Anda di halaman 1dari 4

MANA CSR-NYA

Corporate Social Responsibility (CSR) atau tanggungjawab sosial dan lingkungan

perusahaan dapat diartikan sebagai suatu tindakan/kegiatan yang dilakukan oleh

perusahaan (sesuai dengan kemampuan perusahaan tersebut) sebagai bentuk

tanggungjawab perusahaan terhadap sosial dan lingkungan disekitar wilayah aktivitas

perusahaan itu berada.

Bentuk kegiatan yang dapat dilakukan perusahaan mulai dari melakukan kegiatan

yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan perbaikan lingkungan,

pemberian beasiswa dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia,

pemberian dana untuk pemeliharaan fasilitas umum, sumbangan berbentuk fasilitas

umum yang berguna untuk masyarakat banyak dan bentuk-bentuk peran serta nyata

lainnya yang dapat dirasakan masyarakat.

Khusus bagi perusahaan yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya alam,

kewajiban untuk melaksanakan CSR diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 40

Tahun 2007 Pasal 74 ayat (1) yang berbunyi Perseroan yang menjalankan

kegiatannya dibidang dan/atau berkaitan dengan sumber daya alam wajib

melaksanakan tanggungjawab sosial dan lingkungan.

Menurut Prince of Wales International Bussiness Forum (Wibisono, 2007:119), ada

lima pilar dalam aktivitas Corporate Social Responsibility yaitu pertama, Building

Human Capital, perusahaan dituntut untuk melakukan pemberdayaan masyarakat dan

biasanya melalui kegiatan community development; kedua, Strengthening Economies,

perusahaan dituntut untuk tidak menjadi kaya sendiri sementara komunitas di

lingkungannya miskin, mereka harus memberdayakan ekonomi sekitar; ketiga,


Assessing Social Chesion, perusahaan dituntut untuk menjaga keharmonisan dengan

masyarakat sekitarnya agar tidak menimbulkan konflik; keempat, Encouraging Good

Governence, dalam menjalankan usahnya, perusahaan harus menjalankan tata kelola

usaha dengan baik; kelima, Protecting The Environment, perusahaan berupaya keras

menjaga kelestarian lingkungan.

Siapa dan Dimana Penerima Manfaat Kegiatan CSR

Jika merujuk pada arti CSR yang penulis kemukakan diawal tulisan ini, tentunya

penerima manfaat kegiatan CSR adalah masyarakat yang berada di sekitar wilayah

aktivitas perusahaan tersebut.

Bagi perusahaan yang hanya beraktivitas di satu wilayah tentunya dalam

menentukan sasaran penerima manfaat kegiatan CSR akan mudah karena hanya

beraktivitas di satu wilayah tentunya sasaran penerima manfaat kegiatan CSR adalah

masyarakat yang berada di wilayah aktivitas perusahaan tersebut, tetapi bagi perusahaan

yang mempunyai aktivitas lebih dari satu wilayah, apalagi berada dalam wilayah

administrasi yang berbeda, tentunya perusahaan berkewajiban untuk melaksanakan

kegiatan CSR di semua wilayah tempat perusahaan melakukan aktivitasnya tersebut.

Bagaimana dengan perusahaan pertambangan yang berada di kabupaten Natuna?

Pasca pembentukan kabupaten Kepulauan Anambas sebagai hasil pemekaran dari

kabupaten Natuna, kabupaten Natuna sebagai daerah penghasil minyak dan gas bumi

secara dejure diakui oleh pemerintah. Hal ini dapat dilihat dalam Keputusan Menteri

Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 0218 K/80/MEM/2011 tentang Penetapan

Daerah Penghasil dan Dasar Perhitungan Bagian Daerah Penghasil Pertambangan

Umum, Pertambangan Panas Bumi, Minyak Bumi dan Gas Bumi Untuk Tahun 2011

dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 222/PMK.07/2011 tentang Alokasi Dana Bagi
Hasil Sumber Daya Alam Pertambangan Minyak Bumi dan Gas Bumi Tahun

Anggaran 2011.

Pengakuan pemerintah pusat terhadap kabupaten Natuna sebagai daerah penghasil

minyak dan gas bumi ternyata tidak diikuti oleh perusahaan yang melakukan aktivitas

eksploitasi minyak dan gas bumi di kabupaten Natuna. Salah satunya ditandai dengan

tidak dilaksanakannya salah satu kewajiban perusahaan pertambangan tersebut, yaitu

melaksanakan tanggungjawab sosial dan lingkungan di wilayah kabupaten Natuna

sebagai tempat perusahaan tersebut melakukan aktivitas eksploitasi sumber daya alam

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 74 ayat (1) Undang-Undang Nomor 40 Tahun

2007.

Penyebab tidak dilakukannya CSR oleh perusahaan pertambangan disebabkan oleh

beberapa hal antara lain karena : pertama, base operational perusahaan pertambangan

tersebut tidak berada di wilayah kabupaten Natuna sehingga menyulitkan akses

stakeholders di kabupaten Natuna untuk mempertanyakan mengenai CSR perusahaan

pertambangan tersebut; kedua, sebagai akibat base operational perusahaan

pertambangan tersebut tidak berada di wilayah kabupaten Natuna, tentunya akan

menyulitkan juga bagi perusahaan pertambangan yang melakukan aktivitas eksploitasi

di wilayah kabupaten Natuna tersebut untuk merencanakan, melaksanakan, dan

mengawasi kegiatan CSR yang akan dilaksanakannya; ketiga, perusahaan

pertambangan tersebut tidak memahami dan menyadari bahwa aktivitas eksploitasi

sumber daya alam yang dilakukannya tersebut berada di wilayah kabupaten Natuna

sehingga perusahaan beranggapan tidak mempnyai kewajiban melaksanakan kegiatan

CSR di kabupaten Natuna; keempat, tidak adanya kebijakan pemerintah dalam hal ini

Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP-Migas) selaku pihak
yang bertanggungjawab terhadap kegiatan pertambangan minyak dan gas bumi terhadap

aturan dan mekanisme mengenai wilayah yang menjadi sasaran penerima manfaat CSR

dari perusahaan pertambangan.

Sebagai daerah yang dieksploitasi sumber daya alamnya, sangat pantas jika

kabupaten Natuna mengharapkan dan mempertanyakan keberadaan CSR perusahaan

pertambangan yang melakukan eksploitasi di daerahnya.

Permintaan Gubernur Kepulauan Riau H.M Sani kepada BP-MIGAS supaya dana

CSR tidak hanya untuk daerah penghasil tetapi juga daerah lainnya di provinsi

Kepulauan Riau sebagaimana yang diberitakan dalam situs www.haluankepri.com akan

menjadi seperti pepatah jauh panggang dari pada api, karena jangankan untuk

daerah lain yang ada di provinsi Kepulauan Riau, kabupaten Natuna saja sebagai

daerah yang telah dieksploitasi sumber daya alamnya dan ditetapkan sebagai daerah

penghasil minyak dan gas bumi saja tidak dapat menikmati CSR dari perusahaan

pertambangan yang telah melakukan aktivitas eksploitasi sumber daya alam di

daerahnya.

Mana CSR-nya?

Nama : Reza Effendi Nasution


Pekerjaan : Mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Riau
No. Hp : 081364284000