Anda di halaman 1dari 2

Nusantara dan Jaringan Asia

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, wilayah Nusantara terletak pada persilangan jalan, antara
Samudera Hindia dan
Samudera Pasifik, atau lebih khusus, Benua Asia dan Australia. Persilangan ini telah menjadikan
wilayah Nusantara sebagai tempat
persinggahan bagi pelayar dan pedagang terutama dari China ke India atau sebaliknya. Selain kedua
bangsa Asia ini, terdapat juga
pengaruh lain dari berbagai budaya hebat di dunia seperti peradaban Iberia (Spanyol dan Portugis),
kemudian Britania Raya, dan
Belanda. Dari luas dan letak wilayahnya, Indonesia dikategorikan sebagai negara besar yang cukup
berpengaruh di Asia. Jaringan
ini telah berlangsung beratus tahun lamanya, beberapa peninggalan budaya yang nampak atas
pengaruh yang pernah singgah
masih ada seperti misalnya kebudayaan India pengaruhnya mencakup terhadap penyebaran dan
perkembangan Hindu Buddha dan
Islam di Indonesia yang bisa diketahui dari tinggalan budayanya yaitu arsitektur candi dan arsitektur
masjid bergaya Moghul di
Indonesia. Sama halnya dengan India, pengaruh kebudayaan China hingga sekarang ini masih sangat
besar dapat terlihat dalam
berbagai sapek kehidupan; kepercayaan, bahasa, makanan, sistem pertanian dan lain sebagainya.

Kemajuan maritim di China pada masa Dinasti Ming telah membawa pelayar-pelayar tangguh
mengarungi wilayah Nusantara.
Perdagangan silang antara China dan India telah membuat Nusantara dan Asia Tenggara menjadi
tempat persinggahan setiap kali
berlayar. Pertukaran budaya terjadi dengan adanya interaksi perdagangan antara pedagang atau
pelayar China dengan penduduk
setempat yang disinggahi. Terdapat banyak tinggalan sejarah yang mendapat pengaruh peradaban
Cina di Indonesia terutama
pada klenteng dan bangunan pertokoan yang tersebar pada kota-kota lama di seluruh wilayah
Indonesia.
Budaya Jepang pertama kali masuk ke Nusantara pada sepertiga abad ke 20. Melalui propaganda
militer saudara tua Jepang
dengan leluasa masuk ke wilayah Nusantara. Penetrasi politik Jepang selama 3,5 tahun tidak banyak
meninggalkan monumen atau
tinggalan bangunan bersejarah di Indonesia seperti halnya India dan Cina, akan tetapi kemiripan
pada arsitektur vernakular yang
sangat dipengaruhi oleh budaya Austronesia menjadi pembahasan yang menarik dalam buku ajar ini.
Sebagai salah satu negara
besar dengan konsep arsitektur timur yang kuat pernah menduduki Nusantara maka sangat penting
untuk diketahui bagaimana
sejarah perkembangan dan konsep arsitektur Jepang.
Pembahasan buku ajar ini selain menjabarkan sejarah perkembangan arsitektur di Indonesia yang
mendapatkan pengaruh dari
peradaban Asia (India, Cina dan Jepang) di Indonesia juga membahas konsep dan perkembangan
arsitektur di ketiga negara
tersebut. Arsitektur Nusantara, dan Arsitektur Asia : India, Cina dan Jepang mewakili pemikiran
tentang arsitektur timur.
efef