Anda di halaman 1dari 32

MAKALAH GUGUS DEPAN LENGKAP GERAKAN PRAMUKA

Nama : Fajri Rahmadatul Azman, S.Pd


Nim : 16309006
Program Studi : Pendidikan Olahraga

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI GURU


JURUSAN PENDIDIKAN OLAHRAGA
FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2017
HALAMAN PERSETUJUAN

Padang, 22 Mei 2017

Mengetahui
Kepala Asrama PPG UNP Yang Membuat

Drs. Yulifri, M.Pd Fajri Rahmadatul Azman,S.Pd


NIP. 19590705 198503 1 002 NIM. 16309006
BAB I
PENDAHULUAN

Gugus depan atau disingkat gudep adalah suatu kesatuan organik terdepan dalam
Gerakan Pramuka yang merupakan wadah untuk menghimpun anggota Gerakan Pramuka dalam
penyelenggaraan kepramukaan, serta sebagai wadah pembinaan bagi anggota muda dan anggota
dewasa muda. Gugus depan juga berfungsi sebagai pangkalan bagi peserta didik Gerakan
Pramuka.
Yang paling banyak didapati adalah gugus depan yang berpangkalan di sekolah dan
perguruan tinggi. Namun gugusdepan tidak harus didirikan di sekolah. Karena secara umum
gugusdepan dibentuk berdasarkan wilayah atau biasa disebut sebagai gudep wilayah.
Gudep wilayah ini dapat dibentuk dan berpangkalan (bertempat) di :
Lembaga Pendidikan, semisal sekolah, kampus perguruan tinggi, asrama, pesantren, dan
tempat ibadah.
Kelurahan, desa, dan wilayah rukun warga (RW)
Instansi pemerintah dan swasta termasuk komplek perumahan pegawainya
Perwakilan RI di luar negeri
Setiap gugus depan tersebut berkewajiban untuk menerima kaum muda (anak berusia 7-
25 tahun) yang bertempat tinggal di sekitar wilayah tersebut sebagai anggota tanpa membedakan
suku, ras, golongan, dan agama.
Sehingga sebuah gugus depan, contoh kanlah gudep yang berpangkalan di sebuah SMP,
wajib menerima anggota sekalipun pramuka tersebut tidak bersekolah di SMP tersebut. Di
samping gugus depan wilayah, pun terdapat gugusdepan yang mengakomodasi anggota pramuka
berkebutuhan khusus.
Pembentukan Gugus depan di dalam negeri dihimpun, dibina, dan dikendalikan oleh
Kwartir Ranting Gerakan Pramuka. Kecuali gudep yang berpangkalan di Perguruan Tinggi yang
dihimpun oleh Kwartir Cabang. Sedangkan untuk gudep yang berada di luar negeri di bawah
pengendalian Kwartir Nasional.
BAB II
ISI

Gugus Depan Lengkap


Ditinjau dari kelengkapan satuannya, gugus depan dapat dikelompokkan dalam dua
kelompok, yaitu gudep lengkap dan gudep tidak lengkap. Gugus depan lengkap merupakan
gudep yang memiliki anggota dari semua golongan pramuka mulai dari pramuka siaga, pramuka
penggalang, pramuka penegak, hingga pramuka pandega.
Sehingga gudep lengkap akan memiliki satuan yang terdiri atas perindukan siaga,
pasukan penggalang, ambalan penegak, hingga racana pandega. Sedangkan gudep tidak lengkap
adalah gudep yang hanya memiliki anggota dari satu atau beberapa golongan saja. Sehingga
gudep tidak lengkap ini bisa jadi hanya terdiri atas satu atau beberapa satuan semisal hanya
memiliki pasukan penggalang, hanya memiliki perindukan siaga dan pasukan penggalang, hanya
memiliki ambalan penegak dan sejenisnya.
Keanggotaan dalam gugus depan harus menerapkan sistem satuan terpisah. Artinya,
anggota pramuka putra dan putri harus dihimpun dalam gudep yang terpisah di mana masing-
masing gudep berdiri sendiri. Para anggota ini hanya boleh terdaftar dalam satu gugus depan
saja.
Gugus Depan lengkap adalah Gugus depan yang terdiri atas:
1. Satu perindukan Siaga
Siaga adalah sebutan bagi Anggota Pramuka yang berumur antara 7-10 tahun. Disebut
Pramuka Siaga karena sesuai dengan kiasan (kiasan dasar) masa perjuangan bangsa Indonesia,
yaitu ketika rakyat Indonesia meyiagakan dirinya untuk mencapai kemerdekaan dengan
berdirinya Boedi Oetomo pada tahun 1908 sebagai tonggak awal perjuangan bangsa Indonesia.
A. Kode kehormatan
Kode Kehormatan bagi Pramuka Siaga ada dua, yaitu Dwi Satya (janji Pramuka Siaga) dan
Dwi Darma (ketentuan moral Pramuka Siaga).
Dwi Satya
Demi kehormatanku, aku berjanji akan bersungguh-sungguh:
1. Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Indonesia dan mengikuti
tata krama keluarga.
2. Setiap hari berbuat kebajikan.

Dwi Darma
1. Siaga berbakti kepada ayah dan ibundanya

2. Siaga berani dan tidak putus asa

Dua Kode Kehormatan yang disebutkan di atas adalah standar moral bagi seorang
Pramuka Siaga dalam bertingkah laku di masyarakat. Jadi kalau ada seorang anggota
Pramuka Siaga yang tingkah lakunya tidak sesuai dengan standar moral ini, dia belum bisa
disebut Pramuka Siaga seutuhnya.

B. Satuan

Satuan terkecil dalam Pramuka Siaga disebut Barung. Setiap


beberapa Barung dihimpun dalam sebuah satuan besar yang bernama Perindukan. Barung
diberi nama dengan warna semisal, Barung Merah, Barung Hijau dll.

Sebuah Barung beranggotakan antara 6 - 10 orang Pramuka Siaga dan dipimpin oleh
seorang Pemimpin Barung (Pinrung) yang dipilih oleh Barung itu sendiri. Masing-masing
Ketua Barung ini nanti akan memilih satu orang dari mereka yang akan menjadi Pemimpin
Barung Utama yang disebut Sulung. Sebuah Perindukan terdiri dari beberapa Barung yang
akan dipimpin oleh Sulung itu tadi.
C. Syarat Kecakapan Umum
Syarat Kecakapan Umum (SKU) Pramuka Siaga adalah syarat wajib yang harus dipenuhi
oleh seorang Pramuka Siaga untuk mendapatkan Tanda Kecakapan Umum (TKU). TKU
dalam Pramuka Siaga ada tiga tingkatan, yaitu:

1) Siaga Mula
Untuk mencapai tingkat Siaga Mula, calon Siaga harus memenuhi syarat-syarat sebagai
berikut:
a) Rajin dan giat mengikuti latihan Perindukan Siaga, sekurang-kurangnya 6 kali latihan
berturut-turut.
b) Hafal dan mengerti isi Dwi Darma dan Dwi Satya.
c) Dapat memberi salam Pramuka.
d) Tahu arti kiasan warna-warna bendera kebangsaan Indonesia, dan tahu sikap yang
harus dilakukan pada waktu bendera kebangsaan dikibarkan atau diturunkan.
e) Biasa berbahasa Indonesia di waktu mengikuti pertemuan-pertemuan Siaga.
f) Dapat dengan hafal menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya bait pertama di
muka Perindukan Siaga atau di muka pendengar-pendengar lain, dan tahu sikap yang
harus dilakukan jika lagu kebangsaan diperdengarkan atau dinyanyikan pada
suatu upacara.
g) Memiliki buku Tabanas, Buku Tabungan Pramuka, atau Buku Tabungan Pelajar.
h) Setia membayar uang iuran kepada Gugusdepannya, sedapat-dapatnya dengan uang
yang diperolehnya dari usahanya sendiri.
i) Selalu berpakaian rapi dan memelihara kebersihan badan.
j) Keagamaan (sesuai dengan agama masing-masing)
2) Siaga Bantu
Untuk mencapai tingkat Siaga Bantu, seorang Pramuka Siaga Mula harus memenuhi
syarat-syarat sebagai berikut:
a) Rajin dan giat mengikuti latihan Perindukan sebagai Siaga Mula, sekurang-
kurangnya 10 kali latihan.
b) Bersungguh-sungguh mengamalkan Dwi Darma dan Dwi Satya.
c) Tahu arti lambang Gerakan Pramuka
d) Dapat memelihara bendera kebangsaan Indonesia.
e) Tahu nama Negara, Ibukota Negara, Kepala Negara Republik Indonesia.
f) Hafal Pancasila.
g) Tahu nama dan alamat Kepala Desa dan beberapa tokoh masyarakat lain di sekitar
tempat tinggalnya.
h) Dapat membaca jam.
i) Dapat menunjuk sedikitnya 4 mata angin
j) Dapat menjalankan latihan-latihan keseimbangan
k) Dapat melempar dan menerima lemparan bola dengan tangan kanan dan kiri.
l) Dapat membuat dan menggunakan simpul mati, simpul anyam, dan simpul pangkal.
m) Memiliki buku Tabanas, Buku Tabungan Pramuka, atau Buku Tabungan Pelajar dan
sudah menabung uang secara teratur dalam buku tabungan itu selama sekurang-
kurangnya 8 minggu sejak menjadi Siaga Mula.
n) Setia membayar uang iuran kepada Gugusdepannya, sedapat-dapatnya dengan uang
yang diperolehnya dari usahanya sendiri.
o) Memelihara sedikitnya satu macam tanaman berguna atau sedikitnya satu jenis
binatang ternak, selama kira-kira 2 bulan.
p) Memelihara kebersihan salah satu ruangan di rumahnya, di sekolahnya, di tempat
ibadat, atau di tempat lain.
q) Dapat mencuci dan melipat pakaiannya sendiri.
r) Keagamaan (sesuai dengan agama masing-masing)
3) Siaga Tata
Untuk mencapai tingkat Siaga Tata, seorang Pramuka Siaga Bantu harus memenuhi
syarat-syarat sebagai berikut:
a) Rajin dan giat mengikuti latihan Perindukan sebagai Siaga Bantu, sekurang-
kurangnya 10 kali latihan.
b) Dapat memperlihatkan cara mengibarkan dan menurunkan bendera kebangsaan
Indonesia dalam upacara.
c) Tahu beberapa hari raya Nasional dan nama beberapa orang Pahlawan Nasional
d) Tahu sejarah lagu kebangsaan Indonesia Raya.
e) Tahu arti lambang Negara Republik Indonesia.
f) Tahu nama negara-negara tetangga dan bendera kebangsaannya.
g) Untuk Puteri: Dapat memasang buah baju dan menyalakan api (b) Untuk putera:
Dapat membuat dua macam hasta karya dengan macam bahan yang berbeda.
h) Dapat menyampaikan berita secara lisan.
i) Dapat mengumpulkan keterangan untuk memperoleh pertolongan pertama pada
kecelakaan, dan dapat melaporkannya kepada dokter, rumah sakit, pamong
praja, polisi, dan keluarga korban.
j) Tahu bahan makanan yang bernilai gizi.
k) Melakukan salah satu cabang olahraga atletik atau salah satu cabang olahraga renang.
l) Tahu beberapa macam penyakit menular.
m) Memelihara kebersihan salah satu ruangan di rumahnya, di sekolahnya, di tempat
ibadat, atau di tempat lain.
n) Dapat menyajikan satu macam kegiatan seni budaya.
o) Tahu adat sopan santun pergaulan Indonesia.
p) Hemat dan cermat dengan segala miliknya.
q) Memiliki buku Tabanas, Buku Tabungan Pramuka, atau Buku Tabungan Pelajar dan
sudah menabung uang secara teratur dalam buku tabungan itu selama sekurang-
kurangnya 8 minggu sejak menjadi Siaga Bantu dan seluruhnya atau sebagian
daripada uang itu diperolehnya dari usahanya sendiri.
r) Setia membayar uang iuran kepada Gugusdepannya, dengan uang yang seluruhnya
atau sebagian diperolehnya dari usahanya sendiri.
s) Memiliki sedikitnya satu Tanda Kecakapan Khusus.
t) Keagamaan (sesuai dengan agama masing-masing).
D. Syarat Kecakapan Khusus
Syarat Kecakapan Khusus (SKK) adalah syarat wajib yang harus dipenuhi oleh seorang
Pramuka Siaga untuk mendapatkan Tanda Kecakapan Khusus (TKK). TKK dalam
Pramuka Siaga hanya terdiri dari satu tingkatan.
E. Tanda Kecakapan Umum
Tanda Kecakapan Umum (TKU) Pramuka Siaga dapat dikenakan pada lengan baju
sebelah kiri di bawah tanda barung. TKU untuk Siaga berbentuk sebuah janur (ini juga
diambil dari kebiasaan para pahlawan dulu untuk menandakan pangkat seseorang).
F. Tanda Kecakapan Khusus
Tanda Kecakapan Khusus (TKK) Pramuka Siaga berbentuk segitiga sama sisi dengan
panjang masing-masing sisi 3 cm dan tingginya 2 cm. TKK dapat dipasang di lengan baju
sebelah kanan membentuk setengah lingkaran di sekeliling tanda Kwarda dengan puncak
menghadap ke bawah sebanyak 5 buah.
G. Info Lainnya

1. Pembina Pramuka Siaga putra dipanggil Yanda dan Pembina Siaga Pramuka putri
dipanggil Bunda.

2. Pembantu Pembina Pramuka Siaga putra dipanggil Pakcik dan Pembantu Pembina
Pramuka putri dipanggil Bucik.

3. Bentuk barisan dalam Upacara Siaga adalah lingkaran dengan Pembina berada di
tengah lingkaran. Ini mengandung filosofi bahwa cara pandang Pramuka Siaga yang
masih terfokus pada satu titik.
4. Kegiatan untuk Siaga salah satunya adalah Pesta Siaga yang berupa Perkemahan satu
hari tanpa menginap.
2. Satu Pasukan Penggalang
Penggalang adalah sebuah tingkatan dalam pramuka setelah siaga. Biasanya anggota pramuka
tingkat penggalang berusia dari 11-15 tahun.
A. Tingkatan dalam Penggalang
Berdasarkan pencapaian Syarat-syarat Kecakapan Umum Pramuka Penggalang dapat
digolongkan dalam beberapa tingkatan, yaitu:

Tingkatan Penggalang juga memiliki Syarat-syarat Kecakapan Umum (SKU) dan Syarat-syarat
Kecakapan Khusus (SKK) yang harus dipenuhi untuk mendapatkan kenaikan tingkat atau Tanda
Kecakapan Umum (TKU) dan pendapatkan Tanda Kecapakan Khusus (TKK)
1) Penggalang Ramu
Untuk mencapai tingkatan Penggalan Ramu, calon Penggalang harus memenuhi syarat-
syarat sebagai berikut:
a) Rajin dan giat mengikuti latihan Pasukan Penggalang sekurang-kurannya 6 kali
latihan berturut-turut.
b) Hafal dan mengerti isi Dasadharma dan Trisatya.
c) Dapat memberi salam Pramuka dan tahu maksud dan penggunaannya.
d) Tahu arti lambang Gerakan Pramuka.
e) Tahu cara menggunakan bendera kebangsaan Indonesia, tahu sejarahnya dan tahu arti
kiasan warna-warnanya.
f) Dapat dengan hafal menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya bait pertama di
muka Pasukan Penggalang atau di muka pendengar-pendengar lain dan tahu sikap
yang harus dilakukan jika lagu kebangsaan diperdengarkan atau dinyanyikan pada
suatu upacara. Tahu sejarah lagu kebangsaan Indonesia Raya.
g) Hafal pancasila dan tahu artinya.
h) Biasa berbahasa Indonesia di waktu mengikuti pertemuan-pertemuan Penggalang
i) Tahu struktur organisasi dan tanda-tanda pengenal dalam gugusdepan
j) Dapat berbaris
k) Dapat menunjukkan sedikitnya 8 arah mata angin, dapat menggunakan kompas dan
dapat membaca jam.
l) Dapat membuat dan menggunakan simpul mati, simpul hidup, simpul anyam, simpul
tiang, simpul jangkar dan dapat menyusuk tali.
m) Dapat menyampaikan berita secara lisan.
n) Dapat mengumpulkan keterangan untuk memperoleh pertolongan pertama pada
kecelakaan, dan dapat melaporkannya kepada dokter, Rumah Sakit, pamong
praja, polisi atau keluarga korban.
o) Selalu berpakaian rapi dan memelihara kesehatan badan.
p) Untuk putri: Dapat mengatur meja makan atau menghidangkan minuman dan
makanan kecil pada tamu. Untuk putra: Dapat membuat 2 macam hasta karya dengan
macam bahan yang berbeda.
q) Memiliki buku Tabanas, buku Tabungan Pramuka atau buku Tabungan Pelajar.
r) Setia membayar uang iuran kepada gugusdepannya, sedapat-dapat dengan uang yang
diperoleh dari usahanya sendiri.
s) Keagamaan:
2) Penggalang Rakit
Penggalang rakit artinya mulai merakit atau menyusun hal hal yang sudah
dikumpulkannya pada tingkatan sebelumnya untuk memantapkan diri pada tingkatan
selanjutnya..
3) Penggalang Terap
Untuk mencapai tingkatan Penggalang Terap, seorang Pramuka Penggalang Rakit harus
memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
a) Rajin dan giat mengikuti latihan Pasukan sebagai Penggalang Rakit sekurang-
kurannya 10 kali latihan berturut-turut.
b) Tahu arti dan sejarah Sumpah Pemuda.
c) Bersungguh-sungguh mengamalkan Pancasila.
d) Mengetahui tentang Perserikatan Bangsa-bangsa.
e) tahu tempat-tempat penting I kecamatan tempat tinggalnya.
f) Membuktikan perhatiannya terhadap industri yang ada di daerahnya, atau melatih
diri dalam suatu kerajinan-kerajinan yang berguna.
g) Sekurang-kurangnya 2 kali pernah ikut serta kerja bhakti gotong royong yang
ditugaskan oleh pembinanya di sekolahnya, di kampungnya, di tempat ibadah, atau di
tempat lain, atau pernah membantu lembaga seperti PMI, LSD, Bimas, PKK, Karang
Taruna, atau lain sebagainya.
h) Dapat menaksir jarak, tinggi, luas, isi, berat, kecepatan, suhu dan sebagainya.
i) Dapat membuat peta pita.
j) dapat menentukan arah mata angin tanpa menggunakan kompas.
k) Dapat merencanakan dan mempersiapkan rapat kecil.
l) Dapat membuat alat rumah tangga yang sederhana.
m) Dapat memeberikan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan.
n) Dapat menerapkan pengetahuan tentang kesehatan dan tentang kebersihan kamar-
mandi-cuci-kakus di perkemahan, di rumah atau di tempat lain.
o) Melakukan salah satu cabang olahraga atletik atau salah satu cabang
olahraga renang dan salah satu cabang olah raga lain serta tahu peraturan
permainannya.
p) Memiliki buku Tabanas, buku Tabungan Pramuka atau buku Tabungan Pelajar dan
sudah menabung uang secara teratur dalam buku tabnungan itu selama sekurang-
kurangnya 8 minggu sejak menjadi Penggalang Rakit dan sebagian daripada uang itu
diperolehnya dari usahanya sendiri.
q) Setia membayar uang iuran kepada gugusdepannya, dengan uang yang seluruhnya
atau sebagian diperoleh dari usahanya sendiri.
r) Pernah membantu dalam menjalankan administrasi keuangan gugusdepannya.
s) Untuk putra: Sudah pernah berjalan kaki selama 2 hari berturut-turut dengan
melaksanakan tugas-tugas yang diberikan oleh pembinanya. Untuk putri: Pernah
mengurus suatu rumah tangga selama 2 hari berturut-turut.
t) Dapat menampilan satu macam kegiatan seni budaya di hadapan pramuka-pramuka
atau di hadapan penonton-penonton lain.
u) Memilki sedikitnya satu Tanda Kecakapan Khusus
4) Penggalang Garuda

3. Satu Ambalan Penegak (Kepenegakan)

A. Filosofi Pramuka Penegak

Dalam teori perkembangan, pada usia remaja terdapat tiga tahapan secara
berurutan yaitu remaja awal, remaja madya dan remaja akhir (Kimmel, 1995:16). Pada
tahapan remaja awal, tugas-tugas perkembangan yang harus diselesaikannya adalah pada
penerimaan terhadap keadaan fisik dirinya dan menggunakan tubuhnya secara efektif.
Remaja pada usia tersebut mengalami perubahan fisik yang sangat drastis, seperti
pertumbuhan tubuh yang meliputi tinggi badan, berat badan, organ tubuh, dan perubahan
bentuk fisik. Penegak adalah anggota muda Gerakan Pramuka yang berusia 1620 tahun
yang perkembangannya berada pada tahapan pertama dan kedua yaitu remaja awal dan
remaja madya.
Pada tahapan remaja madya, tugas perkembangan yang utama adalah mencapai
idealisme dan kemandirian, kebebasan dari orang tua, memperluas hubungan dengan
kelompok sebaya. Pada tahapan ini, remaja mencapai kapasitas keintiman hubungan
pertemanan, belajar menangani hubungan interaksi dengan lawan jenis.
Tugas-tugas perkembangan tersebut merupakan dasar bagi Pembina untuk
mempersiapkan bahan, metode dan cara pendekatan yang tepat, sehingga mudah untuk
memahami karakter masingmasing remaja. Pembinaan Pramuka Penegak dilakukan
secara pribadi sehingga tumbuh dan berkembang menjadi sosok yang sesuai dengan
tujuan Gerakan Pramuka sekaligus juga turut mempertimbangkan perkembangan
jiwanya.
B. Kiasan Dasar Pramuka Penegak
Pembinaan golongan Pramuka Penegak merupakan tahapan pembinaan setelah
golongan Pramuka Penggalang. Jika Penggalang dikiaskan sebagai masa pemuda
menggalang persatuan bangsa, maka Penegak dikiaskan sebagai masa pemuda
menegakkan kemerdekaan bangsa. Pemberian nama golongan pembinaan kepramukaan
sesuai penggolongan usia peserta didik, mengadaptasi proses panjang sejarah perjuangan
bangsa Indonesia dalam upaya meraih kemerdekaan. Kepanduan Indonesia merupakan
sejarah perjuangan bangsa dalam upaya meraih kemerdekaan. Dimulai ketika bangsa
Indonesia mensiagakan kemerdekaan yang diambil dari peristiwa Budi Utomo, pada
tanggal 20 Mei 1908. Masa mensiagakan kemerdekaan bangsa ini menjadi kiasan dasar
pembinaan golongan Siaga yaitu peserta didik usia 7-10 tahun. Kemudian bangsa
Indonesia menggalang persatuan untuk kemerdekaan, yang ditandai dari peristiwa
Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. Setelah berhasil menggalang persatuan,
maka bangsa Indonesia telah siap untuk menegakkan kemerdekaan yang ditandai dari
peristiwa Proklamasi Kemerdekaan RI, pada tanggal 17 Agustus 1945.
Masa keberhasilan menggalang persatuan bangsa menjadi kiasan dasar pembinaan
golongan Penggalang yaitu peserta didik usia 11-15 tahun, dan masa kesiapan
menegakkan kemerdekaan menjadi kiasan dasar pembinaan golongan Penegak yaitu
peserta didik usia 16-20 tahun. Proses akhir dari sejarah perjuangan kemerdekaan bangsa
Indonesia adalah mengisi kemerdekaan dengan memandegani
(memprakarsai/memelopori) pembangunan bangsa. Masa mempelopori pengisian
kemerdekaan dan pembangunan bangsa menjadi kiasan dasar pembinaan golongan
Pandega yaitu peserta didik usia 21-25 tahun.
Satuan terkecil dalam Golongan Pramuka Penegak disebut Sangga, terdiri dari 4
sampai dengan 8 orang. Arti kata Sangga adalah gubug atau rumah kecil tempat
penggarap sawah. Nama Sangga disusun sesuai dengan kiasan dasar yakni: Sangga
Perintis, Sangga Penegas, Sangga Pencoba, Sangga Pendobrak, Sangga Pelaksana.
Perintis mengandung pengertian perintisan (menjadi pembuka/pelopor) dalam kebajikan.
Penegas mengandung pengertian kemampuan mengambil keputusan yang arif dan
bijaksana. Pencoba mengandung pengertian keberanian mencoba segala sesuatu yang
positif. Pendobrak mengandung pengertian keberanian mengemukakan kebenaran dan
melawan kemungkaran.
Pelaksana mengandung pengertian keberanian melaksanakan sesuatu tugas
dengan penuh tanggung jawab. Nama Sangga dipilih dan diambil dari cerminan sifat-sifat
baik yang menonjol yang akan ditiru oleh anggota Sangga tersebut. Pemimpin Sangga
dan Wakil Pemimpin Sangga dipilih berdasarkan musyawarah Sangga. Ambalan
Penegak idealnya terdiri atas 12 32 Pramuka Penegak yang dibagi menjadi 3 sampai 4
sangga. Arti kata Ambalan berasal dari bahasa Jawa ambal-ambalan, yakni kegiatan yang
dilakukan terus menerus. Ambalan juga disebut sekumpulan orang yang sedang
melakukan suatu pekerjaan. Nama Ambalan Penegak biasanya diambil dari nama-nama
pahlawan. Namun demikian tidak menutup kemungkinan nama Ambalan juga diambil
dari nama-nama tokoh, kerajaan dalam pewayangan atau legenda. Dalam pemilihan nama
diambil yang terbaik menurut anggota Ambalan, sehingga memiliki makna dan
kebanggaan bagi seluruh anggota Ambalan.
Tingkat kecakapan umum Pramuka Penegak berupa tanda pundak yang dibuat
dari kain dengan warna dasar hijau tua. Tulisan dan gambar pada tanda tersebut dibuat
dengan sulaman atau logam berwarna kuning emas. Berbentuk trapesium, berwarna dasar
hijau tua dengan panjang sisi 5 cm, sisi atas 4 cm dan panjang kaki miring kiri dan kanan
masing-masing 7,5 cm, didalamnya terdapat gambar bintang sudut lima di bawahnya
terdapat sepasang tunas kelapa yang berlawanan arah dan di bawah tunas kelapa terdapat
tulisan BANTARA atau LAKSANA. Bintang bersudut lima mempunyai arti bahwa
Pramuka Penegak bertaqwa kepada tuhan yang Maha Esa dan bermoral Pancasila. Tunas
kelapa yang berlawanan arah mengibaratkan keselarasan dan kesatuan gerak Pramuka
Penegak putra dan putri yang sedang membina dirinya sebagai mahluk pribadi, sosial dan
mahluk Tuhan menuju cita-cita bangsa. Tanda di pundak mengibaratkan tanggungjawab
yang tidak ringan yang harus dipikulnya sebagai anggota Gerakan Pramuka dan kader
pembangunan bangsa dan Negara. Bantara mengandung pengertian kader, ajudan,
pengawas pembangunan yang kuat, baik dan terampil serta bermoral Pancasila. Calon
pemimpin bangsa dan negara yang masih belajar dan mengembangkan kemampuannya
dalam memimpin. Laksana mengandung arti pemimpin muda yang sudah sanggup
mengemban dan melaksanakan tugas pembangunan bangsa dan negara serta mempunyai
tanggungjawab yang lebih besar.
C. Sifat Kegiatan Kepenegakan
Sifat umum yang dimiliki Pramuka Penegak adalah semangat juang yang tinggi,
idealisme, kemauan yang kuat, percaya diri, mencari jati diri, kreatif dan peduli terhadap
lingkungan masyarakat, serta memiliki loyalitas yang tinggi terhadap kelompoknya.
Mengingat sifat umum tersebut maka sifat kegiatan Kepenegakan secara umum masih
memerlukan bimbingan orang dewasa dengan motto dari, oleh dan untuk Pramuka
Penegak di bawah tanggungjawab orang dewasa. Bentuk kegiatan Kepenegakan meliputi:
a. Bina Diri Bina diri merupakan upaya peningkatan kemampuan jiwa dan keterampilan
dengan cara menuntut ilmu pengetahuan. b. Bina Satuan Bina satuan merupakan upaya
terus menerus mengabdikan diri pada perindukan Siaga atau pasukan Penggalang dalam
keterampilan khusus atau inovatif. c. Bina Masyarakat Bina masyarakat merupakan
upaya dan semangat untuk menjadi penyuluh dan pelopor pembangunan di
masyarakatnya.
D. Organisasi Kepenegakan

a. Ambalan Penegak

1) Ambalan Penegak idealnya terdiri atas 12-32 Pramuka Penegak yang dibagi
menjadi 3-4 kelompok yang disebut Sangga.

2) Ambalan Penegak menggunakan nama dan lambang yang dipilih mereka sesuai
aspirasinya dan mengandung kiasan dasar yang menjadi motivasi kehidupan
ambalan.
3) Sangga Sangga adalah kelompok belajar interaktif teman sebaya usia antara 16-
20 tahun yang disebut Pramuka Penegak. Jumlah anggota sangga yang terbaik
adalah 4-8 Pramuka Penegak. Pembentukan sangga dilakukan oleh para
Pramuka Penegak sendiri. Nama sangga dipilih diantara nama-nama Perintis,
Pencoba, Pendobrak, Penegas dan Pelaksana atau dipilih nama lain sesuai aspirasi
mereka. Nama tersebut merupakan identitas sangga dan mengandung kiasan dasar
yang dapat memberikan motivasi kehidupan sangga.

4) Untuk melaksanakan suatu tugas atau pekerjaan, Ambalan Penegak dapat


membentuk Sangga Kerja yang anggotanya terdiri atas anggota-anggota sangga
yang ada, jumlah anggota disesuaikan dengan beban kerja atau tugas yang
diemban.

5) Sangga Kerja bersifat sementara sampai tugas atau pekerjaan selesai


dilaksanakan.

Setiap ambalan dipimpin oleh seorang Pradana yang dipilih dari musyawarah
anggota Ambalan. Karena masa Penegak adalah masa dimana seorang remaja sudah
bermasyarakat maka susunan organisasi Ambalannya pun sama dengan susunan
organisasi yang terdapat di masyarakat pada umumnya. Di dalam organisasi Ambalan
terdapat Dewan Ambalan Penegak yang disebut Dewan Penegak dan Dewan
Kehormatan.

b. Dewan Ambalan Penegak (Dewan Penegak) Dewan Penegak, terdiri atas: 1) Ketua
yang disebut Pradana; 2) Sekretaris yang disebut Kerani; 3) Bendahara yang
mengatur keuangan dan harta benda milik Ambalan; 4) Pemangku adat yakni
pemimpin tata-cara adat Ambalan, pada hakekatnya adalah penjaga Kode Etik
Ambalan; 5) Beberapa orang anggota. Pembina Pramuka Penegak dan Pembantu
Pembina Pramuka Penegak tidak masuk dalam Dewan Ambalan. Pembina Ambalan
bertindak sebagai penasehat, pendorong, pengarah, pembimbing dan mempunyai hak
dalam mengambil keputusan terakhir.
Dewan Penegak bertugas : 1) Merancang dan melaksanakan program kegiatan. 2)
Mengevaluasi pelaksanaan kegiatan. 3) Merekrut anggota baru. 4) Membantu sangga
dalam mengintegrasikan anggota baru dalam sangga.

c. Dewan Kehormatan Penegak 1) Untuk mengembangkan kepemimpinan dan rasa


tanggungjawab para Pramuka Penegak, dibentuk Dewan Kehormatan Penegak yang
terdiri atas para anggota Ambalan yang sudah dilantik dan diketuai oleh Pemangku
adat. 2) Tugas Dewan Kehormatan Penegak adalah untuk menentukan: Pelantikan,
penghargaan atas prestasi/jasanya dan tindakan atas pelanggaran terhadap kode
kehormatan Peristiwa yang menyangkut kehormatan Pramuka Penegak
Rehabilitasi anggota Ambalan Penegak 3) Dalam Dewan Kehormatan Penegak,
pembina bertindak sebagai penasehat. 4) Pertemuan Dewan Kehormatan Penegak
bersifat formal. Undangan disampaikan seminggu sebelumnya dan masalah yang
akan dibicarakan diumumkan Peserta yang hadir menggunakan pakaian
seragamTempat ditentukan lebih dahulu.
Ambalan yang ideal memiliki markas Ambalan, yakni tempat di mana Ambalan
itu berkumpul. Markas ini biasanya diberi nama Sanggar. Setiap Ambalan harus
memiliki bendera Merah Putih, bendera Pramuka, bendera Ambalan/ pusaka
Ambalan/tunggul Ambalan serta bendera WOSM, tiang bendera, tali-menali, dilengkapi
dengan peralatan tulismenulis (mesin ketik, komputer, printer), peralatan memasak, serta
peralatan perkemahan, serta perlengkapan adat.
Sesuai dengan metode satuan terpisah, maka Pembina Ambalan putra adalah
seorang pria, dan Pembina Ambalan putri adalah seorang wanita. Hubungan antara
Pembina Ambalan dengan anggota Ambalan Penegak seperti hubungan antara kakak dan
adik, sedangkan hubungan Pembina Ambalan dengan Pembantu Pembina sama seperti
hubungan pada anggota dewasa Gerakan Pramuka lainnya yakni hubungan persaudaraan
atau kemitraan.
Ambalan yang menginginkan materi-materi sebagai bekal keterampilan dalam
hubungannya dengan life-skill, dapat meminta bantuan instruktur yang berkompeten di
bidangnya. aAmbalan mempunyai Sandi Ambalan berisi nilai-nilai dan norma-norma
yang disepakati dan melandasi perjuangan kehidupan Ambalan.
4. Satu Racana Pandega
Pandega adalah golongan Pramuka setelah Penegak. Anggota Pramuka yang termasuk
dalam golongan ini adalah yang berusia dari 21 tahun sampai dengan 25 tahun. Pramuka
Pandega memiliki jenis kegiatan yang sama dan dilakukan bersama-sama dengan Pramuka
Penegak. Pembinaan Pramuka Pandega dilakukan mulai dari tingkat Gugusdepan dalam satuan
yang disebut Racana, dan di tingkat Kwartir dapat mengikuti Satuan Karya dan Dewan Kerja.

Kode Kehormatan Pramuka Pandega

Kode Kehormatan seorang pramuka pandega sama dengan kode kehormatan pramuka
penegak dan anggota pramuka dewasa lainnya. Kode kehormatannya terdiri atas Satya Pramuka
(janji) yang disebut Trisatya dan Darma Pramuka (ketentuan moral) yang disebut Dasadarma.

Adapun bunyi Trisatya dan Dasadarma untuk pramuka pandega adalah sebagai berikut:

Trisatya
Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh:

1. Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Negara Kesatuan


Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila,

2. Menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat,

3. Menepati Dasadarma.
Dasadarma
1. Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

2. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.

3. Patriot yang sopan dan kesatria.

4. Patuh dan suka bermusyawarah.

5. Rela menolong dan tabah.

6. Rajin, terampil, dan gembira.


7. Hemat, cermat, dan bersahaja.

8. Disiplin, berani, dan setia.

9. Bertanggungjawab dan dapat dipercaya.

10. Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.

11. Pengorganisasian Pramuka Pandega


Pramuka pandega dihimpun dalam satuan yang dinamakan racana. Satu racana pandega
idealnya beranggotakan antara 10 - 30 pramuka pandega. Racana dapat dibagi menjadi beberapa
kelompok kecil yang disebut 'Reka'. Racana Pandega menggunakan nama dan lambang yang
dipilih sesuai dengan aspirasi anggota dan mengandung kiasan dasar yang menjadi motivasi
kehidupan Racana. Biasanya menggunakan nama pahlawan namun dapat juga menggunakan
nama tokoh, nama jenis senjata, nama kerajaan dalam pewayangan atau nama ceritera mitos.
Sedangkan Reka bisa dinamakan bebas sesuai keinginan anggota atau sesuai dengan minat
bersama anggota semisal reka bernama "Reka Gita Pesona" karena anggotanya sama-sama
menyukai musik.
Racana dipimpin oleh seorang ketua yang disebut Pradana. Pradana dipilih dari
musyawarah anggota Racana. Organisasi racana disusun sesuai organisasi yang terdapat di
masyarakat pada umumnya, karena pada usia Pandega sudah terjun dalam kehidupan
masyarakat. Di dalam organisasi Racana terdapat Dewan Racana Pandega yang disebut 'Dewan
Pandega' dan 'Dewan Kehormatan'.
1. Struktur organisasi Dewan Pandega terdiri Ketua Racana (Pradana), Kerani
(Sekretaris), Bendahara, Pemangku Adat (penjaga kode etik Racana atau tata cara
adat Racana), dan beberapa anggota. Sedangkan pembina Racana bertindak sebagai
penasehat, pendorong, pengarah, pembimbing dan mempunyai hak dalam mengambil
keputusan terakhir. Dewan pandega ini mempunyai tugas:
2. Merancang program kegiata

3. Mengurus dan mengatur kegiatan

4. Mengevaluasi pelaksanaan kegiatan

5. Merekrut anggota baru


6. Mencari/mengidentifikasi sumber dana untuk disampaikan kepada Ketua Gudep

7. Mengelola dana untuk menjalankan program kegiatan

8. Melaporkan pelaksanaan kegiatan kepada Pembina Gudep

9. Dewan Kehormatan Pandega adalah Dewan yang dibentuk untuk mendampingi


Dewan Pandega. Tugas Dewan Kehormatan Pandega yaitu:

10. Menentukan pelantikan,

11. Memberikan penghargaan kepada Pandega yang berprestasi

12. Memberikan tindakan hukuman atas pelanggaran terhadap kode kehormatan.

13. Rehabilitasi anggota Racana Pandega.

14. Pakaian Seragam Pramuka Pandega


Sistem Tanda Kecakapan Pramuka Pandega
Kecakapan pramuka pandega terdiri atas kecakapan umum, kecakapan khusus, dan
pramuka garuda. Kecakapan Umum ditempuh dengan menyelesaikan Syarat Kecakapan
Umum (SKU) yang terdiri atas satu tingkat yaitu Pandega. Kecakapan khusus dicapai dengan
menyelesaikanSyarat Kecakapan Khusus (SKK) yang memiliki tiga tingkatan yaitu purwa,
madya, dan utama. Setelah menyelesaikan Syarat Kecakapan Umum Pandega maka seorang
Pandega dapat menempuh Syarat Pramuka Garuda (Eagle Scout). TKU (Tanda Kecakapan
Umum) dipasang di bahu pakaian.

Pramuka Garuda
Pramuka Garuda ialah tingkatan tertinggi dalam setiap
golongan Pramuka (Siaga, Penggalang, Penegak, Pandega). Pramuka Garuda diatur dalam
Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 101 tahun 1984 tentang Petunjuk
Penyelenggaraan Pramuka Garuda. Seorang peserta didik yang telah mencapai tingkatan terakhir
dalam golongannya, dan telah memenuhi persyaratan untuk menjadi Pramuka Garuda, berhak
mengajukan permohonan kepada Kwartir melalui pembina gudepnya untuk dapat mengikuti uji
kelayakan untuk dapat naik ke tingkatan Garuda. Setelah mengajukan permohonan, Kwartir akan
mengevaluasi peserta didik itu tentang kelayakan, baik dalam segi mental, ataupun sisi kelayakan
persyaratan. Setelah dinilai cakap dan memenuhi persyaratan, calon Pramuka Garuda akan
wawancarai oleh tim penguji yang terdiri dari tokoh kwartir, gugus depan, guru, orang tua, dan
tokoh masyarakat.
Setelah lulus tes wawancara dan tes kecakapan, seorang peserta didik akan dilantik
menjadi Pramuka Garuda. Pelantikan biasanya diselenggarakan bertepatan dengan hari yang
bermakna khusus, baik bagi peserta didik tersebut ataupun bagi Gerakan Pramuka, semisal: hari
ulang tahun atau Hari Pramuka. Pelantikan umumnya dihadiri oleh Tim Penguji, orang tua dan
tokoh Pramuka.
Syarat-syarat pramuka

Syarat-syarat Pramuka Garuda untuk Pramuka Siaga

Seorang Pramuka Siaga ditetapkan sebagai Pramuka Garuda jika telah memenuhi syarat-syarat
sebagai berikut:
Menjadi contoh yang baik dalam Perindukan Siaga, di rumah, di sekolah atau di
lingkungan pergaulannya, sesuai dengan isi Dwisatya dan Dwidarma.

Telah menyelesaikan SKU tingkat Siaga Tata.

Telah memiliki Tanda Kecakapan Khusus untuk Pramuka Siaga, sedikit-dikitnya enam
macam dari tiga bidang Tanda Kecakapan Khusus.

Dapat menunjukkan hasta karya buatannya sendiri sedikit-dikitnya sembilan macam


dengan menggunakan sedikit-dikitnya tiga macam bahan.

Pernah mengikuti Pesta Siaga, sedikitnya dua kali.

Dapat membuktikan dirinya sebagai penabung yang rajin dan teratur.

Dapat mempertunjukkan kecakapannya di depan umum dalam salah satu bidang seni
budaya.

Syarat-syarat Pramuka Garuda untuk Pramuka Penggalang

Seorang Pramuka Penggalang ditetapkan sebagai Pramuka Garuda jika telah memenuhi syarat-
syarat sebagai berikut:
Menjadi contoh yang baik dalam Pasukan Penggalang, di rumah, di sekolah atau di
lingkungan pergaulannya, sesuai dengan isi Trisatya dan Dasadarma.

Telah menyelesaikan SKU tingkat Penggalang Terap.

Telah memiliki Tanda Kecakapan Khusus untuk Pramuka Penggalang, sedikit-dikitnya


sepuluh macam dari tiga bidang Tanda Kecakapan Khusus, sedikitnya satu
macam TKK tingkat Utama dan dua macam TKK tingkat Madya, yaitu :

Lima buah TKK wajib yang dipilih di antara:

TKK Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan.

TKK Pengatur Rumah

TKK Juru Masak.

TKK Berkemah.

TKK Penabung.

TKK Penjahit.

TKK Juru Kebun

TKK Pengaman Kampung

TKK Pengamat

TKK Bidang Olah Raga, misalnya gerak jalan, berenang, dan lain-lain.

Lima buah TKK pilihan, yang dapat dipilih di antara TKK yang telah ditetapkan
dengan Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.
Dapat menunjukkan hasta karya buatannya sendiri sedikit-dikitnya sepuluh macam
dengan menggunakan sedikit-dikitnya lima macam bahan.

Pernah mengikuti Jambore, Perkemahan, Bakti dan Lomba Tingkat.

Dapat membuktikan dirinya sebagai penabung yang rajin dan teratur.

Dapat mempertunjukkan kecakapannya di depan umum dalam salah satu bidang seni
budaya.

Dapat menjalankan salah satu cabang olah raga, misalnya atletik, renang, senam, bela
diri, gerak jalan atau cabang olah raga lainnya.
Telah mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat.
Syarat-syarat Pramuka Garuda untuk Pramuka Penegak

Seorang Pramuka Penegak ditetapkan sebagai Pramuka Garuda jika telah memenuhi syarat-
syarat sebagai berikut:
Menjadi contoh yang baik dalam gugusdepan, di rumah, di sekolah, di tempat kerja atau
di dalam masyarakat, sesuai dengan isi Trisatya dan Dasadarma.

Memahami Undang-undang Dasar 1945.

Telah menyelesaikan SKU tingkat Penegak Laksana.

Telah memiliki Tanda Kecakapan Khusus untuk Pramuka Penegak, sedikit-dikitnya


sepuluh macam dari tiga bidang Tanda Kecakapan Khusus, sedikitnya satu macam TKK
tingkat Utama dan tiga macam TKK tingkat Madya, yaitu :

Lima buah TKK wajib yang dipilih di antara :

TKK Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan.

TKK Pengatur Rumah


TKK Juru Masak.

TKK Berkemah.

TKK Penabung.

TKK Penjahit.

TKK Juru Kebun

TKK Pengaman Kampung

TKK Pengamat

TKK Bidang Olah Raga, misalnya gerak jalan, berenang, dan lain-lain.

Lima buah TKK pilihan, yang dapat dipilih di antara TKK yang telah ditetapkan
dengan Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.

Sedikit-dikitnya sudah tiga kali mengikuti pertemuan-pertemuan Pramuka untuk


golongan Penegak, di tingkat ranting, cabang, daerah, nasional atau internasional.

Tergabung dalam Satuan Karya Pramuka, dan dapat menyelenggarakan suatu proyek
produktif yang bersifat perorangan atau bersifat bersama, sesuai dengan Satuan Karya yang
diikutinya.

Dapat membuktikan dirinya sebagai penabung Tabanas yang rajin dan teratur.

Dapat mempertunjukkan kecakapannya di depan umum dalam salah satu bidang seni
budaya, atau membantu menyelenggarakan pertunjukan kesenian.

Dapat menjalankan dan memimpin salah satu cabang olah raga, yang dipilih dari cabang
olahraga atletik, renang, senam, bela diri, gerak jalan atau cabang olah raga lainnya.
Pernah ikut serta dalam kegiatan memikirkan, merencanakan, melaksanakan dan menilai
kegiatan pembangunan masyarakat di lingkungannya.

Syarat-syarat Pramuka Garuda untuk Pramuka Pandega

Seorang Pramuka Pandega ditetapkan sebagai Pramuka Garuda jika telah memenuhi syarat-
syarat sebagai berikut :
Menjadi contoh yang baik di rumah, di sekolah/perguruannya, di tempat kerja atau di
dalam masyarakat, sesuai dengan isi Trisatya dan Dasadarma.

Memahami Undang-undang Dasar 1945 dan GBHN.

Telah menyelesaikan SKU tingkat Pandega.

Sedikit-dikitnya telah tiga kali mengikuti acara yang dipilihnya di antaranya :

Pertemuan Pramuka untuk golongan Penegak dan Pandega di tingkat ranting,


cabang, daerah, nasional atau internasional.

Perkemahan Wirakarya atau Perkemahan Antar Satuan Karya (Peran Saka)


Dirgantara, Bahari, Bayangkara, Tarunabumi, Wanabakti, Kencana, dan saka lainnya di
ranting, cabang, atau daerah.

Integrasi masyarakat atau peninjauan proyek-proyek kegiatan, atau kunjungan


timbal balik di antara Pramuka Pandega antar gugusdepan, ranting, cabang, daerah atau
nasional baik secara perorangan maupun secara bersama dalam ikatan satuan, dan
membuat laporannya.

Sedikit-dikitnya sudah tiga kali ikut membuat perencanaan, persiapan, pelaksanaan,


pengawasan, penilaian dan penyelesaian salah satu atau gabungan dari kegiatan-kegiatan di
bawah ini:

Pesta Siaga.

Perkemahan Penggalang.
Raimuna, Perkemahan Wirakarya, Muspanitera, atau Pertemuan Pramuka
Penegak dan Pandega lainnya.

Sedikit-dikitnya telah tiga kali ikut membantu salah satu kegiatan masyarakat,
peringatan, peralatan, proyek pembangunan dan lain-lain.

Medali Garuda

Bentuk penghargaan bagi Pramuka Garuda berbentuk medali, memiliki pita dengan warna
pinggiran putih dan warna garis tebal di tengah merah, di ujung pita terdapat medali yang terbuat
dari metal berbentuk segi lima bergambarkan Burung Garuda yang memiliki tunas kelapa di
dadanya, dan memegang pita bertuliskan: "SETIA, SIAP, SEDIA" yang menggambarkan sikap
yang dimiliki setiap Pramuka Garuda.

Cara mengenakan medali

Medali dikalungkan dengan pita berada di bawah kacu/pita leher dengan ujung medali berada di
luar, di depan kacu/pita leher dan bila dikalungkan berada tepat di ujung tulang dada. Hanya
dikenakan pada upacara resmi.

Warna dasar bagi medali tadi beragam, sesuai dengan warna dasar golongan. Bagi Siaga Garuda
berwarna hijau, bagi Penggalang Garuda berwarna merah, bagi Penegak Garuda
berwarna kuning, bagi Pandega Garuda berwarna cokelat.

Organisasi dan Pimpinan Gudep


Sebagai tanda pengenal, gugusdepan menggunakan nomor. Gudep putra menggunakan
nomor ganjil sedangkan gudep putri menggunakan nomor genap. Pemberian nomor gudep ini
diatur oleh Kwartir Cabang, kecuali untuk gudep luar negeri yang pengaturannya dilakukan
langsung oleh Kwartir Nasional.
Selain menggunakan nomor gugusdepan, sebagai pengenal gudep dapat juga
menggunakan nama pahlawan, tokoh masyarakat atau tokoh dalam cerita rakyat, nama tempat
yang bersejarah, nama benda-benda di jagat raya, yang memiliki keistimewaan seperti galaksi
dan sebagainya yang dapat memotivasi kehidupan gudepnya.
Struktur organisasi gudep lengkap (berdasarkan lampiran SK Kwarnas Nomor 231 Tahun
2007) adalah sebagai berikut :
Gudep dikelola oleh Pembina Gugusdepan yang terdiri atas Ketua Gudep dan dibantu oleh
pembina satuan dan pembantu pembina satuan. Pembina Gugusdepan dipilih dalam musyawarah
gugusdepan dari para pembina Pramuka yang ada dalam Gugusdepan yang bersangkutan yang
dilaksanakan minimal 3 tahun sekali. Pembina satuan terdiri atas; pembina siaga, pembina
penggalang, pembina penegak dan pembina pandega. Selain pembina gudep, dalam sebuah
gugusdepan juga dibentuk Dewan Kehormatan Gudep, Badan Pemeriksa Keuangan Gudep, dan
Majelis Pembimbing Gudep (Mabigus).
Dewan Kehormatan Gugusdepan merupakan badan tetap yang dibentuk oleh Pembina Gudep
sebagai badan yang menetapkan pemberian anugerah, penghargaan dan sanksi.
Badan Pemeriksa Keuangan Gudep adalah badan independen yang dibentuk Musyawarah
Gugusdepan dan bertanggungjawab kepada Musyawarah Gugusdepan.
Sedangkan Mabigus adalah suatu badan dalam Gerakan Pramuka yang memberi bimbingan,
bantuan moril, organisatoris, material dan finansial, serta konsultasi kepada gudep dengan
anggota terdiri dari unsur-unsur orang tua peserta didik, dan tokoh masyarakat.
BAB III
PENUTUP
A. Simpulan
Pramuka merupakan organisasi kepemudaan yang resmi dari pemerintah yang
memiliki payung hukum mulai dari Keppres RI Nomor 238 Tahun 1961 hingga payung
hukum Undang-Undang RI Nomor 12 tahun 2013 tentang Gerakan Pramuka. Dengan
demikian, Pramuka menjadi tangung jawab bersama dalam pelaksanaannya. Dengan
berlakunya Kurikulum 2013 dan sesuai dengan Lampiran III Peraturan Menteri Pendidikan
dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 81A Tahun 2013 Tentang Implementasi
Kurikulum, Pramuka dijadikan ekstrakurikuler wajib pada setiap satuan pendidikan mulai
dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah. Oleh sebab itu peran satuan pendidikan
juga sangat penting demi terlaksananya kebijakan tersebut dengan baik. Dengan
ekstrakurikuler wajib Pramuka dalam kurikulum 2013, diharapkan adanya perpaduan yang
baik antara mata pelajaran umum di sekolah dengan kegiatan Pramuka yang saling
mendukung dalam ranah pendidikan karakter.
B. Saran
Dari pembahasan di atas ada beberapa saran yang dapat penulis sampaikan pada kesempatan
ini, diantaranya:
1. Gugus depan hendaknya mempersiapkan secara matang untuk melaksanakan
Ekstrakurikuler wajib pendidikan Kepramukaan baik dari sisi personal (para Pembina
Pramuka dengan kapasitas yang meningkat ter-Upgrade dan ter-Update) maupun sarana
dan prasara yang memadai.
2. Para Pelatih Pembina Pramuka, hendaknya membuat modul pembelajaran untuk bahan
ajar para Pembina Pramuka dalam menerapkan Ekstrakurikuler Wajib Pendidikan
Kepramukaan.
3. Sebaiknya Kwartir Nasional agar secepatnya membuat Petunjuk Pelaksanaan
Ekstrakurikuler Wajib Pendidikan Kepramukaan yang mengacu kepada Peraturan
Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia tentang Kurikulum 2013 dan Ekstra
Wajib Pendidikan Kepramukaan.
4. Metode Pelatihan, mengembangkan metode-metode pendidikan dan pelatihan bagi
kepramukaan. Terjadinya kekakuan dalam sistem pendidikan dan pelatihan
kepramukaan, membuat kegiatan menjadi terkekang oleh ruangan kelas, dan
mengurangi kegiatan-kegiatan di luar ruangan yang merupakan kegiatan sesungguhnya
dari kepramukaan.
DAFTAR PUSTAKA

Andri Bob Sunardi., Boy Man. Penerbit Nuansa Muda, Bandung, Tahun 2011.

Anonimus, Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor


81A Tahun 2013 Tentang Implementasi Kurikulum : Pedoman Pedoman
Kegiatan Ekstrakurikuler. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik
Indonesia, Jakarta, Tahun 2014.

Anonimus, Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor


63 Tahun 2014 Tentang Pendidikan Kepramukaan Sebagai Kegiatan
Ekstrakurikuler Wajib Pada Pendidikan Dasar Dan Pendidikan
Menengah.Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia,
Jakarta, Tahun 2014.

Anonimus, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2010 Tentang


Gerakan Pramuka. Kementrian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia,
Jakarta, Tahun 2014.

Anonimus, Keputusan Musyawarah Nasional Nomor 11/Munas/2013 Tentang Anggaran


Dasar Gerakan Pramuka. Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Jakarta, Tahun
2014.

Anonimus. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor: 231 Tahun 2007
Tentang Petunjuk Penyelenggaraan Gugusdepan Gerakan Pramuka. Kwartir
Nasional Gerakan Pramuka, Jakarta, Tahun 2008.

Mukson., Buku Panduan Materi Pramuka Siaga. Tahun 2011.


______., Buku Panduan Materi Pramuka Penggalang. Tahun 2011.
Badan Penelitian dan Pengembangan. 2014. Pedoman Penyelenggaraan Ekstrakurikuler
Wajib Pendidikan Kepramukaan di Satuan Pendidikan. Jakarta: Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan.

Djarab, Hendarmin (Ed). 2004. Guru & Pramuka Untuk Bangsa: 85 Tahun Let.Jend.
TNI (Purn) H. Mashudi (Sept. 1919-Sept. 2004). Bandung: Forum Putera Puteri
TNI (FKPPI) dan Fakultas Hukum Unpad.

Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 238 Tahun 1961 tentang Gerakan Pramuka.

Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. 2007. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan


Pramuka Nomor: 231 Tahun 2007 Tentang Petunjuk Penyelenggaraan
Gugusdepan Gerakan Pramuka.

Lampiran III Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor
81A Tahun 2013 Tentang Implementasi Kurikulum.

Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan. 2014. Pelatihan Implementasi Kurikulum


2013 Kepala Sekolah: Pendidikan Kepramukaan. Jakarta: Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan.

Samho, Bartolomeus. 2013. Visi Pendidikan Ki Hadjar Dewantara: Tantangan dan


Relevansi. Yogyakarta: Kanisius.

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2010 Tentang Gerakan Pramuka.