Anda di halaman 1dari 5

1.

Peluruhan Alfa
Pelutuhan alfa adalah peristiwa pelepasan secara spontan partikel alfa (4 atom
He) dari inti atom, yang utamanya terjadi untuk inti berat. Nukleon tunggal memiliki
energi pengikat, bahkan pada inti yang berat, sekitar 8 MeV dan umumnya tidak dapat
melepaskan diri dari nukleus.
Namun, dalam banyak kasus, secara energik dimungkinkan adanya sistem
terikat dari sekelompok nukleon untuk dipancarkan, karena energi pengikat sistem ini
meningkatkan total energi yang tersedia untuk proses tersebut. Probabilitas
pelepasan tersebut menurun dengan cepat sebanging dengan jumlah nukleon yang
dibutuhkan. Proses peluruhan yang paling signifikan adalah pemancaran 4 He Yaitu
sistem 2 proton dan 2 neutron. Berbeda dengan Inti cahaya lainnya, partikel yang
disebut alfa ini memiliki energi pengikat yang dangat besar (7 MeV / nukleon).

2. Pengertian Spektrometri Alfa


Spektrometri alpha adalah suatu cara analisis radioaktif pemancar alpha
berdasarkan pengukuran tenaga dari intensitas zarah alpha yang dipancarkan oleh
radioaktif tersebut. Tenaga sinar alpha yang terukur dipakai sebagai dasar analisis
kuantitatif.
Spektrometri alfa berhubungan dengan peluruhan -nuklei yang digambarkan
oleh Teori gamow dan efek tunnel. Menurut Gamow, kebolehjadian partikel alfa per
detik sama dengan jumlah tumbukan antara partikel alfa dengan barrier per detiknya.
Sedangkan efek tunnel adalah fenomena yang dialami objek, biasanya merupakan
partikel elementer yang melewati potential barrier walaupun tidak memiliki energi
yang cukup untuk menembusnya. Efek tunnel ini juga penting untuk reaksi fusi,
misalnya dalam nukleosintesis unsur kimia.
3. Beda dasar spek alfa dan spek gamma.
4. Prinsip kerja spek alfa
Dengan counter semikonduktor, energi radiasi alfa dapat ditentukan. Partikel
alfa mentransfer energinya ke semikonduktor melalui tumbukan inelastik, yang akan
menyebabkan pasangan elektron hole. Jumlah dari muatan ini sebanding dengan
energi partikel afa. Pembawa muatan dipisahkan dalam medan listik dan dikumpulkan
di semikonduktor dengan polaritas yang berlawanan. Sebuah preamplifier
mengintegrasikan arus dan menghasilkan pulsa voltase yang sebanding dengan energi
alfa. Analisis tinggi pulsa dilakukan dengan alat penganalisis multichannel (MCA) yang
terhubung ke komputer (PC).
5. Bagian bagian spek alfa dan fungsi masing masing bagian
Methods in assaying an alpha-active sample with high-resolution detection devices
and a multi-channel analyzer are reviewed. Aspects of source preparation, the
electronic setup, the measurement, the spectral appearance, and the evaluation of
spectra are discussed. In particular some special topics which must be considered for
reliable quantitative results are specifically treated.
Metode dalam menguji sampel alfa-aktif dengan perangkat deteksi resolusi tinggi dan
muti channel analyzer akan dibahas berikut ini, termasuk aspek persiapan sumber,
pengaturan elektronik, pengukuran, penampilan spektral, dan evaluasi spektrum.
a. Kualitas Sumber
Premis terpenting untuk spektrometri alfa resolusi tinggi adalah tersedianya
sumber yang baik yang seharusnya:
(Tak terbatas) tipis dan tanpa massa
Bentuk biasa, diketahui, dan dapat direproduksi
Lebih kecil di daerah daripada daerah aktif detektor
Baru (tidak ada kerugian sputtering atau recoil)
Pengaruh ketebalan sumber yang berbeda pada tampilan spektrum terukur
ditunjukkan pada Gambar. 1
b. Pengaturan elektronik

Ada 2 bagian dari blok diagram spektrometri alfa yang akan dibahas kali ini, yaitu
detektor dan elektronika linier untuk pemprosesan sinyal.
Detektor
Pada gambar bagian paling kiri, bisa berisi detektor seperti:

Surface Barrier Detector (SBD)


Detektor yang relatif murah ini yang memiliki permukaan sensitif hingga 20
cm2 yang merupakan perangkat ideal untuk setup sederhana dan cepat dimana
sumber-sumber kecil harus diuji dengan resolusi yang baik. Bergantung pada ukuran
detektor, resolusi unit kecil mungkin sama dengan 12 keV FWHM untuk partikel alfa
5,5 MeV. Resolusi SBD yang sangat besar akan berkisar 40-50 keV FWHM. Tegangan
bias yang diterapkan pada SBD biasanya berkisar antara 40 sampai 100 Volt dimana
polaritasnya positif atau negatif, tergantung pada jenis detektornya; Oleh karena itu,
sebaiknya dilakukan pemeriksaan manual untuk voltase dan polaritas sebelum
menerapkan tegangan bias. Juga, sebagian besar jenis SBD tidak boleh terkena cahaya
saat tegangan bias diterapkan karena SBD sangat sensitif terhadap cahaya dan akan
mengukur noise yang berlebihan pada energi rendah.

Ion-Implanted Silicon Detector (ISD)/PIPS

Jenis detektor ini adalah SBD dimana implantasi ion dan teknik passivasi
khusus dikombinasikan untuk membuat dioda dengan resolusi energi superiour.
Pembuatan ISD masih sedikit sulit dan detektor besar dengan resolusi bagus itu mahal.
Bergantung pada produsen, detektor ini dijual dengan merek dagang "PIPS", "Ultra"
atau "IPC / IPA". Detektor SBD dan ISD biasanya dioperasikan di bawah tekanan 0,1
Torr di ruang vakum.

Gridded Ionisation Chamber (GIC)

Jenis detektor ini adalah ruang ionisasi dimana kolektor diputar secara elektrik
oleh kisi dari volume di mana partikel alfa menyimpan energinya dan membuat
pasangan elektron / ion.
Pemprosesan sinyal analog
Sinyal detektor dimasukkan ke dalam pre-amplifier dimana suplai bias detektor
juga terhubung. Untuk mengurangi noise elektronik dan memperbaiki resolusi,
kabel dari detektor ke amplifier awal harus sesingkat mungkin dan terlindung
dengan baik. Pre-amplifier harus dipilih agar sesuai dengan kapasitansi detektor.
Sinyal keluaran dari pre-amplifier diberi umpan melalui kabel terlindung ke
amplifier linier yang memiliki sirkuit restorasi awal dan restorasi yang sesuai.
c. Analisis Spektra
Analisis kuantitatif spektrum alfa-partikel ditujukan untuk penentuan
Posisi puncak dalam satuan jumlah saluran dan daerah puncak dalam satuan
Penting. Kedua kuantitas tersebut harus ditentukan bersamaan dengan
ketidakpastian nilai-nilai ini. Dengan menggunakan data kalibrasi energi dan
efisiensi, informasi waktu dari pengukuran, dan perpustakaan nuklida, posisi dan
area ini kemudian diubah menjadi aktivitas mutlak nuklida yang terkandung di
dalam sumbernya
6. Contoh analisis unsur menggunakan spek alfa