Anda di halaman 1dari 9

Bahan Untuk Membuat Sabun Mandi

Bahan utama pembuatan sabun mandi antara lain minyak, alkali, dan air.

Ada berbagai macam minyak yang tersedia untuk pembuatan sabun. Mengetahui karakteristik
setiap minyak kamu bisa menentukan kombinasi mana yang paling baik untuk kulitmu.
Penggunaan minyak disini kami berikan hanya sebagai panduan awal saja.

Untuk lebih detail kamu bisa membaca artikel kami tentang berbagai macam bahan pembuat
sabun yang bisa digunakan.

1. Minyak

Kelapa (Coconut Oil), memberikan busa yang melimpah pada sabun mandi dan juga
berkontribusi terhadap kekerasan sabun batang.

Kelapa Sawit (Palm Oil), merupakan minyak utama dalam pembuatan sabun, mayoritas
sabun konvensional menggunakan minyak kelapa sawit. Minyak kelapa sawit
memberikan kekerasan pada sabun mandi dan mempercepat proses saponifikasi.

Zaitun (Olive Oil), merupakan minyak yang penting dalam sabun karena memberikan
kelembutan pada kulit dan memberikan efek kemewahan.

2. Alkali (NaOH)

Natrium Hidroksida (NaOH) digunakan untuk membuat sabun batang. Gunakan NaOH murni,
bukan yang sudah dalam larutan, berbentuk flakes atau pellet.

3. Air

Air digunakan untuk melarutkan NaOH. Sebaiknya gunakan air yang benar-benar murni H2O
tanpa ada tambahan mineral yang lainnya. Jangan gunakan air sumur atau air PAM, cari Air
Distilasi (Distilled Water) / Air, Demineralisasi (Demineralized Water) / Deionized Water.

Resep Dasar Sabun Mandi


Menggunakan 3 macam campuran minyak, dengan total volume minyak 500 gr :

150 gr (30%) Minyak Kelapa


150 gr (30%) Minyak Kelapa Sawit
200 gr (40%) Minyak Zaitun (Pomace Olive Oil)
145 gr Air (Deionized / Demineralized / Distilled Water)
72,5 gr NaOH

Langkah-langkah Cara Membuat Sabun Mandi Padat


1. Siapkan semua alat dan bahan. Jangan lupa selalu gunakan safety gears / pengaman.

2. Tuangkan air ke dalam wadah dan timbang sesuai ukuran.

3. Ambil NaOH di tempat terpisah dan timbang sesuai dengan ukuran resep. Secara hati-hati
masukkan NaOH ke dalam air sedikit demi sedikit. Kamu akan melihat reaksi air langsung
mendidih dan mengeluarkan uap yang menusuk (merupakan reaksi yang normal).

4. Aduk sampai semua NaOH larut. Diamkan beberapa saat sampai larutan mencapai suhu
dibawah 40C. *Selalu masukkan NaOH ke dalam air, jangan sebaliknya. Jika
memasukkan sebaliknya akan memberikan efek gunung meletus. Berbahaya!

5. Sembari menunggu larutan NaOH dingin. Timbang sesuai ukuran dan campur minyak ke
dalam wadah yang sudah disediakan. *Jika minyak kelapa/kelapa sawit menggumpal maka
cairkan terlebih dahulu. Jika tidak ada yang menggumpal maka tidak perlu dipanaskan.

6. Ketika suhu larutan NaOH sudah mencapai sekitar 30-35C, tuangkan ke dalam minyak secara
perlahan.
7. Aduk secara terus menerus menggunakan hand whisk sampai mencapai trace, biasanya
memakan waktu lama. Gunakan stick blender jika ingin lebih cepat mencapai trace.
Larutan tercampur rata, tetapi

belum mencapai trace. Telah


mencapai trace.
8. Ketika adonan sabun sudah mencapai trace maka hentikan pengadukan. Siapkan cetakan yang
sudah dilapisi plastik atau kertas.

Cetakan sederhana dilapisi kertas.

9. Tuangkan ke dalam cetakan, jangan lupa untuk mengumpulkan sisa-sisa yang ada di pinggir
panci dengan menggunakan spatula.

10. Tutup menggunakan kain bekas atau handuk bekas bagian atas cetakan. Untuk menjaga agar
tetap panas dan melanjutkan proses saponifikasi. Letakan di tempat yang aman dari jangkauan
anak-anak dan biarkan selama 1-2 hari.

11. Kemudian keluarkan sabun dari cetakan. Potong sesuai ukuran yang diinginkan. Simpan di
tempat yang kering dengan aliran udara yang baik, biarkan 2-4 minggu.

12. Sabun memasuki masa Curing. Saat curing, cek pH tiap satu minggu sekali. Sabun sudah
bisa digunakan jika sudah netral. Netral berarti proses saponifikasi sudah sempurna dan tidak ada
lagi alkali bebas yang terkandung.
Sabun Mandi Batangan

Alat dan bahan

Bahan-bahan :

200 gr minyak zaitun

200 gr minyak kelapa

100 gr minyak beku (vegetable shortening)

74.84 gr soda api

165 gr air ( kalau bisa gunakan air filter atau air ro, jangan air minum kemasan)

Alat-alat yang dibutuhkan :

timbangan bahan kue, lebih bagus kalau digital supaya lebih akurat.

2 baskom stainless steel atau plastik PP ( plastik no.5 yang tahan panas)

sendok stainless steel

sarung tangan karet tebal

kacamata bening atau pelingdung mata lain, jangan gunakan kontak lens saat membuat sabun ini.

masker atau scarf untuk menutup hidup dan mulut

mixer elektrik
cetakan sabun, bisa gunakan apa saja yang berbahan dasar stainless steel atau plastik PP tahan
panas (plastik no.5)

Cara membuat :

1. Siapkan larutan soda api. Timbang air dan soda api diwadah terpisah. Gunakan tempat
stainless steel untuk menaruh air yang suda ditimbang lalu masukan soda api sesendok
kedalam air sampai larut, teruskan sampai semua soda api habis larut kedalam air.
INGAT, TUANGKAN SODA API KE DALAM AIR JANGAN SEBALIKNYA. Saat
soda api dilarutkan dalam air akan timbul gas tipis dan air akan menjadi panas seperti
mendidih. Gunakan masker dan sarung tangan karena soda api bila terkena kulit akan
menimbulkan luka melepuh. Sebagai tindakan pencegahan bisa juga disiapkan larutan 2
sendok makan cuka dicampur 1 cangkir air lalu semprotkan kebagian kulit yang terkena
larutan soda api. Sisihkan dan biarkan dingin hingga mencapai suhu ruangan.

2. Timbang minyak, tuangkan minyak yg sudah ditimbang ke wadah lain yang lebih besar.
Cairkan minyak beku (vegetable shortening) tetapi jangan sampai mendidih lalu
campurkan kedalam larutan minyak lain yang sudah ditimbang. Aduk-aduk sampai rata.
Sisihkan.

3. Saat larutan soda api mulai mendingin, baru kita mulai proses pencampuran larutan soda
api dan minyak. Usahakan agar suhu larutan soda api dan campuran minyak sama atau
paling tidak hanya berbeda 10 derajat celcius. Gunakan baju dengan lengan panjang dan
sarung tangan agar kulit kita tidak terkena cipratan larutan soda api. Nyalakan mixer
elektrik kekecepatan terendah, aduk-aduk minyak yang sudah dicampur lalu tuangkan
larutan soda api kedalam larutan minyak perlahan-lahan.

4. Setelah semua larutan soda api ditungakan kedalam larutan minyak, naikan kecepatan
mixer lalu aduk terus campuran ini sampai ke tahap trace yaitu campuran berubah dari
cair ke kental yang konsistensinya seperti adonan mayonaise atau lotion. Untuk adonan
ini membutuhkan waktu kira-kira 30-60 menit untuk mencapai tahap trace dengan
menggunakan mixer kecepatan tinggi. Itu menandakan bahwa bahan-bahan semua sudah
melalui proses saponifikasi.
Tahap Trace

5. Pada tahap trace ini bisa kita tambahkan esensial oil sebagai pewangi sabun kita. Saya
menambahkan 10-20 tetes esensial oil kenanga ke dalam adonan sabun saya. Aduk lagi
adonan sabun ini kira-kira 1-2 menit untuk mencampur esensial oil agar merata.

6. Tuangkan adonan yang sudah selesai diaduk kedalam cetakan. Saya menggunakan
cetakan roti yang dilapisi plastik tahan panas (plastik PP atau plastik no.5) untuk cetakan
saya. Tepuk-tepuk cetakanagar adonan memadat dan rata keseluruh bagian cetakan.
Tunggu sampai adonan mengeras, kira-kira semalaman atau 1x24jam sebelum
dikeluarkan dari cetakan.
cetakan sabun

7. Setelah mengeras, keluarkan sabun dari cetakan. Jangan menunggu lebih lama dari 3 hari
untuk mengeluarkan sabun dari cetakan karena semakin keras sabunnya maka akan
semakin susah dipotong. Potong-potong dengan besar sesuai keinginan Anda lalu taruh
ditempat yang terbuka tapi tidak terkena sinar matahari langsung. Saya suka menyimpan
sabun yang sudah dipotong-potong dibawah rak yang saya taruh dibawah AC saya karena
mempercepat proses curing sehingga sabun lebih cepat keras. Rata-rata waktu
pengerasan sabun saya sampai bisa digunakan untuk mandi adalah 1 bulan, tetapi lebih
lama sabun akan lebih keras dan busanya lebih banyak.

Saya lebih suka mandi menggunakan sabun cair dibandingkan dengan mandi menggunakan
sabun batangan. kelemahan sabun batangan buatan sendiri ini adalah apabila kita taruh dikamar
mandi dan terkena air terus, lama kelamaan sabun ini akan mencair dan larut sehingga tidak
awet. Berita baiknya adalah, dari sabun batangan ini saya bisa membuat sabun cair sendiri.
Caranya mudah sekali dan walaupun hasil akhirnya lebih cair daripada sabun cair biasa tetapi
jauh lebih lembut dari sabun cair pabrikan.

Sabun Mandi Cair

Bahan-bahan :

1. 100 gr sabun batangan buatan sendiri yang sudah melalui proses curing

2. 300 gr air filter atau RO

3. 1 kapsul vitamin E, keluarkan isinya dari kapsul.

4. 10 tetes esensial oil pilihan Anda

Cara pembuatan :

1. Timbang sabun batangan lalu parut menggunakan parutan keju sampai habis semua,
tempatkan parutan diwadah tahan panas.

2. Panaskan air sampai mendidih, tuangkan air kedalam wadah berisi parutan sabun, aduk
sampai semua sabun terendam air panas. Diamkan sampai larutan dingin dan sabun larut
seluruhnya.

3. Setelah larutan sabun dingin, masukan vitamin E dan esensial oil. Aduk sampai rata.

4. Simpan kedalam wadah bekas sabun cair atau botol. Sabun siap dipakai.