Anda di halaman 1dari 16

Aplikasi Teknik Nuklir

Spektroskopi dan Spektrometri Partikel Alfa

Disusun Oleh :

Nama : Arbi Widiyantoro

NIM : 011400369

Jurusan : Teknokimia Nuklir

Prodi : Teknokimia Nuklir

Semester : VI

JURUSAN TEKNOKIMIA NUKLIR

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR

BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL YOGYAKARTA

2017
KATA PENGANTAR

Segala puji dan rasa syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT. Karena atas
berkat dan rahmat-Nya serta hidayah-Nya penulis dapat menyusun dan
menyelesaikan makalah yang berjudul Aplikasi Teknik Nuklir Spektroskopi
Dan Spektrometri Partikel Alfa.
Makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu ujian akhir semester 6 pada mata
kuliah Praktikum Aplikasi Teknik Nuklir. Penulis menyadari dalam penyusunan
makalah ini masih banyak kekurangan dan kesalahan karena keterbatasan
kemampuan dan pengetahuan yang penulis miliki. Oleh karena itu, penulis
mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk kesempurnaan
penyusunan makalah selanjutnya.
Akhir kata semoga kebaikan yang telah diberikan dapat menjadi amal soleh dan
ibadah bagi kita semua dan mendapatkan balasan dari Allah SWT. Amin.

Yogyakarta, 15 Juli 2017

Penulis

i
DAFTAR ISI
BAB I ................................................................................................................................................ 1
PENDAHULUAN ............................................................................................................................... 1
A. Latar Belakang ..................................................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah ............................................................................................................... 1
C. Tujuan dan Manfaat ............................................................................................................ 1
BAB II ............................................................................................................................................... 2
PEMBAHASAN ................................................................................................................................. 2
A. Fitoremediasi ........................................................................... Error! Bookmark not defined.
B. Proses-proses Dalam Fitoremediasi......................................... Error! Bookmark not defined.
C. Potensi Tanaman Hiperakumulator ........................................................................................ 4
D. Karakteristik Tumbuhan Hiperakumulator .............................. Error! Bookmark not defined.
E. Kelebihan dan Kekurangan Fitoremediasi ............................... Error! Bookmark not defined.
BAB III ............................................................................................................................................ 11
PENUTUP....................................................................................................................................... 11
DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................................................... 12

ii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Sinar-X ditemukan oleh Wilhelm Conrad Rontgen seorang berkebangsaan
Jerman pada tahun 1895. Penemuanya diilhami dari hasil percobaan percobaan
sebelumnya antara lain dari J.J Thomson mengenai tabung katoda dan Heinrich
Hertz tentang foto listrik. Kedua percobaan tersebut mengamati gerak electron
yang keluar dari katoda menuju ke anoda yang berada dalam tabung kaca yang
hampa udara. Pembangkit sinar-X berupa tabung hampa udara yang di dalamnya
terdapat filament yang juga sebagai katoda dan terdapat komponen anoda. Jika
filamen dipanaskan maka akan keluar elektron dan apabila antara katoda dan
anoda diberi beda potensial yang tinggi, elektron akan dipercepat menuju ke
anoda. Dengan percepatan elektron tersebut maka akan terjadi tumbukan tak
kenyal sempurna antara elektron dengan anoda, akibatnya terjadi pancaran radiasi
sinar-X.

B. Rumusan Masalah
b.1. Apa itu Partikel Alfa ?
b.2. Apa itu Spektrometri Alfa?
b.3. Bagaimana proses peluruhan alfa?
b.4. Bagaimana Prinsi kerja dan bagian berserta fungsi dari Spektrometri alfa ?
C. Tujuan dan Manfaat
c.1. Mengetahui definisi partikel alfa.
c.2. Mengetahui definisi spektrometri alfa.
c.3. Mengetahui proses peluruhan alfa.
c.4. Mengetahui prinsip kerja dan bagian bserta fungsi dari spektrometri alfa.
.

1
BAB II
PEMBAHASAN

A. Partikel Alfa
Partikel Alfa (dinamakan sesuai huruf pertama pada abjad Yunani, ) adalah
bentuk radiasi partikel yang sangat menyebabkan ionisasi, dan kemampuan
penetrasinya rendah. Partikel tersebut terdiri dari dua buah proton dan dua buah
neutron yang terikat menjadi sebuah partikel yang identik dengan nukleus helium,
dan karenanya dapat ditulis juga sebagai He2+.
Partikel Alfa dipancarkan oleh nuklei yang radioaktif seperti uranium atau
radium dalam proses yang disebut dengan peluruhan alfa. Kadang-kadang proses
ini membuat nukleus berada dalam excited state dan akan memancarkan sinar
gamma untuk membuang energi yang lebih.
Setelah partikel alfa dipancarkan, massa atom elemen yang memancarkan
akan turun kira-kira sebesar 4 amu. Ini dikarenakan oleh hilangnya 4 nukleon.
Nomor atom dari atom yang bersangkutan turun 2, karena hilangnya 2 proton dari
atom tersebut, menjadikannya elemen yang baru. Contohnya adalah radium yang
menjadi gas radon karena peluruhan alfa.
Partikel Alfa tidak dapat menembus kertas yang agak tebal karena
muatannya.

Partikel alfa terdefleksi oleh medan magnet

2
Radiasi alfa terdiri dari nukleus helium-4 dan dapat dengan
mudah dihentikan dengan selembar kertas saja. Radiasi beta,
yang terdiri dari elektron, dapat dihentikan dengan
lempengan aluminium. Radiasi gamma diabsorbsi secara
perlahan pada saat mempenetrasi material yang padat.

B. Spektrometri Alfa
Spektrometri adalah pengukuran kuantitatif dari intensitas radiasi
elektromagnetik pada satu atau lebih panjang gelombang dengan suatu transduser
(detektor). Analisis jenis ini juga relatif selektif dan spesifik, ketepatannya cukup
tinggi, relatif sederhana, dan murah.
Sehingga definisi dari Spektrometri alfa adalah suatu cara analisis radioaktif
pemancar alfa berdasarkan pengukuran tenaga dari intensitas zarah alfa yang
dipancarkan oleh radioaktif tersebut. Tenaga sinar alfa yang terukur dipakai
sebagai dasar analisis kuantitatif.

3
Spektrometri alfa berhubungan dengan peluruhan -nuklei yang
digambarkan oleh Teori gamow dan efek tunnel. Menurut Gamow, kebolehjadian
partikel alfa per detik sama dengan jumlah tumbukan antara partikel alfa dengan
barrier per detiknya. Sedangkan efek tunnel adalah fenomena yang dialami objek,
biasanya merupakan partikel elementer yang melewati potential barrier walaupun
tidak memiliki energi yang cukup untuk menembusnya. Efek tunnel ini juga
penting untuk reaksi fusi, misalnya dalam nukleosintesis unsur kimia.

Rangkaian alat pengukuran tenaga dari intensitas zarah alfa yang


dipancarkan oleh radioaktif

C. Proses Peluruhan Alfa, Sistem Peluruhan Alfa, dan Emisi Partikel Alfa
a) Peluruhan Alfa
Peluruhan alfa, terjadi ketika suatu inti memancarkan partikel alfa (inti
helium yang terdiri dari dua proton dan dua neutron). Hasil peluruhan ini
adalah unsur baru dengan nomor atom yang lebih kecil. Inti helium merupakan
inti stabil dengan nomor massa dan nomor atom yang kekal.

4
Peluruhan alfa adalah salah satu bentuk peluruhan radioaktif dimana
sebuah inti atom berat tidak stabil melepaskan sebuah partikel alfa (inti
helium) yang dapat dituliskan sebagai 4He2 atau 42 dan meluruh menjadi
inti yang lebih ringan dengan nomor massa empat lebih kecil dan nomor atom
dua lebih kecil dari semula, menurut reaksi:

X dan Xmenyatakan jenis inti yang berbeda (jadi inti akan berubah menjadi
unsur lain karena peluruhan alfa)

Sebagai contoh 234U meluruh dan mengeluarkan sebuah partikel alfa

b) Sistem Peluruhan Alfa

Dua proton dan dua netron ini bergerak terus di dalam inti, yang kadang-
kadang bergabung dan terkadang berpisah. Di dalam inti partikel alfa terikat

5
oleh gaya inti yang sangat kuat yang jauh lebih kuat dari gaya elektrostatik.
Tetapi jika partikel alfa inti bergerak lebih jauh dari jari-jari inti ia akan segera
merasakan tolakan gaya Coulomb. Karena semua proton bermuatan positif,
mereka saling tolak dan inti tidak akan pernah stabil, karena gaya inti yang
kuat yang mengikat mereka bersama-sama.
Peluruhan alfa merupakan salah satu bentuk peluruhan radioaktif yang
memancarkan partikel alfa ketika inti radioaktif itu meluruh. Partikel alfa ini
terdiri dari 2 proton dan 2 neutron. Selain memancarkan partikel alfa, inti
radioaktif ini juga akan membantuk inti yang baru (inti anak).
Secara sistematis, ketika sebuah inti memancarkan sinar alfa/partikel
alfa, inti tersebut kehilangan empat nukleon dua diantaranya adalah proton dan
dua lagi adalah neutron.

Dalam peluruhan dibebaskan energi, karena inti hasil peluruhan terikat


lebih erat dari pada inti semula. Energi yang dibebaskan muncul sebagai
energi kinetik partikel alfa. Massanya dapat dihitung dari massa semua inti
yang terlibat menurut persamaan:
Q=[m(X)-m(X)-m()] c2
Dimana Q menyatakan kelebihan energi massa inti (berupa energi kinetik).
Q=KX'+K
Karena massa elektron saling menghapuskan maka digunakan massa atom
saja.
c) Emisi Partikel Alfa

6
Salah satu emisi radioaktivitas yaitu emisi pertikel alfa. Partikel alfa
pada dasarnya adalah partikel bermuatan positif yang dipancarkan oleh
beberapa unsur radioaktif. Partikel alfa terdiri atas 2 neutron terikat pada 2
proton, jadi identik dengan inti atom helium Partikel ini sangat masif dan
berenergi tinggi serta dipancarkan dari inti isotop radioaktif yang memiliki
rasio netron terhadap proton yang terlalu rendah.
Partikel Alfa dipancarkan bergerak pada kecepatan rata-rata 15.000
km/detik dan memiliki energi kinetik dalam kisaran 5 MeV. Energi dari
partikel Alfa dipancarkan selalu konstan untuk proses peluruhan alfa tertentu.
Suatu inti yang memancarkan partikel alfa, terkadang meninggalkan
keadaan eksitasi pada inti anakan, yang kemudian menghasilkan emisi sinar
gamma untuk mengembalikan inti pada keadaan dasar (stabil). Seperti contoh
226 222
yang terjadi pada tranformasi inti Ra menjadi Rn dimana energi partikel
222
alfa sebesar 7.77 MeV dipancarkan sehingga mengghasilkan inti Rn yang
stabil. dan energi partikel alfa sebesar 4,591 MeV dipancarkan dan
meninggalkan keadaan tereksitasi yang kemudian kembali ke keadaan stabil
dengan sebelumnya memancarkan sinar gamma sebesar 0.186 MeV.
Partikel alfa, karena memiliki muatan listrik dan massa yang relatif besar
sehingga menyebabkan partikel ini memiliki kemampuan yang sangat terbatas
dalam menembus bahan dan menjadi cepat kehilangan energi di udara. Sehelai
kertas tisu bahkan kulit mati sudah cukup tebal untuk menyerap semua radiasi
alfa yang keluar dari bahan-bahan radioaktif.

Ini mengakibatkan radiasi alfa yang berasal dari sumber-sumber di luar


tubuh bukan merupakan sebuah bahaya. Namun akan menjadi bahaya jika
isotop-isotop pemancar alfa tersebut terendap secara internal (di dalam tubuh)
seperti terhirup, tertelan, atau bahkan terserap ke dalam aliran darah. Sehngga

7
tidak ada lagi shielding effect dari lapisan terluar kulit yang mati, dapat
menyebabkan radiasi alfa tersebut dihamburkan pada jaringan hidup, sehingga
dapat menyebabkan toksin yakni dapat menimbulkan resiko kanker,
khususnya setelah diketahui bahwa radiasi alfa dapat menyebabkan kanker
paru-paru ketika sumber radiasi alfa tak sengaja terhisap.

D. Prinsi kerja dan bagian berserta fungsi dari Spektrometri alfa


a) Prinsip Dasar
Penggunaan sistem pengukur radiasi dapat dibedakan menjadi dua
kelompok yaitu untuk kegiatan proteksi radiasi dan untuk kegiatan
aplikasi/penelitian radiasi nuklir. Alat ukur radiasi yang digunakan untuk
kegiatan proteksi radiasi harus dapat menunjukkan nilai dosis radiasi yang
mengenai alat tersebut. Sedangkan alat ukur yang digunakan di bidang aplikasi
radiasi dan penelitian biasanya ditekankan untuk dapat menampilkan nilai
kuantitas radiasi atau spectrum energi radiasi yang memasukinya. Setiap alat
ukur radiasi terdiri atas dua bagian utama yaitu detektor dan peralatan penunjang.
Detektor merupakan suatu bahan yang peka terhadap radiasi, yang jadi bila
dikenai radiasi akan menghasilkan suatu tanggapan (response) tertentu yang lebih
mudah diamati sedangkan peralatan penunjang, biasanya merupakan peralatan
elektronik, berfungsi untuk mengubah tanggapan detektor tersebutmenjadi suatu
informasi yang dapat diamati oleh panca inderamanusia atau dapat diolah lebih
lanjut menjadi informasi yang berarti. Gambar Rangkaiang detektor.
menunjukkan bagian utama deteksi radiasi.

Kontruksi Alat Ukur Radiasi

Dengan penggunaan dektektor counter semikonduktor, energi radiasi alfa


dapat ditentukan. Partikel alfa mentransfer energinya ke semikonduktor melalui
tumbukan inelastik, yang akan menyebabkan pasangan elektron hole. Jumlah dari
8
muatan ini sebanding dengan energi partikel afa. Pembawa muatan dipisahkan
dalam medan listik dan dikumpulkan di semikonduktor dengan polaritas yang
berlawanan. Sebuah preamplifier mengintegrasikan arus dan menghasilkan pulsa
voltase yang sebanding dengan energi alfa. Analisis tinggi pulsa dilakukan dengan
alat penganalisis multichannel (MCA) yang terhubung ke komputer (PC).

b) Bagian Dan Fungsi

i. Kualitas Sumber
Bagian terpenting untuk spektrometri alfa resolusi tinggi adalah tersedianya
sumber yang baik yang seharusnya:
(Tak terbatas) tipis dan tanpa massa
Bentuk biasa, diketahui, dan dapat direproduksi
Lebih kecil di daerah daripada daerah aktif detektor
Baru (tidak ada kerugian sputtering atau recoil)
Pengaruh ketebalan sumber yang berbeda pada tampilan spektrum terukur
ditunjukkan pada Gambar dibawah

ii. Pengaturan elektronik

9
Ada 2 bagian dari blok diagram spektrometri alfa yang akan dibahas kali ini,
yaitu detektor dan elektronika linier untuk pemprosesan sinyal.
Detektor pada gambar bagian paling kiri, bisa berisi detektor seperti:
a. Surface Barrier Detector (SBD)
Detektor yang relatif murah ini yang memiliki permukaan sensitif hingga 20
2
cm yang merupakan perangkat ideal untuk setup sederhana dan cepat dimana
sumber-sumber kecil harus diuji dengan resolusi yang baik. Bergantung pada
ukuran detektor, resolusi unit kecil mungkin sama dengan 12 keV FWHM untuk
partikel alfa 5,5 MeV. Resolusi SBD yang sangat besar akan berkisar 40-50 keV
FWHM. Tegangan bias yang diterapkan pada SBD biasanya berkisar antara 40
sampai 100 Volt dimana polaritasnya positif atau negatif, tergantung pada jenis
detektornya; Oleh karena itu, sebaiknya dilakukan pemeriksaan manual untuk
voltase dan polaritas sebelum menerapkan tegangan bias. Juga, sebagian besar
jenis SBD tidak boleh terkena cahaya saat tegangan bias diterapkan karena SBD
sangat sensitif terhadap cahaya dan akan mengukur noise yang berlebihan pada
energi rendah.
b. Ion-Implanted Silicon Detector (ISD)/PIPS
Jenis detektor ini adalah SBD dimana implantasi ion dan teknik passivasi
khusus dikombinasikan untuk membuat dioda dengan resolusi energi superiour.
Pembuatan ISD masih sedikit sulit dan detektor besar dengan resolusi bagus itu
mahal. Bergantung pada produsen, detektor ini dijual dengan merek dagang
"PIPS", "Ultra" atau "IPC / IPA". Detektor SBD dan ISD biasanya dioperasikan di
bawah tekanan 0,1 Torr di ruang vakum.
c. Gridded Ionisation Chamber (GIC)
Jenis detektor ini adalah ruang ionisasi dimana kolektor diputar secara
elektrik oleh kisi dari volume di mana partikel alfa menyimpan energinya dan
membuat pasangan elektron / ion.
Pemprosesan sinyal analog

10
Sinyal detektor dimasukkan ke dalam pre-amplifier dimana suplai bias
detektor juga terhubung. Untuk mengurangi noise elektronik dan
memperbaiki resolusi, kabel dari detektor ke amplifier awal harus sesingkat
mungkin dan terlindung dengan baik. Pre-amplifier harus dipilih agar sesuai
dengan kapasitansi detektor. Sinyal keluaran dari pre-amplifier diberi umpan
melalui kabel terlindung ke amplifier linier yang memiliki sirkuit restorasi
awal dan restorasi yang sesuai.
Analisis Spektra
Analisis kuantitatif spektrum alfa-partikel ditujukan untuk penentuan posisi
puncak dalam satuan jumlah saluran dan daerah puncak dalam satuan
penting. Kedua kuantitas tersebut harus ditentukan bersamaan dengan
ketidakpastian nilai-nilai ini. Dengan menggunakan data kalibrasi energi dan
efisiensi, informasi waktu dari pengukuran, dan perpustakaan nuklida, posisi
dan area ini kemudian diubah menjadi aktivitas mutlak nuklida yang
terkandung di dalam sumbernya.

BAB III
PENUTUP

Sinar-sinar radioaktif memiliki karakteristik yang unik dan berbeda satu


sama lainnya, walaupun berasal dari sumber yang sama. Salah satu sifat
menguntungkan dari sinar radioaktif adalah daya tembusnya yang tinggi.
Kekuatan tembus sinar-sinar radioaktif ini dipengaruhi oleh daya ionisasinya.
Daya ionisasi adalah kemampuan sinar radioaktif menarik elektron dari atom-
atom yang dilewatinya.
Partikel alfa, karena memiliki muatan listrik dan massa yang relatif besar
sehingga menyebabkan partikel ini memiliki kemampuan yang sangat terbatas
dalam menembus bahan dan menjadi cepat kehilangan energi di udara. Sehelai
kertas tisu bahkan kulit mati sudah cukup tebal untuk menyerap semua radiasi alfa
yang keluar dari bahan-bahan radioaktif.
Beberapa jenis detector semikonduktor yang digunakan untuk spektrometri
alfa:
11
1. Surface Barrier
Surface barrier: untuk mengukur radiasi alfa dan beta
Detektor ini memiliki lapisan jenisp yang sangat tipis, yang diletakan di
atas lapisan jenisn. Detektor ini sangat efektif dalam pendeteksian partikel
bermuatan dan pemisahan tingkat energi yang berbeda-beda. Kemampuan untuk
memisahkan energi yang berbeda-beda disebut dengan resolusi energi. Detektor
surface barrier dapat memisahkan tiga kelompok partikel alfa dari Am-241 dengan
energi 5,486; 5,443; dan 5,389 MeV.
Satu masalah pada detektor surface barrier yang harus mendapat perhatian
adalah permukaan kristal harus selalu tetap bersih dan bebas dari minyak atau
bahan-bahan pengotor lainnya. Selain itu, detektor ini sangat sensitif terhadap
cahaya, karena foton cahaya dapat mencapai volume sensitif-nya dan
menghasilkan pasangan elektron dan hole.
2. PIPS (Passivate Implant Planar Silicon)
PIPS: untuk mengukur radiasi alfa dan beta;
Salah satu metode yang digunakan untuk memasukan bahan pengotor pada
permukaan semikonduktor adalah dengan memberikan paparan berkas ion pada
permukaan menggunakan akselerator. Sebagai contoh: Kristal silikon diberi
paparan berkas ion boron, akan memiliki lapisan-p yang terbentuk pada
permukaannya. Metode pemberian doping ini akan membuat Kristal lebih stabil
dan tidak akan dipengaruhi oleh kondisi lingkungan.
Detektor ini biasanya digunakan dalam spektrometri alfa, monitoring beta,
deteksi beta berenergi rendah dan ion-ion berat.

DAFTAR PUSTAKA

Bagus, Ignasius. 2011. Peluruhan Alfa, Sistematika Peluruhan Alfa, dan emisi
Partikel Alfa. Blog via
http://ignasiusbagus.blogspot.co.id/2011/10/peluruhan-alfa-sistematika-
peluruhan.html akses 7/15/2017
BAPETEN Alat Ukur radiasi Via
http://ansn.bapeten.go.id/files/ins_Alat_Ukur_Radiasi.pdf akses 7/15/2017

12
Westmeier. . Practical Notes on Alpha Spectrometry. Paper Dr. Westmeier
GmbH Mollner Weg 5 D-35085 Ebsdorferfrunf-Molln

13

Anda mungkin juga menyukai