Anda di halaman 1dari 9

PEMERIKSAAN AKUNTANSI 2

KASUS PRAKTIK
KAS DAN BANK - [1]
Soal 01 :
Di bawah ini disajikan ringkasan penerimaan dan pengeluaran kas dari PT Maksindo
(untuk enam bulan terakhir) dalam tahun 2012 sebagai berikut :
Bulan Penerimaan Pengeluaran
Juli Rp. 26.742.000,00 Rp. 23.102.000,00
Agustus Rp. 19.003.000,00 Rp. 33.594.000,00
September Rp. 30.740.000,00 Rp. 30.138.000,00
Oktober Rp. 49.163.000,00 Rp. 46.811.000,00
November Rp. 56.688.000,00 Rp. 40.389.000,00
Desember Rp. 68.159.000,00 Rp. 56.739.000,00
Jumlah Rp. 248.855.000,00 Rp. 233.783.000,00

Saldo bank pada tanggal 1 Juli 2012 adalah sebesar Rp. 68.250.000,00 dan pada tanggal
31 Desember 2012 adalah Rp. 86.715.000,00. Tidak ada cek yang sedang beredar (out-
standing check) pada tanggal 1 Juli 2012, tetapi pada tanggal 31 Desember 2012 jumlah cek
yang beredar berjumlah Rp. 9.600.000,00. Penerimaan yang belum disetor pada akhir bulan
Desember sebesar Rp. 5.400.000,00, yang telah termasuk dalam penerimaan 31 Desember
2012. Jumlah setoran ke bank untuk enam bulan berjumlah Rp. 243.380.000,00.
Instruksi :
1. Buatlah audit program untuk transaksi kas dan bank dari kasus di atas !
2. Tunjukkan berapa jumlah penggelapan yang telah dilakukan oleh kasir dan bagaimana
caranya ia melakukan penggelapan tersebut ?
3. Berdasarkan informasi yang ada, apakah internal control terhadap kas dan bank sudah
berjalan secara efektif ?
4. Jelaskan bagaimana kasir membuat rekonsiliasi bank untuk menutupi kecurangannya ?
5. Bagaimana saran-saran saudara agar penggelapan ini, tidak terulang lagi di dalam suatu
perusahaan di masa mendatang ?
Soal 02 :
Saudara mewakili dari KAP Hadori Akuntan & Rekan, ditugaskan untuk melaksanakan
pemeriksaan terhadap laporan keuangan PT Bonavita. Di dalam pemeriksaan tersebut
diketahui bahwa sistem pengendalian internal terhadap transaksi kas tidak baik. Saudara
menemukan data-data yang berkenaan dengan posisi kas pada tanggal 31 Desember 2012.
Berdasarkan catatan perusahaan menunjukkan saldo kas dan bank sebesar Rp.
3.450.000,00. Pengkreditan oleh bank sebesar Rp, 50.000,00 atas penerimaan wesel, tidak
tampak dalam catatan perusahaan. Saldo bank menurut laporan bank adalah sebesar Rp.
2.700.000,00. Adapun beberapa cek yang masih beredar sebagai berikut :
No.Check Jumlah
00542 Rp. 114.200,00
00547 Rp. 72.800,00
00554 Rp. 81.600,00
00559 Rp. 68.400,00

Kasir telah membuat rekonsiliasi bank sebagai berikut :


Saldo per laporan bank . Rp. 2.700.000,00
Dikurangi :
Cek-cek yang beredar :
No.Check Jumlah
00547 Rp. 72.800,00
00554 Rp. 81.600,00
00549 Rp. 68.400,00
Rp. 222.800,00
Rp. 2.477.200,00
Ditambah :
Nota kredit yang belum dicatat Rp. 50.000,00
Kas di tangan (jumlah ini telah benar).. Rp. 922.800,00
Rp. 972.800,00
Saldo per 31 Desember 2012 . Rp. 3.450.000,00
Instruksi :
1. Buatlah audit program untuk transaksi kas dan bank dari kasus di atas !
2. Tunjukkan berapa jumlah penggelapan yang telah dilakukan oleh kasir ?
3. Berdasarkan informasi yang ada, apakah internal control terhadap kas dan bank sudah
berjalan secara efektif ?
4. Bagaimana saran-saran saudara agar internal control dan penggelapan ini tidak terulang
lagi di dalam suatu perusahaan di masa mendatang ?
Soal 03 :
PT Cakrawala selalu mempunyai internal control yang kurang baik terhadap transaksi
kasnya. Saudara sebagai eksternal auditor menemukan data0data yang berhubungan
dengan posisi kas per 31 Desember 2012 sebagai berikut :
Saldo bank menurut catatan perusahaan sebesar Rp. 18.900.750,00
Pengkreditan sebesar Rp. 200.000,00 sebagai hasil penerimaan wesel tidak tampak dalam
catatan perusahaan.
Saldo menurut laporan bank senilai Rp. 16.550.000,00
Cek-cek yang masih beredar (OSC) :
No. 0075 sebesar Rp. 116.250,00
No. 0152 sebesar Rp. 150.750,00
No. 0265 sebesar Rp. 265.350,00
No. 7245 sebesar Rp. 190.650,00
No. 7258 sebesar Rp. 205.800,00
No. 7264 sebesar Rp. 145.200,00
Pada tanggal 31 Desember 2012, kasir telah membuat rekonsiliasi sebagai berikut :
Saldo bank menurut catatan perusahaan per 31 Desember 2012.. Rp. 18.900.750,00
Ditambah :
Outstanding Check :
No. 7245 sebesar Rp. 191.650,00
No. 7258 sebesar Rp. 205.800,00
No. 7264 sebesar Rp. 145.200,00
Rp. 542.650,00
Rp. 19.443.400,00
Dikurangi : Cash on hand Rp. 2.893.400,00
Saldo menurut laporan bank per 31 Desember 2012 Rp. 16.550.000,00
Dikurangi : Penerimaan wesel belum dicatat . Rp. 200.000,00
Saldo kas yang benar per 31 Desember 2012 .. Rp. 16.350.000,00
Instruksi :
1. Buatlah audit program untuk transaksi kas dan bank dari kasus di atas !
2. Tunjukkan berapa jumlah penggelapan yang telah dilakukan oleh kasir dan bagaimana
caranya ia melakukan penggelapan tersebut ?
3. Berdasarkan informasi yang ada, apakah internal control terhadap kas dan bank sudah
berjalan secara efektif ?
4. Jelaskan bagaimana kasir membuat rekonsiliasi bank untuk menutupi kecurangannya ?
5. Bagaimana saran-saran saudara agar penggelapan ini, tidak terulang lagi di dalam suatu
perusahaan di masa mendatang ?
PEMERIKSAAN AKUNTANSI 2
KASUS PRAKTIK
PIUTANG - [2]
Soal 01 :
Saudara sebagai eksternal auditor sedang memeriksa laporan keuangan PT Cakrawala
untuk tahun buku 2012. Di bawah ini disajikan ikhtisar yang mempengaruhi rekening
piutang dagang dalam tahun buku 2010 sebagai berikut :
a. Hasil penjualan (tunai dan kredit) ... Rp. 24.361.733,00
b. Penerimaan kas dari langganan-penjualan kredit (sebesar
Rp. 2.250.000,00 di antaranya mendapat potongan tunai
Sesuai dengan syarat pembayaran 2/ 10, n=30) . Rp. 19.381.733,00
c. Penerimaan kas dari penjualan tunai .. Rp. 8.611.679,00
d. Penghapusan piutang yang dinyatakan tidak tertagih. Rp. 200.114,00
e. Kredit memo yang dikirim kepada langganan, Penjualan
Kredit untuk retur penjualan . Rp. 2.340.269,00
f. Pembayaran kembali kepada pembelian untuk retur pen-
Jualan tunai ... Rp. 687.979,00
g. Penerimaan kembali piutang yang telah dihapuskan tahun
2009 (termasuk dalam butir b) di atas) .. Rp. 136.034,00

Menurut laporan posisi keuangan (neraca) pada tanggal 31 Desember 2009, rekening
piutang dagang mempunyai saldo debit sebesar Rp. 13.922.711,00, sedangkan rekening
cadangan kerugian piutang mempunyai saldo kredit sebesar Rp. 74.645,00
Instruksi :
Berdasarkan kasus di atas, saudara sebagai eksternal auditor diminta untuk :
1. Buatlah audit program untuk transaksi piutang dari kasus di atas !
2. Membuat ikhtisar jurnal untuk merekontruksi transaksi-transaksi yang terjadi !
3. Buatlah ayat jurnal penyesuaian pada tanggal 31 Desember 2010, apabila :
a) Kerugian piutang dalam tahun buku 2010, ditetapkan sebesar 5 % dari penjualan
kredit neto;
b) Cadangan kerugian piutang pada tanggal 31 Desember 2010, dihitung dengan :
Berdasarkan analisis umur piutang dengan ketentuan sebagai berikut :
Piutang yang belum jatuh tempo sebesar 0, 25 %
Menunggak 1 30 hari, sebesar .. 2,00 %
Menunggak 31 60 hari, sebesar 3,00 %
Menunggak 61 90 hari, sebesar 5,00 %
Menunggak lebih dari 90 hari, sebesar 20,00 %
Sedangkan analisis umur piutang pada tanggal 31 Desember 2010, menunjukkan
bahwa :
30 % dari saldo piutang belum jatuh tempo.
15 % dari saldo piutang menunggak 1 30 hari.
20 % dari saldo piutang menunggak 61 90 hari.
25 % dari saldo piutang menunggak lebih dari 90 hari.
Soal 02 :
Anda diberi tugas untuk memeriksa piutang dagang dari PT Maksindo (untuk pertama
kalinya) untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2012. Piutang dagang pada tanggal
31 Desember tersebut terdiri dari 200 debitur yang kesemuanya berjumlah Rp
956.750.000,00. 75 debitur dengan jumlah saldo sebesar Rp. 650,725.000,00 terpilih untuk
dikirimkan surat konfirmasi. Konfirmasi dikirim pada tanggal 4 Januari 2013 dan hasilnya
diterima sekitar tanggal 25 Januari 2013. Adapun hasil dari konfirmasi yang dilakukan
disajikan di bawah ini :
20 debitur tidak mengembalikan konfirmasi;
30 debitur menandatangani surat konfirmasi dengan tanpa komentar;
20 debitur menyatakan ada sedikit perbedaan jumlah, tetapi telah dapat diselesaikan
dengan baik, dan
5 debitur memberikan komentar sebagai berikut :
a) Saldo utang kami (PT Tifico) kepada klien Tuan Budi sebesar Rp. 1.050.000,00 telah
kami lunasi pada tanggal 23 Desember 2012;
b) Saldo utang kami (PT Makmur) sebesar Rp. 7.750.000,00 telah kami lunasi pada tanggal
5 Januari 2013. Copy kuitansi pembayaran terlampir.
c) Maaf kami tidak punya utang satu sen pun kepada PT Surya pada tanggal 31 Desember
2012. Barang yang kami beli menurut faktur no. 235 tertanggal 30 Desember 2012
berjumlah Rp. 11.550.000,00. Barang kami terima taanggal 5 Januari 2013, syarat
pembelian kami adalah FOB Destination.
d) Kami telah membayar uang muka pembelian kepada PT Surya sebesar Rp. 2.500.000,00
pada bulan November 2012. Jumlah tersebut untuk menutup 2 faktur pembelian yang
berjumlah Rp. 1.350.000,00 seperti terlampir dalam surat ini.
e) Jumlah tersebut OK. Tetapi barang ini merupakan barang konsinyasi (titipan), kami akan
mengirimkan pembayarannya setalah barang tersebut terjual.
Instruksi :
1. Jelaskan tujuan audit atas piutang dagang dari kasus di atas ?
2. Apakah pengendalian internal atas transaksi piutang diatas telah berfungsi dengan baik!
3. Jelaskan langkah-langkah apa saja (prosedur audit) yang harus anda lakukan untuk men-
jelaskan kelima komentar tersebut di atas ! Masing-masing kasus dengan 2 prosedur
audit.
4. Buatlah jurnal penyesuaian yang diperlukan, jika ada untuk kelima kasus tersebut.
Soal 03 :
Anda sebagai seorang junior auditor dari KAP Budi Prianto, Ak.,CA ditugaskan untuk
mengaudit laporan kuangan dari PT Sejahtera. Dalam suatu pemeriksaan terhadap rekening
piutang dagang, Saudara menemukan data-data sebagai berikut :
Saldo piutang dagang per 31 Desember 2010 sebesar Rp. 450.000,00
Saldo rekening cadangan kerugian piutang senilai Rp. 55.000,00
Informasi tambahan yang berhubungan dengan rekening piutang dagang sebagai beri-
kut :
a. Penjualan barang dagangan yang dilakukan pada bulan September 2011 sebanyak 600 unit
@ Rp. 50,00. Atas penjualan ini telah diterima selembar wesel dalam nilai nominal sebesar
harga jual bunga 6 %, jatuh tempo wesel 6 bulan kemudian. Oleh pihak perusahaan,
transaksi ini dicatat dengan mendebit rekening piutang dagang dan kredit rekening
penjualan;
b. Dari saldo piutang dagang tersebut termasuk piutang bunga atas obligasi yang dimiliki
perusahaan dengan nilai nominal sebesar Rp. 1.000.000,00, bunga 12 % setahun dan dibayar
tiap tanggal 1 Mei dan 1 November;
c. Piutang kepada Tuan Chandra sebesar Rp. 250.000,00 atau pinjamannya pada bulan Oktober
2010 untuk pembelian sebuah meja tulis. Oleh pemegang buku dicatat ke perusahaan yang
telah bekerja pada perusahaan selama 5 tahun.
d. Pada bulan oktober 2010, juga terdapat penerimaan kas sebesar Rp. 50.000,00 atas
pembayaran pemesanan 100 lembar saham perusahaan dengan nominal @ Rp. 1.000,00
kurs 105 %. Transaksi ini oleh perusahaan dicatat dengan mendebit rekening piutang dagang
sebesar yang belum diterima.
e. Pada akhir tahun diterima infromasi bahwa salah seorang langganan tidak mampu
membayar utangnya sebesar Rp. 10.000,00 karena jatuh pailit. Transaksi ini belum
dibukukan oleh perusahaan.
Instruksi :
1. Buatlah ayat jurnal koreksi untuk membetulkan rekening piutang dagang di atas ?
2. Tentukan, Berapa besarnya saldo rekening piutang dagang yang akan dicantumkan ke
dalam laporan posisi keuangan (neraca) ?
PEMERIKSAAN AKUNTANSI 2
KASUS PRAKTIK
PERSEDIAAN - [3]
Soal 01 :
Anda sebagai staf audit yang mewakil KAP Heliantono & Basyirudin ditunjuk untuk
melakukan pemeriksaan terhadap laporan keuangan PT Manggala untuk tahun buku yang
berakhir 31 Desember 2012. Dalam pemeriksaan, saudara menemukan beberapa
kejanggalan atau kesalahan yang dilakukan oleh perusahaan dalam melakukan perhitungan
fisik persediaan. Di bawah ini disajikan beberapa data-data yang merupakan hasil pene-
muan saudara dalam melakukan pemeriksaan sebagai berikut :
a) Barang dikirim dengan FOB Shipping Point oleh Supplier senilai Rp. 9.000.000,00 belum
termasuk dalam persediaan, dan selanjutnya dalam pemeriksaan saudara menemukan bahwa
transaksi pembeli tidak dicatat.
b) Pembelian barang dagangan berjumlah Rp. 6.000.000,00 telah diterima, namun belum dicatat
sebagai pembelian dan tidak termasuk dalam persediaan karena dalam pemeriksaan diketahui
bahwa barang tersebut tidak cocok dengan perincian order pembelian (purchase order).
c) Barang dagangan seharga Rp. 20.000.000,00 dan harga jualnya Rp. 22.000.000,00 telah
dipisahkan dari gudang untuk dikirim kepada langganan. Barang tersebut telah dikeluarkan
dari persediaan, walaupun order pembelian yang telah ditandatangani sudah diterima dari
langganan. Syarat Penjualan FOB Destination.
d) Penjualan senilai Rp. 14.000.000,00 atas barang dengan harga pokok sebesar Rp.
10.000.000,00 telah dikirim dengan syarat FOB Shipping Point pada tanggal 31 Desember
2012. Namun barang tersebut masih termasuk dalam kategori persediaan akhir barang
dagangan.
e) Barang dagangan dergan harga pokok Rp. 5.000.000,00 dan harga jual sebesar Rp.
6.000.000,00 telah dipisahkan, tetapi belum dikirim pada tanggal 31 Desember 2012 dan tidak
termasuk dalam persediaan. Pemeriksaan saudara terhadap order pembelian dan langganan
menunjukkan syarat penjualannya adalah FOB Destination. Penjualannya belum dicatat.
f) Perusahaan memilik sebuah faktur pembelian dari salah satu supplier dengan syarat FOB
Destinatin dan barang belum sampai. Barang tersebut dengan harga Rp. 13.000.000,00 telah
termasuk dalam perhitungan persediaan, namun pembelian ini belum dicatat.
g) Barang dagangan dengan harga pokok sebesar Rp. 15.000.000,00 telah dicatat, walaupun
barang tersebut belum diterima. Syarat penyerahan FOB Shipping Point, dan faktur dari
supplier baru diterima pada tanggal 31 Desember 2012.
h) Pemeriksaan lebih lanjut terhadap catatan perusahaan, saudara mendapatkan saldo rekening
pada tanggal 31 Desember 2012 sebagai berikut :
Persediaan barang Rp. 50.000.000,00
Piutang dagang Rp. 42.000.000,00
Utang dagang Rp. 27.000.000,00
Penjualan Rp. 330.000.000,00
Pembelian Rp. 150.000.000,00
Laba bersih Rp. 24.000.000,00
Instruksi :
1. Buatlah audit program atas transaksi persediaan di atas ?
2. Bagaimana Internal control terhadap persediaan, apakah sudah berjalan efektif atau
tidak ? Apa saran-saran yang bisa saudara usulkan untuk perbaikan yang lebih baik di
masa mendatang !
3. Buatlah kertas kerja-persediaan yang mencakup koreksi dan saldo yang benar (setelah
dikoreksi) ?
Soal 02 :
CV Mayora adalah sebuah perusahaan kecil yang memproduksi mebel. Pada tanggal 31
Mei 2012, perusahaan tersebut terbakar dan memusnahkan seluruh gedung pabrik dan
barang dalam proses. Setelah terjadi kebakaran, pihak perusahaan segera melakukan
perhitungan fisik atas persediaan. Hasil perhitungan tersebut disajikan sebagai berikut :
Bahan baku Rp. 30.000.000,00
Barang jadi Rp. 60.000.000,00
Supplies Rp. 5.000.000,00
Persediaan pada tanggal 1 Januari 2012 terdiri atas :
Bahan baku Rp. 15.000.000,00
Barang dalam proses Rp. 50.000.000,00
Barang jadi Rp. 70.000.000,00
Supplies Rp. 2.000.000,00
Jumlah Rp. 137.000,000,00

Penjualan dan laba kotor penjualan selama 5 tahun terakhir sebagai berikut :
Tahun Penjualan Laba Kotor
2007 Rp. 300.000.000,00 Rp. 86.200.000,00
2008 Rp. 320.000.000,00 Rp. 102.400.000,00
2009 Rp. 330.000.000,00 Rp. 108.900.000,00
2010 Rp. 350.000.000,00 Rp. 62.500.000,00
2011 Rp. 280.000,000,00 Rp. 84.000.000,00
Selama 5 bulan pertama di tahun 2012 berjumlah Rp. 150.000.000,00 Pembelian
bahan baku sebesar Rp. 50.000.000,00. Ongkos angkut pembelian Rp. 5.000.000,00, upah
langsung selama 5 bulan berjumlah Rp. 40.000.000,00. Berdasarkan pengalaman selama 5
tahun menunjukkan bahwa biaya-biaya overhead pabrik adalah sebesar 50 % dari upah
langsung.
Instruksi :
Anda sebagai seorang calon auditor, diminta bantuannya untuk :
1. Membuat audit program atas transaksi persediaan di atas ?
2. Bagaimana Internal control terhadap persediaan, apakah sudah berjalan efektif atau
tidak ? Apa saran-saran yang bisa saudara usulkan untuk perbaikan yang lebih baik di
masa mendatang !
3. Buatlah kertas kerja-persediaan, sekaligus menghitung berapa nilai persediaan yang
terbakar tersebut ?
Soal 03 :
Klien saudara PT Aneka Tambang sedang mengadakan perhitungan fisik persediaan di
bawah pengamatan anda yang mewakili dari KAP Brigade Bangun Akuntan pada tanggal 15
Desember 2013 dan telah menyesuaikan catatan perpetual inventorynya dengan hasil
perhitungan secara fisik. Pada tanggal 31 Desember 2013, sehubunggan dengan peme-
riksaan tahun 2013, saudara memutuskan untuk menerima saldo persediaan menurut
catatan perpetual inventory setelah memperhitungkan transaksi-transaksi yang telah dicatat
dalam tanggal 16 Desember 2013 sampai dengan tanggal 31 Desember 2013.
Dalam pemeriksaan terhadap cut-off penjualan tanggal 15 Desember 2013 dan tanggal
31 Desember 2013, saudara menemukan fakta-fakta sebagai berikut :
Fak- Tanggal Tanggal Tanggal Pencatatan dalam
Harga Pokok Harga Jual
ta Pengiriman Faktur rekening persediaan
1. Rp. 300,00 Rp. 400,00 14 Des 2013 16 Des 2013 16 Des 2013
2. Rp. 400,00 Rp. 550,00 10 Des 2013 19 Des 2013 10 Des 2013
3. Rp. 200,00 Rp. 275,00 02 Jan 2014 31 Des 2013 31 Des 2013

Instruksi :
1. Buatlah audit adjustment yang diperlukan untuk masing-masing fakta tersebut di atas ?
2. Berikan penjelasan atas alasan saudara !

Anda mungkin juga menyukai