Anda di halaman 1dari 7

MENGENAL JENIS-JENIS PONDASI

Rian Banter Ilmu Sipil No comments

Sebelumnya saya sudah menjelaskan tentang PONDASI, dan kali ini saya akan menjelaskan
mengenai Jenis-Jenis Pondasi. Sebelumnya kita mengenal jenis golongan pondasi yang
terbagi menjadi 3 yaitu :

1. Pondasi Dangkal

2. Pondasi Dalam

Pondasi Dangkal adalah Pondasi yang memiliki galian tidak terlalu dalam dikarenakan jenis
tanah yang keras di permukaan dan kedalaman masuknya ke tanah relatif dangkal, hanya
beberapa meter masuknya ke dalam tanah. Terdiri dari :
- Pondasi Telapak
- Pondasi Menerus
- Pondasi Plat
- Pondasi Konstruksi Sarang Laba-laba
-dan lain-lain

Pondasi Dalam adalah Pondasi yang digunakan pada bangunan di atas tanah yang struktur
tanahnya lembek, ada hal yang dapat pondasi mendalam lainnya biasanya diletakkan di
tempat dengan menggunakan penggalian dan pengeboran, pondasi ini juga di pakai pada
bangunan dengan bentangan yang cukup lebar dan bangunan bertingkat atau juga pada
jembatan. Seperti :
- Pondasi Plat
- pondasi Tiang Pancang
- Pondasi Sumuran
- Pondasi Bor pile
- dan lain-lain
1. Pondasi Dangkal / Pondasi Telapak

pondasi telapak adalah pondasi yang biasa digunakan untuk menumpu kolom bangunan,
tugu, menara, tangki air, cerobong asap dan beberapa bangunan sipil lainnya. Pondasi ini
berbentuk papan yang terbuat dari beton bertulang dan diletakan di atas tanah pada
kedalaman tertentu dengan dimensi dan ketebalan yang tertentu pula. Biasanya, pondasi
ini dibuat dengan dimensi yang lebih besar daripada kolom diatasnya, Hal ini bertujuan agar
beban yang diteruskan ke pondasi dapat disebarkan keluasan tanah yang lebih besar
dibawahnya.

2. Pondasi Dangkal /Pondasi Menerus

Pondasi menerus biasanya digunakan untuk mendukung beban memanjang atau beban garis,
baik untuk mendukung beban dinding atau kolom dengan jarak yang dekat dan fungsional
kolom tidak terlalu mendukung beban berat. Pondasi menerus dibuat dalam bentuk
memanjang dengan potongan persegi ataupun trapesium. Penggunaan bahan pondasi ini
biasanya sesuai dengan kondisi lingkungan atau bahan yang tersedia di daerah setempat.
Bahan yang digunakan bisa dari batu kali, batubata atau beton kosong/tanpa tulangan
dengan adukan 1 pc : 3 Psr : 3 krl. Keuntungan memakai pondasi ini adalah beban bangunan
dapat disalurkan secara merata, dengan catatan seluruh pondasi berdiri diatas tanah keras.
Sementara kelemahan pondasi ini, biaya untuk pondasi cukup besar, memakan waktu agak
lama dan memerlukan tenaga kerja yang banyak.

3. Pondasi Dangkal /Plat

Hampir mirip dengan pondasi telapak, namun dibagi menjadi 2 type yaitu

- Pondasi Pelat Beton Setempat

adalah pondasi yang terbuat dari beton bertulang. Pondasi ini biasanya penggunaannya
dikombinasikan dengan pondasi batu kali dengan fungsi untuk menopang bangunan pada
titik-titik kolom (biasanya pada sudut-sudut pertemuan dinding-dinding struktur bangunan).

- Pondasi Pelat Beton Menerus

Sama halnya dengan pondasi pelat beton setempat, pondasi pelat beton menerus terbuat
dari beton bertulang.Pondasi ini kuat untuk menopang bangunan 2 lantai.Karena fungsi
pondasi untuk menggantikan pondasi batu kali, maka pondasi ini juga dibuat mengelilingi
denah bangunan dengan ukuran penampang bawah 45-60 cm dan tinggi 60 cm.

4. Pondasi Dangkal /Konstruksi Sarang Laba-laba


Konstruksi Sarang Laba-Laba adalah konstruksi sub struktur yang ditemukan oleh, Ir.
Ryantori dan (Alm) Ir. Sutjipto dan sekarang pemegang patennya adalah PT. Katama
Suryabumi yang telah dikembangkan sejak tahun 1976 . Filosofi konstruksi sarang laba-laba
merupakan konstruksi pondasi dangkal yang kaku, kokoh, menyeluruh tetapi ekonomis dan
ramah gempa. Konstruksi ini dirancang untuk mampu mengikuti arah gempa baik horisontal
maupun vertikal karena menggunakan media tanah sebagai bagian dari struktur pondasi.
Konstruksi pondasi bangunan berupa beton bertulang menyerupai sarang laba-laba (KSLL)
dan tanah yang dipadatkan adalaha sistem pondasi pertama di dunia yang mampu memaksa
tanah berfungsi sebagai struktur.

Dalam kesempatan kali ini saya akan coba mengulas Tahapan Desain Pondasi Tangki,
menggunakan modul seperti gambar di atas. Atau dengan kata lain desain pondasi yang akan
kita bahas kali ini adalah untuk tangki tipe silinder.

A. Rekomendasi Pemilihan Modul Pondasi

http://civil-academy.blogspot.co.id/

Sebelum kita mulai merencanakan pondasi tangki, akan lebih baik jika kita mengetahui
karakteristik dari modul pondasi tangki itu sendiri.

Panduan yang biasa digunakan dalam merencanakan pondasi tanki adalah PIP (Process
Industry Practices Structural) STE03020 mengenai Guidelines for Tank Foundation Designs.

Berikut rangkuman yang dapat saya sajikan dari PIP STE03020 sebagai berikut :

Download PIP STE03020

Tipe
Pondasi Ringwall (Cincin) Pondasi Lantai Beton
pondasi Pondasi Batu Pecah Keliling
Beton Bertulang
tanki
Cocok Subgrade memiliki Tangki besar Tambahan pondasi pancang
digunakan daya dukung yang dengan sangat dibutuhkan pada
bila cukup baik dan kulit/kerang kondisi daya dukung tanah
penurunan yang jangkung atau yang rendah.
diperbolehkan berat/lebat
Tidak diperlukan dan atap self-
pengangkuran supported
memaksakan a
beban
substansiil pada
[atas]
yayasan/pondasi
di bawah
kulit/kerang
Tanki yang
besar dengan
beban berat dan
cangkang yang
tinggi dan
Dapat
digunakan
pengangkuran
jika uplift
(pengangkatan)
pondasi terjadi
akibat tekanan
internal atau
pembebanan
angin/seismic

Keuntungan Merupakan tipe Leveling Pondasi pelat beton


pondasi tanki yang keliling pondasi bertulang sangat dianjurkan
paling ekonomis sangat pada kondisi level air tanah
tinggi
Penyebaran beban baik terutama
yang merata pada pada kedudukan
bagian bawah tangki cangkang tanki
dengan meminimalisir Dapat dibuat
beban terpusat dalam pada area yang
pola granular terlalu banyak
dengan ruang

Kekurangan Kemungkinan Relatif lebih mahal daripada Biaya pondasi sangat mahal
penurunan yang tidak pondasi batu pecah
seragam sehingga
memerlukan tambahan
usaha nantinya
Sulit membentuk
permukaan dasar
tangki yang rata

( Leveling Ring)

Kemungkinan terjadi
kegagalan pada bagian
bawah apabila terjadi
kebocoran yang
menggerus tumpuan
pondasi

Aplikasi Tanki berdiameter besar Tanki berdiameter kecil Semua tanki

Daerah seismik rendah atau di dalam area seismic di mana perbandingan diameter terhadap
tingginya sedemikian hingga tidak ada uplift (pengangkatan) terhadap cangkang tanki atau
efek pemukulan kecil.
Magnitudo gaya lateral, momen guling, dan massa hydrodynamic yang berkaitan bertujuan
untuk memperkirakan dampak pada cangkang tanki dan desain pondasi.
Beton pengatur cincin dapat digunakan di bawah cangkang tangki di dalam kerikil pondasi
ringwall. Pengatur cincin tinggi 200mm lebar 300mm beton tak bertulang berfungsi penstabil
level dasar agar fabricator dapat membangun lapisan tangki. Keuntungan tambahan
tentang pengatur cincin adalah mendistribusikan beban terpusat dinding tangki pada kerikil
memperkecil penurunan sisi tepi pada kondisi seismik.

B. Proses Desain

Secara garis besar urutan Proses Desain Pondasi Tangki menggunakan software AFES adalah
sebagai berikut :

C. Setting Constant

1. Code
2. Safety Factor
3. Bearing Capacity of Soil (Daya dukung tanah)
4. Capacity of Pile
5. Material and Unit Weight
6. Concrete Covers
7. Allowable Increase of Soil
8. Allowable Increase of Pile
9. Strength Reductions Factors
10. Supports
11. Anchor Bolt

D. Input Data Pondasi Tangki

1. Membuat Projek Baru, silahkan klik disini.


2. Membuat Struktur Baru, silahkan klik disini.
3. Menentukan Geometri (Posisi Titik Pondasi), silahkan klik disini.
4. Membuat Group Pondasi, silahkan klik disini.
5. Mengatur Ukuran Footing dan Pier, silahkan klik disini.
6. Mengatur Penulangan Footing dan Pier, silahkan klik disini.
7. Mengatur Posisi Tiang Pancang, silahkan klik disini.
8. Mengatur Posisi Angkur Baut / Anchor Box, silahkan klik disini.
9. Mengatur Data Peralatan (Equipment Data), silahkan klik disini.
10. Setting Pembebanan (Load Case) pada Group Pondasi,silahkan klik disini.

E. Analisis dan Laporan Pondasi Tangki

Berisi hasil analisis dan laporan mengenai stabilitas pondasi, penulangan, tiang pancang
berdasarkan pembebanan (Load Case) dan Kombinasi Pembebanan (Load Combination),
dapat anda baca disini.

F. Bill of Material Take-off Pondasi Tangki

Berisi langkah-langkah untuk menghasilkan Bill of Material Take-off, dapat anda baca disini.

G. Penggambaran Pondasi

Berisi cara-cara untuk menghasilkan gambar kerja secara langsung kedalam format
AutoCAD ataupun Microstation. Untuk lebih jelasnya klik disini.