Anda di halaman 1dari 7

4.2.1.

Perhitungan NPV

Dari diagram dan tabel cash flow diatas, dapat dihitung nilai kriteria
investasinya dengan menggunakan tingkat suku bunga bank yang berlaku adalah
10%.

Konsep NPV yang digunakan yakni perhitungan nntuk mendapatkan nilai


P (present value) jika diketahui nilai A (anual income/outcome) dan perhitungan
untuk mendapatkan nilai P (present value) jika diketahui nila F (future value).

Data untuk pengeluaran

i = 10 %

Po = Rp. 1.200.000

A pengeluaran = Rp. 600.000

P pengeluaran = Po + A pengeluaran (P/A, 10%, 10) + 60.000 + 60.000 (P/F,


10%, 3) + 60.000 (P/F, 10%, 6) + 60.000 (P/F, 10%, 9) +
120.000 (P/F, 10%, 5) + 120.000 (P/F, 10%, 10) + 750.000
(P/F, 10%, 10)

= Rp. 1.200.000 + Rp. 600.000 (6,145) + Rp. 60.000 + Rp.


60.000 (0,3021) + Rp. 60.000 (0,5645) +Rp. 60.000
(0,4241) + Rp. 120.000 (0,6209) + Rp. 120.000 (0,3855) +
Rp. 750.000 (0,3855)

= Rp. 1.200.000 + Rp. 3.687.000 + Rp. 60.000 + Rp. 18.126


+ Rp. 33.870 + Rp. 25.446 + Rp. 74.508 + Rp. 46.260 +
Rp. 289.125

= Rp. 5.434.335

Data untuk pendapatan

A pendapatan = Rp. 3.632.772

P pendapatan = A pendapatan (P/A, 10%, 10)

= Rp. 3.632.772 (P/A, 10%,10)

73
= Rp. 3.632.772 (6,145)

= Rp. 22.323.383

NPV = P pendapatan P pengeluaran

= Rp. 22.323.383- Rp. 5.434 .335

= Rp. 16.889.048

Nilai positif dari NPV menunjukkan kelayakan dari suatu


investasi.Semakin besar harga NPV, keuntungan yang akan dicapai semakin besar.
Hal ini berarti proyek instalasi biogas fixed dome sangat layak untuk dijalankan
dan nilai NPV yang besar menunjukkan keuntungan yang diperoleh besar.

4.2.2. Perhitungan IRR

Instalasi biogas dengan investasi sebesar Rp. 6.000.000 dan akan


memberikan keuntungan energi biogas Rp.3.632.772 selama 10 tahun dengan
MARR yang berlaku pada sistem kredit KPSBU sebesar 10%.

Dilakukan interpolasi uji coba pada i = 20% sebagai tingkat suku bungan
tinggi dan i = 5% sebagai tingkat suku bunga rendah

Pada i = 5%

Data untuk pengeluaran

Po = Rp. 1.200.000

A pengeluaran= Rp. 600.000

P pengeluaran= Po + A pengeluaran(P/A, 5%, 10) + 60.000 + 60.000 (P/F,


5%, 3) + 60.000 (P/F, 5%, 6) + 60.000 (P/F, 5%, 9) +
120.000 (P/F, 5%, 5) + 120.000 (P/F, 5%, 10) + 750.000
(P/F, 5%, 10)

= Rp. 1.200.000 + Rp. 600.000 (7,722) + Rp. 60.000 + Rp.


60.000 (0,8638) + Rp. 60.000 (0,762) +Rp. 60.000 (0,6446)
+ Rp. 120.000 (0,7835) + Rp. 120.000 (0,6139) + Rp.
750.000 (0,6139)

74
= Rp. 1.200.000 + Rp. 4.633.200 + Rp. 60.000 + Rp. 51.828
+ Rp. 45.720 + Rp. 38.676 + Rp. 94.020 + Rp. 73.668 +
Rp. 460.425

= Rp. 6.657.537

Data untuk pendapatan

A pendapatan = Rp. 3.632.772

P pendapatan = A pendapatan (P/A, 5%, 10)

=Rp. 3.632.772(P/A, 5%,10)

= Rp. 3.632.772(7,722)

= Rp. 28.052.265

NPV = P pendapatan P pengeluaran

= Rp. 28.052.265- Rp. 6.657 .537

= Rp. 21.394.728

Pada i = 20%

Data untuk pengeluaran

Po = Rp. 1.200.000

A pengeluaran = Rp. 600.000

P pengeluaran = Po + A pengeluaran (P/A, 20%, 10) + 60.000 + 60.000 (P/F,


20%, 3) + 60.000 (P/F, 20%, 6) + 60.000 (P/F, 20%, 9) +
120.000 (P/F, 20%, 5) + 120.000 (P/F, 20%, 10) + 750.000
(P/F, 20%, 10)

= Rp. 1.200.000 + Rp. 600.000 (4,192) + Rp. 60.000 + Rp.


60.000 (0,5787) + Rp. 60.000 (0,3349) +Rp. 60.000
(0,1938) + Rp. 120.000 (0,4019) + Rp. 120.000 (0,1615) +
Rp. 750.000 (0,1615)

75
= Rp. 1.200.000 + Rp. 2.515.200 + Rp. 60.000 + Rp. 34.722
+ Rp. 20.094 + Rp. 11.628 + Rp. 48.228 + Rp. 19.380 +
Rp. 121.125

= Rp. 4.030.377

Data untuk pendapatan

A pendapatan = Rp. 3.632.772

P pendapatan = A pendapatan (P/A, 20%, 10)

=Rp. 3.632.772(P/A, 20%,10)

= Rp. 3.632.772(4,192)

= Rp. 15.228.580

NPV = P pendapatan P pengeluaran

= Rp. 15.228.580- Rp. 4.030.377

= Rp. 11.198.203

Pada i = 5% NPVi = 5% = Rp. 21.394.728


Pada i = 20% NPVi = 20% = Rp. 11.198.203

Maka IRR :

IRR=i 1 [ NPV 1(i 2i 1)


( NPV 2NPV 1) ]
= 20% - [ 11.198.203(20 5 )
( 21.394 .72811.198.203) ]
= 20% - [ 11.198 .203
10.196 .525
x 15 ]
= 20 % - 0,165 %

= 19,835 %

76
Bila harga IRR lebih besar dari MARR, maka rencana investasi biogas ini
dapat diterima oleh masyarakat sebagai investor. Dalam hal ini nilai IRR yang
diperoleh adalah 19,835 %> MARR 10 %, oleh karena itu rencana proyek
instalasi biogas ini dapat diterima.

4.2.3. Perhitungan B/C ratio

Ppendapatan
BC Ratio =
Ppengeluaran

Rp . 22.323.383
=
Rp .5.434 .335

= 4,12

Salah satu kriteria kelayakan investasi yaitu BC Ratio> 1. Pada analisis


kelayakan investasi digester biogas ini diperoleh nilai BC Ratio = 4,12. Maka
berdasarkan kriteria benefit ratio maka proyek ini dikatakan layak.

4.2.4. Perhitungan payback period

Tabel 6.9. Perhitungan payback period

Investasi tahun ke- Investasi Proceed


0 - Rp. 6.000.000 Rp. 3.632.772
1 -Rp 2.367.228 Rp. 3.632.772
2 + Rp. 1.265.544 Rp. 3.632.772
3 + +
4 + +
5 + +

Tabel 6.9 diatas menjelaskan investasi yang belum tertutup pada akhir
tahun pertama yaitu Rp. 2.367.228. Dan akan tertutup pada bulan ke =

Rp . 2.367 .228
x 12 bulan = 7,8 bulan 8 bulan . Maka investasi
Rp. 3.632.772
diperkirakan akan tertutup seluruhnya pada bulan ke (12 + 8 bulan) = 20 bulan.

I. KESIMPULAN

77
1. Untuk memamfaatkan limbah peternakan secara optimal maka limbah
peternakan sapi KPSBU diolah menjadi biogas dan bioslurry. Jika kotoran
ternak yang telah dicampur air atau isian (slurry) dimasukkan ke dalam alat
pembuat biogas maka akan terjadi proses pembusukan yang terdiri dari dua
tahap, yaitu proses aerobik dan proses anaerobik. Pada proses aerobik
diperlukan oksigen dan hasil prosesnya berupa karbon dioksida (CO2). Proses
ini berakhir setelah oksigen di dalam alat ini habis. Selanjutnya proses
pembusukan berlanjut dengan tahap anaerobik untuk membentuk biogas.
2. Kriteria kelayakan investasi yaitu NPV, IRR, PB, B/C Ratio menunjukkan
hasil perhitungan yang sesuai standar sehingga proyek instalasi biogas ini
dianggap layak dan dapat memberikan mamfaat ekonomi yang baik.
- Diperoleh nilai NPV sebesar Rp. 16.889.048, nilai positif dari NPV
menunjukkan kelayakan dari suatu investasi. Semakin besar harga NPV,
keuntungan yang akan dicapai semakin besar. Hal ini berarti proyek
instalasi biogas fixed dome sangat layak untuk dijalankan dan nilai NPV
yang besar menunjukkan keuntungan yang diperoleh besar.

- Bila harga IRR lebih besar dari MARR, maka rencana investasi biogas ini
dapat diterima oleh masyarakat sebagai investor. Dalam hal ini nilai IRR
yang diproleh adalah 19,835 %> MARR 10 %, oleh karena itu rencana
poyek instalasi biogas ini dapat diterima.

- Salah satu kriteria kelayakan investasi yaitu BC Ratio > 1. Pada analisis
kelayakan investasi digester biogas ini diperoleh nilai BC Ratio = 4,12.
Maka berdasarkan kriteria benefit ratio maka proyek ini dikatakan layak.

- Perhitungan payback period menunjukkan investasi diperkirakan akan


tertutup seluruhnya pada bulan ke 20.

78
DAFTAR PUSTAKA

Brigham, E., Daves, R. 2004., Intermediate Financial Management, 8th edition.


Thomson South Western. USA.
Djoko, S. 2006. Program Bio Energi Pedesaan Biogas Skala Rumah Tangga.
Jakarta : Dirjen Pengolahan Hasil Pertanian.
Gerardi, Michael H., 2003. The Microbiology of Anaerobic Digesters. John Wiley
& Sons inc. New Jersey.
Haming, M., dan Basalamah, S. 2003. Studi Kelayakan Investasi Proyek dan
Bisnis, edisi pertama. Jakarta : Penerbit PPM.
Husnan, S., dan Pudjiastuti, E. 1994. Dasar-Dasar Manajemen Keuangan, edisi
pertama. Yogyakarta : UPP AMP YKPN.
Karki, B. 1996. Biogas Technology : A Training manual for Extention.
Kathmandu. Consolidated Management service Nepal.
Kwanchai, A. 1995. Prosedur Statistik Untuk Penelitian Pertanian. Jakarta :
Penerbit Universitas Indonesia.
Michael, C. 2005. Biogas from Energy and Agrowastes; Process Calculations for
Full Scale Digester. Greefich Limited. England.
Sartono, A. 1994. Manajemen Keuangan : Teori dan Aplikasi, edisi kedua.
Yogyakarta : BPFE.
Siswanto, S. 2000. Pembiayaan Investasi Proyek (Capital Budgeting), edisi
pertama. Jakarta : Damar Mulia Pustaka.
Tampubolon, P. 2005. Manajemen Keuangan, Konseptual, Problem dan Studi
Kasus , edisi pertama. Jakarta : Ghalia Indonesia.
Waskito, D. 2011. Analisis Pembangkit Listrik Tenaga Biogas dengan
Pemamfaatan Kotoran Sapi di Kawasan Usaha Peternakan Sapi. Tesis.
Fakutas Teknik, Program Magister Teknik Manajemen Energi Dan
Ketenagalistrikan. Universitas Indonesia. Salemba-Depok.
Wicaksono, R. 2014. Panduan Konstruksi Biogas Rumah. Jakarta : Penerbit
Yayasan Energi Indonesia.

79