Anda di halaman 1dari 8

Choice

Pada tahap ini dilakukan proses pemilihan diantara berbagai alternatif tindakan yang mungkin
dijalankan. Hasil pemilihan tersebut kemudian diimplementasikan dalam proses pengambilan
keputusan.

Ketiga langkah proses pengambilan keputusan yang telah disampaikan oleh Simon (1960) dapat
digambarkan sebagai berikut :
.

Gambar 1.1 Fase Proses Pengambilan Keputusan


Langkah-langkah model pengambilan keputusan ini (the satisficing model) adalah sebagai
berikut :

1. Penetapan tujuan pengambilan keputusan berkaitan dengan adanya masalah tertentu


2. Menyederhanakan masalah
3. Penetapan standar minimum dari serangkaian kriteria keputusan
4. Mengidentifikasi serangkaian alternatif yang dibatasi
5. Menganalisis dan membandingkan setiap alternatif, apakah memenuhi kendala, lebih
besar atau sama dengan standar minimum dari serangkaian keputusan
6. Apakah alternatif yang memenuhi syarat itu ada ?
7. Jika ya, pilih salah satu alternatif yang dianggap terbaik
8. Jika tidak, dilakukan kembali pencarian alternatif seperti pada langkah kelima
Gambar 1.2 The Satisficing Model (Robbins, 1991)

The Implicit Favorite Model

Model ini dirancang dalam kaitan dengan keputusan kompleks dan tidak rutin. Model ini
menyangkut proses penyederhanaan masalah yang kompleks oleh individu pembuat keputusan.
Bedanya dengan satisficing model, bahwa model ini tidak memasuki tahap pengambilan
keputusan melalui pengevaluasian alternatif yang cukup sulit karena perlu rasional dan obyektif.
Gambar 1.3 The Implicit Favorite Model (Robbins, 1991)

Dari gambar di atas, dapat dijelaskan langkah-langkah dari model ini, yaitu sebagai berikut :

1. Menentukan kebutuhan untuk mengambil keputusan karena ada masalah


2. Mengidentifikasi alternatif dan langsung menetapkan pilihan satu alternatif menurut
preferensinya
3. Mengidentifikasi alternatif lain, kemudian dipilih lagi satu alternatif lain sebagai
pembanding untuk mengukuhkan alternatif favorit.
4. Memilih alternatif yang menjadi idaman pengambil keputusan.
5. Rasional Analitis
6. Pengambil keputusan rasional analitis mempertimbangkan semua alternatif dengan segala
akibat dari pilihan yang diambilnya, menyusun segala akibat dan memperlihatkan dan
memperhatikan skala pilihan (scale of preference) yang pasti, dan memilih alternatif yang
memberikan hasil maksimum. Pengambilan keputusan secara rasional analitis menurut
Mangkusubroto dan Trisnadi (1985) dapat digambarkan sebagai berikut :
7.
8.
9.
10. Gambar 1.4 Diagram Pengambilan Keputusan dengan Rational Analysis

11. Model pengambil keputusan yang menggunakan intuisinya seringkali dikritik sebagi
immoral. Kritik yang sering dilontarkan terhadap pengambilan keputusan dengan intuisi
adalah karena kurang mengadakan analisis yang terkendali maka perhatian hanya
ditujukan pada beberapa fakta dan melupakan banyak elemen penting. Dalam
pengambilan keputusan dengan menggunakan intuisi tidak banyak tergantung pada fakta
yang lengkap. Model pengambilan keputusan dengan intuisi menurut Mangkusubroto dan
Trisnadi (1985) dapat digambarkan sebagai berikut :
12.

13.
14.
15. Gambar 1.5 Diagram Pengambilan Keputusan dengan Intuitif Emosional
BAGAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN

1. MODEL PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN

2. TAHAPAN PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN


KETERANGAN :

1. Pengenalan Masalah = Proses membeli dengan pengenalan masalah atau kebutuhan pembeli
menyadari suatu perbedaan antara keadaan yang sebenarnya dan keadaan yang diinginkanya.

2. Pencarian Informasi = Seberapa jauh orang tersebut mencari informasi tergantung pada kuat
lemahnya dorongan kebutuhan, banyaknya informasi yang dimiliki, kemudahan memperoleh
informasi, tambahan dan kepuasan yang diperoleh dari kegiatan mencari informasi.

3. Evaluasi Alternatif = Informasi yang didapat dari calon pembeli digunakan untuk memperoleh
gambaran yang lebih jelas mengenai alternatif-alternatif yang dihadapinya serta daya tarik masing-
masing alternatif.

- Kriteria Evaluasi = Kriteria evaluasi berisi dimensi atau atribut tertentu yang digunakan dalam menilai
alternatif-alternatif pilihan.
- Menentukan Alternatif Pilihan = Konsumen memproses informasi dari beberapa informasi danmembuat
pertimbangan untuk memuaskan kebutuhan, konsumen mencari manfaat produk dan memandang
produk sebagai suatu rangkaian atribut, atribut yang menonjol dianggap penting
- Menaksir Alternatif Pilihan = Menaksir alternatif pilihan adalah kegiatan mentaksir atau memprediksi
pilihan alternatif setelah pilihan awal tidak berhasil dicapai, kegiatan ini berfungsi sebagai rencana jaga-
jaga jika ada pilihan yang tidak berhasil.
- Menyeleksi Aturan Pembelian Keputusan = Dalam mengambil keputusan terdapat beberapa hal yang
perlu diperhatikan, yang paling utama adalah yang paling maksimal dakam memenuhi berbagai kriteria
yang dapat di capai oleh produk.

4. Keputusan Pembelian = Produsen harus memahami bahwa konsumen mempunyai cara sendiri dalam
menangani informasi yang diperolehnya dengan membatasi alternatif-alternatif yang harus dipilih
atau dievaluasi untuk menentukan produk mana yang akan dibeli.

5. Perilaku Pasca Pembelian = Apabila barang yang dibeli tidak memberikan kepuasan yang
diharapkan, maka pembeli akan merubah sikapnya terhadap merek barang tersebut menjadi sikap
negatif, bahkan mungkin akan menolak dari daftar pilihan. Sebaliknya bila konsumen mendapat kepuasan
dari barang yang dibelinya maka keinginan untuk membeli terhadap merek barang tersebut cenderung
untuk menjadi lebih kuat.

3. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI