Anda di halaman 1dari 4

DRAFT TATA TERTIB MUSYAWARAH BESAR KELUARGA MAHASISWA

STIKES BHAKTI KENCANA BANDUNG


PERIODE 2015/2016

PASAL 1
NAMA DAN STATUS
1. Forum ini bernama Musyawarah Besar Kema STIKes Bhakti Kencana Bandung.
2. Musyawarah besar merupakan musyawarah yang dilaksanakan sekali setiap periode.
3. Musyawarah besar merupakan forum pengambilan keputusan tertinggi.
PASAL 2
PESERTA
1. Delegasi tingkat adalah mahasiswa jurusan angkatan 2012-2015.
2. Peninjau terdiri dari peninjau undangan dan peninjau dari Keluarga Mahasiswa :
a. Peninjau undangan yaitu Ketua STIKes Bhakti Kencana Bandung dan pembantu
ketua 3 bidang kemahasiswaan
b. Peninjau dari Keluarga Mahasiswa yaitu Badan Perwakilan Mahasiswa dan Badan
Eksekutif Mahasiswa periode 2015-2016.
PASAL 3
HAK DAN KEWAJIBAN PESERTA
1. Peserta delegasi memiliki hak berbicara memberikan pendapat dan usulan.
2. Peserta delegasi memiliki hak memilih dan dipilih.
3. Semua peserta wajib mengikuti jalannya persidangan sampai selesai.
4. Peninjau Keluarga Mahasiswa memiliki hak berbicara memberikan pendapat dan
usulan.
5. Peninjau undangan tidak berhak berbicara dan memberikan usul kecuali atas
persetujuan forum.
6. Peserta dapat meninggalkan sidang setelah mendapat persetujuan dari pimpinan sidang.
7. Semua peserta wajib memenuhi tata tertib ini.
PASAL 4
QUORUM
1. Musyawarah dapat berlangsung apabila dihadiri oleh minimal ditambah 1 dari jumlah
peserta delegasi yang berhak hadir.
2. Apabila pasal 4 ayat 1 tidak terpenuhi, maka sidang ditunda selama 2 x 5 menit.
3. Apabila pasal 4 ayat 1 tidak terpenuhi, maka sidang dapat dilanjutkan dan disepakati
forum.
4. Pengambilan keputusan :
a. Keputusan dilakukan melalui musyawarah untuk mufakat.
b. Jika kata mufakat tidak tercapai sekalipun telah diberikan kesempatan untuk
lobbying, maka keputusan dapat diambil secara voting atau suara terbanyak.
PASAL 5
MAKSUD DAN TUJUAN
Musyawarah besar ini mempunyai maksud dan tujuan :
1. Menetapkan agenda sidang.
2. Menetapkan tata tertib sidang.
3. Menetapkan presidium tetap.
4. Menyampaikan laporan pertanggungjawaban (LPJ) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)
5. Menyampaikan laporan pertanggungjawaban (LPJ) Badan Perwakilan Mahasiswa
(BPM)
6. Menetapkan AD.
7. Menetapkan ART.
8. Menetapkan GBHO.
9. Melaksanakan serah terima jabatan dari periode lama ke periode baru.
PASAL 6
PERSIDANGAN
1. Persidangan terdiri dari :
a. Sidang komisi.
b. Sidang pleno.
c. Sidang paripurna.
2. Pengesahan sidang :
a. Hasil sidang disahkan dan ditetapkan melalui sidang paripurna.
b. Setiap sidang pleno harus mendapat persetujuan dari anggota sidang pleno.
c. Sidang komisi dapat terdiri dari sidang :
Komisi I, II, III dan seterusnya sesuai dengan kebutuhannya.
d. Sidang komisi bertugas membahas segala permasalahan selama sidang sesuai
dengan agenda acara.
e. Sidang komisi membahas kembali dan ditetapkan atau disahkan melalui sidang
paripurna.
f. Keputusan sidang paripurna merupakan keputusan tertinggi dalam musyawarah
besar Kema STIKes Bhakti Kencana Bandung.
PASAL 7
PIMPINAN SIDANG
1. Pimpinan sidang bertugas memimpin jalannya sidang pleno dan paripurna.
2. Sidang komisi dipimpin oleh koordinator komisi yang ditunjuk oleh anggota komisi.
3. Pimpinan sidang terdiri dari tiga orang presidium terpilih yang ditentukan secara
musyawarah melalui sidang pleno yang dipandu oleh panitia.
4. Pimpinan sidang hanya dapat dipilih dari peserta sidang.
5. Pimpinan sidang sementara ditetapkan oleh panitia.
PASAL 8
SYARAT-SYARAT PRESIDIUM SIDANG
1. Mempunyai sifat kepemimpinan, bijaksana dan bertanggung jawab.
2. Memiliki pengetahuan yang cukup tentang persidangan.
3. Peka terhadap situasi dan cepat mengambil inisiatif dalam situasi kritis.
4. Mampu mengontrol emosi sehingga tidak terpengaruh kondisi persidangan.
PASAL 9
SIKAP PRESIDIUM SIDANG
1. Menarik, tegas dan disiplin.
2. Sopan dan hormat dalam kata dan perbuatan.
3. Adil, bijaksana dan menghargai pendapat peserta.
PASAL 10
ATURAN PERSIDANGAN
1. Peserta sidang berbicara setelah mendapat izin dari pimpinan sidang.
2. Giliran berbicara/mengajukan pendapat diatur menurut urutan permintaan dan atau
prioritas bobot interupsi.
3. Setiap waktu dapat diberikan interupsi kepada peserta untuk :
a. Mengajukan koreksi.
b. Mengajukan usul untuk menunda sementara sidang apabila dianggap perlu.
c. Interupsi tidak boleh diinterupsi lagi.
4. Pimpinan sidang berhak memperingatkan peserta apabila pembicaraannya terlalu
berlebihan atau menyimpang serta sikapnya dapat menggangu jalannya sidang.
5. Jika peringatan dalam ayat 4, sampai 3 kali tidak diindahkan, pimpinan sidang
mengeluarkan peserta tersebut.
6. Peserta yang dikeluarkan oleh pimpinan sidang tidak dapat mengikuti sidang dan
haknya sebagai peserta dicabut.
PASAL 11
PENUTUP
Tata tertib ini disahkan dalam sidang paripurna Musyawarah Besar Kema STIKes Bhakti
Kencana Bandung.

Ditetapkan di :
Pada hari :
Tanggal :
Pukul :