Anda di halaman 1dari 21

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1. PENGERTIAN, JENIS DAN FUNGSI PARIWISATA

Menurut Spillane (1987) pariwisata adalah sebuah perjalanan dari suatu Commented [U1]: Tulis nama penelitiannya

tempat ke tempat lainnya bersifat sementara, dilakukan perorangan maupun


kelompok, sebagai usaha mencari keseimbangan/keserasian dan kebahagiaan
dengan lingkungan hidup dalam dimensi social, budaya, alam dan ilmu.

2.1.1 Fungsi Wisata

Secara umum penyelenggara pariwisata menurut UU No 9 Tahun 1990


mempunyai tujuan sebagai berikut:

a. Memperkenalkan, mendayagunakan, melestarikan, dan meningkatkan


mutu objek dan daya tarik wisata;
b. Memupuk rasa cinta tanah air dan meningkatkan persahabatan antar
bangsa;
c. Memperluas dan meratakan kesempatan berusaha dan lapangan kerja;
d. Meningkatkan pendapatan nasional dalam rangka meningkatkan
kesejahteraan dan kemakmuran rakyat;
e. Mendorong pendayagunaan produksi nasional.

2.1.2 Jenis Wisata

Menurut Yoeti (1985), dalam bukunya (Pengantar Ilmu Pariwisata) pada


umumnya ada beberapa jenis dan macam wisata yang kita kenal hingga sekarang
diantarannya adalah: Commented [U2]: Perhatikan penulisannya

(1) Menurut Letak Geografis


a. Pariwisata Lokal
Yaitu pariwisata setempat, yang mempunyai ruang lingkup relatif
sempit dan terbatas dalam tempat-tempat tertentu saja.

6
b. Pariwisata Regional
Yaitu kegiatan pariwisata yang lingkupnya lebih luas dari pariwisata
lokal.
c. Pariwisata Nasional
Yaitu kegiatan pariwisata yang berkembang di dalam suatu negara atau
kegiatan domestic tourism jug dikembangkan foreign tourism Commented [U3]: Jika penulisan dalam bahasa inggris di
miringkan
dimana di dalamnya termasuk in bond tourism dan out going
tourism.
d. Regional-international Tourism Commented [U4]: dimiringkan

Yaitu kegiatan pariwisata yang berkembang disuatu wilaya


internasional yang terbatas, tetapi melewati batas-batas lebih dari dua
atau tiga negara dalam wilayah tersebut.
e. International Tourism Commented [U5]: dimiringkan

Yaitu kegiatan pariwisata yang berkembang di seluruh negara didunia.

2.1.3 Sarana dan Prasarana Wisata

Prasarana (infrastruktur) adalah semua fasilitas yang dapat memungkinkan


proses perekonomian berjalan lancar sedemikian rupa, sehingga dapat
memudahkan manusia memenuhi kebutuhannya.

Menurut Prof. Salah Wahab (1985) dalam bukunya Tourism Management, Commented [U6]: penulisannya dibetulkan jika
mengadop dari karya orang
membagi prasarana menjadi tiga bagian prasarana penting dan salah satunya
disebut sebagai prasarana pariwisata.

Adapun prasarana itu adalah :

a. Prasarana Umum (General Infrastructures)


Yaitu prasarana yang menyangkut kebutuhan orang banyak yang
pengadaannya bertujuan untuk membantu melancarkan roda
perekonomian.
Yang termasuk dalam kelompok ini adalah:
- Listrik;
- Sistem air bersih;

7
- jaringan jalan;
- sistem irigasi dan;
- perhubungan dan sistem telekomunikasi.
b. Kebutuhan Masyarakat Banyak ( Basic Needs Of Civilized Life)
Yang termasuk dalam kelompok ini adalah rumah sakit, apotek, bank,
kantor, pos, pompa bensin, administrasi pemerintahan.
c. Prasarana Kepariwisataan
Diantaranya yaitu:
1. Receptive Tourism Plant

Yaitu segala bentuk badan usaha atau organisasi yang kegiatannya khusus
untuk mempersiapkan kedatangan wisatawan pada suatu daerah tujuan wisata,
misalnya travel agent, tour operator. Commented [U7]: alenianya atau bentuk paragafnya
disamakan
2. Residental Tourism Plant Commented [U8]: miringkan

Yaitu semua fasilitas yang dapat menampung kedatangan para


wisatawan untuk menginap dan tinggal untuk sementara waktu di
daerah tujuan wisata.
Yang termasuk dalam kelompok ini adalah semua bentuk akomondasi,
serta segala bentuk rumah makan maupun restoran.
3. Recreative Sportive Plant Commented [U9]: dimiringkan

Yaitu semua fasilitas yang dapat digunakan untuk tujuan rekreasi dan
olahraga. Yang termasuk kedalam kelompok ini adalah fasilitas main
golf, main ski, kolam renang, perahu layar, berselancar, memancing,
lapangan tenis, dan fasilitas lainnya.

Sedangkan yang dimaksudkan dengan sarana kepariwisataan adalah semua bentuk


perusahaan yang dapat memberikan pelayanan kepada wisatawan, tetapi hidup
dan kehidupannya tidak tergantung selamanya kepada wistawan.

Sarana kepariwisataan ini dibagi atas tiga kelompok yaitu :

a. Sarana Pokok Kepariwisataan


Yang termasuk kedalam kelompok ini adalah:
- Travel agent;

8
- Perusahaan angkutan wisata;
- Hotel dan jenis akomondasi lainnya;
- Bar dan restoran dan;
- Objek wisata dan atraksi wisata.
b. Sarana Pelengkap Kepariwisataan
Yang termasuk dalam kelompok ini adalah:
1. Sarana Olahraga seperti:
- Lapangan tenis;
- Lapangan golf;
- Kolam renang;
- Permainan bowling;
- Daerah perburuan;
- Berlayar;
- Berselancar dan lainnya.
2. Sarana Ketangkasan seperti:
- Billiard;
- Jackpot;
- Pachincho;
- Amusements dan lainnya.
c. Sarana Penunjang Kepariwisataan
Sarana Penunjang KepariwisataanYaitu perusahaan yang menunjang
sarana perlengkap dan saran pokok dan berfungsi tidak hanya membuat
wisatawan lebih lama tinggal pada suatu daerah tujuan wisata, tetapi fungsi yang
lebih penting agar wisatawan lebih banyak mengeluarkan atau membelanjakan
uangnya di tempat yang dikunjunginya.
Yang termasuk dalam kelompok ini adalah:
1. Night club atau diskotik
2. Steambaths
3. Casinos

9
2.2 TINJAUAN POTENSI KAWASAN WISATA PANTAI DAN BAHARI

2.2.1 Pengertian Wisata Pantai


Menurut (Simond, 1978). Pantai adalah perbatasan antara daratan dan Commented [U10]: biasanya tidak ada tanda titik kalo di
tulis menurut
laut, sedangkan laut adalah kumpulan air dalam jumlah banyak yang membagi
daratan atas benua-benua dan pulau-pulau. Jadi, wisata pantai dapat diartikan
sebagai wisata yang memanfaatkan potensi sumber daya alam pantai beserta
komponen pendukungnya, baik alami maupun buatan atau gabungan keduanya
itu.

Ekosistem pantai bermanfaat bagi kehidupan, terutama di daerah tropis pantai


dapat dimanfaatkan sebagai :
(1). Areal tambak garam,
(2). Daerah pertanian pasang surut,
(3). Wilayah perkebunan kelapa dan pisang,
(4) Objek pariwisata,
(5). Daerah pengembangan industri kerajinan rakyat bercorak khas daerah pantai,
dan lain-lain.

2.2.2 Fungsi Kawasan Wisata Pantai


Fungsi kawasan wisata pantai adalah menyediakan fasilitas-fasilitas yang
lengkap bagi wisatawan baik dari luar maupun dari dalam negeri. Adapun
fasilitas-fasilitas itu diantaranya: fasilitas akomodasi, fasilitas olahraga dan
rekreasi, serta akomodasi pelengkap lainnya.

2.2.3 Jenis Wisata Pantai


Wisata pantai pada umumnya dapat dikelompokkan menurut jenis pantai,
aktivitas, tempat serta medianya. Pengelompokan tersebut dapat dijabarkan
sebagai berikut:
a). Berdasarkan jenis pantai

10
Pantai bersih dan laut.
Pantai berlumpur.
Pantai berbatu.
Pantai muara sungai.
Pantai kawasan budidaya.
b). Berdasarkan aktivitasnya
Olahraga.
Rekreasi.
Penginapan.

Obyek wisata pantai adalah elemen fisik dari pantai yang dapat dijadikan lokasi
untuk melakukan kegiatan wisata, obyek tersebut yaitu :
1. Pantai, merupakan daerah transisi antara daratan dan lautan. Pantai
merupakan primadona obyek wisata dengan potensi pemanfaatan,
mulai dari kegiatan yang pasif sampai aktif.
2. Permukaan laut, terdapatnya ombak dan angin sehingga permukaan
tersebut memiliki potensi yang berguna dan bersifat rekreatif.
3. Daratan sekitar pantai, merupakan daerah pendukung terhadap keadaan
pantai, yang berfungsi sebagai tempat rekreasi dan olah raga darat
yang membuat para pengunjung akan lebih lama menikmatinya.

Menurut Simond (1978), pantai dapat dibagi menjadi berbagai wilayah


diantaranya, yaitu:
1. Beach, yaitu batas antara daratan dan lautan. Biasanya berupa pantai
berpasir dan landai.
2. Dune, yaitu daerah yang lebih tinggi dari beach. Biasanya berupa
hamparan pasir yang permukaannya bergelombang atau berubah secara
perlahan karena aliran laut.
3. Coastal, yaitu daerah yang secara periodik digenangi air yang
merupakan gabungan antara beach dan dune.

2.2.4 Wisata Bahari Commented [U11]: usahakan jgn seperti dipisah,


gabungkan saja

11
Menurut (Maryadi, 1998), Tujuan dikembangkannya wisata bahari Commented [U12]: penulisannya salah, hrusnya penulis
diluar kurung
diharapkan dapat menyediakan tempat rekreasi yang sehat bagi masyarakat luas
untuk menikmati keindahan, keunikan serta kenyamanan yang alamiah. Selain itu Commented [U13]: tidak boleh di depan kalimat jadi
kalimat hrus diubah jadi kalimat aktif
diharapkan kawasan wisata alam bisa menyediakan tempat bagi sarana
pengembangan ilmu pengetahuan, memperluas kesempatan berusaha untuk
membantu meningkatkan pendapatan masyarakat serta menunjang usaha
pemerintah dalam memajukan sektor pariwisata.

Kendala dalam pengembangan jasa wisata bahari pada umumnya


bersumber dari sistem pendukung kepariwisataan yang belum optimal, antara lain
:

a. Keamanan yang tidak senantiasa terjamin serta pelayanan domestik


yang kurang memuaskan, terutama bagi turis manca negara.
Bertumbuhnya budaya wisata secara luas di masyarakat, membuat
lingkungan pelayanan kepariwisataan kurang bersaing dibanding
negara-negara tujuan wisata lainnya.
b. Sumberdaya manusia pendukung sistem kepariwisataan yang masih
terbatas
c. Biaya transportasi domestik yang relatif mahal, membuat daya saing
kepariwisataan nasional menjadi berkurang
d. Pembangunan prasarana kepariwisataan yang tidak konsisten dengan
kebutuhan. Dalam hal pembangunan hotel-hotel yang marak
dikembangkan dalam beberapa tahun terakhir adalah hotel-hotel
berbintang lima. Padahal karakteristik turis mancanegara
menunjukkan bahwa sebagian besar adalah pekerja kasar. Commented [U14]: dibuat satu poin dalam e dan
dijadikan kalimat aktif

Daerah yang potensial menjadi daerah tujuan wisata dalam


pengembangannya harus memperhatikan lima unsur pengembangan pariwisata di
daerah tujuan wisata, yaitu :

1). Obyek dan daya tarik wisata

12
Obyek wisata ialah sumberdaya alam, buatan dan budaya yang berpotensi
dan berdaya tarik bagi wisatawan (modifikasi dari Suwontoro, 2001) yang pada Commented [U15]: tidak boleh penulisannya seperti ini

umumnya daya tarik wisata menurut Suwontoro dipengaruhi oleh :

a. Adanya sumber/obyek yang dapat menimbulkan rasa senang, nyaman,


dan bersih

b. Adanya aksesibilitas yang tinggi untuk dapat mengunjungi


c. Adanya ciri khusus yang bersifat langka
d. Adanya sarana dan prasarana penunjang untuk melayani para
wisatawan yang hadir
e. Obyek wisata alam mempunyai daya tarik yang tinggi karena
keindahannya, seperti keindahan alam pegunungan, sungai, pantai,
pasir, hutan dan sebagainya.
f. Obyek wisata budaya mempunyai daya tarik yang tinggi karena
memiliki nilai khusus alam bentuk atraksi kesenian, upacara adapt, Commented [U16]: upacara adpt ?? maksudnya??

nilai luhur yang terkandung dalam suatu karya manusia pada masa
lampau.

2). Prasarana Wisata

Prasarana adalah kelengkapan awal sebelum (pra) sarana wisata dapat


disediakan atau dikembangkan. Oleh karena itu prasarana wisata dapat dikatakan
sebagai sumberdaya alam buatan yang mutlak dibutuhkan oleh wisatawan dalam
perjalanannya menuju daerah tujuan wisata, seperti jalan, listrik, air,
telekomunikasi, terminal, jembatan dan lain sebagainya. Dalam pembangunan
prasarana pariwisata pemerintah diharapkan lebih dominan kerena pemerintah
daerah dapat mengambil manfaat ganda dari pembangunan tersebut, seperti
meningkatkan arus informasi, arus lalu liontas, ekonomi dan mobilitas penduduk Commented [U17]: Penulisannya salah

yang tentu saja dapat meningkatkan kesempatan berusaha bagi masyarakat.

3). Sarana wisata

Sarana wisata merupakan kelengkapan yang diperlukan untuk melayani


wisatawan dalam menikmati kunjungan wisatanya. Berbagai sarana wisata yang

13
harus disediakan di daerah tujuan wisata adalah hotel, biro perjalanan, alat
transportasi, rumah-makan dan sebagainya. Tentu saja semakin lengkap sarana
wisata/fasilitas yang dapat diberikan oleh daerah tujuan wisata akan
meningkatkan daya tarik obyek wisata.

Commented [U18]: Spasi harus konsisten

4). Tatalaksana / infrastruktur Commented [U19]: Jangan digabung

Infrastruktur adalah situasi perangkat lunak dan keras yang mendukung


sarana dan prasarana wisata, baik berupa sistem pengaturan maupun utilitas yang
berada di atas tanah dan di bawah tanah, seperti :

a. Sistem pengairan, distribusi air bersih, system pembuangan air limbah Commented [U20]: System atau sistem?

yang membantu sarana perhotelan dan restoran


b. Sumber listrik dan energi serta jaringan distribusinya yang merupakan
bagian vital bagi terselenggaranya sarana wisata yang memadai
c. Sistem transportasi yang memadai demi kemudahan wisatawan untuk
mengunjungi obyek wisata
d. Sistem telekomunikasi yang memudahkan wisatawan untuk
mendapatkan maupun mengirimkan informasi.
e. Sistem keamanan.
5). Masyarakat dan lingkungan Commented [U21]: Paragrsfnys hsrud konsisten

Kesiapan masyarakat didaerah tujuan wisata sangat mendukung


keberhasilan suatu daerah sebagai daerah tujuan wisata. Dengan terbinanya
masyarakat sadar wisata akan terjadi interaksi yang saling menguntungkan antara
masyarakat di daerah tujuan wisata dan wisatawan. Sehingga obyek wisata yang
berupa sumberdaya alam, buatan dan budaya dapat bersdama-sama dipelihara Commented [U22]: Perhatikan tulisannya

demi keberlanjutan pembanguan pariwisata itu sendiri.

2.3 Desa Wisata


2.3.1 Pengertian Desa Wisata Commented [U23]: Paragrafnya harus konsisten

14
Menurut (Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata, 2011: 1), desa wisata Commented [U24]: Penulisannya salah, lihat tata cara
penulisan ilmiah
merupakan suatu bentuk integrasi antara atraksi, akomodasi, dan fasilitas
pendukung yang disajikan dalam suatu struktur kehidupan masyarakat yang
menyatu dengan tata cara dan tradisi yang berlaku. Suatu desa wisata memiliki
daya tarik yang khas (dapat berupa keunikan fisik lingkungan alam perdesaan,
maupun kehidupan sosial budaya masyarakatnya) yang dikemas secara alami dan Commented [U25]: Jgn dibuat dalam tanda kurung

menarik sehingga daya tarik perdesaan dapat menggerakkan kunjungan wisatawan


ke desa tersebut.
Dalam buku Sosiologi karangan Ruman Sumadilaga seorang ahli
Sosiologi Talcot Parsons menggambarkan masyarakat desa sebagai masyarakat Commented [U26]: Dalam buku penulisannya harap di
perhatikan
tradisional (Gemeinschaft) yang mengenal ciri-ciri sebagai berikut :

a. Afektifitas ada hubungannya dengan perasaan kasih sayang, cinta , kesetiaan Commented [U27]: Tanda koma diperhatikan

dan kemesraan. Perwujudannya dalam sikap dan perbuatan tolong menolong,


menyatakan simpati terhadap musibah yang diderita orang lain dan menolongnya
tanpa pamrih.

b. Orientasi kolektif sifat ini merupakan konsekuensi dari Afektifitas, yaitu


mereka mementingkan kebersamaan , tidak suka menonjolkan diri, tidak suka Commented [U28]: Penulisan koma diperhatikan

akan orang yang berbeda pendapat, intinya semua harus memperlihatkan


keseragaman persamaan.

c. Partikularisme pada dasarnya adalah semua hal yang ada hubungannya dengan
keberlakuan khusus untuk suatu tempat atau daerah tertentu. Perasaan subyektif,
perasaan kebersamaan sesungguhnya yang hanya berlaku untuk kelompok tertentu
saja.(lawannya Universalisme) Commented [U29]: Tidak perlu ditulis seperti ini

d. Askripsi yaitu berhubungan dengan mutu atau sifat khusus yang tidak diperoleh
berdasarkan suatu usaha yang tidak disengaja, tetapi merupakan suatu keadaan
yang sudah merupakan kebiasaan atau keturunan.

e. Kekabaran (diffuseness). Sesuatu yang tidak jelas terutama dalam hubungan Commented [U30]: Jgn ad tanda titik

antara pribadi tanpa ketegasan yang dinyatakan eksplisit. Masyarakat desa


menggunakan bahasa tidak langsung, untuk menunjukkan sesuatu. Dari uraian

15
tersebut (pendapat Talcott Parson) dapat terlihat pada desa-desa yang masih murni Commented [U31]: Penulisannya salah bukan seperti ini

masyarakatnya tanpa pengaruh dari luar.

2.3.2 Elemen Desa Wisata

1. Karakteristik Objek Wisata


Selain beberapa persyaratan diatas, adapula 3 karakteristik utama dari
objek wisata yang harus diperhatikan dalam upaya pengembangan suatu objek
wisata tertentu agar menarik dan dikunjungi banyak wisatawan. Seperti yang
diungkapkan oleh Drs. Oka A. Yoeti (1985), karakteristik tersebut antara lain : Commented [U32]: Salah penulisannya

a. Daerah itu harus mempunyai apa yang disebut sebagai something to see.
Artinya di tempat tersebut harus ada objek wisata dan atraksi wisata yang berbeda
dengan apa yang dimiliki oleh daerah lain. Dengan kata lain, daerah itu harus
mempunyai daya tarik yang khusus dan unik.

b. Daerah tersebut harus tersedia apa yang disebut dengan istilah something to
do. Artinya di tempat tersebut selain banyak yang dapat disaksikan, harus
disediakan pula fasilitas rekreasi atau amusement yang dapat membuat wisatawan Commented [U33]: Hurufnya harus miring jika bahasa
inggris
betah tinggal lebih lama di tempat itu.

c. Di daerah tersebut harus tersedia apa yang disebut dengna istilah something to
buy. Artinya di tempat tersebut harus ada fasilitas untuk berbelanja, terutama
barang-barang souvenir dan kerajinan tangan rakyat sebagai oleh-oleh dibawa
pulang.

Masyarakat Faktor
Desa Pendorong

Desa Wisata

Positif
Dampak
Negatif

16
Commented [U34]: Jika membuat diagram alir pemikiran
untuk sambungan gunakan bentuk bulat , jgn terpisah
seperti ini

Bagan 1. Gambar Kerangka Pikir

2.4 Konsep Pengelolaan Pesisir


2.4.1 Pengelolaan Sumberdaya Wilayah Pesisir Berbasis Masyarakat
Pengelolaan sumberdaya wilayah pesisir berbasis masyarakat (PSWP-BM) Commented [U35]: Huruf besar

adalah sebuah strategi yang komprehensif yang dilakukan untuk menangani isu-
isu yang mempengaruhi lingkungan pesisir melalui partisipasi aktif dan nyata dari
masyarakat pesisir. PSWP-BM juga dilakukan untuk membuka isu utama
masyarakat akibat kekurang efisienan dan ketidakadilan, melalui penguatan akses Commented [U36]: Rancu kalimat ini

dan kontrol masyarakat terhadap sumberdaya mereka. Istilah berbasis


masyarakat di sini adalah suatu prinsip bahwa pengguna sumberdaya utama
(masyarakat) haruslah menjadi pengelola sumberdaya mereka. Hal ini sangat
berbeda dengan dengan strategi pengelolaan sumberdaya alam yang bersifat
sentralistik yang dinilai gagal melibatkan masyarakat yang secara langsung
bergantung pada sumberdaya tersebut.

2.4.2 Prinsip Dasar PSWP-BM


Terdapat beberapa prinsip dasar dalam pengelolaan sumberdaya wilayah
pesisir terpadu berbasis masyarakat. Prinsip-prinsip tersebut adalah:
a. Pemberdayaan dan Pembangunan Kapasitas
Bagi masyarakat pesisir, pemberdayaan merupakan pengembangan
kemampuan untuk melakukan kontrol pengelolaan terhadap sumberdaya dan
lembaga demi meningkatkan kesejahteraan dan menjamin pemanfaatan yang
berkelanjutan atas sumberdaya tempat masyarakat bergantung. Dengan
memberdayakan akses dan kontrol masyarakat atas sumberdaya, kesempatan
untuk bertambahnya manfaat ekonomi di sekitar wilayah mereka akan lebih besar.
Pengelolaan sumberdaya yang berhasil oleh lembaga-lembaga pengelolaan
sumberdaya pesisir berbasis masyarakat dapat juga memberikan kontribusi
terhadap pengakuan kepada lembaga tersebut sebagai mitra yang sah dalam
pengelolaan sumberdaya. Pemberdayaan juga merupakan usaha membangun

17
kapasitas dan kapabilitas (kemampuan) masyarakat untuk secara efisien dan
efektif mengelola sumberdaya mereka secara berkelanjutan. Dengan demikian,
tujuan pemberdayaan masyarakat adalah untuk membangun kapasitas dan
kemampuan masyarakat dalam melaksanakan dan mengawasi pelaksanaan
kegiatan sehingga masyarakat memiliki akses yang adil dalam pengelolaan
sumberdaya wilayah pesisir.
Yang dimaksud dengan pembangunan kapasitas adalah pemberdayaan
masyarakat melalui pendidikan, pelatihan, dan pengembangan kelembagaan.
Pendidikan lingkungan hidup dan konservasi adalah satu bagian yang sangat
penting dalam pengembangan kapasitas. Pendidikan lingkungan hidup dan Commented [U37]: Tidak ada nyambung dengan
pembahasan pada alenia sebelumnya
konservasi membantu dalam membangun pemahaman bersama mengenai aspek-
aspek lingkungan hidup dan peranannya secara timbal balik dalam pengelolaan
sumberdaya wilayah pesisir.

b. Pengakuan Terhadap Kearifan dan Pengelolaan Tradisional


Kegiatan pengelolaan tradisional ini berisi aturan dan sanksi yang
diterapkan oleh sekelompok masyarakat yang sudah berjalan dalam suatu periode
waktu yang lama secara turun-temurun dan diterima oleh anggota masyarakatnya.
Kegiatan ini disebut tradisi karena biasanya praktik-praktik seperti ini tidak
mendapatkan sanksi dan legitimasi hukum dari pemerintahan atau pengelolaan
dan hukum modern. Namun demikian, kegiatan-kegiatan tradisi ini diterima,
diikuti, dan diakui oleh anggota masyarakat tersebut.Praktik-praktik seperti ini,
selai nmendapat legitimasi dari anggota masyarakat setempat, juga berakar dari Commented [U38]: Tulisannye diperhatikan

kegiatan-kegiatan budaya dan keagamaan setempat yang terbentuk dan


berkembang tanpa adanya campur tangan secara formal kelembagaan
pemerintahan moderen dari luar. Praktik-praktik tradisional ini umumnya
merupakan Sistem pengaturan yang diberlakukan kepada kelompok atau anggota
kelompok tertentu mengenai hak penggunaan laut dan pesisir, cara dan jenis yang
ditangkap atau dipanen, jenis alat yang digunakan, atau saat panen dalam satu
waktu tertentu.

c. Perbaikan Hak Masyarakat Lokal Commented [U39]: Jangan pisah kan dengan
bahasannya, perhatikan jarak antar spasi

18
Yang dimaksud dengan perbaikan hak-hak atas sumberdaya adalah
memperoleh atau memastikan akses dan kontrol pengelolaan oleh masyarakat atas
sumberdaya yang produktif. Ini disebut juga klarifikasi untuk memperjelas hak-
hak penggunaan masyarakat atau hak-hak kepemilikan masyarakat.
Pelaksanaannya dikenal dengan jalan melembagakan akses dan kontrol
pengelolaan melalui kebijakan atau undang-undang di tingkat nasional atau lokal.
Hal ini dapat secara luas dicapai melalui pengorganisasian masyarakat yang
efektif serta kegiatan advokasi kebijakan.

d. Pembangunan Berkelanjutan
Setiap kegiatan yang dijalankan harus memperhatikan pemulihan fungsi
ekosistem sehingga pengembangan dan pemanfaatan sumberdaya
mempertimbangkan kelestarian sumberdaya yang ada. Dengan demikian,
sumberdaya tersebut dapat dinikmati oleh generasi yang akan datang. Di sisi lain,
pembangunan yang berkelanjutan berarti secara serius mempertimbangkan
keadaan alami lingkungan sambil mengejar pengembangan ekonomi yang tidak
membahayakan kesejahteraan generasi yang akan datang.

e. Akuntabel dan Transparan


Mekanisme kegiatan ditetapkan secara transparan, demokratis, dapat di
pertanggung jawabkan, menjamin kesejahteraan masyarakat, serta memenuhi
kepastian hukum, dan dijalankan oleh pemerintah, masyarakat, sektor swasta,
serta berbagai pihak lain yang berkepentingan.

f. Pelestarian Lingkungan Pesisir


Pelestarian lingkungan pesisir difokuskan pada rehabilitasi, perbaikan, dan
perlindungan habitat-habitat penting di wilayah pesisir. Contoh yang nyata
misalnya penetapan daerah perlindungan laut dan kawasan pelestarian laut
(Tulungen et. al., 2002). Commented [U40]: Jika mengadaptasi hasil penelitian
orang lain perhatikan penulisannya baik tanda petik atau
tanda komanya

g. Pengembangan Mata Pencaharian Commented [U41]: Spasi harus konsisten

19
Pengembangan mata pencaharian ditujukan untuk mengurangi tekanan
terhadap produktivitas sumberdaya yang terbatas. Pengembangan mata
pencaharian dapat berupa memperkenalkan introduksi) mata pencaharian yang Commented [U42]: Tutup kurung awal tidak ada

dapat dilakukan baik di laut maupun di daratan (misalnya: pemanfaatan lahan


/pekarangan sempit, budidaya rumput laut atau ikan), pengembangan serta
perbaikan mata pencaharian yang sudah ada, dan upaya kampanye untuk
menentang metode-metode pemanfaatan yang destruktif.

Commented [U43]: Spasinya perhatikan

h. Keadilan

Prinsip keadilan berkaitan dengan prinsip pemberdayaan. Keadilan ialah


adanya kesamaan akses terhadap kesempatan di antara masyarakat dan golongan.
Keadilan dapat dicapai ketika nelayan kecil memiliki akses yang sama terhadap
kesempatan yang ada untuk pembangunan, perlindungan, dan pengelolaan
sumberdaya pesisir. Melalui PSWP-BM, juga dapat dipastikan adanya keadilan
antara generasi masa sekarang dan generasi yang akan datang, yang diwujudkan
dengan menyediakan mekanisme tepat untuk perlindungan dan pelestarian
sumberdaya pesisir bagi pemanfaatan di masa yang akan datang. Oleh sebab itu
prinsip keadilan ini juga berlaku antar generasi, yang menekankan pada suatu
pandangan bahwa sebagai bagian dari generasi masa kini, kita mempunyai
tanggung jawab untuk menjaga kebutuhan hidup pengguna sumberdaya yang lain,
termasuk generasi yang akan datang. Prinsip keadilan antar generasi ini
bersinggungan dengan prinsip berkelanjutan. Commented [U44]: Alenia ini perlu kah??

i. Keterpaduan

Semua kegiatan dalam pengelolaan sumberdaya wilayah pesisir dijalankan


berdasarkan keterpaduan antar sektor, keterpaduan antar tingkat pemerintahan,
keterpaduan pengelolaan dan ilmu pengetahuan, dan keterpaduan ruang.
a. Keterpaduan antar sektor: Memadukan perencanaan dan program antar
instansi/lembaga pemerintah, masyarakat, swasta, perguruan tinggi, dan
LSM dalam pengelolaan sumberdaya wilayah pesisir.

20
b. Keterpaduan antar tingkat pemerintahan: Memadukan perencanaan
dan program secara bottomup dan top down berbagai level pemerintahan Commented [U45]: Betulkan penulisannya?

mulai dari desa, kecamatan, hingga ke tingkat nasional.


c. Keterpaduan pengelolaan dan ilmu pengetahuan: Memadukan
pengambilan keputusan dalam pengelolaan sumberdaya pesisir
berdasarkan informasi ilmiah dan masukan data yang diperoleh dengan
menggunakan kaidah-kaidah ilmu pengetahuan yang sesuai.
d. Keterpaduan ruang: Memadukan keterkaitan ekosistem darat dan laut
beserta isu-isu yang ada ke dalam perencanaan dan program pengelolaan
sumberdaya wilayah pesisir.
2.4.3 Makna Partisipasi & Metode Partisipatif dalam PSWP-BM
Partisipasi adalah kata kunci dalam pengelolaan berbasis masyarakat.
Berbagai pengalaman dalam pengelolaan sumberdaya alam dan pengelolaan
wilayah pesisir telah berulang kali membuktikan bahwa keberhasilan dalam
pengelolaan bersama tercapai dengan baik karena melibatkan partisipasi
masyarakat. Banyak program dan kegiatan pengelolaan yang kurang atau tidak
berhasil dikarenakan pelaksana program gagal melibatkan partisipasi masyarakat
sejak awal program. Pemangku kepentingan utama yang ada di desa yang perlu
berpartisipasi adalah masyarakat desa atau masyarakat lokal. Diakui, kadang kala
memang sulit untuk melibatkan setiap orang dalampengelolaan bersama, tetapi
yang penting adalah upaya pelibatan partisipasi dari masyarakat lokal harus
dilaksanakan oleh pelaksana program.

2.4.3.1 Partisipasi dalam PSWP-BM


Pendekatan pengelolaan sumberdaya wilayah pesisir berbasis masyarakat
berupaya untuk melibatkan masyarakat setempat secara aktif dalam setiap tahapan
pengelolaan. Partisipasi berarti mengambil bagian dalam suatu kegiatan, namun
partisipasi dalam kegiatan pengelolaan pesisir mengharuskan masyarakat
memiliki kewenangan yang cukup dalam pengelolaan dan terakomodasinya
kepentingan masyarakat dalam proses pengelolaan. Partisipasi yang dimaksud
dalam pengelolaan adalah partisipasi dalam setiap tahapan pengelolaan, mulai dari
identifikasi isu, persiapan perencanaan, persetujuan rencana, pelaksanaan, hingga

21
pemantauan dan evaluasi. Beberapa indikator yang umumnya digunakan untuk
menilai tingkat keberhasilan partisipasi antara lain:
a. Penentuan waktu dan saat berpartisipasi
misalnya: kapan partisipasi dilakukan. Partisipasi dapat terjadi pada setiap
tahapan dalam siklus PSWP-BM. Meskipun demikian, partisipasi yang
ideal adalah jika terjadi pada semua tahapan pengelolaan.
b. Pihak yang berpartisipasi
Dalam PSWP-BM, partisipan (pihak yang berpartisipasi) lokal mencakup
masyarakat setempat, pemerintah, kelompok-kelompok masyarakat,
tokoh-tokoh masyarakat, pengusaha, lembaga pendidikan, lembaga
swadaya masyarakat, dan lain-lain.
c. Bentuk-bentuk partisipasi
kegiatan apa yang melibatkan partisipasi masyarakat dan dalam bentuk
apa saja.
d. Proses partisipasimasyarakat, meliputi:
Identifikasi isu (masalah dan potensi).
Menyusun dan meninjau usulan kegiatan, program, dan rencana.
Memberikan masukan terhadap usulan kegiatan sesuai waktu yang cukup
dan disediakan untuk itu.
Menghadiri pertemuan dan konsultasi yang dihadiri oleh mayoritas
masyarakat yang diundang dalam pertemuan dan konsultasi.
Memberikan persetujuan dan atau penolakan terhadap usulan kegiatan
berdasarkan masukan dari masyarakat berikut alasannya.
Menyusun kegiatan, program, dan rencana pelaksanaan program.
Menyetujui atau menolak kegiatan, program, dan rencana pelaksanaan
program.
Turut serta dalam pelaksanaan program sepanjang hal tersebut merupakan
bagian yang dilaksanakan oleh masyarakat.

2.4.3.2 Apa Hambatan-hambatan dalam Partisipasi


Tingkat partisipasi sangat bervariasi antara satu tempat dengan tempat
lainnya dan satu negara dengan negara lainnya. Banyak faktor yang dapat

22
mendorong ataupun menghambat partisipasi. Faktor-faktor ini dapat berasal dari
luar masyarakat seperti sistem politik, atau dapat juga berasal dari masyarakat
sendiri seperti norma-norma dan budaya masyarakat setempat.
Ada tiga hal utama penghambat partisipasi yaitu:
Politik
Administratif
Sosial
Commented [U46]: Spasi diperhatikan

2.5 Memadukan Dimensi Gender dalam PSWP-BM


PSWP-BM mengakui adanya keunikan peran serta kontribusi pria dan
wanita dalam hal produktivitas dan reproduktivitas. PSWP-BM juga
mengembangkan kesempatan yang sama bagi pria dan wanita untuk berpartisipasi
penuh dalam pengelolaan sumberdaya. PSWP-BM menganalisis atau
mengevaluasi dampak pengelolaan pesisir terhadap pria dan wanita serta
hubungan keduanya. Satu contoh analisis peran gender sehingga dapat
memperbaiki program pengelolaan pesisir adalah tentang peran penting
perempuan dalam pengolahan pasca panen dan pemasaran komoditas hasil
sumberdaya pesisir. Kegiatan pengrusakan sumberdaya pesisir mengurangi
produktivitas jangka panjang sumberdaya sehingga perempuan mempunyai
kepentingan yang besar dalam mencegah kegiatan-kegiatan pengerusakan
lingkungan sumberdaya pesisir.

2.5.1 Program PSWP-BM Penting Memahami Gender

PSWP-BM sesungguhnya menyangkut perubahan perilaku manusia.Untuk


melakukan perubahan tersebut, PSWP-BM perlu memahami kegiatan-kegiatan
masyarakat dan apa yang mendasari kegiatan-kegiatan tersebut terjadi di
masyarakat. Di setiap desa pesisir ditemukan adanya peran yang jelas antara laki-
laki, perempuan, anak laki-laki, dan gadis. Walaupun peran-peran sosial antara
laki-laki dan perempuan bervariasi antara kelompok masyarakat, harus dipahami
bahwa peran antara laki-laki dan perempuan berbeda dan seringkali tidak adil
(setara). Karena itu laki-laki dan perempuan memiliki perbedaan masalah,

23
perhatian, kebutuhan, dan prioritas yang harus secara benar dipahami untuk
mengasilkan program PSWPBM yang baik (Aguilar dan Castaneda, 2001). Commented [U47]: Format penulisannya perhatikan

Lewat perspektif gender, program PSWP-BM dapat meperbaiki dan Commented [U48]: Huruf yang kurang diperhatikan

meningkatkan keberhasilan programnya melalui dua cara yaitu:


1. Analisis Gender, mengevaluasi dampak dari suatu program terhadap laki-
laki dan perempuan, dan terhadap hubungan ekonomi dan sosial di antara
mereka.
2. Pengarusutamaan Gender (Gender Mainstreaming), Commented [U49]: Maksudnya pengaruh utama atau
pengarus utamaan??
mempertimbangkan isu-isu gender dalam semua aspek PSWP-BM serta
mendorong partisipasi yang seimbang dan adil dari kedua gender dalam
setiap tahap siklus program.

2.5.2 Dinamika Penduduk Penting dalam PSWP-BM


Di antara berbagai akar permasalahan menurunnya kualitas ekosistem
pesisir dan hilangnya keanekaragaman biologinya, dinamika penduduk
merupakan penyebab utamanya. Dinamika penduduk mencakup pertumbuhan dan
perpindahan penduduk ke dalam kawasan yang rentan dan terjadinya perubahan
pola pemanfaatan. Peningkatan kepadatan penduduk menyebabkan tantangan bagi
sumberdaya yang ada, yang sudah mengalami degradasi parah di semua tempat di
dunia ini. Bukan hanya jumlah penduduk, karakter penduduk dalam Commented [U50]: Rancu kalimatnya?? Tidak bisa
dimengerti
memanfaatkan sumberdaya juga merupakan faktor penting yang dapat
mempengaruhi kondisi dan perubahan ekosistem menurut (WWF, 2002).
Perubahan positif dan negatif penduduk dapat berpengaruh pada
pendanaan pemerintah daerah, yang dapat mengurangi tingkat pendanaan bagi
kegiatan-kegiatan PSWP-BM. Dengan memasukkan dinamika penduduk dalam
PSWP-BM, masyarakat dapat membayangkan pengurangan tekanan penduduk
terhadap sumberdaya, dan memberdayakan masyarakat hingga hidup lebih sehat
dan sejahtera dengan sedikit anak dan sadar akan cara hidup seimbang dan
harmonis dengan lingkungannya. Dengan memahami dinamika penduduk,
perpindahan penduduk kedaerah-daerah konservasi mungkin dapat di kurangi dan
pola perpindahan penduduk dapat dengan mudah diperkirakan.

24
2.5.3 Dampak Positif yang Dapat Diperoleh dengan Memadukan Aspek
Penduduk dalam PSWP-BM
Walaupun tidak ada jangka waktu yang pasti bagi keberhasilan, pengalaman masa
lalu bisa menunjukkan hasil-hasil yang diharapkan dapat diperoleh apabila
kegiatan-kegiatan direncanakan dengan baik dan dilaksanakan secara penuh
melalui dukungan dari mayoritas pemangku kepentingan (WWF,2002).
Dalam tahun pertama -menyelesaikan analisis dinamika penduduk
sebagai bagian dari survei sosio-ekonomi; membuat peta Sistim Informasi
Geografi (SIG) yang memaparkan data-data ekologi, sosio-ekonomi, dan
penduduk. Kegiatan awal ini dapat menjadi dasar memulai suatu rencana Commented [U51]: Format penulisannya kenapa pakai
tanda -
untuk menanggulangi kawasan yang penduduk dan sumberdaya pesisirnya
saling mempengaruhi.
Dalam dua tahun - kemitraan dapat dimulai untuk meningkatkan
pendidikan bagi anak-anak gadis, akses untuk penanganan kesehatan
reproduksi, mengembangkan kebijakan perpindahan penduduk,
memperbesar keterlibatan perempuan dalam kegiatan pemanfaatan
sumberdaya, dan memperbaiki perencanaan pemanfaatan lahan.
Dalam lima tahun - tingkatkan kesadaran masyarakat tentang dampak
dinamika penduduk terhadap sumberdaya, dampak prioritas-prioritas
pemerintah lokal dan regional, mulai mencoba memperluas program yang
berhasil yang didapat dari keterlibatan yang dilakukan di lokasi pilot, dan
evaluasi hasil keterlibatan awal.
Dalam lima sampai sepuluh tahun - perubahan dalam kebijakan
pemerintah dan lembaga-lembaga donor akan memperbaiki pemanfaatan
lahan, perlindungan sumberdaya alam yang penting, kemajuan dalam
meningkatkan pendidikan para gadis, peningkatan perlindungan kesehatan
reproduksi dan kesempatan ekonomi bagi perempuan.

2.5.5 Faktor-faktor Penentu Keberhasilan Program PSWP-BM Commented [U52]: Spasi harus konsisten

25
Faktor-faktor yang menentukan keberhasilan program PSWP-BM adalah
budaya yang mendukung, adanya kegiatan-kegiatan pengelolaan masyarakat
lokal, keinginan masyarakat (undangan darimasyarakat), ketergantungan Commented [U53]: Huruf pisah

masyarakat yang tinggi terhadap sumberdaya pesisir, tidak ada atau minimnya
konflik di dalam masyarakat dan antara masyarakat dengan kelompok masyarakat
dari luar, adanya kebijakan atau aturan di tingkat kabupaten, provinsi, nasional
yang mendukung program PSWP-BM, dan adanya contoh-contoh keberhasilan
program dari desa lain, yang dapat dilihat dan dijadikan contoh oleh masyarakat. Commented [U54]: Kajian pustakanya belum dapat karna
masih umum , misalkan ditambahkan refrensi tentang kajian
wisata dari sisi kelautannya

26