Anda di halaman 1dari 17

BAGIAN DUA

Infrastruktur Teknologi Informasi

Bab 5 Bab 7

Infrastruktur TI dan Perkembangan Telekomunikasi, Internet, dan


Teknologi Teknologi Nirkabel

Bab 6 Bab 8

Dasar-Dasar Intelijensi Bisnis: Melindungi Sistem Informasi


Database dan Manajemen Informasi

Bagian 2 memberikan dasar-dasar teknis dalam memahami sistem informasi dengan


membahas perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), database (basis
data), dan teknologi jaringan bersama dengan berbagai perangkat serta teknik untuk
mengamankan dan mengendalikan. Bagian ini akan menjawab pertanyaan-
pertanyaan sebagai berikut: Teknologi seperti apa yang diperlukan organisasi bisnis
saat ini untuk menyelesaikan pekerjaannya? Apa yang perlu saya ketahui tentang
teknologi ini untuk memastikan bahwa mereka betul-betul meningkatkan kinerja
perusahaan tersebut? Bagaimana teknologi ini mengubah masa depan? Teknologi
dan prosedur apa yang diperlukan untuk menjamin sistem tersebut aman dan dapat
dipertanggung jawabkan.
Bab 5

Infrastruktur TI dan Perkembangan Teknologi


TUJUAN PEMBELAJARAN GARIS BESAR BAB

Setelah membaca bab ini, Anda diharapkan mampu 5.1 INFRASTUKTUR TI


Mendefinisikan Infrastuktur TI
menjawab pertanyaan pertanyaan berikut.
Evolusi Infrastuktur TI
Teknologi Pendorong dalam Evolusi
1. Apa yang dimaksud dengan infrastruktur TI Infrastuktur
dan apa saja komponennya ? 5.2 KOMPONEN INFRASTUKTUR
2. Sebutkan tahapan teknologi yang mendorong
Platform Perangkat Keras Komputer
Platform Sisetem Operasi
evolusi infrastuktur TI ? Aplikasi Perangkat Lunak Perusahaan
3. Jelaskan tren terkini platform perangkat keras Pengelolaan dan Penyimpanan Data
Platform Jaringan / Telekomunikasi
computer ?
Platform Internet
4. Jelaskan tren terkini platform perangkat lunak Layanan dan Konsultasi Integrasi Sistem
computer ? 5.3 TREND PLATFORM TERKINI
UNTUK PERANGKAT KERAS
5. Apa saja tantangan dalam mengelola
Platform Digital Mobile Baru
infrastuktur TI dan solusi manajemen ? Konsumerisasi dari TI dan BYOD
Komputasi Grid
Virtualisasi
Cloud Computing
Green Computing
Prosesor Hemat Energi dengan Kinerja
Prima
Autonomic Computing
5.4 TREND PLATFORM TERKINI
UNTUK PERANGKAT LUNAK
Linuk dan Perangkat Lunak Open Source
Perangkat Lunak untuk Web : Java,
HTML, dan HTML5
Jasa Web dan Arsitektur Berorientasikan
Pelayanan
Jasa Alih Daya Perangkat Lunak dan
Cloud Services
5.5 ISU MANAJEMEN
Berkaitan dengan Perubahan Infrastuktur
dan Platform
Sesi Interaktif: Manajemen dan Tata Kelola
Berinvestasi secara Bijak di Bidang
Mungkinkah Menggunakan Iphone Infrastuktur
untuk Bekerja? MODUL PENELURUSAN PEMBELAJARAN
Bagaimana Cara Kerja Perangkat Keras
Pusat Pengolahan Data Ramah dan Perangkat Lunak Komputer
Lingkungan: Apakah Baik Untuk Service Level Agreement
Bisnis? Open Source Software Initiative
Membandingkan Tahapan Tahapan
dalam Evolusi Infrastuktur Cloud
Computing
ANGKATAN DARAT MEROMBAK INFRASTRUKTUR TI-NYA

D
epartemen Pertahanan AS memerlukan lebih banyak teknologi informasi daripada
banyak organisasi lainnya di dunia - $38.4 miliar dalam tahun fiscal 2012,
tepatnya. Dengan keseluruhan pemerintahan federal AS berada di bawah tekanan
untuk menurunkan pemakaian, maka kemiliteran telah diperintahkan untuk memangkas
anggaran infrastruktur TI-nya sebesar 30 persen.

Pertama, Pentagon harus menurunkan jumlah pusat data (situs yang didedikasikan
untuk pemrosesan komputer, penyimpanan data, dan jaringan) yang dipertahankannya.
Jumlah pusat data milik pemerintahan federal telah bertambah sangat pesat, naik dari 423
pada 1992 menjadi 2.094 pada 2011. Para ahli meyakini bahwa banyak dari pusat data
tersebut yang kurang dimanfaatkan dan melebihi anggaran, dengan hanya 27 persen dari
kapasitas mereka yang benar-benar dimanfaatkan. Semua pusat data pemerintah AS telah
menghabiskan data sekitar $450 juta untuk biaya listrik semata. Kantor Manajemen dan
Anggaran (Office Of Management and Budget) mengidentifikasi 800 pusat data akan
ditutup pada 2015, menghemat dana yang diproyeksikan sebesar $3.5 miliar tahunan.

Angkatan darat diperintahkan untuk menutup 185 pusat datanya, dengan cabang-
cabang lain dari kemiliteran yang diminta untuk menutup beberapa dari pusat data mereka
pula. Sebagai tambahan untuk menurunkan jumlah pusat datanya, maka manajemen
angkatan darat telah diinstruksikan untuk menghapus 50 persen dari aplikasi perangkat
lunak yang ada. Angkatan darat telah menjalankan sekitar 10.000 aplikasi pada 24.000
server yang diperkirakan, meskipun ini hanya sebatas apa yang kita ketahui tentang hal
tersebut. Mungkin bisa lebih. Angkatan darat akan mengonsolidasikan dan
mengoptimalkan jaringannya yang sangat banyak dan melakukan pembelian teknologi
informasi yang lebih ekonomis dengan menggunakan lisensi seluruh perusahaan serta
menangani bersama-sama dengan seluruh cabang kemiliteran lainnya dan keseluruhan
Departemen Pertahanan. Apalagi, semua biaya infrastruktur teknologi informasi tersebut
diharapkan untuk diturunkan tanpa mengurangi kapabilitas dari teknologi informasi
kemiliteran, waktu tanggapan dan keamanan.

Semua hal ini tentunya terdengar seperti permintaan yang sullit. Bagaimana hal ini
dapat diselesaikan? Dimana memulainya? Pertaman-tama, Angkatan Darat perlu untuk
memulai perhitungan. Memerlukan untuk menempatkan dan mengidentifikasi semua pusat
datanya dan seluruh peralatan komputasi yang mereka muat. Angkatan Darat juga
mengidentifikasi tiap-tiap aplikasi perangkat lunaknya, dan mencari tahu di mana mereka
berada, siapa yang akan membayar mereka, dan yang mana salah satunya yang akan
dihapuskan. Ketika telah selesai semuanya, maka Angkatan Darat harus menentukan mana
aplikasi yang harus diselenggarakan dan mempertahankan lokasl yang berarti bagi
keseluruhan perusahaan Departemen Pertahanan (Defense Information Systems Agency
DISA). DISA meyediakan layanan TI bagi seluruh cabang kemiliteran, meliputi layanan
cloud pribadi yang mampu memilih pusat server, mengoperasionalkan sistem, dan aplikasi
perangkat lunak. Strategi pertama DISA dari Departemen Pertahanan meminta seluruh
cabang dan agensinya untuk pertama-tama mencoba menyelenggarapan aplikasi dan data
DISA, jika semua memungkinkan. Pusat data dari Angkatan Darat semata akan menjadi
upaya yang terakhir.

Untuk menyelenggarakan aplikasi secara total, maka Angkatan Darat akan mencoba
untuk menggunakan virtualisasi, yang memungkinkan bagi banyak aplikasi untuk
dijalankan dengan server yang sama. Pada masa sebelumnya, server yang terpisah sering
kali dikerahkan untuk aplikasi tunggal sehingga server tersebut hanya digunakan sebagian
kecil dari kapasitasnya. Dengan virtualisasi, maka lebih sedikit server yang akan digunakan
untuk menyelesaikan sejumlah perkerjaan yang sama.

Infrastruktur TI yang baru dari kemiliteran meliputi perangkat mobile komersial.


Departemen Pertahanan melakukan percobaan lebih dari 50 program pilot mobile, meliputi
memperlengkapi para perjabat kemiliteran dengan iPad dan smartphone, di medan
pertempuran. Keamanan merupakan suatu tantangan yang utama. Perangkat mobile dan
sistem operasional harus cukup aman untuk mengakses jaringan yang diklasifikasikan
dengan aman dan digunakan untuk menjalankan misi sistem komando. Angkatan Darat
berada dalam proses untuk mengevaluasi perangkat mobile dan mengoperasionalkan sistem
keamanan seiring dengan teknik pembuktian seperti, pengenalan wajah dan sidik jari.

Untuk Angkatan Darat dan keseluruhan kemiliteran AS, hasil akhirnya harus berupa
sistem yang lebih sedikit untuk mengelola dan mempertahankannya, menurunkan biaya
secara dramatis, lebih banyak sistem yang secara keseluruhan melayani keseluruhan
Departemen Pertahanan dan lebih banyak pembagian informasi bagi keseluruhan cabang
kemiliteran-Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, dan Marinir. Kemiliteran
AS dan anggaran TI-nya menjadi lebih kecil, tetapi keseluruhan perbaikan infrastuktur akan
membuatnya menjadi lebih mengaktifkan kekuatan tempurnya.

P engalaman dari kemiliteran AS mengilustrasikan bagaimana infrastruktur TI


dari suatu organisasi dapat menjadi asset atau liabilitas. Teknologi yang tepat
pada harga yang tepat akan meningkatkan kinerja organisasional. Namun, Angkatan Dasar
seiring dengan kemiliteran lainnya dan keseluruhan pemerintah federal dibebani oleh
infrastruktur TI yang sangat mahal, sulit untuk digunakan, serta infrastruktur yang
mencegah Angkatan Darat dari pengoperasionalannya secara lebih efisien dan lebih efektif
yang dapat dimilikinya.

Diagram kasus pembuka bab menarik perhatian ktia terhadap poin-poin penting
yang dikemukakan oleh kasus ini dan bab ini. Pemerintah AS berada di bawah tekanan
untuk menurunkan pengeluaran, meliputi kemiliteran dan sistem militer. Angkatan Darat
diperintahkan untuk menghapuskan 185 pusat data 50 persen dari aplikasi perangkat
lunaknya, serta memindahkan sebanyak mungkin untuk berbagi layanan komputasi cloud.

Pemimpin Angkatan Darat dan manajer TI harus melakukan inventarisasi atas


seluruh aset TI angkatan darat, serta mengidentifikasi aplikasi perangkat lunak dan pusat
data yang tidak diperlukan. Mereka harus menemukan bagaimana cara untuk menjalankan
sistem operasi bagi Angkatan Darat dengan lebih sedikit perangkat keras computer atau
berbagi DISA dalam lingkungan komputasi cloud. Mereka juga harus mengidentifikasi
aplikasi (penerapan) dan sumber daya yang dapat dibagikan diantara seluruh cabang
kemiliteran. Dengan menggunakan komputasi cloud dan virtualisasi, mereka dapat
mencapai tujuan-tujuan tersebut.

Meningkatkan dan memoderisasi infrastruktur TI kemiliteran merupakan pekerjaan


yang sedang berlangsung. Teknologi-teknologi yang baru harus secara terus-menerus
dievaluasi, serta Departemen Pertahanan dan angkatan bersenjata masih berusaha untuk
mencari tahu bagaimana mengintegrasikan teknologi mobile ke dalam infrastruktur TI
mereka. Apakah yang diperlihatkan dalam kasus ini bahwa dengan membuat infrastruktur
TI-nya menjadi lebih mudah dikelola, maka Angkatan Darat dapat menurunkan biaya tanpa
mengorbankan keefektifan operasionalnya. Hal ini dapat melakukan lebih banyak dengan
mengurangi.

Di sini ada beberapa pertanyaan untuk dipikirkan lebih lanjut: Bagaimana


infrastruktur TI Angkatan Darat memengaruhi kemampuannya untuk beroperasional?
Bagaimana cabang lainnya dari kemiliteran dapat menerima manfaat dari perbaikan
infrastruktur Angkatan Darat?

Tantangan Bisnis

Memonitor level layanan dan biaya Manajemen


Merencanakan infrastruktur TI yang baru
Melakukan investasi infrastruktur TI

Mengimplementasikan perubahan buaya


Menciptakan pemrosesan ke seluruh Organisasi Sistem Solusi
perusahaan Informasi Bisnis
Menghilangkan pusat data
Mengimplementasikan virtualisasi
Menyebarkan layanan komputasi cloud
Menyebarkan handset mobile dan
sistem operasional Teknologi
Mengimplementasikan berbagi layanan
teknologi
5.1 INFRASTRUKTUR TI

P
ada Bab 1, kita mendefinisikan infrastruktur teknologi informasi (TI) sebagai
berbagai sumber daya teknologi yang menyediakan platform bagi aplikasi
(penerapan) sistem informasi spesifik bagi perusahaan. Sebuah infrastruktur TI
meliputi investasi dalam perangkat keras, perangkat lunak, dan layanan seperti konsultasi,
pendidikan dan pelatihan yang dibagikan meluas ke seluruh perusahaan atau meluas ke
seluruh unit bisnis didalam perusahaan. Infrastruktur TI suatu perusahaan menyediakan
fondasi untuk melayani pelanggan, bekerja dengan para pemasok, dan mengelola proses
bisnis internal perusahaan (llihat Gambar 5.1)

Dalam memasok perusahaan dengan infrastruktur TI (perangkat keras dan


perangkat lunak) pada 2012 diperkirakan menjadi sebuah industri dengan nilai $3.6 triliun
ketika telekomunikasi, perlengkapan jaringan, dan jasa telekomunikasi (internet, telepon,
dan transmisi data) termasuk didalamnya. Ini tidak memasukkan TI dan proses bisnis jasa
konsultasi terkait, yang menambahkan $400 miliar lainnya. Investasi dalam infrastruktur
bertanggung jawab atas pengeluaran teknologi informasi antara 25 hingga 50 persen dalam
perusahaan-perusahaan besar, yang dipimpin oleh perusahaan jasa finansial di mana
investasi atas TI mereka lebih dari setengah terhadap keseluruhan modal investasinya.

MENDEFINISIKAN INFRASTRUKTUR TI

Suatu infrastruktur TI terdiri atas serangkain perangkat fisik dan aplikasi perangkat lunak
yang diperlukan untuk mengoperasionalkan keseluruhan perusahaan. Namun, infrastruktur
TI juga merupakan rangkain dari layanan keseluruhan perusahaan yang dianggarkan oleh
manajemen serta terdiri atas kapabilitas manusia dan teknis. Layanan-layanan ini meliputi
hal sebagai berikut.

Menghitung platform yang digunakan untuk menyediakan layanan komputasi yang


menghubungkan karyawan, pelanggan, dan pemasok ke dalam lingkungan digital
yang terkoordinasi meliputi mainframes besar, computer kelas menengah, desktop
dan komputer laptop, serta mobile genggam dan layanan komputasi cloud jarak
jauh.

Gambar 5.1 HUBUNGAN DIANTARA PERUSAHAAN, INFRASTRUKTUR TI,


DAN KAPABILITAS BISNIS

Layanan suatu perusahaan adalah kemampuan untuk menyediakan kepada pelanggannya, pemasok,
dan karyawan yang memiliki fungsi secara langsung terhadap infrastruktur TI-nya. Idealnya,
infrastruktur ini harus mendukung bisnis dan strategi sistem informasi perusahaan. Teknologi
informasi yang baru memiliki dampak yang sangat kuat terhadap bisnis dan strategi TI, demikian
pula halnya dengan layanan yang dapat disediakan kepada pelanggan.

Jasa telekomunikasi menyediakan konektivitas data, suara, dan video kepada


karyawan, pelanggan, dan pemasok.
Layanan manajemen data menyimpan dan mengelola data korporat serta
memberikan kapabilitas untuk menganalisis data.
Layanan penerapan perangkat lunak, meliputi layanan perangkat lunak secara
online, yang memberikan kapabilitas keseluruhan perusahaan, seperti perencanaan
sumber daya perusahaan, manajemen hubungan pelanggan, menajemen rantai
pasokan, dan sistem manajemen pengetahuan yang dibagikan oleh seluruh unit
bisnis.
Layanan manajemen fasilitas fisik yang mengembangkan dan mengelola instalasi
fisik yang diperlukan untuk komputasi, telekomunikasi, dan layanan manajemen
data.
Layanan manajemen TI yang merencanakan dan mengembangkan infrastruktur,
berkoordinasi dengan unit bisnis untuk layanan TI, mengelola pembukuan bagi
pengeluaran TI, dan menyediakan layanan manajemen proyek.
Layanan standar TI yang menyediakan perusahaan dan unit bisnisnya dengan
kebijakan menentukan manakah teknologi informasi yang akan digunakan, kapan,
dan bagaimana.
Layanan pendidikan TI yang menyediakan pelatihan dalam penggunaan sistem
kepada para karyawan dan menawarkan pelatihan kepada manajer mengenai
bagaimana merencanakan dan mengelola investasi TI.
Layanan penelitian dan pengembangan TI yang menyediakan kepada perusahaan
dengan penelitian atas proyek TI dan investasi potensial pada masa mendatang yang
dapat membantu perusahaan dalam mendiferensiasikan dirinya sendiri dalam
kondisi pasar.

Perspektif mengenai platform layanan ini akan membuat lebih mudah dalam memahami
nilai bisnis yang disediakan oleh infrastruktur investasi. Sebagai contoh, nilai yang
sesungguhnya dari bisnis yang terisi penuh dengan komputer pribadi yang beroperasional
dengan kapasitas 3 gigahertz biayanya sekitar $1.000 dan koneksi internet berkecepatan
tinggi, sulit untuk memahami tanpa mengetahui siapa yang akan menggunakannya dan
bagaimana akan dipergunakan. Namun, ketika kita melihat pada layanan yang disediakan
oleh perangkat-perangkat tersebut, nilai mereka akan menjadi lebih terlihat : PC yang baru
memungkinkan untuk membebankan biaya yang tinggi yang dilakukan oleh karyawan
sebesar $100.00 per tahun untuk menghubungkan ke seluruh sistem utama dari perusahaan
dan internet public. Layanan internet yang berkecepatan tinggi menyelamatkan karyawan
tersebut sekitar satu jam per hari dalam mengurangi waktu tunggu untuk memperoleh
informasi dari internet. Tanpa PC dan koneksi internet tersebut, maka nilai dari salah
seorang karyawan ini bagi perusahaan akan berkurang setengah.
EVOLUSI INFRASTRUKTUR TI

Infrastruktur TI dalam organisasi saat ini merupakan hasil dan proses evolusi selama 50
tahun dalam platform komputasi. Terdapat lima tahap dalam evolusi ini, masing-masing
merepresentasikan suatu konfigurasi yang berbeda mengenai daya dan elemen infrastruktur
(lihat Gambar 5.2). Lima era adalah mainframe umum dan komputasi minicomputer,
komputer pribadi, jaringan klien/server, komputasi perusahaan, serta komputasi
perusahaan, serta komputasi cloud dan mobile.

Teknologi teknologi yang mencirikan satu era juga dapat digunakan dalam periode waktu
berbeda untuk tujuan-tujuan lainnya. Sebagai contoh, beberapa perusahaan masih
menjalankan sistem mainframe tradisional atau menggunakan mainframe komputer dengan
server yang sangat besar yang mendukung situs web besar dan aplikasi perusahaan
korporat.

Era Mainframe Umum dan Komputer Mini: (1959 hingga Sekarang)

Pengenalan dari IBM 1401 dan 7090 yang dilengkapi dengan mesin transistor pada 1959
menandai permulaan dari penggunaan komersial yang meluas dari komputer mainframe.
Pada 1965, komputer mainframe ini benar-benar berdiri sendiri dengan diperkenalkannya
IBM 360. Seri 360 merupakan computer komersial pertama dengan sistem operasional
dahsyat yang dapat menyediakan time sharing, multitasking, dan memori virtual dalam
modem yang lebih canggih, IBM telah mendominasi komputasi mainframe sejak saat itu.
Komputer mainframe menjadi cukup ampuh dalam mendukung ribuan terminal-terminal
jarak jauh secara online yang terhubung pada mainframe yang dipusatkan dengan
menggunakan protokol komunikasi perorangan dan lini data perorang.

Era mainframe merupakan suatu periode komputasi yang sangat terpusat di bawah kendali
dari pemrogram professional dan operator sistem (biasanya dalam pusat data korporat),
dengan sebagian besar elemen dari infrastruktur disediakan oleh pemasok tunggal, pabrikan
dari perangkat keras, dan perangkat lunak.

Pola ini mulai berubah dengan diperkenalkannya komputer mini (minicomputers) yang
diproduksi oleh Digital Equipmnt Corporation (DEC) pada 1965. Komputer mini milik
DEC (PD-II dan berikutnya mesin VAX) menawarkan mesin yang lebih dahsyat dengan
harga yang jauh lebih murah daripada mainframe milik IBM, memungkinkan komputasi
yang terdesentralisasi, disesuaikan untuk keperluan spesifik dari departemen individual atau
unit bisnis alih-alih berbagi pada sebuah mainframe tunggal raksasa. Dalam tahun-tahun
belakangan ini, komputer mini telah berevolusi menjadi komputer ukuran menengah atau
server ukuran menengah dan bagian dari suatu jaringan
Gambar 5.2 ERA DALAM EVOLUSI INFRASTRUKTUR TI

Tahapan Evolusi Infrastruktur TI

Mainframe/Komputer
Mini (1959-Sekarang)

PC
(1981-Sekarang)

Klien/Server
(1983-Sekarang)

Server Pusat
Perusahaan
(1992-Sekarang)

Cloud Computing
(2000-Sekarang)

Apa yang digambarkan di sini adalah konfigurasi komputasi yang memiliki karakteristik umum dari 5 era pada evolusi infrastruktur TI
Era Komputer Pribadi: (1981 hingga Sekarang)

Meskipun komputer pribadi (personal computer-PC) yang sesungguhnya muncul 1970


(Xerox Alto, MTS Altair 8800, dan Apple I dan II, hanya disebutkan beberapa saja), mesin-
mesin tersebut hanya didistribusikan secara terbatas diantara para penggemar komputer.
Keberadaan dari PC IBM pada 1981 mulai dianggap sebagai permulaan dari era PC, karena
mesin ini adalah mesin pertama yang digunakan perusahaan-perusahaan di AS. Pada
awalnya, sistem-sistem ini menggunakan sistem operasi DOS, bahasa perintah yang
didasarkan pada teks, dan berikutnya sistem operasi Microsoftt Windows, dan komputer
Wintel PC (perangkat lunak dengan sistem operasi Windows pada sebuah komputer dengan
prosesor mini intel) menjadi standar untuk komputer pribadi desktop. Pada 2012,
diperkirakan terdapat 1,2 miliar PC di dunia, dan 300 juta PC baru di seluruh dunia terjual
tiap tahunnya. Sembilan puluh persen diantaranya menggunakan sistem operasi Windows
dan 20 persennya menggunakan Macintosh OS. Dominasi Wintel pada platform komputer
semakin menyusut akibat meningkatnya penjualan iPone dan Android. Hampir 1 miliar
orang di penjuru dunia menggunakan smartphone dan sebagian besar dari mereka
mengakses internet lewat perangkat genggam mereka.

Berkembangnya PC pada 1980-an dan awal 1990-an meluncurkan serangkaian perangkat


produktivitas untuk PC desktop-pengolah data, spreadsheet, program presentasi elektronik,
dan pogram manajemen data berukuran kecil-yang sangat berharga bagi para pengguna di
perusahaan dan rumah. PC tersebut merupakan sistem yang berdiri sendiri (standalone)
hingga perangkat lunak sistem operasi pada 1990-an mampu membuatnya tersambung ke
jaringan.

Era Klien/Server (1983 hingga Sekarang)

Pada komputasi klien/server (client/server computing), desktop maupun laptop yang


disebut klien (client) terhubung dengan sebuah komputer server prima yang menyediakan
berbagai layanan dan kemampuan bagi komputer klien. Proses pekerjaan pada komputer
ini dibagi ke dalam 2 jenis mesin komputer ini. Komputer klien berperan sebagai titik
masuk data dari pengguna, dimana komputer server berperan dalam mengolah dan
menyimpan data, menjalankan laman web, dan mengelola aktivitas jaringan. Istilah
server mengacu pada aplikasi perangkat lunak dan fisik komputer di mana aplikasi
jaringan dijalankan. Server tersebut dapat berupa mainframe, namun saat ini, server
komputer biasanya berupa PC dengan versi yang lebih unggul, sebagai akibat
Gambar 5.3 JARINGAN KLIEN/SERVER BERTINGKAT (N-BERTINGKAT)

Pada jaringan klien/server bertingkat permintaan klien untuk layanan ditangani oleh tingkatan server yang berbeda

semakin murahnya harga cip (chips) dan sering kali menggunakan beberapa prosesor dalam
satu komputer server tersebut.

Jaringan klien/server yang paling sederhana terdiri atas sebuah komputer klien yang
terhubung dengan komputer server dengan tugas pemrosesan yang berbeda diantara kedua
jenis mesin tersebut. Konfigurasi semacam ini disebut two-tiered client/server architecture
(arsitektur klien/server dua tingkat). Jaringan klien/server yang paling sederhana ini dapat
ditemukan pada organisasi bisnis kecil, kebanyakan perusahaan-perusahaan besar memiliki
konfigurasi jaringan yang lebih rumit, arsitektur klien/server bertingkat (multitiered [N-
tier] client/server architecture) yang lebih kompleks (biasanya disebut N-tingkat) yang cara
kerja seluruh jaringannya dibagi secara merata pada beberapa tingkatan berbeda dari server,
bergantung pada layanan apa yang diminta (lihat Gambar 5.3)

Sebagai contoh, pada tingkat pertama, server web (web server) akan menjalankan laman
web sebagai respons atas permintaan layanan tersebut. Perangkat lunak yang terdapat pada
server web, bertanggung jawab untuk menemukan dan mengelola laman web yang
tersimpan. Jika komputer klien ingin mengakses sistem perusahaan (contohnya, daftar
produk atau informasi harga), permohonan akses tersebut diteruskan ke server aplikasi
(application server). Perangkat lunak server aplikasi menangani seluruh kegiatan aplikasi
antara pengguna dengan sistem bisnis perusahaan. Server aplikasi bisa juga berperan
sebagai server web sekaligus atau berperan sebagai server aplikasi secara khusus. Bab 6
dan 7 menyediakan penjelasan yang lebih terperinci tentang perangkat lunak yang
digunakan pada arsitektur klien/server bertingkat untuk e-commerce dan e-business.

Komputasi klien/server memungkinkan organisasi bisnis untuk mendistribusikan


pekerjaannya melalui rangkaian mesin yang lebih kecil dan hemat biaya, ketimbang
menggunakan sistem mainframe yang terpusat. Hasilnya adalah melonjaknya daya
komputasi dan aplikasi di seluruh perusahaan.

Novell NetWare adalah pemimpin industri jaringan klien/server sejak mulai


diperkenalkannya klien/server. Namun saat ini, Windows adalah pemimpin pangsa pasar di
bidang sistem operasi (Windows Server, Windows 8, Windows 7, dan Windows Vista)

Era Komputasi Perusahaan (1992-Sekarang)

Pada awal 1990-an, banyak perusahaan beralih ke perangkat standar aplikasi dan jaringan
yang memungkinkan mereka untuk mengintegrasikan jaringan dan aplikasi yang terpisah di
dalam perusahaannya ke dalam infrastruktur yang terdapat dalam perusahaannya. Dengan
semakin berkembangnya internet sebagai area komunikasi yang terpercaya sejak tahun
1995, organisasi bisnis mulai serius dalam menggunakan Transmission Control
Protocol/Internet Protocol (TCP/IP), untuk menggabungkan jaringan-jaringan mereka
yang terpisah. Kita akan mendiskusikan TCP/IP lebih terperinci pada Bab 7.

Sebagai akibat dari infrastruktur TI menghubungkan setiap bagian komponen komputer


berserta jaringan-jaringan yang lebih kecil menjadi sebuah jaringan sebesar lingkup
organisasi, maka informasi dapat mangalir dengan bebas di seluruh organisasi maupun
antar-organisasi. Infrastruktur TI dapat menghubungkan berbagai perangkat komputer
termasuk mainframe, server ,PC, dan perangkat komunikasi genggam termasuk
infrastruktur publik lainnya seperti sistem telepon, internet, dan layanan jaringan umum.
Infrastruktur perusahaan juga memerlukan perangkat lunak untuk menghubungkan aplikasi-
aplikasi yang terpisah dan memungkinkan data untuk mengalir dengan bebas ke bagian-
bagian bisnis yang berbeda seperti aplikasi perusahaan (lihat Bab 2 dan Bab 9) serta
layanan web (akan kita didiskusikan di Bagian 5.4)

Era Komputasi Cloud dan Mobile (2000-Sekarang)

Pertumbuhan kapasitas bandwith internet telah mendorong model konfigurasi klien-server


lebih maju, menuju apa yang disebut Model Cloud Computing. Cloud Computing
mengacu pada model komputasi yang menyediakan akses ke dalam sumber daya komputasi
yang terintegrasi dan boleh dibagikan (komputer, perangkat penyimpanan, aplikasi dan
layanan) melalui sebuah jaringan yang biasanya adalah internet. Sumber daya yang terdapat
pada cloud computing tersebut dapat diakses sesuai kebutuhan dari berbagai perangkat
yang terhubung di manapun, cloud computing merupakan bentuk komputasi yang paling
pesat pertumbuhannya, dengan biaya yang dikucurkan sebesar $109 miliar pada 2012 dan
akan mencapai $207 miliar pada akhir pada akhir tahun 2016 (Gartner, 2012).

Ribuan atau bahkan ratusan ribu computer terdapat pada pusat data perusahaan penyedia
cloud computing, di mana mereka dapat diakses lewat PC, laptop, tablet, smartphone, dan
perangkat lainnya yang terhubung dengan internet, dengan semakin banyaknya pengguna
individu dan perusahaan yang beralih ke platform mobile/alat komunikasi genggam. IBM,
HP, Dell, Amazon mengoperasikan pusat cloud computing berskala besar yang
menyediakan kemampuan komputasi, penyimpanan data, serta koneksi internet
berkecepatan tinggi bagi perusahaan yang ingin mengoperasikan infrastruktur yang
dimilikinya dari jarak jauh. Perusahaan perangkat lunak seperti Google, Microsoft, SAP,
Oracle, dan Salesforce.com menjual aplikasi perangkat lunak sebagai layanan jasa pada
internet.

Kita akan membahas cloud computing dan mobile computing secara lebih terperinci pada
Bagian 5.3. Penelusuran Pembelajaran menyertakan sebuah tabel berjudul perbandingan
tahapan-tahapan dalam evolusi infrastruktur TI, yang membandingkan setiap era beserta
dimensi infrastruktur yang diperkenalkannya.

TEKNOLOGI PENDORONG DALAM EVOLUSI INFRASTRUKTUR

Perubahan dalam infrastruktur TI seperti yang telah kita jelaskan sebelumnya berasal dari
pengembangan proses komputer, cip (chip) memori, perangkat penyimpanan,
telekomunikasi, beserta perangkat keras dan perangkat lunak dalam jaringan, serta
perangkat lunak yang dirancang untuk meningkatkan daya komputasi secara signifikan
sambil menekan biaya seacara signifikan pula. Mari kita simak bagian-bagian penting dari
perkembangan tersebut.

Hukum Moore dan Kekuatan Microprocessor

Pada 1965, Gordon Moore, direktur Penelitian dan Pengembangan Laboratorium


Semikonduktor di Fairchild, sebuah perusahaan pionir pabrikan sirkuit elektronis
terintegrasi, menulis di majalah Electronics sebagai berikut sejak pertama kali chip dengan
biaya produksi paling murah (biasanya transistor) meningkat 2 kali lipat setiap tahunnya.
Pernyataan tegas ini menjadi dasar Hukum Moore (Moores Law). Moore kemudian lebih
lanjut mengurangi tingkat pertumbuhan menjadi 2 kali lipat setiap 2 tahun.

Hukum ini kemudian akan diinterpretasikan dengan berbagai cara. Sedikitnya ada 3 variasi
dari Hukum Moore diantaranya: (1) Kemampuan microprocessor meningkat 2 kali lipat
setiap 18 bulan; (2) kemampuan komputasi meningkat 2 kali lipat setiap 18 bulan; dan (3)
harga komputasi berkurang setengahnya setiap 18 bulan.

Pertumbuhan jumlah transistor yang luar biasa serta kemampuan pemrosesan yang
dilengkapi dengan penurunan harga komputer yang signifikan, sepertinya masih akan terus
berlangsung. Perusahaan pabrikan cip (chip) terus memperkeil komponen-komponennya.
Saat ini jumlah transistor tidak lagi sebanding dengan jumlah rambut manusia, namun lebih
sesuai dengan jumlah virus.

Dengan menggunakan nanoteknologi, perusahaan pabrikan chip dapat memperkecil ukuran


transistor menjadi seukuran beberapa atom. Nanoteknologi (nanotechnology)
menggunakan atom-atom dan molekul individual untuk menciptakan chip komputer dan
peralatan lainnya yang ribuan kali lebih kecil, ketimbang teknologi yang ada saat ini.
Pabrikan chip mencoba untuk mengembangkan proses produksi yang dapat menghasilkan
tabung prosesor berukuran nano (berukuran amat sangat kecil) secara ekonomis, dengan
menggunakan teknologi ini. IBM sudah mulai menggunakan microprocessors dalam
penentuan produksi menggunakan teknologi ini.

Hukum Media Penyimpanan Digital Berkapasitas Besar

Teknologi kedua yang berperan dalam mendorong perubahan infrastruktur TI adalah


Hukum Media Penyimpanan Digital Berkapasitas Besar. Jumlah informasi digital terus
meningkat sebanyak 2 kali lipat setiap tahunnya (Gantz dan Reinsel, 2011;Lyman dan
Varian, 2003). Untungnya biaya penyimpanan informasi digital terus menurun secara
signifikan sekitar 100 persen tiap tahunnya.

Hukum Metcalfe dan Ekonomi Jaringan

Hukum Moore dan Hukum Media Penyimpanan Berkapasitas Besar membantu kita dalam
memahami mengapa sumber daya komputer saat ini begitu mudah diperoleh. Namun,
mengapa beberapa orang membutuhkan kinerja komputasi dan kapasitas penyimpanan
yang lebih andal? Jaringan ekonomi dan pertumbuhan internet akan menyediakan
jawabannya.
Robert Metcalf-penemu teknologi Ethernet local area network-mengklaim sejak tahun
1970 nilai dan kemampuan jaringan telah bertumbuh dengan pesat seiring bertambahnya
jumlah pengguna jaringan tersebut. Metcalfe dan banyak pihak lainnya mengacu pada skala
imbal balik yang terus meningkat yang menyatakan bahwa para anggota kelompok suatu
jaringan terus menerima orang untuk bergabung ke jaringan yang mereka miliki (baca: Jadi,
jumlah pengguna suatu jaringan bertambah banyak). Sementara itu, jumlah pengguna
jaringan terus bertambah secara tetap, nilai dari keseluruhan sistem bertumbuh secara
eksponensial (bukan berkali lipat melainkan perpangkatan) dan terus bertumbuh selamanya
seiring dengan peningkatan jumlah pengguna. Permintaan terhadap teknologi informasi
yang didorong oleh nilai sosial dan nilai bisnis jaringan digital telah meningkatkan jumlah
dan potensi hubungan diantara anggota jaringan tersebut.

Penurunan Biaya Komunikasi Internet

Teknologi keempat yang mendorong perubahan infrastruktur TI adalah penurunan biaya


komunikasi secara cepat dan pertumbuhan internet yang luar biasa. Diperkirakan sekitar
2.3 miliar manusia di dunia telah memiliki akses internet (Internet WorldStats,2012).
Akibat semakin menurunnya biaya komunikasi yang hamoir mendekati nilai 0 (nol/gratis),
penggunaan fasilitas komunikasi dan komputasi ikut membludak.

Untuk memperoleh manfaat dari nilai bisnis yang terasosiasi dengan internet, perusahaan
harus memperluas koneksi internetnya secara besar-besaran, termasuk diantaranya
pengadaan terknologi nirkabel, serta memperluas kemampuan jaringan klien/server mereka,
PC klien, sera perangkay ponsel mereka. Ada banyak alasan untuk memercayai tren ini
akan terus berlanjut.