Anda di halaman 1dari 8

- Macam-macam cara pemusnahan

Tabel 1: Ringkasan metoda pembuangan selama dan pasca kedaruratan


Metoda pembuangan Jenis obat-obatan Komentar

Pengembalian ke Semua limbah farmasi terutama Biasanya tidak praktis


penyumbang atau anti keganasan. prosedur lintas
produsen, transfer perbatasan biasanya
limbah lintas perbatasan memakan waktu.

Insinerasi suhu tinggi Bahan padat, setengah padat, Mahal.


dengan suhu jauh tepung, anti keganasan dan zat
melebihi 1200oC pengendali.

Insinerasi suhu sedang Bila tidak ada insinerator suhu Anti keganasan
dengan insinerator dua tinggi, bahan padat, setengah padat sebaiknya diinsinerasi
ruang dan suhu minimal dan tepung. Zat pengendali. dengan suhu tinggi.
850oC.
Insinerasi menggunakan
alat pembakaran semen

Imobilisasi Bahan padat, setengah padat,


tepung dan cair, anti keganasan dan
Enkapsulasi limbah
zat pengendali.

Inersiasi Bahan padat, setengah padat,


tepung dan cair, anti keganasan dan
zat pengendali.

Penimbunan Sejumlah kecil bahan padat,


setengah padat dan tepung yang
Penimbunan limbah
tidak diolah. Sebaiknya
berteknologi tinggi
pembuangan limbah farmasi
dilakukan setelah imobilisasi.
Plastik PVC.

Penimbunan berteknologi Bahan padat, setengah padat dan


tepung, sebaiknya setelah
imobilisasi. Plastik PVC.

Pembuangan terbuka Pilihan terakhir bagi bahan padat, Tidak bagi zat
sederhana tanpa setengah padat dan tepung tanpa pengendali yang tidak
pengendalian pengolahan harus segera ditutupi diolah.
denga sampah rumah tangga. Lebih
baik diimobilisasi terlebih dahulu.

Pembuangan melalui Cairan, sirup, cairan intra vena Tidak dianjurkan untuk
saluran pembuangan air yang telah diencerkan, disinfektan anti keganasan,
dalam jumlah kecil yang telah disinfektan dan anti
diencerkan (dengan pengawasan). septik yang tidak
diencerkan.

Air yang mengalir deras Cairan, sirup, cairan intra vena Tidak dianjurkan untuk
yang telah diencerkan, disinfektan anti keganasan,
dalam jumlah kecil yang telah disinfektan dan anti
diencerkan (dengan pengawasan). septik yang tidak
diencerkan.

Pembakaran dalam Merupakan tindakan terakhir, Tidak boleh untuk plastic


wadah terbuka kemasan, kertas dan karton. PVC dan obat-obatan.

Dekomposisi kimiawi Tidak dianjurkan kecuali bila Tidak praktis untuk


terdapat ahli kimia dan peralatan jumlah lebih dari 50 kg.
khusus.
Obat-obatan kadaluarsa atau tak terpakai Obat-obatan yang tak boleh
dipergunakan dan harus selalu dianggap sebagai limbah farmasi adalah:
Semua obat-obatan kadaluarsa;
Semua sirup atau tetes mata yang tidak bersegel (kadaluarsa
maupun tidak);
Semua obat-obatan tidak kadaluarsa yang rusak rantai dinginnya
(cold chain) yaitu yang seharusnya disimpan di tempat dingin
namun tidak (contoh: insulin, hormon polipeptida, gamma globulin
dan vaksin);
Semua tablet dan kapsul. Jika tidak kadaluarsa obat-obatan
tersebut hanya boleh dipergunakan jika wadah masih tersegel,
memiliki label yang jelas atau masih dalam kemasan blister aslinya;
Semua krim, salep, dll yang tersimpan dalam tube yang tidak
tersegel (kadaluarsa maupun tidak).

Pemilahan sesuai kandungan zat aktifnya (membutuhkan cara


pembuangan khusus):
Zat-zat pengendali; contoh: narkotik, zat psikotropika;
Obat-obatan anti infeksi;
Anti keganasan;
Obat-obatan anti kanker sitotoksik, obat-obatan beracun;
Anti septik dan disinfektan.
Tiga kelompok terakhir membutuhkan perhatian khusus. Untuk informasi
yang lebih jelas, lihat bagian 4.4, 4.5, 4.6 dan 4.7.

Pemilahan sesuai bentuk (semua obat-obatan lainnya):

Padat, setengah padat dan tepung


Tablet, kapsul, granul, tepung untuk injeksi, mixture, krim, losion,
gel, supositoria, dll;

Cairan
Larutan, suspensi, sirup, dll;
Ampul

Tabung aerosol
Termasuk spray dan inhaler berpendorong.
- Metode yang dianjurkan berdasar pemilahan

Tabel 2: Ringkasan kategori obat-obatan dan metoda pembuangan saat dan


pasca kedaruratan

Kategori Metoda pembuangan Komentar


Padat Tempat penimbunan Pembuangan dalam
sampah bentuk tanpa diolah
Setengah padat
(tidak di-imobilisasi) ke
Enkapsulasi
Tepung tempat penimbunan
Inersiasi sampah tiap harinya
Insinerasi suhu sedang tidak boleh melebihi 1%
dan tinggi (insinerator dari limbah rumah
pembakaran semen) tangga.

Cairan Saluran pembuangan air Anti keganasan tidak


boleh dibuang ke
Insinerasi suhu tinggi
saluran pembuangan air
(pembakaran semen)
Ampul Hancurkan ampul dan Anti keganasan tidak
buang larutan yang boleh dibuang ke
telah diencerkan ke saluran pembuangan air
saluran pembuangan air
Obat-obatan anti Enkapsulasi Anti biotik cair dapat
infeksi diencerkan dengan air,
Inersiasi
dibiarkan selama
Insinerasi suhu sedang beberapa minggu
dan tinggi (pembakaran kemudian dibuang ke
semen) saluran pembuangan air
Anti keganasan Dikembalikan ke Tidak boleh dibuang ke
pemberi atau produsen tempat penimbunan
sampah kecuali telah
Enkapsulasi
di-enkapsulasi
Inersiasi
Tidak boleh dibuang ke
Insinerasi suhu sedang saluran pembuangan air
dan tinggi (pembakaran
Tidak boleh
semen)
menggunakan insinerasi
Dekomposisi kimiawi suhu sedang
Obat-obatan pengendali Enkapsulasi Tidak boleh dibuang ke
tempat penimbunan
Inersiasi
sampah kecuali telah
Insinerasi suhu sedang di-enkapsulasi
dan tinggi (pembakaran
semen)
Tabung aerosol Tempat penimbunan Tidak boleh dibakar:
sampah dapat meledak
Enkapsulasi
Disinfektan Dipergunakan Disinfektan yang tidak
diencerkan tidak boleh
Dibuang ke saluran
dibuang ke saluran
pembuangan air atau
air yang mengalir deras: pembuangan air atau
aliran air
disinfektan yang telah
diencerkan dalam Maksimal 50 liter per
jumlah sedikit hari yang telah
(maksimal 50 liter per diencerkan dibuang ke
hari dengan saluran pembuangan air
pengawasan) atau air yang mengalir
deras
Tidak boleh dibuang ke
air yang tidak mengalir
atau mengalir lambat
Plastik PVC, gelas Tempat penimbunan Tidak boleh dibakar di
sampah wadah terbuka
Kertas, kardus Didaur-ulang, dibakar,
tempat penimbunan
sampah

2.3 Imobilisasi limbah: enkapsulasi


Enkapsulasi berarti peng-imobilisasian obat-obatan dengan
memadatkannya dalam tong plastik atau besi.
Mekanisme :
a. Sebelum dipergunakan, tong harus dibersihkan dan kandungan
sebelumnya harus bukan berupa bahan yang mudah meledak atau
berbahaya
b. Tong tersebut diisi hingga 75% kapasitasnya dengan obat-obatan
padat atau setengah padat, kemudian sisa ruang dipenuhi dengan
menuangkan bahan-bahan seperti semen atau campuran semen
dengan kapur, busa plastik atau pasir batu bara
c. Untuk memudahkan dan mempercepat pengisian, tutup tong harus
dipotong hingga terbuka kemudian dilipat ke belakang.
d. Penempatan obat-obatan ke dalam tong harus berhati-hati agar tidak
terpotong.
e. Bila tong telah terisi hingga 75% kapasitasnya, tambahkan campuran
kapur, semen dan air dengan perbandingan 15:15:5 (berat) hingga
tong terisi penuh.
f. Untuk memperoleh cairan dengan konsistensi yang diinginkan,
kadangkala diperlukan air yang lebih banyak.
g. Kemudian tutup tong besi dilipat kembali ke tempatnya dan disegel,
sebaiknya dengan dikelim atau pengelasan.
h. Tong yang sudah disegel kemudian harus ditempatkan di dasar lubang
pembuangan dan ditutupi dengan sampah padat rumah tangga.
i. Agar mudah dipindahkan, tong dapat ditempatkan di atas pallet
kemudian diletakkan ke pemindah pallet.

2.4 Imobilisasi limbah: inersiasi


Inersiasi merupakan varian enkapsulasi yang meliputi pelepasan bahan-
bahan pembungkus, kertas, karton dan plastik dari obat-obatan.
Mekanisme :
a. Pil harus dilepaskan dari blisternya.
b. Obat-obatan tersebut lalu ditanam kemudian ditambahkan campuran
air, semen dan kapur hingga terbentuk pasta yang homogen.
Perbandingan berat yang digunakan adalah sebagai berikut:
Obat-obatan: 65%
Kapur: 15%
Semen: 15%
Air: 5% atau lebih untuk mendapatkan konsistensi cairan yang
sesuai.
c. Pekerja perlu dilindungi dengan penggunaan pakaian pelindung dan
masker terhadap risiko timbulnya debu.
d. Pasta tersebut kemudian dipindahkan dalam keadaan cair dengan
mempergunakan truk pengaduk konstruksi ke tempat pembuangan
dan dituang ke dalam tempat pembuangan sampah biasa.
e. Pasta akan berubah menjadi massa padat yang bercampur dengan
limbah rumah tangga.
f. Proses ini relatif murah dan dapat dilaksanakan tanpa peralatan
canggih. Yang perlu disediakan adalah alat penggiling untuk
menghancurkan obat-obatan, alat pengaduk konstruksi, serta
sejumlah semen, kapur dan air.
2.5 Pembuangan melalui saluran pembuangan air
Beberapa obat-obatan cair seperti sirup dan cairan intravena dapat
dilarutkan ke dalam air dan dibuang ke saluran pembuangan air sedikit
demi sedikit selama periode tertentu tanpa memberikan dampak serius
terhadap kesehatan masyarakat atau lingkungan. Air yang mengalir
dengan deras dapat juga dipergunakan untuk membilas sejumlah kecil
obat-obatan atau anti septik cair yang telah diencerkan dengan baik.
Pada keadaan dimana terjadi kerusakan saluran pembuangan air,
mungkin dibutuhkan bantuan dari ahli hidrogeologi atau ahli teknologi
kesehatan.

2.6 Pembakaran dalam wadah terbuka


Obat-obatan tidak boleh dihancurkan dengan cara pembakaran bersuhu
rendah dalam wadah terbuka karena polutan beracun dapat dilepaskan
ke udara. Kemasan kertas dan karton jika tidak hendak didaur-ulang
dapat dibakar. Plastik polivinil klorida
(PVC) tidak boleh dibakar. Meskipun pembakaran limbah farmasi bukan
merupakan metoda pembuangan yang disarankan, pada kenyataannya hal
tersebut seringkali dilakukan. Sangat dianjurkan bahwa pembuangan limbah
farmasi dengan cara ini hanya untuk jumlah yang sangat sedikit.

Prosedur
1. Obat/sediaan bentuk padat, setengah padat
a. Obat-obatan padat, setengah padat dan tepung harus dilepaskan dari
kemasan luarnya namun tetap dalam kemasan bagian dalam
kemudian ditempatkan pada tong plastik atau besi yang bersih untuk
tindakan enkapsulasi
Pemisahan material adalah sebagai berikut:
Tablet dan kapsul dalam blister plastik atau foil dikeluarkan dari
kemasan luarnya namun tidak dari blister;
Tablet dan kapsul dalam botol harus dikeluarkan dari kemasan
luarnya namun tidak dari botol;
Tablet dan effervescents dalam tabung harus dikeluarkan dari
kemasan luarnya namun tidak dari tabung;
Tepung dalam bentuk sachet atau botol harus dikeluarkan dari
kemasan luarnya namun tidak dari sachet atau botol.
b. Pembuangan kemasan luar akan sangat mengurangi volume untuk
metoda pembuangan secara enkapsulasi
c. Sejumlah kecil obat-obatan yang masih berada dalam kemasannya
dapat langsung dibuang ke tempat penimbunan sampah dan langsung
ditutupi dengan sampah rumah tangga
d. Kemasan luar dibuang sebagai bahan bukan obat dan non kimia
dengan cara didaur-ulang atau dibakar
e. Setiap jenis obat dalam jumlah besar harus diperiksa oleh ahli
farmasi sebagai pengawas untuk memastikan bahwa obat tersebut
bukan obat anti infeksi, anti keganasan atau zat pengendali
f. Tablet longgar dalam jumlah besar harus dicampur dengan obat-
obatan lain dalam beberapa tong besi yang berbeda untuk
menghindari konsentrasi yang tinggi satu jenis obat pada satu tong.

2. Cairan
a. Obat-obatan yang tidak beracun atau memiliki racun yang rendah
- Obat-obatan yang dapat digolongkan sebagai bahan organik yang
langsung mengalami biodegradasi seperti vitamin cair ini dapat
langsung diencerkan dan dibuang ke saluran pembuangan air
- Berbagai larutan tidak berbahaya yaitu garam-garam tertentu,
asam amino, lipid atau glukosa dalam berbagai konsentrasi juga
dapat langsung dibuang ke saluran pembuangan air
b. Obat-obatan cair lainnya (kecuali obat-obatan pengendali, anti
keganasan atau anti infeksi)
Sejumlah kecil obat-obatan berbentuk cairan lainnya yang tidak
termasuk zat pengendali, obat-obatan anti infeksi, atau anti
keganasan dapat langsung dibuang ke saluran pembuangan air
Jika tidak terdapat saluran pembuangan air atau atau sistem
pengolahan air limbah tidak berfungsi, obat-obatan cair dapat
terlebih dahulu diencerkan dengan air dalam jumlah yang besar
dan dituang ke aliran air yang besar dengan harapan obat-obatan
tersebut akan segera bercampur dan diencerkan oleh air sungai
yang mengalir
Pembuangan obat-obatan berbentuk cair, dilarutkan maupun
tidak ke air permukaan yang mengalir lambat atau tidak mengalir
tidak boleh dilakukan
c. Ampul
- Ampul dapat dihancurkan di atas permukaan yang keras dan tidak
meresap (contoh, pelat beton) atau dalam tong atau ember logam
dengan balok kayu yang keras atau palu
- Petugas yang melakukannya harus menggunakan alat pelindung
diri, seperti pelindung mata, sepatu bot, pakaian dan sarung
tangan
- Pecahan kaca yang hancur harus disapu, dimasukkan ke dalam
wadah khusus benda tajam, disegel dan dibuang ke tempat
penimbunan sampah
- Cairan yang keluar dari ampul harus dicairkan dan dibuang sesuai
yang telah dijelaskan sebelumnya
- Ampul tidak boleh dibakar atau diinsinerasi karena akan meledak
sehingga dapat melukai petugas dan merusak tungku atau
incinerator. Kaca yang mencair juga dapat menyumbat bagian
pemanggang tungku atau insinerator jika suhu yang dipergunakan
melebihi titik cair kaca
- Sejumlah kecil cairan yang mudah menguap dapat dibiarkan
menguap di udara terbuka
NB: Ampul obat-obatan anti keganasan atau anti infeksi tidak
boleh dihancurkan dan cairannya dibuang ke saluran
pembuangan air. Barang-barang tersebut harus ditangani
menggunakan metoda enkapsulasi atau inersiasi seperti telah
dijelaskan di atas.
d. Obat-obatan anti infeksi
- Obat-obatan anti infeksi tidak boleh langsung dibuang. Obat-
obatan tersebut biasanya tidak stabil dan sebaiknya diinsinerasi
atau jika hal itu tidak mungkin dilakukan enkapsulasi atau
inersiasi
- Obat-obatan anti infeksi berbentuk cair dapat diencerkan
dengan air, dibiarkan selama dua minggu baru dibuang ke
saluran pembuangan air
e. Disinfektan
- Disinfektan biasanya tidak memiliki batas waktu penggunaan
- Bahan tersebut dapat disimpan dan dipergunakan secara bertahan
sepanjang waktu sehingga praktis tidak terdapat kebutuhan untuk
membuangnya
- Disinfektan dalam jumlah banyak tidak boleh dibuang ke saluran
pembuangan air karena dapat mematikan bakteri dalam saluran
tersebut dan menghentikan proses biologis dalam saluran
pembuangan
- Demikian juga halnya pembuangan ke aliran air karena disinfektan
akan merusak kehidupan dalam air
- Disinfektan yang telah dilarutkan dalam jumlah kecil dapat
dibuang ke saluran pembuangan air asalkan diawasi oleh seorang
ahli farmasi dan jumlahnya dikendalikan secara ketat
- Pedoman ini menganjurkan 50 liter perhari, dan pembuangan
dilakukan secara merata sepanjang hari
- Jika memungkinkan, disinfektan sebaiknya dimanfaatkan,
misalnya untuk pembersihan toilet di rumah sakit
- Beberapa disinfektan yang memiliki kemampuan bakterisida dan
anti viral yang kuat seperti Lisol (asam kresilat 50%) memiliki
waktu kadaluarsa. Jika tanggal tersebut telah terlewati bahan-
bahan tersebut masih dapat dipergunakan untuk disinfeksi secara
umum dengan pengenceran tertentu yang dilakukan oleh seorang
ahli kimia, atau dibuang ke fasilitas pembuangan limbah kimia
atau tempat pembakaran semen
f.