Anda di halaman 1dari 23
RENCANA BIMBINGAN KLINIK (RBK) KIE TANDA TANDA PERSALINAN Disusun Dalam Rangka Memenuhi Tugas Ujian Praktik Clinical

RENCANA BIMBINGAN KLINIK (RBK) KIE TANDA TANDA PERSALINAN

Disusun Dalam Rangka Memenuhi Tugas Ujian Praktik Clinical Instructure

Oleh:

SRY NOVITA PURBA

030216A161

PROGRAM STUDI D IV KEBIDANAN FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

2017

LEMBAR PERSETUJUAN

Rencana Bimbingan Klinik pada mata kuliah “Asuhan Kebidanan Kehamilan” dengan sub pokok bahasan “KIE Tanda tanda Persalinan” ini telah disetujui oleh pembimbing pada :

Hari

:

Tanggal :

Ungaran,

Mei 2017

Mahasiswa

(Sry Novita Purba)

Telah disetujui oleh :

Pembimbing Akademik

(Erna Setiawati, S.SiT., M.Kes)

LEMBAR PENGESAHAN

Rencana Bimbingan Klinik pada mata kuliah “Asuhan Kebidanan Kehamilan” dengan sub pokok bahasan “KIE Tanda tanda Persalinan” ini telah direvisi dan disahkan oleh pembimbing pada :

Hari

:

Tanggal :

Ungaran,

Mei 2017

Mahasiswa

(Sry Novita Purba)

Telah disetujui oleh :

Pembimbing Akademik

(Erna Setiawati, S.SiT., M.Kes)

RENCANA BIMBINGAN KLINIK

  • A. IDENTITAS MATA KULIAH/PRAKTIK KLINIK Mata Kuliah Kode Mata Kuliah Beban Studi

: Asuhan Kebidanan I (Kehamilan) : BD. 301 : 4 SKS (IT ; 3P)

Capaian Pembelajaran : Mahasiswa diharapkan mampu melaksanakan asuhan kebidanan pada masa kehamilan

Hari Waktu Bimbingan Sasaran Pokok bahasan

: Senin, 29 mei 2017 : 1 x 30 Menit : Mahasiswa DIII Kebidanan/Semester IV : KIE Tanda tanda Persalinan

  • B. DESKRIPSI PEMBELAJARAN KLINIK Dalam pembelajaran ini pembimbing akan memberikan bimbingan pelaksanaan KIE Tanda tanda persalinan kepada mahasiswa DIII Kebidanan semester IV sehingga dapat diimplementasikan dalam pemberian asuhan kepada ibu hamil.

  • C. TUJUAN PEMBELAJARAN

    • 1. Tujuan pembelajaran umum Pada proses pembelajaran ini diharapkan mahasiswa mampu menjelaskan dan melaksanakan KIE Tanda tanda Persalinan pada asuhan kebidanan kehamilan, serta dapat menerapkannya dalam aspek kebidanan.

    • 2. Tujuan khusus Adapun tujuan khusus dari pembelajaran klinik ini yaitu:

a. Mahasiswa mampu melakukan pendidikakan kesehatan tentang KIE tanda-tanda persalinan

  • b. Mahasiswa mempunyai keterampilan daslam komunikasi terapeutik sesuai pada perumusan diagnosa dan masalah dalam melakukan KIE tanda-tanda persalinan

  • c. Mahasiswa mampu bersikap aktif, terampil dan percaya diri serta profesional dalam melaksanakan KIE tanda-tanda persalinan

  • D. METODE DAN TEKNIK BIMBINGAN Metode bimbingan klinik yang akan digunakan adalah Bedside pre conference, bed side teaching, post conference

  • E. DESKRIPSI KASUS Seorang ibu hamil yang bernama Ny.G berusia 25 tahun datang ke PKD pada pagi hari pukul 08.00 WIB untuk memeriksakan kehamilannya yang berusia 8 bulan. Ibu mengatakan ini kehamilan pertama dan belum pernah keguguran. Saat dilakukan anamnesa ibu belum mengetahui tanda tanda persalinan. Hasil pemeriksaan TTV TD : 120/80 mmHg ND : 80 x/menit S : 36,6 C RR : 23 x/menit

    • F. RINCIAN KEGIATAN

No

Tahap

Kegiatan Pembimbing

 

Kegiatan

Metode

Kompetensi yang

Pembelajaran Klinik dan Waktu

Terbimbing

ingin di capai

1.

Pra Klinik

Kognitif:

       

1.

Pembimbing

1.

Mahasiswa

Ceramah

membuka

terbimbing

dan Tanya

pertemuan

pra

menjaab

Jawab

klinik dengan salam

salam

   

2.

Pembimbing

2.

Mahasiswa

   

menyampaikan

terbimbing

maksud dan tujuan

memperhati

dalam pembelajaran

kan

klinik

yang akan

penjelasan

dilakukan.

pembimbing

3.

Pembimbing

3.

Mahasiswa

Mahasiswa

dapat

melakukan

terbimbing

menjawab

apersepsi

untuk

menjawab

pertanyaan

menggali

pertanyaan

pembimbing

pengetahuan

dari

mahasiswa

pembimbing

mengenai

Tanda

 

tanda Persalinan

4.

Pembimbing

4. Mahasiswa

Mahasiswa

mampu

 

terbimbing

terbimbing

membimbing

mampu

mampu

mahasiswa

menjelaskan

menjelaskan

terbimbing

tujuan,

tanda

pengertian , tanda

menjelaskan

tanda

tanda persalinan,

pengertian,

tujuan,

persalinan,

dan tanda bahaya

tanda

tanda

dan tanda

persalinan.

persalinan,

dan

bahaya

tanda

bahaya

persalinan.

persalinan

 

Afektif

 

Pembimbing

mampu

1.

Mahasiswa

Mahasiswa

membimbing

terbimbing

terbimbing

juga

mahasiswa

terbimbing

mampu

 

mampu

dalam

   

melakukan

komunikasi

melakukan

 

melakukan

terapeutik

selama

komunikasi

komunikasi

melakukan KIE Tanda

terapeutik

terapeutik

selama

tanda Persalinan

selama

melakukan

KIE

melakukan

KIE

Tanda

tanda

Tanda

tanda

Persalinan

Persalinan

Psikomotor

1. Pembimbing mampu

1. Mahasiswa

Mahasiswa

membimbing

terbimbing

terbimbing

mahasiswa

mampu

mampu melakukan

melakukan KIE

melakukan

KIE Tanda tanda

Tanda

tanda

KIE

Tanda

Persalinan kepada

Persalinan

tanda

klien

Persalinan

.

2.

Klinik

Kognitif:

     

Pembimbing mampu

Mahasiswa

Ceramah

Mahasiswa

membimbing

terbimbing

dan Tanya

terbimbing

mahasiswa terbimbing

melakukan

KIE

Jawab

melakukan KIE

melakukan KIE Tanda

Tanda

tanda

Dan

Tanda

tanda

tanda Persalinan

Persalinan

pada

bedside

Persalinan pada ibu

ibu hamil.

theaching

hamil.

Afektif

Pembimbing

mampu

Mahasiswa

membimbing

terbimbing

mahasiswa

terbimbing

mampu

melakukan

komunikasi

berkomunikasi

   

terapeutik selama KIE

dengan

klien

   

Tanda tanda Persalinan.

dan

keluarga

menggunakan

komunikasi

terapeutik.

Psikomotor:

Pembimbing mampu

Mahasiswa

membimbing

terbimbing

mahasiswa

mampu

terbimbing

melakukan

KIE

melakukan KIE

Tanda

tanda

Tanda tanda Persalinan

Persalinan

3.

Post Klinik

Kognitif

     

Pembimbing

mampu

Mahasiswa

Mahasiswa

mengevaluasi

terbimbing

terbimbing

dapat

mahasiswa

terbimbing

melaksanakan

melaksanakan

dalam

pengertian,

pendokumentasi

pendokumentasian

tujuan,

apa saja

tanda

an pada asuhan

asuhan

kebidanan

tanda persalinan,

dan

kebidanan dan

dan evaluasi

tanda

bahaya

evaluasi

persalinan.

Afektif

Pembimbing mampu

Mahasiswa

Mahasiswa

mengevaluasi

terbimbing

terbimbing

dapat

mahasiswa terbimbing

memperhatikan

memperhatikan

melaksanakan KIE

evaluasi

dari

evaluasi

dari

tanda tanda persalinan.

pembimbing.

pembimnbing

   

Psikomotorik

     

1.

Pembimbing mampu

Mahasiswa

Mahasiswa mampu

mengevalusi tentang

memperhatikan

memperhatikan

komunikasi

evaluasi dari

evaluasi

dari

terapeutik selama

pembimbing

pembimbing

melakukan KIE

setelah

setelah

melakukan

Tanda tanda

melakukan

melakukan

KIE

Persalinan.

pemeriksaan

Tanda

tanda

 

melakukan KIE

Persalinan.kepada

Tanda tanda

klien.

Persalinan.

  • A. EVALUASI KLINIK

    • 1. : Pre requisite for clinical abilities menggunakan

Tes pada awal

  • a. Soal lisan

  • 2. : Component clinical abilities menggunakan

Tes pada proses

  • a. daftar tilik

  • 3. : Clinical performance menggunakan diskusi

Tes pada akhir

  • a. : Kognitif, afektif dan psikomotorik

Jenis

  • b. Bentuk : Observasi

  • c. : lembar observasi (lampiran)

Alat

  • 4. Compotent Clinical Abilities

    • a. Bentuk : Observasi

    • b. Alat

: Lembar Observasi (lampiran)

  • B. REFERENSI Saifuddin, Ilmu Kebidanan, Yayasana Bina Pustaka, 2005, Jakarta Neil, Wendi Rose. 1995. Panduan Lengkap : Perawatan Kehamilan. Jakarta:

Dian Rakyat

Rohmah, Nikmatur. 2009. Pendidikan Prenatal : Upaya Promosi Kesehatan bagi Ibu Hamil. Jakarta: Gramata Publishing. Varney Helen, Buku Ajar Asuhan Kebidanan I,EGC, Jakarta 2007 Sulistyawati Ari, asuhan kebidanan pada masa kehamilan, Salemba medica Jakarta, 2009

C. LAMPIRAN

  • 1. : Pertanyaan berupa soal lisan

Lampiran 1

2.

3.

Lampiran 2

Lampiran 3

: Rubrik

: Template

4.

Lampiran 4

: Job Sheet

  • 5. : Daftar tilik/Checklist

Lampiran 5

6.

Lanpiran 6

: Materi

  • 7. : Lembar Penilaian

Lampiran 7

Lampiran I

  • A. Soal

EVALUASI

  • 1. Jelaskan pengertian persalinan.

  • 2. Apa saja tanda tanda persalinan.

  • B. Kunci Jawaban

    • 1. Persalinan dan kelahiran adalah proses pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan cukup bulan (37-42 minggu), lahir spontan dengan presentasi belakang kepala yang berlangsung selama 18 jam, tanpa komplikasi baik ibu maupun janin. (Saifudin, 2001).

    • 2. Tanda tanda Persalinan

      • a. Kontraksi (His)

      • b. Dilatasi serviks atau pembukaan

      • c. keluarnya bloody show atau lendir darah

      • d. Pecahnya ketuban.

Lampiran 4

TANDA-TANDA

PERSALINAN

Pada kebanyakan wanita persalinan dimulai antara minggu ke 39 dan 41 usia kehamilan. Namun karena lama kehamilan setiap orang berbeda-beda akibatnya banyak bayi yang dilahirkan pada salah satu minggu tersebut. Pada bulan-bulan akhir kehamilan, tubuh memproduksi progesterone yang bertujuan melunakkan jaringan disekitar cerviks dan pelvis untuk persiapan bersalin juga biasanya ibu akan mengalami beberapa ketidaknyamanan antara lain persaan ingin berkemih dengan frekuensi yang meningkat. Hal ini disebabkan karena pada ibu primigravida kepala janin mulai memasuki Pintu Atas Panggul sehingga kandung kemih ibu menjadi terdesak oleh kepala janin. Persepsi awam umumnya menyamakan dimulainya proses kelahiran dengan rasa sakit akan bersalin. Namun kadang-kadang rasa sakit ini tidak segera muncul meskipun proses persalinan sudah mulai, karena masing-masing orang akan mempunyai pengalaman yang berbeda-beda selama menjalani proses persalinan.

  • A. PENGERTIAN PERSALINAN

    • 1. Persalinan adalah suatu proses saat janin dan produk konsepsi dikeluarkan sebagai akibat kontraksi teratur, progresif, sering dan kuat (Barbara, 2009).

    • 2. Persalinan adalah klimaks dari kehamilan dimana berbagai sistem yang nampaknya tidak saling berhubungan bekerja dalam keharmonisan untuk melahirkan bayi. (Manuaba, 2008).

    • 3. Persalinan dan kelahiran adalah proses pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan cukup bulan (37-42 minggu), lahir spontan dengan presentasi belakang kepala yang berlangsung selama 18 jam, tanpa komplikasi baik ibu maupun janin. (Saifudin, 2001).

persalinan, bayi dilahirkan spontan dengan presentasi belakang kepada pada usia kehamilan antara 37 hingga 42 minggu lengkap. Setelah persalinan ibu dan bayi dalam keadaan baik.

Berdasarkan pengertian diatas maka dapat disimpulkan bahwa persalinan adalah proses pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan cukup bulan (37-42 minggu), lahir spontan dengan presentasi belakang kepala yang berlangsung selama 18 jam produk konsepsi dikeluarkan sebagai akibat kontraksi teratur, progresif, sering dan kuat.

  • B. TANDA-TANDA PERSALINAN Pengetahuan tentang persalinan dan tanda-tanda persalinan diharapkan akan mengurangi kecemasan, dan meningkatkan kemampuan ibu untuk beradaptasi terhadap ketidaknyamanan yang timbul selama proses persalinan. Tanda-tanda persalinan antara lain:

    • 1. Keluar lendir bercampur darah Selama kehamilan bayi tersumbat dalam rahim oleh gumpalan lendir yang lengket pada leher rahim. Saat persalinan dimulai dan serviks mulai membuka, gumpalan mucus tadi terhalau. Pada saat bersamaan membrane yang mengelilingi bayi dan cairan amniotic agak memisah dari dinding rahim. Penampakan dari darah dan mucus yang keluar tampak bagai cairan lengket berwarna merah muda, hal ini bisa kita lihat sebelum muncul tanda-tanda persalinan lainnya Apa yang harus dilakukan: Pengeluaran darah dan lendir dapat terjadi beberapa hari sebelum persalinan, jadi tunggulah sampai mendapatkan kontraksi yang teratur atau air ketuban pecah, sebelum pergi bidan atau kerumah sakit. Anda harus menghubungi dokter bila terjadi pendarahan hebat.

  • 2. Kontraksi yang teratur setiap 10 15 menit Pada bulan terakhir dari kehamilan sebelum persalinan dimulai, sudah ada kontraksi rahim yang disebut his pendahuluan atau his palsu, yang sebetulnya hanya merupakan peningkatan daripada kontraksi Braxton Hicks. His pendahuluan ini tidak teratur dan menyebabkan nyeri diperut bagian bawah dan lipat paha tidak menyebabkan nyeri yang memancar dari pinggang ke perut bagian bawah seperti his persalinan. Lamanya kontraksi pendek dan tidak bertambah kuat bila dibawa berjalan, malahan sering berkurang. His pendahuluan tidak bertambah kuat dengan majunya waktu bertentangan dengan his persalinan yang semakin kuat. Yang paling penting adalah bahwa his pendahuluan tidak mempunyai pengaruh pada serviks. Kontraksi rahim bersifat otonom tidak dipengaruhi oleh kemauan, walaupun begitu dapat dipengaruhi dari luar misalnya rangsangan oleh jari-jari tangan dapat menimbulkan kontraksi. Kontraksi rahim bersifat berkala dan yang harus diperhatikan ialah :

Lamanya kontraksi : kontraksi berlangsung 45 detik sampai 75 detik

Kekuatan kontraksi : menimbulkan naiknya tekanan intrauterine sampai 35 mmHg. Kekuatan kontraksi secara klinis ditentukan dengan mencoba apakah jari kita dapat menekan dinding rahim ke dalam. Interval antara kedua kontraksi: pada permulaan persalinan his timbul sekali dalam 10 menit, pada kala pengeluaran sekali dalam 2 menit. Menurut faalnya his persalinan dapat dibagi dalam :

His pembukaan adalah his yang menimbulkan pembukaan dari serviks. His pengeluaran adalah his yang mendorong anak keluar. His pengeluaran biasanya disertai dengan keinginan mengejan. His pelepasan uri adalah his yang mengeluarkan uri. Mulanya kontraksi terasa sakit pada punggung bawah, yang berangsur- angsur bergeser ke bagian bawah perut. Beberapa menggambarkan mirip dengan mulas pada saat haid, saat mulas bergerak ke bagian perut, dengan tangan dapat dirasakan bagian tersebut mengeras. Kejangnya mirip

Braxton Hicks, namun terasa teratur semakin sering dan kuat, ferekuensi dan durasi seiring dengan kemajuan persalinan.

  • 3. Ketuban pecah Pada beberapa kasus membrane masih utuh hingga akhir tahap pertama persalinan. Kemudian desakan kontraksi dan tekanan kepala bayi pada mulut servik menyebabkan pecahnya membrane. Saat kebocoran dimulai, bisa dirasakan seperti semburan air atau hanya rembesan, namun sebenarnya pecahnya membrane takkan terasa karena membrane tidak memiliki saraf. Seringkali pada ketuban pecah ini ibu merasakan seperti mengompol, namun untuk memastikan apa yang keluar melalui jalan lahir tersebut apakah urin atau cairan ketuban dari baunya. Urin biasanya mempunyai bau yang khas, demikian halnya dengan cairan ketuban namun cairan ketuban ini berbau anyir. Saat ketuban pecah maka akan keluar cairan ketuban melaui jalan lahir, selama masa perjalanan menuju ke tenaga kesehatan sebaiknya gunakan pembalut untuk menampung cairan yang keluar untuk mengurangi ketidaknyamanan bagi ibu.

  • 4. Dilatasi serviks atau pembukaan yaitu primi >1,8cm dan multi 2,2cm. Terjadi dilatasi serviks, primi (Pertama hamil) >1,8cm dan multi (lebih dari satu kali hamil) 2,2cm. Biasanya pada bumil dengan kehamilan pertama, terjadinya pembukaan ini disertai nyeri perut. Sedangkan pada kehamilan anak kedua dan selanjutnya, pembukaan biasanya tanpa diiringi nyeri. Rasa nyeri terjadi karena adanya tekanan panggul saat kepala janin turun ke area tulang panggul sebagai akibat melunaknya rahim. Untuk memastikan telah terjadi pembukaan, tenaga medis biasanya akan melakukan pemeriksaan dalam (vaginal touche) (Sulistyawati, 2011). Sampai saat ini mungkin masih banyak ibu yang belum tahu kapan harus menghubungi tenaga kesehatan terutama pada ibu primigravida yang belum pernah memiliki pengalaman dalam menghadapi tanda-tanda persalinan. Kurangnya pengetahuan ibu terhadap hal ini bisa

membahayakan ibu maupun janin yang dikandungnya. Saat yang tepat menghubungi dokter adalah ketika Ibu merasakan tanda-tanda memasuki tahap persalinan seperti yang telah disebutkan diatas, Apalagi jika Ibu mengalami pecah ketuban. Jangan tunda menghubungi tenaga kesehatan. Pengetahuan tentang tanda-tanda persalinan diatas diharapkan dapat membantu ibu hamil untuk lebih menyiapkan mentalnya dallam menghadapi persalinan dan lebih waspada terhadap timbulnya tanda- tanda persalinan agar tidak terjadi hal hal yang tidak diinginkan, karena jika ibu tidak mengetahui dan tidak segera menghubungi tenaga kesehatan baik dokter maupun bidan maka hal ini sangat membahayakan ibu dan janin yang dikandungnya.

  • C. TANDA-TANDA BAHAYA IBU BERSALIN

    • 1. Ketuban pecah dini Normalnya ketuban pecah beberapa saat sebelum melahirkan. Jika sebelum tanggal perkiraan persalinan ibu talah merasa keluarnyacairan dalm jumlah banyak dari kemaluan (pecahnya ketuban), Segeralah ke Nakes, karena ketuban pecah dini meningkatkan resiko terjadinya infeksi.

    • 2. Perdarahan Perdarahan pada kehamilan lanjut ( Ususia kehamilan > 20 minggu) meskipun sangat sedikit dapat merupakan ancaman bagi ibu dan janin. Ibu perlu segera mendapatkan pertolongan di Nakes.

    • 3. Pergerakan janin berkurang Berkurang atau hilangnya pergerakan janin dapat merupakan suatu tanda gawat janin yang dapat berakhir denagn kematian janin. Karena itu sebaiknya ibu mengerti cara menghitung pergerakan janin dalam satu hari, dan segera ke Nakes jika menduga pergerakan janin berkurang. Pemantauan pergerakan janin harus sudah duimual;ai sejak awal, yakni sejak ibu merasa pergerakan janinnya, karena ibu sendirilah yang paling tahu dan mungkin mendeteksei kesehatan janinnya, bisanya memperhatikan gerakan janin setiap hari, dianjurkan untuk

memperhatikannya pada malaam hari, saat itu janin sedang ’bangun’.

Caranya : ibu berbaring ( malam hari dan menghitung gerakan janin selama 20 menit. Janin yang sehat akan bergerak labih dari 5 kali dalam 20 menit. Apabila ini terjadi, janin ibu akan baik selama 24 jam berikutnya sehingga dengan memantau gerakan janin ibu dapat memprediksi kesehatan janin setidaknya 24 jam ke depan. Apabila janin bergerak kurang dari 5 kali dalam 20 menit segera hubungi nakes untuk mndapatkan pemantauan yang lebih akurat dengan cara NST (Non Stress Test)

  • 4. Tekanan darah meningkat Tekanan darah meningkat tanpa pemeriksaan tensi darah sulit diketahui, tetapi apabila ibu merasa bengkak pada kaki yang tidak hilang setelah diistirahatkan, bengkat pada punggung tangan, bengkak pada kelopak mata atau bagian tubuh lainnya segera hubungi nakes karena kemungkinan ibu terancam pre-eklampsi (keracunan kehamilan).

Lampiran 3

TEMPLATE SOAL OSCE UJI KOMPREHENSIF

1.

Nomor Stasi

 

2.

Judul stasi

Kehamilan

3.

Waktu yang

30 menit

dibutuhkan

4.

Tujuan stasi

Menilai peserta uji untuk mengumpulkan data subyek Melaksanakan KIE tanda-tanda persalinan Melaksanakan prosedur secara profesional

5.

Kompetensi

  • 1. Pengumpulan data subyektif

(tebalkan beberapa

  • 2. Prosedur pemeriksaan fisik dan laboratorium

atau semua kompetensi

sederhana

yang dinilai)

  • 3. Perumusan diagnosa dan masalah

  • 4. Keterampilan prosedur tindakan, sesuai pada perumusan diagnosa dan masalah

  • 5. Pendidikan kesehatan

  • 6. Pendokumentasian

  • 7. Perilaku professional

6.

Siklus (tebalkan

  • 1. Kehamilan Fisiologi

kategori yang dinilai)

  • 2. Deteksi dini pada komplikasi kehamilan

  • 3. Persalinan fisiologi

  • 4. Deteksi dini komplikasi persalinan

  • 5. Penanganan awal kegawatdaruratan persalinan

  • 6. Nifas fisiologi

  • 7. Deteksi dini dan penanganan awal kegawatdaruratan pada nifas

  • 8. Bayi baru lahir, bayi dan balita fisiologis

  • 9. Deteksi dini dan penanganan awal kegawatdaruratan pada bayi baru lahir, bayi dan

   

balita 10. Masa antara dan keluarga berencana

7.

Tipe ruangan

Ruang Tindakan

8.

Kebutuhan manikin dan alat

1. Leaflet

9.

Kebutuhan laboran

Tidak ada

10.

Kebutuhan dan

Ada

Instruksi pasien standar

Skenario :

Seorang ibu hamil yang bernama Ny.G berusia 25 tahun datang ke PKD pada pagi hari pukul 08.00

WIB untuk memeriksakan kehamilannya yang berusia 8 bulan. Ibu mengatakan ini kehamilan pertama dan belum pernah keguguran. Saat dilakukan anamnesa ibu belum mengetahui tanda tanda persalinan. Hasil pemeriksaan TTV TD : 120/80 mmHg ND : 80 x/menit S : 36,6 C RR : 23 x/menit

Tugas :

Berperanlah sesusai skenario yaitu sebagai ibu berumur 25 tahun baru hamil pertama kali dan belum

pernah keguguran. Ibu ingin mengetahui tanda- tanda persalinan

11.

Instruksi untuk peserta

Skenario klinis :

ujian

Seorang ibu hamil yang bernama Ny.G berusia 25 tahun datang ke PKD pada pagi hari pukul 08.00 WIB untuk memeriksakan kehamilannya yang

   

berusia 8 bulan. Ibu mengatakan ini kehamilan pertama dan belum pernah keguguran. Saat dilakukan anamnesa ibu belum mengetahui tanda tanda persalinan. Hasil pemeriksaan TTV TD : 120/80 mmHg ND : 80 x/menit S : 36,6 C RR : 23 x/menit

Tugas :

1. Tuliskan data subyektif apa yang akan anda

tanyakan kepada Ny. G (Tulis dilembar kertas yang telah disediakan) 2. Lakukan pemberian KIE tentang tanda-tanda persalinan

12.

Instruksi untuk penguji

Skenario :

Seorang ibu hamil yang bernama Ny.G berusia 25 tahun datang ke PKD pada pagi hari pukul 08.00

WIB untuk memeriksakan kehamilannya yang berusia 8 bulan. Ibu mengatakan ini kehamilan pertama dan belum pernah keguguran. Saat dilakukan anamnesa ibu belum mengetahui tanda tanda persalinan. Hasil pemeriksaan TTV TD : 120/80 mmHg ND : 80 x/menit S : 36,6 C RR : 23 x/menit

Tugas :

   
  • 1. Tuliskan data subyektif apa yang akan anda tanyakan kepada Ny. D (Tulis dilembar kertas yang telah disediakan)

  • 2. Lakukan pemberian KIE tanda-tanda persalinan

Instruksi Umum :

  • 1. Pastikan identitas peserta sesuai dengan kartu ujian

  • 2. Tulislah no peserta ujian pada lembar nilai tulis

  • 3. Amati peserta tentukan global rating dan berilah skore (0/1/2/3) pada lembar nilai terhadap tugas yang dikerjakan sesuai rubrik

  • 4. Penguji tidak diperbolehkan melakukan interupsi dan bertanya kepada peserta selain yang ditentukan

  • 5. Taatilah peraturan dan laksanakan tugas sebagai penguji

Instruksi Khusus :

  • 1. Menilai data subyektif yang ditulis peserta uji di

kertas yang telah disiapkan

  • 2. Mengamati tindakan yang dilakukan peserta uji

  • 3. Memberi penilaian sesuai rubric

 
  • 13. Penulis

Sry Novita Purba

 
  • 14. Referensi

Departemen Kesehatan RI. 2007. Pelatihan APN Bahan Tambahan IMD. Jakarta : JNPKKR-JHPIEGO. Muslihatun, Wafi & Mufdlilah. 2009. Dokumentasi Kebidanan. Fitramaya: Yogyakarta.

   

Sulistyawati, Ari. 2011. Asuhan Kebidanan pada Masa Kehamilan. Jakarta : Salemba Medika

Lampiran 7

LEMBAR PENILAIAN

No

Capaian Kompetensi

 

Bobot

No. Punggung Mahasiswa

 

1

2

3

1.

Pengumpulan data subyektif

 

3

     

2.

Prosedur

pemeriksaan

fisik

dan

       

labolatorium sederhana

 

3.

Perumusan diagnosis dan/masalah

       

4.

Ketrampilan prosedur tindakan, sesuai pada perumusan diagnosis dan / masalah

       

5.

Pendidikan kesehatan

         

6.

Pendokumentasian

 

2

     

7.

Perilaku profesional

 

2

     
   

Total

       

Beri tanda (√) pada kolom yang disediakan sesuai dengan penilaian Anda

secara umum terhadap kemampuan peserta ujian.

TIDAK LULUS

BORDERLINE

LULUS

SUPERIOR

       

Nilai yang didapat

Nilai =

x 100%

BATAS LULUS

total score

:

Superior

: Jika nilai ≥ 85

Lulus

: Jika nilai 75 - 85

Borderline

: Jika nilai 60 - 74

Tidak lulus

: Jika nilai ≤ 60