Anda di halaman 1dari 20

PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA SELATAN

RUMAH SAKIT ERNALDI BAHAR


Jln. Tembus Terminal Km. 12 No. 02 Kelurahan Alang-alang Lebar
Kecamatan Alang-alang Lebar Palembang, Provinsi Sumatera Selatan
Email : rs_ernaldibahar@yahoo.co.id Website : www.rs-ernaldibahar.com

LAPORAN
ANALISA, MONITORING, EVALUASI, DAN
TINDAK LANJUT
26 INDIKATOR MUTU PRIORITAS
RS. ERNALDI BAHAR

PANITIA MUTU
RS ERNALDI BAHAR PROVINSI SUMATERA SELATAN
OKTOBER 2016

1
LAPORAN ANALISA, MONITORING,
EVALUASI, DAN TINDAK LANJUT
26 INDIKATOR MUTU PRIORITAS
RS. Dr. ERNALDI BAHAR

LEMBAR PENGESAHAN

Mengetahui, Direktur,
Dewan Pengawas

dr. YUMIDIANSI F, M. Kes


Pembina Tingkat I
NIP. 196606151996032001

2
I. ANALISA, MONITORING, EVALUASI, DAN TINDAK LANJUT

PENGUKURAN MUTU TINGKAT RUMAH SAKIT


INDIKATOR AREA KLINIS (AK)

1. Asesmen Pasien
a) Kelengkapan Diagnosis Awal Pasien Rawat Inap (AK.1.1)
Belum bisa dilakukan analisis karena pencatatan data indikator tidak lengkap di ruangan rawat
inap karena perbedaan persepsi pengisian Log book.

Plan Do Study Action


1. Mengupayakan 1. Panitia Mutu dan Kepala Belum bisa 1. Pelatihan Safety and
kelengkapan Ruang mengingatkan dianalisis Quality Champion
pencatatan data perawat dan QC ruangan karena data 2. Supervisi ruang rawat inap
indikator utk aktif mengisi log book tidak lengkap 3. Himbauan oleh Komite
2. Mengupayakan 2. Komite Medik dan Kepala Medik dalam rapat rutin
capaian target Ruang menghimbau 4. Penyampaian hasil
angka Dokter IGD dan DPJP capaian oleh panitia mutu
kelengkapan melengkapi diagnosis
diagnosis awal awal medis
medis 100%

b) Waktu Tunggu Pelayanan Rawat Jalan (AK.1.2)


Poliklinik Jiwa

80 80 80 80 80
80

70

60

50
Capaian
40
Target
29 29
30 26

20 15

10

0
Mei'16 Juni'16 Juli'16 Agust'16 Sept'16

Analisis

Dari hasil pemantauan pada bulan Mei September 2016 terlihat bahwa waktu tunggu
pelayanan rawat jalan jiwa belum ada yang mencapai target yang telah ditetapkan, capaian
yang tertinggi adalah 29 % pada bulan Juni dan September 2016.

Plan Do Study Action


1. Mengupayakan 1. Komite Medik dan Dari Bulan 1. Himbauan oleh Komite
capaian target waktu Kepala Ruang Mei s/d Medik dalam rapat rutin
tunggu rawat jalan < 60 menghimbau September 2. Penyampaian hasil capaian
menit adalah 80% Dokter Rawat jalan 2016 belum oleh panitia mutu

3
2. Mengupayakan untuk tepat waktu pernah 3. Menambah jumlah dokter
kelengkapan memulai tercapai yang bertugas di rawat jalan
pencatatan data pelayanan di rawat target 80% 4. Supervisi Instalasi Rawat
indikator jalan Jalan untuk kelengkapan
2. Panitia Mutu dan pengisian data indikator
Kepala Ruang
mengingatkan
perawat dan QC
rawat jalan utk
aktif mengisi log
book

Poliklinik Non Jiwa

120

100

80

60

40

20

0
April'16 Mei'16 Juni'16 Juli'16 Agust'16 Sept'16
Peny.Dalam 32,3 51,5 34,2 32,7 37 31
Syaraf 34,1 34,5 25,1 24,7 26,4 31
Mata 75 100 72,7 25 50 33
Gigi 100 100 100 100 100 75
Kulit 100 100 75 100 100
Target 80 80 80 80 80 80

Analisis
Dari hasil pemantauan pada bulan April September 2016 terlihat bahwa waktu tunggu
pelayanan rawat jalan non jiwa yang mencapai target yang telah ditetapkan adalah Klinik Kulit
dan Gigi.

Plan Do Study Action


1. Mengupayakan 1. Komite Medik dan Dari Bulan 1. Himbauan oleh Komite Medik
capaian target Kepala Ruang April s/d dalam rapat rutin
waktu tunggu menghimbau Dokter September 2. Penyampaian hasil capaian oleh
rawat jalan < 60 Rawat jalan untuk 2016 belum panitia mutu
menit adalah 80% tepat waktu memulai seluruh klinik 3. Mencari penyebab lain tidak
2. Mengupayakan pelayanan di rawat spesialis tercapainya target. Dengan
kelengkapan jalan tercapai menambah isian waktu dalam log
pencatatan data target 80%. book, yaitu waktu diterimanya
indikator SEB dan waktu diterimanya
status rekam medis.

4
c) Respon Time Pelayanan Dokter IGD (AK.1.3)

100 100 100


100
96,6
95

89,4
90
86,5 Capaian
85
Target

80

75
Juli '16 Agustus '16 September '16

Analisis

Dari hasil pemantauan pada bulan Juli September 2016 terlihat bahwa respon time
pelayanan dokter IGD belum ada yang mencapai target yang telah ditetapkan, capaian yang
tertinggi adalah 96,6% pada bulan September 2016.

Plan Do Study Action


Mengupayakan capaian Komite Medik dan Dalam 3 bulan 1. Himbauan oleh Komite
target respon time Kepala IGD terakhir ada Medik dalam rapat rutin
pelayanan dokter IGD menghimbau Dokter kenaikan 2. Penyampaian hasil
5 menit adalah 100% IGD untuk bisa capaian capaian oleh panitia mutu
memulai sampai bulan
pemeriksaan pasien September
5 menit setelah sebesar 96,6
pasien mendaftar di %
loket pendaftaran

2. Pelayanan Laboratorium

a) Respon Time Pelaporan Hasil Nilai Kritis (AK.2.1)

100 100 100


100
90
80
70
60
50
Capaian
40
30 Target
20
10
0
Juli '16 Agustus '16 September '16

5
Analisis
Selama Bulan Juli s/d september 2016 tidak ditemukan adanya nilai kritis dari hasil
laboratorium pasien rawat inap sesuai SPO Nilai kritis.

Plan Do Study Action


Mengupayakan Kepala Instalasi senantiasa Capaian Mempertahankan
capaian target mengingatkan supaya target dalam 3 capaian target untuk
respon time petugas laboratorium bulan terakhir tahun berikutnya
pelaporan nilai kritis melaporkan Critical value 100 %
< 30 menit adalah dalam waktu kurang dari 30
100% menit

b) Kesalahan Input Identitas dan Hasil Laboratorium (AK. 2.2)

1
0,9
0,8
0,7
0,6
0,5 Capaian
0,4
Target
0,3
0,2
0,1
0 0 0 0 0 0
0
Juli '16 Agustus '16 September '16

Analisis
Dari hasil pemantauan pada bulan Juli September 2016 terlihat bahwa tidak adanya
kesalahan input identitas dan hasil laboratorium selalu mencapai target yang telah
ditetapkan.

Plan Do Study Action


Mengupayakan capaian Kepala Instalasi Capaian target Mempertahankan capaian
target tidak adanya senantiasa dalam 3 bulan target untuk periode
kesalahan input identitas mengingatkan terakhir 0 % berikutnya
dan hasil laboratorium (0%) supaya petugas
laboratorium
senantiasa
mengecek input
data sebelum
diserahkan ke rawat
inap

6
3. Pelayanan Radiologi
Pengulangan Pemeriksaan Radiologi (AK.3)

6 6
6

4
3,3
3 Capaian
2 2 2
2 Target

0
Juli '16 Agustus '16 September '16

Analisis
Dari hasil pemantauan pada bulan Juli September 2016 terlihat bahwa pengulangan
pemeriksaan radiologi belum mencapai target (2%) yang telah ditetapkan.

Plan Do Study Action


Mengupayakan 1. Petugas Radiologi Pada bulan Juli, 1. Supervisi oleh Ka.Uni
angka melakukan Agustus dan Radiologi dan Kepala Ruang
pengulangan pemeriksaan September angka 2. Meningkatkan kepatuhan
pemeriksaan radiologi sesuai pengulangan SOP pemeriksaan
radiologi di SPO pemeriksaan 3. Mengupayakan stabilisasi
bawah 2% 2. Supervisi Kepala radiologi lebih dari aliran listrik dengan
Unit terhadap 2% berkoordinasi dengan IPSRS
kepatuhan SPO 4. Revisi SPO jika diperlukan
3. Mengupayakan
stabilisasi aliran
listrik dengan
berkoordinasi
dengan ISPRS

7
4. Penggunaan Antibiotika dan Obat Lainnya

Angka Resep dengan Polifarmasi (AK.4)

20 20 20 20 20 20
20

18

16

14

12
Capaian
10
Target
8

2 0,32 0,19 0,12 0,09 0,21 0,12


0
April'16 Mei'16 Juni'16 Juli'16 Agust'16 Sept'16

Analisis
Dari hasil pemantauan pada bulan April September 2016 terlihat bahwa capaian peresepan
polifarmasi 7 obat, 20% . sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

Plan Do Study Action


Mengupayakan 1. Koordinasi antara Capaian pada bulan Membuat indikator baru
capaian target Ka. Inst. Farmasi April sampai
20% dengan Komite September
Medik didapatkan,
2. Himbauan oleh semuanya 20%
Komite Medik di
setiap pertemuan
rutin

5. Kesalahan Medikasi dan Kejadian Nyaris Cedera (KNC)


Kesalahan Penyerahan Obat dari Farmasi ke Rawat Inap (AK.5)

Belum bisa dilakukan analisis karena tidak didapatkan data indikatornya. Terjadi kesalahan
persepsi tentang cara pengumpulan data indikatornya. Pengumpulan data baru dimulai bulan
Oktober 2016.

6. Penggunaan Anestesi dan Sedasi


Pemantauan Efek Samping / Komplikasi Perpanjangan Apneu pada Pasien ECT
(AK. 6)

Belum bisa dilakukan analisis karena ECT tidak berfungsi dengan baik.

8
7. Ketersediaan, Isi dan Penggunaan Rekam Medis Pasien
Waktu Penyediaan Dokumen Rekam Medik Pelayanan Rawat Jalan (AK. 7)

80 80 80
80

70

60

50

40
Target
30

20

10

0
Juli'16 Agust'16 Sept'16

Data belum bisa diprint dari sistem pencatatan.

8. Pencegahan dan Pengendalian Infeksi, Pengawasan dan Pelaporan


Infeksi Jarum Infus (AK. 8)

Belum bisa dilakukan analisis karena belum ada data dari Panitia PPI

INDIKATOR AREA MANAJERIAL (AM)

1. Pengadaan Rutin Peralatan Kesehatan dan Obat Penting untuk Memenuhi


Kebutuhan Pasien
Ketersediaan Obat di Instalasi Farmasi yang Sesuai Formularium (AM.1)

90
90

88

86 85 85 85 85 85

84
Capaian
82
80 80 80 80 80 80 Target
80

78

76

74
April'16 Mei'16 Juni'16 Juli'16 Agust'16 Sept'16

9
Analisis
Dari hasil pemantauan pada bulan April September 2016 terlihat bahwa capaian ketersediaan
obat di farmasi sesuai formularium adalah 80 %. sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

Plan Do Study Action


Mengupayakan 1. Memperbaiki Perencanaan Capaian pada Membuat indikator baru
capaian target pengadaan obat bulan April
80% 2. Membuat sistem / SOP sampai
untuk penanganan apabila September
obat habis didapatkan,
3. Pengecekan stok obat. semuanya 80
4. Pengusulan pengadaan %
obat segera apabila obat
habis

2. Pelaporan Aktivitas yang Diwajibkan oleh Peraturan Perundang-Undangan


Pemantauan Maintenance APAR (AM. 2)

100 100 100 100 100 100


100
90
80
70
60
50 Capaian
40
Target
30
20
10
0
Juli '16 Agustus '16 September '16

Analisis
Dari hasil pemantauan pada bulan Juli September 2016 terlihat bahwa pemantauan
maintenance APAR selalu mencapai target yang telah ditetapkan.

Plan Do Study Action

Mengupayakan 1. Pemantauan capaian Capaian target dalam 3 Membuat Indikator


capaian target target oleh Ka . K3 bulan terakhir 100 % baru
100% dan Kesling
2. Usulan penambahan
tenaga.

3. Manajemen Risiko
10
Kalibrasi Alat Medis (AM. 3)

100
90
80
70 Capaian
60
Target
50
40
30
20
10
0
Tahun 2016

Analisis
Dari hasil pemantauan Tahun 2016 terlihat bahwa kalibrasi alat media mencapai target
yang telah ditetapkan.

Plan Do Study Action


Mengupayakan 1. Pemantauan capaian Capaian target Mempertahankan capaian
capaian target target oleh Ka.IPSRS tahun ini 100 % target untuk tahun
100% 2. Pendataan rutin seluruh berikutnya
alat yang belum
terkalibrasi
3. Supervisi ruangan
terhadap semua alat di
ruangan masing
masing.

4. Manajemen Penggunaan Sumberdaya


Kecepatan Waktu Menanggapi Kerusakan Alat (AM. 4)

Sampai Oktober 2016 belum bisa dilakukan analisis karena pencatatan kecepatan
waktu menanggapi kerusakan alat belum dilakukan.

5. Harapan dan Kepuasan Pasien dan Keluarga


Indeks Kepuasan Pelayanan Rawat Jalan Jiwa (AM. 5)

Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) Rumah Sakit Ernaldi Bahar secara keseluruhan adalah
78,9. Artinya nilai rata-rata dari 14 unsur penilaian Instalasi Rawat Jalan Jiwa masuk dalam
kategori B, dengan mutu pelayanan juga Baik. Pengukuran IKM berdasarkan 14 Unsur
Penilaian Menurut Kriteria Keputusan MENPAN No: Kep/25/M.PAN/2/2004, meliputi :

1) Prosedur Pelayanan
2) Persyaratan Pelayanan
3) Kejelasan Petugas Pelayanan

11
4) Kedisiplinan Petugas Pelayanan
5) Tanggungjawab Petugas Pelayanan
6) Kemampuan Petugas Pelayanan
7) Kecepatan Pelayanan
8) Keadilan Mendapatkan Pelayanan
9) Kesopanan & Keramahan Petugas
10) Kewajaran Biaya Pelayanan
11) Kepastian Biaya Pelayanan
12) Kepastian Jadwal Pelayanan
13) Kenyamanan Lingkungan
14) Keamanan Pelayanan

Mutu Pelayanan :

A (Sangat Baik) : 81,26 - 100,00 (3,26 - 4,00)

B (Baik) : 62,51 - 81,25 (2,51 - 3,25)

C (Kurang Baik) : 43,76 - 62,50 (1,76 - 2,50)

D (Tidak Baik) : 25,00 - 43,75 (1,00 - 1,75)

Plan Do Study Action


Mengupayakan Meningkatkan Nilai Indeks Kepuasan Mempertahankan dan
capaian SKOR kualitas Masyarakat (IKM) RS. meningkatkan kualitas
IKM minimal pelayanan pada 14 Ernaldi Bahar secara pelayanan pada 14
62,51 / BAIK unsur penilaian keseluruhan adalah 78,9. unsur penilaian menurut
menurut kriteria Artinya nilai rata-rata dari kriteria MENPAN /IKM
MENPAN /IKM 14 unsur penilaian
masing-masing unit
pelayanan masuk dalam
kategori B, dengan mutu
pelayanan juga Baik.

6. Harapan dan Kepuasan Staf (AM. 6)


Laporan Hasil Survey Kepuasan Karyawan Terhadap Organisasi

Indeks Kepuasan Karyawan (IKK) Rumah Sakit Ernaldi Bahar secara keseluruhan adalah
76,35. Artinya nilai kepuasan karyawan terhadap organisasi termasuk dalam kategori Baik.
Pengukuran IKK mengacu pada Keputusan MENPAN No. Kep/25/M.PAN/2/2004

Mutu Pelayanan :

A (Sangat Baik) : 81,26 - 100,00 (3,26 - 4,00)

B (Baik) : 62,51 - 81,25 (2,51 - 3,25)

C (Kurang Baik) : 43,76 - 62,50 (1,76 - 2,50)

D (Tidak Baik) : 25,00 - 43,75 (1,00 - 1,75)

Plan Do Study Action


12
Mengupayakan 1. Meningkatkan kualitas Tingkat kepuasan 1. Mempertahankan dan
kategori CUKUP kepemimpinan pegawai kategori meningkatkan capaian
PUAS dan PUAS 2. Meningkatkan kualitas CUKUP PUAS dan 2. Meningkatkan kualitas
di atas 90% hubungan antar unit PUAS tahun 2016 kepemimpinan
3. Meningkatkan mencapai 76,35% 3. Meningkatkan kualitas
kesejahteraan pegawai hubungan antar unit
4. memberikan 4. Meningkatkan
kesempatan untuk kesejahteraan pegawai
meningkatkan 5. memberikan
kemampuan kerja kesempatan untuk
melalui pelatihan dan meningkatkan
pendidikan tambahan kemampuan kerja
melalui pelatihan dan
pendidikan tambahan

7. Demografi Pasien dan Diagnosis Klinis


10 Diagnosis Terbanyak (AM. 7)

Laporan 10 Besar Diagnosis Rawat Inap Oktober 2016

No KODE DIAGNOSIS

1 F20.0 PARANOID SKIZOFRENIA

2 F20.3 UNDIFFERENTIATED SKIZOFRENIA

MENTAL AND BEHAVIOURAL DISORDERS DUE TO MULTIPLE DRUG USE


3 F19
AND USE OF OTHER PSYCHOACTIVE SUBSTANCES

4 F20.9 SKIZOFRENIA, UNSPECIFIED

5 F20.1 HEBEPHRENIC SKIZOFRENIA

6 F20 SKIZOFRENIA

7 F09 UNSPECIFIED ORGANIC OR SYMPTOMATIC MENTAL DISORDER

8 F23 ACUTE AND TRANSIENT PSYCHOTIC DISORDERS

9 F25.0 SKIZOAFFEKTIVE DISORDER, TIPE MANIK

10 F20.5 RESIDUAL SKIZOFRENIA

8. Manajemen Keuangan
Cost Recovery (AM. 8)

Analisis Belum bisa dilakukan karena Bagian Keuangan Masih Belajar untuk menghitung Cost
Recovery tersebut

13
9. Pencegahan dan Pengendalian dari Kejadian yang Dapat Menimbulkan Masalah
bagi Keselamatan Pasien, Keluarga Pasien dan Staf
Kejadian Pasien Lari (AM. 9)

Tahun 2016

Chart Title
3

2,5

1,5
Kejadian
1 Standar
0,5

Analisis
Dari hasil laporan pada bulan April September 2016 terlihat ada 5 pasien lari dari RS
Ernaldi Bahar

Plan Do Study Action


Mengupayakan 1. Memperbaiki kinerja Selama tahun 1. Diadakan rapat koordinasi
angka kejadian pengawasan terhadap 2016 ada 5 Direktur, Struktural,
pasien lari 0% pasien oleh perawat kejadian perencanaan, keperawatan,
2. Memperbaiki tata ruang pasien lari ISPRS dan satpam untuk
bangsal membuat sistem
3. Meminimalisir akses pengendalian kejadian lari
keluar lingkungan RS yang lebih baik
2. Memperbaiki kinerja
pengawasan terhadap pasien
oleh perawat
3. Memperbaiki tata ruang
bangsal
4. Meminimalisir akses keluar
lingkungan RS

14
INDIKATOR AREA SASARAN KESELAMATAN PASIEN

1. Ketepatan Identifikasi Pasien


Pasien / Keluarga Pasien Memahami Maksud Mengambil Foto Pasien
(AKP. 1)
Belum bisa dilakukan analisis karena pencatatan data tidak maksimal.

2. Peningkatan Komunikasi yang Efektif


Verifikasi oleh DPJP Setelah Komunikasi Melalui Telepon (AKP. 2)

Belum bisa dilakukan analisis karena pencatatan data tidak maksimal dan belum
berjalannya Sistem Pelaporan SBAR di rawat inap

3. Peningkatan Keamanan Obat yang Perlu Diwaspadai


Ketepatan Penyimpanan dan Pemberian Label pada Obat-Obat LASA
(AKP. 3)
100 100 100 100 100 100
100
90
80
70
60
50 Capaian
40
Target
30
20
10
0
Juli '16 Agustus '16 September '16

Analisis

Sudah diakukan sesuai SPO penyimpanan dan pemberian Label pada Obat-obat LASA

Plan Do Study Action


Mengupayakan 1. Sosialisasi SOP Capaian target 1. Mempertahankan capaian
capaian target penyimpanan dan dalam bulan standar hingga 100%
100% pemberian Label pada Juli, Agustus 2. Tetap Sosialisasi rutin SOP
obat LASA dan September penyimpanan dan
2. Supervisi oleh kepala 100% pemberian Label pada obat
Instalasi atau kepala LASA
ruang.
3. Supervisi oleh KPRS
4. Ronde Keselamatan ke
Ins. Farmasi

4. Kepastian Tepat Pasien, Tepat Prosedur


15
Kejadian Salah Pasien pada Tindakan ECT Premedikasi (AKP. 4)

Belum bisa dilakukan analisis karena ECT tidak berfungsi dengan baik.

5. Pengurangan Risiko Infeksi Terkait Pelayanan Kesehatan


Kepatuhan Cuci Tangan (AKP. 5)

Belum ada data dari Komite PPI, sehinga Panitia Mutu melakukan pendataan sendiri
dengan observasi ke ruangan rawat inap.

6. Pengurangan Risiko Pasien Jatuh


Kelengkapan Asesmen Risiko Jatuh Pasien Rawat Inap (AKP. 6)

Belum bisa dilakukan analisis karena pencatatan data tidak maksimal.

16
II. KESIMPULAN

Dari hasil analisa data indikator didapatkan kesimpulan :

AREA KLINIS
INDIKATOR CAPAIAN TARGET TINDAK LANJUT
TERBAIK
Asesmen pasien;
AK.1.1 Kelengkapan diagnosis Data tidak lengkap 1.Pelatihan Safety and
awal pasien rawat inap Quality Champion
2.Supervisi ruang rawat inap
AK.1.2 Waktu tunggu 24,7 51,5 % 80 % 1. Himbauan oleh Komite
pelayanan rawat jalan (April s/d Sept Medik dalam rapat rutin
2016) 2. Mencari penyebab lain
tidak tercapainya target.
Dengan menambah isian
waktu dalam log book,
yaitu waktu diterimanya
SEB dan waktu
diterimanya status rekam
medis
AK.1.3 Respon Time 96,6 % 100 1. Himbauan
% oleh Komite
pelayanan dokter IGD (Sept 2016) Medik dalam rapat rutin
2. Penyampaian hasil
capaian oleh panitia mutu
Pelayanan laboratorium
AK. 2.1 Respon Time tidak ditemukan adanya Mempertahankan capaian
pelaporan hasil nilai nilai kritis target untuk periode
kritis berikutnya

AK. 2.2 Kesalahan input 0% 0% Mempertahankan capaian


identitas dan hasil (Juli-Sept 16) target untuk periode
laboratorium berikutnya
Pelayanan radiologi
AK. 3 Pengulangan 3,3 % 2% 1. Supervisi oleh Ka.Uni
pemeriksaan Radiologi (Sept 2016) Radiologi dan Kepala
Ruang
2. Meningkatkan kepatuhan
SOP pemeriksaan
3. Mengupayakan stabilisasi
aliran listrik dengan
berkoordinasi dengan
IPSRS
4. Revisi SPO jika diperlukan
Penggunaan antibiotika dan obat lainnya;
AK. 4 Penulisan resep 0,09 0,32 % < 20% Membuat indikator baru
dengan polifarmasi. (Apr-Sept 16)
Kesalahan medikasi dan Kejadian Nyaris Cedera (KNC);
AK. 5 Kesalahan penyerahan Belum ada datanya, baru 1. Pelatihan Safety and
obat dari farmasi ke mulai Okt 2016 Quality Champion
rawat inap. 2. Supervisi Instalasi
Farmasi

17
Penggunaan anestesi dan sedasi;
AK. 6 Pemantauan efek Belum ada datanya, karena Perbaikan alat ECT
samping / komplikasi alat ECT rusak
perpanjangan apneu
pada pasien ECT

Ketersediaan, isi dan penggunaan rekam medis pasien;


AK. 7 Waktu penyediaan Belum ada datanya, karena Harus ada software yg support
dokumen rekam medik sistem pencatatan di computer untuk bisa print out data
pelayanan rawat jalan tidak bisa diprint out

Pencegahan dan pengendalian infeksi, pengawasan dan pelaporan


AK. 8 Kejadian Phlebitis pada Belum ada data karena PPI Koordinasi dengan Komite PPI
pasien yang terpasang belum melakukan surveilance
infuse

AREA MANAJEMEN
INDIKATOR CAPAIAN TARGET TINDAK LANJUT
Pengadaan rutin peralatan kesehatan dan obat penting
untuk memenuhi kebutuhan pasien;
AM. 1 Ketersediaan obat di 90 % 80 % Membuat indikator baru
instalasi farmasi yang (sept 2016)
sesuai formularium.

Pelaporan aktivitas yang diwajibkan


oleh peraturan perundang-undangan;
AM. 2 Pemantauan 100 % 100 % Mempertahankan capaian
maintenance APAR (Juli-sept 16) target untuk periode
berikutnya
Manajemen risiko;
AM. 3 Kalibrasi alat medis. 100 % 100 % Mempertahankan capaian
(2016) target untuk tahun berikutnya
Manajemen penggunaan sumberdaya
AM. 4 Kecepatan waktu Belum ada datanya 1. Pelatihan Safety and
menanggapi kerusakan Quality Champion
alat 2. Supervisi IPSRS
Harapan dan kepuasan pasien dan keluarga;
AM. 5 Indeks Kepuasan 78,9 (Baik) Baik Meningkatkan capaian target
Pelayanan Rawat Jalan untuk tahun berikutnya
Jiwa
Harapan dan kepuasan staf
AM. 6 Laporan hasil survey 76,35 (Baik) Baik Meningkatkan capaian target
kepuasan karyawan untuk tahun berikutnya
terhadap organisasi
Demografi pasien dan diagnosis klinis;
AM. 7 10 diagnosis terbanyak Terlihat bahwa Skizoprenia Paranoid masih menjadi Diagnosis
terbanyak rawat inap
Manajemen keuangan;
AM. 8 Cost recovery Belum ada datanya 1. Pelatihan Safety and
Quality Champion
18
2. Supervisi Bag.Keuangan
Pencegahan dan pengendalian dari kejadian yang dapat
menimbulkan masalah bagi keselamatan pasien, keluarga pasien dan staf
AM. 9 Kejadian Pasien lari 5 orang Tidak ada 1. Diadakan rapat koordinasi
(April-Sept Direktur, Struktural,
16) perencanaan, keperawatan,
ISPRS dan satpam untuk
membuat sistem
pengendalian kejadian lari
yang lebih baik
2. Memperbaiki kinerja
pengawasan terhadap
pasien oleh perawat
3. Memperbaiki tata ruang
bangsal
4. Meminimalisir akses keluar
lingkungan RS

SASARAN KESELAMATAN PASIEN


INDIKATOR CAPAIAN TARGET TINDAK LANJUT
Ketepatan Identifikasi Pasien
AKP.1 Pasien / Keluarga pasien Data tidak lengkap 1. Pelatihan Safety and
memahami maksud Quality Champion
mengambil foto pasien 2. Supervisi Ruang
Rawat Inap
Peningkatan Komunikasi yang Efektif

AKP. 2 Verifikasi oleh DPJP setelah Belum ada data, karena Koordinasi dengan Bidang
komunikasi melalui telpon. SBAR belum berjalan pelayanan medik,
perawatan dan Pokja SKP
Peningkatan Keamanan Obat yang perlu diwaspadai
AKP. 3 Ketepatan penyimpanan dan 100 % 100 % Mempertahankan
pemberian label pada obat2 (Juli-Sept) capaian target untuk
LASA. periode berikutnya
KepastianTepat Pasien, Tepat Prosedur
AKP. 4 Kejadian salah pasien pada Belum ada data karena alat Perbaikan alat ECT
tindakan ECT premedikasi ECT rusak
Pengurangan Risiko Infeksi terkait pelayanan kesehatan

AKP. 5 Kepatuhan cuci tangan Belum ada data karena PPI Koordinasi dengan Komite
belum melakukan PPI
surveilance

Pengurangan risiko pasien jatuh


AKP. 6 Kelengkapan Assesmen Data Tidak lengkap 1. Pelatihan Safety and
resiko jatuh pasien rawat Quality Champion
inap 2. Supervisi Ruang
Rawat Inap

19
III. RENCANA TINDAK LANJUT

Rencana tindak lanjut dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan
pasien Rumah Sakit Ernaldi Bahar adalah :
1. Mengadakan Pelatihan Safety and Quality Champion bagi Perawat, Kepala
Ruangan, staf di bidang dan Instalasi di RS Ernaldi Bahar
2. Melakukan koordinasi dengan Bidang Perawatan untuk memperbaiki kinerja pengawasan
terhadap pasien oleh perawat
3. Melakukan koordinasi dengan Unit radiologi untuk meningkatkan kepatuhan SOP
pemeriksaan di Unit Radiologi
4. Melakukan koordinasi dengan IPSRS untuk mengupayakan stabilisasi aliran listrik di Unit
Radiologi, Perbaikan alat ECT
5. Melakukan Koordinasi dengan Komite PPI untuk pengumpulan data yang berhubungan
dengan indikator mutu
6. Melakukan koordinasi dengan Tim Verifikasi RS untuk memperbaiki software SIM RS agar
bisa memprint out data yang diperlukan untuk indikator Rekam medis dan Unit lainnya,
7. Mengadakan rapat koordinasi Direktur, Struktural, perencanaan, keperawatan, IPSRS dan
satpam untuk membuat sistem pengendalian kejadian lari yang lebih baik, memperbaiki tata
ruang bangsal, meminimalisir akses keluar lingkungan RS

20