Anda di halaman 1dari 66

Peran Individu di

Dalam Sejarah
G.V. Plekhanov (1898)

1
Peran Individu di Dalam Sejarah G.V. Plekhanov Halaman 2

Ditulis: 1898

Pertama kali diterbitkan: Nauchnoye Obrozhniye, No. 3 & 4,


1898 dengan nama pena A. Kirsanov

Sumber: Selected Works of G.V. Plekhanov, Jilid II

Diterjemahkan oleh: Ted Sprague (30 September 2010)


Peran Individu di Dalam Sejarah G.V. Plekhanov Halaman 3

I
Pada paruh kedua tahun tujuhpuluhan [1870], almarhum
Kablitz menulis sebuah artikel berjudul, Akal dan Indera
sebagai Faktor-Faktor Progres, dimana, merujuk kepada
Spencer, dia mengajukan bahwa indera memainkan peran
utama dalam progres manusia, dan bahwa akal hanya
memainkan sebuah peran sekunder dan cukup subordinatif.
Seorang ahli sosiologi ternama[1] membalas Kablitz,
mengekspresikan kegelian dan keterkejutan pada sebuah
teori yang menempatkan akal di sandaran kaki. Ahli
sosiologi ternama ini benar tentu saja dalam membela akal.
Akan tetapi, dia akan lebih benar lagi bila saja dia, tanpa
memaparkan detil-detil pertanyaan yang dikemukan oleh
Kablitz, menunjukkan bahwa metode presentasinya adalah
mustahil dan tak diijinkan.

Memang, teori faktor-faktor dalam dirinya sendiri adalah


teori yang tidak kokoh, karena ia seenaknya mengambil
berbagai sisi kehidupan sosial, membuat hipotesa dari
mereka, dan mengubah mereka menjadi kekuatan-kekuatan
yang unik, yang dari berbagai sisi dan dengan kesuksesan
yang tak sama menarik manusia sepanjang jalan progres.
Tetapi teori ini lebih tidak kokoh dalam bentuk yang
dipresentasikan oleh Kablitz, yang mengubahnya menjadi
sebuah hipotesa sosiologi yang unik, bukan berbagai sisi
aktivitas manusia sosial, tetapi berbagai
ranah pikiran manusia. Ini adalah sebuah pilar abstraksi
yang absolut; lebih dari ini tidak seorangpun dapat
melewatinya, karena di sana terletak kerajaan absurditas
yang konyol. Ke sinilah ahli sosiologi ternama itu
seharusnya menarik perhatian Kablitz dan para
pembacanya.
Peran Individu di Dalam Sejarah G.V. Plekhanov Halaman 4

Mungkin, setelah mengungkapkan kedalaman abstraksi


yang ditemukan oleh Kablitz dalam usahanya untuk mencari
faktor utama dalam sejarah, sang ahli sosiologi ternama
itu dapat membuat kontribusi untuk kritik terhadap teori
faktor-faktor ini. Ini akan sangat berguna bagi kita semua
pada saat itu. Tetapi dia tidak mampu melakukan misi ini.
Dia sendiri percaya pada teori tersebut, berbeda dari Kablitz
hanya dalam kecenderungannya pada eklestisme, dan
sebagai konsekuennya semua faktor-faktor bagi dia adalah
sama pentingnya. Lebih lanjut, watak eklektik dari
pemikirannya menemukan ekspresi yang teramat kuat
dalam serangannya terhadap dialektika materialisme, yang
dia anggap sebagai sebuah doktrin yang mengorbankan
semua faktor-faktor lain untuk faktor ekonomi dan
mereduksi peran individu dalam sejarah menjadi nol. Tidak
pernah terpikir oleh sang ahli sosiologi ternama ini bahwa
sudut pandang faktor-faktor adalah asing bagi dialektika
materialisme, dan satu-satunya yang sama sekali tidak
mampu berpikir secara logis dapat melihat di dalamnya
pembenaran yang disebut quietism[2]. Selain itu, kekeliruan
yang dibuat oleh ahli sosiologi ternama kita ini bukanlah
satu hal yang unik; banyak orang sudah membuat
kekeliruan yang sama, sedang membuatnya, dan mungkin,
akan terus membuatnya.

Kaum Materialis dituduh condong ke quietism bahkan


sebelum mereka membentuk konsepsi dialektis dari alam
dan sejarah. Tanpa membuat satu perjalanan ke masa lalu
yang lama, kita bisa mengingat kontroversi antara dua
ilmuwan Inggris ternama, Priestley[3] dan Price[4].
Menganalisa teori-teorinya Priestley, Price berargumen
bahwa materialisme tidaklah kompatibel dengan konsep
kebebasan kehendak, dan bahwa materialisme menihilkan
Peran Individu di Dalam Sejarah G.V. Plekhanov Halaman 5

semua aktivitas mandiri dari individu. Dalam jawabannya,


Priestley merujuk pada pengalaman sehari-hari. Dia tidak
akan berbicara mengenai dirinya sendiri, begitu katanya,
walaupun dia bukan makhluk yang paling apati, tetapi
dimanakah seorang bisa menemukan semangat gairah yang
lebih besar, lebih banyak aktivitas, lebih banyak kekuatan
dan keteguhan dalam mengejar tujuan yang teramat penting
kecuali di antara mereka yang percaya pada doktrin
keniscayaan? Priestley berbicara mengenai sekte agama
demokratis[5] yang dikenal bernama Kristen Keniscayaan[6].
Kami tidak tahu apakah sekte ini seaktif Priestley, siapa saja
yang adalah anggotanya. Tetapi ini tidak penting.

Tidak ada keraguan sedikitpun bahwa konsepsi materialis


mengenai kehendak manusia adalah cocok degan aktivitas
praktis yang paling berenerji. Lanson[7]mengamati bahwa
semua doktrin yang memberikan penekanan paling besar
pada kehendak manusia akan mengatakan, secara prinsipil,
bahwa kehendak adalah impoten; mereka menolak
kehendak bebas dan membuat dunia menjadi
fatalis.[8] Lanson keliru dalam berpikir bahwa setiap
penolakan atas apa yang disebut kehendak bebas akan
berakhir ke fatalisme; tetapi ini tidak mencegahnya dari
mengakui sebuah fakta historis yang sangat menarik.
Memang, sejarah menunjukkan bahwa bahkan fatalisme
tidak selalu menjadi penghalang dari aksi yang penuh
semangat dan praktis; sebaliknya, dalam epos tertentu
fatalisme adalah basis psikologi yang dibutuhkan untuk
aksi semacam itu. Sebagai contohnya, kami akan menunjuk
pada kaum Puritan[9], yang dalam semangatnya melebihi
semua partai-partai yang ada di Inggris pada abad ke-17;
dan para pengikut Nabi Muhammad, yang dalam waktu
yang pendek menundukkan wilayah bumi yang besar, dari
Peran Individu di Dalam Sejarah G.V. Plekhanov Halaman 6

India hingga Spanyol. Mereka yang berpikir bahwa segera


setelah kita menjadi yakin akan keniscayaan serangkaian
peristiwa maka kita kehilangan semua kemampuan
psikologis untuk merealisasikan, atau mencegah, peristiwa-
peristiwa ini, sangatlah keliru.[10]

Di sini, semua tergantung pada apakah aktivitas saya


merupakan sebuah tautan tak terelakkan di dalam rantai
peristiwa-peristiwa yang tak terelakkan. Bila iya, maka saya
akan lebih tidak goyah dan tindakan-tindakan saya akan
lebih teguh. Tidak ada yang mengejutkan di sini. Ketika
kami mengatakan bahwa seorang individu tertentu
menganggap tindakannya sebagai sebuah tautan tak
terelakan di dalam rantai peristiwa-peristiwa tak terelakkan,
maksud kami adalah bahwa bagi individu ini ketiadaan
kehendak bebas berarti ketidakmampuan untuk tidak
bertindak, dan bahwa ketiadaan kehendak bebas ini
terrefleksikan dalam pikirannya sebagai kemustahilan
untuk bertindak berbeda dari yang dilakukannya
sekarang. Inilah mood psikologis yang dapat diekspresikan
oleh kata-kata terkenal dari Luther[11]: Di sini aku berdiri,
aku tidak dapat melakukan yang lainnya, dan karenanya
manusia menunjukkan keberanian yang tak terkira,
melakukan hal-hal yang luar biasa. Hamlet[12] tidak pernah
tahu mood ini; inilah mengapa dia hanya bisa mengeluh dan
berrefleksi. Dan inilah mengapa Hamlet tidak akan pernah
menerima sebuah filosofi dimana kebebasan hanyalah
keniscayaan yang tertransformasikan ke dalam pikiran.
Seperti yang dikatakan oleh Fichte[13]: Seperti orangnya,
begitu juga filosofinya.
Peran Individu di Dalam Sejarah G.V. Plekhanov Halaman 7

II
Beberapa orang telah mengganggap serius pernyataan
Stammler mengenai kontradiksi yang tidak terpecahkan
yang katanya adalah karakteristik dari sebuah teori sosial-
politik dari Eropa Barat [Marxisme]. Yang ada di pikiran
kami adalah contoh yang dikenal baik, yakni mengenai
gerhana bulan. Pada kenyataannya, ini adalah contoh yang
sangat konyol. Kombinasi kondisi yang diperlukan untuk
menyebabkan gerhana bulan tidak, dan tidak dapat dalam
situasi apapun, mengikutsertakan tindakan manusia; dan,
untuk alasan ini saja, sebuah kelompok untuk membantu
gerhana bulan hanya dapat muncul di rumah sakit jiwa.
Bahkan bila tindakan manusia merupakan salah satu
kondisi untuk gerhana bulan, tidak akan ada orang yang
ingin melihat gerhana bulan akan bergabung dengan
kelompok gerhana bulan bila mereka yakin bahwa gerhana
bulan akan terjadi tanpa bantuan mereka. Dalam hal ini,
quietism mereka hanyalah abstensi dari tindakan
yang tidak dibutuhkan, atau tidak berguna, dan tidak ada
hubungannya dengan quietism yang sesungguhnya.

Supaya contoh gerhana bulan ini berhenti menjadi tidak


masuk akal dalam kasus yang kita sebut di atas, maka ia
harus diganti sepenuhnya. Harus dibayangkan kalau sang
bulan dianugerahi dengan sebuah pikiran, dan bahwa
posisinya di angkasa, yang menyebabkan gerhananya,
tampak baginya sebagai buah dari penentuan kehendak
bebasnya sendiri; bahwa ini tidak hanya memberikannya
kepuasan yang besar, tetapi juga diperlukan untuk
kedamaian hatinya; dan inilah mengapa dia selalu dengan
bergairah mencoba untuk menduduki posisi ini.[14] Setelah
membayangkan ini semua, kita harus menanyakan sebuah
Peran Individu di Dalam Sejarah G.V. Plekhanov Halaman 8

pertanyaan: Apa yang akan dirasakan oleh sang bulan bila


dia menemukan, pada akhirnya, bahwa bukanlah kehendak
bebasnya, dan bukanlah keinginannya, yang menentukan
gerakannya di angkasa, tetapi justru sebaliknya bahwa
gerakannya menentukan kehendak dan keinginannya?
Menurut Stammler, penemuan semacam ini akan
membuatnya tidak mampu bergerak, kecuali kalau dia
mampu mengeluarkan dirinya dari masalah sulit ini dengan
kontradiksi logika tertentu. Tetapi asumsi semacam ini tidak
ada dasarnya sama sekali. Penemuan ini dapat menjadi
sebuah alasan formal untuk emosi buruknya, untuk merasa
tidak harmonis dengan dirinya sendiri, untuk kontradiksi
antara keinginannya dan realitas mekanikal. Tetapi karena
kita mengasumsikan bahwa kondisi psikologi sang bulan
secara umum, ditentukan, pada analisa terakhir, olen
gerakannya, maka sebab dari kekacauan dari kedamaian
pikirannya harus dicari dari gerakannya. Setelah
pemeriksaan yang seksama, mungkin ditemukan bahwa
ketika bulan ada pada titik apogee (titik orbit terjauh dari
bumi), dia merasa sedih karena kehendaknya tidaklah
bebas; dan ketika dia ada di titik perigee (titik orbit terdekat
dari bumi), situasi ini menjadi sebab baru dan formal untuk
kebahagiaannya dan semangatnya yang baik. Mungkin, yang
sebaliknya dapat terjadi; mungkin dapat dipikirkan bahwa
sang bulan menemukan cara untuk mendamaikan kehendak
bebas dengan keniscayaan, bukan di titik perigeenya, tetapi
di titik apogeenya.

Apapun itu, kedamaian semacam itu tidak diragukan


mungkin terjadi; sadar akan keniscayaan cukup kompatibel
dengan aksi yang paling bersemangat dan praktikal.
Bagaimanapun, ini telah dibuktikan oleh sejarah sampai
saat ini. Manusia yang menolak kehendak bebas sering
Peran Individu di Dalam Sejarah G.V. Plekhanov Halaman 9

melebihi orang-orang di sekelilingnya dalam hal kekuatan


kehendak, dan menekankan kehendaknya sepenuh-
penuhnya. Banyak contoh yang bisa kita kutip. Mereka
diketahui secara universal. Contoh-contoh ini bisa
dilupakan, seperti yang dilakukan oleh Stammler, hanya bila
seseorang secara sengaja menolak melihat kenyataan
sejarah sebagaimana adanya. Sikap ini jelas terlihat di
antara kaum subjektivis[15], contohnya, dan juga di antara
kaum filistin Jerman. Namun, kaum filistin dan subjektivis
bukanlah manusia, mereka hanyalah bayangan, seperti
yang akan dikatakan oleh Belinsky[16].

Namun, mari kita teliti lebih dekat kasus dimana aksi


seorang manusia di masa lalu, masa kini, atau masa depan
tampak baginya sepenuhnya diwarnai oleh keniscayaan.
Kita sudah tahu bahwa manusia-manusia seperti ini, yang
mengganggap dirinya sebagai pembawa sabda Tuhan,
seperti misalnya Nabi Muhammad, yang menggangap
dirinya sebagai terpilih oleh takdir yang tidak dapat
dihindari, seperti misalnya Napoleon, atau yang
mengganggap dirinya sebagai ekspresi dari kekuatan
progres sejarah yang tak dapat dibendung, seperti misalnya
sejumlah figur publik pada abad ke-19, menunjukkan
kekuatan kehendak yang hampir fundamental, dan
menyapu semua rintangan dari jalannya seperti rumah
kartu yang didirikan oleh Hamlet dan Hamletkin[17],[18].
Tetapi kasus ini sekarang menarik buat kita dari sudut
pandang lain, yakni: Ketika kesadaran akan ketiadaan
kehendak bebas saya menunjukkan dirinya pada saya hanya
dalam bentuk kemustahilan subjektif dan objektif untuk
bertindak berbeda dari cara saya sekarang sedang bertindak,
dan ketika, pada saat yang sama, tindakan-tindakan saya
bagi saya adalah tindakan yang paling diperlukan dari
Peran Individu di Dalam Sejarah G.V. Plekhanov Halaman 10

semua tindakan lain yang mungkin, maka dari itu di dalam


pikiran saya keniscayaan menjadi teridentifikasikan dengan
kebebasan dan kebebasan teridentifikasikan dengan
keniscayaan; dan maka dari itu, saya tidak-bebas hanya
dalam artian bahwa saya tidak dapat mengganggu
identifikasi antara kebebasan dan keniscayaan ini, saya
tidak dapat mempertentangkan mereka satu sama lain, saya
tidak dapat merasakan belenggu keniscayaan.
Tetapi ketiadaan kebebasanseperti ini pada saat yang sama
merupakan manifestasinya yang paling penuh.

Zimmel mengatakan bahwa kebebasan adalah selalu


kebebasan dari sesuatu, dan ketika kebebasan tidak
dipikirkan sebagai lawan dari belenggu, maka kebebasan
tersebut tidak ada artinya. Tentu saja ini benar. Tetapi,
pernyataan yang dangkal dan mendasar ini tidak bisa
menjadi sebuah landasan untuk menolak tesis bahwa
kebebasan adalah berarti sadar akan keniscayaan, yang
merupakan salah satu penemuan yang paling brilian yang
pernah dibuat oleh pemikiran filosofi. Definisi Zimmel
terlalu sempit; ia hanya diterapkan untuk kebebasan dari
belenggu eksternal. Selama kita hanya mendiskusikan
belenggu seperti ini, maka akan sangat konyol untuk
mengidentifikasikan kebebasan dengan keniscayaan:
seorang pencopet tidak bebas untuk mencuri sapu tangan
Anda sementara Anda mencegahnya untuk melakukan itu
dan hanya sampai dia telah mengatasi perlawanan Anda.
Selain konsepsi kebebasan yang dasar dan dangkal ini, ada
konsepsi yang jauh lebih dalam. Bagi mereka yang tidak
mampu berpikir secara filosofis, konsep ini tidak eksis sama
sekali; dan mereka yang mampu berpikir secara filosofis
dapat memahaminya hanya setelah mereka menanggalkan
Peran Individu di Dalam Sejarah G.V. Plekhanov Halaman 11

dualisme dan menyadari bahwa, berkebalikan dengan


asumsi dualisme, tidak ada jurang antara subjek dan objek.

Kaum subjektivis Rusia mengedepankan prinsip utopisnya


melawan realitas kapitalis kita dan tidak bergerak lebih jauh
dari sini. Kaum subjektivis terjebak dalam lumpur dualisme.
Prinsip kaum subjektivis Rusia lebih menyerupai realitas
kapitalis daripada prinsip dari yang disebut murid-murid
Rusia [Kaum Marxis]. Kendati demikian, murid-murid ini
telah menemukan sebuah jembatan yang menyatukan
prinsipnya dengan realitas. Si murid-murid telah
mengangkat dirinya ke monisme[19]. Dalam pendapat
mereka, dalam perkembangannya kapitalisme akan
bergerak ke negasinya sendiri dan ke realisasi prinsipnya
murid-murid Rusia dan bukan hanya Rusia saja. Ini
adalah keniscayaan sejarah. Si murid-murid berfungsi
sebagai instrumen dari keniscayaan ini dan tidak dapat
tidak melakukan ini, karena status sosialnya dan mentalitas
dan tabiatnya, yang diciptakan oleh statusnya.

Ini juga adalah satu aspek keniscayaan. Karena status


sosialnya telah memberikan dia karakter ini dan bukan yang
lainnya, dia bukan hanya berfungsi sebagai sebuah
instrumen keniscayaan dan tidak dapat tidak melakukan ini,
tetapi juga dia dengan bergairah ingin, dan tidak dapat
tidak ingin menjadi instrumen keniscayaan. Ini
adalah aspek kebebasan, dan terlebih dari, aspek kebebasan
yang telah tumbuh dari keniscayaan, dalam kata lain, untuk
menjelaskannya dengan lebih tepat, ini adalah kebebasan
yang identikal dengan keniscayaan ini adalah keniscayaan
yang telah tertransformasikan menjadi
kebebasan.[20] Kebebasan ini adalah juga kebebasan dari
sejumlah belenggu; ia juga adalah anti-thesis dari sejumlah
Peran Individu di Dalam Sejarah G.V. Plekhanov Halaman 12

restriksi. Definisi yang dalam tidak menyangkal definisi


yang dangkal, tetapi melengkapinya, dan mengikutsertakan
mereka di dalamnya.

Tetapi belenggu macam apa, restriksi macam apa, yang


dipertanyakan dalam kasus ini? Ini jelas: belenggu moral
yang mengikat enerji dari mereka yang belum
menanggalkan dualisme; restriksi yang diderita oleh mereka
yang belum mampu menjembatani jurang antara ideal dan
realitas. Sampai individu tersebut dapat memenangkan
kebebasan ini dengan usaha heroik dalam pemikiran filosofi,
dia tidak sepenuhnya bebas, dan penderitaan mentalnya
adalah harga kemaluan yang dia bayar untuk keniscayaan
eksternal yang berdiri melawannya. Tetapi segera setelah
individu ini menanggalkan rantai belenggu yang
menyakitkan dan memalukan ini, dia akan lahir ke dalam
sebuah kehidupan yang baru, penuh, dan yang tidak pernah
dia alami; dan tindakan bebasnya akan menjadi
ekspresi keniscayaan yang sadar dan bebas.[21] Kemudian dia
akan menjadi sebuah kekuatan sosial yang besar; dan tidak
ada yang bisa, dan tidak ada yang akan, menghalanginya
dari:

Mendobrak kebohongan yang menipu

Seperti sebuah badai kemarahan surga ...


Peran Individu di Dalam Sejarah G.V. Plekhanov Halaman 13

III
Sekali lagi, menjadi sadar akan keniscayaan yang absolut
dari sebuah fenomena tertentu hanya dapat meningkatkan
enerji dari seorang manusia yang bersimpati dengannya dan
yang mengganggap dirinya sebagai salah satu kekuatan yang
melahirkannya. Bila manusia semacam ini, yang sadar akan
keniscayaan fenomena ini, berpangku tangan dan tidak
melakukan apa-apa, dia akan menunjukkan bahwa dia tidak
memahami aritmetika.

Mari kita bayangkan bahwa fenomena A harus terjadi di


bawah jumlah total dari syarat-syarat tertentu. Kamu telah
membuktikan kepada saya bahwa sebagian dari jumlah
syarat-syarat ini telah eksis dan sebagian lainnya akan eksis
dalam waktu tertentu, T. Karena yakin dengan ini, I,
seorang yang bersimpati dengan fenomena A,
menyatakan: Bagus! dan lalu pergi tidur sampai tibanya
hari bahagia dari peristiwa yang kamu prediksikan. Apa
hasilnya? Hasilnya adalah berikut ini: dalam
perhitunganmu, jumlah total dari syarat-syarat yang
diperlukan untuk membawa fenomena A
mengikutsertakan aktivitas saya, yang setara dengan a.
Namun, karena saya tidur lelap, jumlah total syarat-syarat
yang dibutuhkan untuk fenomena tersebut pada waktu T
akan menjadi S minus a (S-a), dan bukan S, yang
merubah situasi ini. Mungkin tempat saya akan diambil oleh
orang lain, yang tergerak oleh apati saya, yang menurutnya
jahat. Dalam kasus ini, kekuatan a akan digantikan oleh
kekuatan b, dan bila a adalah sama dengan b, maka
jumlah total syarat-syarat untuk A akan sama dengan S,
dan fenomena A akan terjadi, setelah waktu T
Peran Individu di Dalam Sejarah G.V. Plekhanov Halaman 14

Tetapi bila kekuatan saya tidak bisa dianggap setara dengan


nol, bila saya adalah seorang pekerja yang bertalenta dan
mampu, dan tidak ada yang menggantikan saya, maka kita
tidak akan mempunyai jumlah total S, dan fenomena A
akan terjadi lebih telat daripada yang kita asumsikan, atau
tidak sepenuhnya seperti yang kita harapkan, atau ia tidak
akan terjadi sama sekali. Ini adalah jelas seperti terang
benderang siang hari; dan bila saya tidak memahami ini,
bila saya berpikir bahwa S akan tetap S bahkan setelah
saya digantikan, ini hanya karena saya tidak bisa
menghitung. Tetapi apakah saya adalah satu-satunya orang
yang tidak bisa menghitung? Kamu, yang meramalkan
bahwa jumlah total S akan terpenuhi setelah waktu T,
tidak meramalkan bahwa saya akan tidur segera setelah
percakapan saya dengan kamu; kamu yakin bahwa saya
akan tetap menjadi pekerja yang baik hingga akhir
kekuatan ini ternyata lebih tidak dapat diandalkan seperti
yang kamu pikir. Maka dari itu, kamu juga menghitung
dengan buruk. Tetapi mari kita anggap bahwa kamu tidak
membuat kesalahan apapun, bahwa kamu telah
memperhitungkan segalanya. Dalam hal ini, perhitunganmu
akan mengambil bentuk seperti ini: kamu mengatakan
bahwa pada waktu T jumlah S akan terpenuhi. Jumlah
total dari syarat-syarat ini akan mengikutsertakan
penggantian saya sebagai besaran negatif; dan ini juga akan
mengikutsertakan, sebagai besaran positif, efek dari
manusia-manusia yang pendiriannya kuat bahwa
perjuangan dan ideal mereka adalah ekspresi subjektif dari
keniscayaan subjektif. Dalam hal ini, jumlah total S pada
akhirnya akan terpenuhi pada waktu yang telah kamu
tunjuk, dan fenomena A akan terjadi.
Peran Individu di Dalam Sejarah G.V. Plekhanov Halaman 15

Saya rasa ini jelas. Tetapi bila ini jelas, mengapa saya
kebingungan oleh fakta bahwa fenomena A adalah tidak
terelakkan? Mengapa bagi saya fakta ini mengutuk saya ke
ketidakgiatan? Mengapa, dalam mendiskusikannya, saya
lupa aturan sederhana aritmetika? Mungkin karena situasi
dimana saya dibesarkan, saya sudah memiliki
kecenderungan yang sangat kuat ke ketidakgiatan dan
percakapan saya dengan kamu adalah setetes air yang
membuat cangkir air kecenderungan ini tumpah ruah.
Begitu saja. Hanya dalam pengertian ini sebagai sebab
yang mengungkapkan kegoyahan moral dan ketidakgunaan
saya kesadaran akan keniscayaan memainkan peran. Ia
tidak dapat dianggap sebagai penyebab dari kegoyahan
moral ini; penyebab ini adalah situasi dari mana saya
dibesarkan. Dan jadi aritmetika adalah sains yang sangat
terhormat dan berguna, yang hukumnya tidak boleh
dilupakan bahkan oleh terutama menurut saya oleh
kaum filsuf.

Tetapi apa efek dari kesadaran akan keniscayaan sebuah


fenomena tertentu terhadap seorang manusia yang teguh
yang tidak bersimpati dengannya dan menolakfenomena
ini? Di sini situasinya agak berbeda. Sangat mungkin bahwa
ini akan melemahkan semangat perlawanannya. Tetapi
kapan musuh dari fenomena tertentu menjadi yakin bahwa
fenomena ini adalah tidak terelakkan? Ketika syarat-syarat
yang mendukungnya menjadi berjumlah sangat banyak dan
sangat kuat. Realisasi dari musuh-musuhnya bahwa
fenomena ini adalah tidak terelakkan dan pelemahan dari
enerji perlawanan mereka hanyalah manifestasi dari
kekuatan syarat-syarat yang mendukungnya. Manifestasi
macam ini, dalam gilirannya, adalah bagian dari syarat-
syarat yang mendukung.
Peran Individu di Dalam Sejarah G.V. Plekhanov Halaman 16

Tetapi semangat perlawanan tidak akan melemah di antara


semua musuh-musuh; di antara beberapa dari mereka,
kesadaran bahwa fenomena ini adalah tak terelakkan akan
membuat perlawanan menjadi semakin besar dan
mengubahnya menjadi semangat keputusasaan. Sejarah
secara umum, dan sejarah Rusia khususnya, menyediakan
tidak sedikit contoh-contoh dari semangat macam ini. Kami
harap para pembaca dapat mengingat contoh-contoh ini
tanpa bantuan kami.

Di sini saya diinterupsi oleh Mr. Kareyev, yang, tentu saja


tidak setuju dengan pandangan kami mengenai kebebasan
dan keniscayaan dan, terlebih lagi, tidak mendukung bias
kami akan ekstrimitas yang dapat ditempuh oleh figur-
figur besar, kendati demikian, senang membaca di halaman
jurnal kami gagasan bahwa individu dapat menjadi sebuah
kekuatan sosial yang besar. Profesor ini dengan bahagia
mengatakan: Saya sudah selalu mengatakan ini! Dan ini
benar. Mr. Kareyev, dan semua kaum subjektivis, selalu
menaruh peran yang teramat penting kepada individu di
dalam sejarah. Dan, ada satu waktu ketika mereka
mendapatkan simpati yang cukup besar di antara kaum
muda yang maju yang dipenuhi dengan kehendak luhur
untuk bekerja demi kesejahteraan masyarakat dan, oleh
karenanya, secara alami cenderung memberikan signifikansi
yang besar pada inisiatif individual.

Akan tetapi, pada esensinya, kaum subjektivis tidak pernah


mampu menyelesaikan, atau bahkan memaparkan dengan
baik, masalah peran individu di dalam sejarah. Melawan
pengaruh hukum progres sosio-historis, mereka
mengedepankan aktivitas-aktivitas individu-individu yang
berpikiran kritis, dan dari situ menciptakan sebuah spesies
Peran Individu di Dalam Sejarah G.V. Plekhanov Halaman 17

yang baru dari teori faktor-faktor: individu yang


berpikiran kritis adalah satu faktor dari progres ini;
hukumnya adalah faktor yang lain. Ini menyebabkan
sebuah ketidaksesuaian yang ekstrim, yang dapat diterima
selama perhatian dari individu-individu yang aktif ini
terkonsentrasikan pada masalah-masalah sehari-hari yang
praktis dan mereka tidak punya waktu untuk memikirkan
masalah-masalah filosofi. Tetapi ketenangan yang menyusul
pada tahun 80an memberikan mereka yang mampu berpikir
waktu luang untuk refleksi filosofi, dan semenjak itu doktrin
subjektivis bocor dimana-mana, bahkan luluh lantak, seperti
jubah megah Acacii Acacievich[22]. Tidak ada tambalan
apapun yang akan berguna, dan satu persatu orang-orang
yang berpikir mulai menolak subjektivisme sebagai sebuah
doktrin yang jelas dan sepenuhnya tidak kokoh.

Seperti yang biasa terjadi dalam kasus seperti ini, reaksi


melawan doktrin ini menyebabkan beberapa musuhnya
untuk berangkat ke posisi yang ekstrim. Sementara
beberapa kaum subjektivis, yang berusaha memberikan
peran yang paling luas kepada individu-individu di dalam
sejarah, menolak untuk mengakui progres historis umat
manusia sebagai sebuah hukum yang mengekspresikan
proses, beberapa dari musuh mereka kemudian, yang
berusaha memaparkan dengan lebih tajam karakter jelas
dari progres ini, terbukti siap untuk melupakan
bahwa manusia-manusia membuat sejarah, dan, oleh
karenanya, aktivitas individu-individu tidak dapat tidak
menjadi penting di dalam sejarah. Mereka menyatakan
bawah individu adalah kuantitas yang dapat diabaikan.
Dalam teori, posisi ekstrim ini sama tidak-dapat-terima
seperti posisi yang diambil oleh kaum subjektivis yang lebih
fanatik. Sama tidak kokohnya untuk mengorbankan tesis
Peran Individu di Dalam Sejarah G.V. Plekhanov Halaman 18

untuk anti-tesis seperti halnya melupakan anti-tesis demi


tesis. Cara pandang yang tepat dapat ditemukan hanya
ketika kita berhasil menyatukan titik-titik kebenaran yang
terkandung di dalam mereka menjadi sebuah sintesa.[23]

IV
Masalah ini telah menarik perhatian kami untuk waktu yang
cukup lama, dan kami telah lama ingin mengundang
pembaca kami untuk bergabung dengan kami untuk
menyelesaikannya. Akan tetapi, kami terhalangi oleh satu
kekhawatiran: kami berpikir bahwa mungkin para pembaca
kami telah menyelesaikan masalah ini sendirinya dan bahwa
proposal kami akan terlambat.

Kekhawatiran ini sekarang telah terbukti salah. Para


sejarahwan Jerman telah menghilangkan kekhawatiran ini
untuk kami. Kami cukup serius dalam mengatakan ini.
Kenyataannya adalah bahwa belakangan ini ada kontroversi
yang cukup hangat yang telah berlangsung di antara
sejarahwan Jerman mengenai figur-figur besar di sejarah.
Beberapa telah cenderung menganggap aktivitas politik dari
figur-figur besar ini sebagai sumber utama dan hampir
sebagai satu-satunya sumber dari perkembangan sejarah,
sementara yang lain telah menekankan bahwa posisi
semacam ini berat-sebelah dan bahwa ilmu sejarah harus
memiliki pandangan, bukan hanya aktivitas dari figur-figur
besar, dan bukan hanya sejarah politik, tetapi juga
kehidupan sejarah secara keseluruhan (das Ganze des
geschichtilichen Lebens).

Salah satu perwakilan dari tendensi yang belakangan ini


adalah Karl Lamprecht[24], pengarang Sejarah Rakyat
Peran Individu di Dalam Sejarah G.V. Plekhanov Halaman 19

Jerman. Musuh Lamprecht menuduhnya sebagai


kolektivis dan materialis, dia bahkan ditaruh sebanding
dengan diktum buruk ateis Sosial Demokratik, karena
dia mengekspresikannya dalam menutup debat ini. Ketika
kami menjadi tahu pandangannya, kami menemukan bahwa
tuduhan yang dilemparkan pada orang terpelajar yang
malang ini sama sekali tidak ada landasannya. Pada saat
yang sama kami menjadi yakin bahwa para sejarahwan
Jerman hari-ini tidak mampu memecahkan masalah peran
individu di dalam sejarah. Kami kemudian memutuskan
bahwa kami memiliki hak untuk berasumsi bahwa masalah
ini belumlah terpecahkan bahkan untuk sejumlah pembaca
Rusia, dan bahwa sesuatu masih bisa dikatakan
mengenainya yang tidak akan sama sekali kekurangan
ketertarikan teoritis dan praktis.

Lamprecht mengumpulan sekumpulan koleksi (eine artige


Sammlung, seperti yang dia ekspresikan) pandangan-
pandangan dari negarawan-negarawan mengenai aktivitas
mereka di dalam lingkungan sejarah di mana mereka
berada; namun dalam polemiknya dia membatasi dirinya
untuk saat itu pada referensi-referensi beberapa pidato dan
opini Bismarck[25]. Dia mengutip kalimat-kalimat berikut ini,
yang diutarakan oleh Kanselir Besi di Jerman Reichstag
Utara pada tanggal 16 April 1869:

Saudara-saudara, kita tidak dapat mengabaikan sejarah


masa lalu atau menciptakan masa depan. Saya ingin
memperingatkan kalian mengenai kesalahan yang
menyebabkan orang memajukan jarum jam mereka, karena
mereka berpikir dengan demikian mereka dapat
mempercepat laju waktu. Pengaruh saya terhadap peristiwa-
peristiwa yang menguntungkan saya biasanya dilebih-
Peran Individu di Dalam Sejarah G.V. Plekhanov Halaman 20

lebihkan; tetapi tidak pernah terlintas di pikiran siapapun


untuk menuntut bahwa saya harus membuat sejarah. Saya
tidak dapat melakukan ini bahkan bersama dengan kalian,
walaupun bersama-sama kita dapat menentang dunia. Kita
tidak dapat membuat sejarah; kita harus menunggunya
sementera sejarah dibuat. Kita tidak akan membuat buah
menjadi matang dengan menaruhnya di bawah panas
lampu; dan bila kita memetik buah itu sebelum ia matang
kita hanya akan mencegah pertumbuhannya dan
merusaknya.

Merujuk pada bukti Joly, Lamprecht juga mengutip


pendapat-pendapat yang diekspresikan oleh Bismarck lebih
dari sekali selama peperangan Franco-Prussia[26]. Lagi,
gagasan utama yang terdapat di dalam pendapat-pendapat
tersebut adalah bahwa kita tidak dapat membuat peristiwa-
peristiwa bersejarah, tetapi harus mengadaptasi diri kita
pada jalannya peristiwa yang alami dan membatasi diri kita
untuk mengamankan apa yang sudah matang. Lamprecht
menganggap ini sebagai kebenaran yang dalam dan penuh.
Dalam pendapatnya, seorang sejarahwan moderen tidak
dapat berpikir lain dari itu, dengan kondisi bahwa dia
mampu melihat ke dalam kedalaman peristiwa-peristiwa
dan tidak menghalangi lingkup pandangan pada interval
waktu yang terlalu pendek. Dapatkah Bismarck
menyebabkan Jerman kembali ke ekonomi alamiah
[Ekonomi alamiah merujuk pada sistem ekonomi dimana
transfer barang tidak dilakukan dengan sistem uang tetapi
dengan sistem barter langsung. Ed.]? Dia tidak akan dapat
melakukan ini bahkan pada saat kekuasaannya paling tinggi.
Situasi sejarah umum lebih kuat daripada individu-individu
yang paling kuat. Untuk seorang figur besar, karakter umum
dari eposnya adalah keniscayaan empiris.
Peran Individu di Dalam Sejarah G.V. Plekhanov Halaman 21

Inilah bagaimana Lamprecht berpikir, menyebut


pandangannya sebagai pandangan yang universal. Tidak
sulit untuk melihat sisi lemah dari pandangan universal
ini. Pendapat Bismarck yang dikutip di atas ini adalah
sangat menarik sebagai sebuah dokumen psikologis.
Seorang mungkin tidak bersimpati dengan aktivitas-
aktivitas dari almarhum Kanselir Jerman ini, tetapi seorang
tidak dapat mengatakan bahwa mereka tidaklah signifikan,
bahwa Bismarck berbeda karena quietismnya. Lassale
berkata mengenainya: Para pelayan reaksi bukanlah orator;
tetapi Tuhan menganugerahi bahwa progres memiliki
pelayan-pelayan seperti mereka. Dan manusia ini, yang
pada saat-saat tertentu menunjukkan semangat yang benar-
benar kokoh, menganggap dirinya sama sekali impoten di
depan perkembangan sejarah. Ini membuktikan sekali lagi
bahwa seseorang bisa melihat fenomena sebagai
keniscayaan dan pada saat yang sama menjadi seorang
negarawan yang penuh enerji. Tetapi hanya dalam
pengertian ini pendapat-pendapat Bismarck adalah
menarik; mereka tidak bisa dianggap sebagai sebuah solusi
untuk masalah peran individu di dalam sejarah.

Menurut Bismarck, peristiwa-peristiwa terjadi dengan


sendirinya, dan kita dapat memetik apa yang mereka
persiapkan untuk kita. Tetapi setiap tindakan memetik
adalah juga sebuah perisitiwa sejarah. Apa perbedaan antara
peristiwa-peristiwa macam ini dan peristiwa-peristiwa yang
terjadi dengan sendirinya? Sebenarnya, hampir semua
peristiwa sejarah adalah secara simultan sebuah tindakan
memetik oleh seseorang buah yang sudah matang dari
perkembangan sebelumnya, dan sebuah mata rantai di
dalam rantai peristiwa-peristiwa yang sedang
mempersiapkan buah-buah masa depan. Bagaimana
Peran Individu di Dalam Sejarah G.V. Plekhanov Halaman 22

tindakan memetik bisa dipertentangkan dengan jalannya


peristiwa secara alami? Dalam kenyataannya, Bismarck
ingin mengatakan bahwa individu-individu dan kelompok-
kelompok individu yang bertindak di dalam sejarah tidak
pernah dan tidak akan pernah bisa menjadi kekuatan yang
maha kuasa. Ini tentu saja tidak diragukan sama sekali.
Namun, kita ingin tahu kekuatan mereka yang jauh dari
maha-kuasa tentu saja tergantung pada apa; di bawah
kondisi seperti apa kekuatan ini tumbuh dan di bawah
kondisi apa ia melemah. Bismarck dan para pendukung
konsepsi universal sejarah yang terpelajar yang
mengutipnya tidak menjawab pertanyaan ini.

Benark kalau Lamprecht menyediakan lebih banyak kutipan


yang masuk akal.[27] Contohnya, dia mengutip kata-kata
Monod[28], salah seorang perwakilan ternama dari ilmu
sejarah kontemporer di Prancis:

Sejarahwan terlalu banyak terbiasa menaruh perhatian


hanya pada manifestasi aktivitas manusia yang brilian,
besar, dan berjeda pendek, pada peristiwa-peristiwa besar
dan orang-orang besar, daripada menggambarkan
perubahan kondisi ekonomi dan institusi sosial yang pelan
dan agung, yang merupakan bagian dari perkembangan
umat manusia yang benar-benar menarik bagian yang
pada tingkatan tertentu dapat direduksi menjadi hukum dan
dianalisa sampai pada tingkatan tertentu. Dan memang,
peristiwa-peristiwa dan individu-individu besar adalah
penting sebagai tanda dan simbol dari momen-momen
perkembangan yang berbeda. Tetapi kebanyakan peristiwa
yang disebut historis memiliki relasi yang sama dengan
sejarah yang sesungguhnya seperti ombak yang bangkit dari
permukaan laut, berkilau untuk sesaat dan pecah di pantai
Peran Individu di Dalam Sejarah G.V. Plekhanov Halaman 23

yang berpasir, tidak meninggalkan jejak di belakangnya,


seperti gerak ombak yang dalam dan konstan.

Lamprecht mengatakan bahwa dia siap untuk membubuhi


tandatangannya pada setiap kata dari kutipan di atas.
Diketahui dengan baik bahwa kaum intelektual Jerman
selalu enggan untuk setuju dengan kaum intelektual
Jerman, dan sebaliknya. Inilah mengapa sejarahwan Belgia
Pirenne[29] sangat senang untuk menekankan di Revue
Historique fakta bahwa konsepsi sejarah Monod
bersesuaian dengan Lamprecht. Harmoni ini sangatlah
signifikan, ujarnya. Ini menunjukkan bahwa masa depan
adalah milik konsepsi sejarah yang baru.

V
Kami tidak setuju dengan penjelasan Pirenne yang enak
didengar ini. Masa depan tidak bisa menjadi milik
pandangan yang tidak jelas dan tidak definitif, dan begitulah
pandangan Monod dan terutama Lamprecht. Tentu saja,
kita tidak bisa tidak menyambut sebuah tren yang
menyatakan bahwa tugas paling penting dari ilmu sejarah
adalah untuk mempelajari institusi-institusi sosial dan
kondisi-kondisi ekonomi. Ilmu sejarah akan membuat
progres yang besar ketika tren seperti ini menjadi
terkonsolidasikan dengan pasti.

Namun, di tempat pertama, Pirrenne salah dalam berpikir


bahwa ini adalah sebuah tren yang baru. Tren ini muncul di
dalam ilmu sejarah sejauh tahun 20an pada abad ke-19.
Guizot[30], Mignet[31], Augustin Thierry[32], dan selanjutnya,
Tocqueville[33] dan yang lainnya, adalah perwakilan hebat
dan konsisten dari tren ini. Pandangan Monod dan
Peran Individu di Dalam Sejarah G.V. Plekhanov Halaman 24

Lamprecht hanyalah sebuah kopian lemah dari sebuah tren


orisinil yang lama tetapi baik sekali. Kedua, walaupun
pandangan Guizot, Mignet, dan sejarahwan Prancis lainnya
adalah dalam pada jaman mereka, banyak dari pandangan
mereka yang masih belum terurai. Mereka tidak
menyediakan sebuah solusi yang penuh dan pasti untuk
masalah peran individu di dalam sejarah. Dan ilmu sejarah
harus menyediakan solusi ini bila para perwakilannya
ditakdirkan untuk membuang dari diri mereka sendiri
konsepsi berat-sebelah dari subyek mereka. Masa depan
adalah milik dari mahzab yang dapat menemukan solusi
terbaik dari masalah ini, dan masalah yang lainnya.

Pandangan Guizot, Mignet, dan sejarahwan lainnya yang


merupakan bagian dari tren ini adalah sebuah reaksi
terhadap cara pandang sejarah yang mendominasi pada
abad ke-18 dan pandangan mereka adalah anti-tesis dari ini.
Pada abad ke-18, para murid dari filosofi sejarah mereduksi
semuanya ke aktivitas sadar dari individu-individu. Benar,
ada pengecualian bahkan pada saat itu: cara pandang
filosofi-historis Vico[34], Montesquieu[35] dan Herder[36],
contohnya, adalah jauh lebih luas. Tetapi kita tidak
berbicara mengenai pengecualian; mayoritas besar pemikir
abad ke-18 melihat sejarah seperti yang kita telah jelaskan.

Dalam hubungan ini, sangat menarik untuk kembali lagi ke


karya-karya sejarah dari Mably[37], contohnya. Menurut
Mably, Minos[38] menciptakan seluruh kehidupan sosial dan
politik dan etik dari rakyat Crete, sementara
Lycurgus[39] melakukan hal yang sama untuk Sparta. Bila
kaum Sparta menolak kekayaan material, ini sepenuhnya
adalah karena Lycurgus, yang turun ke dalam kedalaman
jiwa warganya dan menghancurkan benih ketamakan akan
Peran Individu di Dalam Sejarah G.V. Plekhanov Halaman 25

kekayaan " (descendit pour ainsi dire jusque dans le fond


du coeur des citoyens, etc.)[40] Dan bila, selanjutnya, kaum
Sparta berpaling dari jalan yang telah ditunjukkan oleh
Lycurgus yang bijak, ini adalah karena Lysander[41], yang
membujuk mereka bahwa jaman baru dan kondisi baru
membutuhkan aturan baru dan kebijakan baru[42].
Penelitian-penelitian yang ditulis dari sudut pandang
konsepsi seperti ini memiliki ikatan yang kecil sekali dengan
sains, dan ditulis sebagai khotbah hanya untuk pelajaran
moral yang dapat ditarik darinya.

Melawan konsepsi seperti inilah para sejarahwan Prancis


pada periode Restorasi[43] memberontak. Setelah perisitwa-
peristiwa besar pada akhir abad ke-18 menjadi sepenuhnya
mustahil untuk berpikir bahwa sejarah dibuat oleh individu-
individu penting dan luhur yang tercerahkan, yang, dengan
kebijaksanaan mereka sendiri, mengilhami massa yang tidak
tercerahkan dan penurut dengan sentimen-sentimen dan
ide-ide tertentu. Terlebih lagi, filosofi sejarah ini
menyinggung kebanggaan plebeian [kerakyatan] dari
teoritisi borjuis. Mereka didorong oleh perasaan yang sama
yang menunjukkan dirinya pada abad ke-18 dalam
kebangkitan drama borjuasi. Dalam memerangi konsepsi
sejarah yang lama, Thierry menggunakan argumen yang
sama yang dikedepankan oleh Beaumarchais dan yang
lainnya dalam melawan nilai-nilai estetik yang
lama.[44] Terakhir, badai yang baru dialami Prancis secara
jelas mengungkapkan bawah jalan peristiwa bersejarah
sama sekali tidak ditentukan hanya oleh tindakan-tindakan
manusia yang sadar; situasi ini sendiri cukup untuk
mengungkapkan gagasan bahwa peristiwa-peristiwa ini
adalah karena pengaruh keniscayaan yang tersembunyi,
Peran Individu di Dalam Sejarah G.V. Plekhanov Halaman 26

yang beroperasi dengan cara buta seperti kekuatan alam,


tetapi sesuai dengan hukum-hukum dasar tertentu.

Adalah satu fakta yang luar biasa yang tak seorangpun,


sepanjang kami ketahui, merujuk padanya bahwa para
sejarahwan Prancis pada periode Restorasi mengaplikasikan
konsepsi sejarah baru sebagai sebuah proses yang
bersesuaian dengan hukum-hukum paling konsisten dalam
karya-karya mereka mengenai Revolusi Prancis[45].
Contohnya adalah karya-karya Mignet.
Chateaubriand[46] mengatakan bahwa mahzab sejarah baru
ini adalah fatalistik. Mengformulasikan tugas para
penyelidik sejarah, dia mengatakan:

Sistem ini menuntut bahwa para sejarahwan harus


menggambarkan kejahatan yang paling brutal tanpa rasa marah,
berbicara mengenai kebajikan-kebajikan tertinggi tanpa rasa cinta,
dan dengan mata kacanya melihat di dalam kehidupan sosial
hanya manifestasi hukum yang terelakkan yang menjadi sebab
terjadinya fenomena-fenomena selayaknya mereka harus
terjadi.[47]

Tentu saja ini keliru. Mahzab sejarah yang baru ini tidak
menuntut sejarahwan harus menjadi tak-berperasaan.
Augustin Thierry bahkan mengatakan dengan cukup terbuka
bahwa hasrat politik, yang menajamkan pikiran sang
penyelidik, dapat menjadi alat yang kuat untuk mencari
kebenaran.[48] Bahkan sedikit saja pengenalan pada karya-
karya sejarah Guizot, Thierry atau Mignet akan
menunjukkan bahwa mereka sangat bersimpati dengan
kaum borjuasi dalam perjuangannya melawan kaum
bangsawan, juga dengan usahanya untuk menekan
tuntutan-tuntutan dari kaum proletar yang sedang bangkit.
Peran Individu di Dalam Sejarah G.V. Plekhanov Halaman 27

Yang tidak bisa disangkal adalah ini: mahzab sejarah yang


baru ini muncul pada tahun 20an abad ke-19 ketika kaum
borjuasi sudah mengalahkan aristokrasi, walaupun yang
belakangan ini masih berusaha untuk mendapatkan kembali
hak-hak istimewa mereka yang lama.

Kebanggaan secara sadar akan kemenangan kelas mereka


terefleksikan dalam semua argumen para sejarahwan
mahzab baru ini. Dan karena kaum borjuasi tidak pernah
diketahui sebagai seorang yang bersifat ksatria, kita kadang-
kadang dapat menemukan satu nada kekerasan terhadap
pihak yang kalah di dalam argumen-argumen dari
perwakilan intelektualnya. Le plus fort absorbe le plus
faible,, kata Guizot, di salah satu pamflet polemiknya, et il
est de droit. [Yang terkuat menyerap yang terlemah, dan
dia punya hak untuk melakukan ini.] Sikapnya terhadap
kelas pekerja tidak kurang kerasnya. Kekerasan inilah, yang
kadang-kadang mengambil bentuk sikap tak-berperasaan
yang tenang, yang menyesatkan Chateaubriand. Terlebih
lagi, pada saat itu tidaklah terlalu jelas apa yang dimaksud
ketika dikatakan bahwa sejarah bersesuaian dengan hukum-
hukum tertentu. Terakhir, mahzab sejarah yang baru ini
mungkin tampak fatalistik karena dalam usahanya untuk
mengadopsi cara pandang ini ia menaruh perhatian kecil
pada individu-individu besar di dalam sejarah.[49] Mereka
yang dibesarkan dengan ide-ide historis dari abad ke-18
merasa kesulitan untuk menerima ini. Keberatan-keberatan
terhadap cara pandang para sejarahwan baru tumpah dari
berbagai sisi, dan kemudian kontroversi timbul yang, seperti
yang telah kita lihat, belum terselesaikan sampai hari ini.
Peran Individu di Dalam Sejarah G.V. Plekhanov Halaman 28

Pada bulan Januari 1826, dalam tinjauannya di Globe akan


jilid ke lima dan enam dari Sejarah Revolusi Prancis karya
Mignet, Sainte-Beuve[50] menulis sebagai berikut:

Pada setiap saat tertentu oleh keputusan tiba-tiba dari


kehendaknya, seorang manusia dapat memperkenalkan ke dalam
jalannya peristiwa sebuah kekuatan yang baru, tidak terduga, dan
dapat berubah, yang dapat mengubah arah peristiwa, tetapi yang
sendirinya tidak dapat diukur karena karakternya yang dapat
berubah.

Jangan berpikir kalau Sainte-Beuve berasumsi bahwa


keputusan tiba-tiba manusia terjadi tanpa sebab-musabab.
Tidak, ini akan terlalu naif. Dia hanya menekankan bahwa
kualitas mental dan moral dari seorang manusia yang
memainkan kurang lebih peran yang penting di dalam
kehidupan publik, talentanya, pengetahuannya, keteguhan
dan ketidak-teguhannya, keberanian dan kepengecutannya,
dsb. tidak dapat tidak memiliki sebuah pengaruh dalam arah
dan hasil dari peristiwa; dan namun kualitas-kualitas ini
tidak dapat hanya dijelaskan oleh hukum umum
perkembangan bangsa; mereka selalu, dan sampai ke
tingkatan yang cukup besar, terjadi akibat dari tindakan
yang dapat disebut sebagai kebetulan dari kehidupan
pribadi. Kami akan mengutip beberapa contoh untuk
menjelaskan gagasan ini, yang menurut saya cukup jelas.

Selama Peperangan Suksesi Austria[51], pasukan Prancis


meraih beberapa kemenangan yang brilian dan tampaknya
Prancis ada di posisi untuk memaksa Austria untuk
menyerahkan cukup besar teritori di daerah yang sekarang
disebut Belgia; tetapi Louis XV[52] tidak mengklaim teritori
ini karena, seperti yang dia katakan, dia bertempur sebagai
Peran Individu di Dalam Sejarah G.V. Plekhanov Halaman 29

seorang raja dan bukan sebagai seorang pedagang, dan


Prancis tidak akan mendapatkan apa-apa dari Perdamaian
Aix-la-Chapelle[53]. Bila saja Louis XV adalah seorang dengan
karakter yang berbeda, wilayah Prancis sudah tentu akan
menjadi lebih luas dan sebagai akibatnya perkembangan
ekonomi dan politiknya akan mengambil jalan yang
berbeda.

Seperti yang kita ketahui, Prancis mengobarkan Perang


Tujuh Tahun[54] dengan beraliansi dengan Austria. Dikatakan
bahwa aliansi ini terjadi karena tekanan besar dari Madame
Pompadour[55], yang tersanjung oleh fakta bahwa dalam
surat untuknya Maria-Theresa[56] memanggilnya sepupu
atau teman baik (bien bonne amie). Maka dari itu, kita
dapat mengatakan bahwa bila saja Louis XV adalah seorang
yang keras, atau kalau dia tidak mudah terpengaruh oleh
orang kesukaannya, maka Madame Pompadour tidak akan
bisa mempengaruhi jalannya peristiwa-peristiwa, dan
mereka akan mengambil jalan yang berbeda.

Terlebih lagi, Prancis gagal di dalam Perang Tujuh Tahun;


jendral-jendralnya menderita sejumlah kekalahan yang
memalukan. Berbicara secara umum, tindakan-tindakan
mereka sangatlah aneh. Richilieu melakukan penjarahan,
dan Soubise dan Broglie terus-menerus saling menjegal.
Contohnya, ketika Broglie sedang menyerang musuh di
Villinghausen, Soubise mendengar suara senapan tetapi
tidak menolong kawannya, seperti yang sudah direncanakan
dan seperti yang seharusnya dia lakukan, dan Broglie
terpaksa mundur.[57] Soubise yang sangat tidak kompeten
mendapatkan perlindungan dari Madame Pompadour. Kita
dapat mengatakan sekali lagi bahwa bila saja Louis XV lebih
teguh atau orang kesukaannya tidak mengintervensi dalam
Peran Individu di Dalam Sejarah G.V. Plekhanov Halaman 30

politik, peristiwa-peristiwa tidak akan begitu buruk bagi


Prancis.

Para sejarahwan Prancis mengatakan bahwa tidak ada


gunanya bagi Prancis untuk mengobarkan perang di benua
Eropa, dan dia seharusnya mengkonsentrasikan seluruh
kekuatannya di laut untuk melawan Inggris yang menyerang
koloni-koloninya. Kenyataan bahwa Prancis tidak bertindak
seperti ini adalah karena Madame Pompadour, yang ingin
menyenangkan teman baiknya Maria Theresa. Sebagai
akibat dari Perang Tujuh tahun, Prancis kehilangan koloni-
koloni terbaiknya, yang tidak diragukan sangat
mempengaruhi perkembangan hubungan ekonominya.
Dalam kasus ini, kehampaan feminin menjadi faktor
berpengaruh dalam perkembangan ekonomi.

Apakah kita butuh contoh-contoh lainnya? Kami akan


mengutip satu lagi, mungkin yang paling mengejutkan.
Selama Perang Tujuh Tahun ini, pada bulan Agustus 1761,
pasukan Austria, setelah bersatu dengan pasukan Rusia di
Silesia, mengelilingi Frederick di dekat Striegau. Frederick
ada dalam posisi yang sulit, tetapi pasukan Sekutu lambat
dalam menyerang, dan Jendral Buturlin, setelah
menghadapi musuh selama dua puluh hari, menarik
mundur pasukannya dari Silesia, meninggalkan hanya
sebagian dari kekuatannya sebagai pasukan pendukung
untuk Jendral Laudon dari Austria. Laudon merebut
Schweidnitz, dekat kamp Frederick, namun kemenangan ini
tidak penting. Kalau saja Buturlin memiliki karakter yang
lebih teguh? Kalau saja pasukan Sekutu menyerang
Frederick sebelum dia memiliki waktu untuk
mempertahankan dirinya? Mereka akan dapat mengalahkan
Frederick, dan dia akan terpaksa memenuhi semua tuntutan
Peran Individu di Dalam Sejarah G.V. Plekhanov Halaman 31

dari sang pemenang. Dan ini terjadi beberapa bulan


sebelum satu kejadian baru lainnya, kematian Ratu
Elizabeth, yang segera mengubah situasi yang memberikan
keuntungan bagi Frederick. Kami ingin bertanya: apa yang
akan terjadi bila saja Buturlin punya karakter yang lebih
teguh, atau bila orang seperti Suvorov menggantikan
tempatnya?

Dalam memeriksa pandangan dari para sejarahwan fatalis,


Sainte-Beuve memberikan ekspresi pada opini lain yang
juga patut diperhatikan. Dalam tinjauan Sejarah Revolusi
Prancis karangan Mignet yang kita sebut di atas, dia
berargumen bahwa jalan dan hasil dari Revolusi Prancis
ditentukan, tidak hanya oleh sebab-sebab umum yang
menyebabkan bangkitnya Revolusi, dan tidak hanya oleh
semangat-semangat yang pada gilirannya dibangkitkan oleh
Revolusi, tetapi juga oleh banyak fenomena-fenomena kecil
yang luput dari perhatian para penyelidik dan yang bahkan
bukan bagian dari fenomena-fenomena sosial. Dia menulis:

Sementara semangat-semangat [yang dibangkitkan oleh


fenomena sosial] beroperasi, kekuatan-kekuatan fisik dan
psikologi tidaklah non-aktif: batu tetap menuruti hukum gravitasi;
darah tidak berhenti bersikulasi di urat darah. Tidakkah jalannya
peristiwa akan berubah bila saja Mirabeau[58], katakanlah tidak
meninggal karena demam, bila Robespierre[59] mati karena
kecelakaan tertimpa jatuhnya batu bata atau terkena stroke otak,
atau bila Bonaparte[60] mati tertembus peluru? Dan apakah Anda
berani menyatakan bahwa hasil dari peristiwa ini akan sama?
Dengan jumlah kecelakaan-kecelakaan yang cukup, serupa dengan
yang telah saya asumsikan di atas, hasil akhir dari Revolusi Prancis
mungkin akan berkebalikan dari apa yang menurut pendapatmu
adalah tak terelakkan. Saya memiliki hak untuk mengasumsikan
Peran Individu di Dalam Sejarah G.V. Plekhanov Halaman 32

kemungkinan dari kecelakaan-kecelakaan seperti itu karena


mereka tidak dicegah oleh sebab-sebab umum Revolusi maupun
semangat-semangat yang dibangkitkan oleh sebab-sebab umum
tersebut.

Kemudian dia mengutip sebuah observasi yang sangat


diketahui banyak orang, bahwa sejarah akan mengambil
jalan yang sangatlah berbeda bila saja hidung Cleopatra
sedikit lebih pesek; dan, dalam kesimpulan, sementara
mengakui bahwa lebih banyak yang bisa dikatakan untuk
membela pandangan Mignet, dia sekali lagi menunjukkan
dimana kesalahan pengarang ini [Mignet]. Mignet
menganggap aksi dari sebab-sebab umum sebagai satu-
satunya penyebab dari jalannya peristiwa, yang sebenarnya
juga disebabkan oleh banyak sebab lainnya yang kecil dan
tidak terlihat; logikanya yang kaku menolak untuk mengakui
keberadaan dari sesuatu yang tampak baginya tidak
memiliki keteraturan dan hukum.

VI
Apakah keberatan-keberatannya Sainte-Beuve masuk akal?
Saya pikir mereka mengandung sejumlah kebenaran. Tetapi
sebesar apa? Untuk menentukan ini kita akan pertama-tama
memeriksa gagasan bahwa seorang manusia dapat dengan
keputusan tiba-tiba dari kehendaknya memperkenalkan
sebuah kekuatan yang baru ke dalam jalannya peristiwa,
yang dapat mengubah jalannya peristiwa dengan sangat
besar. Kami telah mengutip sejumlah contoh, yang kami
pikir menjelaskan ini dengan sangat baik. Mari kita
renungkan contoh-contoh ini.
Peran Individu di Dalam Sejarah G.V. Plekhanov Halaman 33

Semua orang tahu bahwa selama kekuasaan Louis XV


kemiliteran di Prancis berangsur-angsur beranjak dari
buruk menjadi teramat buruk. Seperti yang diamati oleh
Henri Martin, selama Perang Tujuh Tahun, pasukan
Prancis, yang selalu memiliki banyak pelacur, pedagang dan
pembantu di keretanya, dan yang memiliki kuda pengangkut
barang tiga kali lebih banyak daripada kuda pelana, lebih
mirip pasukan Darius dan Xerxes daripada pasukan
Turenne dan Gustavus-Adolphus.[61]Archenholtz mengatakan
dalam sejarahnya mengenai perang ini bahwa perwira-
perwira Prancis, ketika ditugaskan untuk menjaga, sering
meninggalkan pos mereka untuk berdansa di suatu tempat
yang dekat, dan mematuhi perintah atasan mereka sesuka
hati mereka.

Situasi kemiliteran yang buruk ini adalah karena


kemerosotan aristokrasi yang, walaupun begitu, terus
menduduki posisi-posisi penting di dalam angkatan
bersenjata, dan karena kemunduran umum dari orde lama
yang secara cepat tergelincir ke kehancuran. Sebab-
sebab umum ini sendiri sudah cukup untuk membuat hasil
Perang Tujuh Tahun tidak berpihak pada Prancis. Tetapi tak
diragukan bahwa ketidakcakapan jendral-jendral seperti
Soubise memperbesar kemungkinan kegagalan dari pasukan
Prancis yang sudah disediakan oleh sebab-sebab umum ini.
Soubise tetap mempertahankan jabatannya, ini adalah
karena Madame Pompadour; dan dengan begitu kita harus
memperhitungkan Madame Pompadour sebagai salah satu
faktor yang secara signifikan memperkuat pengaruh-
pengaruh negatif dari sebab-sebab umum ini terhadap
Prancis.
Peran Individu di Dalam Sejarah G.V. Plekhanov Halaman 34

Madame Pompadour kuat, bukan karena kekuatannya


sendiri, tetapi karena kekuasaan sang Raja [Louis XV] yang
ada di bawah kehendaknya. Dapatkah kita katakan bahwa
karakter Louis XV adalah satu hal yang niscaya, dalam alur
perkembangan umum dari relasi-relasi sosial di Prancis?
Tidak, dengan jalan perkembangan yang sama seorang raja
yang lain dapat menggantikan tempatnya dengan sikap yang
berbeda terhadap perempuan. Sainte-Beuve akan
mengatakan bahwa aksi dari sebab-sebab psikologis yang
kabur dan abstrak ini cukup untuk menjelaskan ini. Dan dia
akan benar. Tetapi, bila begitu, kesimpulan muncul bahwa
sebab-sebab psikologi yang kabur ini, dengan
mempengaruhi progres dan hasil dari Perang Tujuh Tahun,
juga pada konsekuensinya dipengaruhi oleh perkembangan
Prancis selanjutnya, yang akan berlangsung berbeda bila
Perang Tujuh Tahun tidak merampoknya dari sebagian
besar koloni-koloninya. Kita kemudian bertanya, tidakkah
kesimpulan ini bertentangan dengan konsepsi sebuah
perkembangan sosial yang bersesuaian dengan hukum-
hukum?

Tidak, sama sekali tidak. Pengaruh kepribadian-kepribadian


tertentu dalam situasi-situasi yang sudah kita diskusikan
adalah tidak diragukan; tetapi sama tidak diragukan juga
adalah fakta bahwa pengaruh semacam ini hanya dapat
terjadi di dalam kondisi-kondisi sosial tertentu. Setelah
pertempuran Rosbach, Prancis menjadi sangat marah
dengan sang pelindung Soubise. Setiap hari dia menerima
banyak surat-surat kaleng, yang dipenuhi ancaman dan
sumpah-serapah. Ini dengan sangat serius mengganggu
Madame Pompadour; dia mulai menderita
insomnia.[62] Walaupun begitu, dia tetap melindungi Soubise.
Pada tahun 1762, dia menulis di salah satu suratnya
Peran Individu di Dalam Sejarah G.V. Plekhanov Halaman 35

kepadanya bahwa dia [Soubise] tidak memenuhi harapan


yang telah dibebankan kepadanya, tetapi dia menambahkan:
Namun jangan takut, saya akan menjaga kepentinganmu
dan mencoba untuk memperbaiki hubunganmu dengan
raja.[63] Seperti yang Anda lihat, dia tidak bertekuk pada
opini publik.

Mengapa dia tidak bertekuk? Mungkin karena masyarakat


Prancis pada saat itu tidak punya cara untuk memaksanya.
Tetapi mengapa masyarakat Prancis pada saat itu tidak
mampu melakukan ini? Ini adalah karena bentuk
keorganisasian masyarakat Prancis, yang pada gilirannya
ditentukan oleh relasi kekuatan-kekuatan sosial di Prancis
pada saat itu. Maka dari itu, dalam analisa terakhir relasi
kekuatan-kekuatan sosial-lah yang menjelaskan kenyataan
bahwa karakter Louis XV dan tindakan semena-mena dari
istri favoritnya dapat memiliki pengaruh yang begitu buruk
pada nasib Prancis. Bila saja bukan sang Raja yang memiliki
kelemahan pada perempuan, tetapi justru tukang masak raja
atau penjaga kandang kuda raja, ini tidak akan memiliki
signifikansi sejarah apapun.

Jelas, bukanlah kelemahan yang penting di sini, tetapi posisi


sosial dari orang yang menderita kelemahan tersebut. Para
pembaca akan mengerti bahwa argumen-argumen ini dapat
diaplikasikan pada semua contoh-contoh yang dikutip di
atas. Di dalam argumen-argumen ini, kita hanya perlu
mengganti apa yang perlu diganti, misalkan, menaruh Rusia
di tempat Prancis, Buturlin di tempat Soubise, dsb. Inilah
mengapa kami tidak akan mengulangi contoh-contoh ini.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa dengan ciri-ciri


tertentu dari karakter mereka individu-individu dapat
Peran Individu di Dalam Sejarah G.V. Plekhanov Halaman 36

mempengaruhi nasib masyarakat. Kadang-kadang pengaruh


ini sangatlah besar; tetapi kemungkinan untuk
menggunakan pengaruh ini, dan tingkatannya, ditentukan
oleh bentuk organisasi masyarakat, oleh relasi kekuatan-
kekuatan di dalamnya. Karakter dari seorang individu
menjadi sebuah faktor di dalam perkembangan sosial
hanya dimana, kapan, dan pada tingkatan mana yang
diijinkan oleh hubungan-hubungan sosial.

Kita mungkin diberitahu bahwa besarnya pengaruh pribadi


juga dapat ditentukan oleh talenta-talenta individu. Kami
setuju. Tetapi si individu dapat mempertunjukkan
talentanya hanya bila dia menduduki posisi di dalam
masyarakat yang diperlukan untuk ini. Mengapa nasib
Prancis ada di tangan seorang manusia yang benar-benar
tidak punya kemampuan dan hasrat untuk melayani
masyarakat? Karena begitulah bentuk organisasi masyarakat
itu pada saat itu. Adalah bentuk organisasi yang pada
periode tertentu menentukan peran dan, sebagai akibatnya,
signifikansi sosial yang jatuh di pundak individu-individu
yang bertalenta atau tidak kompeten.

Tetapi bila peran individu ditentukan oleh bentuk organisasi


dari masyarakat, bagaimana pengaruh sosial mereka, yang
ditentukan oleh peran yang mereka mainkan, dapat
berkontradiksi dengan konsepsi perkembangan sosial
sebagai progres yang mengekspresikan hukum? Ini tidak
berkontradiksi; sebaliknya, ini adalah salah satu ilustrasinya
yang paling nyata.

Namun di sini kita harus mencermati hal berikut ini.


Kemungkinan yang ditentukan oleh bentuk organisasi dari
masyarakat bahwa individu dapat memberikan pengaruh
Peran Individu di Dalam Sejarah G.V. Plekhanov Halaman 37

sosial membuka pintu ke peran dari apa yang


disebut kebetulan di dalam nasib sejarah bangsa-bangsa.
Sifat mata keranjang Louis XV adalah konsekuensi tak
terelakkan dari keadaan jasmaninya, tetapi dalam
hubungannya dengan jalan perkembangan umum Prancis
keadaan jasmani dia adalah kebetulan. Walaupun demikian,
seperti yang telah kami katakan, ini mempengaruhi nasib
Prancis dan merupakan salah satu sebab yang menentukan
nasib tersebut. Kematian Mirabeau, tentu saja, adalah
karena proses patologi yang mematuhi hukum-hukum
tertentu. Namun, keniscayaan dari proses ini tidak timbul
dari jalan perkembangan umum Prancis, tetapi dari fitur-
fitur jasmani dari sang orator terkenal ini dan dari kondisi
fisik darimana dia terjangkiti penyakit ini. Dalam
hubungannya dengan perkembangan umum Prancis, fitur
dan kondisi tersebut adalah kebetulan. Dan biarpun begitu
kematian Mirabeau mempengaruhi jalannya Revolusi dan
menjadi salah satu sebab yang menentukannya.

Lebih mengejutkan lagi adalah efek dari sebab-sebab


kebetulan dalam contoh Frederick II yang kami sebut di
atas, yang berhasil mengeluarkan dirinya dari sebuah situasi
yang sangat sulit hanya karena ketidakteguhan Buturlin.
Bahkan dalam hubungannya dengan sebab umum dari
perkembangan Rusia, pengangkatan Buturlin mungkin
kebetulan, dalam arti yang telah kita definisikan di atas,
dan, tentu saja, ini tidak ada hubungannya sama sekali
dengan jalan perkembangan umum Prussia. Namun
tidaklah mustahil kalau ketidakteguhan Buturlin
menyelamatkan Frederick dari sebuah situasi yang sulit.
Bila saja Suvorov menggantikan Buturlin, sejarah Prussia
mungkin akan mengambil jalan yang berbeda.
Peran Individu di Dalam Sejarah G.V. Plekhanov Halaman 38

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa nasib bangsa


kadang-kadang dapat tergantung pada kebetulan, yang
dapat disebut kebetulan tingkatan kedua. In allem
Endlichen ist ein Element des Zuflligen, kata Hegel
(Dalam segala sesuatu yang terbatas (finite) ada elemen-
elemen kebetulan). Di dalam sains kita hanya bekerja
dengan sesuatu yang finite; maka dari itu kita dapat
mengatakan bahwa semua proses yang dipelajari oleh sains
mengandung beberapa elemen kebetulan. Apa ini
mengecualikan kemampuan sains untuk mempelajari
fenomena-fenomena? Tidak. Kebetulan adalah relatif. Ia
hanya muncul di titik persimpangan dari proses-prosesyang
tak terelakkan. Bagi penduduk pribumi Meksiko dan Peru,
kemunculan orang-orang Eropa di benua Amerika
adalah kebetulan dalam pengertian bahwa ini tidak datang
dari perkembangan sosial dari bangsa-bangsa tersebut [di
benua Amerika Ed.] Tetapi hasrat navigasi yang dimiliki
oleh orang-orang Eropa Barat pada akhir Zaman
Pertengahan bukanlah satu hal yang kebetulan; juga
kenyataan bahwa kekuatan Eropa begitu mudah
mengalahkan perlawanan penduduk pribumi Amerika.
Konsekuensi dari penaklukan Meksiko dan Peru oleh orang
Eropa juga bukanlah kebetulan; dalam analisa terakhir,
konsekuensi-konsekuensi ini ditentukan olah hasil dari dua
kekuatan: posisi ekonomi dari bangsa-bangsa yang
ditaklukkan di satu pihak, dan posisi ekonomi dari penakluk
di pihak yang lain. Dan kekuatan-kekuatan ini, seperti
hasilnya, dapat menjadi objek penelitian ilmiah.

Kebetulan-kebetulan dari Perang Tujuh Tahun memiliki


pengaruh yang besar atas sejarah Prusia selanjutnya. Tetapi
pengaruh mereka akan berbeda sepenuhnya pada tahap
perkembangan Prusia yang berbeda. Di sini juga,
Peran Individu di Dalam Sejarah G.V. Plekhanov Halaman 39

konsekuensi-konsekuensi kebetulan ini ditentukan oleh


hasil dari dua kekuatan: kondisi sosio-politik Prusia di satu
pihak, dan kondisi sosio-politik negara-negara Eropa yang
mempengaruhinya di pihak lain. Maka dari ini, di sini juga,
kebetulan tidak mencegah sama sekali penelitian ilmiah
terhadap fenomena-fenomena.

Kita tahu sekarang bahwa individu-individu sering kali


memiliki pengaruh yang besar terhadap nasib masyarakat,
tetapi pengaruh ini ditentukan oleh struktur internal dari
masyarakat tersebut dan oleh hubungannya dengan
masyarakat-masyarakat lain. Tetapi ini bukan satu-satunya
hal yang harus dikatakan mengenai peran individu di dalam
sejarah. Kita masih harus mendekati masalah ini dari sudut
yang lain juga.

Sainte-Beuve berpikir bahwa bila saja ada cukup sebab-


sebab kecil dan gelap semacam yang dia telah sebutkan,
hasil dari Revolusi Prancis akan berkebalikan dari apa yang
kita ketahui sekarang. Ini adalah satu kesalahan yang besar.
Tidak peduli sekompleks apapun sebab-sebab kecil,
psikologis dan fisiologis tersebut, di dalam situasi apapun
mereka tidak akan bisa menghapus kebutuhan-kebutuhan
sosial besar yang menyebabkan Revolusi; dan selama
kebutuhan-kebutuhan sosial tersebut belum terpenuhi,
gerakan revolusioner di Prancis akan terus berlangsung.
Untuk membuat hasil dari gerakan ini menjadi sebaliknya,
kebutuhan-kebutuhan yang menyebabkan gerakan ini
haruslah menjadi sebaliknya; dan ini, tentu saja, tidak akan
bisa dicapai oleh kombinasi sebab-sebab kecil apapun.

Sebab-sebab dari Revolusi Prancis terletak di karakter


dari relasi-relasi sosial; dan sebab-sebab kecil yang
Peran Individu di Dalam Sejarah G.V. Plekhanov Halaman 40

diasumsikan oleh Sainte-Beuve hanya dapat terletak


dikualitas-kualitas pribadi dari individu-individu.
Penyebab akhir dari hubungan-hubungan sosial terletak di
dalam tingkatan kekuatan-kekuatan produksi. Ini
bergantung pada kualitas-kualitas individu hanya dalam
pengertian, mungkin, bahwa individu-individu ini memiliki
kurang lebih talenta untuk membuat perkembangan teknik
dan penemuan-penemuan. Bukan kualitas-kualitas macam
ini yang ada di dalam pikiran Sainte-Beuve. Namun, tidak
ada kualitas lain yang dapat memungkinkan individu-
individu untuk secara langsung mempengaruhi tingkatan
kekuatan produksi, dan oleh karenanya, relasi-relasi sosial
yang mereka tentukan, yakni relasi-relasi ekonomi. Apapun
kualitas dari seseorang tertentu, mereka tidak akan bisa
menghapus relasi-relasi ekonomi tertentu bila relasi-relasi
tersebut bersesuaian dengan tingkatan kekuatan produksi.
Tetapi kualitas-kualitas pribadi dari individu-individu
membuat mereka kurang lebih cocok untuk memenuhi
kebutuhan-kebutuhan sosial tersebut, yang tumbuh dari
relasi-relasi ekonomi tertentu, atau untuk menghalangi
pemenuhan tersebut.

Kebutuhan sosial yang mendesak di Prancis pada akhir abad


ke-18 adalah menggantikan institusi politik yang sudah
usang dengan institusi yang baru yang akan lebih sesuai
dengan sistem ekonominya. Figur-figur publik yang paling
terkemuka dan berguna pada periode itu adalah mereka
yang lebih mampu daripada yang lainnya dalam membantu
memenuhi kebutuhan yang paling urgen ini.

Kita akan mengasumsikan bahwa Mirabeau, Robespierre,


dan Napoleon adalah orang-orang semacam itu. Apa yang
akan terjadi bila saja Mirabeau tidak tersingkirkan dari
Peran Individu di Dalam Sejarah G.V. Plekhanov Halaman 41

arena politik karena kematian prematurnya? Partai


monarkis konstitusional akan mempertahankan
kekuasaannya untuk waktu yang lebih lama; perlawanannya
akan, oleh karena itu, lebih bersemangat. Tetapi itu saja.
Tidak ada Mirabeau, pada saat itu, yang dapat mencegah
kemenangan kaum republikan. Kekuasaan Mirabeau
bersandar sepenuhnya pada rakyat; tetapi rakyat
menginginkan sebuah republik, karena kaum Monarkis yang
membela orde lama membuat mereka gusar. Segera setelah
rakyat menjadi yakin bahwa Mirabeau tidak bersimpati
dengan cita-cita republik mereka, mereka akan berhenti
bersimpati padanya; dan sang orator hebat ini akan
kehilangan hampir semua pengaruhnya, dan kemungkinan
besar dia akan jatuh sebagai korban dari gerakan yang dia
coba hentikan dengan sia-sia.

Kira-kira hal yang sama dapat dikatakan mengenai


Robespierre. Mari kita asumsikan bahwa dia adalah sebuah
kekuatan yang benar-benar tidak dapat digantikan di dalam
partainya; tetapi biarpun demikian, dia bukanlah satu-
satunya kekuatan. Bila sebuah kecelakaan jatuhnya batu
bata membunuh dia, katakanlah, pada bulan Januari 1793
[Raja Louis XVI dipancung oleh Robespierre pada tanggal 21
Januaru 1793], tempatnya, tentu saja, akan diambil oleh
orang lain, dan walaupun orang ini mungkin lebih inferior
daripadanya dalam setiap aspek, tetap peristiwa-peristiwa
akan mengambil jalan yang sama seperti bila Robespierre
hidup. Contohnya, bahkan di bawah situasi ini kaum
Girondis[64] mungkin tidak dapat luput dari kekalahan
mereka; tetapi adalah mungkin bahwa partainya
Robespierre akan kehilangan kekuasaan lebih awal dan kita
sekarang akan berbicara bukan mengenai
reaksi Thermidor[65] tetapi reaksi Floreal, Prairial,
Peran Individu di Dalam Sejarah G.V. Plekhanov Halaman 42

atau, Messidor[66]. Mungkin beberapa orang akan berkata


bahwa dengan Terornya yang kejam, Robespierre tidak
menunda tetapi justru mempercepat kejatuhan partainya.
Kami tidak akan berhenti untuk memeriksa asumsi ini; kami
akan menerimanya sebagai satu hal yang masuk akal. Dalam
kasus ini, kita harus berasumsi bahwa partainya Robespierre
tidak akan jatuh di Thermidor, tetapi di
Fructidor, Vendemaire, atau Brumaire. Pendek kata, partai
Robespierre akan jatuh cepat atau lambat, tetapi yang pasti
ia akan jatuh, karena seksi masyarakat yang mendukung
partai Robespierre sama sekali tidak siap untuk memegang
kekuasaan untuk waktu yang lama. Pada akhirnya, hasil-
hasil yang berkebalikan dari yang muncul dari aksi
enerjetik Robespierre adalah mustahil.

Ini juga mustahil bahkan bila Bonaparte mati tertembak,


katakanlah, di Peperangan Arcole. Apa yang dia lakukan di
Itali dan kampanye-kampanye lainnya, jendral-jendral yang
lain dapat juga melakukannya. Mungkin mereka tidak akan
dapat menunjukkan talenta yang sama sepertinya, dan
mungkin mereka tidak akan dapat meraih kemenangan-
kemenangan yang begitu brilian; walaupun demikian
Republik Prancis tetap akan menang dalam perang-perang
tersebut karena tentaranya pada saat itu adalah yang terbaik
di Eropa.

Mengenai Brumaire XVIII[67] dan pengaruhnya pada


kehidupan internal Prancis, di sini juga, pada esensinya,
jalan umum dan hasil peristiwa-peristiwa akan sama seperti
di bahwa Napoleon. Republik Prancis, terluka parah oleh
peristiwa-peristiwa Thermidor ke-9, perlahan-lahan sedang
mati. Direktorat [Directoire][68] tidak mampu memulihkan
ketertiban yang sekarang diinginkan oleh kaum borjuis
Peran Individu di Dalam Sejarah G.V. Plekhanov Halaman 43

setelah menyingkirkan kekuasaan aristokrasi. Untuk


mengembalikan ketertiban, sebuah pedang tajam, seperti
yang diekspresikan oleh Siys, dibutuhkan. Pada awalnya
Jendral Jourdan adalah orang yang dikira akan memenuhi
peran tersebut, tetapi ketika dia terbunuh di Novi, nama
Moreau, MacDonald, dan Bernadotte dikedepankan[69].
Bonaparte hanya disebut belakangan; dan bila saja dia mati
terbunuh. seperti Jourdan, dia mungkin tidak akan disebut
sama sekali dan pedang yang lain yang akan
dikedepankan.

Tidak diragukan kalau orang yang diangkat oleh peristiwa-


peristiwa ke posisi diktatur adalah orang yang sendirinya
bercita-cita untuk berkuasa, dengan bersemangat
menyingkirkan dan menghancurkan semua orang yang
menghalanginya. Bonaparte adalah manusia dengan energi
besi dan tidak berbelas kasihan dalam mengejar tujuannya.
Tetapi pada jaman tersebut ada cukup banyak orang-orang
egois, bersemangat, bertalenta, dan ambisius selain dia.
Posisi yang berhasil ditempati oleh Bonaparte tidak akan
kosong. Mari kita berasumsi bahwa jendral lain yang
mengamankan posisi ini adalah jendral yang lebih damai
daripada Napoleon, dan dia tidak akan menantang seluruh
Eropa melawannya, dan oleh karenanya, dia akan meninggal
di Tuileries dan bukan di pulau St. Helena[70]. Dalam kasus
ini, Dinasti Bourbon[71]tidak akan kembali ke Prancis sama
sekali; bagi mereka, hasil ini tentu adalah berkebalikan.
Akan tetapi, dalam hubungannya dengan kehidupan
internal Prancis, hasil ini hanya berbeda sedikit dari hasil
sesungguhnya. Setelah pedang tajam mengembalikan
ketertiban dan mengkonsolidasikan kekuasaan kaum
borjuasi, kaum borjuasi akan segera letih dengan kebiasaan
baraknya dan despotismenya. Sebuah gerakan liberal akan
Peran Individu di Dalam Sejarah G.V. Plekhanov Halaman 44

muncul, serupa dengan yang muncul setelah Restorasi;


sebuah pertempuran akan perlahan-lahan menggelora, dan
karena pedang tajam tidak dikenal mudah menyerah,
Louis-Philippe[72] yang jaya akan naik ke tampuk kekuasaan
relatifnya, bukan pada tahun 1830, tetapi pada tahun 1820,
atau 1825.

Semua perubahan semacam ini di dalam jalannya peristiwa


pada tingkatan tertentu mungkin dapat mempengaruhi
kehidupan politik selanjutnya, dan melaluinya
mempengaruhi kehidupan ekonomi selanjutnya di Eropa.
Walaupun demikian, hasil akhir dari gerakan revolusioner
ini tidak akan, di bawah situasi apapun, berkebalikan dari
apa yang terjadi. Karena kualitas unik dari pikiran dan
karakter mereka, individu-individu yang berpengaruh dapat
mengubah fitur-fitur tertentu dari peristiwa dan beberapa
konsekuensi partikular mereka, tetapi mereka tidak dapat
mengubah tren umum, yang ditentukan oleh kekuatan-
kekuatan lain.

VII
Terlebih lagi, kita juga harus mencatat hal yang berikut ini.
Dalam mendiskusikan peran yang dimainkan figur besar di
dalam sejarah, kita hampir selalu jatuh korban pada
semacam ilusi optik. Penting untuk menarik perhatian para
pembaca ke perihal ini.

Dalam mengambil peran pedang tajam untuk


menyelamatkan ketertiban publik, Napoleon mencegah
jendral-jendral lainnya dari memainkan peran ini, dan
beberapa dari mereka mungkin dapat memainkan peran
tersebut sama baiknya, atau hampir sama baiknya, seperti
Peran Individu di Dalam Sejarah G.V. Plekhanov Halaman 45

Napoleon. Segera setelah kebutuhan publik akan seorang


penguasa militer yang keras telah terpenuhi, organisasi
sosial memblok jalan ke posisi penguasa militer bagi semua
tentara bertalenta lainnya. Kekuasaan dari posisi ini
menjadi sebuah kekuasaan yang tidak mendukung
munculnya talenta-talenta lain yang serupa.

Ini adalah sebab dari ilusi optikal yang kita maksud.


Kekuasaan pribadi Napoleon mempresentasikan dirinya
kepada kita dalam bentuk yang benar-benar termagnifikasi,
karena kita mengidentifikasikan kepadanya kekuatan sosial
yang telah mendorongnya ke depan dan mendukungnya.
Kekuatan Napoleon tampak sangat luar biasa karena
kekuatan-kekuatan lainnya yang serupa dengannya tidak
bergerak dari potensi menjadi nyata. Dan ketika kita
ditanya, Apa yang akan terjadi bila saja tidak ada
Napoleon? imajinasi kita menjadi kacau dan tampak bagi
kita bahwa tanpa dia gerakan sosial dimana kekuatan dan
pengaruhnya bersandar tidak akan terjadi.

Di dalam sejarah perkembangan intelek manusia,


kesuksesan dari individu tertentu mencegah
kesuksesan individu lainnya jauh lebih jarang. Tetapi
bahkan di sini kita tidak bebas dari ilusi optik yang disebut
di atas. Ketika keadaan masyarakat tertentu menyajikan
problem-problem tertentu di hadapan perwakilan
intelektualnya, perhatian dari pemikir-pemikir terkemuka
akan terkonsentrasikan pada problem-problem ini sampai
mereka terselesaikan. Segera setelah mereka telah berhasil
menyelesaikan mereka, perhatian mereka pindah ke objek
yang lain. Dengan menyelesaikan sebuah problem, seorang
A yang bertalenta mengalihkan perhatian dari si B yang
bertalenta ke problem yang lain. Dan ketika kita ditanya:
Peran Individu di Dalam Sejarah G.V. Plekhanov Halaman 46

apa yang akan terjadi bila si A meninggal sebelum dia


menyelesaikan problem X? kita membayangkan bahwa
alur perkembangan intelektual manusia akan putus. Kita
lupa bahwa bila A meninggal, maka B, atau C, atau D
mungkin dapat menyelesaikan problem tersebut dan alur
perkembangan intelektual akan tetap utuh kendati kematian
prematur dari A.

Supaya seorang manusia yang memiliki talenta tertentu


dapat, dengan menggunakan talenta tersebut,
mempengaruhi secara besar jalannya peristiwa, dibutuhkan
dua kondisi: Pertama, bakat ini harus membuat dia lebih
bersesuaian dengan kebutuhan sosial dari epos tertentu
daripada orang lain. Bila Napoleon memiliki berkah musik
Beethoven dan bukannya menjadi seorang jenius militer, dia
tentu saja tidak akan menjadi seorang kaisar. Kedua, orde
sosial yang ada harus tidak menghalangi jalan dari orang
yang memiliki talenta yang dibutuhkan dan berguna pada
saat tersebut. Napeloen akan mati sebagai seorang Jendral,
atau Kolonel, bila saja orde lama Prancis tetap eksis selama
70 tahun lebih lama.[73] Pada tahun 1789, Davout, Dsaix,
Marmont and MacDonald adalah perwira rendahan;
Bernadotte adalah seorang sersan mayor; Hoche, Marceau,
Lefebre, Pichegru, Ney, Massena, Murat and Soult adalah
bintara (non-commissioned officer); Augereau adalah
seorang pemain anggar; Lannes adalah seorang pekerja
pewarna; Gouvin Saint-Cyr adalah seorang aktor; Jourdan
adalah seorang pedagang keliling; Bessieres adalah seorang
tukang gunting rambut; Brune adalah seorang typesetter;
Joubert dan Junot adalah mahasiswa hukum; Kleber adalah
seorang arkitek; Martier tidak bergabung dengan militer
sebelum Revolusi.[74]
Peran Individu di Dalam Sejarah G.V. Plekhanov Halaman 47

Bila saja orde lama terus eksis sampai hari ini, tidak akan
pernah terlintas di pikiran kita bahwa di Prancis, pada akhir
abad sebelumnya [abad ke-18], aktor, pekerja pewarna,
pengacara, pedangan, dan pemain anggar tersebut akan
menjadi jenius militer yang potensial.[75]

Standhal memperhatikan bahwa seorang yang lahir pada


saat yang sama seperti Titian, pada tahun 1477, akan dapat
hidup selama 40 tahun bersama Raphael, yang meninggal
pada 1520, dan dengan Leonardo da Vinci, yang meninggal
pada 1519; bahwa dia dapat menghabiskan banyak tahun
dengan Corregio, yang meninggal pada 1534, dan dengan
Michelangelo, yang hidup hingga 1563; bahwa dia akan
berumur tidak lebih dari 34 tahun ketika Giorgione
meninggal; bahwa dia akan mengenal Tintoretto, Bossano,
Venorese, Julian Romano, dan Andrea del Sarto; bahwa,
pendek kata, dia akan menjadi kontemperor dari semua
pelukis hebat dengan pengecualian mereka yang dari
Mahzab Bologna, yang muncul satu abad kemudian.[76] Sama
halnya juga, seorang yang lahir pada tahun yang sama
dengan Wouwermann akan mengenal secara pribadi semua
pelukis hebat Belanda;[77] dan seorang yang berumur sama
dengan Shakespeare akan menjadi seorang kontemporer
dari sejumlah penulis drama hebat.[78]

Telah lama disaksikan bahwa talenta-talenta hebat muncul


ketika kondisi sosial yang mendukung perkembangan
mereka eksis. Ini berarti bahwa setiap manusia bertalenta
yang muncul sesungguhnya, setiap manusia berbakat yang
menjadi sebuah kekuatan sosial, adalah produk dari relasi-
relasi sosial. Oleh karena itu, jelas mengapa manusia-
manusia bertalenta ini, seperti yang telah kami katakan,
hanya dapat mengubah fitur-fitur individual dari peristiwa,
Peran Individu di Dalam Sejarah G.V. Plekhanov Halaman 48

tetapi tidak dapat mengubah tren umum dari


peristiwa; mereka sendiri adalah produk dari tren
tersebut; bila saja bukan karena tren ini, mereka tidak akan
bisa melewati batasan yang memisahkan apa yang potensi
dan apa yang nyata.

Tidak diragukan ada talenta dan talenta. Ketika satu


langkah segar dalam perkembangan peradaban memanggil
sebuah bentuk seni yang baru, kata Taine dengan benar,
sejumlah talenta yang hanya setengah mengekspresikan
pemikiran sosial muncul di sekeliling satu atau dua jenius
yang mengekspresikannya dengan sempurna.[79] Bila,
karena sebab-sebab mekanik atau psikologi tertentu yang
tidak berhubungan dengan jalan umum dari perkembangan
sosio-politik dan intelektual di Itali, Raphael, Michelangelo,
dan Leonardo da Vinci meninggal ketika masih kanak-
kanak, seni Itali akan lebih kurang sempurna, tetapi tren
umum perkembangannya pada periode Renaissance akan
tetap sama. Raphael, Leonardo da Vinci, dan Michelangelo
tidak menciptakan tren ini; mereka hanyalah perwakilan
terbaik dari tren ini. Benar, biasanya sebuah mahzab timbul
dari sekitar seorang yang jenius, dan murid-muridnya
mencoba mengkopi metode-metodenya sampai ke detil-detil
terkecil; dan inilah mengapa kekosongan di dalam kesenian
Itali pada periode Renaissance yang disebabkan oleh
kematian prematur Raphael, Michelangelo, dan Leonardo
da Vinci akan mempengaruhi dengan kuat banyak fitur-fitur
sekunder dari sejarah selanjutnya. Tetapi pada esensinya
tidak akan ada perubahan di dalam sejarah bila tidak ada
perubahan penting di dalam alur umum perkembangan
intelektual di Itali karena sebab-sebab umum.
Peran Individu di Dalam Sejarah G.V. Plekhanov Halaman 49

Namun, diketahui dengan baik bahwa perubahan-


perubahan kuantitatif pada akhirnya akan berubah menjadi
perubahan-perubahan kualitatif. Ini benar di mana-mana.
Sebuah tren kesenian tertentu dapat berlangsung tanpa
ekspresi yang hebat bila sebuah kondisi tidak
menguntungkan menghilangkan satu per satu talenta-
talenta hebat yang bisa memberikannya ekspresi. Tetapi
kematian prematur dari orang-orang berbakat ini dapat
mencegah ekspresi seni dari tren tersebut hanya bila tren
tersebut terlalu dangkal untuk menciptakan talenta-talenta
baru. Akan tetapi, kedalaman dari tren sastra dan seni
tertentu ditentukan oleh berapa pentingnya ia untuk sebuah
kelas atau strata yang seleranya diekspresikan oleh tren
tersebut, dan oleh peran sosial yang dimainkan oleh kelas
atau strata tersebut; di sini juga, pada analisa terakhir,
semua tergantung pada jalan perkembangan sosial dan pada
relasi kekuatan-kekuatan sosial.

VIII
Oleh karenanya, kualitas-kualitas pribadi dari para
pemimpin menentukan fitur-fitur individual dari peristiwa-
peristiwa bersejarah; dan elemen-elemen kebetulan, dalam
artian yang telah kita definisikan, selalu memainkan
beberapa peran di dalam jalannya peristiwa, yang mana
trennya ditentukan pada analisa terakhir oleh sebab-sebab
umum, yakni oleh perkembangan kekuatan-kekuatan
produksi dan hubungan timbal-balik antara manusia di
dalam proses sosio-ekonomi produksi. Fenomena-fenomena
kasual dan kualitas-kualitas pribadi dari figur-figur ternama
selalu mudah dilihat dibandingkan sebab-sebab umum yang
ada di bawah permukaan. Abad ke-18 tidak begitu
memperhatikan sebab-sebab umum, dan mengklaim bahwa
Peran Individu di Dalam Sejarah G.V. Plekhanov Halaman 50

sejarah dapat dijelaskan oleh aksi-aksi sadar dan semangat-


semangat dari figur-figur historis. Para filsuf abad itu
menekankan bahwa sejarah dapat mengambil jalan yang
benar-benar berbeda sebagai akibat dari sebab-sebab yang
paling tidak signifikan, contohnya, bila atom tertentu
memainkan lelucon di dalam pikiran sang pemimpin
(sebuah gagasan yang diekspresikan lebih dari sekali
di Systme de la Nature).

Para pengikut tren baru di dalam ilmu sejarah mulai


berargumen bahwa sejarah tidak dapat mengambil jalan
yang lain daripada apa yang sudah terjadi, tidak peduli
atom apapun. Berusaha keras untuk menekankan
pengaruh dari sebab-sebab umum sebesar mungkin, mereka
mengabaikan kualitas-kualitas pribadi dari figur-figur
historis. Menurut argumen mereka, peristiwa-peristiwa
bersejarah tidak akan terpengaruh sedikitpun oleh
penggantian seseorang dengan orang yang lain, yang kurang
lebih berkapasitas. Tetapi bila kita menggunakan asumsi
seperti itu, kita harus mengakui bahwa elemen-elemen
personal tidak ada signifikansi sama sekali di dalam
sejarah, dan bahwa semua dapat direduksi ke sebab-sebab
umum, ke hukum-hukum umum dari progres sejarah. Ini
akan bergerak ke sisi ekstrim, yang tidak meninggalkan
ruang apapun untuk beberapa butir kebenaran yang
terkandung di dalam opini yang sebaliknya. Benturan antara
dua pandangan ini mengambil bentuk sebuah antimoni,
yang pertama adalah hukum umum, dan yang kedua adalah
aktivitas individu. Dari sudut pandang antimoni yang kedua,
sejarah hanyalah sebuah rantai kebetulan-kebetulan; dari
sudut pandang antimoni yang pertama tampak bahwa
bahkan fitur-fitur individual dari perisitiwa-perisitiwa
sejarah ditentukan oleh sebab-sebab umum. Tetapi bila
Peran Individu di Dalam Sejarah G.V. Plekhanov Halaman 51

fitur-fitur individual dari peristiwa ditentukan oleh


pengaruh sebab-sebab umum dan tidak bergantung pada
kualitas-kualitas pribadi dari figur-figur bersejarah, maka
dapat disimpulkan bahwa fitur-fitur tersebut ditentukan
oleh sebab-sebab umum, dan tidak dapat diubah, tidak
peduli sebanyak apapun figur-figur sejarah ini berubah.
Maka, teori ini mengambil sebuah karakter fatalistik.

Ini tidak luput dari perhatian musuh-musuh teori tersebut.


Sainte-Beuve membandingkan konsepsi sejarahnya Mignet
dengan Bossuet. Bossuet berpendapat bahwa kekuatan yang
menyebabkan perisitwa-peristiwa bersejarah terjadi datang
dari surga, bahwa peristiwa-peristiwa bersejarah
mengekspresikan kehendak surga. Mignet mencari kekuatan
ini di dalam semangat manusia, yang ditunjukkan di dalam
peristiwa-peristiwa sejarah sebagai kekuatan alam yang
tidak dapat dihentikan dan diubah. Tetapi keduanya
[Mignet dan Bossuet] menganggap sejarah sebagai sebuah
rantai fenomena yang tidak mungkin berubah, tidak peduli
dalam kondisi apapun; keduanya adalah fatalis; dalam hal
ini, kaum filsuf tidak jauh berbeda dengan pendeta (le
philosophe se rapproche du prtre).

Kritik ini dapat dibenarkan selama doktrin bahwa fenomena


sosial bersesuaian dengan hukum-hukum tertentu membuat
kualitas-kualitas pribadi dari figur-figur bersejarah menjadi
nol. Dan kesan yang dibuat oleh kritik ini semakin kuat
karena para sejarahwan dari mahzab baru, seperti
sejarahwan dan filsuf abad ke-18, menganggap karakter
manusia sebagai hal yang lebih tinggi, darimana
semua sebab-sebab umum gerakan sejarah mengalir, dan
dimana mereka semua tersubordinasikan. Karena Revolusi
Prancis telah menunjukkan bahwa perisitwa-peristiwa
Peran Individu di Dalam Sejarah G.V. Plekhanov Halaman 52

bersejarah tidak ditentukan hanya oleh aksi-


aksi sadar manusia, Mignet dan Cuizot, dan sejarahwan
lainnya yang dari tren yang sama, mengedepankan
pengaruh dari semangat, yang kadang berontak melawan
semua kendali pikiran.

Tetapi bila semangat adalah sebab akhir dan paling umum


dari peristiwa-peristiwa bersejarah, lalu mengapai Sainte-
Beuve salah dalam menekankan bahwa hasil dari Revolusi
Prancis mungkin akan berkebalikan dari apa yang kita
ketahui sekarang bila saja ada individu-individu yang
mampu memompa semangat yang berkebalikan ke rakyat
Prancis? Mignot akan menjawab: karena semangat-
semangat yang lain tidak akan dapat mengobarkan rakyat
Prancis pada saat itu karena kualitas-kualitas karakter alami
manusia. Dalam pengertian tertentu ini benar. Tetapi
kebenaran ini akan memiliki nada yang sangat fatalistik,
karena ini akan serupa dengan tesis bahwa sejarah manusia,
dalam semua detilnya, ditentukan oleh kualitas umum dari
karakter alami manusia. Fatalisme akan muncul di sini
sebagai hasil dari hilangnya individu-individu secara
umum. Fatalisme selalu merupakan hasil dari penghilangan
semacam itu. Dikatakan: Bila semua fenomena sosial
adalah niscaya, maka aktivitas kita tidak akan berarti apa-
apa. Ini adalah sebuah gagasan tetap yang diformulasikan
secara keliru. Kita seharusnya berkata: Bila segala sesuatu
terjadi sebagai akibat darihal-hal umum, maka individu-
individu, termasuk usaha saya, tidak ada artinya. Deduksi
ini tepat, tetapi diaplikasikan secara keliru. Ini sama sekali
tidak berarti apa-apa bila diaplikasikan ke konsepsi
materialis moderen dari sejarah, dimana ada ruang
untuk individu-individu. Tetapi ini dibenarkan ketika
Peran Individu di Dalam Sejarah G.V. Plekhanov Halaman 53

diaplikasikan pada pandangan-pandangan para sejarahwan


Prancis pada periode Restorasi.

Pada jaman sekarang, karakter alami manusia tidak dapat


lagi dianggap sebagai sebab akhir dan paling umum dari
progres sejarah: bila ia [karakter alami manusia] konstan,
ini tidak dapat menjelaskan jalan sejarah yang sangat
berubah-ubah; bila ia dapat berubah, tentu perubahan ini
sendiri ditentukan oleh progres sejarah. Sekarang kita harus
menganggap perkembangan tenaga-tenaga produksi sebagai
sebab akhir dan paling umum dari progres sejarah umat
manusia, dan tenaga-tenaga produksi inilah yang
menentukan perubahan-perubahan selanjutnya dalam
hubungan sosial antara manusia. Paralel dengan
sebab umum ini adalah sebab-sebab partikular, yaknisituasi
sejarah dimana perkembangan kekuatan produksi dari
sebuah bangsa tertentu berlangsung, dan yang pada analisa
terakhir situasi sejarah tersebut sendirinya diciptakan oleh
perkembangan kekuatan-kekuatan produksi di antara
bangsa-bangsa lain, yakni sebab umum yang sama.

Akhirnya, pengaruh dari sebab-sebab partikular ini


ditambah dengan operasi dari sebab-sebab individual, yakni
kualitas-kualitas pribadi dari figur-figur publik dan
kebetulan-kebetulan lainnya, yang karenanya peristiwa-
peristiwa akhirnya mengambil fitur-fitur individual mereka.
Sebab-sebab individual tidak dapat membawa perubahan
fundamental di dalam operasi dari sebab-sebab umum dan
partikular yang, terlebih lagi, menentukan tren dan batas-
batas dari pengaruh sebab-sebab individual. Namun, tidak
diragukan kalau sejarah akan memiliki fitur-fitur yang
berbeda bila saja sebab-sebab individual yang
Peran Individu di Dalam Sejarah G.V. Plekhanov Halaman 54

mempengaruhi sejarah tersebut digantikan dengan yang


lain.

Monod dan Lamprecht masih mengikuti sudut pandang


karakter alami manusia. Lamprecht, secara kategorikal, dan
lebih dari sekali, telah mengumumkan bahwa dalam
pendapatnya mentalitas sosial adalah sebab fundamental
dari fenomena sejarah. Ini adalah sebuah kesalahan yang
besar dan sebagai akibat dari kesalahan ini hasrat untuk
mengikutsertakan jumlah total dari kehidupan sosial hanya
akan berakhir dengan eklektisme atau, di antara yang paling
konsisten, ke argumennya Kablitz mengenai signifikansi
relatif dari akal dan indera.

Tetapi mari kita kembali lagi ke subjek kita. Seorang figur


besar adalah besar bukan karena kualitas-kualitas
pribadinya memberikan fitur-fitur individual pada
perisitiwa sejarah besar, tetapi karena dia memiliki kualitas-
kualitas yang membuatnya paling bisa melayani kebutuhan-
kebutuhan besar sosial pada jamannya, kebutuhan-
kebutuhan yang muncul sebagai akibat dari sebab-sebab
umum dan partikular. Dalam bukunya mengenai pahlawan
dan penyanjungan-pahlawan, Carlyle menyebut orang-
orang besar sebagai pelopor. Ini adalah deskripsi yang tepat.
Seorang figur yang besar adalah pelopor karena dia
melihat lebih jauh daripada orang lain dan menghendaki
sesuatu lebih kuat daripada yang lainnya. Dia
menyelesaikan problem-problem ilmiah yang dikedepankan
oleh proses perkembangan intelektual yang sebelumnya; dia
menunjukkan kebutuhan-kebutuhan sosial baru yang
diciptakan oleh perkembangan hubungan sosial
sebelumnya; dia mengambil inisiatif untuk memenuhi
kebutuhan-kebutuhan sosial tersebut. Dia adalah seorang
Peran Individu di Dalam Sejarah G.V. Plekhanov Halaman 55

pahlawan. Tetapi dia adalah seorang pahlawan bukan dalam


artian bahwa dia dapat menghentikan atau mengubah
jalannya peristiwa, tetapi dalam artian bahwa aktivitas-
aktivitasnya adalah ekspresi sadar dan bebas dari jalannya
peristiwa yang tidak terelakkan dan tidak sadar. Di sinilah
terletak semua signifikansinya; di sinilah terletak semua
kekuatannya. Tetapi signifikansi ini amat besar, dan
kekuatan ini sangat kuat.

Bismarck mengatakan bahwa kita tidak dapat membuat


sejarah dan harus menunggu sementara sejarah diciptakan.
Tetapi siapa yang membuat sejarah? Sejarah dibuat
oleh manusia sosial, yang merupakan faktor satu-
satunya. Manusia sosial menciptakan hubungan sosialnya
sendiri. Tetapi bila dalam satu periode tertentu dia
menciptakan hubungan sosial tertentu dan bukan yang
lainnya, ini tentu ada sebabnya; ini ditentukan oleh situasi
kekuatan produksinya. Tidak ada satupun figur besar yang
bisa memaksakan ke dalam masyarakat sebuah hubungan
sosial yang sudah tidak sesuai dengan kondisi kekuatan-
kekuatan sosial atau yang belum sesuaidengan kondisi
kekuatan-kekuatan sosial. Di dalam pengertian ini, dia tidak
dapat membuat sejarah, dan di dalam pengertian ini, dalam
kesia-siaan dia akan mencoba menggeser jarum jamnya; dia
tidak akan mempercepat arus waktu atau memutar balik
waktu. Di sini Lamprecht cukup benar: bahkan pada masa
kekuasaannya yang tertinggi Bismarck tidak dapat
mengembalikan Jerman ke ekonomi alamiah.

Hubungan-hubungan sosial memiliki logika dasar mereka;


selama manusia hidup di dalam sebuah relasi mutual
tertentu, mereka akan merasa, berpikir, dan bertindak
dalam satu cara tertentu. Usaha-usaha untuk melawan
Peran Individu di Dalam Sejarah G.V. Plekhanov Halaman 56

logika ini akan sia-sia; jalan alami dari perisitiwa (logika


dari hubungan sosial ini) akan membuat semua usaha
tersebut menjadi nol. Tetapi bila saya tahu ke arah mana
relasi sosial berubah karena perubahan di dalam proses
sosio-ekonomi produksi, saya juga tahu ke arah mana
mentalitas sosial akan berubah; sebagai akibatnya, saya
akan mampu mempengaruhinya. Mempengaruhi mentalitas
sosial berarti mempengaruhi peristiwa-peristiwa sejarah.
Maka, dalam pengertian tertentu, saya dapat membuat
sejarah, dan tidak perlu saya menunggu sementara sejarah
dibuat.

Monod percaya bahwa peristiwa-peristiwa dan individu-


individu yang sangat penting di dalam sejarah hanyalah
penting sebagai tanda dan simbol dari perkembangan
institusi dan kondisi ekonomi. Ide ini benar walaupun ide
ini diekspresikan secara tidak tepat; tetapi justru karena ide
ini benar maka adalah salah untuk mempertentangkan
aktivitas-akvititas orang-orang besar pada progres
lamban dari kondisi dan institusi yang disebut di atas.
Perubahan yang kurang lebih lamban dari kondisi-kondisi
ekonomi secara periodik menghadapi masyarakat dengan
kebutuhan perubahan institusi yang kurang lebih cepat.
Perubahan ini tidak pernah terjadi dengan sendirinya; ia
selalu membutuhkan intervensi dari manusia-manusia,
yang lalu dihadapi dengan masalah-masalah sosial yang
besar. Dan manusia-manusia inilah yang melakukan lebih
banyak daripada yang lain dalam memfasilitasi solusi dari
masalah-masalah ini, dan manusia-manusia ini disebut
orang-orang besar. Tetapi menyelesaikan sebuah masalah
tidak berarti hanya menjadi sebuah simbol dan sebuah
tanda dari kenyataan bahwa ia telah terselesaikan.
Peran Individu di Dalam Sejarah G.V. Plekhanov Halaman 57

Kami berpikir bahwa Monod mempertentangkan satu sama


lain terutama karena dia terbawa oleh semboyan lamban.
Banyak kaum evolusionis moderen yang senang dengan
semboyan ini. Secara psikologis, semangat ini dapat
dipahami: secara tak terelakkan ia muncul di dalam ranah
moderasi dan kecermatan ... tetapi secara logika ia tidak
lolos pemeriksaan, seperti yang dibuktikan oleh Hegel.

Dan bukan hanya untuk kaum pelopor, bukan hanya


untuk orang-orang besar lapangan aktivitas yang luas ini
terbuka. Lapangan ini terbuka untuk siapapun yang punya
mata untuk melihat, telinga untuk mendengar, dan hati
untuk mengasihi tetangganya. Konsep besar adalah sebuah
konsep yang relatif. Dalam pengertian etis, setiap manusia,
meminjam frase Kitab Suci, yang mengorbankan nyawanya
untuk temannya adalah seorang yang besar.

Catatan:
[1]
N. K. Mikhailovsky, yang membalas artikel Kablitz dalam Literary
Notes for 1878 [Ed.]
[2]
Quietism adalah sebuah filosofi Kristen yang menyapu Prancis,
Italia, dan Spanyol pada abad ke-17, dimana diajarkan bahwa
manusia harus menarik keluar dirinya dari dunia, menolak
kehendak bebas, menjadi pasif, sebagai syarat untuk menjadi
sempurna. [Ed.]
[3]
Joseph Priestley (1733 1804) adalah ahli teologi, filsuf, ilmuwan,
dan ahli teori politik dari Inggirs. Dia dikenal sebagai ilmuwan yang
menemukan zat oksigen. [Ed.]
[4]
Richard Price (1723 1791) adalah seorang filsuf dan penulis
politik dari Inggris. Dia adalah republikan radikal yang aktif. [Ed.]
Peran Individu di Dalam Sejarah G.V. Plekhanov Halaman 58

[5]
Seorang Prancis dari abad ke-17 akan terkejut dengan kombinasi
materialisme dan dogma relijius ini. Namun di Inggris tidak
seorangpun akan mengira ini aneh. Priestly sendiri sangat relijius.
Negara lain, kebudayaan lain.
[6]
Kristen Keniscayaan adalah sebuah sekte Kristen yang
memandang bahwa kehendak manusia itu tidaklah bebas dan
bahwa makhluk bermoral tidak bertindak bebas tetapi mereka
bertindak sesuai dengan keniscayaan. [Ed.]
[7]
Gustave Lanson (1857 1934) adalah seorang sejarahwan dan
kritikus sastra dari Prancis. Dia mengajar di Sorbonne, Paris. Dia
adalah figur utama dalam reformasi sistem universitas pada awal
abad ke-20. [Ed.]
[8]
Bandingkan Historie de la litterature francaise Vol I darinya
[9]
Kaum Puritan adalah kelompok Protestan ekstremis pada abad
ke-16 dan 17, yang merasa bahwa Reformasi Inggris tidaklah
bergerak cukup jauh. [Ed.]
[10]
Diketahui dengan luas, menurut doktrin Calvin, bahwa semua
tindakan manusia sudah ditentukan oleh Tuhan: Yang kita maksud
dengan takdir adalah hukum abadi Tuhan, dimana dia sendiri telah
bersatwa apa yang sudah sepatutnya akan terjadi pada setiap
manusia. (Institutio, Buku III, Bab 5). Menurut doktrin yang sama
ini, Tuhan memilih hamba-hamba tertentu untuk membebaskan
rakyat yang tertindas. Seperti misalnya Musa, yang membebaskan
rakyat Israel. Semua menunjukkan bahwa Cromwell juga melihat
dirinya sebagai instrumen Tuhan: dia selalu menyebut tindakannya
sebagai buah dari kehendak Tuhan, dan mungkin, dia jujur percaya
bahwa tindakannya adalah buah kehendak Tuhan. Bagi dia, semua
tindakannya diwarnai oleh keniscayaan sebelumnya. Ini tidak
mencegah dia untuk berjuang demi kemenangan, ini bahkan
memberikan perjuangannya sebuah kekuattan yang besar.
[11]
Martin Luther (1483-1546) adalah seorang pastor Jerman dan
profesor teologi yang memulai Reformasi Protestan. [Ed.]
[12]
Hamlet adalah tokoh fiksi dalam drama Hamlet karya William
Shakespeare. [Ed.]
Peran Individu di Dalam Sejarah G.V. Plekhanov Halaman 59

[13]
Johann Fichte (1762 1814) adalah seorang filsuf Jerman. Dia
adalah figur pelopor dari gerakan filosofi yang dikenal sebagai
Idealisme Jerman. [Ed.]
[14]
Ini seperti halnya jarum kompas mendapatkan kepuasan
dengan berpaling ke timur, percaya bahwa gerakannya adalah
independen dari sebab-sebab lainnya, dan tidak sadar akan
gerakan magnet yang tidak terlihat. Leibnitz, Theodicee, Lausanne,
1760, hal.598
[15]
Kaum Subjektivis adalah pengikut metode subjektif dalam
sosiologi, yang menyangkal karakter objektif dari hukum
perkembangan sosial dan mereduksi sejarah ke aktivitas-aktivitas
pahlawan-pahlawan, kepribadian-kepribadian hebat:. Pada paruh
kedua abad ke-19, metode subjektif dalam sosiologi diwakilkan di
Rusia oleh kaum Narodnik liberal, N.K. Mikhailovsky adalah salah
satu dari mereka. [Ed.]
[16]
Vissarion Belinsky (1811-1848) adalah seorang kritikus sastra
Rusia. [Ed.]
[17]
Kita akan mengutip satu contoh lainnya, yang secara jelas
mengilustrasikan bagaimana kuatnya semangat orang-orang seperti
ini. Dalam suratnya kepada gurunya, Calvin, Rene de France,
wanita bangsawan Ferra, menulis seperti berikut: Tidak, saya
belum melupakan apa yang kau tulis kepadaku: bahwa David
sangat membenci musuh-musuh Tuhan. Dan aku tidak akan pernah
bertindak berbeda, karena saya tahu bahwa sang Raja, ayahku,
sang Ratu, ibuku, almarhum Pangeran, suamiku (feu monsieur mon
mari) dan semua anak-anakku telah diasingkan oleh Tuhan, dan
aku akan membenci mereka dengan satu rasa benci yang
mematikan dan menyumpah mereka ke Neraka, dst. Sungguh
suatu enerji yang besar, yang menghancurkan, yang ditunjukkan
oleh orang-orang yang merasa seperti ini! Dan tetap saja orang-
orang ini menyangkal bahwa ada yang namanya kehendak bebas.
[18]
Plekhanov merujuk cerita karangan I.S. Turgenev, Hamlet of
Shchgrov Uyezd. [Ed.]
[19]
Monisme adalah sebuah filosofi yang melihat realitas sebagai
satu kesatuan yang didasari oleh satu prinsip.[Ed.]
Peran Individu di Dalam Sejarah G.V. Plekhanov Halaman 60

[20]
Keniscayaan menjadi kebebasan, bukan dengan menghilang,
tetapi hanya dengan ekspresi eksternal dari identitas internalnya,
Hegel, Wissenschaft der Logik(Sains dari Logika), Nurnberg, 1816,
zweites Buch, S.281
[21]
Seperti yang dikatakan Hegel di buku lain: Kebebasan adalah
tidak lain dari pernyataan tegas dari diri sendiri. (Philosophie der
Religion, di Wenke, Bd.12, S.198)
[22]
Acacii Acacievich adalah sebuah karakter di dalam ceritanya
Gogol, A Greatcoat (Sebuah Jubah Megah). [Ed.]
[23]
Dalam usaha kami untuk mencapai sebuah sintesa, kami
diantisipasi oleh Mr. Kareyev. Namun sayangnya dia tidak bergerak
lebih jauh daripada mengakui truisme bahwa manusia terdiri dari
nyawa dan tubuh.
[24]
Karl Lamprecht (1856-1915) adalah seorang sejarahwan dari
Jerman. Dia mempelajari sejarah Jerman dan Eropa, terutama
Zaman Pertengahan. [Ed.]
[25]
Otto van Bismarck (1815-1898) adalah Kanselir Jerman yang
pertama dari tahun 1871-1890. [Ed.]
[26]
Peperangan Franco-Prussia (1870-1871) adalah perang antara
Prancis dan Prussia, yang dimenangkan oleh Prussia dan
membawa penyatuan Jerman di bawah Raja Wilhem I. Perang ini
juga lalu menyebabkan pemberontakan di Paris yang dikenal
sebagai Komune Paris pada tahun 1871. [Ed.]
[27]
Mengesampingkan esai-esai filosofi dan sejarah Lamprecht yang
lainnya, kami merujuk pada esainya, Der Ausgang
des geschichtswissenschaftlichen Kampfes, Die Zukunft, 1897,
No.41.
[28]
Gabriel Monod (1844-1923) adalah seorang sejarahwan Prancis.
[Ed.]
[29]
Henri Pirenne (1862-1935) adalah seorang sejarahwan
terkemuka dari Belgia. Dia adalah ahli sejarah zaman pertengahan
Eropa, terutama Belgia. [Ed.]
Peran Individu di Dalam Sejarah G.V. Plekhanov Halaman 61

[30]
Francois Pierre Guillaume Guizot (1787-1874) adalah seorang
sejarahwan, orator, dan negarawan dari Prancis. Dia menjabat
sebagai Perdana Menteri Prancis pada tahun 1847-1848 di bawah
raja Louis Phillipe. Lalu pada tanggal 23 Februari 1848
pemerintahannya ditumbangkan oleh sebuah Revolusi yang
membawa Republik Prancis Kedua. [Ed.]
[31]
Francois Mignet (1796-1884) adalah seorang jurnalis dan
sejarahwan dari Prancis. Bersama Adolphe Thiers, dia menemukan
koran liberal Le National pada tahun 1830 sebelum ditutup oleh
Louis-Napoleon Bonaparte pada kudetanya tahun 1851. [Ed.]
[32]
Augustin Thierry (1795-1856) adalah seorang sejarahwan dari
Prancis. Dia adalah pemeluk erat visi dari Saint Simon, tokoh
sosialis utopis, dan menjadi sekretarisnya. [Ed.]
[33]
Alexis de Tocqueville (1805-1859) adalah seorang sejarahwan
dan negarawan dari Prancis, yang terkenal dengan
karyanya Democracy in America. [Ed.]
[34]
Giovanni Battista Vico (1668-1744) adalah seorang filsuf politik
dan sejarahwan dari Itali. [Ed.]
[35]
Charles Montesquieu (1689-1755) adalah pemikir politik dan
sejarah yang hidup di Abad Pencerahan. Dia adalah pelopor
pemisahkan kekuasaan pemerintahan menjadi eksekutif, legislatif,
dan yuridis. [Ed.]
[36]
Johann Gottfried Herder (1744-1803) adalah filsuf, ahli teologi,
dan kritikus sastra dari Jerman. Pada umur 17 dia menjadi murid
Immanuel Kant. Di akhir karirnya, dia mendukung Revolusi Prancis
1789 yang membuatnya dimusuhi oleh kolega-koleganya. [Ed.]
[37]
Gabriel Bonnot de Mably (1709-1785) adalah filsuf, sejarahwan,
dan politisi Prancis. [Ed.]
[38]
Dalam mitologi Yunani, Minos adalah raja Crete [Ed.]
[39]
Lycurgus (800 SM 730 SM) adalah tokoh legendaris Sparta
yang mengubah masyarakat Sparta menjadi masyarakat militer.
[Ed.]
Peran Individu di Dalam Sejarah G.V. Plekhanov Halaman 62

[40]
Oeuvres Compltes de labb de Mably, London 1783 (Vol.IV), 3,
14-22, 24 et 192.
[41]
Lysander [meninggal 395 SM] adalah seorang jendral Sparta
yang berhasil menaklukan Athena dan menguasai Yunani. [Ed.]
[42]
Ibid., hal.101.
[43]
Periode Restorasi adalah periode terjadinya restorasi Monarki
setelah Revolusi. [Ed.]
[44]
Bandingkan surat pertamanya dalam l'Histoire de
France denganlEssai sur le genre dramatique srieux pada jilid
pertama dari Oeuvres compltes de Beaumarchais.
[45]
Revolusi Prancis 1789 adalah revolusi borjuis di Prancis yang
menumbangkan feodalisme. Revolusi ini adalah revolusi borjuis
termegah dan paling berpengaruh di dalam sejarah Eropa. [Ed.]
[46]
Francois-Rene de Chateaubriand (1768-1848) adalah sastrawan,
politisi, dan diplomat Prancis. Dia dianggap sebagai pelopor
Romantisme dalam sastra Prancis. [Ed.]
[47]
Oeuvres compltes de Chateaubriand, Paris 1804, VII, hal.58.
Kami juga merekomendasikan halaman selanjutnya kepada para
pembaca; seorang mungkin berpikir bahwa ini ditulis oleh Tuan N.
Mikailevsky.
[48]
Cf. Considrations sur lhistoire de France, lampiran dari Rcits
des temps Mrvingiens, Paris 1840, hal.72.
[49]
Dalam tinjauanya terhadap edisi ketiga dari Sejarah Revolusi
Prancis karya Mignet, Sainte-Beuve mengkaraterisasikan sikap
sejarahwan terhadap figur-figur besar seperti berikut ini: Di
hadapan emosi popular yang luas dan besar yang harus dia
gambarkan, dan di hadapan keimpotenan dan ketidakberdayaan
yang dialami oleh para jenius yang paling hebat dan para bajik yang
paling suci ketika massa rakyat bangkit, dia [Mignet] menjadi
kasihan terhadap manusia sebagai individu, dan hanya bisa melihat
di dalam mereka, dalam keterisolasinya, kelemahan mereka, dan
tidak mengijinkan mereka untuk mampu mengambil tindakan-
tindakan efektif, selain bersama-sama dengan massa.
Peran Individu di Dalam Sejarah G.V. Plekhanov Halaman 63

[50]
Charles Augustin Sainte-Beuve (1804-1869) adalah kritikus
sastra dan salah satu figur utama dalam sejarah sastra Prancis.
[Ed.]
[51]
Peperangan Suksesi Austria (1740-1748) adalah perang yang
melibatkan hampir semua kerajaan di Eropa kecuali Polandia-
Lituania. Perang ini dipercik dengan dalih bahwa Maria Theresa dari
Austria tidak bisa mengambil tampuk kerajaan Habsburg dari
ayahnya, Charles VI, karena dia adalan perempuan, walau pada
kenyataannya ini hanyalah alasan bagi Prussia dan Prancis untuk
merebut Austria. Perang ini selesai dengan Austria kehilangan
daerah Silesia kepada Prussia. [Ed.]
[52]
Louis XV (1710-1774) adalah raja Prancis dari tahun 1715, yakni
semenjak berumur lima tahun, hingga tahun 1774. Di bawah
kekuasaannya, Prancis mengalami kekalahan pada Perang Tujuh
Tahun dan kehilangan koloninya di Amerika Utara. [Ed.]
[53]
Perdamaian Aix-la-Chapelle adalah perdamaian yang diteken
pada 18 Oktober 1748 untuk menutup Peperangan Suksesi Austria.
[Ed.]
[54]
Perang Tujuh Tahun (1754-1763) adalah perang besar di Eropa
yang melibatkan semua kekuatan Eropa. Dengan korban antara
900.000 hinggal 1.400.000, perang ini membawa perubahan besar
dalam perimbangan kekuatan di Eropa. Perang ini adalah antara
koalisi Prusia dan Inggris melawan koalisi Austria, Prancis, Russia,
Swedia, dan Saxoni. Perang berakhir dengan Perdamaian Prancis
yang mengakhiri posisi Prancis sebagai kekuatan koloni besar di
benua Amerika. [Ed.]
[55]
Madame Pompadour atau Jeanne Antoinette Poisson (1721-
1764) adalah mistress (istri) utama dari Raja Louis XV dari tahun
1745 hingga 1750. [Ed.]
[56]
Maria-Theresa (1717-1780) adalah satu-satunya penguasa
wanita dari Kebangsawanan Habsburg. Dia berkuasa semenjak
ayahnya Kaisar Charles VI meninggal pada tahun 1840. [Ed.]
[57]
Yang lain mengatakan bahwa ini adalah kesalahan Broglie yang
tidak menunggu temannya, karena dia tidak ingin berbagi kejayaan
kemenangan dengannya. Ini tidak mengubah apapun, karena ini
tidak mengubah hasil akhir.
Peran Individu di Dalam Sejarah G.V. Plekhanov Halaman 64

[58]
Mirabeau (1749-1791) adalah seorang jurnalis, diplomat, dan
politisi Prancis. Selama Revolusi Prancis, dia adalah seorang
moderat dan anggota partai monarki konstitusional. [Ed.]
[59]
Maximilien Robespierre (1758-1794) adalah tokoh ternama
dalam Revolusi Prancis 1789. Dia mewakilkan sayap kiri radikal dari
Revolusi Prancis (Jacobin) yang tidak berkompromi dengan kaum
aristokrasi. Dia akhirnya dieksekusi oleh reaksi Thermidor. [Ed.]
[60]
Napoleon Bonaparte (1769-1821) adalah seorang pemimpin
militer dan Kaisar Prancis. Pada tanggal 9 November 1799, dia
melakukan kudeta terhadap Republik Prancis yang lahir dari
Revolusi Prancis 1789 dimana dia mengangkat dirinya sebagai
Kaisar Prancis. [Ed.]
[61]
Histoire de France, 4th edition, XV, 520-21.
[62]
Baca Memoires de madame du Haliffet, Paris, 1824, 181.
[63]
La ve en France sous le premier Empire, de Broc, Paris, 1895,
35-36.
[64]
Kaum Girondis adalah representasi dari kelas borjuis besar pada
saat Revolusi Prancis 1798. Mereka berayun-ayun antara
demokrasi dan monarki. [Ed.]
[65]
Thermidor adalah istilah yang digunakan Trotsky untuk merujuk
pada kaum birokrasi Soviet yang telah mengkhianati Revolusi
Oktober. Secara lebih umum, Thermidor menandai epos dimana
rakyat mulai letih dan elemen-elemen yang lebih konservatif dan
birokratis mengambil alih kendali revolusi. Istilah ini diambil dari
konter-revolusi yang terjadi menyusul Revolusi Prancis 1789. Pada
tanggal 27 Juli 1794 (Thermidor ke-9), pemerintahan Jacobin yang
revolusioner digulingkan oleh elemen-elemen yang lebih
konservatif, dan ini berakhir dengan perebutan kekuasaan oleh
Napoleon Bonaparte pada tanggal 19 November 1799. Napoleon
menproklamirkan dirinya sebagai Kaisar seumur hidup dan
mengubur hampir semua pencapaian Revolusi Prancis. [Ed.]
[66]
Thermidor, Floral, Prairial, Messidor, Brumaire, dst. adalah
nama-nama bulan dair kalender Republikan yang diperkenalkan
oleh Konvensi 1793. [Ed.]
Peran Individu di Dalam Sejarah G.V. Plekhanov Halaman 65

[67]
Brumaire XVIII (9 November 1799) adalah hari kudeta yang
dilakukan oleh Napoleon Bonaparte. Pemerintahan Direktorat
digantikan oleh Konsulat, dan lalu digantikan oleh Kerajaan. [Ed.]
[68]
Pemerintahan Direktorat adalah pemerintahan yang dibentuk di
Prancis setelah kudeta 9 Thermidor (27 Juli). Pemerintahan ini
beranggotakan lima Direktur yang memegang kekuatan eksekutif,
dan berlangsung dari 2 November 1795 hingga 10 November 1799
ketika ia ditumbangkan oleh Napoleon Bonaparte. [Ed.]
[69]
La ve en France sous le premier Empire, de Broc, Paris, 1895,
35-36.
[70]
St. Helena adalah pulau pengasingan Napoleon Bonaparte
dimana dia akhirnya meninggal. [Ed.]
[71]
Keluarga Dinasti Bourbon (1272 - ) adalah sebuah keluarga
ningrat Eropa yang memegang takhta kerajaan di Prancis, Spanyol,
Naples, Sicily, dan Parma. [Ed.]
[72]
Louis Phillipe (1773-1850) adalah Raja Prancis dari tahun 1830-
1848, yang ditumbangkan oleh Revolusi 1848 yang membentuk
Republik Prancis kedua. [Ed.]
[73]
Mungkin Napoleon akan berangkat ke Rusia, yang mana dia
bermaksud ke sana beberapa tahun sebelum Revolusi. Di sana,
tidak diragukan, dia akan meraih ketenaran dalam melawan orang-
orang Turki atau Caucasian, tetapi di sana tidak akan ada yang
berpikir bahwa perwira yang miskin ini, tetapi berbakat, dapat
menjadi penguasa dunia di bawah kondisi yang menguntungkan.
[74]
Baca Histoire de France, V. Durey, Paris, 1893,11, 524-25.
[75]
Dalam masa kekuasaan Louis XV, hanya satu perwakilan dari
estate ketiga, Chevert, yang dapat naik ke pangkat letnan jendral.
Pada masa kekuasaan Louix XVI, bahkan lebih sulit bagi anggota
estate ini untuk meniti karir militer. Baca Rambeaud, Histoire de la
civilisation franaise, 6th edition, II, 226.
[76]
Histoire de la Peinture en Italie, Paris, 1889, 23-25.
[77]
Terburg, Brower dan Rembrandt lahir pada 1608; Adrain Van-
Ostade dan Ferdinand Bol lahir pada 1610; Van der Holst dan
Peran Individu di Dalam Sejarah G.V. Plekhanov Halaman 66

Cerard Dow lahir pada 1615; Wouwermann lahir pada 1620;


Werniks, Everdingen dan Painaker lahir pada 1621; Bergham lahir
pada 1624 dan Paul Potter 1629; Jan Steen lahir pada 1626;
Ruisdal dan Metsu lahir pada 1630; Van der Haiden lahir pada
1637; Hobbema lahir pada 1638 dan Adrian Van der Velde lahir
pada 1639.
[78]
Shakespeare. Beaumont, Fletcher, Jonson, Webster, Massinger,
Ford, Middleton dan Heywood, yang muncul pada waktu yang
sama, atau saling menyusuli, mewakili generasi baru yang, karena
posisinya yang menguntungkan, tumbuh subur di tanah yang telah
dipersiapkan oleh usaha-usaha dari generasi sebelumnya.
Taine, Histoire de la littrature anglaise, Paris, 1863, I, 468.
[79]
Ibid., I, 5.