Anda di halaman 1dari 2

Karena kumpulan gejala andropause yang mirip dengan penyakit lain, maka untuk mendiagnosa penyakit ini

harus dirangkaikan dengan pemeriksaan lainnya, seperti :


- Perubahan hormonal dikonfirmasi dengan pemeriksaan laboratorium.
- Perubahan mental dan fisik dikonfirmasi dengan pemeriksaan fisik, fungsi tubuh, dan pemeriksaan psikologi.
- Perubahan tingkah laku dikonfirmasi dengan alloanamnesa (anamnesa terhadap keluarga / saudara)

Gejala-gejala Andropause:
1. Gangguan vasomotor: tubuh terasa panas, berkeringat, insomnia, rasa gelisah dan takut.
2. Gangguan fungsi kognitif dan suasana hati: mudah lelah, menurunnya motivasi, berkurangnya ketajaman
mental/institusi, keluhan depresi, hilangnya rasa percaya diri dan menghargai diri sendiri.
3. Gangguan virilitas: menurunnya kekuatan dan berkurangnya tenaga, menurunnya kekuatan dan massa
otot, kehilangan rambut tubuh, penumpukan lemak pada daerah abdominal dan osteoporosis.
4. Gangguan seksual: menurunnya minat terhadap seksual/libido, perubahan tingkah laku dan aktifitas
seksual, kualitas orgasme menurun, berkurangnya kemampuan ereksi/disfungsi ereksi/impotensi, berkurangnya
kemampuan ejakulasi, dan menurunnya volume ejakulasi.

A. Pemeriksaan
Dahulu andropause sering kurang terdiagnosis karena gejala-gejalanya tidak jelas dan
beragam antara satu pria dengan pria lain. Bahkan, beberapa pria sulit untuk mengakui
bahwa mereka mengalami masalah. Sering para dokter tidak menduga kadar testosteron
yang rendah sebagai penyebab masalah, sehingga faktor-faktor ini sering mengarahkan
dokter untuk mengambil kesimpulan bahwa gejala-gejala itu berhubungan dengan keadaan
penyakit lain (misalnya depresi) atau hanya berhubungan dengan penuaan, sehingga sering
mendorong pasien untuk menerima kenyataan bahwa mereka tidak muda lagi. Kini,
penentuan diagnosis lebih mudah dilakukan dengan cara peneraan hormon steroid seks
untuk memastikan gejala-gejala andropause.
Pemeriksaan itu mencakup:
mengukur kadar testosteron bebas dalam darah, atau
menghitung indeks androgen bebas (free androgen index, FAI) = total testosteron x 100/SHBG

Kadar normal androgen Rata-rata Rentang


Testosteron bebas (pria)
700 ng/dL 300 1100 ng/dL
Testosteron bebas (wanita)
40 ng/dL 15 70 ng/dL
Indeks androgen bebas
70 100 %< 50% muncul gejala andropause
Karena kumpulan gejala andropause yang mirip dengan penyakit lain, maka untuk mendiagnosa
penyakit ini harus dirangkaikan dengan pemeriksaan lainnya, seperti :
Perubahan hormonal dikonfirmasi dengan pemeriksaan laboratorium.
Perubahan mental dan fisik dikonfirmasi dengan pemeriksaan fisik, fungsi tubuh, dan
pemeriksaan psikologi.
Perubahan tingkah laku dikonfirmasi dengan alloanamnesa (anamnesa terhadap
keluarga / saudara)

Gejala-gejala Andropause:
1. Gangguan vasomotor: tubuh terasa panas, berkeringat, insomnia, rasa gelisah dan takut.
2. Gangguan fungsi kognitif dan suasana hati: mudah lelah, menurunnya motivasi,
berkurangnya ketajaman mental/institusi, keluhan depresi, hilangnya rasa percaya diri
dan menghargai diri sendiri.
3. Gangguan virilitas: menurunnya kekuatan dan berkurangnya tenaga, menurunnya
kekuatan dan massa otot, kehilangan rambut tubuh, penumpukan lemak pada daerah
abdominal dan osteoporosis.
4. Gangguan seksual: menurunnya minat terhadap seksual/libido, perubahan tingkah laku
dan aktifitas seksual, kualitas orgasme menurun, berkurangnya kemampuan
ereksi/disfungsi ereksi/impotensi, berkurangnya kemampuan ejakulasi, dan menurunnya
volume ejakulasi.

Soewondo P. 2006. Menopause, Andropause dan Somatopause Perubahan Hormonal Pada


Proses Menua. In: Sudoyo AW, dkk (eds). Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid III Edidi
IV Jakarta: FKUI