Anda di halaman 1dari 8

Bab 5

KERANGKA DASAR PENYUSUNAN


DAN PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN SYARIAH

SOAL-SOAL LATIHAN:
1. Jelaskanlah tujuan Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan
Keuangan Syariah bagi penyusun standar, penyusun laporan keuangan, auditor,
dan para pemakai laporan keuangan!
untuk memperluas cakupannya sehingga tidak hanya untuk transaksi syariah
pada bank syariah, melainkan juga pada jenis institusi bisnis lain, baik yang
berupa entitas syariah maupun entitas konvensional yang bertransaksi dengan
skema syariah
Pemberian informasi dan peningkatan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip

syariah
Pemberian informasi pemenuhan kewajiban fungsi sosial entitas syariah
Tujuan kerangka dasar ini adalah untuk digunakan sebagai acuan bagi:
a. Penyusun standar akuntansi keuangan syariah, dalam pelaksanaan tugasnya membuat

standar.
b. Penyusun laporan keuangan, untuk menaggulangi masalah akuntansi syariah yang

belum diatur dalam standar akuntansi keuangan syariah.


c. Auditor, dalam memberikan pendapat mengenai apakah laporan keuangan disusun

sesuai dengan prinsip akuntansi syariah yanh berlaku umum.


d. Para pemakai laporan keuangan, dalam menafsirkan informasi yang disajikan dalam

laporan keuangan yang disusun sesuai dengan standar akuntansi keuangan syariah

2. Uraikanlah maksud paradigma transaksi syariah.


Transaksi syariah berlandaskan pada paradigma bahwa alam semesta diciptakan
oleh Tuhan sebagai amanah dan sarana kebahagiaan hidup bagi seluruh umat
manusia untuk mencapai kesejahteraan hakiki secara material maupun spiritual.
Paradigma dasar ini menekankan bahwa setiap aktivitas umat manusia memiliki
akuntabilitas dan nilai ilahiah yang menempatkan perangkat syariah dan akhlak
sebagai parameter baik dan buruk, benar dan salahnya aktivitas usaha
3. Jelaskanlah apa yang dimaksud dengan azas ukhuwah, adalah, mashlahah,
tawazun dan syumuliyah beserta kaitannya dengan akuntansi.
Asas Transaksi Syariah

Transaksi syariah berasaskan pada prinsip :

a. Persaudaraan (ukhuwah).

Prinsip persaudaraan (ukhuwah) esensinya merupakan nilai universal yang

menata interaksi sosial dan harmonisasi kepentingan para pihak untuk

kemanfaatan secara umum dengan semangat saling tolong menolong.

b. Keadilan (adalah).

Prinsip keadilan (adalah) esensinya menempatkan sesuatu hanya pada

tempatnya dan memberikan sesuatu hanya pada yang berhak serta

memperlakukan sesuatu sesuai posisinya.

c. Kemaslahatan (maslahah).

Prinsip kemaslahatan (maslahah) yang diakui harus memenuhi dua unsur yakni

kepatuhan syariah (halal) serta bermanfaat dan membawa kebaikan (thayib)

dalam semua aspek secara keseluruhan yang tidak menimbulkan kemudharatan.

d. Universalisme (syumuliyah).

Prinsip universalisme (syumuliyah) esensinya dapat dilakukan oleh, dengan, dan

untuk semua pihak yang berkepentingan (stakeholder) tanpa membedakan suku,

agama, ras, dan golongan, sesuai dengan semangat kerahmatan semesta

(rahmatan lil alamin).

e. Keseimbangan (tawazun).
Prinsip keseimbangan (tawazun) esensinya meliputi keseimbangan aspek

material dan spiritual, aspek privat dan publik, sektor keuangan dan sektor riil,

bisnis dan sosial, dan keseimbangan aspek pemanfaatan dan pelestarian.

4. Transaksi syariah dapat berupa komersial dan non-komersial, Jelaskanlah kedua


bentuk transaksi tersebut.

Transaksi syariah dapat berupa aktivitas bisnis yang bersifat komersial maupun
aktivitas sosial yang bersifat nonkomersial. Transaksi syariah komersial (yang
bertujuan untuk memperoleh keuntungan baik secara langsung maupun tidak
langsung) dilakukan antara lain berupa:
1. investasi untuk mendapatkan bagi hasil
2. jual beli barang untuk mendapatkan laba
3. pemberian layanan jasa untuk mendapatkan imbalan.

Transaksi syariah non komersial dilakukan antara lain berupa: (tidak)


1. pemberian dana pinjaman atau talangan (qardh)
2. penghimpunan dan penyaluran dana sosial seperti zakat, infak, sedekah,
wakaf, hibah

5. Sebutkanlah pihak-pihak yang membutuhkan laporan keuangan


Pihak Yang Membutuhkan Laporan Keuangan
Pihak Internal :
1. Pemilik perusahaan
2. Manager atau pimpinan perusahaan
3. Karyawan
Pihak Eksternal
1. Investor
2. Pemberi pinjaman
3. Pemasok atau kreditor usaha lainnya
4. Pelanggan
5. Pemerintah
6. Masyarakat

6. Jelaskanlah apa yang dimaksud dengan pemberi dana qardh dan informasi
apakah yang diperlukannya dari laporan keuangan?
Qardh adalah pinjaman uang. Pinjaman qardh biasanya diberikan oleh bank
kepada nasabahnya sebagai fasilitas pinjaman talangan pada saat nasabah
mengalami overdraft. Fasilitas ini dapat merupakan bagian dari satu paket
pembiayaan lain, untuk memudahkan nasabah bertransaks
7. Jelaskanlah apa yang dimaksud dengan pemilik dana syirkah temporer dan
informasi apakah yang diperlukannya dari laporan keuangan?
Dana Syirkah Temporer adalah dana yang diterima sebagai investasi dengan
jangka waktu tertentu dari individu dan pihak lainnya di mana entitas syariah
mempunyai hak untuk mengelola dan menginvestasikan dana tersebut dengan
pembagian hasil investasi berdasarkan kesepakatan
8. Jelaskanlah apa yang dimaksud dengan pemilik dana titipan dan informasi
apakah yang diperlukannya dari laporan keuangan?
penitipan dana antara pihak pemilik dana dengan pihak penerima titipan yang
dipercaya untuk menjaga dana tersebut
Karena dengan prinsip wadiah, uang atau dana dari nasabah hanya sekedar di
titipkan di Bank saja. Jadi, secara teoretis, bank tidak dapat menggunakan dana
titipan untuk investasi.
9. Jelaskan informasi yang diperlukan oleh pembayar dan penerima zakat, infak,
sedekah dan wakaf?
Pembayar dan penerima zakat, infak, sedekah dan wakaf. Pembayar dan
penerima zakat, infak, sedekah dan wakaf, serta mereka yang berkepentingan
akan informasi mengenai sumber dan penyaluran dana tersebut
10. Jelaskanlah kepentingan pengawas syariah terhadap laporan keuangan
perusahaan?
Memastikan dan mengawasi kesesuaian kegiatan operasional Bank terhadap
fatwa yang telah ditetapkan oleh DSN-MUI.
2. Menilai aspek syariah terhadap pedoman operasional. Dan produk yang
dikeluarkan Bank.
3. Memberikan opini dari aspek syariah terhadap pelaksanaan operasional
Bank secara keseluruhan dan laporan publikasi Bank.
4. Mengkaji produk dan jasa baru yang belum ada fatwa untuk dimintakan
fatwa kepada DSN-MUI.
. Menyampaikan hasil pengawasan syariah sekurang-kurangnya setiap 6 bulan
kepada Direksi, Komisaris, DSN-MUI dan Bank Indonesia.

11. Apakah tujuan utama dan tujuan lain laporan keuangan syariah?
tujuan laporan keuangan syariah adalah menyediakan informasi yang
menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu
entitas syariah yang bermanfaat bagi sejumlah besar pengguna dalam
pengambilan keputusan ekonomi.
Menyediakan informasi keuangan
Menyediakan informasi kepatuhan terhadap prinsip syariah (sharia
compliance)
Menyediakan informasi mengenai pemenuhan tanggungjawab sosial.
mengingkatkan kepatuhan terhadap prinsip syariah dalam semua transaksi dan
kegiatan usaha;
informasi kepatuhan entitas syariah terhadap prinsip syariah, serta informasi aset,
kewajiban, pendapatan dan beban yang tidak sesuai dengan prinsip syariah, bila
ada dan bagaimana perolehan dan penggunaannya;
informasi untuk membantu mengevaluasi pemenuhan tanggung jawab entitas
syariah terhadap amanah dalam mengamankan dana, menginvestasikannya pada
tingkat keuntungan yang layak; dan
informasi mengenai tingkat keuntungan investasi yang diperoleh penanam modal
dan pemilik dana syirkah temporer; dan informasi mengenai pemenuhan
kewajiban (obligation) fungsi sosial entitas syariah, termasuk pengelolaan dan
penyaluran zakat, infak, sedekah, dan wakaf.

12. Apakah yang dimaksud dengan asumsi dasar akrual?


setiap transaksi dan pristiwa yang terjadi baik yang sudah dilalui maupun yang
akan terjadi harus diakui pada saat pelaporan keuangan dibuat (bukan hanya
pada saat kas atau setara kas diterima atau dibayar).
13. Apakah yang dimaksud dengan asumsi kelangsungan usaha!
setiap transaksi dan pristiwa yang terjadi baik yang sudah dilalui maupun yang
akan terjadi harus diakui pada saat pelaporan keuangan dibuat (bukan hanya
pada saat kas atau setara kas diterima atau dibayar).
14. Jelaskanlah empat karakteristik kualitatif informasi keuangan syariah!
Dapat Dipahami
Setiap laporan keuangan yang disusun dan disajikan hendaknya harus
memenuhi karakteristik ini yaitu mudah dipahami. Salah satu yang mendasari
kualitas mudah dipahami ini laporan keuangan harus berdasarkan standar
akuntansi yang berlaku, dalam hal ini Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan
(PSAK)
2. Relevan
Maksud dari karakteritik ini adalah bahwa setiap informasi yang ada didalam
laporan keuangan harus berhubungan dengan tujuan disusun dan disajikan nya
laporan keuangan. Jangan sampai informasi-informasi yang tidak berguna bagi
pengguna laporan keuangan dimasukan kedalam laporan keuangan.

3. Keandalan
Setiap laporan keuangan harus memperhatikan kualitas dari informasi yang
disampaikan, dalam arti informasi tersebut harus akurat, benar, sesuai dengan
kenyataan, tidak dibuat-buat atau di poles sedemikian rupa hanya untuk
memuaskan pihak-pihak tertentu.

Salah satu cara agar laporan keuangan itu andal adalah dengan diterapkannya
PSAK dalam penyusunan, penyajian, pengungkapan laporan keuangan.

4. Dapat dibandingkan
Salah satu alasan bahwa laporan keuangan harus disusun dan disajikan dengan
menggunakan PSAK adalah karena laporan keuangan tersebut harus dapat
dibandingkan antara laporan keuangan dari satu perusahaan dengan laporan
keuangan perusahaan lainnya.

15. Dalam bentuk apakah manfaat ekonomi masa depan dalam suatu aset mengalir
dalam entitas syariah?
Manfaat ekonomi masa depan yang terwujud dalam aset adalah potensi dari aset
tersebut untuk memberikan sumbangan, baik langsung maupun tidak langsung,
arus kas dan setara kas kepada entitas syariah
16. Dengan cara apakah penyelesaian kewajiban suatu entitas syariah dapat
dilakukan di masa depan?
(a) pembayaran kas; (b) penyerahan aset lain; (c) pemberian jasa; (d)
penggantian kewajiban tersebut dengan kewajiban lain; atau (e) konversi
kewajiban menjadi ekuitas
17. Apakah yang dimaksud dengan dana syirkah temporer?
Dana Syirkah Temporer adalah dana yang diterima sebagai investasi dengan
jangka waktu tertentu dari individu dan pihak lainnya di mana entitas syariah
mempunyai hak untuk mengelola dan menginvestasikan dana tersebut dengan
pembagian hasil investasi berdasarkan kesepakatan.
18. Sebutkanlah beberapa contoh dana syirkah temporer?
Dana syirkah temporer adalah dana yang diterima sebagai investasi dengan
jangka waktu tertentu dari individu dan pihak lainnya dimana entitas syariah
mempunyai hak untuk mengelola dan menginvestasikan dana tersebut dengan
pembagian hasil investasi berdasarkan kesepakatan. Contoh dana syirkah
temporer adalah penerimaan dana dari investasi mudharabah mutthalaqah,
mudharabah muqayyad, musytarakah. Dana syirkah temporer tidak dapat
digolongkan sebagai kewajiban karena entitas syariah tidak berkewajiban ketika
mengalami kerugian untuk mengembalikan jumlah dana awal dari pemilik dana
kecuali akibat kelalaian atau wanprestasi entitas syariah. Dana syirkah temporer
juga tidak dapat digolongkan sebagai ekuitas karena mempunyai waktu jatuh
tempo dan pemilik dana tidak mempunyai hak kepemilikan yang sama dengan
pemegang saham, seperti hak voting dan hal atas realisasi keuntungan yang
berasal dari aset lancar dan aset non investas
19. Kenapa dana syirkah temporer tidak dapat digolongkan sebagai kewajiban
maupun ekuitas?
Dana syirkah temporer tidak dapat digolongkan sebagai kewajiban karena
entitas syariah tidak berkewajiban ketika mengalami kerugian untuk
mengembalikan jumlah dana awal dari pemilik dana kecuali akibat kelalaian
atau wanprestasi entitas syariah. Dana syirkah temporer juga tidak dapat
digolongkan sebagai ekuitas karena mempunyai waktu jatuh tempo dan pemilik
dana tidak mempunyai hak kepemilikan yang sama dengan pemegang saham,
seperti hak voting dan hal atas realisasi keuntungan yang berasal dari aset lancar
dan aset non investas
20. Jelaskan apa yang dimaksud dengan penghasilan, beban dan hak pihak ketiga
atas bagi hasil!
Penghasilan yaitu kenaikan manfaat ekonomi selama suatu priode akuntansi
dalam bentuk pemasukan atau penambahan aset atau penurunan kewajiban yang
mengakibatkan kenaikan ekuitas yang tidak berasal dari kontribusi penanam
modal (KDPPLKS).
Beban,
Beban yaitu penurunan manfaat ekonomi selama suatu priode akuntansi dalam
bentuk arus keluar atau berkurangnya aset atau terjadinya kewajiban yang
mengakibatkan penurunan ekuitas yang tidak menyangkut pembagian pada
penanam modal (KDPPLKS).
Hak Pihak Ketiga Atas Bagi Hasil,
Hak pihak ketiga atas bagi hasil yaitu bagian bagi hasilpemilik dana atas
keuntungan dan kerugian hasil investasi bersama entitas syariah dalam suatu
priode laporan keuangan. hak pihak ketiga atas bagi hasil merupakan alokasi
keuntungan dan kerugian kepada pemilik dana atas investasi yang dilakukan
bersama dengan entitas syariah.
21. Kapankah suatu aset diakui?
Aset diakui dalam neraca jika besar kemungkinan bahwa manfaat ekonomi
dimasa depan diperoleh entitas syariah dan aset tersebut memiliki nilai atau
biaya yang dapat diukur dengan handal.
22. Kapankah suatu kewajiban diakui?
Kewajiban diakui dalam neraca jika besarkemungkinan bahwa pengeluaran
sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi akan dilakukan untuk
menyelesaikan kewajiban sekarangdan jumlah yang harus diselaikan dapat
diukur secara andal
23. Kapankah dana syirkah temporer diakui?
Pengakuan dana syirakah temporer dalam neraca hanya dilakukan jika entitas
syariah memilki kewajiban untuk mengembalikan dana yang diterima melalui
pengeluaran sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan jumlah yang
harus diselesaikan dapat diukur secara handal.
24. Kapankah suatu penghasilan diakui?
Pengukuran penghasilan diakuai dalam laporan laba rugi jika kenaikan manfaat
ekonomi masa depan yang berkaitan dengan peningkatan aset atau penurunan
kewajiban telah terjadi dan dapat diukur.
25. Kapankah suatu beban diakui?
Pendapatan diakui bila besar kemungkinan manfaat ekonomi masa depan akan
mengalir ke perusahaan dan manfaat dapat diukur dengan andal