fungi: Zigospora, ascocarp,
auricuaria, polotricha, boletus-edulis, ganoderma, lentinus-edoses, penicillum,
phycomyces, pleurotus, rizhopus, dan saccharomyces.

2
4. Khamir
Khamir adalah fungi ekasel (uniseluler) yang beberapa jenis spesiesnya umum
digunakan untuk membuat roti, fermentasi minuman beralkohol, dan bahkan digunakan
dalam percobaan sel bahan bakar
Mikroba hidup pada lingkungan yang berbeda-beda. Ada yang memiliki toleransi terhadap
berbagai kondisi. Pertumbuhan mikroba memerlukan kisaran suhu tertentu. Kisaran suhu
pertumbuhan dibagi menjadi suhu minimum, suhu optimum, dan
suhu maksimum.Suhu minimum adalah suhu terendah tetapi mikroba masih
dapat hidup.Suhu optimum adalah suhu paling baik untuk pertumbuhanmikroba.

5. Virus
Virus merupakan parasit yang berukuran mikroskopik yang dapat menginfeksi sel
organisme biologis. Virus bersifat parasit obligat, itu karena virus hanya bisa bereproduksi
dalam material yang hidup dengan menginvasi dan memanfaatkan sel makhluk hidup karena
virus tidak mempunyai perlengkapan seluler untuk bereproduksi sendiri. Virus biasanya
mengandung sedikit asam nukleat yang diselebungi semacam pelindung yang terdiri dari
protein, lipid, glikoprotein atau kombinasi ketiganya. Genom virus menyambung, baik
protein yang digunakan untuk membuat bahan genetik maupun protein yang dibutuhkan
dalam daur hidupnya. Kata virus biasanya tertuju pada partikel-partikel yang menginfeksi
sel-sel eukariota atau organisme multisel dan banyak jenis organisme sel tunggal, dan istilah
bakteriofag atau fage digunakan bagi jenis virus yang menyerang jenis-jenis sel prokariota
atau bakteri dan organisme lain yang tidak berinti sel.

6. Protozoa
Protozoa berasal dari bahasa Yunani, yaitu protos yang artinya pertama dan zoon
yang artinya hewan.Jadi Protozoa adalah hewan pertama. Protozoa ialah kelompok lain dari
protista eukariotik. Terkadang perbedaan antara algae dan protozoa kurang jelas. Mayoritas
dari protozoa hanya dapat dilihat dibawah mikroskop. Beberapa organisme mempunyai sifat
antara protozoa dan algae. Contohnya algae hijau Euglenophyta, selnya mempunyai flagel
dan merupakan sel tunggal yang mempunyai klorofil akan tetapi dapat kehilangan klorofil
dan kemampuan untuk berfotosintesis. Semua spesies dari Euglenophyta yang dapat hidup
pada nutrien komplek tanpa ada cahaya, beberapa ilmuan memasukkannya dalam filum
protozoa. Protozoa dibedakan dari prokariot karena memiliki ukuran yang lebih besar dan
selnya eukriotik. Protozoa berbeda dari algae karena tidak mempunyai klorofil, dibedakan
dari jamur karena dapat bergerak aktif. Dan dibedakan dari jamur lendir karena tidak
mampu membentuk badan buah. contoh protozoa adalah Clymbella, sargassum, alga, Algae,
amoeba, chlorella, euglena, paramecium, cilliata, meridin, dan valuox.

B. Struktur dan Organ Mikrobia


1. Archaea
Selubung sel merupakan struktur kompleks yang tersusun atas dua lapis pembungkus
(wrappers), yaitu dinding sel dan membran sel yang meyelubungi sitoplasma. Secara umum
struktur sel Archaea memiliki bentuk yang sama dengan eubakteria, hal itu mungkin
dikarenakan mikroorganisme tersebut berusaha memperbesar rasio area permukaan terhadap
volume untuk memperluas kontak permukaan sel Archaea dengan lingkungan disekitarnya,
sehingga dapat memaksimalkan laju penyerapan nutrisi serta sekresi metabolit sekunder dari
dalam sel.

3
1) Flagella
Flagella merupakan satu-satunya struktur motilitas yang telah teridentifikasi pada
Archaea. Flagella Archaea berukuran sangat kecil hingga mencapai setengah dari
ukuran flagella bakteri, yaitu 10-13 nm. Flagella Archaea memberikan kemampuan
terhadap sel Archaea untuk dapat bergerak memutar seperti halnya bakteri. Flagella
Archaea tidak hanya sebagai alat untuk bergerak, tetapi juga berperan dalam interaksi di
dalam sel dan sebagai pengenal pada permukaan sel sebagai syarat terbentuknya biofilm
pada beberapa Archaea.

2) Membran sel
Membran sel atau membrane plasma adalah struktur universal yang memisahkan
lingkungan di luar sel dengan lingkungan di dalam sel (sitoplasma). Membran sel
berfungsi untuk mencegah material terlarut terdifusi secara langsung kedalam maupun
keluar sel. Membran sel terdiri atas protein atau lipida yang memiliki susunan struktur
yang menyerupai biological bilayer yang terdapat pada euakteria.

3) Sitoplasma dan struktur internal sel archaea


Sitoplasma adalah bagian di dalam sel yang diselubungi membran plasma, dan terdiri
atas cytosol, protein semi fluidik, asam amino, gula, nukleotida, garam, vitamin dan ion.
Archaea tidak memiliki inti sel, namun demikian pada matriks sitoplasma terdapat
nukleoid yang merupakan tempat kromosom berpilin satu sama lain, untuk tetap berada
di dekat 70S ribosom.

2. Bakteri

Struktur tubuh bakteri dari luar ke dalam sebagai berikut :

1) Flagela atau Flagelum


Flagela merupakan alat gerak bagi bakteri yang berbentuk batang atau spiral. Dengan
adanya flagela, bakteri dapat bergerak menuju kondisi lingkungan yang menguntungkan
atau menghindar dari lingkungan yang merugikan bagi kehidupannya.

2) Pili atau Fimbria


Pilus (Latin, pili = rambut) atau fimbria (fimbria = daerah pinggir) adalah struktur
seperti flagela tetapi berupa rambut-rambut yang memiliki diamater lebih kecil, pendek,
dan kaku, dengan terdapat di sekitar dinding sel. Fungsi pilus atau Fimbria adalah
sebagai berikut.
1) Membantu bakteri yang menempel pada suatu medium tempat hidupnya
2) Melekatkan diri dengan sel bakteri lainnya.

3) Kapsul
Bakteri mempunyai lapisan lendir yang berbentuk padat dan tebal yang disebut kapsul.
Kapsul sendiri tersusun dari glikoprotein (senyawa campuran antara glikogen dan
protein). Sedangkan pada lapisan lendir tersusun dari air dan juga polisakarikarida.
Lendir ini menjadikan permukaan sel bakteri menjadi licin. Fungsi kapsul bagi bakteri
sebagai berikut.
1) Alat pertahanan dan perlindungan bagi bakteri.
2) Mencegah kekeringan pada sel bakteri.
3) Alat melekat bakteri pada sel inang.
4) Sumber makanan bagi bakteri.

4
4) Dinding Sel
Dinding sel berfungsi sebagai pelindung dan pemberi bentuk sel bakteri. Bakteri
mempunyai dinding sel yang tersusun dari peptidoglikan yaitu gabungan protein dan
polisakarida. Berdasarkan perbedaan ketebalan lapisan peptidoglikan pada dinding
selnya, bakteri dibedakan menjadi dua macam, yaitu bakteri gram positif dan bakteri
gram negatif.

5) Membran Plasma atau Selaput Sitoplasma


Membran plasma bersifat selektif permeabel, yang berarti hanya dapat dilalui molekul
atau zat tertentu. Membran plasma ini tersusun dari fosfolipid dan protein. Fungsi
membran plasma sebagai berikut.
1) Alat transpor elektron dan proton yang dibebaskan saat oksidasi bahan makanan.
2) Alat pengatur pengangkutan senyawa yang masuk atau keluar dari membran sel.
3) Tempat pembentukan mesosom.

6) Sitoplasma
Di dalam membran sel terdapat sitoplasma. Dalam sitoplasma terdapat asam nukleat,
protein, karbohidrat, lemak, ion organik, dan kromatofora. Sitoplasma berfungsi sebagai
tempat terjadinya reaksi-reaksi kimia sel.

7) Ribosom
Ribosom adalah organel-organel kecil yang tersebar dalam sitoplasma dan berfungsi
dalam sintesis protein. Ribosom tersusun dari senyawa protein dan RNA (ribonukleic
acid). Jumlah ribosom di dalam suatu sel bakteri mencapai ribuan.

8) DNA
Bakteri mempunyai dua macam DNA (deoxyribonucleic acid), yaitu DNA kromosom
dan DNA nonkromosom (plasmid). DNA kromosom adalah materi genetik yang
menentukan sebagian besar dari sifat-sifat metabolisme bakteri, sedangkan pada DNA
nonkromosom (plasmid) yang hanya menentukan sifat-sifat tertentu, seperti sifat
patogen, sifat fertilitas (kemampuan dalam bereproduksi secara seksual), dan sifat
kekebalan terhadap antibiotik tertentu.
Fungsi DNA :
1) Materi genetik yang sebagian besar menentukan sifat-sifat metabolisme bakteri
(DNA Kromosom)
2) Menentukan sifat patogen, sifat fertilitas (kemampuan bereproduksi secara
seksual), dan sifat ketebalan terhadap suatu antibiotik (DNA nonkromosom)

9) Mesosom
Mesosom adalah organel sel yang memiliki penonjolan pada membran plasma ke arah
dalam sitoplasma.
Fungsi Mesosom :
1) Menghasilkan energi
2) Membentuk dinding sel baru saat terjadi pembelahan sel
3) Menerima DNA pada saat konjugasi

10) Klorosom
Klorosom adalah suatu struktur lipatan yang ada dibawah membran plasma yang berisi
klorofil dan pigmen fotosintetik lainnya. Fungi Klorosom adalah untuk menfotosintesis
yang hanya terdapat pada bakteri fotosintetik. misalnya Chlorobium.

5
11) Vakuola Gas
Umumnya bakteri memiliki granula-granula yang berfungsi sebagai tempat
penyimpanan cadangan makanan atau senyawa-senyawa lain yang dihasilkannya,
misalnya Thiospirillum yang menghasilkan butir-butir belerang. Pada vakuola gas yang
hanya terdapat pada bakteri-bakteri fotosintetik yang hidup dengan menampung air.
Vakuola gas tersbut memungkinkan bakteri mengapung di permukaan air, sehingga
dapat sinar matahari yang digunakan untuk fotosintesis.

6
BAB III
PENUTUP

2.1 Kesimpulan
1. Ada beberapa macam mikrobia yaitu archaea, bakteri, jamur atau fungi,khamir, virus dan
protista.
2. Struktur dan organ mikrobia :
a. Archae : Flagella, dinding sel, membrane sel, sitoplasma
b. Bakteri : Flagella, pili dan fimbria, kapsul, dinding sel, membrane plasma,
sitoplasma, ribosom, DNA, mesosom, klorosom, vakuola gas.

7
Daftar Pustaka

Anonim.2015.Jenis-Jenis Mikroba.Tersedia : http://budisma.net/2015/07/jenis-jenis-mikroba.html.(Diakses


pada tanggal 01 November 2016)

Anonim.2013.Makalah mikroorganisme.Tersedia :
http://mahasiswa.ung.ac.id/613412100/home/2013/1/5/makalah_mikroorganisme.html.(Diakses pada
tanggal 01 November 2016)

Anonim.2012.Mikroorganisme dan Jenis-Jenisnya.Tersedia :


https://gudangngelmu.wordpress.com/2012/12/20/mikroorganisme-dan-jenis-jenisnya/.(Diakses pada
tanggal 01 November 2016)

Anonim.2013.Ciri-Ciri dan Stuktur Tubuh Bakteri.Tersedia :http://www.zonabiokita.web.id/2013/05/ciri-


ciri-dan-struktur-tubuh-bakteri.html#ixzz4P0G7IujU.(Diakses pada tanggal 01 November 2016)

Anonim.2013.Struktur Tubuh Eubacteria Archaebacteria.Tersedia :


http://ditarohania.blogspot.co.id/2013/09/struktur-tubuh-eubacteria-archaebacteria.html.(Diakses pada
tanggal 01 November 2016)